C. Populasi dan Sampel Penelitian
1) Populasi
Populasi dalam hal ini adalah sekumpulan data yang akan menjadi
objek dalam penelitian. Dalam penelitian ini populasinya adalah lansia
berjumlah 40 responden yang ada di desa Linggang Bigung. Adapun
alasan peneliti memilih lansia adalah karena lansia adalah seseorang yang
telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupan. Lanjut usia
memandang masa tua sebagai bagian proses biologis yang harus dihadapi,
seperti menghadapi fase kehidupan sebelumnya yaitu dari anak-anak
menjadi remaja, remaja menjadi dewasa hingga akhirnya mencapai fase
masa tua (Santrock, 2012.)
2) Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi. Sampel adalah sebagaian atau
wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto S. 2003). Peneliti menggunakan
teknik random sampling. Simple random sampling adalah teknik
pengambilan sampel di mana setiap item dalam populasi memiliki peluang
dan kemungkinan yang sama untuk dipilih dalam sampel. Di sini
pemilihan item sepenuhnya bergantung pada keberuntungan atau
probabilitas. Peneliti akan mengambil sampel sebanyak 40 responden.
D. Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono (2019: 68) menyatakan variabel pemeriksaan adalah
kualitas atau sifat atau nilai dari individu, benda atau gerakan yang tidak
ditetapkan oleh ilmuwan untuk dipusatkan dan kemudian dibuat penentuan.
Variabel pemeriksaan ini adalah tentang desain hidup sehat lansia dengan
demikian maka penulis akan mampu mengetahui bagaimana cara melakukan
pengukuran terhadap variable pola hidup sehat yang didasarkan pada ide
sebagai petunjuk dalam jajak pendapat.
36
E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan
angket. Angket adalah seperangkat pernyataan tertulis dalam lembaran kertas
atau sejenisnya dan disampaikan kepada responden penelitian untuk diisi tanpa
intervensi dari penulis atau pihak lain. Metode ini digunakan untuk
memperoleh informasi dari responden dalam arti tentang pribadinya, atau hal –
hal lain yang diketahui. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan angket
terbuka, yang sudah disediakan jawaban. Sasaran yang akan diberikan angket
adalah Lansia yang ada di desa linggang bigung. Teknik angket ini untuk
mendapatkan data tentang responden lansia linggang bigung tentang penerapan
pola hidup sehat pada lansia serta manfaat berolahraga disaat pandemi covid-
19. Skala Likert memiliki tingkat balasan dari sangat pasti hingga negatif, yang
biasanya dapat berupa kata-kata dengan tegas setuju, setuju, tidak setuju,
menyimpang, dan secara tegas bertentangan. Instrumen penelitian yang
memanfaatkan skala likert dapat dijadikan agenda. Berikut ini adalah kriteria
penilaian yang digunakan pada skala likert menurut (Sugiono, 2017):
Tabel 3.2 Skala Penilaian
No Pernyataan Nilai
1. Favorabel 5 4 3 21
2. Unfavorabel 1 2 3 45
Skala pola hidup sehat ini menggunakan lima pilihan jawaban, yaitu
sangat setuju (SS), setuju (S), cukup (C), jarang (J) dan tidak pernah (TP).
Pada pernyataan favourable, jawaban sangat setuju (SS) memiliki nilai 5,
setuju (S) memiliki nilai 4, cukup (C) memiliki nilai 3, jarang (J) memiliki
nilai 3 dan tidak pernah (TP) memiliki nilai 1, sebaliknya pada pertanyaan
unfavourable, jawaban tidak pernah (TP) memiliki nilai 1, jarang (J) memiliki
nilai 2, cukup (C) memiliki nilai 3, setuju (S) memiliki nilai 3 dan sangat
setuju (SS) memiliki nilai 5.
37
Tabel 3.3 Kisi-kisi Penerapan Pola Hidup Sehat
Variabel Faktor Indikator Nomor item
penelitian
Mampu menerapkan pola F UF
Faktor makan yang sehat 1, 2, 3, 5, 4, 7, 8, 9, 10
Gizi 6
Olahraga Memiliki waktu untuk 11, 12, 14, 15, 16, 17,
kegiatan aktivitas fisik 13, 18, 19 20
Pola hidup seperti berolahraga
sehat
Kesehatan Mampu menjaga 21, 23, 22, 24, 26, 27,
pentingnya kesehatan, tidak 25, 29, 30 28,
bermalas-malasan dan rutin
memeriksa kesehatan secara
teratur
Total 15 15
(Teori yang digunakan teori Siti Bandiyah, 2009: 74)
F. Validasi dan Reliabilitas Instrumen
1. Uji Validasi
Menurut (Sugiyono, 2019), uji validitas digunakan untuk mengukur
sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid
jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan suatu yang
diukur oleh kuesioner tersebut. Tujuan uji validitas untuk mengetahui
sejauh mana ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek
dengan data yang dilaporkan oleh peneliti. Keputusan suatu item valid atau
tidak valid menurut (Sugiyono, 2019) dapat diketahui dengan cara
mengkorelasikan antara skor butir dengan skor total, bila korelasi r di atas
0,05 maka dapat disimpulkan bahwa butir instrumen tersebut valid jumlah
N=30. Perhitungan rumus tersebut menggunakan bantuan IBM SPSS
Statistics. Berikut hasil uji validitas item pernyataan:
38
Tabel 3.4 Validasi Angket
Pernyataan Pearson Correlation r table Validitas
A1 0,591 0,312 Valid
A2 0,630 0,312 Valid
A3 0,620 0,312 Valid
A4 0,604 0,312 Valid
A5 0,606 0,312 Valid
A6 0,611 0,312 Valid
A7 0,585 0,312 Valid
A8 0,557 0,312 Valid
A9 0,584 0,312 Valid
A10 0,592 0,312 Valid
A11 0,629 0,312 Valid
A12 0,602 0,312 Valid
A13 0,709 0,312 Valid
A14 0,608 0,312 Valid
A15 0,526 0,312 Valid
A16 0,531 0,312 Valid
A17 0,576 0,312 Valid
A18 0,618 0,312 Valid
A19 0,596 0,312 Valid
A20 0,596 0,312 Valid
A21 0,596 0,312 Valid
A22 0,595 0,312 Valid
A23 0,639 0,312 Valid
A24 0,546 0,312 Valid
A25 0,595 0,312 Valid
A26 0,604 0,312 Valid
A27 0,493 0,312 Valid
A28 0,582 0,312 Valid
A29 0,664 0,312 Valid
A30 0,598 0,312 Valid
Terlihat bahwa korelasi antara masing-masing item pernyataan terhadap
total skor dari setiap variabel menunjukan hasil yang signifikan, dan
menunjukan bahwa rhitung > 0,312. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
semua item pernyataan dinyatakan valid.
