salah, namun jumlah yang seimbang tidak menjamin kebenaran neraca saldo.
Kesalahan neraca saldo bisa disebabkan hal-hal berikut ini:
1. Lupa menjurnal suatu transaksi. Transaksi yang lupa dijurnal ini tentu tidak nampak
pada neraca saldo. Akibat lupa menjurnal, jumlah sisi debit dan sisi kredit tetap
seimbang namun saldo keseluruhan debit dan kredit terlalu kecil.
2. Jumlah uang dari suatu transaksi salah dicatat dalam jurnal. Misalnya penerimaan
piutang usaha Rp243.000 dicatat Rp423.000. Kesalahan pencatatan tersebut tetap
menunjukkan jumlah yang seimbang di neraca saldo. Dengan kesalahan ini saldo
akun tidak menunjukkan jumlah yang benar.
3. Pencatatan transaksi dalam jurnal lebih dari sekali. Misalnya transaksi penerimaan
piutang usaha sebesar Rp200.000 dicatat dua kali, maka transaksi tersebut dicatat dua
kali didebit dan dua kali dikredit. Kesalahan pencatatan ini tetap menunjukkan saldo
yang seimbang, namun saldo akhir terlalu besar.
4. Pencatatan transaksi dalam jurnal pada akun yang tidak tepat. Misalnya transaksi
pembayaran sewa peralatan upacara sebesar Rp75.000 dicatat pada sisi debit akun
Bahan Habis Pakai dan di sisi kredit Kas. Meskipun pencatatan pada akun ini salah,
namun saldo sisi debit dan kredit tetap seimbang. Kesalahan ini menimbulkan suatu
akun dicatat terlalu besar, dan akun pengimbangnya terlalu kecil.
JURNAL PENYESUAIAN
A. Pengertian Jurnal Penyesuain
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo
dalam akun sehingga saldo mencerminkan jumlah yang sebenarnya.
Secara umum, manfaat yang diberikan yaitu menetapkan saldo catatan akun buku
besar pada akhir periode, serta menghitung pendapatan dan beban selama periode tertentu.
Ada dua jenis penyesuaian yang perlu dilakukan oleh perusahaan:
50
1. Penyesuaian yang berkaitan dengan transaksi-transaksi yang sudah terjadi tetapi
belum dicatat.
a). Biaya-biaya yang sudah terjadi, tetapi belum dibayar.
b). Penghasilan-penghasilan yang sudah menjadi hak perusahaan, tetapi belum diterima
kasnya.
2. Penyesuaian yang berkaitan dengan transaksi-transaksi yang sudah dicatat tetapi
saldo akun masih harus diperbaiki.
a). Pemakaian bahan habis pakai.
b). Transaksi penghasilan yang diterima di muka.
c). Depresiasi aktiva tetap.
d). Menaksir kerugian piutang.
B. Pentingnya Jurnal Penyesuaian
• Perusahaan akan menyusun laporan keuangan pada setiap akhir periode akuntansi.
• Laporan keuangan tidak dapat disusun langsung dari neraca saldo karena neraca saldo
belum menyajikan semua informasi terkini.
• Tahap penyesuaian dilakukan pada akhir periode untuk menyesuaikan saldo akun-akun
yang belum valid.
• Tahap penyesuaian dilakukan dalam akuntansi berdasarkan asumsi periodisasi, yang
berarti untuk tujuan pelaporan, umur perusahaan dapat dipecah menjadi periode-periode
yang sifatnya buatan.
• Asumsi ini mengharuskan kita untuk membuat penyesuaian.
• Sehubungan dengan asumsi tersebut pendapatan dan biaya harus diakui pada periode
akuntansi tertentu.
• Ada dua prinsip umum untuk penentuan pengakuan pendapatan dan biaya pada periode
akuntansi tertentu.
1. Prinsip pertama adalah prinsip pengakuan pendapatan.
Prinsip pengakuan pendapatan menyatakan bahwa pendapatan diakui pada
periode perolehannya.
2. Prinsip yang kedua adalah prinsip penandingan.
51
Prinsip penandingan menghendaki pengakuan biaya yang terjadi dan pendapatan
yang diperoleh adalah berasal dari periode yang sama, sehingga dapat diperoleh
angka laba /rugi yang akurat.
Neraca saldo belum memuat semua informasi yang paling akhir, karena beberapa alasan:
1. kejadian-kejadian tertentu, seperti penggunaan bahan habis pakai, tidak dijurnal setiap hari
karena tidak praktis;
2. biaya yang terjadi karena berlalunya waktu, seperti berkurangnya manfaat gedung, persekot
sewa dan asuransi, tidak dijurnal selama periode akuntansi; dan
beberapa pos, seperti biaya listrik, belum dicatat karena tagihan dari PLN belum diterima.
Biro Arsitektur Titik-Garis-Bidang memiliki neraca saldo per 30 Januari 2007 berikut ini.
TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA SALDO
PER 30 JANUARI 2007
Nomor Akun Saldo
Nama Akun
Debit Kredit
100 Kas 11.120.000
120 Piutang Usaha 3.000.000
130 Bahan Habis Pakai 1.600.000
160 Perlengkapan Kantor 2.000.000
200 Hutang Usaha 600.000
220 Hutang Bank 3.600.000
250 Modal Melati 7.000.000
290 Prive Melati 250.000
300 Pendapatan Jasa 10.000.000
400 Biaya Sewa Kantor 1.200.000
420 Biaya Gaji dan Upah Karyawan 1.300.000
430 Biaya Listrik 500.000
52
440 Biaya Telepon 230.000
Jumlah 21.200.000 21.200.000
Pada akhir bulan Januari 2007 diketahui beberapa hal:
1) Bunga bank BNI yang harus dibayar adalah 12% per tahun dan dibayarkan pada awal
bulan berikutnya.
2) Biaya iklan Rp200.000 belum dibayar kantor.
3) Menurut perhitungan fisik, sisa bahan habis pakai adalah Rp400.000.
4) Dari pendapatan jasa disain, terdapat Rp1.000.000 yang merupakan pendapatan
diterima di muka.
5) Diperkirakan 1% dari piutang usaha tidak dapat ditagih.
6) Penyusutan perlengkapan kantor ditentukan sebesar 20% per tahun.
7) Biaya gaji yang masih harus dibayar untuk 2 minggu terakhir Januari adalah Rp1.300.000.
