SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU
Sosiologi adalah satu dari disipilin ilmu-ilmu sosial yang di dalamnya mengkaji tentang Sosiologi Sebagai Ilmu. Pada bahan ajar 1 ini, Anda akan mempelajari
materi sosiologi sebagai ilmu. Pokok bahasan ini sangat penting dipahami oleh Anda sebagai pengajar dalam mempelajari manusia sebagai mahluk sosial.
Kehidupan manusia senantiasa menyukai dan membutuhkan kehadiran sesamanya. Hal ini, membuktikan hakekatnya sebagai makhluk sosial yang selalu
berhubungan dengan manusia lain. Sosiologi sebagai ilmu menjelaskan bagaimana sosilogi tersebut digunakan sebagai ilmu pengetahuan. Secara singkat ilmu
pengetahuan adalah pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, pengetahuan yang kebenarannya dapat diperiksa
ditelaah dengan kritis oleh setiap orang lain yang ingin mengetahuinya.. Setelah mempelajari modul ini, Anda diharapkan memiliki kompetensi
dalammengenali dan mengidentifikasi realitas individu, kelompok dan hubungan sosial di masyarakat. Secara khusus diutamakan bahwa Anda diharapkan
memiliki kemampuan untuk menjelaskan:
A. Pengertian Sosiologi
B. Latar Belakang Lahirnya Sosiologi
Untuk membantu Anda dalam menguasai materi tentang Sosiologi sebagi ilmu, maka penyajian bahan ajar ini akan dipilah ke dalam tiga kegiatan belajar,
sebagai berikut:
A. Pertemuan ke 1 : Pengertian Sosiologi, dan Latar Belakang Lahirnya Sosiologi
Agar dapat berhasil dengan baik dalam mempelajari bahan ajar ini, sebaiknya Anda perhatikan petunjuk berikut!
1. Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan dari bahan ajar ini, agar Anda mengetahui dan memahami tentang bagaimana dan kemampuan apa yang
diharapkan setelah Anda mempelajarinya.
2. Pahami bahan ajar ini dengan seksama, dan selesaikan semua tugasnya dengan baik. Temukan kata-kata kunci dan kata-kata yang Anda anggap baru serta
penting, kemudian carilah dalam glosarium bahan belajar mandiri ini atau kamus yang dimiliki.
3. Tuntaskan mempelajari Kegiatan Belajar 1 sehingga Anda benar-benar memahaminya, untuk kemudian dapat dilanjutkan dengan mempelajari Kegiatan
Belajar 2 dan 3. Karena dengan demikian, akan memudahkan Anda untuk mempelajari dan memahami bahan ajar ini sehingga dapat mencapai kompetensi
yang diharapkan.
4. Masyarakat dan lingkungan sekitar Anda merupakan sumber belajar yang nyata dan tepat dalam mempelajari modul ini. Tentunya pengetahuan Anda juga
harus diperkaya dengan sumber belajar lain yang dapat diambil dari referensi, media cetak dan internet. Dengan demikian, Anda akan memperoleh manfaat
dari hasil belajar yang bermakna serta terhindar dari keraguan dan kesia-siaan dalam belajar.
SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU
Stimulus ..
apa itu sosiologi ? mau tahukan’..
Ya...Sosiologi! Nah, sering banget, nih, kalo gue ketemu orang, mereka denger sebuah ilmu yang bernama Sosiologi aja udah “sensi” duluan.
Kesannya kayak Sosiologi itu ilmu yang boring, gak explorable, dll. Padahal, sebenernya banyak banget yang dibahas di Sosiologi,
tapi kayaknya cabang ilmu ini dianaktirikan karena banyaknya miskonsepsi serta salah kaprah.
Hayo! Jangan-jangan, lo termasuk salah satu dari yang meremehkan Sosiologi, nih! Kalo iya juga gak apa-apa, kok. Justru gue akan buktikan ke lo semua
bahwa Sosiologi adalah cabang ilmu yang menarik, gak kalah menariknya dengan cabang-cabang ilmu lain yang populer. So, izinkan gue untuk
meyakinkan lo akan hal tersebut, dimulai dari tulisan pertama gue ini.