39
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur
dapat dipercaya atau diandalkan (konsisten). Jumlah N=30 untuk melihat
andal tidaknya suatu alat ukur digunakan pendekatan secara statistika,
yaitu melalui koefisien reliabilitas dan apabila koefisien reliabilitasnya
lebih besar dari 0,06 maka secara keseluruhan pernyataan tersebut
dinyatakan andal atau reliable (Sugiyono, 2019).
Pengujian reliabilitas instrumen dengan menggunakan rumus Alpha
Cronbach karena instrumen penelitian ini berbentuk angket dan skala
bertingkat jumlah. Rumus Alpha Cronbach sevagai berikut:
Keterangan :
r11 = reliabilitas yang dicari
n = jumlah item pertanyaan yang di uji
∑ꝍt2 = jumlah varians skor tiap-tiap item
ꝍt2 = varians total
Tabel 3.5 Reliabilitas
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha Based
on
Cronbach's Standardized N of
Alpha Items Items
.608 .599 30
Hasil perhitungan Uji reliabilitas metode Cronbach’s Alpha dapat dilihat
pada kolom Cronbach’s Alpha, yaitu 0,608 dengan N of Items
menunjukan bahwa jumlah dari items atau jumlah pertanyaan yang diinput
pada variable view adalah 30. Sehingga dapat dikatakan bahwa hasil
Cronbach’s Alpha untuk 30 data dari item atau 30 pertanyaan yaitu 0,608.
40
G. Teknik Analisis Data
Pemeriksaan atau informasi papan merupakan tahapan penting dalam
penelitian. Informasi yang didapat dalam penelitian ini akan diuraikan dengan
menggunakan pemeriksaan yang jelas. Setelah setiap informasi dikumpulkan,
tahap selanjutnya adalah menyelidiki informasi tersebut sehingga dapat
ditarik suatu akhir. Prosedur pemeriksaan informasi dalam penelitian ini
menggunakan strategi pemeriksaan informasi kuantitatif ilustratif. Strategi
untuk memastikan penyelidikan informasi adalah untuk melacak pengulangan
umum dari tingkat. Dengan rumus sebagai berikut (Sudijono, 2009: 40):
P = x 100%
Keterangan
P = persentase
F = frekuensi dari setiap jawaban yang telah menjadi pilihan responden
N = jumlah responden
Pengkategorian tersebut menggunakan lima kategori, yaitu sangat
aktif, baik, cukup, kurang, sangat kurang. Menurut Azwar (2001: 163) untuk
menentukan kriteria skor dengan menggunakan Penilaian Acuan Norma
(PAN) dalam skala pada tabel 5 sebagai berikut:
Tabel 3.6 Penilaian Acuan Norma (PAN)
No Interval Kategori
1 M + 1,5 SD < X Sangat Baik
2 M + 0,5 SD < X ≤ M + 1,5 SD Baik
3 M - 0,5 SD < X ≤ M + 0,5 SD Cukup
4 M - 1,5 SD < X ≤ M - 0,5 SD
5 X ≤ M - 1,5 SD Kurang
Sangat Kurang
Untuk mengetahui seberapa besar status pola hidup sehat pada
lansia yang ada di desa Linggang Bigung. Selanjutnya data yang terkumpul
diolah dengan menggunakan teknik skala Likert (Sugiyono, 2011: 107). Skala
Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang
atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
41
Menurut Sugiono (2017) skala likert digunakan untuk mengukur
sikap, pendapat, dan prepesi seseorang tentang fenomena sosial. Dalam
penelitian ini penulis telah menetapkan fenomena sosial secara spesifik yang
disebut dengan variable penelitian.
Keterangan:
SS : Sangat Setuju
S : Setuju
C : Cukup
J : Jarang
TP : Tidak Pernah
Skala pengukuran tipe ini maka variabel yang akan diukur
dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian, indikator tersebut dijadikan
sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang dapat berupa
pernyataan atau pertanyaan.
(Ini adalah intervalnya jarak dari terendah 0 % hingga tertinggi 100%)
Berikut kriteria interprestasi skornya berdasarkan interval:
Angka 0% – 19,99% = Tidak pernah (tidak setuju/buruk/kurang sekali)
Angka 20% – 39,99% = Jarang / Kurang baik)
Angka 40% – 59,99% = Cukup / Netral
Angka 60% – 79,99% = (Setuju/Baik/suka)
Angka 80% – 100% = Sangat (setuju/Baik/Suka)
42
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan data tentang
pola hidup sehat pada lansia di desa Linggang Bigung, yang diungkapkan
dengan angket yang berjumlah 40 butir, dan terbagi dalam tiga factor, yaitu
(1) Fakor Gizi (2) Olahraga dan (3) Kesehatan. Hasil analisis dipaparkan
sebagai berikut:
Deskriptif statistik data hasil penelitian tentang pola hidup sehat
lansia di desa Linggang Bigung di dapat skor terendah (minimum) 70, skor
tertinggi (maksimum) 93, rerata (mean) 82,05, nilai tengah (median) 81, nilai
yang sering muncul (mode) 77, standar deviasi (SD) 6.209794. Hasil
selengkapnya dapat dilihat pada table 4.1 sebagai berikut:
Tabel 4.1 Pola Hidup Sehat Lansia di desa Linggang Bigung
Statistik
N 40
Mean 82.05
Median 81
Mode 77
Std. Deviation 6.209794
Minimum 70
Maximum 93
Apabila ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi, pola hidup sehat
lansia di desa Linggang bigung disajikan pada table 4.2 sebagai berikut:
43
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Pola Hidup Sehat Lansia di desa
Linggang Bigung
No Interval Kategori Frekuensi %
1. 91.36 < X Sangat Baik 4 10%
2. 85.15 < X ≤ 91.36 Baik 12 30%
3. 78.94 < X ≤ 85.15 Cukup 12 30%
4. 72.73 < X ≤ 78.94 10 25%
5. X ≤ 72.73 Kurang 2 5%
Sangat Kurang
Jumlah 40 100%
Berdasarkan tabel 4.2 menunjukkan bahwa pola hidup sehat Lansia
di desa Linggang Bigung berada pada kategori “sangat kurang” sebesar 5% (2
orang), “kurang” sebesar 25% (10 orang), “cukup” sebesar 30% (12 orang),
“baik” sebesar 30% (12 orang), dan “sangat baik” sebesar 10% (4 orang).
Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 82,05, pola hidup sehat Lansia di desa
Linggang Bigung dalam kategori “baik”.
Penyajian data pola hidup sehat lansia di Desa Linggang Bigung
sebagai berikut:
Diagram Pie Pola Hidup Sehat Lansia di
Desa Linggang Bigung
5% 10% Sangat Baik
25%
30% Baik
30% Cukup
Kurang
Gambar 4.1 Diagram Pie Pola Hidup Sehat Lansia di Desa Linggang Bigung
Berdasarkan gambar 4.1 dapat diamati bahwa pola hidup sehat lansia
di desa Linggang Bigung memiliki kategori baik (30%).
