kelompok 7
Bab VI
Data
Kebahasaan
Deifa Astri Kania
Raden Yunus Fadilah Alfazri
DATA KEBAHASAAN
Data merupakan kumpulan fakta-fakta yang diolah oleh ilmuwan
menjadi sesuatu yang bermakna. Data dalam penelitian merupakan
bahan dasar atau bahan baku utama untuk menjelaskan suatu
fenomena. Data tidak sama dengan objek penelitian. Kita dapat
membedakan tiga istilah dalam penelitian bahasa, yaitu data, objek
penelitian, dan konteks objek penelitian. Di samping ketiga hal di atas,
dalam bagian ini juga akan dibahas masalah populasi dan sample
penelitian, korpus dan mentes, serta sumber data. Kesemuanya ini
terkait dengan data kebahasaan yang merupakan inti dalam proses
penelitian bahasa.
A. Data dan Objek Penelitian
Data merupakan bahan penelitian yang diperoleh dengan metoda dan
teknik tertentu dari sumber data. Dari kumpulan data diharapkan
objek penelitian dapat dijelaskan, karena di dalam data itulah
terdapatnya objek yang akan diteliti. Di dalam data kita dapat
menemukan konteks kemunculan objek penelitian. Dengan kata lain
dapat dinyatakan bahwa data berisi objek sasaran penelitian dan
konteksnya. Sebagai contoh mari kita lihat penjelasan berikut ini.
Apabila seseorang mau meneliti awalan me- dalam Bahasa Indonesia,
maka objek penelitiannya adalah awalan me- dalam Bahasa Indonesia.
Data penelitiannya bukanlah awalan me-, tetapi semua kata yang
mengandung awalan me-, seperti mendengar, membawa, mengambil,
meraba, dan sebagainya. Contoh lainnya adalah apabila objek
penelitiannya konjungsi, Metode Penelitian Bahasa: Pendekatan
Struktural75 maka datanya adalah kalimat-kalimat majemuk yang
mempunyai konjungsi. Dari contoh-contoh di atas dapat dinyatakan
bahwa data merupakan satuan lingual yang berada pada tataran yang
lebih tinggi daripada objek penelitiannya (Sudaryanto, 1988). Untuk
penelitian afiksasi (misalnya awalan me-), data penelitiannya adalah
kata. Sementara untuk objek penelitian kata (misalnya konjungsi), data
penelitiannya adalah kalimat, yaitu kalimat majemuk berkonjungsi.
Walaupun demikian perlu dinyatakan bahwa untuk data yang sama
dapat dilakukan penelitian yang berbeda. Misalnya penelitian tentang
afiks, morfem, dan fonem, sama-sama menggunakan kata sebagai data
penelitian. Dengan demikian bisa saja dilakukan bahwa dari data
kebahasaan yang telah diperoleh di lapangan dapat dilakukan
beberapa penelitian yang berbeda.
1
B. Konteks objek penelitian
Konteks objek penelitian bahasa dapat berupa satuan lingual yang
terdapat di sekitar objek sasaran penelitian itu sendiri. Konteks itu
secara linear terdapat di sebelah kiri atau kanan objek penelitian. Pada
penelitian lain konteks objek penelitian itu dapat pula tidak berupa
satuan lingual. Konteks objek penelitian yang dimaksud, baik lingual
maupun non-lingual, akan sangat menentukan identitas objek sasaran
penelitian. Misalnya morfem “di” bisa diberi identitas preposisi pada
konteks tertentu, misalnya “di Padang”, “di rumah”, dan “di kamar”.
Bentuk morfem yang dapat pula diberi identitas prefiks pada konteks
yang lain, misalnya “dimengerti”, “diambil”, dan “didengar”..
76Metode Penelitian Bahasa: Pendekatan Struktural.
C. Konteks Data
Konteks data adalah komponen dasar yang menjadi syarat adanya data.
Konteks data di sini dapat berupa penutur, isi tuturan, situasi tuturan,
dan hubungan antar penutur, Konteks data berupa penutur
berhubungan dengan siapa yang berbicara dan kepada siapa. Ini
menyangkut dengan status sosial, usia, jenis kelamin dan lain
sebagainya. Konteks data isi tuturan berupa substansi lingual, dan
informasi yang diberikan. Situasi tuturan menyangkut tempat, waktu,
dan lingkungan tuturan. Sementara, hubungan antar penutur
menyangkut kadar keintiman dan keformalan hubungan orang-orang
yang terlibat dalam peristiwa tuturan. Dari penjelasan di atas terlihat
perbedaan antara konteks objek penelitian dan konteks data. Konteks
objek penelitian bersifat lingual, sementara konteks data cenderung
bersifat non-lingual.
D. Sampel Penelitian
Sampel penelitian pada dasarnya adalah bahan mentah penelitian atau
calon data. Sampel dalam penelitian bahasa berupa tuturan yang
diperoleh dari sumber data yang di dalamnya terdapat data penelitian.
Tuturan yang dimaksud di sini dapat berupa monolog, dialog atau
narasi, cerita yang disampaikan oleh sumber data. Dengan kata lain
dapat dinyatakan bahwa sampel adalah asal substansif data. Ada dua
jenis sampel penelitian. Jenis yang pertama adalah bentuk bahasa yang
sudah ada atau sudah tersedia. Sampel jenis ini dapat ditemukan
dalam bentuk bahasa tulis pada media cetak tulis seperti surat kabar,
majalah, buku, surat, karya sastra, pidato-pidato resmi yang dituliskan,
peraturan pemerintah/perundang-undangan, karya ilmiah dan lain
sebagainya.
2
Jenis yang kedua adalah bentuk bahasa yang muncul dari proses
pemancingan terhadap penuturnya Metode Penelitian Bahasa:
Pendekatan Struktural77 baik berupa kata, kalimat, atau wacana
monolog, dialog, dan narasi. Sampel jenis kedua ini sengaja
diciptakan atas kehendak peneliti oleh penutur yang sengaja
dipilih untuk itu yang disebut informan.
E. Populasi Penelitian
Populasi dalam pengertian data kebahasaan adalah segenap
tuturan yang dihasilkan oleh sumber data, baik yang sudah ada
maupun yang sengaja diadakan, yang didalamnya terdapat
objek sasaran penelitian. Dengan kata lain populasi penelitian
adalah semua tuturan yang berisi data penelitian yang sedang
atau akan dilakukan. Tidak ada keharusan untuk
mengumpulkan data dari keseluruhan populasi. Seorang
peneliti dapat mengambil sampel dari populasi yang jumlahnya
dianggap memenuhi syarat penelitian. Dengan kata lain, dari
populasi penelitian inilah sampel diambil. Pada kegiatan
penelitian secara umum, istilah populasi selalu dikaitkan
dengan jumlah manusia yang termasuk dalam lingkup
penelitian yang dilakukan. Karena jumlahnya begitu besar
sehingga tidak mungkin terjangkau oleh peneliti semuanya,
maka untuk penelitian itu diambil sebagian saja yang dipandang
dapat mewakili keseluruhannya. Sebagian jumlah yang
dipandang dapat mewakili itulah yang kemudian disebut
sebagai sampel penelitian. Tapi yang jelas populasi bisa
menyangkut pada jumlah orang, benda, dan ide. Pada penelitian
bahasa, populasi dan sampel berhubungan dengan tuturan
kebahasaan yang diujarkan oleh penutur bahasa itu sendiri.
3