Jadi sebenarnya Sosiologi itu belajar tentang apa, sih? Banyak yang mikir bahwa Sosiologi itu belajar moral & etika. Gak sedikit juga yang
menganggap bahwa Sosiologi itu “cuma” teori doang. Terus, yang bener apa, dong? Nah, mari kita belajar Sosiologi
Kutipan https://www.zenius.net/blog/19662/apa-itu-sosiologi
Perhatikan peta konsep dibawah ini dan jelaskan maksudnya ! Peta Konsep
SOSIOLOGI
PENGERTIAN LATAR BELAKANG LAHIRNYA
SOSIOLOGI
Etimologi/ar ti Pengertian Menurut Revolusi Revolusi
kata dasar pendapat Industri perancis
sosiologi Ahli
1. Pengertian Sosiologi
A. Menurut istilah August Comte melalui bukunya Cours de Philisophie Positive
1. Sosiologi berasal dari kata Socius ( teman/sesama)
2. Logos (ilmu/cerita).
Jadi sosiologi adalah bercerita tentang teman atau kawan.
Obyek material : manusia
Obyek formal : hubungan antar manusia
Kemudian mempelajari berbagai bentuk relasi sosial yang mempengaruhi tindakan manusia
B. Menurut konsep dasar sosiologi terdapat dua pengertian dasar yaitu :
1. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan sebagai metode. Sosiologi sebagai ilmu berarti sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan
mengenai kajian masyarakat dan kebudayaan yang disusun secara sistematis dan logis.
2. Sosiologi sebagai metode berarti sosiologi merupakan cara-cara berpikir untuk mengungkapkan realitas social dalam masyarakat dengan
prosedur dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
C. Menurut Para Ahli
1. Pitirim Sorokin Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari
a. hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial
(misal gejala ekonomi, gejala agama gejala moral)
b. hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial dan non sosial
c. ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial
2. Soerjono Soekanto
Ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan
masyarakat Sosiologi secara umum, adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat
serta berusaha mencari pengertian – pengertian umum, rasiona dan empiris tentang masyarakat.
3. Roucek dan warren
Ilmu yang mempelajari hubungan manusia dalam kelompok.
4. Selo soermardjan dan Soelaiman Soemardi
Ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial, dan perubahan sosial.
5. Wiliam F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff
Penelitian secara ilmiah terhadap interkasi social dan hasilnya yaitu organisasi sosial.
6. Max Weber
Soisologi sebagai ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial
7. Mayor Polak
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yakni hubungan di antara manusia dan kelompok, kelompok
dam kelompok.
2. Latar Belakang Lahirnya ilmu sosiologi
Sosiologi awalnya menjadi bagian dari filsafat sosial. llmu ini membahas tentang masyarakat. namun saat itu, pembahasan tentang masyarakat hanya berkisar
pada hal-hal yang menarik perhatian umum saja, seperti perang, ketegangan atau konflik sosial, dan kekuasaan dalam kelas-kelas penguasa.
Dalam perkembangan selanjutnya, pembahasan tentang masyarakat meningkat pada cakupan yang lebih mendalam yakni : menyangkut susunan
kehidupan yang diharapkan dan norma-norma yang harus ditaati oleh seluruh anggota masyarakat. Sejak itu, berkembanglah suatu kajian
baru tentang masyarakat yang disebut sosiologi.
Sosiologi berkembang menjadi ilmu yang berdiri sendiri karena adanya ancaman terhadap tatanan sosial yang selama ini dianggap sudah
seharusnya demikian nyata dan benar. Sosiologi lahir manakala muncul perhatian terhadap masyarakat karena perubahan yang terjadi.
Ancaman tersebut adalah :
1. Terjadinya dua revolusi, yakni revolusi industri dan Revolusi Perancis
A. Revolusi Prancis (Revolusi Politik)
Terjadi pada abad ke XVI-XVII
Ada hubungannya dengan kekuasaan Raja Romawi
Revolusi Perancis membawa pengaruh yang sangat luas
Berkembangnya semboyan revolusi kesamaan (egalite), persaudaraan (fraternite), dan kebebasan (liberte). Secara politis lahirnya paham-paham
baru seperti liberalism, demokrasi, dan nasionalisme
Kondisi yang awalnya diharapkan membawa kemakmuran ternyata justru membuat timbulnya anarki (situasi tanpa aturan) dan kekacauan (chaos)
yang lebih besar setelah terjadinya Revolusi Perancis – diskriminasi orang miskin
Perubahan masyarakat yang terjadi selama revolusi politik sangat luar biasa baik bidang ekonomi, politik, dan sosial budaya. Adanya semangat
liberalisme muncul di segala bidang . seperti :penerapan dalam hukum dan undang-undang. Pembagian masyarakat perlahan-lahan terhapus dansemua
diberikan hak yang sama dalam hukum.
