The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Nur shafiqah, 2023-11-24 23:40:42

minangkabau

Minangkabau.Flipbook

Minangkabau DISEDIAKAN OLEH: 1.NURUL NATASHA BINTI ZAHARIMAN (14DPR23F1022) 2.NORSHAMIMI BINTI MOHD EKHWAN (14DPR23F1036) 3.NURSHAFIQAH BINTI SAPANI@AZHAR (14DPR23F1014) 4.NURUL AINA SYAHIRAH BINTI MOHD LUSLI (14DPR23F1092) NAMA PENGARAH: USTAZ ABDUL RAHMAN


Subtopik Tentang Kaum Minangkabau 1.0 SEJARAH RINGKAS 1.1 PENEMPATAN KHUSUS 1.2 MAKANAN TRADISIONAL 1.3 PAKAIAN TRADISIONAL 1.4 BAHASA DAN DIALEK


Minangkabau adalah salah satu etnik yang ada di Malaysia. Etnik ini banyak memberikan pengaruh kepada Malaysia, baik berupa makanan, musik, hingga seni bela diri. Adat Perpatih yang berakar dari adat Minangkabau juga masih dipraktikkan di beberapa kawasan, terutama Negeri Sembilan. Selain di negara bagian tersebut, orang Minang dalam jumlah besar dapat dijumpai di Selangor dan Melaka. Lambang Negara Bagian Negeri Sembilan terdapat unsur bendera marawa khas Orang Minangkabau. Orang Minangkabau merupakan salah satu suku bangsa asal Indonesia yang ada dalam demografi Malaysia, bersama suku Bugis, Jawa, Banjar, dan Bawean. Migrasi orang Minangkabau ke Malaysia telah terjadi sekurangnya sejak abad ke-14, ketika para penambang emas asal Minang menambang di kawasan Melaka dan Negeri Sembilan. Masyarakat Minangkabau di Malaysia telah mengadopsi budaya Melayu, mereka berbicara dalam bahasa Melayu dan menggunakan nama-nama khas orang Melayu. 1.0 SEJARAH RINGKAS


Kini sekitar separuh orang Minangkabau tinggal di rantau, majoriti di bandar dan pekan besar Indonesia dan Malaysia. Orang Melayu di Malaysia banyak yang berasal dari Minangkabau, kebanyakan mereka tinggal di Negeri Sembilan serta juga Selangor,Johor dan Singapura. Minangkabau perantauan merupakan istilah untuk orang Minangkabau yang hidup di luar wilayah Sumatera Barat, Indonesia. Pada permulaan abad ke-14, orang-orang Minangkabau mula tiba di Negeri Sembilan melalui Melaka dan sampai ke Rembau. Orang Minangkabau ini lebih bertamadun daripada penduduk asal iaitu, Orang Asli, dan berjaya tinggal secara damai dengan mereka. 1.1 PENEMPATAN KHUSUS


1.2 Makanan Tradisional Minangkabau Daging itik yang diperap dengan rempah, goreng dengan cili hijau, santan pekat dan limau nipis. GULAI BEBEK •Daging digoreng dan ditumbuk dengan lesung •Digoreng dengan cili hijau. Pulut yang disaluti kelapa. KUCIMUIH DENDENG BALADO


1.2 Makanan Tradisional Minangkabau Kuih pulut campur gula melaka. WAJIK Campuran tepung gandum, tepung beras dan gula melaka. KUIH PINYARAM


1.2 Makanan Tradisional Minangkabau •Dikukus selama 1jam lebih. •Isi ubi dan gula melaka. GALAMAI PAYAKUMBUH Tepung yang dibuat bulat dan isinya dicampur daun bawang, kentang lenyek dan bawang. SALALAUAK


Sehelai baju kurung moden yang dipakai daripada kain baldu dihiasi dengan sulaman benang emas, manik dan render dileher dan lengan. Dipadankan dengan kain songket jalur melintang atau kodek dengan ikatan Ombak Mengalun. Pakaian ini diserikan lagi dengan hiasan di kepala iaitu Tengkolok Tanduk. Inilah pakaian adat orang Minangkabau yang sangat terkenal di Negeri Sembilan. kain tenun, dan adanya corak emas untuk memberi kesan mewah. CIRI CIRI KHAS PAKAIAN MINANGKABAU: 1.3 PAKAIAN TRADISIONAL


