Tores Irsyad Ma’ruf - VII F JUARA Badminton Mapan MAJALAH SMPN 28 SEMARANG EDISI 4 MANDIRI ASPIRATIF PEDULI ANDAL NASIONALIS Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Menjadi Pemimpin Apel di SMP Negeri 28 Semarang Bapak Dr. Bambang Pramusinto, S.H., S.IP.,M.Si. Sherly Auliya Ramadhani Croes - IX F JUARA 1 Duta Kemanusiaan PMI Kota Semarang 2023
Ciluk baaaaa…..majalah sekolah Mapan edisi keempat sudah terbit. Senang sekali akhirnya majalah sekolah MAPAN kembali hadir pada edisi keempat kali ini. Tim redaksi majalah sekolah MAPAN mengucapkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Pengasih atas limpahan karunia dan rahmat-Nya sehingga tim redaksi diberi kemudahan dan kelancaran untuk dapat menyelesaikan, yang dimulai dari proses awal hingga penerbitan majalah sekolah edisi keempat ini. Terbitan Majalah sekolah MAPAN edisi kali ini menyuguhkan berbagai artikel hasil liputan tim majalah yang super keren diantaranya; pengetahuan, kesehatan, pembinaan keimanan, prestasi siswa, dan masih banyak lagi, so pasti sayang jika dilewatkan untuk tidak dibaca. Artikel-artikel yang menghiasi majalah sekolah MAPAN ini merupakan karya kreatif siswa dan guru, pokoknya okee dech, yang pastinya sebelum dimunculkan sudah melalui proses editing. Majalah sekolah MAPAN sebagai salah satu media informasi dan komunikasi diharapkan mampu menggali potensi dan bakat peserta didik khususnya bidang jurnalistik sehingga diharapkan bakat dan potensi yang dimiliki warga sekolah dapat berkembang secara maksimal. Ucapan terima kasih yang tulus Tim redaksi majalah sekolah MAPAN sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu proses pembuatan majalah ini. Semoga majalah sekolah MAPAN selain sebagai media komunikasi dan informas juga dapat dijadikan sebagai wadah untuk berkreasi, beropini,menungakan ide-ide hebat, berekspresi, mengemnabgnkan bakat, juga untuk memupuk kerukunan, kekompakan, dan kerja sama antarwarga dupan tercinta. Please jangan tutup sebelum sampai halaman akhir ya teman-teman Salam Termanis, Tim Redaksi PENGANTAR REDAKSI Penanggung Jawab Penasehat Pimpinan Redaksi Sekretaris Bendahara Editor Redaktur Pelaksana: Dokumentasi Distributor Drs. Mulyadi; Sarjono; Sri Pancawati Murtiningsih, S.Pd.; M. Beny Priaaji, S.Pd..; Ella Metha; Shelin Nilam Sari, A.Md. dan Rica Larasati W, A.Md. Walujo, S.Pd., M. Asfaruddin, S.Pd., Tri Sutrisno, S.Pd., Samawi, S.Pd.I., Ayu Laxmi Septi Astuti, S.Pd. Zidni Hadi R (8B), Naila Syifa Anjani (8D), Dewi Ayu Syafaah (8G), Azima Makiyya N (8G), Latifah Wanda A (8H), Marcella W (8D); Eko Yudi Prakoso, S.Pd., M. Bagus Kholid Zamzami, S.Pd. Gilang Angga Syahputra, S.Pd.; Wali Kelas VII, VIII, dan IX. Mapan TIM REDAKSI MAJALAH SEKOLAH SMP NEGERI 28 SEMARANG - EDISI 4 - Daftar Isi 01 SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH 02 SAMBUTAN KOMITE SEKOLAH 03 APEL BERSAMA KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG. 06 PRESTASI SMP N 28 SEMARANG 09 NILAI KARAKTER “JRONING QUR’AN” 11 BARCODE KOREA 12 MANASIK HAJI 14 PERPUSTAKAAN SMPN 28 SEMARANG. 15 SAWAH SAKA 16 P5 ANTI PERUNDUNGAN 17 MUSAGARA 18 KEKUATAN PERSAHABATAN 19 MENACARI TEMPAT PULANG 20 BUKU ADALAH JENDELA DUNIA. SENJA DI TEPI PANTAI 21 JANGAN MEMALAK. MENGAHADAPI PEMBULLY 22 POJOK TAWA 24 LARANGAN BULLYING DALAM ISLAM 26 TIDAK TAKUL LAGI 27 LENSA SIBER
Kata Pengantar Kepala Sekolah SMP Negeri 28 Semarang Drs. Mulyadi Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Alhamdulillaahirobbil'alamiin, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Majalah MAPAN edisi ke-4 ini dapat diterbitkan. Kami merasa senang, bersyukur dan bangga serta menyambut baik atas terbitnya majalah ini. Majalah MAPAN (Mandiri, Aspiratif, Peduli, Andal dan Nasionalis) adalah majalah yang diterbitkan oleh SMP Negeri 28 Semarang sebagai salah satu wadah untuk menyalurkan ide-ide dan kreatifitas warga sekolah, utamanya adalah para peserta didik, guru dan karyawan dalam menulis atau menyalurkan aspirasinya untuk memajukan sekolah dalam rangka mewujudkan visi sekolah yaitu Unggul dalam Prestasi, Santun dalam Perilaku, Berwawasan Lingkungan dan Berkebhinekaan Global Berdasarkan Imam dan Taqwa. Disamping itu, majalah ini juga diharapkan sebagai salah satu media informasi, program dan perkembangan kemajuan atau prestasi sekolah agar dapat lebih tersosialisasikan kepada seluruh warga SMP Negeri 28 Semarang untuk mewujudkan rukun, kompak dan kerjasama yang baik (RUKOSAM). Pada kesempatan ini, saya selaku Kepala SMP Negeri 28 Semarang, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penerbitan majalah MAPAN edisi ke-4 ini, terlebih untuk Tim Redaksi yang telah bekerja keras saling bersinergi, berkolaborasi, rukun kompak, dan kerja sama yang baik, kami memberikan apresiasi yang sungguh luar biasa. Kami menyadari bahwa penerbitan Majalah MAPAN ini masih ada kekurangan, oleh karena itu kami berharap masukan dan sumbang saran yang bersifat membangun dari semua pembaca majalah ini agar kedepan kami dapat menerbitkan majalah MAPAN diedisi berikutnya lebih baik. Semoga majalah ini bisa menginspirasi dan memberikan manfaat bagi seluruh pembaca. Wassalamu'alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh Semarang, 19 Desember 2023 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 01 SAMBUTAN
