MATERI AJAR BIOLOGI
BERDASARKAN PJBL
PPG BIOLOGI 2021
“ HUKUM MENDEL DAN PENYIMPANGAN SEMU “
Disusun oleh
HERIADI
No. 201500871769
KEMENTERIAN PENDIDIDKAN, KEBUDAYAAN
RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2021
DAFTAR ISI
1. PENDAHULUAN ---------------------------------------------------------------- 3
1.1. Deskripsi Singkat ------------------------------------------------------------------ 3
1.2. Relevansi ---------------------------------------------------------------------------- 3
1.3. Petunjuk Ajar ----------------------------------------------------------------------- 3
2. INTI ---------------------------------------------------------------------------------- 5
2.1. Capaian Pembelajaran ------------------------------------------------------------- 5
2.2. Pokok Materi ----------------------------------------------------------------------- 5
2.3. Uraian Materi ----------------------------------------------------------------------- 6
2.4. Forum Diskusi --------------------------------------------------------------------- 17
3. PENUTUP -------------------------------------------------------------------------- 19
3.1 Rangkuman ------------------------------------------------------------------------- 19
3.2 Tes Formatif ------------------------------------------------------------------------ 19
DAFTAR PUSTAKA ------------------------------------------------------------------- 22
1
I. PENDAHULUAN
1.1 Deskripsi Singkat
Dahulu ada banyak teori tentang pewarisan sifat dari induk kepada
keturunannya. Salah satunya menyatakan bahwa sifat – sifat induk diwariskan
kepada keturunannya melalui darah. Namun setelah ditemukan tehnik transfuse
darah, dapat dibuktikan bahwa seseorang yang ditransfusi darah tidak memiliki
sifat seperti pendonor darah.
Namun dari berbagai teori yang ada, teori mendel yang paling terbukti
benar, yaitu sifat menurun dibawa oleh sesuatu factor penentu ( gen ). Mendel
telah melakukan berbagai eksperimen untuk membuktikan kebenaran teorinya
dengan melakukan persilangan tanaman – tanaman yang memiliki sifat beda,
menghasilkan prinsip-prinsip pewarisan sifatyang dikenal sebagai hokum mendel.
1.2 Relevansi
Setelah mempelajari modul hukum mendel dan penyimpangan semu ini dapat
dijadikan dasar peserta didik untuk menerapkan dalam bidang pertanian dan
untuk mempelajari materi Pola Hereditas berikunya.
1.3 Petunjuk Ajar
Dalam modul ini akan membantu peserta didik untuk menemukan
masalah, menganalisis dan menemukan solusi dalam proses pembelajaran. Pada
modul ini diharapkan peserta didik benar-benar mampu mengalisis secara utuh
materi yang ada pada modul ini. Secara khusus, perhatikan petunjuk penggunaan
modul berikut ini :
1. Setelah Anda mempelajari keseluruhan modul ini dengan cara yang
berurutan. Identifikasi masalah yang ada pada pembelajaran kali ini.
2. Untuk menganalisis persoalan yang ditemukan, diskusikan dengan teman
atau kelompok anda.
3. Dalam mengerjakan forum diskusi, anda bisa menggunakan referensi lain,
buku, internet.
2
4. Konsultasikan atau diskusikan dengan teman dan guru anda apabila
mendapat kesulitan dalam mempelajari modul ini.
5. Buatlah rangkuman penyelesaian masalah yang anda kemukakan tadi.
6. Jawablah tes formatit yang ada untuk menambah wawasan tentang materi
JPenyimpangan semu hokum mendel.
3
II. INTI
2.1 Capaian Pembelajaran
Menguasai materi esensial Mata Pelajaran Biologi SMA Modul Hukum
Mendel Dan Penyimpangan Semu ini diharapkan peserta didik dapat :
1. Menjelaskan pola pewarisan sifat ( dihibrid ) untuk memecahkan kehidupan
sehari-hari
2. Menganalisis peristiwa penyimpangan semu hukum mendel
3. Membuat model / charta untuk mensimulasi dan membuktikan adanya
peristiwa penyimpangan semu.