44
1. Faktor Gizi
Deskriptif statistik data hasil penelitian Faktor Gizi di desa Linggang
Bigung berdasarkan faktor gizi didapat skor terendah (minimum) 25, skor
tertinggi (maksimum) 37, rerata (mean) 30.575, nilai tengah (median) 30.5,
nilai yang sering muncul (mode) 29, standar deviasi (SD) 2.67838. Hasil
selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4. sebagai berikut:
Tabel 4.3 Faktor Gizi
Statistik
N 40
Mean
Median 30.575
Mode 30.5
Std. Deviation
Minimum 29
2.67838
25
Maximum 37
Apabila ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi, pola hidup
sehat lansia di desa Linggang Bigung disajikan pada table 4.4 sebagai
berikut:
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Faktor gizi Lanisa di Linggang
Bigung
No Interval Kategori Frekuensi %
Sangat Baik 3 7,5%
1. 34.59 < X 10 25%
2. 31.91< X ≤ 34.59 Baik 11 27,5%
3. 29.23< X ≤ 31.91 Cukup 14 35%
4. 26.55< X ≤ 29.23 Kurang 2 5%
5. X ≤ 26.55 Sangat Kurang
Jumlah 40 100%
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa Faktor gizi Lansia
di Linggang Bigung berada pada kategori “sangat kurang” sebesar 5% (2
orang), “kurang” sebesar 35% (14 orang), “cukup” sebesar 27,5% (11
orang), “baik” sebesar 25% (10 orang), dan “sangat baik” sebesar 7,5% (3
45
orang). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 30.57, faktor gizi lansia di desa
Linggang Bigung dalam kategori “kurang”.
Penyajian data Distribusi Frekuensi Faktor gizi Lanisa di Desa
Linggang Bigung sebagai berikut:
Diagram pie Distribusi Frekuensi Faktor Gizi
Lansia di Desa Linggang Bigung
5% 7% Sangat Baik
35% 25% Baik
28% Cukup
Kurang
Sangat Kurang
Gambar 4.2 Diagram Pie Faktor gizi Lansia di Desa Linggang Bigung
Berdasarkan gambar 4.2 dapat diamati bahwa faktor gizi lansia
di desa Linggang Bigung memiliki kategori kurang (35%).
2. Olahraga
Deskriptif statistik data hasil penelitian tentang Olahraga di desa
Linggang Bigung berdasarkan olahraga didapat skor terendah (minimum)
21, skor tertinggi (maksimum) 21, rerata (mean) 25.225, nilai tengah
(median) 25, nilai yang sering muncul (mode) 26, standar deviasi (SD)
2.444119. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4. sebagai berikut:
Tabel 4.5 Olahraga
Statistik
N 40
Mean 25.225
Median
25
Mode 26
Std. Deviation 2.444119
Minimum
Maximum 21
30
Apabila ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi, pola hidup sehat lansia
di desa Linggang Bigung disajikan pada table 4.6 sebagai berikut:
46
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Olahraga Lanisa di desa Linggang Bigung
No Interval Kategori Frekuensi %
Sangat Baik 5 12,5%
1. 28.89 < X 7 17,5%
2. 26.44< X ≤ 28.89 Baik 11 27,5%
3. 24.00< X ≤ 26.44 Cukup
4. 21.55< X ≤ 24.00 Kurang 14 35%
5. X ≤ 21.55 Sangat Kurang 3 7,5%
Jumlah 40 100%
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa olahraga Lansia di
desa Linggang Bigung berada pada kategori “sangat kurang” sebesar 7,5% (3
orang), “kurang” sebesar 35% (14 orang), “cukup” sebesar 27,5% (11 orang),
“baik” sebesar 17,5% (17 orang), dan “sangat baik” sebesar 12,5% (5 orang).
Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 25.22, olahraga pada lansia di desa
Linggang Bigung dalam kategori “kurang”.
Penyajian data Distribusi Olahraga Lanisa di Desa Linggang Bigung
sebagai berikut:
Diagram Pie Distribusi Olahraga Lansia di Desa
Linggang Bigung
8% 12%
Sangat Baik
35% 17% Baik
28% Cukup
Kurang
Sangat Kurang
Gambar 4.3 Diagram Pie Olahraga Lansia di Desa Linggang Bigung
Berdasarkan gambar 4.3 dapat diamati bahwa olahraga lansia di desa
Linggang Bigung memiliki kategori kurang (35%).
3. Kesehatan
Deskriptif statistik data hasil penelitian Kesehatan di desa Linggang
Bigung berdasarkan kesehatan didapat skor terendah (minimum) 23, skor
47
tertinggi (maksimum) 31, rerata (mean) 26.25, nilai tengah (median) 26,
nilai yang sering muncul (mode) 25, standar deviasi (SD) 2.339735. Hasil
selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4. sebagai berikut:
Tabel 4.7 Kesehatan
Statistik
N 40
Mean
Median 26.25
26
Mode 25
Std. Deviation 2.339735
Minimum
23
Maximum 31
Apabila ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi, pola hidup sehat lansia di
desa Linggang Bigung disajikan pada table 4.8 sebagai berikut:
4.8 Distribusi Frekuensi Kesehatan Lanisa di Linggang Bigung
No Interval Kategori Frekuensi %
Sangat Baik 4 10%
1. 29.75< X 9 22,5%
2. 27.41< X ≤ 29.75 Baik 9 22,5%
3. 25.08< X ≤ 27.41 Cukup
4. 22.74< X ≤ 25.08 Kurang 18 45%
5. X ≤ 22.74 Sangat Kurang 0 0%
Jumlah 40 100%
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesehatan Lansia di
desa Linggang Bigung berada pada kategori “sangat kurang” sebesar 0%
(tidak ada), “kurang” sebesar 45% (18 orang), “cukup” sebesar 22,5% (9
orang), “baik” sebesar 22,5% (9 orang), dan “sangat baik” sebesar 10% (4
orang). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 26,25, kesehatan pada lansia di desa
Linggang Bigung dalam kategori “kurang”.
Penyajian data Distribusi Frekuensi Kesehatan Lanisa di Desa
Linggang Bigung sebagai berikut:
48
Diagram Pie Distribusi Frekuensi Kesehatan
Lansia di Desa Linggang Bigung
0% 10% Sangat Baik
45% 22% Baik
23% Cukup
Kurang
Sangat Kurang
Gambar 4.4 Diagram Pie Kesehatan Lansia di Desa Linggang Bigung
Berdasarkan gambar 4.4 dapat diamati bahwa kesehatan sehat lansia
di desa Linggang Bigung memiliki kategori kurang (45%).