02 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh Teriring ucapan syukur Alhamdulillah ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya pada kita sehingga sampai saat ini kita senantiasa diberi kenikmatan terindah yaitu kesehatan, karena dengan sehat kita dapat melakukan segala aktivitas. Kami, pengurus Komite SMP Negeri 28 Semarang, merasa sangat bahagia dan bangga atas segala yang sudah diberikan kepada para peserta didik oleh Bapak/Ibu guru ataupun karyawan yang telah mencurahkan segala perhatian dan bimbingannya selama ini. Kami yakin bahwa semua usaha yang dilakukan oleh keluarga besar SMP Negeri 28 Semarang dengan berkolaborasi yang harmonis antara orang tua/ wali peserta didik / komite sekolah sangat bermanfaat untuk peserta didik agar kelak bisa sukses baik di bidang akademik maupun nonakademik. Salah satu wujud nyata dalam bidang nonakademik adalah dengan terbitnya Majalah Sekolah MAPAN Edisi ke-4 .“ . Kami meyakini tanpa sentuhan dan campur tangan dari Bapak/Ibu hal ini tidak akan dapat teralisasi. Namun karena berkat kesabaran, keihklasan, dan pengabdian yang sungguh-sungguh dalam membimbing para peserta didik, maka peserta didik memiliki keterampilan dalam bidang jurnalistik. Hal ini adalah capaian yang luar biasa, karena para siswa dapat menyalurkan potensi-potensi yang dimiliki utamanya dalam hal keterampilan menulis. Harapan kami semoga berawal dari menulis di majalah sekolah ini akan berdampak pada keinginan dan kemauan peserta didik untuk mengikuti ajang lomba-lomba di tingkat kota dan lainnya. Selamat untuk SMP Negeri 28 Semarang, semoga semakin hebat dan menghasilkan peserta didik yang berkarakter. Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh. Semarang, Desember 2023 Ketua Komite SMPN 28 Semarang Sambutan Komite Sekolah Sarjono Ketua Komite SMP Negeri 28 Semarang SAMBUTAN
egiatan apel atau upacara merupakan hal yang biasa dan rutinitas di setiap sekolah, begitu pun Kdengan SMP Negeri 28 Semarang. Namun, hal yang biasa akan menjadi spesial jika pembina apelnya adalah orang nomor satu di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Semarang. Langit pagi itu tampak sangat bersahabat, tepatnya Jumat, 3 November 2023 SMP Negeri 28 Semarang menyelenggarakan kegiatan apel pagi dengan Pembina apel Bapak Dr. Bambang Pramusinto, S.H., S.IP., M.Si. Beliau merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang. Kegiatan apel diikiuti oleh seluruh peserta didik, guru, karyawan, bhabinkamtibmas, petugas keamanan, dan juga petugas kebersihan. Dalam amanatnya Pak Bambang (sapaan hangatnya) menyampaikan beberapa pesan baik untuk siswa mapun guru/karyawan. Kepada siswa beliau menyampaikan pesan dan harapan supaya seluruh siswa patuh kepada Bapak/Ibu guru; tidak ikut-ikutan tawuran, dan tidak terlibat dalam perkelahian antar pelajar, tidak membuly. Tapi jadilah siswa yang kreatif, inovatif, berkegiatan yang positif, bisa mengatur waktu dengan baik; kapan belajar, kapan tidur, kapan bermain, kapan berkumpul dengan keluarga. Selain itu, beliau juga memberikan apresiai yang luar biasa kepada seluruh peserta apel yang begitu tertib saat mengikuti apel. Begitu pun kepada komandan apel, Pak Bambang menyampaikan penghargaan yang luar biasa karena telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Di penghujung amanatnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, yang kehadirannya ke SMP Negeri 28 Semarang didampingi oleh Kabid Pembinaan SMP, Bapak Erwan Rachmat, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pesan kepada Bapak/Ibu guru-karyawan untuk memberikan layanan yang prima kepada peserta didik dan juga orang tua siswa. Sebelum menutup amanatnya beliau mendoakan semoga SMP Negeri 28 Semarang selain semakin meningkat prestasinya baik di Apel Bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bapak Dr. Bambang Pramusinto, S.H., S.IP., M.Si. Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 03 LAPORAN UTAMA
bidang akademik maupun nonakademik juga mampu mencetak siswa-siswa yang berkarakter, siswa-siswa yang memiliki kesantunan/kesopanan yang tinggi, serta siswa-siswa yang pandai menghargai waktu. Begitu turun dari mimbar, para siswa berhamburan menyerbu beliau dengan minta foto bersama. Dengan sikap humble dan penuh senyum beliau memenuhi keinginan siswa dengan penuh sabar tanpa sedikitpun penolakan. Beberapa siswa yang belum berkesempata foto berlarian mengejar hingga ke ruang transit untuk foto bersama bahkan meminta tolong Pak Kabid untuk menjadi fotografernya. Anak-anak menyatakan senang dan bangga bisa bisa berpose dengan orang nomor satu di Dinas Pendidikan Kota Semarang, dan akan mengirimkan foto-fotonya ke guru SD mereka. Masih pada hari yang sama, secara terpisah, Pak Bambang memberikan pembinaan dan motivasi khusus kepada seluruh guru dan karyawan SMP Negeri 28 Semarang. Dalam pembinaannya beliau mengajak supaya guru-karyawan dalam menjalankan tugasnya secara profesional. Melayani dengan sepenuh hati, baik kepada siswa maupun orang tua, karena kita (saya dan panjenengan) adalah pelayan, maka jadilah pelayan yang menyenangkan bagi para pelanggan (siswa dan orang tua). Jaga kekompakan, jalin kerja sama yang baik, saling menghormati, saling manghargai, dan kembangkan kompetensi-kompetensi dengan berkelanjutan. Berikan inovasi-inovasi dalam mengajar sehingga pembelajaran di kelas siswa merasa senang. Guru harus kreatif dalam menyiapkan rencana-rencana/skenario pembelajaran sehingga kehadiran guru di kelas dirindukan oleh siswa. Guru tidak diperbolehkan memberi label “kamu bodoh” karena setiap siswa mempunyai potensi masing-masing, dan tugas dari Bapak/Ibu guru adalah menggali dan mewadahi potensi-potensi itu supaya berkembang sesuai dengan fasenya. Beliau juga berpesan supaya Bapak/Ibu guru maupun karyawan betul-betul menjaga para siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, misalnya ekstrakurikuler sesuai dengan pilihan siswa. Informasikan kepada kami (Dinas Pendidikan) jika ada hal-hal yang berpotensi menimbulkan keresahan baik intern maupun ekstern, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah dan terselesaikan. Meski baru pertama kali hadir di SMP Negeri 28 Semarang, beliau memberikan kesan yang sungguh membuat kami tersanjung, “Saya merasa senang dan bangga kepada siswa SMP Negeri 28 Semarang, mereka mempunyai karakater yang bagus, kedisiplinan yang tinggi, terbukti saat apel tadi semua mengikuti dengan tertib dan baik,” begitu bisiknya pada Timser Mapan sembari melempar senyum meninggalkan SMP Negeri 28 Semarang untuk melanjutkan tugas berikutnya. (Timser Mapan) 04 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 LAPORAN UTAMA