Berdasar pada neraca saldo dan informasi di atas, jurnal penyesuaian yang diperlukan
adalah sebagai berikut.
Jan 31 Biaya Bunga 40.000 53
Hutang Biaya Bunga 40.000
(Mengakui utang bunga bank BNI periode
Januari)
Informasi 1 :
Jumlah bunga berjalan tersebut adalah Rp40.000 sebagaimana perhitungan berikut.
12% X 1/12 X Rp4.000.000 = Rp40.000
Biaya bunga belum dibayar dan belum dibukukan. Ini berarti, utang dan biaya bunga di neraca
saldo masih terlalu rendah.
Informasi 2 :
Jan 31 Biaya Iklan 200.000
Hutang Biaya Iklan 200.000
(Mengakui biaya iklan yang belum dibayar
oleh salon)
Biaya iklan sebesar Rp200.000 belum dibayar dan belum dibukukan. Ini berarti hutang
dan biaya iklan yang di neraca saldo terlalu rendah.
Informasi 3 :
Jan 31 Biaya Bahan Habis Pakai 1.200.000
Bahan Habis Pakai 1.200.000
(Mencatat pemakaian bahan habis pakai)
Perhitungan pemakaian bahan habis pakai adalah sebagai berikut.
Bahan Habis Pakai per neraca saldo..................................... Rp1.600.000
Bahan Habis Pakai menurut perhitungan fisik ..................... Rp400.000
Bahan Habis Pakai yang digunakan .................................... Rp1.200.000
Informasi 4 :
54
Jan 31 Pendapatan Jasa Salon 1.000.000
Pendapatan Jasa Diterima di Muka 1.000.000
(Mengakui pendapatan jasa yang diterima
di muka)
Informasi 5 :
Jan 31 Kerugian Piutang 30.000
Cadangan Kerugian Piutang
30.000
(Mencatat taksiran kerugian piutang)
Dalam kasus ini, taksiran kerugian piutang adalah 1% dari piutang usaha akhir periode.
Dengan demikian taksiran kerugian piutang adalah:
1% x Rp3.000.000 = Rp30.000
Informasi 6 :
Jan 31 Biaya Penyusutan Perlengkapan Kantor 33.000
Penyusutan Perlengkapan Kantor 33.000
Akumulasian
(Mencatat penyusutan perlengkapan kantor
sebesar 20% X 1/12 X 2.000.000
dibulatkan)
Manfaat aktiva tetap lebih dari satu tahun namun terbatas masa pemakaiannya. Karena
manfaatnya terbatas maka aktiva tetap disusutkan kecuali tanah.
Alokasi harga perolehan aktiva tetap secara sistematis disebut dengan penyusutan atau
depresiasi.
Pembebanan penyusutan dicatat, melalui jurnal penyesuaian, mendebit Biaya Penyusutan
atau Biaya Depresiasi dan mengkredit Penyusutan Akumulasian.
Penyusutan Akumulasian adalah jumlah kumulatif penyusutan aktiva tetap dari seluruh
periode yang menikmati manfaat aktiva tetap.
55
Informasi 7 : 1.300.000
Jan 31 Biaya Gaji dan Upah Karyawan 1.300.000
Hutang Biaya Gaji
(Mengakui biaya gaji dan upah yang
belum dibayar)
56
NERACA LAJUR
A. Pengertian Neraca Lajur
Neraca Lajur atau work sheet adalah kertas kerja berkolom yang digunakan dalam proses
akuntansi manual sebagai alat bantu untuk penyusunan laporan keuangan. Dalam siklus
akuntansi pembuatan neraca lajur bukan merupakan prosedur yang wajib. Pembuatan
neraca lajur dilakukan setelah menyusun neraca saldo dan sebelum membuat jurnal
penyesuaian. Di dalam neraca lajur terdapat kolom nama akun, kolom neraca saldo, kolom
penyesuaian, kolom neraca saldo setelah penyesuaian, kolom Laba-Rugi, dan kolom
neraca, sehingga neraca lajur mempermudah proses penyesuaian dan penyusunan laporan
keuangan.
B. Bentuk Neraca Lajur
Dalam penyusunan neraca lajur ditulis nama perusahaan (paling atas), neraca lajur, dan
periode yang dirangkum. Bentuk neraca lajur ada yang berformat 5 kolom ada yang
berformat 6 kolom. Tiap-tiap kolom terbagi atas debit dan sisi kredit. Berikut ini disajikan
perbandingan antara neraca lajur bentuk 5 kolom dan bentuk 6 kolom.
Neraca lajur bentuk 5 kolom terdiri dari kolom-kolom :
- Necara Saldo
- Penyesuaian
- Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (NSSP)
- Laba-Rugi
- Neraca
57
Neraca lajur bentuk 6 kolom terdiri dari kolom-kolom :
- Neraca Saldo
- Penyesuaian
- Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (NSSP)
- Laba-Rugi
- Perubahan Modal
- Neraca
C. Penyusunan Neraca Lajur
Menyusun neraca lajur harus urut dari kolom paling kiri sampai dengan kolom paling
kanan. Dimulai dari mengisi kolom neraca saldo, mengisi kolom penyesuaian, mengisi
kolom neraca saldo setelah penyesuaian, mengisi kolom Laba-Rugi, dan diakhiri mengisi
kolom neraca untuk bentuk neraca lajur dengan bentuk 5 kolom. Untuk bentuk neraca lajur
dengan bentuk 6 kolom, setelah pengisian kolom Laba-Rugi, kemudian diisi kolom
perubahan modal, dan diakhiri kolom neraca.
Berikut ini dijelaskan cara menyusun neraca lajur bentuk 5 kolom, berdasarkan informasi
pada Contoh Soal 4.
58
Ayat jurnal penyesuaian yang telah dibuat adalah:
59
D. Tahap-tahap Penyusunan Neraca Lajur
1. Pengisian Kolom Neraca Saldo
Sebelum mengisi kolom neraca saldo, lakukan langkah berikut ini.
- Isilah kolom nomor dengan nomor akun yang urut
- Isilah nama akun sesuai urutan nomor akun
Setelah itu mengisi kolom neraca saldo, lakukan langkah berikut ini.