Tabel 4.9 Frekuensi Usia Lanisa di desa Linggang Bigung
No Usia Jumlah Persentase
1. 46 1 2,5%
2. 47 3 7,5%
3. 48 7 17,5
4. 49 3 7,5%
5. 50 6 15%
6. 51 1 2,5%
7. 53 3 7,5%
8. 55 5 12,5%
9. 56 1 2,5%
10. 57 1 2,5%
11. 60 3 7,5%
12. 61 1 2,5%
13. 62 1 2,5%
14. 63 1 2,5%
15. 64 2 5%
Jumlah 40 100%
Jumlah responden yang memenuhi kriteria dan bersedia mengisi
kusioner sebanyak 40 responden. Berdasarkan hasil frekuensi lansia diatas
dilihat bahwa usia responden yang paling banyak adalah 48 tahun yaitu
sebanyak 7 orang (17,5%).
49
Tabel 4.10 Frekuensi Pola Hidup Sehat
No Pola Hidup Sehat Frekuensi Presentase %
1. Baik 28 70%
2. Kurang 12 30%
Total 40 100%
Berdasarkan hasil tabel di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden
mempunyai pola hidup sehat yang baik sebanyak 28 (70%) orang dan responden
yang kurang menerapkan pola hidup sehat sebanyak 12 (30%) orang.
Penyajian data Distribusi Frekuensi Pola Hidup Sehat Lanisa di Desa
Linggang Bigung sebagai berikut:
Diagram Pie Frekuensi Pola Hidup Sehat
30% Baik
70% Kurang
Gambar 4.5 Diagram Pie Frekuensi Pola Hidup Sehat Lansia di Desa
Linggang Bigung
Berdasarkan gambar 4.5 dapat diamati bahwa pola hidup sehat lansia
di desa Linggang Bigung secara keseluruhan memiliki kategori baik (30%).
B. Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penerapan
pola hidup sehat pada lansia yang ada di desa Linggang Bigung, yang
diungkapkan dengan angket yang berjumlah 30 butir, dan terbagi menjadi tiga
factor yaitu (1) Faktor Gizi (2) Olahraga (3) Kesehatan. Berdasarkan hasil
penelitian menunjukkan bahwa pola hidup sehat lansia di desa Linggang
Bigung dalam kategori “baik”. Cara hidup yang sehat adalah menjalani
kehidupan sehari-hari secara positif dan fokus pada faktor-faktor kesejahteraan,
50
sehingga menjadi praktik sehari-hari yang solid. Menerapkan rutinitas positif
dalam membuat lingkungan sehari-hari yang sehat dan menjauhi pola perilaku
yang tidak menguntungkan yang dapat menghambat kesejahteraan adalah salah
satu penggambaran latihan atau latihan yang ditopang oleh keinginan dan
minat dan bagaimana jiwa kita dapat hidup dan bergaul dengan iklim umum.
Secara rinci pola hidup sehat lansia di desa Linggang Bigung dan berdasarkan
faktor yaitu faktor gizi, olahraga dan kesehatan.
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa pola hidup sehat
Lansia di desa Linggang Bigung berada pada kategori “sangat kurang”
sebesar 5% (2 orang), “kurang” sebesar 25% (10 orang), “cukup” sebesar
30% (12 orang), “baik” sebesar 30% (12 orang), dan “sangat baik” sebesar
10% (4 orang). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 82,05, pola hidup sehat
Lansia di desa Linggang Bigung dalam kategori “baik”. Berdasarkan faktor
yaitu faktor gizi, olahraga dan kesehatan dijelaskan sebagai berikut:
1. Faktor gizi
Faktor gizi Lansia di desa Linggang Bigung berada pada kategori “sangat
kurang” sebesar 5% (2 orang), “kurang” sebesar 35% (14 orang), “cukup”
sebesar 27,5% (11 orang), “baik” sebesar 25% (10 orang), dan “sangat baik”
sebesar 7,5% (3 orang). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 30.57, faktor gizi
lansia di Linggang Bigung dalam kategori “kurang”.
2. Olahraga
Olahraga Lansia di desa Linggang Bigung berada pada kategori “sangat
kurang” sebesar 7,5% (3 orang), “kurang” sebesar 35% (14 orang), “cukup”
sebesar 27,5% (11 orang), “baik” sebesar 17,5% (17 orang), dan “sangat
baik” sebesar 12,5% (5 orang). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 25.22,
olahraga pada lansia di Linggang Bigung dalam kategori “kurang”.
3. Kesehatan
Kesehatan Lansia di desa Linggang Bigung berada pada kategori “sangat
kurang” sebesar 0% (tidak ada), “kurang” sebesar 45% (18 orang), “cukup”
sebesar 22,5% (9 orang), “baik” sebesar 22,5% (9 orang), dan “sangat baik”
51
sebesar 10% (4 orang). Berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 26,25, kesehatan
pada lansia di Linggang Bigung dalam kategori “kurang”.
Berdasrkan hasil validasi kusioner terlihat bahwa korelasi antara
masing-masing item pernyataan terhadap total skor dari setiap variabel
menunjukan hasil yang signifikan, dan menunjukan bahwa r hitung > 0,327.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua item pernyataan dinyatakan
valid.
Berdasarkan jumlah responden yang memenuhi kriteria dan bersedia
mengisi kusioner sebanyak 40 responden. Berdasarkan hasil frekuensi lansia
diatas dilihat bahwa usia responden yang paling banyak adalah 48 tahun
yaitu sebanyak 7 orang (17,5%).
Berdasrkan pola hidup sehat pada lansia yang ada di desa Linggang
Bigung, sebagian besar memiliki pola hidup sehat yang baik sebanyak 26
orang (65%). Hal ini selaras dengan penelitian Hanjaya S, tentang pola
perilaku hidup sehat pra lansia dapat dikemukakan bahwa melakukan pola
hidup sehat sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Agar selalu sehat,
jauh dari segala macam penyakit, ataupun obesitas dan berumur panjang.
C. Keterbatasan Penelitian
Kendatipun peneliti sudah berusaha keras memenuhi segala kebutuhan
yang dipersyaratkan, bukan berarti penelitian ini tanpa kelemahan dan
kekurangan. Beberapa kelemahan dan kekurangan yang dapat dikemukakan
di sini antara lain:
1. Sulitnya mengetahui kesungguhan responden dalam mengerjakan angket.
Usaha yang dilakukan untuk memperkecil kesalahan yaitu dengan
memberi gambaran tentang maksud dan tujuan penelitian ini.
2. Pengumpulan data dalam penelitian ini hanya didasarkan pada hasil angket
sehingga dimungkinkan adanya unsur kurang objektif dalam pengisian
angket. Selain itu dalam pengisian angket diperoleh adanya sifat responden
sendiri seperti kejujuran dan ketakutan dalam menjawab responden
tersebut dengan sebenarnya.
52
3. Saat pengambilan data penelitian yaitu saat penyebaran angket penelitian
kepada responden, tidak dapat dipantau secara langsung dan cermat
apakah jawaban yang diberikan oleh responden benar-benar sesuai dengan
pendapatnya sendiri atau tidak.
