MATERI AJAR Hal. 1
A. DESKRIPSI
Materi Ajar Pemetaan Sebagai Keterampilan Geografis Pada Era
Industri 4.0 sebagai tugas pembuatan bahan ajar PPG Dalam Jabatan Geografi
Tahun 2021 Universitas Siliwangi. Materi ini dirancang guna memperkuat
Kompetensi peserta didik dari sisi pengetahuan dan dalam pemecahan masalah
dengan metode PBL (Problem Based Learning).
Materi Pemetaan Sebagai Keterampilan Geografis Pada Era Industri 4.0
perlu disajikan dalam pembelajaran Geografi guna memberikan wawasan atau
pengetahuan tentang pentingnya keterampilan geografis pada era industry 4.0.
Pada era industri 4.0 ini maka teknologi Geospasial akan membantu
manusia atau peserta didik khususnya, guna memahami begitu banyak stream
data yang ada saat ini. Teknologi geospasial juga akan membantu memberikan
konteks terhadap data yang saat ini jumlahnya begitu banyak.
B. RELEVANSI
Materi ajar Pemetaan Sebagai Keterampilan Geografis Pada Era Industri
4.0 berkaitan dengan mata pelajaran geografi di SMA pada kelas X dalam
Kompetensi Dasar 3.2 yaitu memahami dasar-dasar pemetaan, pengindraan
jauh, dan Sistem Informasi Geografi (SIG) juga terdapat di kelas XII dalam
Kompetensi Dasar 3.3 yaitu menganalisis jaringan transportasi dan tata guna
lahan dengan peta dan/atau citra pengindraan jauh serta Sistem Informasi
Geografis (SIG) kaitannya dengan pengembangan potensi wilayah dan
kesehatan lingkungan.
Jika sebelum era industry 4.0 kita melihat peta dan melakukan pemetaan
barangkalli kita membutuhkan beberapa alat seperti kertas, pulpen, dan
lainnya. Nah, maka pada perkembangan teknologi sekarang ini alat-alat
tersebut sudah tergantikan oleh computer bahkan smartphone.
Saat ini peta digital mudah digunakan oleh hamper setiap kalangan,
terutama oleh siswa yang sudah memiliki smartphone baik android, IOS,
tapun smartphone lainya. Hal terseb karena dalam smartphone telah ada
aplikasi berupa peta, sebut saja seperti GoogleMaps.
MATERI AJAR Hal. 2
Googlemaps ini salah satu aplikasi yang dibuat oleh google sebagai peta
dunia secara digital. Dari hal itulah kita harus memiliki pengetahuan dan
keterampilan pemetaan dalam era industri 4.0 untuk menunjang produktivitas
kita sehari-hari.
C. PETUNJUK BELAJAR
Bacalah Materi Ajar hingga tuntas dan paham
Ikuti Petunjuk Belajar yang ada dalam Materi Ajar ini.
Pahami Capaian Pembelajaran yang ingin dicapai dalam
materi ajar ini.
Pelajari Uraian Materi secara sistematis dan mendalam
Cek pemahaman melalui rangkuman.
Jika diperlukan dapat mencari informasi tambahan dengan
melihat referensi buku pada daftar pustaka
D. SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik memiliki pengetahuan tentang keterampilan geografis abad
21 dan era industry 4.0.
2. Peserta didik memahami perkembangan dan konsep industry 4.0
3. Peserta didik mampu menganalisis perangkat lunak popular untuk
pemetaan.
E. URAIAN MATERI
1. Perkembangan dan Tahapan Era Industri
Dunia telah berkembang dan sekarang ini telah berada pada era
perkembangan industri 4.0, dengan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi yang sangat pesat.
Era industry 4.0 ini menumpukkan pada interaksi sistem siber-fisik
(cyber-physical Systems). Sistem ini berbasis pada teknologi komputasi
MATERI AJAR Hal. 3
dan informasi yang berkembang pada era industri ketiga, dengan ditambah
dengan media komunikasi jarak-jauh dan internet. Otomasi dilakukan pada
berbagai unit dengan sistem pengontrolan jarak-jauh yang saling
terintegrasi.