“Awal mula saya tertarik olahraga badminton itu kemauan saya dari kecil. Saya mulai terjun ke dunia badminton dari kelas 1 SD dan saya merasa senang dengan olahraga ini karena selain merasa lebih sehat, pergaulan di lingkungan saya sangat baik dan positif”. 1. Badminton Cowok yang bernaung di bawah zodiak Aquarius, tepatnya lahir pada 17 Februari 2011 ini mengaku mempunyai hobi olahraga sejak masih di bangu Sekolah dasar. Olahraga yang ia tekuni adalah badminton. Saat Timser Mapan berkesempatan bincang-bincang dengan Tores (begitu sapaan sehari-harinya), ia menuturkan; Putra pasangan harmonis dari Bapak Suparjo dan Ibu Sunarni, merupaka siswa SMP Negeri 28 Semarang kelas VII F. Selain motivasi yang total dari kedua orang tuanya, ia juga tergabung dalam salah satu club badminton yang ada di Kota semarang semenjak masih kelas 1 Sekolah Dasar. Sang juara ini dengan sedikit malu-malu menyampaikan jika setiap minggunya ia berlatih badminton sebanyak 5 kali secara rutin, Wouwwww keren ya teman-teman, maka tidak heran jika prestasi di bidang olahraga badminton ini semakain menjulang. Teman-teman aku kasih bocoran ya..bahwa cowok yang tinggal di daerah Plumbon ini tidak suka makanan yang banyak lemaknya looo, maka tidak heran jika mempunyai postur tubuh yang sangat ideal antara tinggi dan berat badan. Lalu, kejuaraan apa saja yang telah ditorehkan oleh Tores Irsyad Ma'ruf ini sich? Yuk kita lihat kejuaraan dan di ajang apa saja. Inilah kejuaraan-kejuaraan yang telah ditaih oleh Mas Tores; Mabar Kota Semarang, Kejurkot Semarang, Kejurkot Semarang, Sayap Putih, DRPD Cup Kendal, Cup Kendal, Graha Padma Cup 2023, Graha Padma Cup 2023, Kejuaraan Provinsi Jawa Tengah, dan Setyo Budi Open. Sebagain orang berpendapat bahwa SMP Negeri 28 merupakan sekolah pinggiran, jauh dari prestasi, bahkan orang lebih mengenalnya dengan julukan sekolah “mewah” alias mepet sawah. Nah, please mulai saat ini ekspetasi itu buang jauh-jauh ya, karena justru dengan sekolah kami yang jauh dari hiruk pikuk kendaraan dan polusi industri memacu para siswa untuk mengukir sebuah prestasi yang sungguh luar biasa. Mau tahu apa saja prestasi siswa-siswa spedupan, yuk simak obrolan Timser Mapan. Mau Tahu Prestasi SMPN 28 Semarang? Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 05 LAPORAN UTAMA
06 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 2. Kejuaraan Pencak Silat Masih diseputar olahraga, kali ini prestasi ditorehkan dari cabang olahraga Pencak Silat yaitu siswa yang bernama Mokhamad Hijril Firza dan Jinny Dara Darviany. Mokhamad Hijril Firza yang sekarang duduk di kelas 7A mendapatkan juara 2 Pencak Silat Tingkat Nasional. Putra dari Bapak Mokhamad Sholeh ini sudah mengikuti beberapa kejuaraan pencak silat tingkat provinsi dan nasional sejak kelas 5 SD dan berharap kedepannya hobinya ini dapat bermanfaat untuk membantu orang lain, bisa membanggakan orang tua dan sekolah. Selain Firza, ada cewek manis berzodiak Gemini yang tidak kalah kerennya yaitu Jinny Dara Darviany. Siswi kelas 9G ini memiliki cita-cita menjadi atlet karena terinspirasi dari kakaknya yang sering memenangkan lomba pencak silat. Putri pasangan ibu Sunanti dan Bapak Sudar Sono ini sudah banyak mengikuti berbagai lomba sejak kelas 2 SD, diantaranya : - Semarang Pencak Silat National Open Championship (SPOC) usia dini 2019 - Kejuaraan Pencak Silat Piala Walikota Semarang 2019 - Kejuaraan Rektor Cup V1 2018 - Semarang Open Pencak Silat Championship Jawa Tengah 2017 - Kejuaraan Nasional Pencak Silat Semarang Open 2023 Dalam kompetisi Kejuaraan Nasional Pencak Silat Semarang Open 2023 Jinny mendapatkan juara 1 kategori Laga Kelas G Putri Pra Remaja. Dia berharap dengan kemenangan itu menjadi pengalaman agar dirinya menjadi lebih baik dari hari ini dan sebelumnya, sehingga bisa menjadi inspirasi bagi teman-temanya. 3. Lomba Duta Kemanusiaan Sherly Auliya Ramadhani Croes atau yang biasa dipanggil Sherly ini baru saja memenangkan Lomba Duta Kemanusiaan PMI Kota Semarang Tingkat SMP Putri. Gadis cantik putri pasangan Gati Prastomo dan Yeni Croes ini memiliki hoby traveling dan cita cita menjadi Psikolog. Ketika ditanya alasan kenapa tertarik ikut PMR dan berani ikut lomba duta kemanusiaan? dengan tegas dia menjawab “Masuk PMR karena tujuan awal dan cita cita saya dan saya juga suka menjadi relawan, bisa membantu orang lain dan juga mengeksplor kemampuan diri saya serta saya bisa tau bagaimana hal yang perlu dilakukan jika ada celaka fisik dan sebagainya, PMR mungkin bukan ekstra yang terlihat menarik, tapi dengan ikut PMR saya mendapat banyak ilmu serta penggalaman yang luar biasa” ucap Sherly. “Alasan berani ikut duta pertama karena kompetisi individu, jujur saya lebih suka dan tertarik dengan kompetisi individu karena saya bisa mengeksplor dan melihat sejauh mana diri saya sendiri berkembang. Lomba duta kemanusiaan juga diadakan oleh PMI pusat jadi menurut saya itu kesempatan yang baik buat unjuk diri berserta nama sekolah tercinta SMP Negeri 28 Semarang, dan setelah mengikuti kompetisi ini, banyak penggalaman luar biasa yang tidak akan bisa terlupakan, mendapat teman baru yang beda sekolah, mendapat materi baru, merasakan oh jadi begini lingkungan pergaulan berbeda sekolah, dan banyak hal lainnya.” LAPORAN UT ARTIKELAMA
