Lembar Kegiatan Peserta Didik
JURNAL PENYESUAIAN
Perusahaan Jasa
Berbasis HOTS
Untuk SMK/MAK Akuntansi
Nama : ......................................... X
No. Absen : ......................................... Semester 2
Kelas : .........................................
Karisma Oktavia Baeduwi
Drs. Joni Susilowibowo, M.Pd
KATA PENGANTAR
Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil alamin, puji syukur ata kehadirat Allah SWT berkat
limpahan rahmat serta karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD) berbasis Higher Order Thingking Skills (HOTS) yang dapat
dipergunakan peserta didik dalam mempelajarari Mata Pelajaran Akuntansi Dasar
Kelas X Akuntansi, khususnya pada materi semesrter II, yaitu Jurnal Penyesuaian
untuk Perusahaan Jasa.
LKPD ini disusun berdasar pada panduan pengembangan bahan ajar yang
diatur oleh BSNP tahun 2014 serta panduan penyusunan soal dan pembelajaran
HOTS yang diatur oleh Ditjen GTK dan Direktorat Pembinaan SMK
Kemendikbud. LKPD ini dilengkapi dengan soal-soal latihn berbasis HOTS yang
dapat digunakan untuk melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik.
Peserta didik akan dilatih untuk berpikir kritis dalam menghadapi persoalan yang
berhubungan dengan akuntansi khususnya pada materi Jurnal Penyesuaian.
LKPD ini merupakan kontribusi penulis dalam memperkaya ilmu
pengetahuan bagi peserta didik khususnya Akuntansi Keuangan & Lembaga SMK
untuk lebih mampu memahami materi Jurnal Penyesuaian. Harapannya LKPD ini
dapat membantu siswa dalam keterbatasan bahan ajar khususnya LKPD berbasis
HOTS untuk mata pelajaran Akuntansi Dasar Kelas X Akuntansi Semester II di
lapangan. Sehingga pembelajaran kurikulum 2013 yang terintegrasi HOTS dapat
terlaksana dengan baik.
Akhir kalimat, penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan, doa, dan
kerjasama dari berbagai pihak, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan
LKPD berbasis HOTS pada Mata Pelajaran Akuntansi Dasar Kelas X Akuntansi
Semester II. Semoga LKPD ini dapat bermanfaat bagi pengguna, khususnya peserta
didik SMK jurusan Akuntansi.
Wassalamu`alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Tulungagung, 19 Oktober 2021
Penulis
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | i
PETUNJUK PENGGUNAAN
Berikut ini disajikan petunjuk penggunaan bahan ajar Lembar Kegiatan Peserta
Didik (LKPD) Berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) yang ditujukan
kepada peserta didik agar mendapatkan hasil yang maksimal saat pembelajaran
Akuntansi Dasar Kelas X Akuntansi Keuangan dan Lembaga Semester II:
a. Beroalah sebelum memulai menggunakan dan mengerjakan setiap kegiatan
pada LKPD berbasis HOTS ini;
b. Lakukanlah kegiatan literasi sebelum membaca dan melanjutkan diskusi
pada LKPD ini;
c. Bacalah dan pahami dengan baik uraian ringkasan materi yang telah
disajikan dan tanyakan kepada guru jika terdapat materi yang kurang
dipahami;
d. Gunakan berbagai referensi yang relevan untuk memperluas pemahaman
Anda mengenai materi yang diajarkan;
e. Kerjakan setiap Latihan Soal dan Studi Kasus ynag berbasis HOTS dengan
baik dan tepat untuk melatih kemampuan serta keterampilan berpikir tingkat
tinggi;
f. Jangan malu untuk bertanya kepada Guru Anda jika ada kegiatan yang tidak
dipahami.
Jurnal Penyesuaian | ii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...................................................................................................... i
Petunjuk Penggunaan........................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................... iii
Kompetensi Inti & Dasar..................................................................................... iv
Kd 3.10 & 4.10 Jurnal Penyesuaian .....................................................................1
Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran.......................................................2
Kegiatan Literasi ..................................................................................................3
Ringkasan Materi .................................................................................................5
Latihan Soal........................................................................................................12
Pilihan Ganda..................................................................................................12
Uraian..............................................................................................................14
Critical & Colaborative ......................................................................................17
Studi Kasus 1 ..................................................................................................17
Studi Kasus 2 ..................................................................................................18
Daftar Pustaka......................................................................................................20
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | iii
KOMPETENSI INTI &
KOMPETENSI DASAR
Kompetensi Inti
3 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup Akuntasi dan Keuangan pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan
potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional
4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang Akuntasi dan Keuangan Menampilkan kinerja di bawah
bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar
kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan
menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung
3.10 Menganalisis Jurnal Kompetensi Dasar
Penyesuaian 4.10 Membuat Jurnal Penyesuaian
Jurnal Penyesuaian | iv
3.10 JURNAL PENYESUAIAN
KD &
4.10 PERUSAHAAN JASA
PERLENGKAPAN
BEBAN DIBAYAR
DIMUKA
PENDAPATAN
DITERIMA DIMUKA
P
E PENDAPATAN YANG
N MASIH HARUS
Y DITERIMA
E BEBAN YANG MASIH
S HARUS DIBAYAR
U
A TAKSIRAN PIUTANG
I TAK TERTAGIH
A
N PENYUSUTAN
AKTIVA TETAP
KOREKSI KESALAHAN
PENCATATAN
REKONSILIASI BANK
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 1
Kompetensi Dasar
3.10 Menganalisis Jurnal Penyesuaian
4.10 Membuat Jurnal Peneysuaian
Tujuan Pembelajaran
Setelah menganalisis dan menelaah segala informasi, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengkarakteristikkan akun-akun yang memerlukan penyesuaian
2. Menganlisis setiap akun yang disesuaikan
3. Memeriksa hasil akun yang disesuaikan
4. Menerapkan jurnal penyesuaian
5. Mengkomunikasikan hasil dari jurnal penyesuaian
Jurnal Penyesuaian | 2
LITERASI
Baca dan cermatilah bacaan berupa berita berikut dengan seksama!
PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menerbitkan laporan keuangan 2020 dan
memperoleh opini wajar. Dalam laporan keuangan tersebut, tidak terdapat catatan perolehan
premi dan pembayaran klaim. Berdasarkan dokumen yang diperoleh Bisnis, laporan
keuangan Jiwasraya itu ditetapkan oleh direksi pada 31 Maret 2021. Kantor Akuntan Publik
(KAP) Kanaka Puradiredja, Suhartono menyematkan opini wajar terhadap laporan keuangan
2020 itu.
Dalam laporan keuangan 2020 tidak terdapat catatan nilai premi dan klaim dari
Jiwasraya. Namun, laporan itu mencantumkan data 2019 dengan nilai perolehan premi
Rp3,08 triliun dan pembayaran klaim Rp14,8 triliun. Adapun, Jiwasraya mencatatkan adanya
pendapatan lain senilai Rp1,89 triliun. Akun tersebut menyumbang jumlah pendapatan yang
mencapai Rp1,9 triliun atau turun 9,8 persen dari sebelumnyaRp2,1 triliun. Dalam laporan
keuangan itu tercantum bahwa akun pendapatan lain mencakup pendapatan dari operasi yang
dihentikan, juga beban usaha lainnya senilai Rp5,58 triliun yang memuat biaya dari operasi
yang dihentikan. Akun tersebut muncul sebagai implementasi dari Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) 58.
Total aset Jiwasraya tercatat senilai Rp15,7 triliun atau turun 13,3 persen (yoy)
dibandingkan dengan sebelumnya senilai Rp18,1 triliun. Penurunan itu dipengaruhi oleh
berkurangnya nilai investasi perseroan. Jiwasraya mencatat bahwa nilai investasi pada 2020
senilai Rp2,1 triliun, berkurang hingga 85,6 persen (yoy) dari sebelumnya Rp14,9 triliun.
Instrumen investasi yang tersisa pun hanya deposito berjangka senilai Rp547,8 miliar serta
bangunan dan tanah untuk investasi senilai Rp1,6 triliun.
Padahal, pada 2019, Jiwasraya masih mencantumkan investasi di instrumen lainnya,
seperti saham senilai Rp1,65 triliun, reksa dana Rp1,65 triliun, obligasi Rp692,8 miliar,
medium term notes (MTN) Rp473,9 miliar, surat berharga negara (SBN) Rp3,15 triliun, efek
beragun aset Rp12,1 miliar, penyertaan langsung Rp777,8 miliar, dan pinjaman polis
Rp89,02 miliar.
Direktur Keuangan Jiwasraya Farid Azhar Nasution menjelaskan bahwa tidak
tercantumnya nilai premi, klaim, dan sejumlah instrumen investasi merupakan bentuk
implementasi PSAK 58 dalam penyampaian laporan keuangan 2020. Meskipun nilai
investasinya menurun, hasil investasi Jiwasraya pada 2020 justru mencatatkan kinerja
positif. Tahun lalu Jiwasraya membukukan hasil investasi Rp33,5 miliar, berbalik untung
dari 2019 yang merugi Rp896,1 miliar. Berbagai capaian kinerja itu membuat Jiwasraya
mencatatkan kerugian Rp4,04 triliun pada 2020. Nilai kerugiannya berkurang 2,27 persen
(yoy) dari 2019 yang merugi Rp4,14 triliun.
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 3
"Laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif pada tanggal dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 diaudit oleh KAP Kanaka
Puradiredja, Suhartono yang laporannya tertanggal 10 Maret 2021 dengan pendapat Wajar,"
tertulis dalam laporan keuangan tersebut.
Sumber :
https://www.google.com/amp/s/m.bisnis.com/amp/read/20210406/215/1377465/jiwasraya-
publikasikan-laporan-keuangan-2020-peroleh-opini-wajar
1. Apa yang dapat Anda simpulkan dari berita tersebut!
Jawaban:
2. Bagaimana pendapat Anda mengenai berita tersebut!
Jawaban:
Jurnal Penyesuaian | 4
JURNAL
PENYESUAIAN
A. Pengertian Jurnal Penyesuaian
Sebelum menyusun laporan keuangan, data yang terdapat dalam neraca saldo
harus diperbarui serta disesuaikan dengan kenyataan yang terjadi, perlu penelitian
ulang atas kebenaran data akuntansi beserta jumlahnya. Proses menetapkan dan
mengakui harta, utang, pendapatan, dan beban secara tepat, serta membetulkn
kesalahan yang terjadi maka diperlukannya membuat jurnal penyesuaian.
Jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi.
Tujuan dari jurnal penyesuaian ini adalah untuk menyesuaikan atau melakukan
penyeuaian antara catatan dengan kenyataan.
B. Penyebab Terjadinya Penyesuaian
Hal-hal yang menimbulkan atau diperlukannya penyesuaian di akhir periode adalah
sebagai berikut:
1. Adanya transaksi yang sudah dicatat, tetapi sudah tidak sesuai atau tidak tepat lagi.
Transaksi ini terkait dengan pembayaran atau penerimaan untuk lebih dari satu
periode. Contoh : Pembayaran dimuka, penerimaan dimuka.
2. Adanya data yang sudah terjadi namun belum dicatat. Contoh : piutang pendapatan,
utang beban.
3. Perlu dilakukan pegecekan dan perhitungan secara fisik atas aktiva. Contoh :
persediaan perlengkapan.
4. Kemungkinan terjadinya kesalahan.
C. Metode Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pada tahap pengakuan pendapatan dan beban, terdapat dua sistem atau metode
pencatatan akuntansi, yaitu:
1. Sistem pencatatan berdasarkan waktu (accrual basic), merupakan pendapatan dan
beban diakui pada saat terjadinya transaksi, walaupun belum diterima atau
dibayarkan secara tunai.
2. Sistem pencatatan berdasarkan tunai (cash basic), merupakan pendapatan dan
beban diakui pada saat diterimanya pendapatan dan dibayarnya beban secara tunai.
D. Akun – Akun Yang Memerlukan Penyesuaian
1. Perlengkapan (Supplies)
Dalam melakukan kegiatan operasional, perusahaan pastinya membutuhkan bahan
yang habis dipakai atau disebut dengan perlengkapan. Contohnya kertas, bolpoin,
dan perlengkapan lain yang sudah dipakai perusahaan. Pencatatan pemakaian
perlengkapan adalah sebagai berikut:
a. Pendekatan Neraca
Pada saat membeli perlengkapan, dicatat dengan mendebet akun perlengkapan
dan mengkredit akun kas atau utang usaha.
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 5
Pada saat membeli perlengkapan:
Perlengkapan Rp ...................
Kas/Utang Usaha Rp ...................
Pada akhir periode harus dilakukan perhitungan atas perlengkapan yang
terpakai dan yang masih ada atau belum dipakai untuk perlengkapan yang
sebenarnya. Untuk perlengkapan yang sudah digunkaan dalam periode
akuntansi, harus dicatat sebagai beban perlengkapan, melalui jurnal
penyesuaian sebagai berikut:
Jurnal Penyesuaian:
Beban Perlengkapan Rp ...................
Perlengkapan Rp ...................
Contoh:
Pada tanggal 31 Desember 2019, terdapata neraca saldo akun perlengkapan
sebesar Rp 1.500.000, sedangkan perlengkapan yang masih tersedia digudang
sebesar Rp 750.000. jadi perlengkapan yang telah dipakai pada periode tersebut
sebesar Rp Rp 750.000.
Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2019:
Beban Perlengkapan Rp 750.000
Perlengkapan Rp 750.000
b. Pendekatan Laba Rugi
Pada saat membeli perlengkapan, dicatat dengan mendebet akun Beban
Perlengkapan dan mengkredit akun Kas/Utang Usaha:
Pada saat membeli perlengkapan:
Beban Perlengkapan Rp ...................
Kas/Utang Usaha Rp ...................
Pada akhir periode, akun Perlengkapan menunjukkan perlengkapan yang belum
dipakai. Jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir periode adalah :
Jurnal Penyesuaian:
Perlengkapan Rp ...................
Beban Perlengkapan Rp ...................
Contoh :
Pada tanggal 31 Desember 2019, terdapat kaun perlengkapan sebesar Rp
750.000 pada neraca saldo. Setelah dicek ternyata perlengkapan yang masih
tersedia di gudang sebesar Rp 500.000.
Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2019:
Perlengkapan Rp 500.000
Beban Perlengkapan Rp 500.000
2. Beban Dibayar Dimuka (Prepaid ExpenseI)
Beban dibayar dimuka, merupakan beban yang sudah dibayar perusahaan, tetapi
belum diakui sebagai beban pada periode akuntansi yang bersangkutan karena
memiliki masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
a. Pendekatan Neraca
Jurnal Penyesuaian | 6
Pada saat membayar, dicatat dengan mendebet akun Beban dibayar dimuka dan
mengkredit akun Kas.
Pada saat membayar beban:
(nama beban) dibayar dimuka Rp ...................
Kas Rp ...................
Jurnal penyesuaian pada akhir periode akauntansi, mencatat jumlah yang telah
menjadi beban (yang telah disepakati).
Jurnal Penyesuaian:
Beban ... (nama beban) Rp ...................
(nama beban) dibayar dimuka Rp ...................
b. Pendekatan Laba Rugi
Pada saat membayar dicatat dengan mendebet akun Beban dan mengkredit akun
Kas.
Jurnal:
Beban ... (nama beban) Rp ...................
Kas Rp ...................
Jurnal penyesuaian pada akhir periode adalah jumlah yang belum menjadi
beban/harta (... dibayar dimuka).
Jurnal Penyesuaian:
(nama beban) dibayar dimuka Rp ...................
Beban ... (nama beban) Rp ...................
Contoh :
Pada tanggal 1 Agustus 2019, dibayarkan premi asuransi sebesar Rp 4.800.000.
Jurnal Penyesuaian, 31 Desember 2019 pendekatan neraca
Waktu yang telah menjadi beban 1 Agustus – 31 Desember = 5 bulan
Jumlah yang terpakai per bulan Rp 4.800.000 : 12 = Rp 400.000
Jumlah yang menjadi beban Rp 400.000 x 5 bulan = Rp 2.000.000
Beban asuransi Rp 2. 000.000
Asuransi dibayar dimuka Rp 2.000.000
Jurnal Penyesuaian, 31 Desember 2019 pendekatan laba rugi
Waktu yang telah menjadi beban 1 Januari – 1 Agustus = 7 bulan
Jumlah yang terpakai per bulan Rp 4.800.000 : 12 = Rp 400.000
Jumlah yang menjadi beban Rp 400.000 x 7 bulan = Rp 2.800.000
Asuransi dibayar dimuka Rp 2. 800.000
Beban asuransi Rp 2.800.000
3. Pendapatan Diterima Dimuka (Unearned Revenue)
Pendapatan diterima dimuka, merupakan pendapatan yang uangnya sudah diterima
tetapi belum diakui sebagai pendapatan pada periode yang bersangkutan.
a. Pendekatan Neraca
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 7
Pada saat menerima pendapatan diterima dimuka, dicatat sebagai pendapatan.
Pada saat menerima:
Kas Rp ...................
(akun) Diterima Dimuka Rp ...................
Pendapatan menunjukkan jumlah yang telah menjadi hak, sebesar yang telah
terpakai.
Jurnal Penyesuaian akhir periode
(akun) Diterima Dimuka Rp ...................
Pendapatan ... Rp ...................
b. Pendekatan Laba Rugi
Pada saat menerima pendapatan diterima dimuka, dianggap sebagai pendapatan
dengan endebet akun kas dan mengkredit akun pendapatan.
Pada saat menerima:
Kas Rp ...................
Pendapatan ... Rp ...................
Pada akhir periode, harus diadakan penyesuaian dengan mengkredit akun
diterima dimuka sebesar yang belum terpakai.
Contoh:
Pada tanggal 1 September 2019, diterima pendapatan sewa dimuka sebesar Rp
7.500.000 untuk satu tahun.
Jurnal Penyesuaian, 31 Desember 2019 pendekatan neraca
Waktu yang telah menjadi beban 1 September – 31 Desember = 4 bulan
Jumlah yang terpakai per bulan Rp 7.500.000 : 12 = Rp 625.000
Jumlah yang menjadi beban Rp 625.000 x 4 bulan = Rp 2.500.000
Sewa Diterima Dimuka Rp 2. 500.000
Pendapatan Sewa Rp 2.500.000
Jurnal Penyesuaian, 31 Desember 2019 pendekatan laba rugi
Waktu yang telah menjadi beban 1 Januari – 1 September = 8 bulan
Jumlah yang terpakai per bulan Rp 7.500.000 : 12 = Rp 625.000
Jumlah yang menjadi beban Rp 625.000 x 8 bulan = Rp 5.000.000
Pendapatan Sewa Rp 5.000.000
Sewa Diterima Dimuka Rp 5.000.000
4. Pendapatan yang Masih Harus Diterima (Accrued Receivable)
Pendapatan yang masih harus diterima atau disebeut piutang pendapatan,
merupakan pendapatan yang uangnya belum diterima secara tunai, tetapi sudah
diakui sebagai pendapatan untuk periode yang bersangkutan.
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Pendapatan yang masih harus diterima Rp ...................
Pendapatan ... Rp ...................
Contoh:
Jurnal Penyesuaian | 8
Pada tanggal 31 Desember 2019, masih harus diterima pendapatan sewa toko untuk
bulan November – Desember 2019 sebesar Rp 3.750.000.
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Pendapatan yang masih harus diterima Rp 3.750.000
Pendapatan Sewa Rp 3.750.000
5. Beban yang Masih Harus Dibayar (Accruad Payable)
Beban yang masih harus dibayar merupakan beban yang realisasi pembayarannya
belum terjadi, tetapi sudah menjadi beban bagi perusahaan karena perusahaan sudah
menerima manfaatnya sehingga merupakan utang pada periode yang bersangkutan.
Beban yang harus dibayar sama dengan utang beban pada akhir periode akuntansi.
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Beban ... (nama beban) Rp ...................
Beban ... yang Masih Harus Dibayar Rp ...................
Contoh :
Pada tanggal 31 Desember 2019, diterima tagihan listrik dan air sebesar Rp
2.500.000 yang akan dibayarkan pada tanggal 2 Januari 2020.
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Beban listrik dan air Rp 2.500.000
Beban listrik dan air yang Masih Rp 2.500.000
Harus Dibayar
6. Taksiran Piutang Tak Tertagih (Estimation Of Bad Debt)
Dalam suatu kegiatan usaha, adakalanya perusahaan tidak dapat menagih piutang
kepada debitur. Untuk itu, perusahaan perlu membuat cadangan penghapusan
piutang yang tidak dapat ditagih. ada dua metode pencatatan penghapusan metode
pencatatan penghapusan piutang, yaitu metode langsung dan metode tidak
langsung.
a. Metode Langsung (Direct Write Off Method)
Pada metode ini perusahaan mengakui rugi jika piutang benar-benar tidak dapat
ditagih. Pada akhir periode, perusahaan tidak membuat taksiran atas kerugian
piutang. Jika ada piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih, perusahaan akan
menganggapnya sebagai kerugian, dengan membuat jurnal penyesuaian sebagai
berikut:
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Beban kerugian piutang Rp ..................