Scawab dalam Putrawangsa (2018) menyatakan bahwa revolusi
industri 4.0 ditandai dengan adanya pemanfaatan kecerdasan buatan
(artificial inteligent) dan digitalisasi diberbagai bidang kehidupan
termasuk dalam bidang geografi.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam era
revolusi industri 4.0 secara langsung maupun tidak langsung telah
mempengaruhi kehidupan, salah satunya dalam hal pemetaan.
Pemetaan sebagai salah satu keterampilan geografis pada sekarang
ini tidak akan terlepas dari teknologi komputasi dan informasi dalam era
industry 4.0, contoh seperti ESRI (Environment Systems Research
Insitute) yang merupakan perusahaan memasok software Sistem Informasi
Geografi (SIG) Internasional, SIG berbasis web, dan manajemen
geodatabase.
Sebelum kita lanjut mungkin ada yang bertanya, kenapa dikatakan
era industri 4.0?
Industri 4.0 ini merupakan perkembangan dari tahapan-tahapan
revolusi industri yang telah terjadi sebelumnya. Era industri pertama
dicirikan oleh munculnya pemanfaatan energi air dan batu bara sebagai
pengganti tenaga manusia pada akhir abad 18.
Era industri kedua didorong oleh ditemukannya listrik sebagai
sumber energi baru. Era ini terjadi pada awal abad 20. Elektrisasi terjadi
pada berbagai sektor dan industri. Mesin produksi mekanis diubah dengan
mesin-mesin bertenaga listrik. Perangkat distribusi dan komunikasi
berkembang pesat dengan sistem yang lebih sempurna.
Era industri ketiga tidak ditandai oleh perubahan sumber energi,
melainkan munculnya teknologi baru. Pada era industri ketiga berkembang
sistem komputerisasi dan teknologi informasi. Komputerisasi digital
merambah berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, industri dan lain-
MATERI AJAR Hal. 4
lain. Pemanfaatan sistem ini memungkinkan pembuatan sistem produksi
dan komunikasi yang terotomasi.
Era industri keempat yang pada saat ini dikenal dengan industri 4.0
adalah menumpukan pada interaksi sistem siber-fisik (cyber-physical
systems).
Ketersediaan data spasial dalam bentuk peta ataupun citra cukup
melimpah di dunia maya berbasis internet. Data-data ini tergabung dalam
suatu jaringan data spasial yang dapat saling melengkapi satu sama lain.
Tentu Bapak-Ibu sekalian sering mendengar istilah Big Data bukan ? Nah,
disitulah data-data tersebut tersedia dan dapat saling dimanfaatkan oleh
berbagai pihak, termasuk kita. Hingga saat ini, banyak aplikasi diseluruh
dunia yang memanfaatkan peta digital ini. Bahkan mungkin Bapak-Ibu
sekalian juga sering melihat game yang dimainkan oleh anak anak kita
benar-benar menggunakan lokasi sekitar kita secara virtual. Fenomena
bisnis transportasi online sudah sangat dikenal oleh masyarakat kita dikota
bahkan sampai pedesaan. Pertemuan antara driver dan konsumen dapat
segera terjadi karena bantuan perangkat digital yang dilengkapi sarana
geolokasi yang akurat.
Melihat uraian tersebut, kita dapat mengetahui pentingnya
pengetahuan dan keterampilan pemetaan terutama adalah pemetaan digital
dalam era industri 4.0. Terlebih lagi hal ini adalah keilmuan yang
dipelajari dan berada disekitar kita seperti Google Maps, Esri, dan lainnya.
Berikut ini gambar 1. Menunjukkan perkembangan daru era industri
pertama hingga sekarang ini.
MATERI AJAR Hal. 5
Gambar 1. Karakteristik masing-masing tahapan era industri.
Sumber : Rojko, 2017.
2. Sejarah Pemetaan
Sejarah adalah suatu hal yang ada kaitannya dengan peristiwa dan kejadian
masa lalu. Menurut Setiadi (2006) sejarah pada dasarnya merupakan
sebuah bahasa ide atau sebuah proses pemikiran untuk memahami diri dan
lingkungannya melalui pemahaman akan kejadian-kejadian lampau dalam
suatu kerangka waktu.