60
- Isilah semua saldo akun, saldo debit dimasukkan ke debit dan saldo kredit
dimasukkan ke kredit
2. Pengisian Kolom Penyesuaian
Kolom penyesuaian diisi dari informasi penyesuaian, isilah satu per satu secara urut,
angka-angka penyesuaian dimasukkan ke akun yang benar dan pada sisi yang sesuai.
3. Pengisian Kolom NSSP
Untuk pengisian kolom neraca saldo setelah penyesuaian, lakukan langkah-langkah
berikut ini:
61
- Gabungkan angka-angka pada neraca saldo dengan angka-angka penyesuaian dan
masukkan pada sisi yang sesuai.
- Perhatikan akun pada neraca saldo dengan akun pada kolom Penyesuaian.
- Bila sama-sama bersaldo debit maka jumlahkan dan isikan di sisi debit kolom NSSP.
- Bila yang satu bersaldo debit dan satunya kredit maka selisihkan dan hasil selisih
tersebut isikan ke sisi yang sesuai pada kolom NSSP.
- Bila sama-sama bersaldo kredit, maka gabungkan dan isikan pada sisi kredit kolom
NSSP.
62
4. Pengisian Kolom Laba-Rugi
Pengisian kolom Laba-Rugi dilakukan dengan cara:
- Pindahkan semua akun pendapatan dan akun biaya yang ada di neraca saldo setelah
penyesuaian ke kolom Laba-Rugi sesuai kolom saldonya.
- Jumlahkan sisi debit dan sisi kredit.
63
- Bila jumlah sisi debit lebih besar maka perusahaan mengalami kerugian, karena biaya
lebih besar daripada pendapatan.
- Bila sisi debit lebih kecil maka perusahaan memperoleh laba karena biaya lebih kecil
dari pendapatan.
- Bila sisi debit sama dengan sisi kredit, maka impas karena biaya = pendapatan.
64
5. Pengisian Kolom Neraca
Pengisian kolon Neraca dilakukan paling akhir karena adanya penambahan informasi baru
pada kolom Laba-Rugi. Berikut ini langkah-langkah pengisian kolom Neraca:
- Pindahkan saldo debit dan kredit semua akun aktiva, hutang, dan modal yang ada di
NSSP ke kolom neraca
- Pindahkan saldo debit akun ikhtisar laba-rugi pada baris terbawah yang ada di kolom
Laba-Rugi ke saldo kredit kolom neraca. Sebaliknya, pindahkan saldo kredit akun
ikhtisar laba-rugi baris terbawah ke saldo debit kolom neraca.
65
Setelah menyusun neraca lajur, maka,informasi yang ada ini dapat digunakan untuk
menyusun laporan keuangan. Angka yang ada pada kolom Laba-Rugi dapat digunakan
untuk menyusun laporan laba-rugi, dan angka pada kolom neraca dapat digunakan untuk
menyusun neraca. Laporan keuangan yang diekstrak dari neraca lajur ini dapat dilihat di
bab berikutnya.
66
PENUTUPAN BUKU BESAR
A. Pengertian Penutupan Buku Besar
• Tahapan penutupan buku besar dilakukan pada akhir periode. Untuk memulainya,
harus dipahami dahulu kelompok-kelompok akun yang terdiri dari akun riil
(permanen) dan akun nominal (temporer).
• Akun-akun aktiva, hutang, dan modal disebut akun permanen. Akun-akun permanen
ini berapapun saldonya pada akhir periode akan menjadi saldo awal pada periode
akuntansi berikutnya.
• Akun-akun pendapatan, biaya, dan prive disebut akun-akun temporer, karena pada
akhir periode akuntansi saldo-saldo akun temporer akan dipindah ke akun modal
pemilik. .
• Tahapan pemindahan saldo-saldo akun biaya, pendapatan, dan prive ke akun modal
disebut penutupan buku.
• Media akuntansi untuk menutup akun biaya, pendapatan, dan prive adalah jurnal
penutup. Dengan penutupan akun temporer pada akhir periode, maka akun temporer
pada awal periode akuntansi bersaldo nol.
• Penutupan akun temporer dilakukan sesudah laporan keuangan disusun.
TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA SALDO
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
DALAM RIBUAN RUPIAH
Neraca Saldo NSSP
No. Nama Akun
Dr Kr Dr Kr
100 Kas 11.120 11.120
120 Piutang Usaha 3.000 3.000
125 Cadangan Kerugian Piutang - 30
130 Bahan Habis Pakai 1.600 400
160 Perlengkapan Kantor 2.000 2.000
170 Peny. Perlengkapan Kantor Akumu. -
33
200 Hutang Usaha 600 600
211 Hutang Biaya Bunga 40
67
212 Hutang Biaya Iklan 250 3.600 250 200
213 Hutang Biaya Gaji - 1.300
220 Hutang Bank 1.200 1.200 3.600
230 Pendapatan Jasa Diterima di Muka - 7.000 200 1.000
250 Modal Melati 10.000 2.60 7.000
290 Prive Melati 1.300 500 9.000
300 Pendapatan Jasa 500 21.200 230
400 Biaya Sewa Kantor 230 33 22.803
410 Biaya Iklan -
420 Biaya Gaji dan Upah Karyawan - 1.200
430 Biaya Listrik - 30
440 Biaya Telepon - 40
450 Biaya Penyusutan Perl. kantor
460 Biaya Bahan Habis Pakai 21.200 22.803
470 Kerugian Piutang
480 Biaya Bunga
JUMLAH
B. Penyusunan Jurnal Penutup
Prosedur penutupan akun temporer pada akhir periode akuntansi dilakukan sebagai
berikut.
1. Menutup akun pendapatan ke akun ikhtisar laba-rugi, dengan cara mendebit akun
pendapatan, dan mengkredit akun ikhtisar laba-rugi, dengan demikian akun
pendapatan menjadi bersaldo nol.
2. Menutup akun biaya ke akun ikhtisar laba-rugi, dengan cara mengkredit akun biaya
dan mendebit akun ikhtisar laba-rugi. Dengan mendebit akun biaya, maka akhirnya
akun biaya bersaldo nol.
3. Menutup akun ikhtisar laba-rugi ke akun modal pemilik. Sehubungan dengan ikhtisar
laba-rugi dikredit pada nomor 1 di atas dan didebit pada nomor 2, maka selisihnya
ditransfer ke akun modal pemilik.
