The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MENINGKATKAN KUNJUNGAN PEMUSTAKA KE PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN SI PERTALITE TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Imam Wahyudi, 2022-04-20 11:43:59

BEST PRACTICE PERPUSTAKAAN SEKOLAH

MENINGKATKAN KUNJUNGAN PEMUSTAKA KE PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN SI PERTALITE TAHUN PELAJARAN 2021/2022

Keywords: Inlislite,Pemustaka,Perpustakaan sekolah

disusun oleh:

Imam Wahyudi, S.Pd.

NIP. 19690606 200012 1 004

SMP NEGERI 2 PLUMPANG
2i 022

HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN BEST PRACTICE PERPUSTAKAAN SEKOLAH

1. Judul Penelitian : MENINGKATKAN KUNJUNGAN PEMUSTAKA KE
PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN SI PERTALITE
TAHUN PELAJARAN 2021/2022

2. Biodata Peneliti :
a. Nama Lengkap : Imam Wahyudi, S.Pd
b. Jenis Kelamin : Laki-laki
c. NIP : 19690606 200012 1 004
d. Pangkat/Gol. : Guru Pembina Tk. I / IV b
e. Jabatan : Kepala Perpustakaan Sekolah
f. Sekolah : SMP Negeri 2 Plumpang
g. Alamat : Jl. Raya Kesamben – Plumpang

Telp.(0356) 812646

Mengesahkan, Plumpang, 22 April 2022
Kepala SMP Negeri 2 Plumpang Peneliti,

Didi Setyono, S.Pd. M.Si. Imam Wahyudi, S.Pd
Pembina Tk. I NIP. 19690606 200012 1 004
NIP. 19651220 198803 1 008

ii

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami haturkan kepada ALLAH SWT yang telah memberikan
kelancaran dalam penulisan best practice kepustakaan ini.

Salah satu upaya untuk membantu meningkatkan minat baca peserta didik dan
kelancaran proses belajar mengajar di sekolah adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan
perpustakaan sekolah. Oleh sebab itu perpustakaan sekolah harus dikelola dengan
menajemen yang benar dan tidak asal-asalan diantaranya adalah digitalisasi perpustakaan
sekolah yang diharapkan bisa meningkatkan performa dan layanan prima perpustakaan
kepada pemustakanya sehingga mereka mau berkunjung, membaca dan meminjam koleksi-
koleksi yang ada di perpustakaan.

Dengan penelitian ini penulis senantiasa menumbuh kembangkan motivasi peserta
didik untuk dapat memanfaatkan perpustakaan sekolah dalam menyelesaikan tugas-tugas
sekolah yang diberikan oleh Bapak/Ibu guru.

Peneliti mengucapkan terima kasih atas segala bantuan materiil maupun spirituil
sehingga penulisan best practice kepustakaan ini dapat selesai sesuai dengan waktu yang
direncanakan dengan hasil yang maksimal kepada:

1. Kepala SMP Negeri 2 Plumpang beserta seluruh staff.
2. Bapak / Ibu guru SMP Negeri 2 Plumpang.
3. Ibu Dewi Kumalasari sebagai pustakawan.
4. Seluruh peserta didik kelas 7, 8 dan 9

Semoga penelitian ini bisa bermanfaat bagi perkembangan perpustakaan dan peneliti
mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penelitian ini, serta peneliti mohon
masukan dan kritik yang bersifat membangun guna perbaikan dalam penulisan best practice
di waktu yang akan datang

Peneliti

iii

DAFTAR ISI

Halaman sampul ……………………..................................................................... hal
i
Halaman Pengesahan .............................................................................................. ii
iii
Kata Pengantar ........................................................................................................ iv
v
Daftar Isi .......................................... ................................................................... vi
vii
Abstrak ................................................................................................................... viii

Daftar Gambar ....................................................................................................... 1
3
Daftar Tabel ........................................................................................................... 3
3
Daftar Lampiran .....................................................................................................
4
BAB I PENDAHULUAN 4
5
A. Latar Belakang .......... ......................................................................
7
B. Rumusan Masalah ............................................................................ 14

C. Tujuan .............................................................................................. 18
18
D. Manfaat ...........................................................................................

BAB II KAJIAN TEORI

1. Pemustaka ……….......................................................................

2. Perpustakaan Sekolah …..............................................................

3. SI PERTALITE …………............................................................

BAB III METODE PEMECAHAN MASALAH, HASIL DAN
PEMBAHASAN
A. Metode Pemecahan Masalah ……....................................................

B. Hasil dan Pembahasan ......................................................................

BAB IV PENUTUP

A. Simpulan ..........................................................................................

B. Saran ................................................................................................

iv

ABSTRAK

Wahyudi, Imam. 2022. MENINGKATKAN KUNJUNGAN PEMUSTAKA KE
PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN SI PERTALITE TAHUN PELAJARAN
2021/2022

Kata kunci: pemustaka, perpustakaan sekolah, SI PERTALITE

berkembangnya informasi komunikasi dan media sosial yang sangat pesat,
penyebaran informasi apapun menjadi sangat cepat pula, hanya dengan sekali klik maka kita
sudah bisa mendapatkan informasi yang kita butuhkan, apapun informasi itu. Oleh sebab itu
perpustakaan SMP Negeri 2 Plumpang mulai berbenah untuk mengimbangi pesatnya
perkembangan infomasi digital saat ini dan menjawab tantangan diatas. Pengelola
perpustakaan harus mengubah system layanan perpustakaan sekolah yang sudah ada saat ini
menjadi perpustakaan yang dirindukan oleh para pemustakanya yaitu perpustakaan sekolah
yang unggul, teratur, lengkap dan nyaman untuk dikunjungi. Pengelola perpustakaan sekolah
sedikit demi sedikit mulai mengembangkan perpustakaan sekolah menuju digitalisasi
perpustakaan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan pemustaka
ke perpustakaan sekolah serta meningkatkan minat baca peserta didik karena keinginan
berkunjung ke perpustakaan dan minat baca peserta didik SMPN 2 Plumpang masih sangat
rendah. Kondisi seperti harus segera dirubah agar proses belajar mengajar di sekolah bisa
mencapai hasil yang maksimal.

Sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah aplikasi Inlislite yang digunakan
di peprustakaan SMP Negeri 2 Plumpang. Inlislite adalah salah satu aplikasi yang
direkomendasikan oleh Perpustakaan Nasional untuk digunakan dalam mengelola
perpustakaan sekolah dan aplikasi ini bisa di download di situs resmi Perpusnas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan digitalisasi perpustakaan sekolah serta
peningkatan layanan prima kepada pemustaka ditambah dengan melengkapi sarana dan
prasarana yang baik di perpustakaan bisa meningkatkan jumlah kunjungan pemustaka ke
perpustakaan sekaligus meningkatkan minat baca peserta didik dalam proses belajar
mengajar. Jumlah kunjungan yang paling tinggi sampai mencapai 590 pemustaka dalam
waktu 1 bulan, ini belum pernah terjadi sebelumnya.

v

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1: contoh buku teks
Gambar 2: contoh buku penunjang
Gambar 3: contoh buku rujukan (referensi)
Gambar 4: contoh buku pengayaan
Gambar 5: contoh buku fiksi

vi

DAFTAR TABEL
Tabel 1 : proses katalogisasi
Tabel 2 : Alur layanan perpustakaan
Tabel 3: jumlah pertumbuhan koleksi
Tabel 4: jumlah pengunjung perpustakaan

vii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : MoU dengan Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tuban.
Lampiran 2 : foto-foto kegiatan layanan perpustakaan SMP Negeri 2 Plumpang.
Lampiran 3 : Foto-foto fasilitas perpustakaan SMP Negeri 2 Plumpang.

viii

MENINGKATKAN KUNJUNGAN PEMUSTAKA
KE PERPUSTAKAAN SEKOLAH DENGAN SI PERTALITE

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
“Ayo tuk perpus yo”, kata salah seorang murid saya ketika jam istirahat sekolah tiba. “Laopo
tuk perpus, ora ono opo-opo tuk kono, males ahh, enak nggolek info tuk google wae cepet”.
Itu jawaban mereka dan sering sekali saya mendengar jawaban ini. Statement ini
mengindikasikan bahwa percuma ke perpustakaan karena kita tidak akan mendapatkan
informasi apapun di sana.
Memang benar, perpustakaan sekolah kami dulu tidak lebih dari sekedar bagunan untuk
menyimpan dan mendistribusikan buku-buku paket yang dipakai oleh peserta didik dalam
proses pembelajaran di kelas. Perpustakaan kami masih sangat konvensional karena semua
administrasi perpustakaan masih manual, mulai dari kartu anggota perpustakaan, layanan
peminjaman buku, daftar katalog dan lain-lain, Pengadiministrasian buku koleksi
perpustakaan juga masih manual sehingga penulis tidak mengetahui secara pasti, berapa
eksemplar jumlah buku yang kita punya, berapa judul buku yang ada di perpustakaan
sekolah, berapa judul buku yang dipinjam pemustaka dan masih banyak lagi permasalahan
terkait dengan pengelolaan perpustakaan sekolah. Apalagi jika akhir semester sudah tiba,
banyak sekali buku-buku paket bertumpuk di atas meja baca, hampir memenuhi seluruh
ruang baca perpustakaan. Semuanya itu menyebabkan para pemustaka tidak mau berkunjung
ke perpustakaan sehingga minat baca pemustaka juga menurun drastis. Semua ini
menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan perpustakaan sekolah masih asal-asalan dan
belum dikelola secara profesional sesuai dengan Peraturan Perpustakaan Nasional nomor 11
tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama / Madrasah
Tsanawiyah.

Seiring dengan berkembangnya informasi komunikasi dan media sosial yang sangat pesat,
penyebaran informasi apapun menjadi sangat cepat pula, hanya dengan sekali klik maka kita
sudah bisa mendapatkan informasi yang kita butuhkan, apapun informasi itu. Oleh sebab itu

1

di era yang serba modern ini para pemustaka cenderung enggan untuk pergi ke perpustakaan
konvensional apalagi jika perpustakaan sekolah itu masih jadul dalam memberikan layanan
kepada para pemustakanya atau perpustakaan tersebut belum dilengkapi dengan saran dan
prasarana kekinian yang dibutuhkan oleh para pemustakanya. Kalau masih demikian layanan
perpustakaan itu maka jangan diharapkan para pemustaka akan mau berkunjung ke
perpustakaan sekolah. Salah satu tantangan terbesar bagi pengelola perpustakaan SMP
Negeri 2 Plumpang saat ini adalah bagaimana menyeimbangkan kegiatan membaca WA ,
Facebook atau instgram di HP bagi para pemustakanya dengan membaca buku di
perpustakaan sekolah.

Oleh sebab itu perpustakaan SMP Negeri 2 Plumpang mulai berbenah untuk mengimbangi
pesatnya perkembangan infomasi digital saat ini dan menjawab tantangan diatas. Pengelola
perpustakaan juga berusaha agar supaya minat baca seluruh peserta didik SMP Negeri 2
plumpang dapat meningkat. Pengelola perpustakaan harus mengubah system layanan
perpustakaan sekolah yang sudah ada sekarang menjadi perpustakaan yang dirindukan oleh
para pemustakanya. Pengelola perpustakaan sekolah sedikit demi sedikit mulai
mengembangkan perpustakaan sekolah menuju digitalisasi perpustakaan. Penulis
melengkapi perpustakaan sekolah dengan beberapa unit komputer untuk bisa digunakan oleh
para pemustaka mencari informasi-informasi yang mereka butuhkan guna menunjang proses
pembelajaran di sekolah, menggunakan barcode scanner dalama melayani peminjaman
buku-buku perpustakaan, menciptakan ruang perpustakaan menjadi lebih nyaman digunakan
untuk membaca dan mencari referensi-referensi pelajaran yang dibutuhkan pemustaka,
membuat sudut baca yang menarik, membuat promo-promo menarik untuk berkunjung ke
perpustakaan, membuat website perpustakaan sekolah yang bisa di akses setiap saat oleh
para pemustaka dan yang lebih penting lagi pengelola perpustakaan sekolah berusaha
membuat perpustakaan menjadi tempat rekreasi bagi para pemustakanya. Pengelola
perpustakaan juga mulai mengembangkan manajemen strategis pengembangan
perpustakaan sekolah menuju ke digitalisasi perpustakaan sekolah dengan menggunakan
aplikasi inlislite, sebuah aplikasi otomatisasisi perpustakaan yang dikembangkan oleh
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Pengelola perpustakaan juga berusaha
menambah jumlah koleksi buku-buku perpustakaan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh
pemustaka, baik itu buku-buku fiksi maupun non-fiksi. Semua usaha yang telah dilakukan
oleh pengelola perpustakaan sekolah tersebut diatas hanya bertujuan untuk meningkatkan

2

jumlah kunjungan pemustaka ke perpustakaan sekolah guna meningkatkan minat baca
pemustaka di SMP Negeri 2 Plumpang.