Dalam dunia perpetaan teknik menggambar lokasi atau sesuatu yang
menunjukkan suatu tempat sudah ada sejak 2300 SM oleh bangsa
Babilonia. Awalnya peta digambarkan pada batu atau tanah liat berukuran
kecil sebagai petunjuk arah. Namun pada zaman Yunani Kuno,
perkembangan peta sangat pesat. Hal ini dikarenakan adanya penemuan
teori yang menyatakan bahwa bumi itu bulat oleh Aristoteles semakin
mendorong pembuatan peta yang semakin baik. Pada periode ini, peta
masih dibuat secara manual yakni dengan tulisan tangan.
MATERI AJAR Hal. 6
Seiring berkembangnya jaman dan ilmu pengetahuan, perkembangan
pembuatan peta pun mulai memasuki ranah matematis. Pengukuran jarak
pun dijadikan salah satu alasan untuk mengubah peta yang dibuat menjadi
sesuatu yang memiliki nilai absolut. Pada masa ini, penggunaan skala
dalam merepresentasikan gambaran peta sudah mulai digunakan. Tepatnya
pada pada tahun 150 SM, peta dunia Page 6 of 29 pertama yang memiliki
bentuk kerucut dengan menggunakan garis khayal yang membagi Bumi
menjadi beberapa bagian berdasarkan garis tertutup melintang dari sisi
barat ke timur melingkari Bumi yang disebut dengan garis Lintang. Peta
tersebut diterbitkan oleh seorang ahli geografi bernama Ptolemeus. Sejak
saat itu, ilmu Geografi, khususnya pembuatan peta atau kartografi menjadi
berkembang lebih pesat seperti sekarang ini
Kemajuan teknologi pemetaan (visualisasi), saat ini mengalami
perkembangan yang sangat pesat. Banyak perusahaan yang menawarkan
peta foto untuk wilayah yang diinginkan dengan scene tertentu dan tingkat
resolusi spassial yang beragam. Hal ini terbukti dengan diluncurkannya
satelit Lansat oleh NASA pada tanggal 23 juli 1972 yang diberi nama
ERST-1 (Earth Reseource Tehnology Satelit) (Lillesand, 1979 dalam
Rachman dkk, 2004).
Menurut Mumby et all.,(11997) dalam Siregar (2010), pada area lebih dari
60 km dengan tingkat akurasi rendah, Lansat TM memberi hasil dengan
akurasi yang lebih baik. Sementara itu, untuk pemetaan dengan tingkat
resolusi sedang menghasilkan peta habitat yang kurang akurat.
Sehubungan dengan hal di atas, menurut Siregar (2010) kemajuan-
kemajuan yang dicapai dalam sensor satelit indraja terutama dengan
diluncurkannya satelit yang mempunyai resolusi spasial tinggi seperti
Ikonos di tahun 1995 dan QuickBird di tahun 2001, ini memungkinkan
fitur-fitur habitat di perairan dangkal pada luasan kurang dari 1 m atau
beberapa meter saja. Hal ini dikarenakan satelit Ikonos memiliki resolusi
spasial antara 1-4 m dan QuickBird dengan resolusi spasial 0,65 m.
MATERI AJAR Hal. 7
3. Pemetaan
a. Peta
Peta adalah suatu representasi/gambaran unsur-unsur atau
kenampakan-kenampakan abstrak objek-objek yang dipilih dari
permukaan bumi, atau yang ada kaitannya dengan permukaan bumi,
dan umumnya digambarkan pada suatu bidang datar yang
diperkecil/diskalakan (International Cartographic Association, 1973).
Peta juga didefinisikan sebagai gambaran konvensional dari
permukaan bumi yang diperkecil sesuai kenampakkannya dari atas.
Peta umumnya digambarkan dalam bidang datar dan dilengkapi
dengan skala, orientasi, dan simbol-simbol. Dengan kata lain, peta
adalah gambaran permukaan bumi yang diperkecil sesuai dengan
skala. Supaya dapat dipahami oleh pengguna atau pembaca, peta harus
diberi tulisan dan simbol-simbol.
