E-book
Guru dan Orang Tua
DALAM RANGKA TERCIPTANYA PEMBELAJARAN JARAK JAUH YANG EFEKTIF
Penulis :
Agung Prayoga, Badar Darussalam, Hanifah
Husniyah, Syahdan Nasrul Madani, Wiena Safitri
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Kami Panjatkan Kehadirat
Kepada Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya. Sehingga kami
bisa menyelesaikan buku ini untuk
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2021
dengan baik dan lancar.
Dalam Porses pembuatan Buku ini,
tentunya tidak lepas dari bantuan banyak
pihak, untuk itu kai menghanturkan
banyak terimakasih
Melalui Ebook ini kami berharap dapat
memberikan pemahaman kepada orang
tua dan Guru, untuk membantu mengatasi
permasalahan mengenai kurangnya
efektifitas pembelajaran online yang
beredar di masyarakat.
Bandung, 24 Agustus 202
Penulis
Daftar Isi
Latar Belakang Masalah 1
Apa itu Pembelajaran Jarak jauh
Guru Dalam Pembelajaran Jarak jauh 2
Orang tua Dalam Pembelajaran Jarak jauh 3
6
“Pendidikan adalah tiket ke masa depan. Hari esok
dimiliki oleh orang-orang yang mempersiapkan
dirinya sejak hari ini”
" Malcolm X"
Latar Belakang Masalah
Berdasarkan penelitian kami melalui kuesioner
langsung kepada orang tua terkait ke efektifan
pembelajaran jarak jauh (PJJ), kami menemukan
beberapa permasalahan yaitu:
Media pembelajaran
membosankan dan tidak efektif
Orang tua sulit mengajari anak
karena tidak paham materi anak
Orang tua sibuk berkerja
Tidak adanya penjelasan lebih rinci mengenai
tugas yang diberikan kepada anak
Anak sulit diatur
Anak sulit berkonsentrasi
Anak lelah karna dibebankan
tugas yang banyak
Anak menjadi lebih malas
1
Pembelajaran Jarak Jauh
Pembelajaran jarak jauh (PJJ) sesuai dengan UU No.
20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 15 ialah pendidikan
yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan
pembelajarannya menggunakan berbagai sumber
belajar melalui Teknologi Komunikasi, informasi,
dan media lain
Prinsip Pembelajaran Jarak Jauh
TIDAK MEMBAHAYAKAN
Sebagaimana GURU di seluruh dunia
mencoba untuk mengurangi kemungkinan
kerugian dalam belajar karena gangguan
sekolah, keselamatan dan kesejahteraan
siswa (students well-being) harus menjadi
hal terpenting untuk dipikirkan. Upaya
penyampaian kurikulum secara jarak jauh
tidak menciptakan lebih banyak stres dan
kecemasan bagi siswa dan keluarganya
REALISTIS
GURU hendaknya memiliki ekspektasi
yang realistis mengenai apa yang dapat
dicapai dengan pembelajaran jarak jauh,
dan menggunakan penilaian profesional
untuk menilai konsekuensi dari rencana
pembelajaran tersebut.
2
Guru Dalam
Pembelajaran Jarak Jauh
Peran Guru
Membantu siswa menghadapi
ketidakpastian yang disebabkan
oleh pandemi
Melibatkan siswa untuk terus belajar
meskipun kegiatan sekolah normal
terganggu.
3
Rancangan kegiatan belajar dari rumah untuk
peserta didik sekolah dasar
Guru menyusun rencana kegiatan pembelajaran jarak jauh
Rencana kegiatan dibuat dalam
bentuk yang menarik dan mudah
dipahami oleh orang tua, jika
komunikasi dengan orang tua
dapat dilakukan daring, maka
rencana kegiatan dapat dalam
bentuk file world, pdf, vidio
ataupun berbagai media dan
aplikasi yang dapat digunakan
dengan tetap memperhatikan
situasi dan kondisi. Namun, jika
kesulitan jaringan, maka rencana
kegiatan dapat ditulis atau
dicetak dan diperbanyak sesuai
jumlah peserta didik
Rencana kegiatan tersebut
disampaikan oleh guru
kepada orang tua bagi
kelas 1-3, atau secara
langsung bagi kelas 4-6
melalui media sosial atau
dalam bentuk cetak jika
tidak ada jaringan.
4
Kegiatan menggunakan metode yang bervareasi
misalnya : bercerita, bernyanyi, eksperimen,
membuat karya dan lain-lain.
Rencana kegiatan juga dapat disertai gambar
langkah-langkah atau gambar yang mewakili
kegiatan untuk memudahkan dalam memahaminya.
5
Orang Tua Dalam
Pembelajaran Jarak Jauh
Peran orang tua dalam mendampingi anak selama pembelajaran
jarak jauh pada masa pandemi
Sebagai Pendidik Sebagai Derector
Mendampingi anak selama Membimbing anak untuk
pembelajaran dari guru mencapai keberhasilan
Sebagai Motivator Sebagai Fasilitator
Selalu memotivasi anak Sebagai penyedia media
agar tetap semangat pembelajaran anak.