Bundo Kanduang jika diartikan secara harfiah memiliki makna ibu kandung. Maka dari itu, pakaian adat Bundo Kanduang kerap digunakan oleh perempuan yang sudah menikah. Orang Minangkabau memang dikenal memiliki budaya matrilineal atau memandang hubungan kekerabatan dari garis ibu, sehingga posisi perempuan terutama ibu diberikan penghargaan yang tinggi. Hal ini juga terlihat dari pakaian Bundo Kanduang atau juga disebut Limpapeh Rumah Nan Gadang (penyangga rumah gadang). Sebutan Limpapeh Rumah Nan Gadang bagi pakaian Bundo Kanduang merupakan simbol kebesaran perempuan dalam keluarga. Peran perempuan dalam keluarga baik sebagai istri dan ibu dipandang sebagai limpapeh atau tiang besar yang menopang bangunan, sehingga keberadaannya penting dalam kehidupan rumah tangga. 1.3 PAKAIAN TRADISIONAL 1. BUNDO KANDUANG


Pakaian adat Penghulu yang juga disebut sebagai Baju Pemangku Adat adalah busana yang dikenakan oleh pria Minangkabau. Pada zaman dahulu, hanya kepala suku yang boleh mengenakan pakaian adat Penghulu. Baju adat ini tak bisa dipakai sembarang orang karena terdapat tata cara tertentu agar seorang pria dapat mengenakannya. Kelengkapan pakaian adat Penghulu terdiri dari destar, sarawa, sesamping, sandang, keris, dan tongkat. 1.3 PAKAIAN TRADISIONAL 2. PAKAIAN ADAT PENGHULU


1.4 BAHASA DAN DIALEK Bahasa Minangkabau Bahasa Minangkabau atau dalam bahasa asalnya Baso Minang adalah sebuah bahasa Austronesia yang dituturkan oleh kaum Minangkabau di Sumatera Barat dan di barat Riau. Bahasa Minangkabau juga dituturkan keturunan leluhur kaum ini yang telah merantau dari Ranah (Alam) Minang di Sumatera ke Negeri Sembilan moden di Semenanjung Malaysia. Bahasa Minangkabau merupakan bahasa pengantar di sepanjang kawasan pesisiran di provinsi Sumatera Utara dan juga di persisiran barat Aceh. Bahasa ini dikenali sebagai bahasa Aneuk Jamee, yang bermaksud anak tetamu. Terdapat beberapa kontroversi mengenai hubungan bahasa Minangkabau dengan bahasa Melayu disebabkan keserupaan dalam tatabahasa mereka.


1.4 BAHASA DAN DIALEK Dialek Minangkabau Bahasa Minangkabau memiliki beberapa dialek yang ditutur berlainan di setiap kampung (seperti contoh, kampung yang dipisahkan oleh sungai). Ada dialek yang agak berirama, ada yang rata sahaja dan ada yang agak keras. Bahasa Minang dialek Padang (Baso Padang atau Baso Urang Awak) menjadi bahasa pengantar. Bahasa Minang terpelihara kerana masih digunakan sebagai bahasa harian masyarakat Minangkabau. -Banyak orang Minangkabau yang merantau ke daerah-daerah lain, mereka juga membawa dan menggunakan bahasa Minang dalam urusan harian sesama sendiri. Bahasa Minangkabau: Sadang kayu di rimbo tak samo tinggi, kok kunun manusia Bahasa Minangkabau: Co a koncek baranang co itu lo inyo Contoh Bahasa Melayu: Sedangkan kayu [pokok] di rimba tidak sama tinggi, apa lagi manusia Bahasa Melayu: Bagaimana katak berenang, macam itulah ia


Terima Kasih!


Click to View FlipBook Version