B. Rumusan Masalah
- Apakah digitalisasi perpustakaan sekolah dapat meningkatkan kunjungan pemustaka ke

perpustakaan tahun pelajaran 2021/2022?
- Apakah digitalisasi perpustakaan sekolah dapat meningkatkan minat baca peserta didik SMP

Negeri 2 Plumpang?

C. Tujuan
Dari rumusan masalah diatas maka tujuan dari penyusunan best practice ini adalah untuk:
1. meningkatkan jumlah kunjungan pemustaka ke perpustakaan sekolah tahun pelajaran
2021/2022
2. meningkatkan minat baca pemustaka SMP Negeri 2 Plumpang tahun pelajaran
2021/2022

D. Manfaat
Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan diatas, manfaat penulisan best practice ini adalah:
1. Bagi pemustaka
Tersedianya perpustakaan sekolah yang sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan
RI sehingga kunjungan pemustaka ke perpustakaan sekolah meningkat yang pada
akhirnya bisa meningkatkan minat baca seluruh pemustakanya.
2. Bagi guru
Tersedianya layanan buku-buku referensi pembelajaran yang memadai untuk
meningkatkan kegiatan literasi, numersasi sehingga bisa meningkatkan mutu
pembelajaran di kelas.
3. Bagi pengelola perpustakaan sekolah
Meningkatkan profesionlisme dan etos kerja yang tinggi dalam mengelola perpustakaan
sekolah sesuai Standar Nasional Perpustakaan RI, serta memiliki motivasi yang tinggi
dalam melaksanakan tugas.
4. Bagi sekolah
Menyediakan buku-buku sebagai sumber rujukan yang tepat guna untuk mundukung
kegiatan pembelajaran di sekolah

3

BAB II
KAJIAN TEORI

Untuk meningkatkan kunjungan pemustaka ke perpustakaan sekolah diperlukan inovasi-
inovasi yang sangat luar biasa yang pada akhirnya akan berimbas pada meningkatnya minat
baca para pemustakanya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kunjungan
pemustaka ke perpustakaan sekolah dengan SI PERTALITE menyangkut hal-hal sebagai
berikut:
1. Pemustaka

Menurut Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 11 tahun
2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah
Tsanawiyah. Pemustaka (Pengguna perpustakaan), yaitu perorangan, kelompok orang,
masyarakat, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas pelayanan perpustakaan. Ini
berarti seluruh warga sekolah adalah pemustaka yang bisa memanfaatkan semua
fasilitas yang ada di perpustakaan sekolah mulai dari layanan koleksi buku-buku
perpustakaan, layanan informasi literasi dan layanan fasilitas yang lainnya. Untuk
merekalah perpustakaan sekolah ini dibangun dan dikembangkan sesuai dengan
kebutuhan pemustakanya, pengelola perpustakaan harus selalu mengusahakan
kenyamanan seluruh pemustaka dalam memanfaatkan fasilitas ini, sehingga mereka
tidak merasa bosan untuk berkunjung, membaca dan mencari literatur lainnya yang
mereka butuhkan.
2. Perpustakaan sekolah
Perpustakaan Sekolah merupakan sebuah perpustakaan yang ada atau diselenggarakan
di sekolah, di sekolah kami perpustakaan sekolah diberi nama “Pusspendap”.
Perpustakaan sekolah ini berguna untuk menunjang proses belajar siswa yang berada di
SMPN 2 Plumpang saja. Untuk masyarakat sekitar dijinkan untuk masuk dan membaca
koleksi yang ada di perpustakaan tersebut namun tidak diijinkan untuk meminjam
koleksi perpustakaan. Sebagaian besar buku perpustakaan sekolah terdiri dari koleksi
buku-buku pelajaran atau bacaan yang dapat menunjang proses pembelajaran. Tujuan
adanya perpustakaan ini yaitu untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca
peserta didik dan guru saja sedangkan tujuan utamanya adalah untuk belajar atau
menambah wawasan dalam bidang ilmu pengetahuan. Pemakai fasilitas perpustakaan
sekolah yaitu orang yang berada di lingkungan sekolah tersebut baik itu siswa atau

4

tenaga pendidik. Perpustakaan sekolah mempunyai tujuan yaitu untuk menunjang
pelaksanaan program pendidikan seperti menanamkan atau membina minat siswa dalam
membaca. Perpustakaan sekolah merupakan hal yang sangat penting bagi pendidikan.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 Perpustakaan
adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara
profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian,
pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka, sedangkan menurut Drs.
Nurcahyono, SS, M.Si dalam bukunya Manajemen Strategis Pengembangan
Perpustakaan sekolah menyebutkan bahwa “Perpustakaan merupakan pusat sumber
ilmu pengetahuan manusia yang direkam dan dimanfaatkan dalam berbagai bentuk
media komonikasi, baik media tulisan, cetakkan, rekaman, ataupun elektronika.
pangkalan data dalam media elektronikpun dapat dianggap sebagai koleksi
perpustakaan. Berbagai media komunikasi koleksi perpustakaan ini atau disebut bahan
pustaka dikumpulkan, diorganisasikan dan diatur menurut sistem yang baku untuk
digunakkan dalm keperluan pendidikan, penelitian, bahan informasi dan rekreasi
intelektual/rekreasi sehat bagi masyarakat”.
Pengelola perpustakaan sekolah bermaksud untuk mengelola perpustakaan tersebut
menjadi sebuah perpustakaan modern sedangkan menurut Wikipedia bahasa Indonesia
perpustakaan modern adalah sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format
apapun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut ataupun
tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku
dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses
lewat jaringan komputer).
3. SI PERTALITE
Perpustakaan sebagai salah satu lembaga yang dapat mendukung proses pembelajaran
di kelas saat ini dituntut untuk memiliki etos kerja yang tinggi, selalu meng-update
kualitas layanannya serta senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi
kekinian yang sesuai dengan kebutuhan pemustakanya di era digitalisasi dan globalisasi
informasi. Salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan pemustaka adalah dengan
Digitalisasi Perpustakaan Sekolah dengan Aplikasi Inlislite yang oleh penulis disingkat
dengan nama SI PERTALITE. Perpustakaan SMP Negeri 2 Plumpang mulai
menggunakan aplikasi Inlislite V3 ini sejak November 2020 sampai saat ini dan proses
digitalisasi seluruh layanan perpustakaan masih ongoing process. Aplikasi inlislite