6
Proses belajar anak pada umumnya
Umumnya setiap anak menggunakan panca
indera yang berbeda-beda, hal ini bergantung
pada perhatian dan konsentrasi anak.
Perasaan anak ikut mempengaruhi
proses belajar. Jika anak senang, maka
panca indranya akan bekerja lebih
baik dan konsentrasi lebih lama.
Sebaliknya, jika anak dalam kondisi lelah,
mengantuk, serta lapar, panca indranya
tidak mampu bekerja dengan baik,
sehingga konsentrasinya terganggu yang
berakibat anak tidak mampu mengingat
apa yang dipelajari.
Jika suasana belajar menyenangkan,
anak akan belajar lebih baik dan
mudah diarahkan.
7
Gaya belajar anak
Setiap anak memiliki gaya belajar masing-masing.
Orang tua diharapkan mengenal dan memahami
gaya belajar anak, sehingga memudahkan dalam
mendampinginya belajar.
VISUAL
Anak dengan gaya belajar
visual lebih suka dan
mudah menerima informasi
dengan cara melihat. Segala
hal yang menarik secara
visual akan menjadi fokus
dan mudah dipahami.
TIPS BAGI ORANG TUA:
1.Gunakan lebih banyak gambar dari pada kata.
2.Gunakan penulisan kata dengan huruf yang unik dan ukuran tulisan
yang beragam dan berwarna.
3.Gunakan peta pikiran (mind mapping).
4.Materi belajar yang disajikan dalam bentuk komik cerita.
5.Lakukan penataan ruang belajar yang nyaman menggunakan dekoratif
hasil karya anak.
6.Belajar melalui film yang berhubungan dengan informasi yang harus
anak pelajari.
8
AUDITORI
Anak dengan gaya belajar
auditori biasanya lebih
sensitif terhadap musik
dan memiliki minat yang
tinggi terhadap musik.
TIPS BAGI ORANG TUA
1.Gunakan intonasi yang dinamis ketika memberikan
informasi kepada anak.
2.Belajar dengan teknik bercerita.
3.Gunakan alat perekam untuk membantu anak
mempelajari suatu informasi.
KINESTETIK
Anak dengan gaya belajar
kinestetik akan lebih peka
menerima informasi baru
melalui aktivitas.
TIPS BAGI ORANG TUA
1.Gunakan alat peraga.
2.Aplikasi pengetahuan dengan cara praktik
langsung, anak akan semakin berminat dalam
belajar dan informasi baru lebih mudah untuk
diingat.
9
Menyiapkan Waktu dan Tempat Belajar
Anak
Orang tua menyiapkan waktu
dirumah untuk melakukan kegiatan
bersama anak sebagai waktu
pendampingan.
Dalam membuat jadwal waktu belajar untuk anak
bukan berarti dibuat seluruhnya oleh orang tua,
tetapi mendiskusikan jadwal harian tersebut
dengan anak. Hal ini dapat membuat anak
bertanggung jawab dan disiplin waktu terhadap
semua kegiatan pembelajaran yang akan
dilaksanakan setiap harinya.
Orang tua menyiapkan tempat Belajar Khusus Anak
dengan fasilitas yang nyaman supaya anak bisa
Belajar lebih fokus, nyaman, tenang dan lebih
berkonsentrasi terhadap pembelajaran.
10
Sinergi dalam hal proses Pembelajaran
Jarak Jauh
Guru menyusun desain yang mudah
dipahami orang tua, memastikan
murid melakukan tugasnya dengan
baik dan membantu permasalahan
yang dihadapi orang tua.
Orang tua membangun komunikasi dengan guru, memastikan
tersedianya fasilitas dan media pembelajaran yang dibutuhkan,
serta mengkondisikan kedisiplinan anak agar dapat melakukan
pembelajaran dengan baik.
Anak melaksanakan pembelajaran yang sudah disampaikan
oleh guru dengan baik dengan pendampingan orang tua
ataupun tidak adanya pendampingan orang tua.
Bila kamu tak tahan penatnya belajar,
maka kamu akan menanggung
perihnya kebodohan.
–Imam Asy Syafi’i–
11
Daftar Pustsaka
http://pusdatin.kemdikbud.go.id/wp
content/uploads/2020/05/PANDUAN-
PEMBELAJARAN-JARAK-JAUH-BELAJAR-
DIRUMAH-MASA-C-19.pdf
https://adminku.kemenag.go.id/public/dat
a/files/users/3/Panduan%20Orangtua%20
dalam%20Pendampingan%20Pembelajara
n.PDF
http://pgdikdas.kemdikbud.go.id/read-
news/panduan-belajar-dari-rumah-untuk-
guru-sekolah-dasar
http://repositori.kemdikbud.go.id/3989/1/
16.12.28%20Mendampingi%20Anak%20B
elajar%20di%20Rumah.pdf
UU NO 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM
PENDIDIKAN NASIONAL PASAL 1 AYAT 15