Piutang Usaha Rp ..................
Contoh :
Pada tanggal 31 Desember 2019, terdapat saldo piutang usaha sebesar Rp
23.500.000. Data penyesuaian 31 Desember 2019 menunjukkan bahwa seorang
debitur perusahaan jatuh pailit sehingga piutang sebesar Rp 250.000 harus
dihapuskan.
Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2019
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 9
Beban kerugian piutang Rp 250.000
Piutang Usaha Rp 250.000
b. Metode Tidak Langsung/Cadangan (Indirect Write Off Method)
Pada metode ini, perusahaan mengalami kerugian walaupun belum dapat
dipastikakn bahwa piutang tidak dapat ditagih. dalam pajak, hanya diakui
pendapatan piutang secara langsung, bukan metode cadangan. Pada akhir
periode, perusahaan membuat taksiran atas kemungkinan piutang yang tidak
dapat tertagih, dengan jurnal penyesuaian sebagai berikut:
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Beban kerugian piutang Rp ..................
Cad. Kerugian Piutang Rp ..................
Apabila pada tahun berjalan terdapat piutang yang benar-benar tidak dapat
ditagih, jurnal penyesuaian dibuat sebagai berikut:
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Cad. Kerugian Piutang Rp ..................
Piutang Usaha Rp ..................
Contoh :
Pada tanggal 31 Desember 2019, diketahui saldo piutang sebesar Rp
23.500.000. Data penyesuaian tanggal 31 Desember 2019 menunjukkan
bbahwa penyisihan kerugian piutang ditetapkan 3% dari saldo piutang usaha.
Taksiran kerugian piutang 3% x Rp 23.500.000 = Rp 705.000
Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2019
Beban kerugian piutang Rp 705.000
Cad. Kerugian Piutang Rp 705.000
7. Penyusutan Aktiva Tetap (Depreciation of Fixed Assets)
Harta tetap dicatat dengan harga perolehan, sedangkan beban penyusutan adalah
penurunan nilai harta tetap yang digunakan perusahaan. Penyusutan biasanya
dilakukan setiap akhir periode melalui jurnal penyesuaian.
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Beban Penyusutan Aktiva Tetap Rp ..................
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Rp ..................
8. Koreksi Kesalahan Pencatatan
Koreksi pencatatan merupakan pencatatan yang tidak sesuai dengan keadaan yang
sebenarnya, sehingga mempengaruhi laporan keuangan periode berjalan atau
periode sebelumnya. Langkah – langkah jurnla koreksi:
1) Tulis jurnal yang salah
2) Jurnal yang salah dibalik
3) Tulis jurnal yang benar
4) Langkah 2) dan 3) digabungkan
9. Rekonsiliasi Bank
Jurnal Penyesuaian | 10
Rekonsiliasi bank merupakan suatu metode analisis yang merinci perbedaan saldo
simpanan bank menurut rekening koran dan menurut catatan perusahaan. Laporan
yang dibuat perusahaan mencakup keterangan tetang sebab terjadinya perbedaan.
Beberapa pencatatan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut:
Pendapatan Jasa Giro:
Kas Bank Rp ..................
Pendapatan Jasa Giro Rp ..................
Beban Administrasi Bank:
Beban Adinistrasi Bank Rp ..................
Kas Bank Rp ..................
Potongan PPh jasa giro:
Beban Potongan PPh ps.23 Final Rp ..................
Kas Bank Rp ..................
Cek tidak cukup dana:
Piutang Usaha Rp ..................
Kas Bank Rp ..................
Nota Inkaso:
Kas Bank Rp ..................
Piutang Usaha Rp ..................
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 11
LATIHAN SOAL
I. PILIHAN GANDA
Pilihlah salah satu jawaban di bawah ini yang paling tepat dengan memberikan
tanda silang (x) pada A, B, C, atau D!
1. Pada tanggal 31 Desember 2019, UJ Nusamba yang bergerak di bidang
fotokopian membuat laporan keuangan untuk mengetahui kondisi dari
perusahaan tersebut. Namun, ternyata nominal yang tercatat tidak sesuai dengan
kondisi yang sebenarnya. Dari masalah tersebut, kesalahan yang terjadi karena
UJ Nusamba ...
A. Tidak mencatat beberapa transaksi ketika kegiatan operasional
berlangsung
B. Tidak melakukan perbaikan serta penyesuaian setelah kegiatan
operasional
C. Melakukan pencatatan yang tidak sesuai dengan standar akuntansi
yang digunakan
D. Mengalami perubahan transaksi karena banyaknya pesanan yang
diterima
2. Pada akhir periode untuk membuat laporan keuangan diperlukannya
penyesuaian terlebih dahulu untuk menyesuaikan kondisi yang sebenarnya. Ada
beberapa hal yang menyebabkan diperlukannya jurnal penyesuaian. Dibawah
ini faktor penyebab terjadinya penyesuaian pada perusahaan jasa adalah ...
A. Adanya transaksi pembayaran utang yang mengamali keterlambatan
pembayaran.
B. Adanya kerugian yang terjadi akibat menurunnya pendapatan
perusahaan.
C. Adanya pendapatan perusahaan yang masih dianggap sebagai utang
perusahaan.
D. Adanya pengeluaran biaya-biaya besar yang terjadi diluar kegiatan
operasional.
3. Pada tanggal 25 Oktober 2019, Perusahaan Jasa OB Travel mendapatkan uang
jasa yang diterima secara tunai dan sudah dicatat sebagai transaksi untuk jasa
travel bulan November yang akan datang. Dalam pencatatan tersebut maka ...
E. Perusahaan Jasa OB Travel melakukan pencatatan accrual basic dan
diperlukan penyesuaian
F. Perusahaan Jasa OB Travel melakukan pencatatan cash basic dan
diperlukannya penyesuaian
G. Perusahaan Jasa OB Travel melakukan pencatatan accrual basic dan
tidak diperlukan penyesuaian
Jurnal Penyesuaian | 12
H. Perusahaan Jasa OB Travel melakukan pencatatan cash basic dan
tidak diperlukannya penyesuaian
4. Pada tanggal 31 Januari 2019, Neraca saldo Laundry Wangi pada akun
perlengkapan bernilai Rp 2.050.000. Namun, setelah pengecekan ternyata
perlengkapan yang ada digudang sebesar Rp 550.000. Maka penyesuaian yang
harus dilakukan adalah ...
A. Perlengkapan berkurang kredit sebesar Rp 550.000
B. Perlengkapan bertambah debet sebesar Rp 550.000
C. Perlengkapan berkurang kredit sebesar Rp 1.500.000
D. Perlengkapan bertambahn debet sebesar Rp 1.500.000
5. Pada tanggal 31 Desember 2018 diketahui pendapatan sewa sebesar Rp
71.500.000. pendapatan sewa termasuk Rp 3.750.000 untuk periode 1
November 2018 sampai dengan 31 Desember 2019. Jurnal penyesuaian pada
desember 2018 adalah ...
A. Pendapatan Sewa Rp 3.750.000
Pendapatan sewa diterima Rp 3.750.000
dimuka
B. Pendapatan Sewa Diterima Rp 3.750.000
Dimuka Rp 3.750.000
Pendapatan Sewa
C. Pendapatan Sewa Diterima Rp 3.125.000
dimuka Rp 3.125.000
Pendapatan Sewa
D. Pendapatan Sewa Rp 3.125.000
Pendapatan Sewa Diterima Rp 3.125.000
dimuka
6. Pada tanggal 1 Juni 2019 persewaan mobil Majapahit menerima pendapatan
jasa untuk masa satu tahun sebesar Rp 30.000.000 yang dicatat langsung
sebagai pendapatan. Maka, jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31
Desember 2019 adalah ...
A. Pendapatan Sewa Rp 17.500.000
Sewa diterima dimuka Rp 17.500.000
B. Sewa Diterima Dimuka Rp 17.500.000
Pendapatan Sewa Rp 17.500.000
C. Sewa Diterima dimuka Rp 12.500.00
Pendapatan Sewa Rp 12.500.000
D. Pendapatan Sewa Rp 12.500.000
Sewa Diterima dimuka Rp 12.500.000
7. Pada tanggal 2 Oktober 2019, Jasa Pijit Sehat membayarkan iklan sebesar Rp
1.200.000 untuk 24 kali siaran di radio. Dimana setiap bulannya akan disiarkan
pada tanggal 10 dan 20. Maka pada tanggal 31 Desember, penyesuaian yang
terjadi adalah ...
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 13
A. Iklan dibayar dimuka bertambah debet sebesar Rp 900.000
B. Iklan Dibayar Dimuka berkurang kredit sebesar Rp 900.000
C. Iklan dibayar dimuka bertambah debet sebesar Rp 300.000
D. Iklan dibayar dimuka berkurang kredit sebesar Rp 300.000
8. Pada tanggal 31 Agustus 2019, Studio Musik Arena mendapatkan tagihan listrik
yang harus segera dibayarkan pada bulan selanjutnya sebesar Rp 1.020.000.
Studio Musik Arena akan membayar tagihan tersebut pada tanggal 2 Januari
2020. Maka pencatatan yang harus dilakukan pada tanggal 31 Desember 2019
adalah ...
A. Beban listrik bertambah debet sebesar Rp 1.020.000
B. Beban listrik yang masih harus dibayar sebesar Rp 1.020.000
C. Kas berkurang kredit sebesar Rp 1.020.000
D. Tidak dijurnal
9. Pada tanggal 31 Desember 2019, terdapat asuransi dibayar dimuka sebesar Rp
3.000.000. Pada akhir periode akuntansi terdapat keterangan bahwa Rp
1.000.000 telah menjadi biaya. Dari data tersebut, pada neraca saldo disesuaikan
akun asuransi dibayar dimuka sebesar ...