5

adalah merupakan pengembangan lanjutan dari perangkat lunak (software) aplikasi
otomasi perpustakaan yang dibangun dan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional
RI (Perpustakaan Nasional RI) sejak tahun 2011.
INLISLite versi 3 dikembangkan sebagai perangkat lunak satu pintu bagi pengelola
perpustakaan untuk menerapkan otomasi perpustakaan sekaligus mengembangkan
perpustakaan digital / mengelola dan melayankan koleksi digital.
INLISLite dibangun dan dikembangkan secara resmi oleh Perpustakaan Nasional RI
dalam rangka menghimpun koleksi nasional dalam jejaring Perpustakaan Digital
Nasional Indonesia, disamping membantu upaya pengembangan pengelolaan dan
pelayanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi di seluruh
Indonesia. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di http://inlislite.perpusnas.go.id

6

BAB III
METODE PEMECAHAN MASALAH, HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Metode Pemecahan Masalah
Proses digitalisasi perpustakaan SMP Negeri 2 Plumpang sampai saat ini masih

berlangsung terus, pengelola perpustakaan sekolah berusaha melayani pemustaka dengan
sebaik-baiknya, namun dalam perjalanannya bukanlah tanpa kendala, banyak sekali masalah
yang penulis temui di lapangan, karena penulis baru menerapkan penggunaan aplikasi
inlislite V3. Yang pertama penulis dan pustakawan lakukan adalah menginvetaris seluruh
buku-buku koleksi perpustakaan sekolah, memisahkan antara buku paket dan buku non-
paket serta buku-buku pedoman guru dan lain-lain. Setelah itu baru penulis dengan dibantu
oleh seorang pustakawan memasukkan satu persatu buku perpustakaan tersebut kedalam
aplikasi inlislite.
Pertama, penulis mengawali pengkatalogan dari buku-buku cerita karena buku-buku
tesebut yang paling digemari oleh para pemustaka. Proses pengkatalogan ini berjalan dengan
sangat lambat karena kami harus menuliskan semua identitas dari buku tersebut, membaca
satu persatu buku-buku tersebut kemudian dimasukkan ke dalam koleksi yang benar sesuai
dengan e-DDC. Langkah berikutnya kami harus men-scan cover buku tersebut untuk
dimasukkan kedalam cover di aplikasi inlislite, setelah itu baru kami cetak labelnya untuk
ditempelkan di buku tersebut, kami harus menempatkan label tersebut 3 cm dari bawah buku.
Proses berikutnya kami harus menyampuli buku tersebut dan setelah selesai semua proses
tersebut kemudian buku itu kami taruh di rak buku (shelving), buku-buku tersebut kami
susun sesuai dengan urutan abjad yang ada di label buku itu sehingga pemustaka tinggal
mengingat judul bukunya saja sudah pasti akan bisa menemukan buku tersebut, setelah
proses shelving selesai buku itu siap untuk dilayankan kepada pemustakan. Seluruh proses
diatas memakan waktu kurang lebih 15 menit untuk 1 buah buku, mungkin bisa juga lebih
jika sambungan wifi di perpustakaan sekolah tidak stabil atau mengalami kendala, karena
proses pengkatalogan ini harus dilakukan secara online. Sampai saat ini penulis dibantu
dengan pustakawan baru bisa mengkatalogkan buku-buku yang ada di perpustakaan sekolah
sejumlah 731 judul buku dan 1466 eksemplar serta 3 buah koleksi digital. Buku yang belum
bisa di masukkan ke aplikasi inlislite akan dilayankan secara konvensional. Masih butuh
proses yang panjang untuk bisa mengkatalogkan semua buku-buku di perpustakaan sekolah
yang jumlahnya sangat banyak.

7

Tabel 1 : proses katalogisasi
Kedua, penulis harus memasukkan data seluruh pemustaka ke dalam aplikasi inlislite.
Penulis berkoordinasi dengan operator sekolah untuk bisa mendapatkan data-data dari
seluruh peserta didik yang sudah ada di dapodik. Setelah data kami peroleh dalam bentuk
excell, sebelum kami lakukan export data kedalam aplikasi inlislite, kami perbaiki dulu
format tanggal lahir peserta didik sesuai dengan contoh yang sudah ada di aplikasi inlislite,
tanggal pendaftaran dan sebagainya. Setelah semua selesai baru kami export data itu
kedalam aplikasi inlislite dan ini tidak butuh waktu yang lama. Selanjutnya data-data peserta
didik masuk di aplikasi inlislite dan kami tinggal memasukkan foto-foto mereka satu persatu.
Sebenarnya di fasilitas export data dalam bentuk excell itu sudah ada cell untuk
menempatkan foto dalam format html, tapi penulis belum bisa memasukkannya meskipun
sudah berulang kali melihat tutorial di youtube atau mencari informasi di google, hal ini
karena penulis bukanlah seorang ahli IT. Itu salah satu kendala kami. Langkah berikutnya
kami harus memilih salah satu design contoh kartu perpsutakaan yang sudah ada di aplikasi
dan tinggal kami edit sedikit untuk menambahkan logo perpustakaan, proses selanjutnya
kami tinggal mencetak kartu tersebut dan mendistribusikan kartu tersebut ke pemustaka.
Ketiga, penulis harus mensosialisasikan program inlislite kepada duta baca perpustakaan
yang sudah penulis bentuk jumlahnya ada 8 peserta didik perwakilan dari masing-masing
kelas 9. Setiap pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan harus mengisi buku tamu
dengan menuliskan nomor keanggotaan mereka kedalam aplikasi inlislite, setelah itu mereka
harus mencentang tujuannya berkunjung ke perpustakaan, apakah hanya berkunjung saja,
membaca, meminjam buku atau untuk tujuan lainnya. Berikutnya yang harus dilakukan
pemustaka adalah mencari buku yang akan dibaca atau dipinjam di OPAC (Online Public
Access Catalog) dengan menuliskan judul buku atau pengarangnya dan pemustaka langsung
bisa melihat tampilan cover-cover buku yang terkait dengan judul yang dituliskan,
pemustaka juga akan melihat ketersediaan stock buku tersebut, apakah buku itu masih
tersedia atau sudah dipinjam oleh pemustaka yang lain. Jika buku tersebut masih tersedia
barulah pemustaka mencarinya di rak buku sesuai dengan nomor yang ada di label buku itu.
Langkah berikutnya pemustaka membawa buku yang sudah dipilih ke petugas perpustakaan

