The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

mencintai seseorang yang tidak seiman dengan kita tidak akan pernah berakhir indah dan akan hanya akan meninggalkan luka yang tidak terlupakan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Imam Wahyudi, 2022-07-14 10:02:00

Seamin Tak Seiman

mencintai seseorang yang tidak seiman dengan kita tidak akan pernah berakhir indah dan akan hanya akan meninggalkan luka yang tidak terlupakan

Keywords: iman,Amiin,cinta,indah,luka

SeSameiinmTanak

By : 1. Genduk septia
2. Alviana citra
3. Isna risky

4. Chelsea gabriella
5. Dyah resti


Seamin Tak Seiman

Suasana siang ini terasa begitu
sejuk, matahari terlihat tak

memunculkan sinarnya karena
tertutup oleh sang awan. Jalanan

terlihat lengah dari kendaraan
dengan beberapa kendaraan yang

lalu-lalang.



Pak Mahmud : "Neng udah kelar
sholat dhuhurnya?''

Aisyah : "Alhamdulillah sudah pak,
ini mau kembali ke kantor"
Pak Mahmud : "Yaudah neng
semangat kerjanya"
Aisyah : "Iya siap pak mud"


(Aisyah bergegas meninggalkan
masjid untuk segera menuju ke
kantor, dan tanpa sengaja dia
bertabrakan dengan cowok tanpa

dikenal)
Aisyah : "Aduh maaf ya nggak

sengaja"
....... : "Aduh sorry-sorry saya nggak

lihat mbak"
Aisyah : "Ehh iya mas saya juga

nggak sengaja"
....... : "Nggak ada yang sakit kan?"
Aisyah : "Alhamdulillah nggak ada"

(Aisyah langsung meninggalkan
cowok itu dan menuju kantor

dengan tergesa gesa)


Setelah itu Aisyah menuju ke
kantor dan menuju kemeja kerjanya



Rachel : "Hai Aisyah"
Aisyah : "Hai, ada apa chel?"
Rachel : "Gini nih, aku kan ada acara
diner. Kamu mau ikut gak?"
Aisyah : "Boleh juga buat ngisi
waktu aku yang kosong"
Rachel : "Wahh kebetulan banget,
nanti malam jam 19.00 ya"

Aisyah : "Iya chell"
(Setelah Rachel dan Aisyah
berbincang bincang, Rachel
meninggalkan Aisyah dan menuju

ke meja kerjanya)


Waktu menunjukkan
pukul 17.00 dan hari mulai larut



(Rachel dan Aisyah menuju ke lobi

untuk pergi keacaranya)
Rachel : "Hai syah, kamu udah
nyelesaiin kerjaan kantor kan?"
Aisyah : "Alhamdulillah udan selesai
semua, kebetulan hari ini aku gak
ambil kerja lembur karena mau

jalan sama kamu chell"
Rachel: "Sipp, yaudah ayo aku dah
laper banget nih, kita kerestoran
deket kantor aja ya. Kebetulan aku

ya ngajak temenku"


Aisyah : " Duh siapa nih, jangan
jangan cowok kamu ya?"

Rachel : " ya enggak lah hanya
sebatas teman kecil. Nanti aku

kenalin ke kamu deh"
Aisyah : "iya iya chell terserah kamu

aja"




(Setelah berbincang cukup lama
Rachel dan Aisyah menuju

kerestoran deket kantor. Setelah
tiba di restoran mereka memilih
meja dioutdoor sambil menikmati
angin malam. Tiba-tiba sosok cowok
berpenampilan cool dengan badan

tegap, tinggi, dan rambut rapi
menuju kemeja mereka)


...... : " Hai Rachel, sorry ya nunggu
lama"

Rachel : "Ahh enggak lama kok, aku
juga baru dateng, silahkan duduk
dulu sambil kamu pesen pesen. Ehh
btw kenalin nih partner kerja aku."