A. Rp 3.000.000
B. Rp 2.000.000
C. Rp 1.000.000
D. Rp 250.000
10. Pada tanggal 31 Desember 2019, data neraca saldo antara lain:
Kendaraan Rp 102.000.000
Akumulasi Penyusutaan Kendaraan Rp 3.060.000
Penyusutan kendaraan ditetapkan 3% pertahun dari harga perolehan. Dari data
tersebut maka, penyusutan yang terjadi pada bulan akhir periode Desember
2019 adalah ...
A. Rp 6.120.000
B. Rp 3.060.000
C. Rp 255.000
D. Rp 3.315.000
II. URAIAN
Analisislah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini dan jawablah dengan benar dan
tepat!
1. Pada tanggal 31 Oktober 2019, neraca saldo Travel Doa Ibu menunjukkan
nominal sebesar Rp 27.500.000 pada akun piutang usaha serta saldo penyisihan
kerugian piutang sebesar Rp 250.000.000. Karena beberapa alasan seorang
akuntan dari perusahaan tersebut menyebutkan bahwa 3% dari saldo piutang
Jurnal Penyesuaian | 14
usaha tidak dapat ditagih oleh perusahaan sehingga memungkinkannya
mengalami kerugian. Dari data tersebut hitunglah kerugian piutang yang terjadi
dan buatlah jurnal penyesuaian!
Jawaban:
2. Pada tanggal 1 Agustus 2019, Laundry Alami membeli sebuah peralatan
laundry sebesar Rp 50.200.000. Peralatan tersebut diperkirakan memiliki umur
ekonomis selama 8 tahun serta mengalami penyusutan sebesar 30% setiap
tahunnya. Dari data tersebut tentukanlah penyusutan setiap bulannya dan
buatlah jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2019!
Jawaban:
3. Pada tanggal 1 Juli 2019, Penjahit Maju membayarkan sewa ruko dimuka untuk
tempat usahanya sebesar Rp 8.400.000 untuk masa periode setahun. Pada akhir
periode akuntansi Desember 2019 dibuat penyesuaian atas transaksi tersebut.
Dari data tersebut berapa besarnya sewa ruko per bulan dan buatlah jurnal
penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2019!
Jawaban:
4. Pada Tanggal 31 Oktober 2019, UJ Matahari yang bergerak di bidang jasa
penyewaan menerima rekonsiliasi bank dengan nominal akhir kas bank sebesar
Rp 51.130.000. Namun, ternyata dalam pencatatan perusahaan kas bank
diperoleh sebesar Rp 44.880.000. Dari analisis yang telah dilakukan ternyata
ada beberapa pencatatan yang belum dicatat dan disesuiakan antara lain:
1) Bank memberikan jasa giro sebesar Rp 5.000.000
2) Atas jasa giro tersebut dikenakan PPh sebesar 20%
3) Bank membebani biaya administrasi sebesar Rp 250.000
4) Perusahaan mendapatkan nota inkaso sebesar Rp 2.500.000
Dari data tersebut, analisislah penyesuaian yang terjadi dan buatlah jurnal
penyesuaian yang diperlukan!
Jawaban:
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 15
5. Pada tanggal 30 November 2019, Travel Selamat masih harus menerima uang
dari pelanggan atas jasa travel yang dilakukan pada tanggal 21 November 2019
sebesar Rp 4.730.000. Dari data tersebut, analisislah permasalahan yang terjadi
dan buatlah jurnal penyesuaian yang dibutuhkan padatanggal 30 November
2019!
Jawaban:
Jurnal Penyesuaian | 16
Critical & Colaborative
Berikut ini disajikan 2 (dua) studi kasus mengenai Jurnal Penyesuaian Perusahaan
Jasa untuk dipecahkan secara kritis dan kolaboratif. Lakukanlah analisis yang
diminta bersama teman sekelompok Anda dan komunikasikanlah serta lakukan
evaluasi atas hasil analisis kelompok Anda!
STUDI KASUS 1
Anita yang belum terdaftar sebagai PKP dan WP memiliki usaha yang bernama
Photo Studio Anyar, dengan neraca saldo sebagai berikut:
Photo Studio Anyar
Neraca Saldo
Per 31 Desember 2019
No. Akun Keterangan Debet Kredit
111 Kas Rp 25.230.000
112 Piutang Usaha Rp 91.820.000
113 Perlengkapan Fotografi Rp 9.620.000
114 Perlengkapan Kantor Rp 4.130.000
115 Sewa Dibayar Dimuka Rp 11.000.000
121 Peralatan Fotografi Rp 48.000.000
122 Peralatan Kantor Rp 11.500.000
211 Utang Usaha Rp 31.200.000
311 Modal Anita Rp 82.900.000
411 Pendapatan Fotografi Rp 95.765.000
611 Beban Gaji Karyawan Rp 12.200.000
811 Pendapatan Bunga Rp 35.000
812 Pendapatan Sewa Rp 3.600.000
TOTAL Rp 213.500.000 Rp 213.500.000
Data penyeuaian yang terjadi tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
1) Kerugian piutang ditaksir 1% dari piutang usaha
2) Perlengkapan fotografi yang masih ada di gudang sebesar Rp 5.720.000
3) Perlengkapan kantor yang habis dipakai sebesar Rp 1.130.000
4) Sewa gedung telah terpakai Rp 1.600.000
5) Masih harus diterima bunga atas uang yang ada di bank sebesar Rp
115.000
6) Masih harus dibayar gaji karyawan sebesar Rp 2.400.000
7) Sewa diterima dimuka Rp 600.000
8) Penyusutan peralatan fotografi 20% per tahun dan peralatan kantor 10%
per tahun
Dari data tersebut buatlah jurnal penyesuaian yang dibutuhkan beserta
analisisnya!
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 17
Jawaban:
STUDI KASUS 2
Neraca saldo Bengkel Abadi per 31 Desember 2019 sebagai berikut:
Bengkel Abadi
Neraca Saldo
Per 31 Desember 2019
No. Akun Keterangan Debet Kredit
111 Kas Rp 13.650.000
112 Piutang Usaha Rp 12.350.000
113 Asuransi Dibayar Dimuka Rp 1.800.000
114 Perlengkapan Kantor Rp 11.750.000
115 Perlengkapan Bengkel Rp 4.150.000
121 Peralatan Rp 17.500.000
122 Tanah dan Gedung Rp 95.000.000
211 Utang Usaha Rp 23.500.000
213 Pendapatan Diterima Rp 250.000
dimuka
221 Utang Bank Rp 25.000.000
311 Modal Rp 80.000.000
312 Prive Rp 1.600.000
411 Pendapatan Service Rp 63.750.000
611 Beban Gaji Karyawan Rp 12.875.000
613 Beban sewa Rp 12.000.000
614 Beban Iklan Rp 2.900.000
615 Beban listrik, air, dan Rp 4.625.000
telepon
TOTAL Rp 192.500.000 Rp 192.500.000
Setelah diadakan pengecekan atas saldo akun, diperoleh keterangan
penyesuaian sebagai berikut:
1) Kerugian piutang tak tertagih ditaksir 1% dari saldo piutang usaha
2) Asuransi dibayar diuka untuk dua tahun, dibayarkan pada tanggal 1 Juli
2019
Jurnal Penyesuaian | 18
3) Persediaan perlengkapan kantor yang masih ada digudang sebesar Rp
7.570.000
4) Peralatan disusutkan 10% per tahun
5) Nilai tanah Rp 42.000.000 dan sisanya nilai gedung. Umur ekonomisnya
ditaksir 20 tahun.
6) Pendapatan diterima dimuka telah diselesaikan sampai tanggal 31 Desember
2019 sebesar Rp 150.000
7) Nilai perlengkapan bengkel yang masih tersisa di bengkel sebesar Rp
2.400.000
8) Beban sewa sebesar Rp 12.000.000 untuk satu tahun, dibayarkan pada
tanggal 1 Mei 2019
9) Beban yang masih harus dibayarkan:
Listrik, air, dan telepon Rp 1.350.000
Langganan majalah dan koran Rp 230.000
10) Beban iklan untuk satu tahun sebesar Rp 2.900.000, dibayar pada tanggal 1
Oktober 2019.
Dari data tersebut buatlah jurnal penyesuaian yang dibutuhkan beserta
analisisnya!
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 19
DAFTAR PUSTAKA
Faiza, A. S. (2020). Lembar Kegiatan Peserta Didik ADMINISTRASI PAJAK Berbasis HOTS
untuk SMK Akuntansi. Surabaya: Unesa Unipress.
Harti, D. (2011). Akuntansi 1A untuk SMK dan MAK. Semarang: Erlangga.
Harti, D. (2011). Akuntansi 1B untuk SMK dan MAK. Semarang: Erlangga.
Muawanah, U. (2008). Konsep Dasar Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Jakarta:
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.
Jurnal Penyesuaian | 20
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
AKUNTANSI DASAR
JURNAL PENYESUAIAN PERUSAHAAN JASA
Untuk SMK/MAK Akuntansi & Keuangan Lembaga
Penulis
Karisma Oktavia Baeduwi
Dosen Pembimbing:
Drs. Joni Susilowibowo, M.Pd
Moch. Danang Bahtiar, S.Pd,. M.Pd
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | i
KATA PENGANTAR
Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahi rabbil alamin, puji syukur ata kehadirat Allah SWT berkat
limpahan rahmat serta karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan Lembar Kerja
Peserta Didik (LKPD) berbasis Higher Order Thingking Skills (HOTS) yang dapat
dipergunakan peserta didik dalam mempelajarari Mata Pelajaran Akuntansi Dasar
Kelas X Akuntansi, khususnya pada materi semesrter II, yaitu Jurnal Penyesuaian
untuk Perusahaan Jasa.
LKPD ini disusun berdasar pada panduan pengembangan bahan ajar yang
diatur oleh BSNP tahun 2014 serta panduan penyusunan soal dan pembelajaran
HOTS yang diatur oleh Ditjen GTK dan Direktorat Pembinaan SMK
Kemendikbud. LKPD ini dilengkapi dengan soal-soal latihan berbasis HOTS yang
dapat digunakan untuk melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik.
Peserta didik akan dilatih untuk berpikir kritis dalam menghadapi persoalan yang
berhubungan dengan akuntansi khususnya pada materi Jurnal Penyesuaian.
LKPD ini merupakan kontribusi penulis dalam memperkaya ilmu
pengetahuan bagi peserta didik khususnya Akuntansi Keuangan & Lembaga SMK
untuk lebih mampu memahami materi Jurnal Penyesuaian. Harapannya LKPD ini
dapat membantu siswa dalam keterbatasan bahan ajar khususnya LKPD berbasis
HOTS untuk mata pelajaran Akuntansi Dasar Kelas X Akuntansi Semester II di
lapangan. Sehingga pembelajaran kurikulum 2013 yang terintegrasi HOTS dapat
terlaksana dengan baik.