Menurut RM. Soetardjo Soerjonosoemarno peta merupakan suatu
lukisan dengan tinta dari seluruh atau sebagian permukaan bumi yang
diperkecil dengan perbandingan ukuran yang disebut skala. Sedangkan
Menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
(BAKOSURTANAL 2005) Peta merupakan wahana bagi
penyimpanan dan penyajian data kondisi lingkungan, merupakan
sumber informasi bagi para perencana dan pengambilan keputusan
pada tahapan dan tingkatan pembangunan.
Dari definisi di atas terdapat tiga hal penting yang harus dipahami,
yaitu:
a. Adanya penggambaran objek yang terdapat dimuka bumi (melalui
simbolisasi).
b. Adanya proyeksi dari permukaan bumi yang berbentuk tidak datar
kedalam bidang datar.
c. objek-objek yang digambarkan diperkecil (dengan skala).
MATERI AJAR Hal. 8
Gambar: Peta Secara Manual dan Hasil Komputerisasi
(sumber: www.kapsain.com)
b. Komponen Peta
Dalam peta manual ataupun hasil dari komptasi SIG memiliki
komponen yang sama, berikut adalah komponen peta:
1. Judul peta
Judul peta berfungsi sebagai pemberi identitas dari sebuah peta.
Judul peta merupakan unsur yang penting dan tidak boleh
ditinggalkan. Isi informasi pokok yang dimuat pada peta dapat
segera diduga oleh pengguna dengan melihat judul peta tersebut.
Judul harus menggambarkan isi informasi dari peta.
‘
Gambar 2. Judul Peta
Sumber: https://www.geohepi.com
MATERI AJAR Hal. 9
2. Garis tepi
Garis tepi juga dinamakan dengan border. Garis tepi atau border
merupakan garis- garis yang terletak di bagian tepi peta. Ujung-
ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang berdekatan. Garis
tepi atau border ini biasanya dibuat tebal dan juga rangkap dua.
Gambar 3. Garis Tepi
Sumber : https://geohepi.hepidev.com/
3. Orientasi Peta
Orientasi peta biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk ke
arah utara.
Orientasi peta atau arah mata angin akan mempertegas keyakinan
kita akan arah sehingga kita akan semakin mudah untuk memahami
arah dalam membaca peta. Gambar arah mata angin dalam peta ada
berbagai macam bentuk. Ada yang digambar lengkap dengan 8
sudut atau anak panah, ada pula yang hanya empat anak panah atau
empat arah pokok (timur, selatan, barat, dan utara), bahkan ada
yang hanya satu arah saja, yakni arah utara.
Orientasi arah peta pada umumnya menggunakan posisi atas
sebagai arah utara. Namun demikian dalam kasus tertentu, arah
utara dapat memiliki kemiringan tertentu (oblique). Unsur ini
MATERI AJAR Hal. 10
adalah unsur yang penting dan harus ada pada peta apapun. Pada
peta-peta referensi ketepatan orientasi arah sangat diperlukan,
terutama ketika peta tersebut digunakan sebagai pemandu
pencarian lokasi pada medan berat. Kegiatan survey di tengah
hutan, penentuan jalur kapal, atau penentuan arah tembak senjata
militer sangat memerlukan informasi orientasi arah peta dengan
tepat.
Gambar 4. Orientasi peta
Sumber : https://3.bp.blogspot.com/
4. Skala
Skala peta, pasti kita tidak asing lagi dengan yang satu ini. Skala
peta merupakan sebuah bagian dari peta yang menunjukkan sebuah
ukuran perbandingan. Skala peta adalah perbandingan jarak antara
yang tercantum di peta dengan jarak yang sebenarnya.
Mengapa dibutuhkan skala peta? Karena semua jenis peta yang ada
pada dasarnya adalah hasil pengecilan dari sebuah wilayah yang
ada di permukaan Bumi. Bedanya, bumi yang bulat dilukiskan
dalam bidang datar. Proses pengecilan ini tentu saja akan
menghasilkan perbandingan antara kenyataan bentuk yang ada di
muka bumi dengan gambar yang dihasilkan.
