“PENGARUH SUHU DAN PH TERHADAP KERJA ENZIM
KATALASE PADA HATI AYAM”
KELOMPOK 6 :
1. Anya Dhisty Aulia (06)
2. Fanggian Mutya Yunggraini (14)
3. Farihatul Maula (15)
4. Siti Halizah Azmi (29)
5. Yesi Novita (34)
6. Zaki Chabibi (36)
KELAS XII MIPA 3
SMAN 1 PALIMANAN
Jl. KH. Agus Salim 128 Palimanan Telp. (0231) 341023 Cirebon 45161
E-mail : [email protected]
Website : sman1palimanan.ssch.id
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas rahmat Allah SWT, berkat rahmat serta karunia-Nya sehingga makalah
dengan berjudul “PENGARUH SUHU DAN PH TERHADAP KERJA ENZIM
KATALASE PADA HATI AYAM” dapat selesai.
Makalah ini dibuat dengan tujuan memenuhi tugas biologi kelas XII dari Ibu Ratnawati,
S.Pd pada bidang studi biologi. Selain itu, penyusunan makalah ini bertujuan menambah
wawasan kepada pembaca tentang perkecambahan dan pertumbuhan pada tumbuhan.
Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Ratnawati, S.Pd selaku guru mata
pelajaran biologi. Berkat tugas yang diberikan ini, dapat menambah wawasan penulis
berkaitan dengan topik yang diberikan. Penulis juga mengucapkan terima kasih yang
sebesarnya kepada semua pihak yang membantu dalam proses penyusunan laporan ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan masih melakukan banyak
kesalahan. Oleh karena itu penulis memohon maaf atas kesalahan dan ketaksempurnaan
yang pembaca temukan dalam laporan ini. Penulis juga mengharap adanya kritik serta
saran dari pembaca apabila menemukan kesalahan dalam makalah ini.
Cirebon, 15 Agustus 2022
Kelompok 6
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
1.2 Rumusan masalah
1.3 Tujuan
1.4 Hipotesis
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan teori
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Variabel
3.2 Alat dan bahan
3.3 Prosedur kerja
BAB IV
HASIL PENGAMATAN
4.1 Tabel pengamatan
4.2 Grafik
4.3 Interpretasi data
BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
5.2 Diskusi
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Alasan kami memilih judul PENGARUH SUHU DAN PH TERHADAP KERJA
ENZIM KATALASE PADA HATI AYAM adalah untuk mengetahui bagaimana cara
kerja enzim katalase dalam menguraikan racun dengan pH dan suhu yang berbeda-beda pada
hati ayam, dalam hal ini racun yang kami gunakan adalah Hidrogen Peroksida (H2O2). Serta
faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi kerja enzim katalase dalam menguraikan
racun tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh ph dan suhu terhadap enzim katalase ?
1.3 Tujuan
A. Mengetahui pengaruh suhu dan ph terhadap kerja enzim katalase.
B. Mengetahui pengaruh enzim katalase terhadap H2O2.
1.4 Hipotesis
1.Ketika ekstrak hati ayam dicampurkan dengan H2O2 (Hidrogen Peroksida)maka akan
terbentuk reaksi berupa gelembung-gelembung pada tabung reaksi, hal tersebut menandakan
bahwa enzim katalase yang terdapat dalam hati ayam dapat mengubah H2O2 menjadi H2O
2.Enzim katalase dapat bekerja optimal pada pH netral (7) sampai pH basa lemah.
3.Suhu optimal agar enzim katakse dapat bekerja dengan baik adalah pada suhu ruangan
(25-30°C) dan Konsentrasi hati ayam dan larutan H2O2 sangat berpengaruh terhadap kerja
enzim katalase.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
Enzim katalase terdapat pada hati ini memiliki fungsi untuk melindungi hati dengan cara
menetralisir gerak dan pertumbuhan semua racun dalam tubuh.Bekerja dengan cara mengurai
hidrogen peroksida (H2O2) menjadi air dan oksigen.
pH mempengaruhi laju reaksi enzim dalam bekerja. Menurut teori perubahan kondisi asam dan
basa disekitar enzim mempengaruhi bentuk tiga dimensi enzim dan dapat menyebabkan
denaturai enzim. Sehingga enzim tidak dapat bekerja pada kondisi yang terlalu asam ataupun
konsisi yang terlalu basa. Sedangkan suhu optimum suatu reaksi adalah 40 derajat celcius.