Akhir kalimat, penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan, doa, dan
kerjasama dari berbagai pihak, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan
LKPD berbasis HOTS pada Mata Pelajaran Akuntansi Dasar Kelas X Akuntansi
Semester II. Semoga LKPD ini dapat bermanfaat bagi pengguna, khususnya peserta
didik SMK jurusan Akuntansi.
Wassalamu`alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Tulungagung, 19 Oktober 2021
Penulis
Jurnal Penyesuaian | ii
PETUNJUK PENGGUNAAN
Berikut ini disajikan petunjuk penggunaan bahan ajar Lembar Kegiatan Peserta
Didik (LKPD) Berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) yang ditujukan
kepada peserta didik agar mendapatkan hasil yang maksimal saat pembelajaran
Akuntansi Dasar Kelas X Akuntansi Keuangan dan Lembaga Semester II:
a. Beroalah sebelum memulai menggunakan dan mengerjakan setiap kegiatan
pada LKPD berbasis HOTS ini;
b. Lakukanlah kegiatan literasi sebelum membaca dan melanjutkan diskusi
pada LKPD ini;
c. Bacalah dan pahami dengan baik uraian ringkasan materi yang telah
disajikan dan tanyakan kepada guru jika terdapat materi yang kurang
dipahami;
d. Gunakan berbagai referensi yang relevan untuk memperluas pemahaman
Anda mengenai materi yang diajarkan;
e. Kerjakan setiap Latihan Soal dan Studi Kasus ynag berbasis HOTS dengan
baik dan tepat untuk melatih kemampuan serta keterampilan berpikir tingkat
tinggi;
f. Jangan malu untuk bertanya kepada Guru Anda jika ada kegiatan yang tidak
dipahami.
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... ii
PETUNJUK PENGGUNAAN ............................................................................ iii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iv
KOMPETENSI INTI & KOMPETENSI DASAR..............................................v
JURNAL PENYESUAIAN....................................................................................1
Kompetensi Dasar ........................................................................................................... 2
LITERASI........................................................................................................................... 3
JURNAL PENYESUAIAN.................................................................................................... 5
LATIHAN SOAL............................................................................................................... 12
I. PILIHAN GANDA ................................................................................................ 12
II. URAIAN.............................................................................................................. 16
Critical & Colaborative .................................................................................................. 18
STUDI KASUS 1 .......................................................................................................... 18
STUDI KASUS 2 .......................................................................................................... 19
PEDOMAN PEN-SKORAN................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................22
Jurnal Penyesuaian | iv
KOMPETENSI INTI &
KOMPETENSI DASAR
Kompetensi Inti
3 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup Akuntasi dan Keuangan pada tingkat teknis,
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan
potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional
4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang Akuntasi dan Keuangan Menampilkan kinerja di bawah
bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar
kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan
menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan
mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung
3.10 Menganalisis Jurnal Kompetensi Dasar
Penyesuaian 4.10 Membuat Jurnal Penyesuaian
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | v
3.10 JURNAL PENYESUAIAN
KD &
4.10 PERUSAHAAN JASA
PERLENGKAPAN
BEBAN DIBAYAR
DIMUKA
PENDAPATAN
DITERIMA DIMUKA
P
E PENDAPATAN YANG
N MASIH HARUS
Y DITERIMA
E BEBAN YANG MASIH
S HARUS DIBAYAR
U
A TAKSIRAN PIUTANG
I TAK TERTAGIH
A
N PENYUSUTAN
AKTIVA TETAP
KOREKSI KESALAHAN
PENCATATAN
REKONSILIASI BANK
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 1
Kompetensi Dasar
3.10 Menganalisis Jurnal Penyesuaian
4.10 Membuat Jurnal Peneysuaian
Tujuan Pembelajaran
Setelah menganalisis dan menelaah segala informasi dengan menerapkan model Discovery
Learning dan Problem Based Learning yang dipadukan dengan pendekatan scientifik,
peserta didik diharapkan mampu:
1. Mengkarakteristikkan akun-akun yang memerlukan penyesuaian
2. Menganlisis setiap akun yang disesuaikan
3. Memeriksa hasil akun yang disesuaikan
4. Menerapkan jurnal penyesuaian
5. Mengkomunikasikan hasil dari jurnal penyesuaian
Jurnal Penyesuaian | 2
LITERASI
Baca dan cermatilah bacaan berupa berita berikut dengan seksama!
PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menerbitkan laporan keuangan 2020 dan
memperoleh opini wajar. Dalam laporan keuangan tersebut, tidak terdapat catatan perolehan
premi dan pembayaran klaim. Berdasarkan dokumen yang diperoleh Bisnis, laporan
keuangan Jiwasraya itu ditetapkan oleh direksi pada 31 Maret 2021. Kantor Akuntan Publik
(KAP) Kanaka Puradiredja, Suhartono menyematkan opini wajar terhadap laporan keuangan
2020 itu.
Dalam laporan keuangan 2020 tidak terdapat catatan nilai premi dan klaim dari
Jiwasraya. Namun, laporan itu mencantumkan data 2019 dengan nilai perolehan premi
Rp3,08 triliun dan pembayaran klaim Rp14,8 triliun. Adapun, Jiwasraya mencatatkan adanya
pendapatan lain senilai Rp1,89 triliun. Akun tersebut menyumbang jumlah pendapatan yang
mencapai Rp1,9 triliun atau turun 9,8 persen dari sebelumnyaRp2,1 triliun. Dalam laporan
keuangan itu tercantum bahwa akun pendapatan lain mencakup pendapatan dari operasi yang
dihentikan, juga beban usaha lainnya senilai Rp5,58 triliun yang memuat biaya dari operasi
yang dihentikan. Akun tersebut muncul sebagai implementasi dari Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) 58.
Total aset Jiwasraya tercatat senilai Rp15,7 triliun atau turun 13,3 persen (yoy)
dibandingkan dengan sebelumnya senilai Rp18,1 triliun. Penurunan itu dipengaruhi oleh
berkurangnya nilai investasi perseroan. Jiwasraya mencatat bahwa nilai investasi pada 2020
senilai Rp2,1 triliun, berkurang hingga 85,6 persen (yoy) dari sebelumnya Rp14,9 triliun.
Instrumen investasi yang tersisa pun hanya deposito berjangka senilai Rp547,8 miliar serta
bangunan dan tanah untuk investasi senilai Rp1,6 triliun.
Padahal, pada 2019, Jiwasraya masih mencantumkan investasi di instrumen lainnya,
seperti saham senilai Rp1,65 triliun, reksa dana Rp1,65 triliun, obligasi Rp692,8 miliar,
medium term notes (MTN) Rp473,9 miliar, surat berharga negara (SBN) Rp3,15 triliun, efek
beragun aset Rp12,1 miliar, penyertaan langsung Rp777,8 miliar, dan pinjaman polis
Rp89,02 miliar.
Direktur Keuangan Jiwasraya Farid Azhar Nasution menjelaskan bahwa tidak
tercantumnya nilai premi, klaim, dan sejumlah instrumen investasi merupakan bentuk
implementasi PSAK 58 dalam penyampaian laporan keuangan 2020. Meskipun nilai
investasinya menurun, hasil investasi Jiwasraya pada 2020 justru mencatatkan kinerja
positif. Tahun lalu Jiwasraya membukukan hasil investasi Rp33,5 miliar, berbalik untung
dari 2019 yang merugi Rp896,1 miliar. Berbagai capaian kinerja itu membuat Jiwasraya
mencatatkan kerugian Rp4,04 triliun pada 2020. Nilai kerugiannya berkurang 2,27 persen
(yoy) dari 2019 yang merugi Rp4,14 triliun.
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 3
"Laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif pada tanggal dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 diaudit oleh KAP Kanaka
Puradiredja, Suhartono yang laporannya tertanggal 10 Maret 2021 dengan pendapat Wajar,"
tertulis dalam laporan keuangan tersebut.
Sumber :
https://www.google.com/amp/s/m.bisnis.com/amp/read/20210406/215/1377465/jiwasraya-
publikasikan-laporan-keuangan-2020-peroleh-opini-wajar
1. Apa yang dapat Anda simpulkan dari berita tersebut!
Jawaban:
2. Bagaimana pendapat Anda mengenai berita tersebut!
Jawaban:
Jurnal Penyesuaian | 4
JURNAL
PENYESUAIAN
A. Pengertian Jurnal Penyesuaian
Sebelum menyusun laporan keuangan, data yang terdapat dalam neraca saldo
harus diperbarui serta disesuaikan dengan kenyataan yang terjadi, perlu penelitian
ulang atas kebenaran data akuntansi beserta jumlahnya. Proses menetapkan dan
mengakui aset, liabilitas, pendapatan, dan beban secara tepat, serta membetulkn
kesalahan yang terjadi maka diperlukannya membuat jurnal penyesuaian.
Jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi.
Tujuan dari jurnal penyesuaian ini adalah untuk menyesuaikan atau melakukan
penyeuaian antara catatan dengan kenyataan.
B. Penyebab Terjadinya Penyesuaian
Hal-hal yang menimbulkan atau diperlukannya penyesuaian di akhir periode adalah
sebagai berikut:
1. Adanya transaksi yang sudah dicatat, tetapi sudah tidak sesuai atau tidak tepat lagi.
Transaksi ini terkait dengan pembayaran atau penerimaan untuk lebih dari satu
periode. Contoh : Pembayaran dimuka, penerimaan dimuka.
2. Adanya data yang sudah terjadi namun belum dicatat. Contoh : piutang pendapatan,
utang beban.
3. Perlu dilakukan pegecekan dan perhitungan secara fisik atas aktiva. Contoh :
persediaan perlengkapan.
4. Kemungkinan terjadinya kesalahan.
C. Metode Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pada tahap pengakuan pendapatan dan beban, terdapat dua sistem atau metode
pencatatan akuntansi, yaitu:
1. Sistem pencatatan berdasarkan waktu (accrual basic), merupakan pendapatan dan
beban diakui pada saat terjadinya transaksi, walaupun belum diterima atau
dibayarkan secara tunai.
2. Sistem pencatatan berdasarkan tunai (cash basic), merupakan pendapatan dan
beban diakui pada saat diterimanya pendapatan dan dibayarnya beban secara tunai.