Skala peta adalah perbandingan jarak di peta dengan di muka bumi
senyatanya (USGS, 2002). Skala memiliki fungsi sangat penting.
MATERI AJAR Hal. 11
Skala harus ada pada setiap peta mengingat fungsinya sebagai
petunjuk ukuran sebenarnya di lapangan. Peta merupakan miniatur
dan penyederhanaan dari muka bumi, maka semua obyek di muka
bumi disimbolkan dengan ukuran yang lebih kecil dengan
perbandingan tertentu. Skala dinyatakan dengan sebuah
perbandingan dalam bentuk skala angka, grafis, dan verbal.
a. Skala Angka
Skala angka memiliki kelebihan yaitu lebih mudah dalam
penulisannya, terutama dalam penyebutannya dalam sebuah
narasi atau deskribsi. Namun demikian jenis skala ini menjadi
tidak berguna ketika peta yang telah dicetak (hardcopy)
tersebut diperbesar atau diperkecil, misal melalui proses
penyiaman atau fotokopi. Mengapa demikian ? Tentu hal ini
dikarenakan oleh berubahnya ukuran-ukuran pada peta yang
diperbesar atau diperkecil tersebut, sementara angka skalanya
tetap. Bagi pengguna yang belum terlatih dalam memanfaatkan
peta, jenis skala ini juga sulit diterjemahkan. Sementara itu bagi
yang telah terlatih tentu bukanlah satu masalah yang berarti.
Contoh bentuk skala angka adalah 1 : 1000, 1 : 25.000, 1 :
50.000, dan seterusnya. Jika pada peta tertulis skala 1 : 1000,
hal ini berarti bahwa ukuran obyek di lapangan adalah 1000
unit dari satuan yang digunakan pada peta tersebut. Jika satuan
yang digunakan adalah sentimeter, berarti obyek tersebut di
lapangan memiliki panjang sebesar 1000 sentimeter.
MATERI AJAR Hal. 12
b. Skala Grafis
Skala grafis yang diwujudkan sebagai bentuk batang berbuku.
Skala grafis ini relatif lebih sulit dibuat pada proses pembuatan
manual dibandingkan dengan menuliskan sebuah skala angka.
Namun demikian, apabila proses pembuatan peta dilakukan
dengan menggunakan perangkat lunak, maka hal ini bukan
sebuah permasalahan yang besar. Bentuk skala grafis ini sangat
bervariasi jika pembuatannya dilakukan dengan menggunakan
perangkat lunak GIS. Prinsip dasar pada skala grafis ini adalah
sama dengan skala angka.
Gambar 5. Contoh Skala Grafis
Skala grafis memiliki keuntungan yaitu akan tetap bermanfaat
jika pada peta tercetak dilakukan perbesaran atau perkecilan
secara optis seperti pada kasus di muka. Perbesaran atau
perkecilan akan juga mengubah ukuran skala grafis tersebut
selaras dengan perbesaran atau perkecilan pada petanya.
Dengan demikian skala grafis ini akan tetap memberikan nilai
yang benar untuk perhitungan ukuran obyek pada peta tersebut.
Kemudahan lain dari jenis skala grafis ini adalah kemudahan
dalam interpretasi skala tersebut. Panjang suatu titik ke titik
yang lain pada peta dapat perkirakan dengan membandingkan
secara visual pada skala grafis peta. Skala grafis ini selanjutnya
juga dapat diaplikasikan untuk menghitung total panjang dari
obyek peta yang berliku. Cara yang mudah adalah dengan
menempelkan sebuah benang pada obyek peta yang berliku
tersebut kemudian membandingkannya dengan skala grafis.
MATERI AJAR Hal. 13
c. Skala Verbal
Skala verbal atau skala kalimat adalah skala yang dinyatakan
dalam bentuk kalimat. Skala ini dapat dilihat pada peta-peta
buatan Inggris. Contohnya, kita menemukan kalimat “1 inchi to
1 mile”yang berarti 1 inchi di peta menyatakan jarak 1 mil di
lapangan.