Selain si cantik Sherly yang memenangkan Duta kemanusiaan PMI Kota Semarang, kita juga harus kenalan dengan M. Mashefa Maulana Arfan, cowok kalem kelahiran Semarang 2 Juni 2009 ini juga menang sebagai Duta Kemanusiaan PMI sebagai juara 2. Walaupun sebagai juara 2 Shefa panggilan akrab cowok manis ini tidak merasa sedih dan tetap bangga karena bisa mengalahakan beberapa kandidat dari sekolah lain. Ketika ditanya alasannya kenapa minat dengan PMR dan berani ikut lomba duta kemanusiaan? Ini dia jawabannya "Saya tertarik untuk belajar tentang teknik pengobatan/pertolongan pertama agar dapat membantu orang lain yang membutuhkan serta menambah pengalaman/wawasan tentang keorganisasian agar dapat melatih kepercayaan diri (mental) sejak dini (jenjang SMP), yang sesuai dengan cita cita saya yaitu dokter". Sebelum tim undur diri, boleh donk pesanpesan ; Selamat dan sukses buat kalian yang sudah mengahrumkan SMP Negeri 28 Semarang. teruslah ukir prestasi sebanyakbanyaknya. Buat teman-teman, ayo kembangkan potensimu masing-masing yaaa karena kamu bisa! (Timser Mapan) Dokumentasi Penganugerahan Penghargaan Duta Kemanusian PMI Kota Semarang Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 07 ARTIKEL
08 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 Dalam pada (bait) ke-3, pupuh (kumpulan bait) ke-1 Dhandhanggula, Serat Wulangreh karya Sri Susuhunan Paku Buwana IV luar biasa: Terjemahan dalam bahasa Indonesia Di dalam Al-Qur'an tempatmu mencari kebenaran sejati, hanya yang terpilih yang akan memahaminya, kecuali atas petunjuk-Nya, Tidak boleh dipahami secara ngawur, Yang akhirnya tak kau temukan (kebenaran isyarat), Dan semakin tak teraih, bahkan semakin tersesat, Jika kau menghendaki kesempurnaan, dalam dirimu sendiri, maka bergurulah ! Kajian per kata: Jroning (di dalam) Qur'an (Al-Qur'an) nggoning (tempatnya) irasa yekti (rasa sejati). Di dalam Al-Qur'an tempatmu mencari kebenaran sejati. Melanjutkan bait sebelumnya tentang sasmitaning ngaurip (isyarat hidup) yang harus dipahami melalui ketajaman rasa, maka di bait ini ada sumber pengetahuan sejati yang juga perlu dipelajari, yakni Al-Qur'an. Kalam Allah yang juga sering disebut sebagai ayat-ayat. Sifatnya jelas karena memang ditujukan kepada manusia melalui kalam (kata-kata). Jadi memakai bahasa yang dipakai sehari-hari oleh manusia, bukan memakai sasmita yang hanya dipahami kaum yang sudah cendekia. Ini membuat Al-Qur'an dapat dibaca oleh siapa saja, tentu saja dengan tingkat pemahaman masingmasing. Nanging (tetapi) ta (hanya) pilih (yang terpilih) ingkang (yang) uninga (mengetahui). Hanya yang terpilih yang akan memahaminya. Walau Al-Qur'an diwahyukan dengan bahasa manusia, tetapi tidak semua orang dapat memahami makna sebenarnya. Hanya orang-orang terpilih yang dapat benar-benar memahaminya. Ini bukan dalam pengertian yang umum, tetapi berkaitan dengan isyarat yang ada di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya Al-Qur'an adalah kitab universal yang yang menjadi sarana bagi Allah SWT untuk menyampaikan kabar kepada manusia. Diturunkan kepada manusia dengan bahasa manusia sehari-hari agar setiap orang mengambil Jroning Qur'an nggoning rasa yekti. Nanging ta pilih ingkang uninga. Kajaba lawan tuduhe. Nora kena den awur. Ing satemah nora pinanggih. Mundhak katalanjukan, temah sasar-susur, Yen sira ayun waskitha, sampurnane ing badanira puniki, sira anggegurua. Oleh: Ki Sukiman Adi Carita, S.Pd., M.M Nilai Karakter “Jroning Qur'an” Tembang Dhandhanggula Serat Wulangreh ARTIKEL
petunjuk darinya. Dari apa-apa yang dibaca manusia dari Al-Qur'an tersebut setiap orang akan mengambil pengetahuan dalam tingkat yang berbeda-beda, sesuai dengan tingkat intelektual si pembaca. Di sinilah keunikan Al-Qur'an, dapat memberi pengetahuan dalam kadar yang berbeda-beda tanpa harus saling bertentangan. Ibaratnya Al-Qur'an adalah lautan yang luas. Setiap pencari air akan mendapatkan air sesuai wadah yang ia bawa. Yang wadahnya besar mampu membawa air yang banyak, yang wadahnya kecil hanya membawa semampunya saja. Kajaba (kecuali) lawan (atas) tuduhe (petunjuk-Nya). Kecuali atas petunjuk-Nya. Ini berkaitan dengan isyarat yang ada di dalam Al-Qur'an, bahwa hanya orang-orang terpilih yang mampu memahaminya kecuali orang-orang yang telah diberi petunjuk olehNya. Yaitu orang-orang yang telah dilapangkan dadanya untuk menerima kebenaran. Nora (tidak) kena (boleh) den (di) awur (ngawur). Tidak boleh dipahami secara ngawur. Setiap orang yang hendak mencari pengetahuan dari Al-Qur'an tidak boleh ngawur/asal-asalan. Karena harus menguasai ilmu bahasa Arab, mengerti sejarah, memahami ilmu ushuluddin, dan harus tawadlu' tidak boleh sombong dan merasa paling paham. Tidak boleh menyimpulkan makna atas dasar duga-duga saja, atau ngawur. Ing (yang) satemah (akhirnya) nora (tak kan) pinanggih (bertemu maknanya). Yang akhirnya tak kau temukan (kebenaran isyarat). Jika memaksakan diri menafsirkan Al-Qur'an atas sekehendak sendiri maka kebenaran yang dicari, isyarat yang tersirat justru takkan ditemukan. Mundhak (semakin) katalanjukan (tak teraih), temah (sehingga) sasar–susur (makin tersesat). Dan semakin tak teraih, bahkan semakin tersesat. Semakin lama justru semakin tak teraih pengetahuan di dalamnya, sehingga makin tersesat. Hal ini karena pemahaman yang ngawur semakin mendorong manusia pada kekeliruan baru. Ketika dia tak mampu lagi mengenali benar atau salahnya, maka sesatlah ia. Yen (kalau) sira (kau) ayun (mengendaki) waskitha (jeli pengetahuan), sampurnane (yang sempurna) ing (di dalam) badanira (dirimu sendiri) puniki (ini) sira (engkau) anggegurua (bergurulah). Jika engkau menghendaki pengetahuan yang lebih (waskitha) untuk kesempurnaan diri, maka bergurulah. Hal ini adalah keniscayaan bagi setiap pencari ilmu, terlebih ilmu tentang Al-Qur'an. Tak ada seorangpun dapat mengerti dan memahami, menjiwai dan merasakan pengetahuan Al-Qur'an tanpa seorang guru. Maka wajiblah bagi kita untuk belajar kepada mereka yang mumpuni. Demikian pembahasan bait tembang ini, semoga bermanfaat untuk pembelajaran di sekolah maupun pembelajaran pada umumnya, untuk mendapatkan nilai didik dan nilai karakter untuk mendukung tujuan Pendidikan Nasional kita, Indonesia yang berakhlak dan berkarakter. Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 09 ARTIKEL