4. Menutup akun prive ke akun modal pemilik. Caranya mengkredit akun prive dan
mendebit akun modal pemilik.
Tahap 1: Menutup Akun Pendapatan
68
Jurnalnya mendebit akun pendapatan dan kreditnya adalah akun ikhtisar rugi–laba.
Adapun jurnalnya adalah:
Jan 31 Pendapatan Jasa 9.000.000
Ikhtisar Laba-Rugi
9.000.000
(Menutup akun pendapatan)
Tahap 2: Menutup Akun Biaya
Jurnal penutupnya mendebit akun ikhtisar laba-rugi dan mengkredit akun biaya. Adapun
jurnalnya adalah:
Jan 31 Ikhtisar Laba-Rugi 6.033.000
Biaya Sewa Kantor
Biaya Iklan 1.200.000
Biaya Gaji dan Upah Karyawan 200.000
Biaya Listrik
Biaya Telepon 2.600.000
Biaya Penyusutan Perl. Kantor 500.000
Biaya Bahan Habis Pakai 230.000
Biaya Kerugian Piutang 33.000
Biaya Bunga
1.200.000
(Menutup akun-akun biaya) 30.000
40.000
Jika akun pendapatan dan biaya sudah diposting, maka akun-akun tersebut menjadi nol.
Sedangkan akun ikhtisar laba-rugi nampak sebagai berikut.
Ikhtisar Laba-Rugi
69
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
Menutup akun pendapatan
2007 31 Menutup akun biaya 9.000.000 9.000.000 K
Jan 31
6.033.000 2.967.000 K
Tahap 3: Menutup Akun Ikhtisar Rugi–Laba
Akun ikhtisar laba-rugi harus ditutup. Akun ikhtisar laba-rugi ditutup ke akun modal
pemilik. Karena akun ikhtisar laba-rugi bersaldo kredit Rp2.967.000, maka perlu mendebit
akun ikhtisar laba-rugi dan mengkredit akun modal Melati. Adapun jurnalnya adalah:
Jan 31 Ikhtisar Laba-Rugi 2.967.000
Modal Melati 2.967.000
(Menutup akun ikhtisar laba-rugi)
Setelah jurnal tersebut diposting, maka akun ikhtisar laba-rugi dan akun modal Melati
tampak sebagai berikut.
Ikhtisar Laba-Rugi
No. Akun: 500
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
2007 31 Menutup akun pendapatan 9.000.000 9.000.000 K
Jan 31
Menutup akun biaya 6.033.000 2.967.000 K
31 Ditutup ke modal 2.967.000 0-
Modal Melati
No. Akun: 250
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
70
2007 1 Setoran tunai 1 7.000.000 7.000.000 K
Jan 31 2.967.000 9.967.000 K
Dari ikhtisar laba-rugi
Tahap 4: Menutup Akun Prive
Akun prive ditutup dengan cara mengkredit akun prive dan mendebit akun modal pemilik.
Jurnal penutup untuk transaksi pengambilan prive oleh pemilik:
Jan 31 Modal Melati 250.000
Prive Melati
250.000
(Menutup akun prive)
Buku besar untuk akun modal Melati dan prive Melati akan berubah karena transaksi ini,
seperti yang disajikan berikut ini.
Modal Melati
No. Akun: 250
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
2007 1 Setoran tunai 1 7.000.000
Jan 31 Dari ikhtisar laba-rugi 7.000.000 K
Penarikan prive Melati 2.967.000
31 250.000 9.967.000 K
9.717.000 K
Prive Melati
No. Akun: 290
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
1 250.000
2007 28 Penarikan tunai 250.000 D
71
Jan 31 Penutupan ke akun 250.000 0
Modal
C. Neraca Saldo Setelah Penutupan
Penyusunan neraca saldo setelah penutupan adalah merupakan tahapan terakhir dari siklus
akuntansi dengan tangan. Setelah penutupan maka dalam neraca saldo setelah penutupan,
yang ada hanyalah akun-akun riil. Dengan kata lain, semua akun yang nampak setelah
penutupan buku adalah semua akun yang ada di neraca.
TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
No. Nama Akun Dr Kr
100 Kas 11.120.000 30.000
120 Piutang Usaha 3.000.000
125 Cadangan Kerugian Piutang 33.000
130 Bahan Habis Pakai 400.000 600.000
160 Perlengkapan Kantor 2.000.000 40.000
170 Peny. Perlengkapan Kantor Akumu. 200.000
200 Hutang Usaha 1.300.000
211 Hutang Biaya Bunga 3.600.000
212 Hutang Biaya Iklan 1.000.000
213 Hutang Biaya Gaji 9.717.000
220 Hutang Bank
230 Pendapatan Jasa Diterima di Muka
250 Modal Melati
72
Jumlah 16.520.000 16.520.000
D. Jurnal Pembalikan
Tahapan akuntansi berikutnya adalah membuat jurnal pembalikan atau jurnal penyesuaian
kembali. Jurnal ini bersifat opsional, sifatnya tidak wajib. Jurnal ini dibuat pada hari
pertama periode akuntansi. Jurnal pembalikan digunakan untuk memindah akun riil ke
akun nominal. Pembuatan jurnal pembalikan dengan cara membalik jurnal penyesuaian.
Jan 31 Biaya Bunga 40.000
Hutang Biaya Bunga
40.000
(Mengakui utang bunga bank BNI periode
Januari) 200.000
31 Biaya Iklan
200.000
Hutang Biaya Iklan
(Mengakui biaya iklan yang belum dibayar oleh 1.300.000
kantor)
1.300.000
31 Biaya Gaji dan Upah Karyawan
40.000
Hutang Biaya Gaji
(Mengakui biaya gaji dan upah yang belum
dibayar)
Feb 1 Hutang Biaya Bunga
Biaya Bunga 40.000
(Membalik jurnal penyesuaian)
1 Hutang Biaya Iklan 200.000
Biaya Iklan 200.000
73
(Membalik jurnal penyesuaian) 1.300.000
1 Hutang Biaya Gaji dan Upah Karyawan
1.300.000
Biaya Gaji
(Membalik jurnal penyesuaian)
74
PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
DAN HUBUNGAN ANTAR LAPORAN KEUANGAN
A. Pengertian Laporan Keuangan
• Hasil akhir dari proses akuntansi adalah laporan keuangan.