2.2 Pokok Materi
1. Hukum Mendel I dan II
2. Penyimpangan Semu Hukum Mendel
4
PETA KONSEP
INDIVIDU
Induk ( Parental ) Keturunan ( Filial
)
Hukum mendel dan
Penyimpangan semu
Genotif Fenotif
Ditentukan oleh
Gen
Penyimpangan semu
Atavisme
Polimeri
Kriptomeri
Epistasis/hypostasis
Komplementer
5
2.3 Uraian Materi
Skenario masalah.
Gambar 1. Albinisme
2.3.1. Hukum Mendel
Hereditas adalah sifat-sifat menurun yang terdapat di dalam gen dalam
kromosom setiap organisme. Ahli yang meneliti tentang sifat-sifat menurun
adalah Mendell. Mendell Melakukan percobaan dengan menggunakan kacang
ercis Penggunaan kcang ercis / kapri (/ Pisum sativum) dengan alasan :
1. Kacang kapri memiliki banyak varietas (warna bunga, bentuk biji, warna biji,
mengadakan penyerbukan sendiri.
2. Spesies mudah diperoleh
3. Murah biaya pemeliharaan.
4. Dapat melakukan penyerbukan sendiri (autogami) dan dapat disilangkan (
allogami)
5. Reproduksi cepat.
6. Berumur pendek.
7. Keturunannya banyak.
6
HUKUM PEWARISAN SIFAT
Gambar 2 : Gregor Johan Mendel
Hukum Mendel I
Pada waktu pembentukan gamet terjadi pemisahan (segregasi) alel secara
bebas dari diploid (2n) menjadi haploid (n). Misalnya :
AA Gamet A Aa Gamet A
Gamet A Gamet a
Hukum Mendel II
Pada waktu pembentukan gamet, alel-alel berbeda yang telah bersegregasi
bebas akan bergabung ( asortasi ) secara bebas membentuk genotip dengan
kombinasi-kombinasi alel yang berbeda. Misalnya :
AA >< Aa
A A AA
A a Aa
ISTILAH-ISTILAH DALAM GENETIKA
1. P (parental) adalah individu tetua (orang tua).
2. F1 (filial 1) adalah keturunan pertama.
3. F2 (filial 2) adalah keturunan kedua.
4. Gen A adalah gen atau alel dominant.
5. Gen a adalah gen atau alel resesif.
7
6. Alel adalah bentuk alternatif suatu gen yang terdapat pada lokus (tempat)
tertentu atau disebut juga gen yang menyebabkan sifat alternatif pada satu
sifat fisik tertentu, misalnya: warna kulit gen A : normal; gen a : albino
dan selalu dituliskan dengan notasi huruf yang sama, dibedakan dengan
huruf kapital (A) atau kecil (a) tergantung sifat dari hubungan antar alel
tersebut.
Alel letal : alel yang menyebabkan individu yang membawanya tidak bisa
bertahan hidup.
Macam alel dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. alel letal resesif : menyebabkan kematian pada individu homozygot
2. alel letal dominan : menyebabkan kematian pada individu homozygot,
mis: warna bulu pada tikus, sifat creeper pada ayam, dan Brachydactily
pada manusia.
3. Gen dominan adalah gen yang menutupi ekspresi alelnya.
4. Gen resesif adalah gen yang ekspresinya ditutupi oleh ekspresi alelnya.
5. Homozigot adalah zigot yang mempunyai pasangan alel yang sama,
misalnya AA, aa, BB, bb.
6. Heterozigot adalah zigot yang mempunyai pasangan alel yang
berlainan, misalnya Aa, Bb, Cc.
7. Fenotip adalah ekspresi gen yang langsung dapat diamati sebagai suatu
sifat pada suatu individu (fisik atau biokimiawi).
8. Genotip adalah susunan genetik yang mendasari pemunculan suatu
sifat.