10 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 A pa sih, Barcode Korea itu? Kenapa sangat viral di kalangan anak dan remaja saat ini? Negeri Gingseng akhirakhir ini memang sering dijadikan kiblat budaya. Semua hal yang berasal dari Korea selalu dijadikan tren masa kini, tanpa melihat baik buruknya. Biasanya, barcode ditempatkan pada sebuah produk atau barang. Nantinya, barcode dapat dibaca oleh mesin pemindai alias scanner, bisa juga dibaca oleh kamera. Tujuannya agar dapat mengidentifikasi suatu data dengan tepat dan cepat, seperti data nama barang dan harga barang, misalnya. Ketika Kamu membeli sesuatu di minimarket atau supermarket, Kamu mungkin akan melihat petugas kasir memindai barcode untuk mendata barang apa saja yang Kamu beli dan berapa total belanjaan mu. Nah, barcode berupa garis-garis tersebut kini tengah viral di media sosial TikTok. Namun, bukan barcode barang atau produk yang viral di TikTok, melainkan barcode di pergelangan tangan. Indonesia dalam waktu belakangan ini terdapat tren berupa “Barcode Korea”. Tren yang banyak dilakukan remaja dan anak muda ini biasanya ditunjukkan dengan cara menyakiti tubuh bagian tangan dengan senjata tajam (self harm). Keinginan untuk menyakiti tubuh sendiri biasanya datang ketika banyak masalah yang terus menumpuk tanpa tersalurkan dan teratasi sama sekali. Sekalipun menceritakan masalah ke orang lain, dia akan disepelekan sehingga kekecewaan pun kian meningkat. Pada saat seperti itulah keinginan menyakiti diri sendiri timbul di luar kesadarannya. Tindakan self harm tidak boleh dilakukan bahkan sangat dilarang keras karena hal tersebut jelas akan merugikan diri sendiri bahkan keluarga dan orang sekitar. Jadi, fenomena Barcode Korea ini muncul akibat pelampiasan emosi yang kurang tepat serta tidak adanya empati serta kepedulian dari lingkungan sekitar. Berikut beberapa kegiatan positif yang bisa dilakukan bagi anak remaja daripada mengikuti tren Barcode Korea yang merugikan diri sendiri, antara lain: 1. Ikut Organisasi Ikut kegiatan organisasi bisa mengasah pikiran dan kepekaan terhadap perasaan diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, kamu juga bisa menjalin persahabatan, serta berlatih mengambil keputusan dari berbagai diskusi yang dilakukan. 2. Ikut Ekstrakurikuler yang menyenangkan Selain berorganisasi, kegiatan positif yang dilakukan juga bisa berupa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau ekskul di sekolah. Sebaiknya, lakukan ekskul yang sesuai dengan hobimu seperti bola basket, taekwondo, pramuka, paskibra, dan lainnya. 3. Perbanyak teman yang positif Coba cari teman sebanyak mungkin, tapi pastikan mereka berpengaruh positif bagi diri kita, ya! 4. Olahraga teratur Tidak perlu olahraga yang berat, tapi cukup lakukan secara rutin. Misalnya, jogging di lapangan, jalan santai bersama teman-teman, hingga bersepeda bareng keluarga di hari libur. Badan yang bugar juga bisa berkontribusi pada perasaan yang positif dan pikiran yang tenang, lho. 5. Ikut ajang perlombaan Mengikuti ajang perlombaan bisa memberikan pengalaman yang sangat berguna bagi remaja. Mendapat pengalaman berharga bisa sangat membantu kita untuk mengetahui hal yang harus dilakukan di masa depan. Misalnya, kamu memang pintar di bidang matematika sejak kecil. Hingga akhirnya kamu mencoba ikut olimpiade matematika, dan berhasil memenangkannya. Kamu jadi tahu betapa kamu suka matematika, dan terinspirasi untuk kuliah di bidang itu. 6. Perdalam ilmu agama Ilmu agama bisa sangat membantu kita mengelola segala perubahan emosional yang dialami secara lebih sehat dan terarah, serta tentunya ke arah yang lebih baik dan berkah. Nah, sekarang kamu sudah tahu kan berbagai kegiatan positif yang bisa kamu lakukan? Di samping bermanfaat, juga dapat membuatmu berkembang dan tidak menyakiti diri sendiri. Juga, tak kalah pentingnya adalah meningkatkan kepedulian dan empati terhadap orang di sekitar kita. Peduli dan cinta sesama akan membuat dunia lebih berwarna. BARCODE KOREA BARCODE Oleh: Bu Ulva Zulia Sari – Guru Matematika KOREA ARTIKEL
Rukun Islam yang kelima adalah menunaikan ibadah haji bagi orang yang mampu melaksanakan perjalanan ke Baitullah sebagaimana Firman Allah SWTdalam QS. Ali Imran ayat 97 : ó Artinya: Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan suatu apapun) dari semesta alam." (QS Ali Imran: 97) äúíöãóá?ÚúáÇ öäóÚ ?íöäóÛ ó?ø ?äöÇóÝ óÑóÝóß úäóãóæ ? ð?úíöÈóÓ öåúíóáöÇ óÚÇóØóÊúÓÇ öäóã öÊúíóÈúáÇ ?ÌöÍ öÓÇ?äáÇ ìóáóÚ ö?ø óæ sehingga merupakan cahaya Ilahi. Karena itu siapa saja yang berniat memenuhi seruan ini belajarlah ilmu haji. Berdasarkan kerangka pemikiran tersebut di atas maka SMP N 28 Semarang menyelenggarakan kegiatan Manasik haji bagi siswa kelas IX sebagai bentuk pembekalan siswa-siswi dengan pengetahuan dan pengalaman langsung praktik pelaksanaan manasik haji yang merupakan elaborasi dari materi yang diajarkan. Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan manasik haji ini adalah untuk Memberikan pengalaman langsung bagi siswa-siswi kelas IX tentang pelaksanaan ibadah haji; Membekali siswa agar termotivasi sejak dini untuk melaksanakan ibadah haji kelak jika sudah istitha'ah serta serta menjadikan sarana syiar bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam. Praktik Manasik haji dilaksanakan di Firdaus Fatimah Zahra Gunungpati pada hari rabu 8 November 2023 diikuti oleh seluruh siswa kelas IX yang muslim dan di dampingi oleh bapak ibu guru pendamping. Sebelum hari pelaksanaan terlebih dahulu diberikan pembekalan teori tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umroh, bacaan doa-doa ibadah haji dan umrah serta praktik pemakaian kain ihrom oleh Ibu Hj. Iswatun Khasanah, S.Ag., M.Ag. selaku guru pengampu mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti. Pada saat hari pelaksanaan kegiatan manasik haji diawali upacara pemberangkatan di halaman SMPN 28 Semarang dengan rangkaian acara yang pertama iftitah oleh Bapak Heri Sunarso, S.Pd selaku pembawa acara, kedua sambutan sekaligus pelepasan peserta manasik haji oleh Bapak Drs. Mulyadi selaku Kepala SMPN 28 Semarang, ketiga doa yang dipimpin oleh Bapak Ahmad Fauzi S.Pd. dilanjutkan dengan mengumandangkan Adzan dan Iqomah Manasik Haji, Implementasi Pembelajaran Praktik Ibadah Haji di SMP Negeri 28 Semarang Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 11 aji merupakan salah satu manifestasi ketundukan Hkita kepada Allah Subhanaallah Wa Ta'ala semata, sehingga melaksanakan ibadah haji merupakan ungkapan rasa syukur akan nikmat harta dan kesehatan di mana keduanya merupakan kenikmatan terbesar dalam hidup ini yang telah Allah berikan kepada kita semua. Haji adalah madrasah tauhid tertinggi dalam pendakian rukun Islam yang lima. Ibadah haji tanpa niat yang benar, maka ibadah haji itu tidak memiliki ruh, karena niat itu ruhnya ibadah. Niat diperoleh dari hati, bukan akal, karena akal bersumber dari analisis informasi panca indera yang bersifat fisik material semata, susah menembus alam metafisik. Namun Allah memberikan potensi hati (kalbu), dengannya kita dapat percaya berhubungan dengan Allah serta menangkap cahaya-Nya. Bagi hati, ilmu adalah lenteranya, ia bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah Oleh : Hj. Iswatun Khasanah, S.Ag., M.Ag. ARTIKEL
12 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 oleh Muhammad Syarifudin Kholis siswa kelas IXD kemudian dilantunkan bacaan Talbiyah oleh Bapak Samawi, S.Pd., M.Pd.I sekaligus sebagai tanda mulai keberangkatan peserta manasik haji menuju lokasi kegiatan ke Firdaus Fatimah Zahra. Setelah peserta memasuki bus sesuai kloter masingmasing kelas lalu dipimpin doa perjalanan agar diberikan keselamatan selama perjalanan dan mengumandangkan bacaan talbiyah sepanjang perjalanan. Sesampainya di Firdaus Fatimah Zahra para peserta manasik turun dengan tertib dan dibariskan untuk mendapatkan informasi dan pembagian paspor atau tiket masuk tempat Manasik. Selanjutnya peserta masuk dengan tertib dan pelaksanaan manasik dipandu oleh pembimbing haji dari Fatimah Zahra. Selanjutnya peserta manasik dipandu untuk melaksanakan manasik haji dengan menggunakan tata cara haji tamattu' yaitu melaksanakan umroh dulu baru haji. Umroh dilakukan terlebih dulu dengan rangkaian rukun umrah meliputi ihram berniat umrah, Thowaf yaitu mengelilingi ka'bah sebanyak tujuh putaran dengan arah putaran berlawanan dengan arah jarum jam dimulai dari sudut hajar aswad dan selesainya di sudut hajar aswad juga, Sa'i yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwa sebanyak tujuh kali di mulai dari bukit Safa dan berakhir di bukit Marwa, kemudian diakhiri dengan Tahalul yaitu dengan ditandai memotong rambut minimal tiga helai, dilakukan rangkaian rukunnya dengan tertib. Maka setelah tahalul selesailah rangkaian ibadah umrah. Kemudian baru dilanjutkan dengan rangkaian ibadah haji, memasuki tanggal 8 Dzulhijjah peserta manasik haji bersiap untuk melakukan ihram untuk berniat haji kemudian berangkat menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wuquf pada tanggal 9 Dzulhijah, ketika wuquf dijelaskan bahwa yang dilakukan ketika wuquf adalah mendengarkan khutbah wuquf salat jamak qasar zuhur dan asar serta membaca do'a-do'a, zikir, tadarus dan ibadah-ibadah sudah lainnya. Kemudian dijelaskan ketika matahari sudah tenggelam maka para jamaah mempersiapkan diri untuk melanjutkan pejalanannya ke Muzdalifah dan bermalam di sana hingga lewat tengah malam, kemudian melanjutkan perjalanan ke Mina dan Mabit atau bermalam di Mina selama 3 hari yaitu tanggal 10, 11 dan 12 Dzulhijah karena mengambil nafar awal. Kegiatan selama di Mina tanggal 10 Dzulhijah adalah melempar jumrah Aqobah saja yaitu melempar batu keriil sebanyak 7 buah setelah itu melakukan tahalul awal ditandai dengan mencukur minimal 3 helai rambut yang berarti sudah bisa terlepas dari larangan ihram kecuali satu larangan yaitu berhubungan suami istri. Pada tanggal 11 Dzulhijah kembali menuju jamarat untuk melempar 3 jumrah yaitu ula, wusto dan aqobah masing-masing 7 buah lemparan kerikil. Pada tanggal 12 Dzulhijah kembali menuju jamarat untuk melempar 3 jumrah yaitu ula, wusto dan aqobah masing-masing 7 buah lemparan kerikil. Setelah itu bergerak kembali ke Mekkah sebelum matahari tenggelam. Selanjutnya setelah kembali ke Mekkah yang dilakukan adalah melaksanakan Thawaf Ifadah, Sa'i dan Tahalul, setelah ini selesai sudah rangkaian ibadah hajinya, kemudian terakhir yang dilakukan adalah melaksanakan Thawaf Wada' atau perpisahan menunggu kepulangan ke tanah air bagi jamaah haji gelombang 1 atau melanjutkan perjalanan ke Madinah bagi jamaah haji gelombang 2. Setelah selesai rangkaian manasik ibadah haji dan umrah peserta selanjutnya menuju ke miniatur Masjid Nabawi dan menyaksikan beberapa miniatur atau replika tempat-tempat yang dikunjungi selama di Mekkah dan Madinah. Dengan demikian berakhir sudah seluruh rangkaian kegiatan manasik haji dan peserta bersiap untuk melakukan perjalanan pulang. Peserta pulang dengan membawa pengalaman baru dan berharap kelak bisa melaksanakan ibadah haji yang sesungguhnya jika telah istitho'ah atau mampu. ARTIKEL
