The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Demonstrasi Kontekstual Pemikiran KHD. Modul 1.1

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Romdon Setiyo Utomo, 2023-08-26 22:36:34

Demonstrasi Kontekstual Pemikiran KHD. Modul 1.1

Demonstrasi Kontekstual Pemikiran KHD. Modul 1.1

'Pendidikan yang Berpihak pada Murid' Tugas 1.1.a.6 Modul 1.1 DEMONSTRASI KONSTEKTUAL FILOSOFI PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA CGP Angkatan 9. Kab. Pacitan ROMDON SETIYO UTOMO, S.Pd AJAR SISWOKO, S.Pd MARIA ULFA, S.Psi. Gr Fasilitator Angkatan 9. Kab. Pacitan PP Kelas 143 Angkatan 9. Kab. Pacitan


Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) mengenai pendidikan dan pengajaran, menyatakan bahwa Pendidikan dan pengajaran adalah satu kesatuan yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan Pendidikan adalah tuntunan di dalam hidup dan tumbuhnya anak-anak. Pengajaran adalah bagian dari pendidikan. Pengajaran merupakan proses pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin.


Tujuan Pendidikan Menurut KHD Untuk menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.


Dengan kata lain, yang diutamakan sebagai pendidik pertama-tama adalah fungsinya sebagai model atau figure keteladanan, baru kemudian menjadi fasilitator atau pengajar. Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa seorang guru hendaknya menjadi pribadi yang bermutu dalam kepribadian dan kerohanian.


Trilogi Kepemimpinan Inspirasi Pembelajaran dari Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara Inspirasi Pembelajaran dari Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara 1 2 3 4 5 6 7 8 Tri Pusat Pendidikan Sistem Among Kodrat Alam Kodrat Jaman Berhamba pada Anak Budi Pekerti Tri-Kon Bermain adalah Kodrat Anak


Didepan memberi contoh, ditengah membangun semangat dan dibelakan memberikan dorongan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani TRILOGI KEPEMIMPINAN Sebagai pendidik, kita harus mampu menerapkan dalam proses pembelajaran yang berfihak pada murid.. Yaitu .pendidikan yang mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan murid sebagai prioritas utama


Tripusat pendidikan adalah konsep pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yang menyatakan bahwa tiga fokus pendidikan adalah tiga lingkungan pendidikan yang meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. TRI PUSAT PENDIDIKAN Lingkungan keluarga tetap menjadi lingkungan pendidikan paling utama dalam membangun pendidikan etika, agama, serta perilaku sosial. Sementara itu, lingkungan sekolah menjadi lembaga wiyata yang menyampaikan ilmu pengetahuan serta pendidikan keahlian. Selanjutnya, lingkungan masyarakat menjadi lokasi anak belajar membangun karakter serta kepribadiannya Dengan peran dari masing-masing lingkungan : 1. 2. 3.


Azaz Trikon Kontinyu. Artinya pengembangan yang dilakukan harus berkesinambungan, dilakukan secara terusmenerus dengan perencanaan yang baik Konvergen. Artinya pengembangan yang dilakukan dapat mengambil dari berbagai sumber di luar Konsentris. Artinya pengembangan pendidikan yang dilakukan harus tetap berdasarkan kepribadian kita, sesuai dengan karakter kebudayaannya sendiri Pendidikan adalah suatu proses yang tidak diam. Ia harus terus berubah dan berkembang sesuai dengan kondisi zaman, dan juga kondisi peserta didik.


Kodrat alam kodrat jaman Kodrat Alam sebagai lingkungan alam tempat peserta didik berada, baik kultur budaya maupun kondisi alam geografisnya. Kodrat alam berhubungan juga dengan karakter dasar anak. Ada anak yang disiplin, bertanggung jawab, rajin, jujur, malas, pemalu, penakut, pasif dan sebagainya Kodrat Jaman Kodrat zaman diartikan perubahan dari waktu ke waktu. Guru membekali keterampilan kepada siswa sesuai zamannya agar mereka bisa hidup, berkarya, dan menyesuaikan diri. Ki Hajar Dewantara menjelaskan bahwa dasar pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman.