5. Insert peta
Inset Peta merupakan sebuah peta tambahan yang mempunyai
ukuran lebih kecil dan memberikan kejelasan yang terdapat di
dalam peta utama. Inset peta ini mempunyai sifat menjelaskan
wilayah yang terdapat pada peta utama.
Inset digunakan sebagai referensi lokasi geografis peta dalam skala
yang lebih kecil. Keberadaan inset peta ini memudahkan
pemahaman tentang lokasi peta dibandingkan dengan lokasi lain di
sekitarnya. Inset sangat bermanfaat bagi pengguna peta yang tidak
familiar dengan lokasi peta tersebut.
Gambar 6. Inset Peta
Sumber : https://geohepi.hepidev.com/
Gambar di sebelah kiri adalah peta inset dari peta yang bawah.
Inset tersebut menunjukkan bahwa posisi geografis dari peta
tersebut berada di bagian utara barat dari Propinsi Jawa Timur.
Peta inset memiliki skala yang lebih kecil sehingga mencakup area
yang lebih luas dari peta utama.
MATERI AJAR Hal. 14
6. Legenda
Legenda Legenda peta memuat keterangan semua simbol yang
terdapat pada peta agar peta mudah dipahami. Tidak adanya aturan
baku dalam penggunaan simbol dan warna menjadikan legenda
sebuah informasi penting yang dapat digunakan untuk
menerjemahkan informasi pada sebuah peta.
7. Koordinat dan Grid Koordinat
Koordinat adalah kedudukan sesuatu titik pada peta, yang
merupakan pertemuan garis tegak dan garis mendatar dari suatu
lembaran peta.
Grid koordinat peta digunakan sebagai acuan penentuan lokasi
peta. Grid peta berupa garis imajiner yang melintang atas-bawah
dan kiri - kanan pada peta. Koordinat grid terdapat di sepanjang
tepi peta. Satuan dari koordinat grid ditentukan oleh sistem
koordinat yang digunakan pada peta tersebut. Grid koordinat dapat
menggunakan koordinat geografis atau koordinat UTM. Kedua grid
koordinat tersebut dapat digunakan sendiri-sendiri ataupun
bersamaan untuk saling melengkapi, terutama jika pembuatannya
dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak GIS. Koordinat
geografis diwujudkan dalam bentuk lintang dan bujur. Grid
koordinat ini menggunakan satuan derajad, menit dan detik. Pada
peta skala besar, garis imajiner grid terlihat sebagai satu garis lurus,
sementara pada peta skala kecil garis imajiner grid berupa garis
yang sedikit melengkung. Lokasi sebuah titik ditunjukkan dengan
koordinat Lintang, Bujur. Contoh dari koordinat sebuah lokasi
tersebut adalah -7 o 30' 25" LS, 110o 25' 30" BT. Lokasi area
ditunjukkan dengan koordinat Lintang - Lintang, Bujur - Bujur.
Contoh dari koordinat lokasi yang berujud area adalah -7 o 10' 00"
LS - -7 o 30' 00" LS, 110o 10' 30" BT - 110o 50' 30" BT.
Perhitungan jarak antar dua titik pada peta dengan grid koordinat
MATERI AJAR Hal. 15
ini dapat dilakukan dengan menggunakan skala atau dengan
mengkonversi selisih nilai derajad, menit, detik hasil perhitungan.
Menurut Prihandito (1988) panjang bujur satu derajad di
katulistiwa adalah sejauh 111,322 km.
Gambar 7. Grid Peta
Sumber : https://archysig.files.wordpress.com/
Gambar 8. Grid peta menggunakan sistem koordinat UTM
Sumber : Modul 1 PPG
Grid koordinat UTM diwujudkan dalam bentuk meter timur dan
meter utara (easting dan northing). Satuan yang digunakan dalam
MATERI AJAR Hal. 16
grid ini adalah meter. Contoh lokasi titik pada grid dengan sistem
koordinat ini adalah 465000 mT, 9110506 mU.