Mendengar kata perpustakaan, sebagian besar orang langsung terbayang rak-rak buku yang tersusun dengan rapi. Namun hal tersebut tampaknya sudah sedikit bergeser dengan adanya perpustakaan digital. Pertumbuhan perpustakaan digital semakin cepat karena kebutuhan akses informasi, dan hiburan. Di era yang serba digital ini, dan dari tantangan tersebut perpustakaan SMP Negeri 28 Semarang juga mulai beradaptasi dengan melakukan inovasi digitalisasi karya warga SMP Negeri 28 Semarang dan menambah koleksi E-Book sebagai sarana berliterasi dan pelayanan yang optimal kepada pemustaka. Perpustakaan SMP Negeri 28 Semarang memanfaatkan aplikasi yang ada di Google yaitu flip book dan milkshake untuk membuat perpustakaan digital yang sederhana dan gratis. Koleksi yang kami kelola yaitu koleksi E-book yang kami dapatkan dari hasil kerjasama dengan Perpustakaan Daerah Kota Semarang dan hasil karya literasi warga SMP Negeri 28 Semarang yang bisa berupa cerpen, puisi, komik dan lain-lain. Koleksi digital tersebut dapat diakses pada https://msha.ke/perpusspedupan. Link tersebut tidak hanya bisa diakses oleh warga sekolah, namun bisa diakses secara umum. Berikut adalah tampilan dari perpustakaan digital yang kami miliki: Oleh: Rica Larasati W., A.Md. Pengelola Perpustakaan Perpustakaan SMP Negeri 28 Semarang perpustakaan mulai dari baca ditempat, peminjaman, layanan referensi, dan lain-lain. Siswa yang terpilih akan mendapat sertifikat dan hadiah menarik. Tidak hanya itu, nantinya foto mereka akan diunggah dalam akun instagram perpustakaan SMP Negeri 28 Semarang (@perpustakaan_dupan). Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat mempromosikan dengan maksimal keberadaan, peran, dan fungsi perpustakaan sekolah, serta dapat memotivasi warga sekolah untuk aktif berkunjung di perpustakaan dan terus meningkatkan literasi warga sekolah. Berikut beberapa dokumentasi pemilihan Duta Baca Periode Tahun 2023. Selain perpustakaan digital, kami juga mengadakan kegiatan yang rutin kami lakukan di setiap bulan yaitu pemilihan Duta Baca Perpustakaan SMP Negeri 28 Semarang. Duta Baca dipilih dari warga sekolah yang aktif dalam pemanfaatan layanan Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 13 ARTIKEL
14 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 AWAH SAKA merupakan kegiatan untuk mengembangkan potensi dan menjawab Stantangan zaman, sebagai pengejawantahan Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan tersebut dilakukan dengan membuat suatu karya sesuai dengan potensi masing-masing warga sekolah mengenai tema tertentu, yang kemudian dibagikan melalui media sosial sekolah (website, youtube, instagram, dan facebook), mading sekolah, dan sejenisnya. Program tersebut menjadi sarana warga SMP Negeri 28 Semarang untuk belajar dan berbagi karya. Hal itu dimulai dari pengusulan tema, pemilihan tema, penentuan bentuk karya, pembuatan karya, penyajian karya, dan evaluasi, serta refleksi. Dari kegiatan pengusulan tema hingga refleksi, dilakukan oleh siswa. SMP Negeri 28 Semarang mewujudkan program ini dengan memberdayakan segenap aset sekolah. Diantaranya, guru atau siswa yang memiliki keahlian di bidang tertentu melakukan tutor sebaya. Seperti, siswa yang mahir dalam editing video, menjadi tutor bagi temannya yang membuat karya dalam bentuk video. Begitu juga dengan prasarana yang dimiliki sekolah, seperti laboratorium komputer, studio mini, art gallery, studio musik, lapangan futsal, dan kebun sekolah kami berdayakan untuk mendukung terwujudnya program SAWAH SAKA. Dalam mewujudkan program SAWAH SAKA, sekolah membuat tahapan- tahapan sebagai berikut: SAWAH SAKA Satu Warga Sekolah, Satu Karya Oleh: M. Bagus Kholid Zamzami, S.Pd. Dalam rangka mengimplementasikan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara, bahwa setiap anak terlahir dengan membawa potensinya masing-masing, maka SMP Negeri 28 Semarang mengupayakan terciptanya program sekolah yang berdampak pada siswa, guru dan tenaga kependidikan dengan menginisiasi SAWAH SAKA (Satu Warga Sekolah, Satu Karya). Program tersebut diharapkan dapat memaksimalkan berkembangnya potensi seluruh warga sekolah, terutama siswa. Setiap siswa memiliki potensi masing-masing yang perlu didukung dan difasilitasi tumbuh kembangnya secara maksimal. 1. Pembentukan Kepanitiaan Panitia program ini terdiri dari Kepala Sekolah, Pembantu Pimpinan, Tim Siber, Wali Kelas, Pengurus OSIS, dan Ketua Kelas. Kepala sekolah berperan sebagai penanggung jawab program dibantu dengan para pembantu pimpinan, salah satu dari pembantu pimpinan yang dipilih menjadi koordinator program, sedangkan wali kelas berperan sebagai fasilitator. Tim Siber berperan sebagai tim ahli mengenai pendigitalisasian program, adapun pengurus OSIS dan ketua kelas menjadi pelaksana program dengan didampingi fasilitator dan Tim Siber. 2. Sosialisasi Program Agar seluruh warga sekolah mengetahui program SAWAH SAKA dan berperan aktif dalam program tersebut, maka diperlukan sosialisasi. Sosialisasi dilaksanakan secara terpusat dalam briefing pagi dan pada saat kegiatan apel. Sosialisasi diikuti oleh seluruh warga sekolah. Informasi yang didapat dari sosialisasi, dibahas dan didiskusikan kembali di dalam kelas masing-masing secara langsung maupun virtual melalui grup WhatsApp. Kegiatan tersebut didampingi oleh fasilitator yakni wali kelas masing-masing. 3. Penyampaian Usulan Tema Tema yang akan diangkat dalam Program SAWAH SAKA merupakan usulan dari siswa. Panitia yang terdiri dari siswa dan guru (fasilitator) membuat angket tentang usulan tema yang akan diangkat melalui Google Form, kemudian disebarkan ke siswa untuk diisi. Kami memilih menggunakan Google ARTIKEL