9. Gamet adalah sel kelamin hasil pembelahan miosis yang mengandung
kromoson setengah dari induknya.
10. Gen adalah pembawa sifat keturunan yang terdapat di dalam lokus
kromosom dan dilambangkan dengan huruf, misalnya bentuk bulat
lambang gennya adalah B. Sedangkan bentuk kisut dilambangkan
dengan huruf b.
8
RUMUS MENGHITUNG GAMET DAN RASIO FENOTIP
1. Rumus Menghitung Gamet
Untuk memudahkan perbandingan macam gamet, jumlah macam genotip dsb
dapat menggunakan rumus-rumus berikut :
Jumlah Jumlah Kemungkinan Jumlah Banyaknya Banyaknya
sifat macam fenotip F2 kemungkinan kombinasi kombinasi
beda gamet yang persis
genotip yang
12 2 homozygot F1
3
2 2
24 4 944
38 8 27 8 8
4 16 16 81 16 16
N 2n 2n 3 n 2n 2n
Hitunglah macam gamet dan jumlah gamet dari genotip MMNn !
a. Jumlah sifat beda = 1 sehingga jumlah gametnya 21 = 2
b. Macam genotip
N MN
M
n Mn
2. Menghitung Perbandingan Fenotip F2
Menggunakan rumus Segitiga Pascal
Jumlah sifat Kemungkinan Jumlah Rasio Fenotip
yang berbeda macam macam F2
fenotip fenotip
1 (monohibrida) 1.31 : 1.30 = 3 : 1
11 2 1.32 : 2.31 : 1.30 = 9 : 3 : 3: 1
2 (dihibrida) 1.33 : 3.32 : 3.31 : 1.30 = 27 : 9 :
121 4
3(trihibrida)
1331 8
4 (tetrahibrida) 1 4 6 4 1 9 : 9: 3 : 3 : 3 : 1
16 1.34:4.33: 6.32:4.31: 1.30 = 81 :
5 (pentahibrida) 1 5 10 10 5 1 32 27 : 27 : 27 : 27 : 9 : 9 : 9 : 9
:9:9:9:3:3:3:3:1
1. 35:5. 34: 10. 33:10.32:5. 31:
1.30
9
MACAM-MACAM PERSILANGAN
1. Persilangan Monohibrida
Persilangan monohibrida adalah persilangan dengan satu sifat beda.
Dibedakan menjadi enam macam interaksi alel yang menyimpang dari
Hukum Mendell, yaitu :
a. Dominansi sempurna
Persilangan Monohibrid untuk sifat tinggi tanaman
Gambar 3: Persilangan Monohibrida
Fenotif Genotif Jumlah genotif Perbandingan fenotif
Bunga Ungu PP 1 3
Bunga Ungu Pp 2 1
Bunga Putih Pp 1
b. Dominansi tidak sempurna
Alel dominan tidak dapat menutupi alel resesif sepenuhnya. Misalnya :
Gambar 4. Contoh persilangan dominansi tidak sempurna
10
c. Kodominan
Dua alel suatu gen yang menghasilkan produk berbeda dengan alel satu
tidak dipengaruhi alel lain.
d. Alel Ganda
Alela ganda adalah suatu seri alela yang mempengaruhi organ yang sama
dan menempati lokus yang sama. Fenomena adanya tiga atau lebih alel
dari suatu gen. Misalnya : warna bulu pada kelinci (C > c ch > c h > c =
normal > chinchilla > himalaya > albino).
e. Alel letal resesif
Alel yang dalam keadaan homozigot resesif dapat menyebabkan kematian.
Misalnya : albino pada tumbuhan
P Gg >< Gg
tanaman hijau tanaman hijau
F1 1GG : 2Gg : 1gg (1 tanaman albino mati).
f. Alel letal dominan
Alel yang dalam keadaan homozigot dominan dapat menyebabkan
kematian. Misalnya : ayam jambul.