• Laporan keuangan menyajikan informasi keuangan yang berguna untuk pengambilan
keputusan para pihak yang berkepentingan.
• Laporan keuangan berdasarkan urutan penyusunannya meliputi laporan laba-rugi,
laporan perubahan modal, neraca, dan laporan arus kas.
B. Laporan Laba Rugi
• Laporan laba-rugi adalah laporan keuangan yang secara sistematis menyajikan hasil
usaha perusahaan dalam kurun waktu tertentu.
• Laporan laba-rugi menyajikan pendapatan selama satu periode dan biaya-biaya untuk
memperoleh pendapatan tersebut pada periode yang sama, juga menyajikan untung
dan rugi.
Setiap laporan laba-rugi harus mencantumkan informasi sebagai berikut.
a) Nama Perusahaan.
b) Laporan Laba-Rugi.
c ) Periode Laporan.
d) Elemen Laba-Rugi (Pendapatan, Biaya, Untung, dan Rugi).
C. Bentuk Laporan Laba-Rugi
Bentuk laporan keuangan ada yaitu bentuk laporan laba-rugi satu tahap dan bentuk laporan
laba-rugi bertahap.
75
1) Laporan Laba-Rugi Satu Tahap. Laporan laba-rugi satu tahap tidak mencerminkan
kemampuan nyata perusahaan dalam mencapai laba. Laporan bentuk ini mudah
disusun.
Di bawah ini disajikan laporan laba-rugi satu tahap :
TITIK-GARIS-BIDANG
LAPORAN LABA-RUGI
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
Pendapatan:
Jasa Disain Rp 9.000.000
Biaya-biaya:
Biaya Sewa Kantor Rp1.250.000
Biaya Iklan 200.000
Biaya Gaji dan Upah Karyawan 2.600.000
Biaya Listrik 500.000
Biaya Telepon 230.000
Biaya Penyusutan Perlengkapan Kantor 33.000
Biaya Bahan Habis Pakai 1.200.000
Biaya Kerugian Piutang 30.000
Biaya Bunga 40.000
Total Biaya 6.033.000
Laba Bersih 2.967.000
2) Laporan Laba-Rugi Bertahap. Penyusunan laporan laba-rugi bertahap dilakukan
dengan cara sebagai berikut.
76
Pertama, menyajikan laba-rugi dari kegiatan utama perusahaan dalam mencapai laba.
Kedua, menyajikan laba-rugi dari kegiatan di luar usaha.
TITIK-GARIS-BIDANG
LAPORAN LABA-RUGI
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
Pendapatan:
Jasa Disain Rp 9.000.000
Biaya-biaya: (5.993.000)
3.007.000
Biaya Sewa Kantor Rp1.250.000
Biaya Iklan 200.000 (40.000)
Biaya Gaji dan Upah Karyawan 2.967.000
Biaya Listrik 2.600.000
500.000
Biaya Telepon 230.000
Biaya Penyusutan Perlengkapan Kantor 33.000
Biaya Bahan Habis Pakai 1.200.000
Biaya Kerugian Piutang 30.000
Total Biaya
Laba Usaha
Untung dan Pendapatan di Luar Usaha: -
Pendapatan Bunga -
Pendapatan Surat Berharga
Rugi dan Biaya di Luar Usaha: 40.000
Biaya Bunga -
Rugi Pelepasan Perlengkapan Kantor
Laba Rugi di Luar Usaha
Laba Bersih
77
D. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai
perubahan posisi modal perusahaan selama satu periode tertentu.
TITIK-GARIS-BIDANG
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
Modal, per 1 Januari 2007 Rp7.000.000
Ditambah:
2.967.000
Laba Bersih Setelah Pajak 9.967.000
Dikurangi: (250.000)
Prive 9.717.000
Modal per 31 Januari 2007
E. Neraca
• Neraca atau laporan posisi keuangan adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi
keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu.
• Neraca disusun untuk menyajikan informasi keuangan mengenai aktiva, hutang, dan
modal pemilik.
Bentuk Neraca
Neraca dapat disusun dalam bentuk staffel maupun dalam bentuk skontro. Setiap neraca
mencantumkan informasi:
1) Nama perusahaan
2) Neraca
3) Tanggal Neraca
78
4) Elemen Neraca
NERACA BENTUK STAFFEL TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA
Aktiva
Aktiva Lancar PER 31 JANUARI 2007
Kas
Piutang Usaha Rp3.000.000 Rp11.120.000
Dikurangi: (30.000)
Cadangan Kerugian Piutang 2.970.000
Nilai Realisasi Bersih Piutang Usaha 2.000.000 400.000
Bahan Habis Pakai (33.000)
Total Aktiva Lancar 14.490.000
600.000
Aktiva Tetap Berwujud 1.540.000 1.967.000
Perlengkapan Kantor 3.600.000 Rp16.457.000
Perlengkapan Kantor Akumulasian 1.000.000
Nilai Buku Perlengkapan Kantor 6.740.000
Total Aktiva - -
Hutang dan Modal Pemilik 9.717.000
Hutang Lancar Rp16.457.000
Hutang Usaha
Hutang Biaya (Bunga, Iklan & Gaji) 79
Hutang Bank
Pendapatan Diterima di Muka
Total Hutang Lancar
Hutang Jangka Panjang:
Hutang Obligasi
Modal Pemilik
Modal Melati
Total Hutang dan Modal Pemilik
NERACA BENTUK SKONTRO
Aktiva TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA
Aktiva Lancar
PER 31 JANUARI 2007
Kas Hutang dan Modal Pemilik 600.000
Hutang Lancar 1.540.000
Piutang Usaha 3.000.000 3.600.000
11.120.000 Hutang Usaha 1.000.000
Dikurangi: Hutang Biaya 6.740.000
Hutang Bank
Cadangan Kerugian (30.000) Pendapatan Diterima di Muka 9.717.000
Nilai Realisasi 2.970.000 16.457.000
400.000 Total Hutang Lancar
Bersih Piutang
14.490.000 Hutang Jangka Panjang
Bahan Habis Pakai Hutang Obligasi
Total Aktiva Lancar -
Modal Pemilik
Investasi Jangka Panjang Modal Melati
Aktiva Tetap Berwujud 1.967.000
Perlengkapan Kantor 2.000.000 -
-
Peny. Perl. Kantor 16.457.000
Akumulasian (33.000) Total Hutang dan Modal Pemilik
Nilai Buku Perl. Kantor
Aktiva Tetap Tidak Berwujud
Aktiva Lain-lain
Total Aktiva
80
F. Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas menyajikan informasi keuangan tentang penerimaan dan pengeluaran
kas selama satu periode tertentu. Penerimaan dan pengeluaran kas dikelompokkan menurut
kegiatan operasi, kegiatan pendanaan, dan kegiatan investasi.