D. Akun – Akun Yang Memerlukan Penyesuaian
1. Perlengkapan (Supplies)
Dalam melakukan kegiatan operasional, perusahaan pastinya membutuhkan bahan
yang habis dipakai atau disebut dengan perlengkapan. Contohnya kertas, bolpoin,
dan perlengkapan lain yang sudah dipakai perusahaan. Pencatatan pemakaian
perlengkapan adalah sebagai berikut:
a. Pendekatan Neraca
Pada saat membeli perlengkapan, dicatat dengan mendebet akun perlengkapan
dan mengkredit akun kas atau utang usaha.
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 5
Pada saat membeli perlengkapan:
Perlengkapan Rp ...................
Kas/Utang Usaha Rp ...................
Pada akhir periode harus dilakukan perhitungan atas perlengkapan yang
terpakai dan yang masih ada atau belum dipakai untuk perlengkapan yang
sebenarnya. Untuk perlengkapan yang sudah digunkaan dalam periode
akuntansi, harus dicatat sebagai beban perlengkapan, melalui jurnal
penyesuaian sebagai berikut:
Jurnal Penyesuaian:
Beban Perlengkapan Rp ...................
Perlengkapan Rp ...................
Contoh:
Pada tanggal 31 Desember 2019, terdapata neraca saldo akun perlengkapan
sebesar Rp 1.500.000, sedangkan perlengkapan yang masih tersedia digudang
sebesar Rp 750.000. jadi perlengkapan yang telah dipakai pada periode tersebut
sebesar Rp Rp 750.000.
Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2019:
Beban Perlengkapan Rp 750.000
Perlengkapan Rp 750.000
b. Pendekatan Laba Rugi
Pada saat membeli perlengkapan, dicatat dengan mendebet akun Beban
Perlengkapan dan mengkredit akun Kas/Utang Usaha:
Pada saat membeli perlengkapan:
Beban Perlengkapan Rp ...................
Kas/Utang Usaha Rp ...................
Pada akhir periode, akun Perlengkapan menunjukkan perlengkapan yang belum
dipakai. Jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir periode adalah :
Jurnal Penyesuaian:
Perlengkapan Rp ...................
Beban Perlengkapan Rp ...................
Contoh :
Pada tanggal 31 Desember 2019, terdapat kaun perlengkapan sebesar Rp
750.000 pada neraca saldo. Setelah dicek ternyata perlengkapan yang masih
tersedia di gudang sebesar Rp 500.000.
Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2019:
Perlengkapan Rp 500.000
Beban Perlengkapan Rp 500.000
2. Beban Dibayar Dimuka (Prepaid ExpenseI)
Beban dibayar dimuka, merupakan beban yang sudah dibayar perusahaan, tetapi
belum diakui sebagai beban pada periode akuntansi yang bersangkutan karena
memiliki masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
a. Pendekatan Neraca
Jurnal Penyesuaian | 6
Pada saat membayar, dicatat dengan mendebet akun Beban dibayar dimuka dan
mengkredit akun Kas.
Pada saat membayar beban:
(nama beban) dibayar dimuka Rp ...................
Kas Rp ...................
Jurnal penyesuaian pada akhir periode akauntansi, mencatat jumlah yang telah
menjadi beban (yang telah disepakati).
Jurnal Penyesuaian:
Beban ... (nama beban) Rp ...................
(nama beban) dibayar dimuka Rp ...................
b. Pendekatan Laba Rugi
Pada saat membayar dicatat dengan mendebet akun Beban dan mengkredit akun
Kas.
Jurnal:
Beban ... (nama beban) Rp ...................
Kas Rp ...................
Jurnal penyesuaian pada akhir periode adalah jumlah yang belum menjadi
beban/aset (... dibayar dimuka).
Jurnal Penyesuaian:
(nama beban) dibayar dimuka Rp ...................
Beban ... (nama beban) Rp ...................
Contoh :
Pada tanggal 1 Agustus 2019, dibayarkan premi asuransi sebesar Rp 4.800.000.
Jurnal Penyesuaian, 31 Desember 2019 pendekatan neraca
Waktu yang telah menjadi beban 1 Agustus – 31 Desember = 5 bulan
Jumlah yang terpakai per bulan Rp 4.800.000 : 12 = Rp 400.000
Jumlah yang menjadi beban Rp 400.000 x 5 bulan = Rp 2.000.000
Beban asuransi Rp 2. 000.000
Asuransi dibayar dimuka Rp 2.000.000
Jurnal Penyesuaian, 31 Desember 2019 pendekatan laba rugi
Waktu yang telah menjadi beban 1 Januari – 1 Agustus = 7 bulan
Jumlah yang terpakai per bulan Rp 4.800.000 : 12 = Rp 400.000
Jumlah yang menjadi beban Rp 400.000 x 7 bulan = Rp 2.800.000
Asuransi dibayar dimuka Rp 2. 800.000
Beban asuransi Rp 2.800.000
3. Pendapatan Diterima Dimuka (Unearned Revenue)
Pendapatan diterima dimuka, merupakan pendapatan yang uangnya sudah diterima
tetapi belum diakui sebagai pendapatan pada periode yang bersangkutan.
a. Pendekatan Neraca
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 7
Pada saat menerima pendapatan diterima dimuka, dicatat sebagai pendapatan.
Pada saat menerima:
Kas Rp ...................
(akun) Diterima Dimuka Rp ...................
Pendapatan menunjukkan jumlah yang telah menjadi hak, sebesar yang telah
terpakai.
Jurnal Penyesuaian akhir periode
(akun) Diterima Dimuka Rp ...................
Pendapatan ... Rp ...................
b. Pendekatan Laba Rugi
Pada saat menerima pendapatan diterima dimuka, dianggap sebagai pendapatan
dengan endebet akun kas dan mengkredit akun pendapatan.
Pada saat menerima:
Kas Rp ...................
Pendapatan ... Rp ...................
Pada akhir periode, harus diadakan penyesuaian dengan mengkredit akun
diterima dimuka sebesar yang belum terpakai.
Contoh:
Pada tanggal 1 September 2019, diterima pendapatan sewa dimuka sebesar Rp
7.500.000 untuk satu tahun.
Jurnal Penyesuaian, 31 Desember 2019 pendekatan neraca
Waktu yang telah menjadi beban 1 September – 31 Desember = 4 bulan
Jumlah yang terpakai per bulan Rp 7.500.000 : 12 = Rp 625.000
Jumlah yang menjadi beban Rp 625.000 x 4 bulan = Rp 2.500.000
Sewa Diterima Dimuka Rp 2. 500.000
Pendapatan Sewa Rp 2.500.000
Jurnal Penyesuaian, 31 Desember 2019 pendekatan laba rugi
Waktu yang telah menjadi beban 1 Januari – 1 September = 8 bulan
Jumlah yang terpakai per bulan Rp 7.500.000 : 12 = Rp 625.000
Jumlah yang menjadi beban Rp 625.000 x 8 bulan = Rp 5.000.000
Pendapatan Sewa Rp 5.000.000
Sewa Diterima Dimuka Rp 5.000.000
4. Pendapatan yang Masih Harus Diterima (Accrued Receivable)
Pendapatan yang masih harus diterima atau disebeut piutang pendapatan,
merupakan pendapatan yang uangnya belum diterima secara tunai, tetapi sudah
diakui sebagai pendapatan untuk periode yang bersangkutan.
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Pendapatan yang masih harus diterima Rp ...................
Pendapatan ... Rp ...................
Contoh:
Jurnal Penyesuaian | 8
Pada tanggal 31 Desember 2019, masih harus diterima pendapatan sewa toko untuk
bulan November – Desember 2019 sebesar Rp 3.750.000.
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Pendapatan yang masih harus diterima Rp 3.750.000
Pendapatan Sewa Rp 3.750.000
5. Beban yang Masih Harus Dibayar (Accruad Payable)
Beban yang masih harus dibayar merupakan beban yang realisasi pembayarannya
belum terjadi, tetapi sudah menjadi beban bagi perusahaan karena perusahaan sudah
menerima manfaatnya sehingga merupakan utang pada periode yang bersangkutan.
Beban yang harus dibayar sama dengan utang beban pada akhir periode akuntansi.
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Beban ... (nama beban) Rp ...................
Beban ... yang Masih Harus Dibayar Rp ...................
Contoh :
Pada tanggal 31 Desember 2019, diterima tagihan listrik dan air sebesar Rp
2.500.000 yang akan dibayarkan pada tanggal 2 Januari 2020.
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Beban listrik dan air Rp 2.500.000
Beban listrik dan air yang Masih Rp 2.500.000
Harus Dibayar
6. Taksiran Piutang Tak Tertagih (Estimation Of Bad Debt)
Dalam suatu kegiatan usaha, adakalanya perusahaan tidak dapat menagih piutang
kepada debitur. Untuk itu, perusahaan perlu membuat cadangan penghapusan
piutang yang tidak dapat ditagih. ada dua metode pencatatan penghapusan metode
pencatatan penghapusan piutang, yaitu metode langsung dan metode tidak
langsung.
a. Metode Langsung (Direct Write Off Method)
Pada metode ini perusahaan mengakui rugi jika piutang benar-benar tidak dapat
ditagih. Pada akhir periode, perusahaan tidak membuat taksiran atas kerugian
piutang. Jika ada piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih, perusahaan akan
menganggapnya sebagai kerugian, dengan membuat jurnal penyesuaian sebagai
berikut:
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Beban kerugian piutang Rp ..................
Piutang Usaha Rp ..................
Contoh :
Pada tanggal 31 Desember 2019, terdapat saldo piutang usaha sebesar Rp
23.500.000. Data penyesuaian 31 Desember 2019 menunjukkan bahwa seorang
debitur perusahaan jatuh pailit sehingga piutang sebesar Rp 250.000 harus
dihapuskan.
Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2019
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 9
Beban kerugian piutang Rp 250.000
Piutang Usaha Rp 250.000
b. Metode Tidak Langsung/Cadangan (Indirect Write Off Method)
Pada metode ini, perusahaan mengalami kerugian walaupun belum dapat
dipastikakn bahwa piutang tidak dapat ditagih. dalam pajak, hanya diakui
pendapatan piutang secara langsung, bukan metode cadangan. Pada akhir
periode, perusahaan membuat taksiran atas kemungkinan piutang yang tidak
dapat tertagih, dengan jurnal penyesuaian sebagai berikut:
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Beban kerugian piutang Rp ..................
