45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
TENGGARA
59
Kepulauan Nusa Tenggara atau Kepulauan Sunda
Kecil (sekarang kadang kala digunakan dalam
peta-peta geografis dunia), adalah gugusan pulau-
pulau di sebelah timur Pulau Jawa, dari Pulau Bali
di sebelah barat, hingga Pulau Timor di sebelah
timur.[ Kepulauan Barat Daya dan Kepulauan
Tanimbar yang merupakan bagian dari wilayah
Provinsi Maluku secara geologis juga termasuk
dalam kepulauan Nusa Tenggara.
Kepulauan ini kini terdiri atas 3 provinsi di Indonesia
(berturut-turut dari barat): Bali; Nusa Tenggara Barat;
dan Nusa Tenggara Timur, serta 13 distrik milik
negara Timor Leste.
60
Tari Bonet
Tarian bonet adalah tarian persatuan. Tari bonet
biasanya ditampilkan saat masyarakat bersuka
cita, antara lain dalam pesta pernikahan atau
ulang tahun. Selain itu, tarian ini sering dijadikan
ajang mencari jodoh untuk kaum muda. Selain
menari, mereka saling berbalas pantun.
Tari Bonet atau Bonet adalah salah satu tarian
tradisional yang berasal dari Provinsi Nusa
Tenggara Timur. Tarian ini dianggap sebagai
tarian masyarakat pulau Timor yang paling tua.
Bonet ini melambangkan semangat serta
kebersamaan. Tarian ini dilakukan oleh banyak
orang, sekitar 20 orang.
61
Upacara Adat
WaeRebo
Upacara Adat Wae Rebo, Tradisi Menyambut Musim
Panen Warga Nusa Tenggara Timur. Upacara ini
bertujuan untuk menyambut musim panen. Telur, nasi,
dan sirih dipersembahkan untuk leluhur.
Upacara Adat Penti di Wae Rebo, Flores tidak hanya
menarik dilihat, namun juga menyimpan makna luhur
soal rasa bersyukur. Upacara Penti merupakan ritual
sebagai ungkapan rasa syukur atas panen, serta
kehidupan, yang telah dilalui selama satu tahun terakhir.
62
SE’I, DAGING
ASAP KHAS
ROTE
Pengasapan adalah salah satu teknik yang telah
dilakukan oleh nenek moyang masyarakat Nusa
Tenggara Timur (NTT) untuk mempertahankan
kualitas daging sapi. Se’i adalah salah satu hasil
olahan daging sapi dengan cara pengasapan yang
merupakan hasil olahan khas dari salah satu
kabupaten di wilayah Nusa Tenggara Timur, yaitu
kabupaten Rote Ndao.
63
Rumah Bale
Bale ini adalah rumah adat NTB yang berasal
dari suku Sasak. Rumah adat ini terletak di desa
Sade, Lombok Tengah.
Keunikan dari Bale Dauh ini adalah jumlah tiang
yang berbeda antara satu rumah dengan rumah
lainnya, serta memiliki sebutan khusus untuk
jumlah tiang tersebut. Tiang berjumlah 6 disebut
sakenem.
64
Tari Lenggo
Tari Lenggo adalah tari upacara untuk
menghormati raja yang terdapat di Sumbawa
Timur. Tarian ini lahir pada ada masa
pemerintahan Sultan Abdul Khair Sirajuddin
yang memerintah antara tahun 1640-1682 M.
Lenggo dapat ditarikan oleh empat orang
penari pria dan empat orang penari wanita
berpasang-pasangan
65
Tulup sang
Peniup
Tulup merupakan senjata tradisional suku 66
Sasak dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang
berarti sumpitan atau tiup. Biasanya tulup
digunakan untuk berburu hewan.
Tulup terbuat dari bambu kecil berukuran 35
hingga 50 sentimeter, yang sebelumnya telah
dilubangi. Lubang tersebut berfungsi untuk
meletakkan peluru kecil yang terbuat kayu
atau lainnya, biasa disebut ancar. Peluru ini
telah diolesi racun getah pohon tatar terlebih
dahulu.
Nasi
Balap
Puyung
Balap Puyung adalah makanan khas yang
berasal dari Desa Puyung, Kecamatan
Lombok Tengah, NTB.
Nasi Balap Puyung umumnya disantap saat
pagi hari. Nasi Balap Puyung terdiri dari nasi
putih, ayam suwir, oseng kacang panjang,
kacang kedelai atau kadang tanah goreng,
keripik kentang.
67
AYAM
TALIWANG
Ayam Taliwang adalah makanan khas yang
berasal dari Taliwang, Sumbawa Barat.