P Crcr >< Crcr
ayam jambul ayam jambul
F1 1CrCr : 2Crcr : 1crcr
mati ayam jambul ayam normal
2. Persilangan Dihibrida
Persilangan dihibrida adalah persilangan dengan dua sifat beda. Persilangan
dihibrida terdiri dari :
a. Dihibrida dominan penuh
Misalnya pada penyilangan galur murni kapri bulat kuning dengan keriput
hijau menghasilkan keturunan 100% bulat kuning dan pada F2 diperoleh
keturunan :
11
1. bulat kuning =9
2. bulat hijau =3
3. keriput kuning =3
4. keriput hijau =1
P1 bulat kuning X keriput hijau
(BBKK) (bbkk)
G BK bk
F1 bulat kuning (BbKk)
F1 100% bulat kuning
P2 bulat kuning X bulat kuning
(BbKk) (BbKk)
G BK BK
Bk Bk
bK bK
bk bk
bK
F2
♂ Bk Bk
♀ BK
BbKk
BBKK BBKk BbKK (bulat kuning)
Bbkk
BK (bulat kuning) (bulat kuning) (bulat kuning) (bulat hijau)
bbKk
BBKk BBkk BbKk (keriput
kuning)
Bk (bulat kuning) (bulat hijau) (bulat kuning)
Bbkk
BbKK BbKk bbKK (keriput hijau)
bK (bulat kuning) (bulat kuning) (keriput
kuning)
BbKk Bbkk bbKk
(keriput
Bk (bulat kuning) (bulat hijau) kuning)
12
Rasio fenotip yang dihasilkan pada persilangan dihibrida dominan penuh
adalah 9 : 3 : 3 : 1.
Rasio genotip yang dihasilkan pada persilangan dihibrida dominan penuh
adalah :
a. BBKK f. BBkk
b. BBKk g. Bbkk
c. BbKK h. bbKK
d. BbKk i. bbKk
e. Bbkk
2.3.2. Penyimpangan Semu Hukum Mendel
Penyimpangan semu hukum Mendel adalah perbandingan fenotip dari
persilangan monohybrid dan dihibrid yang seolah-olah tidak mengikuti pola 3 : 1
atau pola 9:3:3:1. pola tersebut dapat berupa 9 : 3 : (3 + 1), (9 + 3) : 3 : 1 atau 9 :
(3 + 3 +1).
Hal ini disebabkan interaksi antargen yang dapat menyebabkan
perbandingan fenotip yang menyimpang dari hukum Mendel.
Bentuk interaksi antargen yang menyebabkan penyimpangan semu hukum
Mendel dapat berupa atavisme, epistasis-hipostasis, polimeri, kriptomeri, dan
komplementer.
1. Atavisme
Atavisme adalah saling mempengaruhi dua macam gen yangbukan alela.
Bila ada pasanga gen yang bukan alelnya berinteraksi dan pengaruhnya
sama kuat, pada bagian tubuh yang sama untuk menimbulkan satu sifat.
Munculnya fenotif pada jengger (pial) pada ayam disebabkan oleh dua
macam gen yang bukan alelanya.
13
Gambar 5. Atavisme
(a) R.P. (walnut) (b) R.pp. (rose) (c) rr.P. (pea/biji) (d) rr.pp. (tunggal/bilah)
Macam genotip yang terdapat pada ayam yaitu:
a. Ayam walnut ( ayam sumpel) : RRPP, RRPp, RrPp, RrPP
b. Ayam rose ( ayam bergerigi ) : RRpp , Rrpp.
c. Ayam pea ( ayam biji / ayam kacang : rrPP, rrPp.
d. Ayam single ( ayam bilah /ayam tunggal) : rrpp.
Munculnya suatu sifat sebagai akibat interaksi dari beberapa gen. Tipe walnut
merupakan hasil interaksi dari dua gen yang berdiri sendiri, tipe single
merupakan hasil interaksi dua gen resesif.