TITIK-GARIS-BIDANG
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
Arus Kas dari Aktivitas Operasional:
Penjualan Jasa Disain 7.000.000
Membayar Sewa Kantor (1.200.000)
Membayar Gaji dan Upah (1.300.000)
Membayar Biaya Listrik (500.000)
Membayar Biaya Telepon (230.000)
Membayar Utang Usaha (1.000.000)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasional 2.270.000
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: 3.350.000
Dari Pinjaman Bank 4.000.000 (2.000.000)
3.620.000
Membayar Angsuran bank (400.000) 7.000.000
Pengambilan oleh Pemilik (Melati) (250.000) Rp11.120.000
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan
Arus Kas dari Aktivitas Investasi:
Membeli Perlengkapan Kantor (2.000.000)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi
Penerimaan Kas Bersih (1) + (2) + (3)
Saldo Kas per 1 Januari
Saldo Kas per 31 Januari
81
G. Hubungan Antar Laporan Keuangan
Laporan keuangan terdiri atas neraca (awal), laporan laba-rugi, laporan perubahan modal,
dan laporan arus kas. Laporan itu disusun berdasarkan sumber data yang sama. Walaupun
unsur-unsur yang dilaporkan berbeda, namun terdapat saling hubungan antarlaporan
tersebut. Saling hubungannya sebagai berikut.
TITIK-GARIS-BIDANG
LAPORAN LABA-RUGI
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
Pendapatan:
Jasa Disain Rp 9.000.000
Biaya-biaya:
Biaya Sewa Kantor Rp1.250.000
Biaya Iklan 200.000
Biaya Gaji dan Upah Karyawan 2.600.000
Biaya Listrik 500.000
Biaya Telepon 230.000
Biaya Penyusutan Perlengkapan Kantor 33.000
Biaya Bahan Habis Pakai 1.200.000
Biaya Kerugian Piutang 30.000
Biaya Bunga 40.000
Total Biaya 6.033.000
Laba Bersih Rp2.967.000
TITIK-GARIS-BIDANG
82
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
Modal, per 1 Januari 2007 Rp7.000.000
Ditambah:
Laba Bersih Setelah Pajak 2.967.000
9.967.000
Dikurangi:
Prive (250.000)
Modal per 31 Januari 2007 Rp9.717.000
TITIK-GARIS-BIDANG
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
Modal, per 1 Januari 2007 Rp7.000.000
Ditambah:
Laba Bersih Setelah Pajak 2.967.000
9.967.000
Dikurangi:
Prive (250.000)
Modal per 31 Januari 2007 Rp9.717.000
83
Aktiva TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA
Aktiva Lancar
PER 31 JANUARI 2007
Kas Hutang dan Modal Pemilik 600.000
Hutang Lancar 1.540.000
Piutang Usaha 3.000.000 3.600.000
11.120.000 Hutang Usaha 1.000.000
Dikurangi: Hutang Biaya 6.740.000
Hutang Bank
Cadangan Kerugian (30.000) Pendapatan Diterima di Muka 9.717.000
Nilai Realisasi 2.970.000 16.457.000
400.000 Total Hutang Lancar
Bersih Piutang
14.490.000
Bahan Habis Pakai Hutang Jangka Panjang :
Total Aktiva Lancar - Hutang Obligasi
Investasi Jangka Panjang Modal Pemilik
Modal Melati
Aktiva Tetap Berwujud
1.967.000
Perlengkapan Kantor 2.000.000
-
Peny. Perl. Kantor
-
Akumulasian (33.000)
16.457.000 Total Hutang dan Modal Pemilik
Nilai Buku Perl. Kantor
Aktiva Tetap Tidak Berwujud
Aktiva Lain-lain
Total Aktiva
84
85
BAB III
STUDI KASUS PERUSAHAAN JASA
A. Pengertian Perusahaan Jasa
Pengertian perusahaan secara ekonomis, merupakan suatu lembaga atau
perkumpulan dari beberapa orang (selaku pendiri) yang melakukan kegiatan
bersifat ekonomi dan sosial pada suatu masyarakat dengan tujuan memperoleh
laba. Jadi, perusahaan jasa adalah suatu usaha atau lembaga yang kegiatannya
dibidang jasa.
Ciri-ciri perusahaan jasa, yaitu:
1. Usahanya terus menerus
2. Secara terang-terangan (mempunyai ijin usaha) dan
3. Yang dihasilkan berupa jasa
Perusahaan jasa, contohnya: akuntansi publik, servis atau reparasi sepeda motor,
salon kecantikan, dan sebagainya.
Transaksi keuangan perusahaan jasa, meliputi:
• Investasi pemilik berupa setoran uang maupun barang habis pakai atau
aktiva lainnya
• Membeli aktiva tetap
• Menerima pinjaman dan membayar utang
• Menerima pelunasan piutang
• Menggunakan aktiva yang ada
• Membuat laporan pertanggungjawaban
Serangkaian kegiatan tersebut dilakukan secara terus menerus demi
kelangsungan usaha dengan tujuan mencari laba. Proses akuntansi berperan pada
kegiatan ini, mulai terjadinya transaksi, mencatatnya, melaporkan, menganalisa
sampai dengan meramalkan kegiatan mendatang.