Makanan ini mulai dipopulerkan ke luar
daerah pertama kali oleh masyarakat Taliwang
yang tinggal di Kampung Taliwang, Kota
Mataram, Nusa Tenggara Barat. Banyak yang
salah mengartikan bahwa ayam taliwang ini
adalah makanan khas Lombok.
68
Bingka Dolu
Bingka dolu adalah sebuah makanan
khas Bima, Nusa Tenggara Barat. Bingka
dolu memiliki tekstur yang lembut ketika
digigit. Kue bingka dolu termasuk ke
dalam kue basah, yang terbuat dari
campuran bahan seperti tepung terigu,
santan kelapa, telur ayam dan juga
bahan-bahan lainnya.
69
MAKANAN
KOLO
Kolo adalah sebutan untuk hidangan nasi bakar di
NTT. Kolo biasanya dimasak didalam bambu yang
nantinya ditaruh diatas bara api untuk dibakar.
Untuk proses pembuatanya, beras dimasukan kedalam
bambu muda dengan panjang kira – kira 30 cm. Di dalam
bambu, beras dicampur dengan air dan bumbu –
bumbu. Kemudian bambu yang berisi beras, air dan
bumbu ini ditaruh berdiri di bara api untuk dibakar.
Jangan lupa tutup lubang termpat memasukan beras
pada bambu dengan daun pisang.
70
Catemak
Jagung
makanan khas NTT berikutnya adalah Catemak
Jagung. Catemak jagung dinilai sehat karena bahan –
bahannya yang natural dan biasanya dihidangkan
sebagai makanan penutup. Walaupun sebagai
makanan penutup, Catemak jagung memiliki rasa asin
dan gurih.
Catemak jagung dibuat dari bahan jagung, kacang
tanah, kacang hijau dan kadang juga ditambah
dengan labu ataupun sayur – sayuran. Bahan – bahan
tadi direbus dengan air yang telah dibumbui dengan
gram dan bumbu penyedap.
71
Lawar
Ikan
Lawar ikan
adalah
hidangan yang
mengandung
ikan segar yang
tidak dimasak.
Lawar ikan biasanya terbuat dari ikan laut yang
dipotong tipis – tipis dan dibersihkan lalu
direndam dalam campuran cuka dan jeruk nipis.
Dalam rendaman ini bakteri akan mati dan ikan
menjadi “matang”. Tanda bahwa ikan siap
dikonsumsi adalah warna ikan yang berubah
menjadi putuh susu.
72
KOMODO SANG
PREDATOR
Komodo atau lengkapnya biawak komodo,
adalah spesies biawak besar yang terdapat
di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang,
dan Gili Dasami di Provinsi Nusa Tenggara
Timur, Indonesia. Biawak ini oleh penduduk
asli pulau Komodo juga disebut dengan
nama setempat ora.
73
Ajang
Kelicung
Ajang kelicung (Diospyros macrophylla)
adalah nama sejenis pohon kerabat kayu
hitam (marga Diospyros), anggota suku
Ebenaceae. Pohon ini merupakan tumbuhan
khas Indonesia khususnya Nusa Tenggara
Barat. Ajang kelicung di daerah NTB dikenal
dengan sebutan kayu kelicung.
74
MUSANG
RINJANI
Musang Rinjani (Paradoxurus
hermaphroditus rindjanicus) merupakan
hewan menyusui (Mamalia) yang
termasuk dalam suku Musang dan
garangan (Viverridae), dan merupakan
salah satu species dari tiga spesies
bangsa Carnivora yang ada di Pulau
Lombok.
75
Pohon Gaharu
Gaharu adalah pohon dari genus atau marga
Aquilaria yang umumnya tumbuh di daerah
Asia Tenggara dan Asia Selatan. Awalnya,
pohon Aquilaria merupakan pohon yang
sehat.
Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan
mengandung resin khas yang dihasilkan oleh
sejumlah spesies pohon dari marga/genus
Aquilaria, terutama A. malaccensis. Resin ini
digunakan dalam industri wangi-wangian karena
berbau harum.
76
Suku
Abui
Suku Abui disebut juga Barawahing, Barue atau
Namatalaki merupakan suku bangsa yang
mendiami wilayah Kabupaten Alor, Nusa
Tenggara Timur, Indonesia.
Suku Abui memiliki ciri fisik berupa rambut
kriting, kulit hitam, bahu lebar, serta tubuh
yang pendek. Sebagian besar masyarakat Suku
Alor memeluk agama Islam, Kristen, Katolik, dan
ada beberapa yang masih menganut
kepercayaan kuno.