(Aisyah kaget sambil menatap
cowok tinggi itu)

Aisyah : " Loh kamu bukannya
cowok yang tadi siang tabrakan

sama aku didepan masjid?"
...... : " Wah kebetulan banget kita

ketemu disini. Btw nama kamu
siapa?"

Aisyah : "Kenalin nama aku Aisyah.
Kalau kamu siapa?"

Victor : "Kenalin juga aku Victor"


Rachel : "Udah kalau kenalanya
nanti kita enggak pesen pesen lagi,

aku udah laperrr bangett
Victor&Aisyah : "Iya iya chell"




(Kemudian mereka bertiga
memesan beberapa menu dan
melanjutkan perbincangan ditengah
tengah menikmati angin sepoi sepoi

dimalam hari itu)




Waktu sudah menunjukkan pukul
22.00 dan hari pun mulai larut,
bintang bintang berjejer diatas

dengan adanya bulan sabit diantara
mereka bertiga. Aisyah

memutuskan untuk pulang terlebih
dahulu


Aisyah : "Aduh udan malam banget
sebaiknya aku pulang dulu"

Rachel : "Kok buru buru sih Syah"
Victor : "Aku anter ya udan malam
banget, perempuan gak baik jalan

malam sendirian"
Aisyah : "Tapi kan kitaaa?"
Victor: "udah deh aku juga gak akan

macem-macem'
Rachel: "udah deh Vic gak usah,lagi

pula banyak taksi online juga"
Rachel: "Yaya deh terserah lu "
(dengan cemberut dan muka kusut

menjawab terpaksa)
Aisyah: "udah aku pualng sendiri

aja"
Victor: "nggak usah"


(Victor kemudian reflek
menggandeng tangan Aisyah, dan

mengajak keluar restoran lalu
menuju parkiran untuk pulang.)

(Sesampai diparkiran Aisyah
melepaskan genggaman tangan

Victor)



Aisyah: "lepasin ah tangan aku,apa-
apaan sih"

Victor: "eh h sorry aku reflek
tadi,hehehe'

Aisyah: "modus aja kamu"
Victor: "yaudah deh ayo pulang

udah larut nih"


(Mereka kemudian memasukki
mobil untuk bergegas pulang)
Sesampainya di rumah Aisyah .....



Victor: "nah udah sampe ,tunggu
jangan turun dulu" (Victor turun
dari mobil terlebih dahulu untuk
membukakan pintu untuk Aisyah)
Aisyah: " Victor ih gak usah repot-
repot" (sahut Aisyah dengan malu-

malu)
Victor: "gapapa Aisyah" (jawab
Victor dengan nada seperti anak

kecil)



Mereka Berdua Tertawa.


Aisyah: "ya udah kalo gitu aku
masuk ya"

Victor: "iya, eum Aisyah, boleh
minta nomornya gak?"

Aisyah: "boleh-boleh" (Aisyah pun
memberikan nomor nya kepada

victor)
Aisyah : "nah udah"
Victor: "oke, makasih ya"
Aisyah: "sama-sama"
Victor: "yaudah aku pulang dulu

ya,bye"
Aisyah: "iya ati-ati dijalan"
(Victor pun masuk kedalam
mobilnya dan mulai pergi
meninggalkan pekarangan rumah

Aisyah)


Didalam rumah setelah
membersihkan badannya Aisyah
duduk-duduk didepan tu, mama

Aisyah menghampiri Aisyah .



Mama: "Aisyah"
Aisyah: "nggih mama, ada apa ma"

Mama: "tadi mama liat kamu
dianterin Sama cowo, siapa nih kok

gak dikenalin ke mama"
Aisyah: "gak siapa-siapa kok ma,

cuma temenan aja"
Mama: "yang bener?? temen Apa

temen?"(candanya)
Aisyah: " iya maa, beneran"
Mama: "yaudah kalo gitu, kalo ada
apa-apa kasih tau mama ya

Aisyah: iya maa


Sejak saat itu Aisyah dan Victor
menjadi lebih sering berinteraksi dan

keluar bersama



Victor: Syaa aku mau ngomong sama
kamu

Aisyah: ngomong apa Vic?
Victor: oke langsung aja sebenernya
aku suka sama kamu, udah dari lama
sebenarnya, dari awal aku ketemu

sama kamu, aku udah ngerasa
nyaman ada dideket kamu



(Aisyah kaget mendengar pernyataan
Victor yang baru diucapkan)


Aisyah: sebenernya aku juga suka
sama kamu dari dulu. tapi aku tau
meskipun kita punya perasaan yang
sama kita tetep gak bisa bersatu.