86
B. Soal Dan Pembahasan
a. Transaksi
Tn. Tatang Hadi membuka usaha jasa guide pariwisata “Mina Bahari” pada
bulan September 2011. Selama bulan September 2011 melakukan transaksi
sebagai berikut:
• 1 Sept Mina Bahari menerima modal berupa kas Rp 20.890.000 dan
peralatan Rp
34.810.000
• 4 sept Membeli peralatan secara kredit Rp 3.050.000
• 5 sept Membeli bahan habis pakai secara tunai Rp 1.820.000
• 10 sept Menerima pendapatan atas jasa yang diberikan RP 20.000.000
• 11 sept Membayar sewa bulan bulan September 2011 Rp 13.790.000
• 14 sept Membayar beban utilitas sebesar Rp 10.050.000
• 15 sept Menerima pendapatan atas jasa yang belum dilakukan sebesar
Rp 4.800.000
• 19 sept Menyelesaikan jasa guide tetapi belum menerima pembayaran
sebesar Rp 21.900.000
• 22 sept Tuan Tatang mengambil uang perusahaan untuk kepentingan
pribadi Rp 2.500.000
• 23 sept Menerima pendapatan atas jasa yang diberikan Rp 29.550.000
• 25 sept Membayar beban-beban lain-lain sebesar Rp 2.260.000
• 27 sept Membayar gaji pegawai Rp 38.210.000
Pada akhir bulan September data penyesuaian berikut disiapkan:
a. Sisa bahan habis pakai per 33 September Rp 300.000
b. Pendapatan diterima tapi belum ditagih per 30 September Rp
3.310.000
c. Penyusutan peralatan diperkirakan Rp 1.500.000
d. Akruan gaji yang belum dibayar per 30 September Rp 475.000
e. Saldo pedapatan diterima dimuka mencerminkan penerimaan di muka
pada tanggal 1 September untuk jasa yang diberikan. Jasa yang
diberikan antara tanggal 1 sampai 30 September hanya Rp 1.000.000
87
b. Jurnal Umum
MINA BAHARI
JURNAL UMUM
PERIODE SEPTEMBER 2011
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Sep - 2011 1 Kas Rp 20.890.000 Rp 55.700.000
Rp 34.810.000 Rp 3.050.000
Peralatan Rp 3.050.000 Rp 1.820.000
Rp 20.000.000
Modal Rp 1.820.000 Rp 13.790.000
ket: setoran modal awal Rp 10.050.000
4 Peralatan Rp 20.000.000
88
Utang Usaha Rp 13.790.000
ket: pembelian peralatan kredit Rp 10.050.000
5 Bahan Habis Pakai
Kas
ket: pembelian bahan habis pakai
10 Kas
Pendapatan Jasa
ket: diterima pendapatan jasa guide
11 Beban Sewa
Kas
ket: beban sewa bulan sept 2011
14 Beban Utilitas
Kas
ket: membayar beban utilitas Rp 4.800.000
15 Kas
Rp 4.800.000
Pendapatan diterima dimuka
ket: pendapatan atas jasa belum Rp 21.900.000
dilakukan
19 Piutang Rp 21.900.000
Pendapatan Jasa
ket: jasa yang sudah dilakukan belum Rp 2.500.000
dibayar
22 Prive Rp 2.500.000
Kas
ket: pengambilan untuk keperluan Rp 29.550.000
pribadi
23 Kas Rp 29.550.000
Pendapatan Jasa
ket: diterima pendapatan jasa guide Rp 2.260.000
25 Beban Lain
Kas Rp 2.260.000
ket: dibayar beban lain lain
27 Beban Gaji Rp 38.210.000
Kas
ket: dibayar beban gaji Rp 38.210.000
Total
Rp 203.630.000 Rp 203.630.000
89
c. Buku Besar
MINA BAHARI
JURNAL UMUM
PERIODE SEPTEMBER 2011
Akun : Kas No Akun : 101
Tanggal
Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
D
Sep-2011 1 Modal Awal Rp 20.890.000 Rp 20.890.000 K
3 Bahan habis pakai Rp 19.070.000 D
Rp 1.820.000 K
K
10 Pendapatan jasa Rp 20.000.000 Rp 39.070.000 D
K
11 Beban sewa Rp 13.790.000 Rp 25.280.000 D
14 Beban Utilitas Rp 10.050.000 Rp 15.230.000 K
K
15 Pendapatan jasa Rp 4.800.000 Rp 20.030.000
22 Prive Rp 2.500.000 Rp 17.530.000
23 Pendapatan jasa Rp 47.080.000
Rp 29.550.000
25 Beban Lain Rp 2.260.000 Rp 44.820.000
27 Beban Gaji Rp 38.210.000 Rp 6.610.000
Akun : Piutang Usaha No Akun : 102
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
Sep-2011 19 Pendapatan Jasa Rp 21.900.000 Rp 21.900.000 D
Akun : Bahan Habis Pakai No Akun :103
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
Sep-2011 5 Pembelian Rp 1.820.000 Rp 1.820.000 D
Akun : Peralatan No Akun : 104
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
90
Sep-2011 1 Modal Awal Rp 34.810.000 Rp 34.810.000 D
4 Pembelian Rp 3.050.000 Rp 37.860.000 D
Akun : Utang Usaha No Akun : 201
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
Sep-2011 4 Pemb. Peralatan Rp 3.050.000 Rp 3.050.000 K
Akun : Pendapatan Diterima Dimuka No Akun : 202
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
Sep-2011 15 Pendapatan Jasa Rp 4.800.000 Rp 4.800.000 K
Akun : Modal No Akun : 301
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
Sep-2011 1 Modal Awal K
Rp 55.700.000 Rp 55.700.000
Akun : Prive No Akun : 302
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
Sep-2011 22 Prive Rp 2.500.000 Rp 2.500.000 D
Akun : Pendapatan Jasa No Akun : 401
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
Sep-2011 10 Pendapatan Jasa Rp 20.000.000 Rp 20.000.000 K
18 Pendapatan Jasa Rp 21.900.000 Rp 41.900.000 K
23 Pendapatan Jasa Rp 29.550.000 Rp 71.450.000 K
91
Akun : Beban Sewa No Akun : 501
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
Rp 13.790.000
Sep-2011 11 Beban Sewa Sept Rp 13.790.000 D
Akun : Beban Ukilitas No Akun : 502