77
Suku
Atoni
Atoni Meto adalah salah satu suku yang berdiam di
wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Suku
Atoni tersebar hampir di seluruh daratan Pulau
Timor yang terletak di bagian selatan provinsi NTT.
Atoni Meto terdiri dari dua kata yakni Atoni berarti
orang atau manusia, Meto secara harafiah berarti
tanah kering. Pada umumnya orang biasa
menyebutkan Atoni Pah Meto yang berarti “orang-
orang dari tanah kering."
78
Suku
Sasak
Suku Sasak adalah suku bangsa yang mendiami
pulau Lombok dan menggunakan bahasa
Sasak. Sebagian besar suku Sasak beragama
Islam, uniknya pada sebagian kecil masyarakat
suku Sasak, terdapat praktik agama
Suku Sasak telah menghuni Pulau Lombok selama
berabad-abad, Mereka telah menghuni wilayahnya
sejak 4.000 Sebelum Masehi. Ada pendapat yang
mengatakan bahwa orang Sasak berasal dari
percampuran antara penduduk asli Lombok dengan
para pendatang dari Jawa. Ada juga yang menyatakan
leluhur orang sasak adalah orang Jawa.
79
Suku Sumbawa
Suku Sumbawa atau Samawa adalah suku bangsa
yang mendiami wilayah bagian barat dan tengah
pulau Sumbawa. Suku Sumbawa menyebut diri mereka
sendiri sebagai Tau Samawa dan menggunakan
bahasa Samawa. Sebagian besar suku Sumbawa
beragama Islam.
Sumbawa terkenal akan keindahan alam dan
tanah yang berbukit-bukit. Penduduk asli
sumbawa merupakan campuran dari berbagai
daerah kususnya kepulauan sunda kecil.
80
81
*PULAU KALIMANTAN*
*Pengertian*
.
.
Kalimantan, atau juga disebut Borneo oleh dunia
internasional. Kalimantan adalah pulau terbesar ketiga di
dunia yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa dan di
sebelah barat Pulau Sulawesi. Pulau Kalimantan dibagi
menjadi wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei.
Menurut C. Hose dan Mac Dougall, "Kalimantan" berasal
dari nama-nama enam golongan suku-suku setempat yakni
Iban (Dayak Laut), Kayan, Kenyah, Klemantan (Dayak
Darat), Murut, dan Punan.
Pulau Kalimantan terkenal dengan sumber daya alam
yang melimpah. Mulai dari hasil hutan, perkebunan, hingga
hasil tambang bisa ditemukan di wilayah ini. Bahkan di
Pulau Kalimantan juga ditemukan tambang minyak dan
gas alam.
82
Tradisi
Ngeehawa'k
Upacara Pernikahan atau Ngehawa'k ini
merupakan upacara umum yang sering
dilakukan jika ada masyarakat Dayak yang
hendak menikah, disini akan banyak benda-
benda Adat yang ditampilkan, tergantung dari
keturunan sang mempelai wanita arau pria.
83
Rumah
Betang
Rumah betang adalah rumah adat khas Kalimantan
yang terdapat diberbagai penjuru Kalimantan dan
dihuni oleh masyarakat Dayak terutama di daerah
hulu sungai yang biasanya menjadi pusat
permukiman suku Dayak. Di Kalimantan Barat,
rumah betang biasa disebut rumah panjang, rumah
radakng, atau rumah panjai
Rumah adat betang dibuat untuk menghindari
banjir. Oleh karena itu, rumah ini dibuat
berbentuk rumah panggung. Masyarakat Dayak
yang tinggal di kawasan sungai sangat berpotensi
dilAnda banjir sewaktu-waktu. Dengan rumah
panggung mereka akan terapung di atasnya dan
dapat bertahan dari rendaman air.
84
Tari Giring-Giring
Tari giring-giring adalah tarian tradisional Dayak
Kalimantan Tengah yang menggunakan tongkat
sebagai atribut tari. Di Kalimantan Selatan, tari ini
dinamakan Tari Gintur. Tarian ini mengekspresikan
kegembiraan dan rasa senang masyarakat dengan
cara menari dengan menggunakan tongkat sebagai
media menarinya.
85
MTaanriasai
Manasai adalah salah satu jenis tari
pergaulan yang ada pada masyarakat
Dayak di Kalimantan Tengah. Tari ini
merupakan tari yang melambangkan
kegembiraan. Tari ini biasanya
diadakan untuk menyambut tamu-tamu
pemerintahan yang tiba di Kalteng.