(Victor menatap Aisyah dengan
tatapan yang tidak bisa diartikan)




Aisyah: "mungkin perasaan kita sama
Vic, tapi iman kita berbeda, aku gak

mungkin dan gak pernah mau
menjalin hubungan dengan orang

yang berbeda agama."
Victor: "tapi sya......"

Aisyah: "Victor! kita dihal paling dasar
aja udah beda, gimana buat
kedepannya?"

Victor: "kita coba mulai dulu aja
syaaa"


Aisyah: gabisa victor. at the end pasti
ada salah satu dari kita yang hrus
pindah. aku ga mau ngorbanin
agama aku cuma Demi cinta...dan
kamu, mungkin kamu mau tapi apa

mungkin keluarga mu terima? engga
Vic.

Aisyah: aku gak mau punya
hubungan lebih karena aku tau pasti

endingnya gak akan seindah yang
ada disinetron atau novel

Victor: "kita coba dulu aja syahh,
mungkin akan ada keajaiban suatu

saat nanti"



(sejak saat itu mereka menjalin
hubungan)


Pada suatu hari Aisyah kerumah
Victor untuk mengembalikan jaket



Aisyah: "permisi"
Victor: "ya ad apa Syah?"
Aisyah: "ini aku mau ngembaliin Jaket
kamu waktu itu"
Victor: "oh iya, yaudah ayo masuk
kita duduk dulu"
Aisyah: "iya makasih"



(Kemudian Victor masuk kedalam
dapur untuk menyiapkan minuman

dan tanpa sengaja Aisyah
mendengar perbincangan Victor
dengan orang tuanya didapur)


Mama Victor: "Siapa Vic?"
Victor: "Temen aku"

Papa Victor: "Temen apa temen Vic?"
Victor: "beneran temen paa"

Mama Victor: "oh iya mama mau
kasih tahu, nanti malam orang tua

Rachel mau kesini mau bahas
tentang perjodohan kalian"
Victor: "Apaa maa?"

Mama Victor: "Iya nak,kamu udah
mama jodohin sama Rachel sejak

lama."

Percakapan Victor tersebut
terdengar oleh Aisyah, dan tanpa
berpamitan dengan siapapun, Aisyah
langsung meninggalkan rumah Victor


Suatu Hari Victor mengajak bertemu
Aisyah dan Ingin membicarakan
suatu hal.


Victor: "Aisyah."

Aisyah: "Iya Vic kamu mau bicara apa
lagi"

Victor: "Sebelumnya aku minta maaf"
Aisyah: "sebenarnya aku tau kamu
mau ngomong apa"
Victor: "aku terpaksa harus milih
perintah orang tuaku syah, aku gak
bisa nolak."

Aisyah: "Aku udah tau hubungan kita
endingnya bakal gini Vic, tapi kamu

tetep maksa."


Victor: "iya aku paham Syah ini salah
aku, aku minta maaf"

Aisyah: "udah Vic mungkin kita gak
berjodoh, lagi pula kita udah salah

jalur dari awal, cukup sekian
hubungan kita dan semoga kamu

bahagia dengan pilihanmu"



(Akhirnya Victor dan Rachel menikah
dan Aisyah menjadi tamu undangan).



Dengan berat hati dan sebongkah

kekecewaan Aisyah menghadiri
undangan pernikahan Victor dan

Rachel.