4. Pengambilan data penelitian dilakukan secara online yaitu melalui via
telepon, karena adanya pandemi covid-19 sehingga kegiatan dibatasi dan
sulit untuk bertemu responden secara langsung.
53
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan dalam penelitian ini
maka dapat diambil kesimpulan, bahwa seberapa besar status pola hidup sehat
lansia di desa Linggang Bigung berada pada berada pada kategori “Baik”
berdasarkan nilai rata-rata keseluruhan, yaitu 82,05. Berdasarkan Faktor gizi
lansia di desa Linggang Bigung berada pada kategori “Kurang” berdasarkan
nilai rata-rata, yaitu 30.57. Berdasarkan Olahraga lansia di desa Linggang
Bigung berada pada kategori “Kurang” berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 25.22.
Berdasarkan Kesehatan lansia di desa Linggang Bigung berada pada kategori
“Kurang” berdasarkan nilai rata-rata, yaitu 26, 25, kesehatan pada lansia di
linggang bigung dalam kategori “kurang”. Dilihat dari uji validitas angket
dinyatakan valid dengan angka sebesar 0.608 kemudian dilihat dari uji
reabilitas angket dinyatakan reliable dengan hasil sebesar 0,608 kemudian dari
hasil statistic setiap butir instrument data berada pada kategori baik karena
setiap responden rata-rata menjawab setuju dan cukup.
B. Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan di atas dapat
dikemukakan implikasi hasil penelitian sebagai berikut:
1. Terdapat beberapa responden yang kurang dalam menerapkan pola hidup
sehat perlu diperhatikan dan dicari pemecahannya tersebut agar lebih
membantu dalam meningkatkan pola hidup sehat lansia di desa Linggang
Bigung.
2. Lansia yang ada di desa Linggang Bigung dapat menjadikan hasil ini
sebagai bahan pertimbangan untuk lebih meningkatkan pola hidup sehat
agar menjadi kebiasaan yang baik dan terhindar dari berbagai macam
penyakit.
54
C. Saran
Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan penelitian yang telah
dikemukakan diatas, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Bagi peneliti selanjutnya agar siap menerapkan cara hidup yang kokoh baik
untuk diri sendiri, orang tua maupun daerah sekitarnya.
2. Bagi lansia diharapkan mampu menerapkan pola hidup yang sehat agar
terhindar dari berbagai macam penyakit.
3. Agar mengembangkan penelitian lebih dalam lagi tentang pola hidup sehat
pada lansia di desa Linggang Bigung.
55
DAFTAR PUSTAKA
Ady Waluya1, D. D. (2021). HUBUNGAN PENGETAHUAN LANSIA
TENTANG CORONAVIRUSDESEASE (COVID-19) DENGAN UPAYA
PENCEGAHAN COVID-19DI KELURAHAN LIMUS NUNGGAL
WILAYAH KERJAPUSKESMAS LIMUSNUNGGAL SUKABUMI.
Journal Health Society, Volume 10.
https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:VAQcwelo2nYJ:ht
tps://ojs.stikesmi.ac.id/index.php/stikes-
health/article/download/27/24/77&cd=3&hl=id&ct=clnk&gl=id
Bahiyatun. (2009). Buku Ajaran Asuhan Kebidanan Nifas Normal. 3(1), 2–3.
Benny Kartawijaya. (n.d.). BERKALA, ENYAHKAN ASAP ROKOK, RAJIN
SENAM OSTEOPOROSIS, DIET SEHAT DAN SEIMBANG,. 2015. Diambil
26 Oktober 2022, dari https://adoc.pub/bab-1-pendahuluan-berkala-
enyahkan-asap-rokok-rajin-senam-os.html
Dunitz, 2001. (n.d.). Pola Hidup Sehat pada Lansia. https://doi.org/4/10/2022
Evelyn Fajar Wibisono, Andita Widjaja, Hanjaya Siaputra, A. E. (2015). Pola
Perilaku Hidup Sehat PRA Lansia Dalam Mengkonsumsi Makanan Sehari-
hari Di Maureen Studio. Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa, 3.
https://www.neliti.com/id/publications/80894/pola-perilaku-hidup-sehat-pra-
lansia-dalam-mengkonsumsi-makanan-sehari-hari-di-m#cite
Farid, M. (n.d.). PENGARUH KEBIASAAN HIDUP SEHAT DAN OLAHRAGA
PERNAFASAN TERHADAP PSIKOSOSIAL LANSIA KOMUNITAS SATRIA
NUSANTARA KOTA SEMARANG. 2015. Diambil 16 Oktober 2022, dari
http://lib.unnes.ac.id/20617/1/skripsi_PDF-s.pdf
Hartono. (2017). Identifikasi Pola Hidup Sehat pada Lansia di Kelurahan
Rahandouna Kota Kendari. In Skripsi - Poltekkes Kemenkes Kendari.
http://repository.poltekkes-kdi.ac.id/id/eprint/342
ismail - [2010]. (n.d.). Olahraga. 2016. https://repository.unja.ac.id/22827/5/BAB
I.pdf
ISO, Alvarez, J. A., Gutiérrez-Solana, F., Science, M. M. O. F., Academy, U.,
56
Materialiv, F. M., Andreikiv, A. E., Gembara, O. V., Araújo, B. A., Palma, J.
A., Vilar, E. O., Silva, A. A., Asahi, H., Ueno, M., Yonezawa, T., Adler, T.
A., Aylor, D., Bray, A., States, U., … White, R. E. (2010). No 主観的健康
感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構
造分析Title. Materials Science and Engineering A, 16(6), 1–19.
http://dx.doi.org/10.1016/j.engfailanal.2008.01.004%0Ahttp://dx.doi.org/10.
1016/j.engfracmech.2008.11.011%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.corsci.2009.
12.020%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.corsci.2009.11.044%0Ahttp://dx.doi.o
rg/10.1016/j.biotechadv.2010.07.00
Kementerian Kesehatan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Masyarakat. (n.d.). Gerakan PHBS Sebagai Langkah Awal Menuju
Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat. 2016. Diambil 15 Oktober
2022, dari https://promkes.kemkes.go.id/phbs
Kementrian kesehatan republik indonesia. (2020). HINDARI LANSIA DARI
COVID 19. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
http://www.padk.kemkes.go.id/article/read/2020/04/23/21/hindari-lansia-
dari-covid-19.html#:~:text=COVID-19 (coronavirus disease 2019,dan sesak
nafas bagi manusia
Kuniano, D. (2015). Menjaga Kesehatan di Usia Lanjut. Jurnal Olahraga
Prestasi, 11(2), 19–30.