8

untuk dimsukkan ke dalam daftar peminjaman buku yang ada di aplikasi inlislite, kemudian
pemustaka akan diberikan slip peminjaman oleh petugas perpustakaan dan barulah buku itu
bisa dibawa pulang untuk dibaca dirumah ataupun dibaca di ruang baca perpustakaan
sekolah yang saat ini sudah sangat nyaman. Pemustaka diberi kesempatan hanya boleh
meminjam 2 buah buku dengan durasi waktu peminjaman selama 7 hari, jika belum selesai
dibaca maka pemustaka bisa memperpanjang masa peminjaman kembali buku tersebut.
Setelah seluruh duta baca perpustakaan paham akan proses peminjaman buku di aplikasi
inlislite mereka harus mensosialisasikan kepada seluruh pemustaka di depan kelas. Dengan
tujuan supaya seluruh pemustaka mau berkunjung ke perpustakaan sekolah yang sudah
berbenah menuju digitalisasi perpustakaan di era 4.0

Tabel 2 : Alur layanan perpustakaan
Perpustakaan sebagai salah satu lembaga yang ada di sekolah yang berfungsi
sebagai pusat sumber belajar, untuk pengembangan dan peningkatan minat baca, literasi
informasi, bakat, serta kemampuan peserta didik sudah sepatutnya untuk selalu meng-update
koleksi buku-buku yang ada di perpustakaan sesuai dengan kebutuhan pemustakanya.
Pengembangan koleksi perpustakaan mutlak diperlukan karena ini bertujuan untuk
menambah jumlah koleksi, meningkatkan ragam dan jenis bahan bacaan, dan meningkatkan
mutu koleksi sesuai dengan kebutuhan pemakai, sehingga dapat meningkatkan kegemaran
membaca pemustakanya. Pengelola perpustakaan mengidentifikasi kebutuhan koleksi buku-
buku perpustakaan. Sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah
Pertama dengan rombongan belajar 13 kelas maka kami menambah koleksi buku
perpustakaan sekolah kami hanya 8% stndar minimal buku perpustakaan yang harus dimilki
perpustakaan sekolah (1500 judul buku). Penulis berkoordinasi dengan untuk memenuhi
tambahan jumlah koleksi ini dengan menggunakan dana BOS. Dan buku koleksi yang kami
kembangkan adalah:

9

1. Buku teks atau buku pelajaran berupa buku AKM (Asesmen Kompetensi Minimum)
untuk kelas 8 yang akan menghadapi Asesmen Nasional dari Kemendikbud.

Gambar 1: contoh buku teks
2. Buku pedoman atau buku penunjang. Buku-buku ini telah mendapat rekomendasi dari

pemerintah untuk digunakan di sekolah-sekolah, dan buku penunjang untuk kalangan
peserta didik tentang bidang tertentu untuk digunakan oleh para guru dan peserta didik
guna meningkatkan wawasan mereka sesuai dengan materi yang terkandung dalam buku
tersebut.

Gambar 2: contoh buku penunjang
3. Buku rujukan (referensi). Merupakan buku yang isinya hanya memuat informasi tertentu

saja seperti arti kata. Koleksi rujukan merupakan tulang punggung perpustakaan dalam
menyediakan informasi yang akurat dari berbagai bentuk dan jenis informasi, seperti
data, fakta, dapat ditemukan dalam koleksi rujukan. Oleh karena itu, perpustakaan perlu
melengkapi koleksinya dengan berbagai jenis koleksi rujukan, seperti ensiklopedia
umum dan khusus, buku pegangan/handbook, pedoman/manual, biografi, atlas, dan
sebagainya.

10

Gambar 3: contoh buku rujukan (referensi)
4. Buku Pengayaan. Buku ini dimaksudkan sebagai buku yang memuat materi yang dapat

memperkaya dan meningkatkan penguasaan IPTEK dan keterampilan; membentuk
kepribadian peserta didik, pendidik, pengelola pendidikan, dan masyarakat lainnya

Gambar 4: contoh buku pengayaan
5. Buku Fiksi. Fiksi merupakan sebuah istilah dalam karya sastra yang berarti khayalan

atau tidak nyata. Pengelola perpustakaan memberikan porsi yang lebih banyak untuk
pengembangan koleksi buku-buku fiksi karena buku ini yang sering dicari, dibaca atau
dipinjam oleh pemustaka yang rata-rata usianya masih remaja. Adapun buku yang kami
beli adalah kumpulan cerpen, novel, kumpulan puisi dan masih banyak yang lain.

Gambar 5: contoh buku fiksi
6. Terbitan Berkala adalah terbitan yang direncanakan untuk diterbitkan secara terus-

menerus dengan jangka waktu terbit tertentu. Pengelola perpustakaan sampai saat ini
baru bisa mengadakan pembelian surat kabar harian Jawa Pos, dan untuk terbitan berkala
misalnya jurnal ilmiah, bulltin dan majalah kami masih kesulitan mengadakan karena
saat ini karya-karya tersebut sulit didapatkan di toko-toko buku.

11

Pengelola perpustakaan juga berusaha untuk membuat promosi perpustakaan se-menarik
mungkin kepada para pemustakanya guna meningkatkan kunjungan pemustaka ke
perpustakaan sekolah. Kegiatan yang kami lakukan adalah sebagai berikut:
- membentuk duta baca perpustakaan.
- membuat banner-banner yang di pajang di dinding perpustakaan sekolah.
- membuat sinopsis dari koleksi novel yang ada di perpustakaan sekolah.
- membuat website perpustakaan sekolah yang bisa di akses oleh pemustakanya setiap

saat, dengan alamat : bit.ly/perpustakaansmpn2plumpang
- membuat pojok literasi perpustakaan sekolah yang indah.
- membuat ruang baca lesehan yang nyaman dengan dilengkapi 2 buah komputer dan