8. Simbol Peta
Simbol peta adalah tanda atau gambar yang mewakili kenampakan
yang benar permukaan bumi yang terdapat
pada peta kenampakannya.
Kenampakan peta tidak sama dengan foto. Foto akan menampilkan
bentuk apa adanya. Adapun peta menampilkan informasi baik yang
tampak maupun tidak. Untuk menampilkan fenomena dan bentuk
secara informatif, digunakan simbol. Simbol peta digunakan untuk
mewakili benda yang sebenarnya. Agar simbol yang digunakan
pada peta dapat memberikan informasi yang tepat, simbol harus
sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum.
Adapun untuk syarat-syarat simbol peta yang baik adalah:
a. Kecil, agar tidak terlalu memerlukan banyak ruang pada peta,
b. Sederhana, dan
c. Jelas, agar tidak menimbulkan salah tafsir bagi pembaca.
Gambar 9. Simbol Peta
Sumber : https://4.bp.blogspot.com/
9. Lettering
Lettering adalah semua tulisan yang bermakna yang terdapat pada
peta. Bentuk huruf meliputi huruf kapital, huruf kecil, kombinasi
MATERI AJAR Hal. 17
huruf kapital-kecil, tegak, dan miring. Contoh penulisan pada peta
adalah sebagai berikut:
a. Gunakan ukuran huruf proporsional.
b. Judul ditulis dengan huruf cetak besar yang tegak.
c. Kenampakan air menggunakan jenis huruf miring.
d. Nama tempat ditulis dengan huruf tegak.
e. Tidak terlalu banyak huruf ditemukan pada peta. Oleh karena
itu, sebaiknya informasi yang ada hanya yang penting dan
ditulis secara singkat dan padat.
Gambar 10. Contoh lettering pada peta
Sumber : www.kukau.com
10. Warna Peta
Warna lazim digunakan untuk menonjolkan perbedaan objek pada
peta. Perbedaan objek tersebut kemudian digambarkan dengan
warna berbeda. Penggunaan warna berbeda tersebut antara lain
terlihat pada hal-hal berikut.
a. Warna dasar coklat untuk menggambarkan kenampakan relief
muka bumi.
b. Warna dasar biru untuk menggambarkan kenampakan wilayah
perairan (sungai, danau, dan laut).
c. Warna dasar hijau untuk menggambarkan kenampakan vegetasi
(hutan dan perkebunan).
d. Warna merah dan hitam untuk menggambarkan kenampakan
hasil budaya manusia (misalnya, jalan, kota, permukiman,
batas wilayah, dan pelabuhan udara).
e. Warna putih untuk menggambarkan kenampakan es di
permukaan bumi.
MATERI AJAR Hal. 18
Gambar 11. Contoh penggunaan warna pada peta
Sumber : https://brubuh.ngawikab.id/
11. Sumber Data dan Tahun Pembuatan Peta
Sumber peta merupakan sumber data yang digunakan dalam
pembuatan peta. Sumber data memberi kepastian bahwa data dan
informasi pada peta akurat. Sementara itu tahun pembuatan peta
dapat membantu pembaca peta untuk menganalisis berbagai
kecenderungan perubahan fenomena dari waktu ke waktu.
Gambar 12. Sumber Data dan Tahun Pembuatan pada Peta
Sumber : www.gurugeografi.id
MATERI AJAR Hal. 19
Gambar 13. Contoh Letah Sumber Peta dan Tahun Pembuatan
Sumber : https://geohepi.hepidev.com/
12. Pembuat Peta Pembuat peta merupakan orang atau lembaga yang
membuat peta.
13. Referensi
Referensi peta sering juga disebut sebagai sumber peta. Referensi
peta ini berfungsi untuk menunjukkan sumber data yang digunakan
untuk pembuatan peta tersebut. Referensi peta dapat berupa peta
dasar, data citra satelit, ataupun hasil pengolahan data statistik.
4. Website Pemetaan Populer/ESRI
Perkembangan teknologi telepon genggam dan komputer serta internet
pada era industry 4.0 telah mempermudah pekerjaan di segala bidang.