Setelah lima tahun berlalu Aisyah
masih diselimuti rasa kesedihan yang

mendalam. dihari libur saat Aisyah
tidak bekerja ia menuju kepasar
untuk membeli bahan makanan
(singkatnya ia sampai kepasar)



Aisyah: "wah banyak makanan sekali
disini aku mau beli untuk stok lah."
Aisyah: "Bu aku mau beli telor, sayur,

dan yang lainnya"
Aisyah: "berapa harganya?" (tanya

Aisyah)
Ibu penjual: "oh ini totalnya 100 ribu

neng"
Aisyah: "Bentar ya Bu saya ambil

uang ditas."


Aisyah: "loh kok dompetnya gak ada"
(dia tekejut)




(Tiba-tiba ada seseorang
menepuknya dari belakang)
... : "Mbak kehilangan dompet ya"
Aisyah: "kok kamu tau aku

kehilangan dompet"
... : "Saya menemukan ini dipinggir

jalan"
... : " Ini mbak dompetnya"
(Singkat cerita mereka berkenalan
dan orang itu bernama Anton,
dengan seiring waktu mereka
menjadi sangat dekat, hingga
akhirnya cinta mulai tumbuh diantar
mereka) singkat cerita mereka
memutuskan untuk menikah


(Beberapa bulan setelah pernikahan)
Anton: "Aisyah mari kita makan
malam diluar, kita jarang
meluangkan waktu seperti ini"
Aisyah: "iya, mari kita keluar"
(Tibalah mereka di restoran yang

sama saat Victor dan Aisyah bertemu
dulu)

Anton: "kita sudah sampai di
restoran dekat kantormu."

Aisyah: "iya"
Anton: "kamu turun dulu aku mau

parkir mobilnya"
Aisyah: "yaudah kalo gitu aku masuk

dulu ya"


(sesampainya di restoran dan
kemudian makan bersama) tanpa
disengaja Victor dan Rachel juga ada

didalam
(Aisyah pun menyapa)
Aisyah: "hai Victor dan Rachel sudah
lama kita tidak bertemu sejak kalian

menikah"
Victor: iya kami keluar kota dan

tinggal disana
Victor: "oh iya ini suami kamu ya?"

(tanya Victor)
Anton: "iya saya suaminya"
Victor: "wah selamat ya atas

pernikahan nya"
Anton&Aisyah: "Terima kasih"


(Dalam Hati Victor dan Aisyah
mencintai bukan berarti harus
memiliki, tetapi membiarkan dia
dengan pasangan nya dan bahagia
dengan caranya masing-masing)



Aisyah: "kamu masih mengingat

kisah kita dulu"
Victor: "itu adalah sebuah kenangan,
sekarang kita lihat masa depan saja "

Victor: "satu hal yang kuingat,
walaupun aku sangat mencintaimu
dan ingin memiliki mu tapi aku tidak

bisa merebutmu dari Tuhanmu"
Aisyah: "seperti itu lah seharusnya."


(Akhirnya mereka pun selesai makan
dan mereka akan pulang)



Rachel: "aku pulang dulu ya syah"
Aisyah: "iya kamu hati-hati dijalan ya"

Rachel: "sampai jumpa..."(sambil
meninggalkan restoran itu)

Aisyah didalam hatinya (Pertemanan,
hubungan percintaan segitiga kita
dulu sangat membuat kenangan,
sekarang kita akan menjalani hidup
kita masing-masing, terima kasih
untuk semuanya)


Dari hubungan ini saya belajar
bahwa mencintai seseorang yang
tidak seiman dengan kita tidak akan
pernah berakhir indah dan akan
hanya akan meninggalkan luka yang
tidak terlupakan, terimakasih kepada
kalian yg sudah mengajarkan kepada
hal ini semoga kalian hidup bahagia

selamanya.



Kita meskipun bisa bersama salah
satunya harus rela mengorbankan

agama dan kepercayaannya.


Click to View FlipBook Version
Previous Book
19 ลูกเสือ กศน. ม.ต้น
Next Book
Majlis "Sanjungan Budi, Junjungan Bakti, Lambaian Kasih "