karpet yang bersih. Perangkat komputer tersebut bisa digunakan oleh pemustaka untuk
mencari informasi tugas-tugas sekolah di google maupun youtube.
- melengkapi ruang perpustakaan dengan dua buah AC yang membuat nyaman para
pemustakanya bila berada di dalam perpustakaan.
- memasang sebuah televisi dengan banyak sekali channel nasional maupun luar negeri
untuk menambah wawasan para pemustaka.
- menyediakan banyak koleksi audio visual tentang kegiatan-kegiatan yang terjadi di
sekolah yang disimpan di flash disk sehingga bisa diputar di televisi maupun di
laptop/komputer.
- mengatur meja baca sedemikian rupa sehingga terasa nyaman untuk digunakan kegiatan
membaca.
- menyediakan banyak alat peraga pembelajaran untuk mapel matematika serta banyak
sekali peta, atlas dan globe untuk mapel IPS.
- menyediakan LCD Projector beserta layarnya untuk dipakai kegiatan literasi di
perpustakaan sekolah.
- menyediakan free Wifi yang bisa di akses oleh para pemustaka dengan menggunakan
komputer atau HP mereka.
- mengadakan lomba-lomba yang berkaitan dengan perpustakaan, misalnya lomba
menulis cerpen, puisi atau membuat sinopsis dari sebuah karya yang ada di
perpustakaan.
- mengadakan layanan sirkulasi, layanan referansi, layanan bimbingan, layanan
keanggotaan, layanan surat kabar, layanan audio visual.

12

Pengelola perpustakaan sekolah selalu berusaha yang terbaik agar perpustakaan tersebut bisa
menjadi lebih maju, lebih kreatif dan lebih inovatif dalam mengembangkan layanan-layanan
perpustakaannya dengan mengadakan kerjasama dengan Perpustakaan Umum Daerah Kab.
Tuban. Membuat MoU yang berisi tentang pembinaan perpustakaan sekolah di era 4.0,
sosialisasi aplikasi inlislite dan peminjaman buku-buku koleksi Perpustakaan Umum Daerah
Kab Tuban kepada perpustakaan sekolah kami sejumlah 100 judul buku dan ada pergantian
buku setiap bulan. Peminjaman buku secara berkala ini bisa menambah keragaman koleksi
perpustakaan sekolah yang pada akhirnya bisa menarik minat pemustaka untuk berkunjung
ke perpustakaan guna membaca buku-buku baru tersebut sehingga minat baca mereka bisa
menigkat.

Pengelola perpustakaan bekerja sama dengan ketua kegiatan literasi sekolah berupaya untuk
meningkatkan minat baca peserta didik setiap waktu. Kegiatan literasi sekolah diadakan
setiap hari selasa pagi jam pertama dengan durasi waktu 40 menit. Selama kurun waktu
tersebut peserta didik harus membuat resume dari buku bacaan yang telah dipinjam dan
dibaca dari perpustakaan beberapa hari sebelumnya. Peserta didik membuat resume di dalam
buku catatan literasi dan setelah kegiatan selesai maka hasil resume tersebut harus
ditandatangani oleh bapak/ibu guru yang sedang mengajar di jam pertama di kelas tersebut.
Dengan adanya kegiatan literasi sekolah ini akan sangat membantu pihak sekolah dalam
meningkatkan kegiatan gemar membaca di lingkungan SMP Negeri 2 Plumpng. Pengelola
perpustakaan menyadari bahwa meningkatkan minat baca kepada para pemustaka sangatlah
penting, menurut Laksmi dalam “Peningkatan minat dan gemar membaca-bahan ajar
pendidikan dan pelatihan kepala perpustakaan sekolah” menyebutkan bahwa manfaat
membaca adalah sebagai berikut:
- Dengan membaca buku, seseorang dapat melatih daya analisis mereka , dapat melatih

konsentrasi berfikir dan mampu menginterpretasi makna.
- Dengan membaca buku dapat menambah wawasan dan pengetahuan seseorang.
- Membaca buku dapat mengembangkan watak dan perilaku yang baik dalam

bersosialisasi.
- Untuk mengisi waktu luang dengan kesibukan yang berguna, kegiatan membaca masih

lebih bermanfaat dibandingkan menghabiskan waktu dengan berwisata ke mal atau
tawuran.

13

- Untuk menenangkan pikiran dan biblioterapi karena informasi yang terdapat dalam
buku menawarkan banyak pilihan, seperti praktik menghadapi berbagai persoalan
kehidupan, praktik menghadapi perasaan bersalah, dan sebagainya.

Untuk meningkatkan kualitas layanan dan menambah jumlah koleksi perpustakaan yang
sudah ada, pengelola perpustakaan sekolah juga mengadakan kerja sama dengan lembaga
lain dalam hal ini adalah Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tuban. Penandatangan
MoU antara kedua belah pihak, dalam MoU tersebut salah satu isinya adalah bahwa
Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tuban akan memberikan layanan peminjaman
buku-buku koleksi perpustakaan sebanyak 100 judul secara berkala, buku-buku tersebut
disimpan di perpustakaan sekolah untuk dipinjamkan ke pemustaka yang ada di SMPN 2
Plumpang, buku-buku itu bisa dibaca di tempat atau dibawa pulang untuk dibaca di rumah.
Disamping itu kita juga mendapat pembinaan bagaimana mengelola perpustakaan sekolah
yang baik, study banding ke Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tuban serta bantuan
layanan perbaikan aplikasi Inlislite jika aplikasi yang ada di perpustakaan sekolah
mengalami kendala/kerusakan.

B. Hasil dan Pembahasan
Proses digitalisasi perpustakaan SMP Negeri 2 Plumpang saat ini masih terus berlangsung
sampai pada akhirnya pengelola perpustakaan mampu memasukkan semua buku-buku
koleksi perpustakaan ke dalam aplikasi inlislite dengan demikian layanan konvensional yang
ada di perpustakaan SMPN 2 Plumpang perlahan-lahan bisa kami minimalisir. Berikut
adalah jumlah koleksi yang sudah berhasil di input ke aplikasi Inlislite:

14

Tabel 3: jumlah pertumbuhan koleksi
(diambil dari aplikasi inlislite di perpustakaan)