Adanya sensor GPS di hape Android bisa juga kita manfaatkan untuk
aplikasi pemetaan atau pun sekadar navigasi lapangan. Selain itu juga
banyak sekali website yang mengembangan Sistem Informasi Geografi,
salah satunya adalah ESRI.
Esri adalah perusahaan memasok software sistem informasi geografi
internasional, GIS bebasis web, dan manajemen geodatabase. Pusat Esri
berada di kota Redlands, California. Perusahaan ini didirikan pada tahun
1969 dengan nama Environmental Systems Research Institute, sebagai
MATERI AJAR Hal. 20
badan konsultan penggunaan lahan. Esri ini dapat dikunjungi melalui
alamat https://www.esri.com/
Pada beranda Esri kita dapat login atau membuat Akun dengan letak
seperti dalam gambar 14. Berikut:
Gambar 14. Beranda Esri Indonesia
Telah banyak sekali produk yang dikembangkan oleh perusahaan ini,
conoth saja ArcGIS. ArcGIS adalah paket perangkat lunak yang terdiri
dari produk perangkat lunak sistem informasi geografis yang diproduksi
oleh Esri. ArcGIS meliputi perangkat lunak berbasis Windows sebagai
berikut: ArcReader, yang memungkinkan pengguna menampilkan peta
yang dibuat menggunakan produk ArcGIS lainnya.
Gambar 15. Perangkat Lunak ArcGIS
MATERI AJAR Hal. 21
F. RANGKUMAN
Pemetaan merupakan satu keterampilan geografis yang sangat diperlukan
dalam era industri 4.0. Peta merupakan satu gambaran muka bumi atau
sebagian area muka bumi pada sebuah bidang datar dua dimensional yang
dituangkan menggunakan berbagai simbol dengan satu sistem proyeksi
tertentu. Peta merupakan penyederhanaan dari fenomena muka bumi yang
dituangkan sebagai informasi spasial.
Pada era industry 4.0 ini keterampilan pemetaan merupakan satu keterampilan
geografis yang sangat diperlukan karena keterampilan ini sudah berada
digenggaman kita dan sudah sangat mudah ditemukan di internet.
Peta merupakan satu gambaran muka bumi atau sebagian area muka bumi
pada sebuah bidang datar dua dimensional yang dituangkan menggunakan
berbagai simbol dengan satu sistem proyeksi tertentu. Peta merupakan
penyederhanaan dari fenomena muka bumi yang dituangkan sebagai informasi
spasial. Peta berfungsi sebagai penampil data dan penyimpan data.
Perkembangan teknologi mendorong perkembangan fungsi peta yaitu sebagai
alat pengindeks informasi spasial, alat pencari data, dan visualisasi awal
proses pengunduhan data hingga alat navigasi. Peta memiliki komponen yaitu
judul, skala, simbol, legenda, orientasi arah, grid koordinat, pembuat dan
tahun pembuatan, inset dan referensi.
Salah satu website dan perusahaan popular bernama ESRI. Esri adalah
perusahaan memasok software sistem informasi geografi internasional, GIS
bebasis web, dan manajemen geodatabase
MATERI AJAR Hal. 22
G. DAFTAR PUSTAKA
Budiyanto, Eko. 2019. Modul 1 Perpetaan, Penginderaan Jauh, dan Sistem
Informasi Geografis. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia.
Gatot Harmanto. 2013. Geografi 1 untuk Kelas SMA dan MA Kelompok
Peminatan Ilmu Sosial. Bandung: YramaWidya.
Agung Budi Raharjo. 2016. Buku Siswa Geografi untuk SMA/MA X
Peminatan Ilmu- Ilmu Sosial. Surakarta: Mediatama.
Danang Endarto, dkk. 2009. Geografi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta:
Pusat pembukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
https://www.gurugeografi.id/
Microsoft Encarta Premium 2009
https://esriindonesia.co.id/
https://www.esri.com/en-us/arcgis/products/
https://geohepi.hepidev.com/
www.kukau.com
https://3.bp.blogspot.com/
https://archysig.files.wordpress.com/
MATERI AJAR Hal. 23