Nauli1, F. A., 2, E. Y., & Reni Savita3. (2014). HUBUNGAN TINGKAT
DEPRESI DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN DALAM AKTIFITAS
SEHARI-HARI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS
TEMBILAHAN HULU. Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman
Journal of Nursing), 9. https://media.neliti.com/media/publications/106156-
ID-hubungan-tingkat-depresi-dengan-tingkat.pdf
Rachmah Laksmi Ambardini. (n.d.). AKTIVITAS FISIK PADA LANJUT USIA.
2011. Diambil 21 Oktober 2022, dari
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/132256204/Aktivitas Fisik Lansia.pdf
rays. (n.d.). Pengertian Olahraga. 2013. Diambil 20 Oktober 2022, dari http://e-
journal.uajy.ac.id/2063/2/2TA11990.pdf
57
Siahaan, M. (2020). Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan.
Jurnal Kajian Ilmiah, 1(1), 73–80. https://doi.org/10.31599/jki.v1i1.265
Suharjana. (n.d.). KEBIASAAN BERPERILAKU HIDUP SEHAT DAN NILAI-
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER. 2012. Diambil 15 Oktober 2022, dari
https://studylibid.com/doc/793548/kebiasaan-berperilaku-hidup-sehat-dan-
nilai
WIKIPEDIA. (n.d.). Linggang Bigung, Kutai Barat. 2020. Diambil 15 Oktober
2022, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Linggang_Bigung,_Kutai_Barat
Zaenuddin HM, 2014: 54. (n.d.). Pengertian pola hidup sehat. 2014.
https://doi.org/4/10/2022
58
DAFTAR TABEL
59
Tabel 1 DATA COVID-19 KAMPUNG LINGGANG BIGUNG TAHUN 2021
No Bulan L P Jumlah Faskes Hasil Keterangan
7 PKM Linggang Bigung Pemeriksaan
1 Januari 4 3 4 PKM Liggang Bigung Karantina
3 PKM Liggang Bigung Positif (+) Mandiri
2 Februari - 4 7 PKM Liggang Bigung Karantina
3 PKM Liggang Bigung Positif (+) Mandiri
3 Maret 12 10 PKM Liggang Bigung Karantina
Positif (+) Mandiri
4 April 16 Karantina
Positif (+) Mandiri
5 Mei 2 1 Karantina
Positif (+) Mandiri
6 Juni 4 6 Karantina
Positif (+) Mandiri
Linggang
Bigung,
Balikpapan,
Pontianak,
AWS SMD
2 Orang
Meninggal
Dunia Laki-laki
: 1 orang
perempuan : 1
orang
7 Juli
8 Agustus
9 September
10 Oktober
11 November
12 Desember
Tabel 2 Jadwal Penelitian
No Kegiatan Tahun 2021/2022
Sep Okt Nov Des Jan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul Ags Sep
1. Pembuatan
proposal
2. Seminar proposal
dan pembuatan
instrument
3. Revisi proposal
4. Penelitian
lapangan
5. Analisis data
6. Penyusunan
laporan
60
Tabel 3 Skala Penilaian Nilai
No Pernyataan 5 4 3 21
3. Favorabel 1 2 3 45
4. Unfavorabel
Tabel 4 Kisi-kisi Penerapan Pola Hidup Sehat
Variabel Faktor Indikator Nomor item
penelitian
Mampu menerapkan pola F UF
Faktor makan yang sehat 1, 2, 3, 5, 4, 7, 8, 9, 10
Gizi 6
Olahraga Memiliki waktu untuk 11, 12, 14, 15, 16, 17,
kegiatan aktivitas fisik 13, 18, 19 20
seperti berolahraga
Pola hidup
sehat
Kesehatan Mampu menjaga 21, 23, 22, 24, 26, 27,
pentingnya kesehatan, tidak 25, 29, 30 28,
bermalas-malasan dan rutin
memeriksa kesehatan secara
teratur
Total 15 15
61
Tabel 5 Validasi Angket
Pernyataan Pearson Correlation r table Validitas
A1 0,591 0,312 Valid
A2 0,630 0,312 Valid
A3 0,620 0,312 Valid
A4 0,604 0,312 Valid
A5 0,606 0,312 Valid
A6 0,611 0,312 Valid
A7 0,585 0,312 Valid
A8 0,557 0,312 Valid
A9 0,584 0,312 Valid
A10 0,592 0,312 Valid
A11 0,629 0,312 Valid
A12 0,602 0,312 Valid
A13 0,709 0,312 Valid
A14 0,608 0,312 Valid
A15 0,526 0,312 Valid
A16 0,531 0,312 Valid
A17 0,576 0,312 Valid
A18 0,618 0,312 Valid
A19 0,596 0,312 Valid
A20 0,596 0,312 Valid
A21 0,596 0,312 Valid
A22 0,595 0,312 Valid
A23 0,639 0,312 Valid
A24 0,546 0,312 Valid
A25 0,595 0,312 Valid
A26 0,604 0,312 Valid
A27 0,493 0,312 Valid
A28 0,582 0,312 Valid
A29 0,664 0,312 Valid
A30 0,598 0,312 Valid
62
Tabel 6 Reliabilitas
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha Based
on
Cronbach's Standardized N of
Items
Alpha Items
30
.608 .599
Tabel 7 Penilaian Acuan Norma (PAN)
No Interval Kategori
1 M + 1,5 SD < X Sangat Baik
2 M + 0,5 SD < X ≤ M + 1,5 SD Baik
3 M - 0,5 SD < X ≤ M + 0,5 SD Cukup
4 M - 1,5 SD < X ≤ M - 0,5 SD Kurang
5 X ≤ M - 1,5 SD Sangat Kurang
Tabel 8 Pola Hidup Sehat Lansia di desa Linggang Bigung
Statistik
N 40
Mean 82.05
Median 81
Mode 77
Std. Deviation 6.209794
Minimum 70
Maximum 93
Tabel 9 Distribusi Frekuensi Pola Hidup Sehat Lansia di desa Linggang Bigung
No Interval Kategori Frekuensi %