Sampai dengan bulan Maret 2022 jumlah koleksi yang sudah berhasil di input dalam aplikasi
inlislite seperti yang tercantum dalam grafik diatas. Yang pertama adalah koleksi dengan
kode 200 atau koleksi yang berhubungan dengan ke-agamaan yakni sebesar 9,9% atau
sebanyak 25 buku, selanjutnya adalah koleksi dengan kode 300 atau koleksi yang
berhubungan dengan ilmu-ilmu sosial yakni sebesar 7,1% atau sebanyak 18 buku, berikutnya
adalah koleksi dengan kode 400 atau koleksi yang berhubungan dengan bahasa sebesar
15,8% atau sebanyak 40 buku, selanjutnya koleksi dengan kode 500 atau koleksi yang
berhubungan dengan ilmu pengetahuan murni sebesar 8,3% atau sebanyak 21 buku,
kemudian koleksi dengan kode 600 atau koleksi yang berhubungan dengan ilmu terapan/
teknologi sebesar 7,9% atau sebanyak 20 buku dan yang terakhir adalah koleksi dengan kode
800 atau koleksi yang berhubungan dengan sastra/kesusasteraan sebesar 51,0% atau
sebanyak 129 buku. Jadi mulai bulan April 2021 sampai dengan Maret 2022 jumlah buku
yan sudah di input ke aplikasi inlislite adalah sebesar 253 buku sedangkan untuk koleksi
yang lain dengan kode 000 (koleksi yan berhubungan dengan ilmu komputer, informasi dan
karya umum). Koleksi dengan kode 100 (koleksi yang berhubungan dengan filsafat dan
ilmu-ilmu yang bertalian). Koleksi dengan kode 700 (koleksi yang berhubungan dengan
seni, olahraga, hiburan, rekreasi, hobby) dan koleksi dengan kode 900 (ilmu bumi, sejarah)
sudah di input ke aplikasi inlislite tahun sebelumnya dengan jumlah 478 buku.

15

Pengelola perpustakaan yakin bahwa semakin cepat dan baik layanan perpustakaan sekolah
kepada pemustakanya, maka akan berdampak pada meningkatnya jumlah kunjungan
pemustaka ke perpustakaan sekolah. Menurut data yang penulis ambil dari aplikasi inlislite
sampai saat ini rata-rata kunjungan ke perpustakaan sekolah adalah seperti yang tercantum
dalam grafik di berikut ini:

Tabel 4: jumlah pengunjung perpustakaan
(diambil dari aplikasi inlislite di perpustakaan)
Dari grafik data pengunjung diatas bisa kita lihat bahwa dengan digitalisasi perpustakaan
sekolah perlahan-lahan mulai menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Dari bulan April
2021 jumlah pengunjung perpustakaan hanya 39 pemustaka, pada bulan Mei 2021 jumlah
pengunjung hanya 41 pemustaka dan pada bulan Juni 2021 jumlah pengunjung hanya 33
pemustaka hal ini disebabkan saat itu masih pandemi covid-19 sehingga para siswa harus
belajar dari rumah (daring). Pada bulan Juli 2021 tidak ada pengunjung karena saat itu masih
pandemi dan libur tahun ajaran baru sekolah. Pada bulan Agustus 2021 jumlah pengunjung
perpustakaan hanya 10 orang karena pembelajaran masih dilaksanakan secara daring dan
masih dalam pandemi covid-19. Pada bulan September 2021 mulai ada kenaikan jumlah
pengunjung hingga mencapai 100 pemustaka karena pembelajaran mulai dilaksanakan
secara off line meskipun harus dibagi ke dalam 2 sesi. Pada bulan Oktober 2021 pengunjung
perpustakaan turun menjadi 71 pemustaka hal ini dikarenakan adanya kegiatan PTS sehingga
banyak pemustaka yang enggan untuk ke perpustakaan, jadi rata-rata kunjungan mulai bulan
April sampai dengan Oktober 2021 rata-rata pengunjungnya masih dibawah 200 pemustaka

16

tentunya banyak kendala yang menyebabkan ini terjadi disamping yang sudah saya sebutkan
diatas adalah proses digitalisasi baru mulai berlangsung dimana belum banyak buku yang
dilayankan secara digital. Kedua sarana dan prasarana di perpustakaan belum memadai
sehingga pemustaka belum merasa nyaman untuk berkunjung ke perpustakaan. Ketiga
proses pembelajaran masih dibagi dalam 2 sesi dengan jumlah jam yang dikurangi serta
tanpa adanya jam istirahat sehingga setelah selesai proses pembelajaran pemustaka langsung
pulang. Pada bulan November 2021 pengunjung perpustakaan mulai ada peningkatan diatas
200 pemustaka yaitu sekitar 243 pemustaka, hal ini disebabkan sudah mulai banyak koleksi
yang di digitalisasi ke dalam aplikasi inlislite sehingga dapat memercepat layanan kepada
pemustaka, pemustaka tidak perlu lagi antri yang lma hanya sedekar untuk menunggu
bukunya dicatat oleh pustakawan, disamping itu sarana dan prasarana di perpustakaan sudah
mulai memadai dan dilengkapi dengan 2 buah komputer untuk mengisi buku pengunjung
sehingga pemustaka tidak perlu antri lagi. Pada bulan Desember 2021 jumlah kunjungan ke
perpustakaan sekolah menurun dibawah 200 orang atau tepatnya 112 pemustaka hal ini
disebabkan adanya kegiatan PAT untuk kelas 7, 8 dan 9, disamping itu ada libur semester
dan libur akhir tahun yang tidak memungkinkan mereka untuk datang ke perpustakaan. Pada
bulan Januari 2022 jumlah pengunjung perpustakaan meningkat drastis yaitu mencapai 590
pemustaka, hal ini dikarenakan sudah mulai diluncurkannya program kegiatan literasi.
Peserta didik harus berkunjung ke perpustakaan untuk meminjam buku untuk dibaca di
sekolah atau di rumah dan hasilnya peserta didik harus membuat resume di buku catatan
sebagai hasil kegiatan literasi sekolah. Masih di bulan Januari 2022 ada study banding dari
tim perpustakaan SMP Negeri 4 Tuban ke SMP Negeri 2 Plumpang untuk sharing tentang
digitalisasi perpustakaan sekolah. Pada bulan Pebruari 2022 jumlah kunjungan ke
perpustakaan mulai menurun lagi, hal ini dikarenakan pada saat kegiatan literasi di kelas 9
waktunya dipakai untuk sosialisasi dari sekolah-sekolah menengah atas untuk promosi
kegiatan PPDB mereka, tapi jumlah kunjungan ke perpustakaan masih diatas 400 siswa atau
tepatnya 454 pemustaka. Pada bulan maret 2022 jumlh kunjungan ke perpustakaan menurun
lagi menjadi dibawah 400 siswa atau menjadi 233. Penyebabnya tidak lain karena saat itu
ada kegiatan PTS untuk kelas 7 , 8 dan PAT untuk kelas 9 mulai dilaksanakan tanggal 7 s/d
15 Maret 2022. Peserta didik mulai fokus kepada pelajaran yang akan diujikan hari itu saja.