2. Polimeri
Polimeri adalah persilangan beberapa sifatbeda yang berdiri sendiri yang
mempengaruhi bagian yang berlainan dari suayu individu. Interaksi kumulatif
(kerjasama yang saling menambah) merupakan banyak gen yang bekerja sama
secara kumulatif untuk mutu atau ukuran satu sifat. Macam polimeri, yaitu
polimeri dihibrida (misalnya pada persilangan gandum/haver berbiji merah
dengan gandum berbiji putih) dan polimeri trihibrida. Rasio fenotif 15 : 1
14
3. Kriptomeri
Gen dominan yang tersembunyi apabila berdiri sendiri dimana fenotipnya
baru diketahui bila bertemu dengan gen dominan lain yang tertentu. Bunga
warna merah disebabkan oleh adanya pigmen anthocyanin dalam lingkungan
plasma sel yang bersifat asam sedangkan dalam lingkungan basa akan
memberikan warna ungu. Misalnya : Linaria maroccana merah disilangkan
dengan yang berbunga putih. F1 berbunga ungu karea anthocyanin merah
bertemu dengan basa yang berasal dari parental yang putih. Perhatikan
persilangan kriptomeri Rasio fenotip = ungu : merah : putih = 9 : 3 : 4
4. Epistasis dan hipostasis
a. Epistasis (gen yang mempengaruhi / menghalangi)
Epistasis dominan merupakan gen dengan alel dominan menutupi
kerja gen lain. Contoh : epistasis dominan pada labu. Jika labu putih
(PPKK) disilangkan dengan labu hijau (ppkk), akan dihasilkan F1 labu
putih heterozigot (PpKk). Perkawinan sesama F1 menghasilkan F2
dengan perbandingan putih : kuning : hijau = 12 : 3 : 1.
Epistasis resesif merupakan gen dengan alel homozigot resesif
mempengaruhi gen lain. Contoh : jika dilakukan persilangan antara
tikus hitam (HHaa) dengan tikus putih (hhAA) akan menghasilkan
keturunan F1 100% tikus warna abu-abu agouti (HhAa). Hasil
perkawinan sesama F1 menghasilkan keturunan F2 dengan komposisi
warna abu-abu agouti : hitam : putih = 9 : 3 : 4.
Epistasis gen dominan rangkap : peristiwa dua gen dominan atau
lebih yang bekerja untuk munculnya satu fenotip tunggal. Contoh :
persilangan antara tanaman berbiji segitiga dengan tanaman berbiji
membulat.Rasio genotif = biji segitiga : biji membulat = 15 : 1
b. Hipostasis
Hipostatis adalah gen yang dipengaruhi / dihalangi.
15
5. Komplementer
Interaksi beberapa gen yang saling melengkapi. Misalnya : persilangan
bunga Lathyrus odoratus warna putih (CCpp) dengan warna putih (ccPP)
menghasilkan perbandingan fenotip warna ungu : putih = 9 : 7. Coba
perhatikan persilangan dibawah ini:
Contoh gen komplementer yang lainnya pewarisan karakter normal pada
bisu tuli danwarna rambut pada manusia .Pada penderita bisu tuli
ditentukan oleh 2 gen dominan yang saling berkomplementer yaitu : D dan
E . Sedangkan warna rambut ditentukan oleh gen E dan K
Macam macam genotif dan fenotif pada bisu tuli , yaitu :
NO FENOTIF GENOTIF
1 . Normal DDEE ,DdEE, DDEe, DdEe
2. Bisu tuli Ddee,Ddee
3. Bisu tuli ddEE , ddEe
4. Bisu tuli Ddee
Macam macam genotif dan fenotif pada warna rambut .
NO FENOTIF GENOTIF
1 . Hitam . EEKK, EeKK, EEKk, EeKk
2. Putih Eekk ,Eekk
3. Putih eeKK , eeKk
4. Putih Eekk
Perkawinan antara normal heterozigot untuk karakter bisu tuli dengan
sesamanya. Bila gen D komplemen terhadap E. Buatlah diagram persilangan
dan hitunglah perbandingan fenotif!
Jawab:Perbandingan fenotif = normal dan bisu tuli adalah 9 : 7.