berhamba pada anak Sistem Pendidikan yang berpihak pada anak ini menekankan pada minat, kebutuhan, dan kemampuan dengan melakukan pendekatan dengan didasari cinta kasih. Berkomunikasi dengan Baik, Sopan dan Dalam menerapkan sistem pendidikan yang berhamba pada anak, seorang pendidik harus mampu: 1. Ramah 2. Cepat Tanggap 3. Memahami Karakter murid


budi pekerti Menurut KHD, budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga. Budi pekerti juga dapat diartikan sebagai perpaduan antara Cipta (kognitif), Karsa (afektif) sehingga menciptakan Karya (psikomotor). Sedih merupakan perpaduan harmonis antara cipta dan karsa demikian pula Bahagia.


bermain adalah kodrat anak Menurut KHD, Permainan anak itulah pendidikan. Ki Hajar Dewantara (Pendidikan, halaman 241). Dalam hal ini pendidik harus memahami bahwa kodrat anak adalah bermain sehingga pembelajaran bisa diintegraskan dengan bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain, karena disitulah pikiran, perasaan kemauan, tenaga (cipta, rasa dan karsa) anak terasah.


ALASAN KONSTEKTUAN PENERAPAN IDE/GAGASAN KI HAJAR DEWANTARA Pemikiran Ki Hajar Dewantara sangat relevan dengan pendidikan Indonesia pada saat ini. Pada Kurikulum merdeka, melalui merdeka belajar memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Sesuai tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab


HAsil penerapan ide/gagasan KHD secara Konstektual Kesenian jaranan yang menjadi unggulan KEc. Sudimoro P5, mengangkat pengolahan umbi-umbian yang banyak di sekitan sekolah. Salah satu implementasi penerapan kodrat alam pada murid, adalah menuntun dan mengarahkan murid sesuai bakat dan minatnya, dalam pembelajaran atau diluar pelajaran., sesuai dengan sosio kultural daerah Sudimoro. Diantaranya :


HAsil penerapan ide/gagasan KHD secara Konstektual Sekolah berupaya untuk mengadopsi ketrampilan IT, dalam pembelajaran. Sering diadakan pendidikan dan latihan tentang IT untuk semua guru. Mengupayakan penambahan perangkat IT secara periodik untuk menyesuaikan perkembangan. Salah satu implementasi penerapan kodrat jaman pada murid, Diantaranya : Semua itu dimaksudkan untuk menyesuaikan perkembangan jaman abad 21.


Melaksanakan Upacara Tauziah keagamaan, setiap ada hari besar agama. Jumat bersih Sabtu senam Mengadakan pameran karya Membiasakan Salam, sapa, senyum. Melalui peraturan, penerapan Budi Pekerti dijabarkan secara jelasmelalui kegiatan wajib yang harus dilaksanakan dan dibiasaan baik disekolah ataupun lingkungan diluar sekolah. HAsil penerapan ide/gagasan KHD secara Konstektual


HAsil penerapan ide/gagasan KHD secara Konstektual Pendidikan yang Berhamba pada anak, guru harus bisa menciptakan suasana yang menyenangkan. dan menggembirakan. untuk membangkitkan konsentrasi siswa dan menumbuhkan potensinya. Dengan cara memberikan kesempatan murid untuk belajar sesuai dengan kemanpuannya, berkreasi, berkolaborasi


Tantangan dalam melaksanakan pembelajaran adalah menjadikan proses tersebut sesuai dengan nilai-nilai alam dan tuntutan zaman, serta menjadi contoh teladan yang menginspirasi dan mendorong semangat murid.Salah satu solusi yang bisa diambil adalah mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan abad 21 TANTANGAN DAN SOLUSI HAsil penerapanide/gagasan KHDsecara Konstektual Tantangan dalam memahami karakteristik unik setiap murid.Solusi yang dapat dipakai adalah memanfaatkan pendekatan bermain sambil belajar akan membantu menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih alami dan sesuai dengan kodrat anak


Ketika melaksanakan kegiatan pembiasaan, tantangan muncul dalam upaya membuat aktivitas tersebut berdampak nyata bagi perkembangan murid. Solusinya terletak pada konsistensi dan komitmen dari seluruh komunitas sekolah.Dengan memastikan semua anggota sekolah terlibat aktif dalam melaksanakan kegiatan pembiasaan dan menerapkan pendekatan yang terencana dan efektif, hasil yang bermakna dapat dicapai. TANTANGAN DAN SOLUSI HAsil penerapanide/gagasan KHDsecara Konstektual Tantangan dari orang tua murid, yang kurang berpasipasi terhadap kegiatan sekolah.Solusi yang dapat dipakai adalah memanfaatkan pendekatan humanis antara komite sekolah sebagai wakil dari dari sekolah dengan orang tua murid


Terimakasih


Click to View FlipBook Version