Cad. Kerugian Piutang Rp ..................
Apabila pada tahun berjalan terdapat piutang yang benar-benar tidak dapat
ditagih, jurnal penyesuaian dibuat sebagai berikut:
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Cad. Kerugian Piutang Rp ..................
Piutang Usaha Rp ..................
Contoh :
Pada tanggal 31 Desember 2019, diketahui saldo piutang sebesar Rp
23.500.000. Data penyesuaian tanggal 31 Desember 2019 menunjukkan
bbahwa penyisihan kerugian piutang ditetapkan 3% dari saldo piutang usaha.
Taksiran kerugian piutang 3% x Rp 23.500.000 = Rp 705.000
Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2019
Beban kerugian piutang Rp 705.000
Cad. Kerugian Piutang Rp 705.000
7. Penyusutan Aktiva Tetap (Depreciation of Fixed Assets)
Aset tetap dicatat dengan harga perolehan, sedangkan beban penyusutan adalah
penurunan nilai aset tetap yang digunakan perusahaan. Penyusutan biasanya
dilakukan setiap akhir periode melalui jurnal penyesuaian.
Jurnal Penyesuaian akhir periode
Beban Penyusutan Aktiva Tetap Rp ..................
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Rp ..................
8. Koreksi Kesalahan Pencatatan
Koreksi pencatatan merupakan pencatatan yang tidak sesuai dengan keadaan yang
sebenarnya, sehingga mempengaruhi laporan keuangan periode berjalan atau
periode sebelumnya. Langkah – langkah jurnla koreksi:
1) Tulis jurnal yang salah
2) Jurnal yang salah dibalik
3) Tulis jurnal yang benar
4) Langkah 2) dan 3) digabungkan
9. Rekonsiliasi Bank
Jurnal Penyesuaian | 10
Rekonsiliasi bank merupakan suatu metode analisis yang merinci perbedaan saldo
simpanan bank menurut rekening koran dan menurut catatan perusahaan. Laporan
yang dibuat perusahaan mencakup keterangan tetang sebab terjadinya perbedaan.
Beberapa pencatatan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut:
Pendapatan Jasa Giro:
Kas Bank Rp ..................
Pendapatan Jasa Giro Rp ..................
Beban Administrasi Bank:
Beban Adinistrasi Bank Rp ..................
Kas Bank Rp ..................
Potongan PPh jasa giro:
Beban Potongan PPh ps.23 Final Rp ..................
Kas Bank Rp ..................
Cek tidak cukup dana:
Piutang Usaha Rp ..................
Kas Bank Rp ..................
Nota Inkaso:
Kas Bank Rp ..................
Piutang Usaha Rp ..................
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 11
LATIHAN SOAL
I. PILIHAN GANDA
Pilihlah salah satu jawaban di bawah ini yang paling tepat dengan memberikan
tanda silang (x) pada A, B, C, atau D!
1. Pada tanggal 31 Desember 2019, UJ Nusamba yang bergerak di bidang
fotokopian membuat laporan keuangan untuk mengetahui kondisi dari
perusahaan tersebut. Namun, ternyata nominal yang tercatat tidak sesuai dengan
kondisi yang sebenarnya. Dari masalah tersebut, kesalahan yang terjadi karena
UJ Nusamba ...
A. Tidak mencatat beberapa transaksi ketika kegiatan operasional
berlangsung
B. Tidak melakukan perbaikan serta penyesuaian setelah kegiatan
operasional
C. Melakukan pencatatan yang tidak sesuai dengan standar akuntansi
yang digunakan
D. Mengalami perubahan transaksi karena banyaknya pesanan yang
diterima
2. Pada akhir periode untuk membuat laporan keuangan diperlukannya
penyesuaian terlebih dahulu untuk menyesuaikan kondisi yang sebenarnya. Ada
beberapa hal yang menyebabkan diperlukannya jurnal penyesuaian. Dibawah
ini faktor penyebab terjadinya penyesuaian pada perusahaan jasa adalah ...
A. Adanya transaksi pembayaran utang yang mengamali keterlambatan
pembayaran.
B. Adanya kerugian yang terjadi akibat menurunnya pendapatan
perusahaan.
C. Adanya pendapatan perusahaan yang masih dianggap sebagai utang
perusahaan.
D. Adanya pengeluaran biaya-biaya besar yang terjadi diluar kegiatan
operasional.
3. Pada tanggal 25 Oktober 2019, Perusahaan Jasa OB Travel mendapatkan uang
jasa yang diterima secara tunai dan sudah dicatat sebagai transaksi untuk jasa
travel bulan November yang akan datang. Dalam pencatatan tersebut maka ...
A. Perusahaan Jasa OB Travel melakukan pencatatan accrual basic dan
diperlukan penyesuaian
B. Perusahaan Jasa OB Travel melakukan pencatatan cash basic dan
diperlukannya penyesuaian
C. Perusahaan Jasa OB Travel melakukan pencatatan accrual basic dan
tidak diperlukan penyesuaian
Jurnal Penyesuaian | 12
D. Perusahaan Jasa OB Travel melakukan pencatatan cash basic dan
tidak diperlukannya penyesuaian
4. Berikut ini merupakan beberapa transaksi keuangan yang terjadi pada UJ Anta
periode Agustus 2020.
a) Perusahaan membeli perlengkapan secara tunai sebesar Rp 2.500.000,00
b) Perusahaan melunasi pembayaran gaji pegawai bulan lalu sebesar Rp
5.000.000,00
c) UJ Anta membeli peralatan secara tunai sebesar Rp 12.320.000,00
d) UJ Anta menyusutkan peralatan sebesar 5%
e) Perlengkapan yang tersisa pada akhir periode sebesar Rp 500.000,00
Berdasarkan data tersebut, transaksi yang masuk ke dalam jurnal penyesuaian
adalah ...
A. i dan ii
B. i dan iii
C. iv dan v
D. ii dan iii
5. Pada tanggal 31 Januari 2019, Neraca saldo Laundry Wangi pada akun
perlengkapan bernilai Rp 2.050.000. Namun, setelah pengecekan ternyata
perlengkapan yang ada digudang sebesar Rp 550.000. Maka penyesuaian yang
harus dilakukan adalah ...
A. Perlengkapan berkurang kredit sebesar Rp 550.000
B. Perlengkapan bertambah debet sebesar Rp 550.000
C. Perlengkapan berkurang kredit sebesar Rp 1.500.000
D. Perlengkapan bertambahn debet sebesar Rp 1.500.000
6. Pada tanggal 31 Desember 2018 diketahui pendapatan sewa sebesar Rp
71.500.000. pendapatan sewa termasuk Rp 3.750.000 untuk periode 1
November 2018 sampai dengan 31 Desember 2019. Jurnal penyesuaian pada
desember 2018 adalah ...
A. Pendapatan Sewa Rp 3.750.000
Pendapatan sewa diterima Rp 3.750.000
dimuka
B. Pendapatan Sewa Diterima Rp 3.750.000
Dimuka Rp 3.750.000
Pendapatan Sewa
C. Pendapatan Sewa Diterima Rp 3.125.000
dimuka Rp 3.125.000
Pendapatan Sewa
D. Pendapatan Sewa Rp 3.125.000
Pendapatan Sewa Diterima Rp 3.125.000
dimuka
7. Pada tanggal 1 Juni 2019 persewaan mobil Majapahit menerima pendapatan
jasa untuk masa satu tahun sebesar Rp 30.000.000 yang dicatat langsung
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 13
sebagai pendapatan. Maka, jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31
Desember 2019 adalah ...
A. Pendapatan Sewa Rp 17.500.000
Sewa diterima dimuka Rp 17.500.000
B. Sewa Diterima Dimuka Rp 17.500.000
Pendapatan Sewa Rp 17.500.000
C. Sewa Diterima dimuka Rp 12.500.00
Pendapatan Sewa Rp 12.500.000
D. Pendapatan Sewa Rp 12.500.000
Sewa Diterima dimuka Rp 12.500.000
8. Pada akhir periode perusahaan melakukan penyesuian atas sebuah mesin karena
ingin mengetahui besarnya penyusutan salah satu mesinnya, agar nantinya
dalam 5 tahun mendatang estimasi nilai residu saat dijual sebesar Rp
5.000.000,-Harga perolehan mesin tersebut adalah Rp 95.000.000,-. Maka
apabila dilakukan pencatatan ke dalam jurnal penyesuaian serta besarnya
penyusutan tahun pertama jika dihitung menggunakan metode jumlah angka
tahun adalah ...
A. Beban Penyusutan Mesin Rp 15.000.000
Akumulasi Penyusutan Mesin Rp 15.000.000
B. Mesin Rp 15.000.000
Akumlasi Penyusutan Mesin Rp 15.000.000
C. Beban Penyusutan Mesin Rp 15.000.00
Akumulasi Penyusutan Mesin Rp 15.000.000
D. Beban Mesin Rp 15.000.000
Mesin Rp 15.000.000
9. Pendapatan diterima dimuka merupakan salah satu akun yang memerlukan
jurnal penyesuaian. Pada tanggal 9 November 2020 Adam Taxi menerima
pendapatan atas jasa taksinya adalah sebesar Rp 6.000.000,00. Sedangkan
pendapatan diterima dimuka atas pekerjaan taksinya sampai tanggal 31
November2020 telah diselesaikan 80%.
Berdasarkan data tersebut, bagaimana pencatatan jurnal penyesuaian untuk
pendapatan diterima dimuka oleh Adam taksi …
A. Iklan dibayar dimuka bertambah debet sebesar Rp 900.000
B. Iklan Dibayar Dimuka berkurang kredit sebesar Rp 900.000
C. Iklan dibayar dimuka bertambah debet sebesar Rp 300.000
D. Iklan dibayar dimuka berkurang kredit sebesar Rp 300.000
10. Pada tanggal 2 Oktober 2019, Jasa Pijit Sehat membayarkan iklan sebesar Rp
1.200.000 untuk 24 kali siaran di radio. Dimana setiap bulannya akan disiarkan
pada tanggal 10 dan 20. Maka pada tanggal 31 Desember, penyesuaian yang
terjadi adalah ...