Dalam pratikum ini kami membuktikan pengaruh derajat keasaman dan suhu dalam kerja enzim
dan pengaruh enzim sebagai biokatalisator.
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Variabel
1. Variabel kontrol
H2O2 dan hati ayam.
2. Variabel terikat
Jumlah gelembung dan nyala bara api
3. Variabel bebas
Suhu dan ph
3.2 Alat dan Bahan
Alat:
1.Mortar(penumbuk obat)
2.pipet
3.pisau
4.Gelas kimia
5.tabung reaksi 6buah
6.termometer
7.Spatula(sendok buat masukin ati)
8.tusuk sate
9.Korek
10.penjepit
11.sarung tangan medis
12.kaki tiga dan busen
13.rak tabung reaksi
BAHAN:
1.Hati Ayam segar 2 buah
2.Larutan HCL
3.lartutan koh
4.larutan h2o2
5.Tisu
6.Es batu
7.spirtus
8.air
3.3 Prosedur kerja
1.Pakai sarung tangan medis.
2.Siapkan alat dan bahan.
3.Halus kan hati ayam menggunakan mortar lab hingga halus.
4.Setelah itu masukan hati ayam yang sudah halus ke dalam 6 tabung reaksi menggunakan
spatula lab, isi sampai 2 cm. 3 buah tabung reaksi untuk suhu dan 3 buah untuk ph.
5.Nyalakan spirtus menggunakan korek api, lalu taruh dibawah kaki tiga.
6.Beri air secukupnya pada gelas kimia, taruh gelas kimia diatas kaki tiga yang sudah
dipasang alas bunsen.
7.Siapkan gayung untuk menaruh es batu.
8.Tabung reaksi 1 variabel bebas suhu, ditaruh di gelas kimia yang direbus untuk suhu
panas.
9.Tabung reaksi 2 variabel bebas suhu, ditaruh di gayung berisi es untuk suhu dingin.
10.Tabung reaksi 3 variabel bebas suhu, ditaruh di rak tabung reaksi untuk suhu netral/
ruang.
11.Lalu untuk variabel bebas ph tabung reaksi 1 ditetesi HCL(asam) sebanyak 10 tetes.
12.Variabel bebas tabung reaksi 2 ditetesi KOH(basa) sebanyak 10 tetes.
13.Variabel bebas tabung reaksi 3 tidak ditetesi apa apa untuk ph netral.
14.Untuk variabel bebas ph tabung 1,2, dan 3 masing-masing ditetesi 10 tetes H2O2 sebagai
racun.
15.Variabel bebas suhu dan ph semuanya yang sudah ada di rak tabung reaksi diuji coba
dengan bara api.
16.Untuk uji coba pada suhu dan ph, Bakar tusuk sate lalu masukkan kedalam tabung reaksi
jangan sampai menyentuh hati ayam.
17.alu lihat reaksi yang terjadi, apakah bara api nya redup, mati, atau menyala terang.
BAB IV
HASIL PENGAMATAN
4.1 Tabel Pengamatan
PH
Perlakuan Kondisi Gelembung Nyala Bara Api
Ekstrak hati +10 tetes Netral +++ +++
H2O2
Ekstrak hati +10 tetes Asam - -
HCL +10 tetes H2O2
Ekstrak hati +10 tetes Basa ++ ++
KOH +10 tetes H2O2
SUHU
Perlakuan Kondisi Gelembung Nyala Bara Api
Ekstrak hati +10 tetes Suhu ruang +++ +++
H2O2
Ekstrak hati +10 tetes Suhu panas (50 + +
H2O2 derajat celcius)
Ekstrak hati +10 tetes Suhu dingin (<5 ++ ++
H2O2 derajat celcius)
4.2 Grafik PH
3.5 Asam Basa Gelembung
3 Bara api
2.5 Gelembung
2 Bara api
1.5
1
0.5
0
Netral
SUHU
3.5 Suhu panas Suhu dingin
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
Suhu netral
4.3 Interpretasi Data
Pada awal percobaan ini yaitu dengan menumbuk hati dan memasukkan ke dalam tabung
reaksi 2 cm dan meneteskan 5 tetes H2O2. Untuk percobaan PH tabung pertama ditetesi 10 tetes
10 KOH (basa),tabung ke 2 10 tetes HCL (asam),dan tabung ke 3 tidak ditetesi apa-apa, dari
hasil percobaan tabung yang tidak ditetesi apa-apa (netral) banyak mengandung enzim katalase.
