ANALISIS ARTIKEL MODIFIKASI PRILAKU
Oleh :
Komang Ayu Dipla Denia
2011061031
Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Jurusan Pendidikan Dasar
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Pendidikan Ganesha
2022
No Aspek Hasil Analisis
1 Judul Artikel
Pelatihan Teknik Self Control untuk Mengurangi
Usia Anak yang Mendapat Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini
2 Modifikasi Prilaku
Saat Usia 2 - 6 Tahun
Teknik Modifikasi Prilaku
3 (Nama Teknik, Definisi, Teknik yang digunakan adalah teknik self control yaitu
sebuah prosedur dimana seseorang mampu
Teori) mengarahkan atau mengatur perilakunya sendiri . Pada
anak teknik ini bisa dilatih dengan dibantu oleh peran
Langkah-langkah Teknik serta orang tua dalam menerapkan teknik tersebut agar
4 perilaku bermain gadget dapat berkurang sehingga
tidak menimbulkan kecanduan dalam bermain gadget.
Modifikasi Prilaku
1. Tahap Monitor (pra assessment)
Peserta diminta untuk melakukan observasi
untuk melakukan pengukuran awal intensitas
penggunaan gadget anak pada satu hari
2. Mengatur Lingkungan
Melaksanakan teknik modifikasi lingkungan
yaitu mengubah lingkungan fisik anak,
mengubah lingkungan sosial anak dan
mengubah kebiasaan anak agar mengurangi
perilaku bermain gadget.
3. Tahap Evaluasi
Melakukan evaluasi atau peninjauan kembali
apakah tehnik self control yang sudah
diterapkan dapat mengurangi perilaku bermain
gadget atau tidak.
4. Tahap Pemberian Pengukuh
Memilih teknik pengukuhan (reinforcement)
yang tepat untuk anak dengan menyesuaikan
kebutuhan masing-masing individu
5 Hasil Modifikasi Prilaku Pada kegiatan pelatihan penerapan self control agar dapat
mengurangi perilaku bermain gadget pada anak di PAUD
Tunas Bangsa Krebet Bululawang yang dilaksanakan pada
tanggal 21 November 2019 dapat dilaksanakan sesuai
dengan rancangan kegiatan yang sudah disusun pada awal
kegiatan. Hal ini karena dukungan para guru dan orang tua
yang berperan serta dengan mengikuti kegiatan pelatihan
sampai kegiatan selesai. Teknik self control merupakan
salah satu teknik modifikasi perilaku dimana dalam
penerapan teknik ini diperlukan penanganan dengan
perencanaan dan monitoring. Perencanaan dilakukan dengan
membuat rancangan perubahan perilaku yang spesifik yaitu
harus berdasarkan pada antesedent yang melatar belakangi
munculnya perilaku yang merupakan target sasaran yang
akan dirubah. Sehingga kedalaman pada tahap asessment
awal harus tepat dan sesuai untuk masing-masing individu.
Pada tahapan ini harus dilakukan pencatatan yang cermat
dalam mengamati perilaku sasaran dengan melakukan
pencatatan jenis, waktu, dan durasi perilaku untuk
mengetahui perubahan perilaku anak-anak. Lemahanya
analisis pada saat assessment awal tentunya dapat
mempengaruhi hasil yang diharapkan dalam perubahan
perilaku subjek. Pada tahap perencanaan sudah harus
disesuaikan pengaturan lingkungan yang dapat
menghilangkan pemicu perilaku sasaran yaitu bermain
gadget pada anak. Pemilihan dalam pengaturan lingkungan
baik fisik, sosial maupun kebiasaan harus disesuaikan
dengan masing-masing individu. Modifikasi atau pengaturan
lingkungan yang tidak sesuai kebutuhan juga akan
mempengaruhi hasil perubahan perilaku yang diharapkan.
Dikarenakan perilaku individu yang kompleks dan unik
tentunya akan mepengaruhi modifikasi perilaku yang sudah
di rencanakan, selain itu dalam penerapan teknik self control
Kelebihan dan ini perlu dilakukan penguatan komitmen dari orang tua
6 Kekurangan Teknik dalam pelaksanaannya. Tanpa disertai komitmen dari
lingkungan yaitu pengawasan dari orang tua dalam
Modifikasi Prilaku pelaksanaan penerapan teknik self control
maka perubahan perilaku yang diharapkan yaitu
7 Kesimpulan berkurangnya perilaku bermain gadget pada anak
dapat muncul kembali (relaps).
1. Kelebihan : Dengan Menerapak Teknik Self
Control prilaku bermain gadeget anak dapat
berkurang sehingga tidak menimbulkan kecanduan
dalam bermain gadeget.
2. Kekurangan : Tanpa disertai komitmen dari
lingkungan yaitu pengawasan dari orang tua dalam
pelaksanaan penerapan teknik self control maka
perubahan perilaku yang diharapkan yaitu
berkurangnya perilaku bermain gadget pada anak
dapat muncul kembali (relaps).
Pada kegiatan pelatihan penerapan teknik
self control untuk mengurangi perilaku bermain
gadget anak dapat tercapai sesuai dengan harapan. Dengan
melihat peserta kegiatan ikut pelatihan penerapan tehnik self
control sampai selesai. Dengan pelatihan penerapan self
control ini para guru dan orang tua dapat memahami serta
menerapkan teknik self control tersebut sesuai dengan
permasalahan yang dialami di PAUD Tunas Bangsa Krebet
Bululawang yang mana peserta didik telah menggunakan
gadget sejak usia 2 tahun.