B. Revolusi Industri (Revolusi Ekonomi)
Terjadi pada abad ke XVIII
Didahului revolusi agraria
Terjadi perubahan penggunaan tenaga manusia ke tenaga mesin
Dampak : 1. Sosial : urbanisasi 2. Ekonomi : Industrialisasi 3. Politik : Imperialisme – borjuis proletar
Abad 18 merupakan saat terjadinya revolusi industri. Berkembangnya kapitalisme,perdagangan, mekanisasi proses dalam pabrik, terciptanya unit-
unit produksi yang luas, terbentuknya kelas buruh, dan terjadinya urbanisasi merupakan manifestasi dari hiruk-pikuknya perekonomian.
2. Tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad ke-15.
3. Perubahan di bidang sosial dan politik.
4. Perubahan yang terjadi akibat gerakan reformasi yang dicetuskan Martin Luther.
5. Meningkatnya individualisme, lahirnya ilmu pengetahuan modern.
6. Berkembangnva kepercayaan pada diri sendiri.
Ancaman-ancaman tersebut menyebabkan perubuhan-perubahan jangka panjang yang ketika itu sangat mengguncang masyarakat Eropa dan seakan
membangunkannya setelah terlena beberapa abad.
Lahirnya Sosiologi
Berhubungan dengan ilmuwan Perancis bernama Auguste Comte (1789-1857) yang dengan kreatif menyusun sintesa
aliran pemikiran sehingga kemudian mengusulkan mendirikan ilmu tentang masyarakat dengan dasar filsafat empiric.
Auguste Comte, seorang filsuf Prancis. melihat perubahan-perubahan tersebut tidak saja bersifat positif seperti
berkembangnva demokratisasi dalam masyarakat, tetapi juga berdampak negatif seperti :
1. Terjadinya konflik antar kelas dalam masyarakat. Konflik-konflik tersebut terjadi karena hilangnva norma
atau pegangan (normless) bagi masvarakat dalam bertindak. Hal itu terjadi karena masyarakat tidak lagi mengetahui
bagaimana mengatasi perubahan akibat revolusi dan hukum-hukum apa saja yang dapat dipakai untuk mengatur tatanan
sosial masyarakat.
2.Struktur masyarakat mengalami perubahan dengan munculnya kelas buruh dan kelas majikan dengan kelas
majikan yang menguasai perekonomian semakin melemahkan kelas buruh sehingga muncul kekuatan- kekuatan buruh yang
bersatu membentuk perserikatan. Dengan adanya dampak negative tersebut maka Comte, menganjurkan supaya semua penelitian mengenai masyarakat
ditingkatkan sebagai sebuah ilmu yang berdiri sendiri. Comte membayangkan suatu penemuan hukum-hukum yang dapat mengatur gejala-gejala
sosial. Ilmu sosiologi harus didasarkan pada observasi dan klasifikasi yang sistematis bukan pada kekuasaan dan spekulasi bahwa semua masyarakat
bergerak dengan melalui tahap perkembangan tertentu secara pasti dari kondisi yang sederhana menuju ke arah yang lebih kompleks.
Dasar : 3 tahap perkembangan manusia a. Teologis b. Metafisik c. Positivistik
Tetapi Auguste Comte belum dapat mengembangkan hukum-hukum sosial itu sebagai suatu ilmu tersendiri.
Comte hanya memberi istilah untuk ilmu tersebut dengan sebutan sosiologi. Istilah sosiologi muncul pertama kali pada tahun 1839 pada keterangan sebuah
paragraf dalam Pelajaran ke-47 Cours de la Philosophi (KuliahFilsafat) karya Auguste Comte. Sebelumnya Comte sempat menyebut ilmu pengetahuan ini
dengan sebutan fisika sosial tetapi karena istilah ini sudah dipakai oleh Adolphe Quetelet dalam studi ilmu barunya yaitu tentang statistik kependudukan maka
dengan berat hati Comte harus melepaskan nama fisika sosial dan merumuskan istilah baru yaitu : sosiologi yang berasal dari bahasa Yunani yaitu : socius
(masyarakat) dan logos (ilmu).