Pada percobaan suhu,tabung pertama hati di rebus,tabung ke 2 masukkan ke dalam es batu,dan
tabung ke 3 di ruang,dari hasil percobaan tabung reaksi yang berada pada suhu ruang (netral)
mengandung banyak enzim katalase .
Aktivitas enzim katalase bekerja dengan maksimal pada pH optimal yaitu pH 7 atau pH netral.
Enzim katalase dapat bekerja pada suhu optimum, jika pada suhu rendah, reaksi akan
berlangsung lambat, namun jika suhu terlalu tinggi maka enzim justru terdenaturasi (berkurang).
BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Dari percobaan yang telah kami lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa enzim katalase
berperan dalam menguraikan racun dari H2O2 menjadi H2O2 dan O2.
Enzim katalase bekerja optimal pada suhu kamar atau normal dan pH netral.
5.2 Diskusi
1. Tuliskan reaksi kimia yang terjadi pada proses penguraian H2O2!
Jawab : H202 → O2 + H2O
2. Bagaimana pengaruh enzim katalase terhadap H2O2?
Jawab : Enzim katalse berperan sebagai peroksidasi yang khusus untuk mereaksi
dekomposisi hydrogen peroksida sehingga pada nantinya dapat berubah menjadi oksigen
serta air. Kerja enzim katalase dipengaruhi oleh suhu dan Ph.
3. Mengapa dalam percobaan ini menggunakan hati ayam?
Jawab : Hati ayam dipilih karena hati banyak mengandung enzim katalase. Ini sesuai
pula dengan fungsi hati sebagai penawar racun dalam tubuh.
4. Gelembung gas apakah yang timbul pada tabung reaksi? Bagaimana cara mengujinya? Jelaskan!
Jawab : Pada perlakuan ekstrak hati ditambah dengan substrat (H subscript 2 O2),
gelembung gas yang terbentuk banyak. Hal ini menandakan bahwa enzim katalase
bekerja maksimal. Pada perlakuan ekstrak hati yang ditambah dengan HCl dan NaOH,
gelembung gas yang dihasilkan sedikit. Hal ini menandakan enzim katalase tidak bekerja
maksimal pada pH asam dan basa. Pada perlakuan ekstrak hati yang didinginkan, tidak
dihasilkan gelembung gas sama sekali. Hal ini menandakan enzim katalase tidak bekerja
pada suhu dingin
5. Pada percobaan yang sudah dilakukan, apa saja yang dapat menghambat atau menghentikan kerja
enzim katalase? Jelaskan!
Jawab :
-Suhu, di mana enzim katalase tidak akan bekerja pada suhu tinggi karena kita ketahui
bahwa enzim katalase akan bekerja pada suhu netral.
-Derajat keasaman PH, dimana enzim katalase akan bekerja optimal pada PH netral,
sedangkan keadaan PH asam dan basa tidak dapat menguraikan secara optimal
6. Jika di dalam sel terdapat H2O2, apakah yang akan terjadi pada sel tersebut? Untuk menghindari
hal tersebut, bagaimana cara sel menangkalnya?
Jawab : Yang dilakukan oleh sel adalah menguraikan peroksida air sehingga tidak merugikan sel
7. Tuliskan kesimpulan dari hasil percobaan tersebut!
Jawab : Dari percobaan yang telah kami lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa enzim
katalase berperan dalam menguraikan racun dari H2O2 menjadi H2O2 dan O2.
Enzim katalase bekerja optimal pada suhu kamar atau normal dan pH netral.
DAFTAR PUSTAKA
http://ejournal.kemenperin.go.id/jkk/article/download/4853/3731
https://www.academia.edu/9475271/Enzim_Katalase