16
2.4 Forum Diskusi
BALING BALING GENETIKA
Fungsi dan Prinsip Kerja
Genetika adalah salah satu cabang ilmu biologi yang mempelajari
pewarisan sifat dan keturunan (hereditas). Dengan menggunakan baling baling
genetika dapat dilakukan simulasi segregasi secara bebas Hukum Mendel I dan
Independent assortment of gen Hukum Mendel II.
Misal kan untuk kasus kriptomeri.
Berdasarkan Hukum Mendel maka kemungkinan gamet dari individu heterozigot
AaBb adalah AB, Ab, aB dan ab
Dalam baling baling dituliskan macam gamet yang akan muncul. Putar lengan
baling baling kiri dan kanan secara bersamaan. Jika muncul kombinasi seperti
pada gambar, berarti genotif keturunnannya AaBb. Lakukan hal tersebut tidak
kurang dari 96 kali, dan catatlah kemungkinan munculnya genotif yang ada. Buat
dalam bentuk table ijiran.
17
Persilangan : P. ( ...............) x ( ...................)
Genotip :
Lengkapilah table berikut :
Genotip Fenotip Turus Jumlah
1. Ada berapa macam genotip yang terbentuk pada simulasi di atas?
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
2. Berapa perbandingan fenotip pada persilangan dihibrid yang kalian lakukan ?
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
18
3. Bandingkan hasil simulasi anda dengan perbandingan menurut hukum
Mendel ! buatlah bagan persilangannya !
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
..........................................................................................................................
Kesimpulan :
.........................................................................................................
.........................................................................................................
.........................................................................................................
.........................................................................................................
19
III. PENUTUP
3.1 Rangkuman
Hal-hal penting yang telah Anda pelajari dalam kegiatan belajar ini adalah
sebagai berikut.
1. Persilangan monohibrida adalah persilangan dengan satu sifat beda.
Pemsahan gen ( segresi )
2. Persilangan dihibrida adalah persilangan dengan Penggabungan ( asortasi )
dua sifat beda. Rasio fenotip yang dihasilkan pada persilangan dihibrida
dominan penuh adalah 9 : 3 : 3 : 1.
3. Penyimpangan semu hukum Mendel adalah perbandingan fenotip dari
persilangan monohybrid dan dihibrid yang seolah-olah tidak mengikuti pola
3 : 1 atau pola 9:3:3:1. pola tersebut dapat berupa 9 : 3 : (3 + 1), (9 + 3) : 3 :
1 atau 9 : (3 + 3 +1). Diantaranya Atavisme, Polimeri, kriptomeri,
epistasis/hypostasis, komplementer.
3.2 Tes Formatif
Pilihlah salah satu jawaban dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B,
C, D atau E dengan benar!
1. Apabila rambut lurus adalah sifat resesif, maka dari perkawinan dua
orangtua yang keduanya berambut keriting heterozigotik kemungkinan
anak-anaknya adalah … .
A. semua berambut keriting
B. 75% berambut keriting, 25 % lurus
C. 25% keriting, 75% berambut lurus
D. semua berambut lurus
E. 50% berambut keriting dan 50% berambut lurus
2. Persilangan dihibrid tanaman ercis biji bulat warna hijau (BBHh) dengan
ercis biji keriput warna hijau (bbHh) menghasilkan keturunan dengan
perbandingan fenotip bulat : hijau … .
A. 3 : 1 B. 1 : 2 : 1 C. 9 : 3 : 3 : 1 D. 12 : 3 : 1 E. 9 : 3 : 4
20
3. Pada pohon mangga, M membawa sifat rasa manis dan alelnya m
membawa sifat rasa asam. B membawa sifat buah besar dan b membawa
sifat buah kecil. Untuk mendapatkan sifat yang baik dilakukan persilangan
tanaman mangga berbuah dan manis heterozigot sesamanya dan diperoleh
320 bakal tanaman. Banyaknya bakal tanaman yang berbuah asam dan
besar adalah ... .