17

BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan
Dari paparan diatas dapat saya simpulkan bahwa jumlah pengunjung perpustakaan

sekolah masih fluktuatif karena berbagai kendala yang sudah dipaparkan diatas namun
digitalisasi perpustakaan sekolah tetaplah sangat penting untuk diterapkan di perpustakaan
sekolah guna mengimbangi derasnya arus informasi dan komunikasi yang serba digital saat
ini di kalangan pemustaka dan di masyarakat. Hal ini diperlukan agar perpustakaan tidak
semakin ditinggalkan oleh pemustakanya. Digitalisasi perpustakaan dapat dipakai untuk
meningkatkan layanan kepada para pemustakanya sehingga mereka mau berkunjung ke
perpustakaan dan hasilnya jumlah kunjungan ke perpustakaan akan semakin meningkat
dikarenakan layanan kepada pemustaka semakin cepat dan efisien. Melengkapi ruang
perpustakaan dengan berbagai sarana misalnya komputer, memasang AC dan jaringan wifi,
memberi pengharum ruangan, memasang banner motivasi serta dan menambah aksesori
lainnya sangat diperlukan untuk membuat pengunjung perpustakaan merasa nyaman di
dalamnya.

Menambah jumlah koleksi-koleksi buku yang sesuai dengan kebutuhan
pemustakanya juga mutlak diperlukan, karena inti dari sebuah perpustakaan sekolah adalah
seberapa banyak judul buku yang dimiliki, semakin banyak koleksi buku yang dimiliki akan
membuat pemustaka lebih mudah untuk mendapatkan referensi yang mereka butuhkan yang
pada akhirnya bisa meningkatkan minat baca pemustaka yang pada akhirnya akan membuat
proses belajar mengajar di sekolah akan berhasil.

B. Saran
- Bagi pemustaka dengan adanya digitalisasi perpustakaan sekolah diharapkan untuk
lebih sering berkunjung ke perpustakaan ssekolah untuk membaca, meminjam buku dan
mencari sumber-sumber belajar lainnya untuk dipakai menyelesaikan tugas-tugas yang
diberikan oleh bapak / ibu guru.
- Bagi guru supaya lebih sering memanfaatkan referensi-referensi pembelajaran yang ada
di perpustakaan sekolah untuk lebih meningkatkan profesionalisme dalam mengajar di
kelas, untuk membuat proses belajar mengajar dikelas lebih interaktif lagi.

18

- Bagi pengelola perpustakaan sekolah supaya lebih aktif lagi dalam mencari terobosan-
terobosan baru guna meningkatkan layanan kepada pemustakanya, lebih meng-update
lagi pengetahuan tentang kepustakaan terkini.

- Bagi sekolah selalu menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh
perpustakaan guna meningkatkan layanan kepada pemustakanya.

19

DAFTAR PUSTAKA
- Adriati. (2019) Pengembangan koleksi perpustakaan sekolah, Bahan ajar Pendidikan dan

Pelatihan Kepala Perpustakaan Sekolah. (Perpusnas).
- Kesuma, Amelia Tauresia. (2013). Menyusun PTK itu Gampang. Erlangga.
- Laksmi, (2019). Peningkatan minat dan gemar membaca. Bahan ajar pendidikan dan

pelatihan kepala perpustakaan sekolah. (Perpusnas).
- Masruri, (2011). Pedoman umum pengolahan bahan pustaka. Baperpusijatim. Surabaya.
- Nurcahyono. (2019). Manajemen Strategis Pengembangan Perpustakaan sekolah, Bahan

ajar Pendidikan dan Pelatihan Kepala Perpustakaan Sekolah. (Perpusnas).
- Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017

Tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah
Tsanawiyah.
- Sudarto. (2019). Teknologi informasi untuk perpustakaan sekolah, Bahan ajar Pendidikan
dan Pelatihan Kepala Perpustakaan Sekolah. (Perpusnas).
- Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan.
Referensi dari internet
- https://inlislite.perpusnas.go.id
- https://id.wikipedia.org/wiki/Perpustakaan_Sekolah

20

Lampiran 1

Lampiran 1

Lampiran 1

Lampiran 2

FOTO-FOTO KEGIATAN LAYANAN PERPUSTAKAAN
SMP NEGERI 2 PLUMPANG

“Pemustaka mengisi buku tamu sebelum masuk ke perpustakaan setelah itu melihat
referensi buku yang ingin dicari di OPAC (Online Public Access Catalog)”

Lampiran 2

FOTO-FOTO KEGIATAN LAYANAN PERPUSTAKAAN
SMP NEGERI 2 PLUMPANG

“Setelah melihat info buku di OPAC Pemustaka mencari buku tersebut di rak buku”

Lampiran 2

FOTO-FOTO KEGIATAN LAYANAN PERPUSTAKAAN
SMP NEGERI 2 PLUMPANG

“Setelah mendapatkan buku yang dicari, pemustaka memberikannya kepada pustakawan
untuk bisa di buatkan slip peminjaman”

Lampiran 2

FOTO-FOTO KEGIATAN LAYANAN PERPUSTAKAAN
SMP NEGERI 2 PLUMPANG

“Setelah mendapatkan slip peminjaman pemustaka dapat membaca buku di perpustakaan
atau bukunya dibawa pulang untuk dibaca di rumah”

Lampiran 3

FOTO-FOTO FASILITAS PERPUSTAKAAN
SMP NEGERI 2 PLUMPANG

Gedung Perpustakaan SMPN 2 Plumpang Ruang baca yang bersih dan nyaman

Ruang Perpustakaan Full AC Rak buku tempat menyimpan buku-buku paket

Komputer untuk mengisi buku tamu pemustaka Rak buku tempat menyimpan buku-buku paket

Lampiran 3

FOTO-FOTO FASILITAS PERPUSTAKAAN
SMP NEGERI 2 PLUMPANG

Tempat layanan peminjaman buku Sudut Literasi

Peminjaman buku Perpustakaan Umum Daerah Mading Perpustakaan sekolah

Rak album kenangan Layanan surat kabar “Jawa Pos”

Lampiran 3


Click to View FlipBook Version