- 40 - atas serta sesuai aturan pakai sediaan larutan oral/sirup, dan bobot badan pengguna pada berbagai kelompok usia. Contoh perhitungan dan Tabel diatas dapat digunakan sebagai orientasi dalam melakukan perhitungan. Metode Metode ini digunakan untuk penetapan kadar cemaran EG dan DEG dalam sediaan sirup secara kromatografi gas spektrometri massa (GC-MS). Lakukan penetapan dengan cara Kromatografi Gas seperti tertera pada Kromatografi <931>. Pengencer Metanol P Blangko Gunakan Pengencer Larutan baku induk etilen glikol Timbang saksama lebih kurang 100 mg Etilen Glikol BPFI masukkan ke dalam labu tentukur 100-mL. Tambahkan 50 mL Pengencer, sonikasi selama 5 menit, tambahkan Pengencer sampai tanda. Larutan baku induk dietilen glikol Timbang saksama lebih kurang 100 mg Dietilen Glikol BPFI masukkan ke dalam labu tentukur 100-mL. Tambahkan 50 mL Pengencer, sonikasi selama 5 menit, tambahkan Pengencer sampai tanda. Larutan uji Tetapkan Bobot Jenis (BJ) zat. Timbang saksama lebih kurang 5 g zat masukkan ke dalam labu tentukur 50-mL. Tambahkan 30 mL Pengencer, sonikasi selama 5 menit. Tambahkan Pengencer sampai tanda. Saring melalui penyaring membran dengan porositas 0,45 μm. Sistem kromatografi Kromatograf gas dilengkapi dengan detektor spektrofotometer massa, kolom DB Wax UI (atau yang setara) 0,25 mm x 30 m dilapisi 0,25 µm fase diam polietilen glikol. Gas pembawa helium P, perbandingan split 10 : 1, laju alir lebih kurang 0,65 mL per menit. Pertahankan suhu injektor pada 250° Ion Source 230° Interface 240° Solvent cut time 4 menit. Atur suhu kolom seperti tabel di bawah ini: Suhu awal (°) Kenaikan suhu (° per menit) Suhu akhir Pertahankan suhu akhir selama (menit) 100 - 100 1 100 10 130 7 130 20 240 3 MS mode Pembacaan awal (menit) Pembacaan akhir (menit) Mode Event time m/z (awal m/z (akhir) SIM (m/z) 8.20 11.00 SCAN 0,3 29 400 - 8.20 11.00 SIM 0,3 - - Ion Target 31 Ion Referensi 33, 62 11.01 16.00 SCAN 0,3 29 400 11.10 16.00 SIM 0,3 - - Ion Target 45 Ion Referensi 75, 31 Buat seri larutan baku etilen glikol dan dietilen glikol dengan Pengencer dalam labu tentukur 5- mL dengan kadar seperti tertera pada tabel berikut: Etilen glikol Dietilen glikol Seri kadar Larutan baku (bpj) Larutan baku induk etilen glikol (µL) Seri kadar Larutan Baku (bpj) Larutan baku induk dietilen glikol (µL) 6 30 12 60 8 40 16 80 10 50 20 100 12 60 24 120 14 70 28 140 Lakukan kromatografi terhadap seri Larutan baku, rekam kromatogram, dan ukur semua respons puncak seperti tertera pada Prosedur: Buat kurva kalibrasi antara kadar dan respons puncak. Prosedur Suntikkan secara terpisah sejumlah volume sama (lebih kurang 1 µL) Larutan blangko, Larutan baku dan Larutan uji ke dalam kromatograf, rekam kromatogram, dan ukur respons puncak. Hitung kadar etilen glikol atau dietilen glikol dalam Larutan uji menggunakan kurva kalibrasi dengan rumus = ( − ) y adalah respons puncak etilen glikol atau dietilen glikol; b adalah nilai intersep dari kurva kalibrasi; a adalah nilai slope dari kurva kalibrasi [Catatan: Apabila hasil pengukuran kadar etilen glikol dan dietilen glikol dalam Larutan uji (x bpj) berada di luar rentang kurva kalibrasi, maka lakukan penyesuaian preparasi Larutan uji agar kadar etilen glikol dan dietilen glikol berada pada rentang kurva kalibrasi. Dokumentasikan penyesuaian preparasi larutan uji.] Hitung jumlah etilen glikol atau dietilen glikol dalam mg per mL sirup dengan rumus × 1000 × ×
- 41 - x adalah kadar etilen glikol atau dietilen glikol dalam bpj; F adalah faktor pengenceran; BU adalah bobot zat dalam g; BJ adalah bobot jenis dalam g per mL