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
Sep-2011 14 Beban Utilitas Rp 10.050.000 Rp 10.050.000 D
Akun : Beban Gaji No Akun : 503
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
Sep-2011 27 Beban gaji Rp 38.210.000
Rp 38.210.000 D
Akun : Beba Lain-lain No Akun :504
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
Sep-2011 25 Beban Lain Rp 2.260.000 Rp 2.260.000 D
d. Neraca Saldo
MINA BAHARI
NERACA SALDO
PERIODE 30 SEPTEMBER 2011
No Akun Nama Akun Debit Kredit
92
Kas Rp 6.610.000
Piutanng Usaha Rp 21.900.000
Bahan Habis Pakai Rp 1.820.000 Rp 3.050.000
Peralatan Rp 37.860.000 Rp 4.800.000
Utang Usaha Rp 55.700.000
Pendapatan Diterima Dimuka Rp 2.500.000 Rp 71.450.000
Modal
Prive Rp 13.790.000 Rp 135.000.000
Pendapatan Jasa Rp 10.050.000
Beban Sewa Rp 38.210.000
Beban Utilitas Rp 2.260.000
Beban Gaji Rp 135.000.000
Beban Lain
Jumlah
e. Jurnal Penyesuaian
MINA BAHARI
JURNAL PENYESUAIAN
PERIODE 30 SEPTEMBER 2011
No Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
1 30 Sep 2011 Rp 1,520,000 Rp 1,520,000
2 30 Sep 2011 Beban Bahan Habis Pakai Rp 3,310,000 Rp 3,310,000
3 30 Sep 2011 Bahan Habis Pakai Rp 1,500,000 Rp 1,500,000
4 30 Sep 2011 ket: bahan habis pakai bulan sept Rp 475,000 Rp 475,000
5 30 Sep 2011 Piutang Usaha Rp 1,000,000 Rp 1,000,000
Pendapatan Jasa
ket: pendapatan yang belum ditagih
Beban Penyusutan
Akumulasi Penyusutan Peralatan
ket: beban penyusutan peralatan
Beban Gaji
Utang Gaji
ket: beban gaji yang belum dibayar
Pendapatan Diterima Dimuka
Pendapatan Jasa
ket: pendapatan yang terealisasi
93
Jumlah Rp 6,805,000 Rp 6,805,000
f. Neraca Lajur
MINA BAHARI
WORKSHEET
BULAN SEPTEMBER 2011
No Akun Neraca Saldo Jurnal penyesuaian Neraca Saldo Stlh JP Lap Laba Rugi Laporan Keuangan
Akun
Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debir Kredit Debit Kredit
101 Kas
6,610,000 6,610,000 6,610,000
102 Piutang Usaha 21,900,000 2,310,000 24,210,000 24,210,000
103 Bahan Habis Pakai 1,820,000 1,520,000 300,000 300,000
104 Peralatan 37,860,000 37,860,000 37,860,000
105 Akum. Penyusutan Peralatan 1,500,000 1,500,000 1,500,000
201 Utang Usaha 3,050,000 3,050,000 3,050,000
202 Pendapatan Diterima Dimuka 4,800,000 1,000,000 3,800,000 3,800,000
203 Utang Gaji - 475,000 475,000 475,000
301 Modal 55,700,000 55,700,000 55,700,000
302 Prive 2,500,000 2,500,000 2,500,000
401 Pendapatan Jasa 71,450,000 3,310,000 74,760,000 74,760,000
501 Beban Sewa 13,790,000 13,790,000 13,790,000
502 Beban Utilitas 10,050,000 10,050,000 10,050,000
503 Beban Gaji 38,210,000 475,000 38,685,000 38,685,000
504 Beban Lain 2,260,000 2,260,000 2,260,000
505 Beban Bahan Habis Pakai - 1,520,000 1,520,000 1,520,000
506 Beban Penyusutan Peralatan - 1,500,000 1,500,000 1,500,000
135,000,000 135,000,000 6,805,000 6,805,000 139,285,000 139,285,000 67,805,000 74,760,000 71,480,000 64,525,000
94
Laba 6,955,000 6,955,000
74,760,000 74,760,000 71,480,000 71,480,000
g. Jurnal Penutup
MINA BAHARI
JURNAL PENUTUP
PERIODE 30 SEPTEMBER 2011
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Rp 74,760,000
2011 30 Pendapatan Rp 74,760,000
Sep Ikhtisar laba-rugi
(Menutup akun pendapatan) Rp 67,805,000
30 Ikhtisar laba-rugi
Rp 13,790,000
Beban sewa Rp 10,050,000
Beban utilitas Rp 38,685,000
Beban gaji Rp 2,260,000
Beban lain-lain Rp 1,560,000
Beban bahan habis
pakai Rp 1,500,000
Beban penyusutan
peralatan Rp 6,955,000
(Menutup akun beban)
30 Ikhtisar laba-rugi Rp 6,955,000
Modal
(Menutup akun ikhtisar laba- Rp 2,500,000 Rp 2,500,000
rugi) Rp 152,020,000 Rp 152,020,000
30 Modal
Prive
Jumlah
h. Laporan Keuangan
95
Mina Bahari
LAPORAN LABA RUGI
Untuk Periode Yang Berakhir 30 September 2011
Pendapatan Rp 74,760,000
Pendapatan Jasa
Total Pendapatan Rp
74,760,000
Beban
Beban Sewa Rp 13,790,000
Beban Utilitas Rp 10,050,000
Beban Gaji Rp 38,685,000
Beban Lain Rp 2,260,000
Beban Bahan Habis Pakai Rp 1,520,000
Beban Penyusutan Peralatan Rp 1,500,000
Total Beban Rp (67,805,000)
Laba Rp
6,955,000
Mina Bahari
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode Yang Berakhir 30 September 2011
Modal 1 September 2011 Rp
-
Setoran Modal 1 September 2011 Rp
55,700,000
Ditambah:
Laba Bersih bulan September Rp 6,955,000
96
Dikurangi: Rp
Prive Rp (2,500,000)
Modal 30 September 2011 4,455,000
Rp
60,155,000
ASSET Mina Bahari
LAPORAN POSISI KEUANGAN
30 September 2011
LIABILITAS
Asset Lancar Liabilitas
Kas Rp 6,610,000 Utang Usaha Rp 3,050,000
Piutang Usaha 475,000
Bahan Habis Pakai Rp 24,210,000 Utang Gaji Rp
3,800,000
TotalAsset Lancar Rp 300,000 Pendapatan Diterima Dimuk Rp 7,325,000
Asset Tetap
Total Liabilitas Rp
Rp 31,120,000
Equitas
Peralatan Rp 37,860,000 Modal Rp 60,155,000
Akum. Penyusutan Peralatan Rp (1,500,000) Rp 60,155,000
Rp 67,480,000
Total Equitas
Total Asset Tetap Rp 36,360,000
TOTAL ASSET Rp 67,480,000 TOTAL LIABILITAS+ EKUITAS
97