1. 91.36 < X Sangat Baik 4 10%
2. 85.15 < X ≤ 91.36 Baik 12 30%
3. 78.94 < X ≤ 85.15 Cukup 12 30%
4. 72.73 < X ≤ 78.94 Kurang 10 25%
5. X ≤ 72.73 Sangat Kurang 2 5%
Jumlah 40 100%
63
Tabel 10 Faktor Gizi
Statistik
N 40
Mean
Median 30.575
Mode 30.5
Std. Deviation
Minimum 29
2.67838
25
Maximum 37
Tabel 11 Distribusi Frekuensi Faktor gizi Lanisa di Linggang Bigung
No Interval Kategori Frekuensi %
Sangat Baik 3 7,5%
1. 34.59 < X 10 25%
2. 31.91< X ≤ 34.59 Baik 11 27,5%
3. 29.23< X ≤ 31.91 Cukup 14 35%
4. 26.55< X ≤ 29.23 Kurang 2 5%
5. X ≤ 26.55 Sangat Kurang
100%
Jumlah 40
Tabel 12 Olahraga
Statistik
N 40
Mean 25.225
Median
25
Mode 26
Std. Deviation 2.444119
Minimum
21
Maximum 30
Tabel 13 Distribusi Frekuensi Olahraga Lanisa di desa Linggang Bigung
No Interval Kategori Frekuensi %
1. 28.89 < X Sangat Baik 5 12,5%
2. 26.44< X ≤ 28.89 Baik 7 17,5%
3. 24.00< X ≤ 26.44 Cukup 11 27,5%
4. 21.55< X ≤ 24.00 Kurang 14 35%
5. X ≤ 21.55 Sangat Kurang 3 7,5%
Jumlah 40 100%
64
Tabel 14 Kesehatan
Statistik
N 40
Mean
Median 26.25
26
Mode 25
Std. Deviation
Minimum 2.339735
23
Maximum 31
Tabel 15 Distribusi Frekuensi Kesehatan Lanisa di Linggang Bigung
No Interval Kategori Frekuensi %
Sangat Baik 4 10%
1. 29.75< X 9 22,5%
2. 27.41< X ≤ 29.75 Baik 9 22,5%
3. 25.08< X ≤ 27.41 Cukup 45%
0%
4. 22.74< X ≤ 25.08 Kurang 18 100%
5. X ≤ 22.74 Sangat Kurang 0
Jumlah 40
Tabel 16 Frekuensi Usia Lanisa di desa Linggang Bigung
No Usia Jumlah Persentase
1. 46 1 2,5%
2. 47 3 7,5%
3. 48 7 17,5
4. 49 3 7,5%
5. 50 6 15%
6. 51 1 2,5%
7. 53 3 7,5%
8. 55 5 12,5%
9. 56 1 2,5%
10. 57 1 2,5%
11. 60 3 7,5%
12. 61 1 2,5%
13. 62 1 2,5%
14. 63 1 2,5%
15. 64 2 5%
Jumlah 40 100%
65
Tabel 17 Frekuensi Pola Hidup Sehat Frekuensi Presentase %
No Pola Hidup Sehat 28 70%
1. Baik 12 30%
2. Kurang 40 100%
Total
66
DAFTAR GAMBAR
67
Gambar 1 Kerangka Pikir
Faktor Gizi
Olahraga Pola Hidup
Kesehatan Sehat
Gambar 2 Diagram Pie Pola Hidup Sehat Lansia di Desa Linggang Bigung
Diagram Pie Pola Hidup Sehat Lansia di
Desa Linggang Bigung
5% 10% Sangat Baik
25%
30% Baik
30% Cukup
Kurang
Gambar 3 Diagram Pie Faktor gizi Lansia di Desa Linggang Bigung
Diagram pie Distribusi Frekuensi Faktor Gizi
Lansia di Desa Linggang Bigung
5% 7% Sangat Baik
35% 25% Baik
28% Cukup
Kurang
Sangat Kurang
68
Gambar 4 Diagram Pie Olahraga Lansia di Desa Linggang Bigung
Diagram Pie Distribusi Olahraga Lansia di Desa
Linggang Bigung
8% 12%
Sangat Baik
35% 17% Baik
28% Cukup
Kurang
Sangat Kurang
Gambar 5 Diagram Pie Kesehatan Lansia di Desa Linggang Bigung
Diagram Pie Distribusi Frekuensi Kesehatan
Lansia di Desa Linggang Bigung
0% 10% Sangat Baik
45% 22% Baik
23% Cukup
Kurang
Sangat Kurang
Gambar 6 Diagram Pie Frekuensi Pola Hidup Sehat Lansia di Desa Linggang Bigung
Diagram Pie Frekuensi Pola Hidup Sehat
30% Baik
70% Kurang
69
LAMPIRAN
70
Lampiran 1. Surat izin penelitian
71
Lampiran 2. Surat Balasan tempat penelitian
72
Lampiran 3. Surat pernyataan validasi
73
Lampiran 4. Kartu bimbingan Tugas Akhir Skripsi
74
Lampiran 5. Uji Validitas dan Realibilitas
Pernyataan Pearson Correlation r table Validitas
A1 0,591 0,3120 Valid
A2 0,630 0,3120 Valid
A3 0,620 0,3120 Valid
A4 0,604 0,3120 Valid
A5 0,606 0,3120 Valid
A6 0,611 0,3120 Valid
A7 0,585 0,3120 Valid
A8 0,557 0,3120 Valid
A9 0,584 0,3120 Valid
A10 0,592 0,3120 Valid
A11 0,629 0,3120 Valid
A12 0,602 0,3120 Valid
A13 0,709 0,3120 Valid
A14 0,608 0,3120 Valid
A15 0,526 0,3120 Valid
A16 0,531 0,3120 Valid
A17 0,576 0,3120 Valid
A18 0,618 0,3120 Valid
A19 0,596 0,3120 Valid
A20 0,596 0,3120 Valid
A21 0,596 0,3120 Valid
A22 0,595 0,3120 Valid
A23 0,639 0,3120 Valid
A24 0,546 0,3120 Valid
A25 0,595 0,3120 Valid
A26 0,604 0,3120 Valid
A27 0,493 0,3120 Valid
A28 0,582 0,3120 Valid
A29 0,664 0,3120 Valid
A30 0,598 0,3120 Valid
Cronbach's Alpha Reliability Statistics
Cronbach's Alpha Based on N of Items
Standardized Items 30
.608 .599
75
Lampiran 6. Angket Penelitian
ANGKET
Penerapan Pola Hidup Sehat Serta Manfaat Berolahraga Bagi Lansia Saat Pandemi
Covid-19
A. Identitas Responden
1. Nama :
2. Umur : Tahun
3. Jenis Kelamin :
4. Status Pekerjaan :
B. Petujuk Pengisian
1. Isilah identitas pada tempat yang telah disedikan!
2. Bacalah setiap item pertanyaan dengan cermat!
3. Berilah tanda (√) pada salah satu jawaban yang sesuai dengan kondisi anda saat
ini!