86
Mandau
Mandau adalah senjata tajam sejenis parang
yang berasal dari kebudayaan Dayak di
Kalimantan. Mandau termasuk ke dalam salah
satu senjata tradisional Indonesia, yang
penggunaanya secara umum dimulai pada
abad 17 - 18.
Dahulu mandau dianggap memiliki
unsur magis dan hanya digunakan
dalam acara ritual tertentu seperti:
perang, pengayauan, perlengkapan
tarian adat, dan perlengkapan upacara.
87
Ta'a & Sapei Sapaq
Ta'a dan Sapei Sapaq adalah pakaian adat
Kalimantan Timur yang berasal dari Suku
Dayak Kenyah. Ta'a adalah sebutan pakaian
adat untuk para wanita. Sementara Sapei
Sapaq adalah pakaian adat untuk para pria.
Ta'a memiliki filosofi wanita Suku Dayak yang
berwibawa, percaya diri dan berkarakter.
88
Soto Banjar
Soto Banjar adalah soto khas suku
Banjar, Kalimantan Selatan
dengan bahan utama ayam serta
memiliki aroma harum rempah-
rempah seperti kayu manis, biji
pala, dan cengkih. Adakalanya
pembuatan kuah soto Banjar
dapat dicampurkan dengan sedikit
susu yang membuat warna
kuahnya mejadi tidak bening,
tetapi sedikit keruh.
Banyak orang mengatakan nama soto Banjar diambil
dari suku Banjar yang mendiami sebagian besar
wilayah Kalimantan Selatan, yakni suku Banjar.
Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa soto
Banjar awalnya adalah hidangan yang dibawa para
tentara dari Demak ketika memberikan bantuan
kepada Kerajaan Banjar.
89
Ketupat Kandangan
Ketupat Kandangan (Bahasa Banjar: Katupat
Kandangan) merupakan kuliner khas yang berasal
dari daerah Kandangan, Kalimantan Selatan. Seperti
ketupat pada umumnya, bahan untuk membuat
ketupat berasal dari beras.
Perbedaan ketupat Kandangan dengan jenis
ketupat lainnya adalah penggunaan ikan
gabus (haruan) sebagai menu pelengkap. Ikan
gabus ini dipanggang lebih dulu sebelum
dimasak menggunakan santan. Kemudian,
ikan gabus beserta kuahnya disiramkan ke
ketupat. Kuliner ini dapat dihidangkan untuk
makan pagi, siang atau malam.
90
Sate Payau
Sate payau merupakan
makanan yang sangat
langka di Kalimantan Timur.
Sate ini hanya ditemukan
pada festival-festival dan
upacara-upacara adat. Hal
itu karena bahan sate
berasal dari daging rusa.
Sate payau adalah Makanan khas Kalimantan
Timur yang sudah cukup populer dikalangan
wisatawan, khususnya bagi para pecinta
kuliner. Sate Payau berbeda dengan sate pada
umumnya karena terbuat dari daging rusa.
91
Choi Pan
Choi pan merupakan hidangan Tionghoa yang
dikenal di beberapa daerah seperti Bangka-
Belitung dan Kalimantan Barat. Choi pan
merupakan istilah bahasa Hakka yang berarti
"kue yang berisi sayuran". Dalam bahasa
Tiochiu hidangan ini disebut chai kue yang
artinya kurang lebih sama.
Rasanya mirip permen Nano-nano,
campur aduk. Ada rasa asin tetapi juga
ada manisnya.
92
Pengkang
Pengkang adalah salah satu dari sekian banyak
makanan khas Kalimantan Barat, yang dibuat dengan
bahan baku dari beras ketan atau beras pulut
(sebutan masyarakat Kal-bar). Karena citarasanya
yang unik, maka Pengkang banyak diburu para wisata
kuliner.
Pengkang adalah makanan sejenis lemper yang
terbuat dari pulut atau ketan yang berisi udang ebi.
Kemasannya unik dengan bungkus daun pisang
berbentuk segitiga sama kaki yang dijepit dengan
bambu.
93
Iwak Pakasam
Pakasam adalah menu masakan khas dari
masyarakat Kalimantan Selatan dan Sumatra
Selatan. Makanan ini adalah produk bahan
makanan yang berasal dari fermentasi ikan air
tawar yang rasanya masam. Pakasam
terutama dikenal di Kalimantan Selatan.
Iwak Pakasam atau sering juga
disebut Iwak Samu sebenarnya
adalah salah satu teknik pengawetan
ikan hasil tangkapan yang dibuat
masyarakat Banjar agar dapat
dikonsumsi untuk jangka waktu lama.
94