A. Pendapatan diterima dimuka Rp 6.000.000
Pendapatan jasa Rp 6000.000
B. Pendapatan jasa Rp 6.000.000
Jurnal Penyesuaian | 14
Pendapatan diterima dimuka Rp 6000.000
C. Pendapatan jasa Rp 4.800.000
Pendapatan diterima dimuka Rp 4.800.000
D. Pendapatan diterima dimuka Rp 4.800.000
Pendapatan jasa Rp 4.800.000
11. Hasan memiliki usaha yang bergerak di bidang jasa yang diberi nama “Hasan
E-Servis”. Perusahaannya sudah berdiri sejak tahun 2010. Saat ini, perusahaan
tersebut memiliki 15 orang karyawan dengan gaji sebesar Rp 50.000,00 per
orang di tiap harinya. Usaha milik Hasan tersebut selalu melakukan pembayaran
gaji setiap hari Sabtu untuk enam hari kerja. Jika gaji terakhir dibayar pada
tanggal 28 Desember 2020, maka pada akhir tahun jurnal penyesuaian yang
dibuat adalah ...
A. Beban gaji di kredit dan utang gaji di debet sebesar Rp 1.500.000
B. Beban gaji di kredit dan utang gaji di debet sebesar Rp 2.250.000
C. Beban gaji di kredit dan utang gaji di kredit sebesar Rp 1.500.000
D. Beban gaji di debet dan utang gaji di kredit sebesar Rp 2.250.000
12. Pada tanggal 31 Agustus 2019, Studio Musik Arena mendapatkan tagihan listrik
yang harus segera dibayarkan pada bulan selanjutnya sebesar Rp 1.020.000.
Studio Musik Arena akan membayar tagihan tersebut pada tanggal 2 Januari
2020. Maka pencatatan yang harus dilakukan pada tanggal 31 Desember 2019
adalah ...
A. Beban listrik bertambah debet sebesar Rp 1.020.000
B. Beban listrik yang masih harus dibayar sebesar Rp 1.020.000
C. Kas berkurang kredit sebesar Rp 1.020.000
D. Tidak dijurnal
13. Pada tanggal 31 Desember 2019, terdapat asuransi dibayar dimuka sebesar Rp
3.000.000. Pada akhir periode akuntansi terdapat keterangan bahwa Rp
1.000.000 telah menjadi biaya. Dari data tersebut, pada neraca saldo disesuaikan
akun asuransi dibayar dimuka sebesar ...
A. Rp 3.000.000
B. Rp 2.000.000
C. Rp 1.000.000
D. Rp 250.000
14. Pada tanggal 31 Desember 2019, data neraca saldo antara lain:
Kendaraan Rp 102.000.000
Akumulasi Penyusutaan Kendaraan Rp 3.060.000
Penyusutan kendaraan ditetapkan 3% pertahun dari harga perolehan. Dari data
tersebut maka, penyusutan yang terjadi pada bulan akhir periode Desember
2019 adalah ...
A. Rp 6.120.000
B. Rp 3.060.000
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 15
C. Rp 255.000
D. Rp 3.315.000
15. Khadijah membuka usaha percetakan kartu undangan untuk berbagai macam
acara. Usaha yang telah dijalankan saat ini sudah berkembang pesat hingga
memiliki banyak cabang usaha pada beberapa wilayah di Surabaya. Di Jl.
Ketintang No. 045 Khadijah membuka cabang usahanya dan baru beroperasi
pada bulan Januari 2019. Pada tanggal 1 Maret 2019, cabang usaha milik
khadijah tersebut membeli polis asuransi untuk masa satu tahun sebesar Rp
900.000,00. Pada tanggal 31 Maret 2019, jurnal penyesuaian yang harus dibuat
untuk mencatat nilai yang telah jatuh tempo dari polis asuransi tersebut adalah
...
A. Asuransi Dibayar Dimuka Rp 900.000
Kas Rp 900.000
B. Asuransi Dibayar Dimuka Rp 100.000
Beban Asuransi Rp 100.000
C. Beban Asuransi Rp 75.000
Asuransi Dibayar Dimuka Rp 75.000
D. Beban Asuransi Rp 750.000
Asuransi Dibayar Dimuka Rp 750.000
II. URAIAN
Analisislah pertanyaan – pertanyaan di bawah ini dan jawablah dengan benar dan
tepat!
1. Pada tanggal 31 Oktober 2019, neraca saldo Travel Doa Ibu menunjukkan
nominal sebesar Rp 27.500.000 pada akun piutang usaha serta saldo penyisihan
kerugian piutang sebesar Rp 250.000.000. Karena beberapa alasan seorang
akuntan dari perusahaan tersebut menyebutkan bahwa 3% dari saldo piutang
usaha tidak dapat ditagih oleh perusahaan sehingga memungkinkannya
mengalami kerugian. Dari data tersebut hitunglah kerugian piutang yang terjadi
dan buatlah jurnal penyesuaian!
Jawaban:
2. Pada tanggal 1 Agustus 2019, Laundry Alami membeli sebuah peralatan
laundry sebesar Rp 50.200.000. Peralatan tersebut diperkirakan memiliki umur
ekonomis selama 8 tahun serta mengalami penyusutan sebesar 30% setiap
tahunnya. Dari data tersebut tentukanlah penyusutan setiap bulannya dan
buatlah jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2019!
Jawaban:
Jurnal Penyesuaian | 16
3. Pada tanggal 1 Juli 2019, Penjahit Maju membayarkan sewa ruko dimuka untuk
tempat usahanya sebesar Rp 8.400.000 untuk masa periode setahun. Pada akhir
periode akuntansi Desember 2019 dibuat penyesuaian atas transaksi tersebut.
Dari data tersebut berapa besarnya sewa ruko per bulan dan buatlah jurnal
penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2019!
Jawaban:
4. Pada Tanggal 31 Oktober 2019, UJ Matahari yang bergerak di bidang jasa
penyewaan menerima rekonsiliasi bank dengan nominal akhir kas bank sebesar
Rp 51.130.000. Namun, ternyata dalam pencatatan perusahaan kas bank
diperoleh sebesar Rp 44.880.000. Dari analisis yang telah dilakukan ternyata
ada beberapa pencatatan yang belum dicatat dan disesuiakan antara lain:
1) Bank memberikan jasa giro sebesar Rp 5.000.000
2) Atas jasa giro tersebut dikenakan PPh sebesar 20%
3) Bank membebani biaya administrasi sebesar Rp 250.000
4) Perusahaan mendapatkan nota inkaso sebesar Rp 2.500.000
Dari data tersebut, analisislah penyesuaian yang terjadi dan buatlah jurnal
penyesuaian yang diperlukan!
Jawaban:
5. Pada tanggal 30 November 2019, Travel Selamat masih harus menerima uang
dari pelanggan atas jasa travel yang dilakukan pada tanggal 21 November 2019
sebesar Rp 4.730.000. Dari data tersebut, analisislah permasalahan yang terjadi
dan buatlah jurnal penyesuaian yang dibutuhkan padatanggal 30 November
2019!
Jawaban:
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 17
Critical & Colaborative
Berikut ini disajikan 2 (dua) studi kasus mengenai Jurnal Penyesuaian Perusahaan
Jasa untuk dipecahkan secara kritis dan kolaboratif. Lakukanlah analisis yang
diminta bersama teman sekelompok Anda dan komunikasikanlah serta lakukan
evaluasi atas hasil analisis kelompok Anda!
STUDI KASUS 1
Anita yang belum terdaftar sebagai PKP dan WP memiliki usaha yang bernama
Photo Studio Anyar, dengan neraca saldo sebagai berikut:
Photo Studio Anyar
Neraca Saldo
Per 31 Desember 2019
No. Akun Keterangan Debet Kredit
111 Kas Rp 25.230.000
112 Piutang Usaha Rp 91.820.000
113 Perlengkapan Fotografi Rp 9.620.000
114 Perlengkapan Kantor Rp 4.130.000
115 Sewa Dibayar Dimuka Rp 11.000.000
121 Peralatan Fotografi Rp 48.000.000
122 Peralatan Kantor Rp 11.500.000
211 Utang Usaha Rp 31.200.000
311 Modal Anita Rp 82.900.000
411 Pendapatan Fotografi Rp 95.765.000
611 Beban Gaji Karyawan Rp 12.200.000
811 Pendapatan Bunga Rp 35.000
812 Pendapatan Sewa Rp 3.600.000
TOTAL Rp 213.500.000 Rp 213.500.000
Data penyeuaian yang terjadi tanggal 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:
1) Kerugian piutang ditaksir 1% dari piutang usaha
2) Perlengkapan fotografi yang masih ada di gudang sebesar Rp 5.720.000
3) Perlengkapan kantor yang habis dipakai sebesar Rp 1.130.000
4) Sewa gedung telah terpakai Rp 1.600.000
5) Masih harus diterima bunga atas uang yang ada di bank sebesar Rp
115.000
6) Masih harus dibayar gaji karyawan sebesar Rp 2.400.000
7) Sewa diterima dimuka Rp 600.000
8) Penyusutan peralatan fotografi 20% per tahun dan peralatan kantor 10%
per tahun
Dari data tersebut buatlah jurnal penyesuaian yang dibutuhkan beserta
analisisnya!
Jurnal Penyesuaian | 18
Jawaban:
STUDI KASUS 2
Neraca saldo Bengkel Abadi per 31 Desember 2019 sebagai berikut:
Bengkel Abadi
Neraca Saldo
Per 31 Desember 2019
No. Akun Keterangan Debet Kredit
111 Kas Rp 13.650.000
112 Piutang Usaha Rp 12.350.000
113 Asuransi Dibayar Dimuka Rp 1.800.000
114 Perlengkapan Kantor Rp 11.750.000
115 Perlengkapan Bengkel Rp 4.150.000
121 Peralatan Rp 17.500.000
122 Tanah dan Gedung Rp 95.000.000
211 Utang Usaha Rp 23.500.000
213 Pendapatan Diterima Rp 250.000
dimuka
221 Utang Bank Rp 25.000.000
311 Modal Rp 80.000.000
312 Prive Rp 1.600.000
411 Pendapatan Service Rp 63.750.000
611 Beban Gaji Karyawan Rp 12.875.000
613 Beban sewa Rp 12.000.000
614 Beban Iklan Rp 2.900.000
615 Beban listrik, air, dan Rp 4.625.000
telepon
TOTAL Rp 192.500.000 Rp 192.500.000
Setelah diadakan pengecekan atas saldo akun, diperoleh keterangan
penyesuaian sebagai berikut:
1) Kerugian piutang tak tertagih ditaksir 1% dari saldo piutang usaha
2) Asuransi dibayar diuka untuk dua tahun, dibayarkan pada tanggal 1 Juli
2019
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa – Akuntansi Dasar | 19