A. 20 B. 60 C. 120 D. 150 E. 180
4. Perhatikan bagan persilangan berikut!
P1 : Pial biji (pea) x Pial walnut
rrPP RrPp
F1 : Pial walnut dan pial biji (pea)
Apabila ayam pial biji homozigot hasil F1 disilangkan dengan pial biji P1
(parental), kemungkinan hasil persilangan pada F2 adalah ... .
A. 6,25% pial rose C. 56,25% pial walnut E. 100% pial biji
B. 18,75% pial walnut D. 75% pial biji
5. Pada gandum faktor (H) hitam dominan terhadap (h) putih sedangkan
faktor (K) kuning dominan terhadap (k) putih. Faktor (H) hitam dominan
terhadap (K) kuning. Jika gandum hitam (HhKk) disilang dengan gandum
kuning (hhKk) maka rasio fenotip keturunan hitam, kuning dan putih
adalah ... .
A. 12 : 3 : 1 B. 9 : 3 : 4 C. 6 : 1 : 1 D. 4 : 3 : 1 E. 4 : 2 : 2
6. Disilangkan antara tanaman bunga Lathyrus odorotus bunga putih (Ccpp)
dengan tanaman bunga warna putih (ccPp). Jika gen C dan gen P
merupakan gen komplementer, dimana apabila gen C bertemu gen P akan
menghasilkan bunga warna ungu, maka akan dihasilkan perbandingan
fenotip sebagai berikut ... .
A. Ungu : Putih = 7 : 9 D. Ungu : Putih = 3 : 1
B. Ungu : Putih = 9 : 7 E. Ungu : Putih = 15 : 1
C. Ungu : Putih = 1 : 3
7. Pada persilangan dengan sifat kriptomeri antara tanaman AAbb (Merah)
dengan tanaman aaBB (Putih) didapatkan keturunan F1 semua berbunga
ungu (AaBb). Jika F1 disilangkan dengan sesamanya, maka F2 berupa
tanaman berbunga warna putih dengan genotip aaBB sebanyak … .
A. 6,25% B. 12,50% C. 18,50% D. 25% E. 50%
8. Disilangkan tanaman Linaria maroccana berbunga merah (AAbb)
disilangkan dengan Linaria maroccana berbunga putih (aaBb). Jika A =
ada antosianin dan a = tidak ada antosianin, B = lingkungan basa dan b =
lingkungan asam, maka keturunan yang berbunga ungu sebanyak … .
21
A. 100% B. 50% C. 37,5% D. 25% E. 12,5%
9. Dari persilangan berikut P1: M1M1M2M2 ( merah ) jika disilangkan
dengan m1m1m2m2 ( putih ) akan menhasilakan f1. Apabila disilangkan
sesama F1, maka genotif F2 adalah ...
A. 9 : 3 : 3 ; 1 C. 9 : 3 : 4 E. 12 : 3 : 1
B. 15 : 1 D. 9 : 7
10. Pada persilangan tanaman dengan sifat kriptomeri antara tanaman
berbunga ungu (AABb) dengan tanaman merah (Aabb), akan
menghasilkan perbandingan keturunan tanaman dengan warna bunga ... .
A. Ungu : Merah : Putih = 9 : 3 : 4 D. Ungu : Merah = 15 : 1
B. Ungu : Merah : Putih = 12 : 3 : 1 E. Ungu : Merah = 3 : 1
C. Ungu : Merah = 9 : 7
... Sukses ...
22
DAFTAR PUSTAKA
Cambell,dkk, 2006, Biologi jilid kedelapan, Jakarta Erlangga
Irnaningtyas. 2014. Biologi untuk SMA/MA Kelas XII Kelompok peminatan
Matematika dan Imu Alam. Jakarta: Erlangga
Pratiwi. DA, dkk. 2014. Biologi Untuk SMA Jilid 3. Jakarta: Erlangga
https://www.ruangguru.com/blog/biologi-kelas-12-penyimpangan-semu-hukum-
mendel
https://toaz.info/doc-viewer
23