4. Tandai item pertanyaan yang perlu diperbaiki!
5. Terima kasih atas perhatian dans kesedian Anda.
Keterangan :
SS : Sangat Setuju = 5
S : Setuju =4
C : Cukup =3
J : Jarang =2
TP : Tidak Pernah = 1
76
Angket Penerapan Pola Hidup Sehat SS SC J TP
No Pernyataan
Faktor Gizi
1. Saya makan secara teratur
2. Saya mengkonsumsi buah-buahan
3. Saya mengkonsumsi sayur-sayuran hijau
4. Saya selalu mengkonsumsi makanan yang tidak
mengandung zat gizi
5. Saya mengkonsumsi makanan berlemak dalam jumlah
yang dibatasi seperti 25-30% dari total kalori
6. Saya mengkonsumsi makanan yang tinggi kalsium
seperti susu, nonfat, yoghurt, ikan
7. Saya selalu mengkonsumsi makanan yang tidak
mengandung serat dalam jumlah besar yang bersumber
pada buah dan sayur
8. Saya mempunyai kebiasaan minum minuman yang
mengandung banyak alkohol
9. Saya sering mengkonsumsi makanan yang tidak mudah
dikunyah
10. Saya tidak pernah membatasi penggunaan garam
Olahraga
11. Setiap pagi saya selalu melakukan kegiatan berjalan kaki
12. Saya melakukan olahraga dengan beban ringan atau
sedang
13. Saya selalu mengikuti kegiatan senam aerobik bersama
yang diadakan di lingkungan
14. Saya mengikuti kegiatan olahraga dengan beban yang
berat
15. Saya tidak pernah mengikuti kegiatan senam yang ada di
lingkungan
16. Saya tidak pernah menyempatkan waktu untuk
berolahraga
17. Saya tidak pernah mengikuti kegiatan berolahraga
77
18. Saya tidak merasakan kekakuan pada bagian otot
19. Saya sering lupa atau kehilangan kesadaran ketika
menaruh barang yang tidak pada tempatnya
20. Saya sering tidak mendengar ketika di panggil dalam
jarak yang dekat
Kesehatan
21. Dalam menjaga kesehatan saya melakukan pekerjaan
yang ringan, tidak bermalas-malasan
22. Saya selalu bermalas-malasan
23. Saya selalu tidur dengan teratur dan istirahat yang cukup
24. Saya selalu tidur tidak teratur
25. Saya menderita penyakit lebih dari satu jenis sehingga
membutuhkan obat dalam jumlah yang banyak
26. Saya sering memakai alas kaki yang tidak sesuai
27. Saya selalu merokok
28. Saya tidak menjaga kesehatan
29. Saya selalu memeriksa kesehatan secara teratur
30. Saya selalu berobat ketika sedang sakit
78
Lampiran 7. Hasil Perhitungan SPSS
Item-Total Statistics
Scale Corrected Squared Cronbach's
Scale Mean if Variance if Item-Total Multiple Alpha if Item
Item Deleted Item Deleted Correlation Correlation Deleted
A1 78.10 39.673 .327 . .591
A2 78.26 43.090 -.185 . .630
A3 78.21 42.062 -.064 . .620
A4 81.28 40.892 .125 . .604
A5 79.18 40.888 .106 . .606
A6 78.10 41.516 .029 . .611
A7 81.00 38.158 .304 . .585
A8 80.85 35.765 .526 . .557
A9 80.79 36.220 .288 . .584
A10 80.95 38.682 .244 . .592
A11 78.15 43.344 -.250 . .629
A12 78.10 40.726 .155 . .602
A13 78.77 48.972 -.467 . .709
A14 81.44 41.252 .066 . .608
A15 80.87 32.167 .610 . .526
A16 81.05 33.629 .668 . .531
A17 80.85 37.239 .376 . .576
A18 80.33 42.228 -.082 . .618
A19 81.15 40.081 .253 . .596
A20 81.18 40.151 .240 . .596
A21 78.21 40.115 .245 . .596
A22 81.26 39.933 .243 . .595
A23 78.64 44.236 -.341 . .639
A24 81.08 34.704 .581 . .546
A25 81.28 39.997 .267 . .595
A26 81.44 40.989 .128 . .604
A27 80.64 28.920 .695 . .493
A28 81.21 38.904 .441 . .582
A29 78.51 46.730 -.532 . .664
A30 77.95 40.471 .238 . .598
79
Case Processing Summary
Cases
Valid Missing Total
N Percent
N Percent N Percent
41 100.0%
VAR000 40 97.6% 1 2.4%
01
Descriptives
VAR000 Mean Statistic Std.
01 95% Confidence 81.95 Error
79.96
Interval for Mean .984
5% Trimmed Mean Lower 83.94
Median Bound
Variance Upper
Std. Deviation Bound
Minimum
Maximum 81.97 .374
Range 81.00 .733
Interquartile Range 38.767
Skewness 6.226
Kurtosis
70
93
23
10
.071
-.925
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha Based
on
Cronbach's Standardized N of
Items
Alpha Items
30
.608 .599
80
Summary Item Statistics
Mean Minimum Maximum Range Maximum / Variance N of Items
3.487 Minimum
Item Means 2.757 1.282 4.769 1.943 1.889 30
Item Variances 1.580 3.720
Inter-Item Correlations .576 .182 2.126 11.667 .266 30
-1.112
.047 -.748 .832 .087 30
Tests of Normality Shapiro-Wilk
Kolmogorov-Smirnova
Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
.190
VAR00001 .137 40 .058 .962 40
a. Lilliefors Significance Correction
81
Lampiran 8. Data r tabel
82
Lampiran 9. Data Penelitian Umur Jenis Kelamin Status Pekerjaan RT
46 Laki-laki Wiraswasta 1
No Nama 47 Perempuan IRT 1
1 IK 47 Perempuan IRT 1
2I 47 Laki-laki Wiraswasta 1
3S 48 Perempuan IRT 1
4A 48 Perempuan PNS 2
5W 48 Perempuan IRT 2
6 TK 48 Perempuan PNS 2
7S 48 Laki-laki Wiraswasta 2
8 WS 48 Laki-laki Petani 2
9 EM 48 Laki-laki PNS 3
10 A 49 Perempuan IRT 3
11 B 49 Laki-laki PNS 3
12 SB 49 Laki-laki PNS 3
13 S 50 Perempuan PNS 3
14 YCS 50 Perempuan IRT 5
15 N 50 Perempuan IRT 5
16 S 50 Perempuan IRT 5
17 E 50 Laki-laki Petani 5
18 N 50 Laki-laki Wiraswasta 5
19 Z 50 Laki-laki Petani 6
20 AAH 51 Laki-laki Petani 6
21 M 53 Perempuan IRT 6
22 S 53 Perempuan IRT 6
23 S 53 Laki-laki Wiraswasta 6
24 LA 55 Perempuan IRT 7
25 W 55 Perempuan IRT 7
26 D 55 Laki-laki PNS 7
27 S 55 Laki-laki Wiraswasta 7
28 NP 55 Laki-laki Wiraswasta 7
29 AG 56 Perempuan 9
30 H 57 Laki-laki Pensiunan PNS 9
31 ANK 60 Perempuan PNS 9
32 HN 60 Laki-laki IRT 9
33 R 60 Laki-laki Petani 9
34 SE 61 Laki-laki Petani 10
35 MT 62 Laki-laki 10
36 BS 63 Laki-laki Wiraswasta 10
37 A 64 Perempuan Petani 10
38 SP 64 Laki-laki Petani 10
39 MM
40 A Pensiunan
Petani
83
Lampiran 10. Dokumentasi
84
85