Form untuk memudahkan dalam pengolahan data usulan tema. Semua usulan tema tersebut selanjutnya dikerucutkan menjadi beberapa tema yang akan dipilih siswa. 4. Pemilihan Tema Setelah usulan tema dikerucutkan, lalu siswa memilih satu dari beberapa tema tersebut. Dalam hal ini dimungkinkan terdapat siswa yang memilih tema berbeda dari yang ia usulkan sebelumnya, karena ia mendapat inspirasi dari usulan tema siswa yang lain. Kegiatan ini juga dilakukan dengan pemberian angket melalui Google Form. Selain untuk memudahkan dalam perekapan, pengisian angket melalui Google Form juga lebih privasi, yang dapat mencegah timbulnya provokasi atau intimidasi dari orang lain. 5. Pembuatan Karya Setelah tema ditentukan, kini saatnya tiba pembuatan karya. Sebelum karya dibuat, masingmasing warga sekolah menentukan terlebih dahulu secara mandiri jenis dan konten yang akan dibuat, serta timeline pembuatan karya tersebut. Setiap warga sekolah dimerdekakan untuk menentukan jenis karya apa yang akan dibuat, seperti film, podcast, video, puisi, poster, novel, cerpen, cergam, lukisan, kartun, drama, lagu, dan lain-lain. Sebelum pembuatan karya dilakukan, masingmasing peserta didik telah merancang pelaksanaan tahapan-tahapan pembuatan karya sesuai dengan timeline yang dibuat panitia. Hal itu dilakukan agar karya tersebut tidak melebihi batas waktu yang telah ditentukan. 6. Refleksi Refleksi ini menjadi media untuk mendokumentasikan perasaan, gagasan dan pengalaman serta praktik baik yang telah dilakukan. Dengan refleksi ini, warga sekolah akan terdorong untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas yang dilatih dan uji cobakan. Refleksi ini juga dapat menjadi sarana untuk menyadari emosi dan reaksi diri yang terjadi sepanjang perencanaan, pembuatan, dan pengumpulan karya, sehingga warga sekolah dapat semakin mengenali diri sendiri. 7. Gelar Karya Setelah para siswa membuat karya sesuai Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 15 ARTIKEL dengan potensi masing-masing, selanjutnya karya tersebut akan dipamerkan dalam acara Gelar Karya sebagai bentuk apresiasi dan berbagi inspirasi, serta kampanye nilai-nilai positif atau pesan moral yang terkandung dalam karya tersebut. Kegiatan tersebut mengundang orangtua/wali murid, kepala instansi yang menjadi partner kerja sekolah, perangkat desa, dan tokoh masyarakat, serta perwakilan alumni. Selain dipamerkan dalam gelar karya, karya-karya warga sekolah juga dipamerkan melalui mading dan media sosial sekolah setelah panitia menerima karya tersebut. Dengan adanya program SAWAH SAKA, para murid menjadi lebih mengenali potensinya dan mengupayakan agar potensinya menjadi berkembang atau terberdayakan. Mereka menjadi lebih memahami pentingnya sebuah potensi yang dimiliki oleh masing-masing individu yang cenderung berbeda satu sama lain, sehingga mereka menjadi lebih bersemangat untuk belajar dan berkarya, serta memahami dan menghargai orang lain dengan potensi yang berbeda.
16 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 Perundungan atau bullying merupakan tindakan intimidasi yang dilakukan secara berulang-ulang oleh pihak yang lebih kuat terhadap pihak yang lebih lemah, dilakukan dengan sengaja dan bertujuan untuk melukai korbannya secara fisik maupun emosional (Coloroso, 2007). Bullying atau perundungan atau kekerasan pada anak terkadang bisa menimbulkan trauma yang mendalam, hal ini bisa terjadi di rumah, sekolah, bahkan lingkungan masyarakat dimana kita tinggal. Melindungi anak dari perundungan dan segala tindakan kekerasan lain yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan maupun dalam kegiatan sekolah yang berada di luar lingkungan sekolah, menjadi tanggung jawab bersama sekolah dan orang tua. Sebagai rumah kedua bagi siswa, satuan pendidikan perlu bahu membahu dengan berbagai pihak terkait untuk mengembangkan mekanisme pencegahan, penanggulangan, dan sanksi terhadap segala tindakan kekerasan di lingkungan sekolah yang melibatkan anak, baik sebagai korban maupun pelaku. Saat ini pemerintah juga tengah menggalakkan dibentuknya TPPKS (Tim Pencegahan Penanggulangan Kekerasan di Lingkungan Sekolah) di tiap-tiap satuan pendidikan. Melalui projek ini, peserta didik SMP Negeri 28 Semarang mengembangkan dan mencapai secara spesifik dua dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni Beriman, bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia dan Mandiri. Adapun tujuan dari projek ini yaitu: 1) Merawat diri secara fisik, mental dan spiritual; 2) Berempati kapada orang lain; 3) Mengembangkan Refleksi diri; dan 4) Regulasi Emosi. Adapun tema yang dipilih yaitu Bangunlah Jiwa dan Raganya. Topik ini mengangkat tema Bangunlah Jiwa dan Raganya dengan topik “Bangun Persahabatan Tanpa Perundungan”. Maksud “Bangun Persahabatan Tanpa P ANTI PERUNDUNGAN 5 Perundungan” dalam projek ini adalah mewujudkan lingkungan aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik, pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan. Projek dilaksanakan dalam empat tahap yaitu Tahap Pengenalan, Tahap Kontekstualisasi, Tahap Aksi, dan Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. Masing-masing tahapan akan dijelaskan kedalam alur dan tahapan pada Projek “Bangun Persahabatan Tanpa Perundungan”. Pada Tahap Pengenalan, peserta didik mengenali dan membangun kesadaran terhadap Pencegahan perundungan. Tahap ini meliputi lima aktivitas, yaitu: 1) Mengenalkan pengertian tentang bullying ; 2) Eksplorasi Isu (mencari isu-isu tentang bullying di lingkungan sekitar); 3) Refleksi awal tentang bullying; 4) Wawancara dengan komunitas yang pernah mengalami bullying; dan 5) Diskusi Kritis Masalah bullying. Pada Tahap Kontekstualisasi peserta didik mengkontekstualisasi masalah perundungan di lingkungan terdekat dengan melaksanakan tiga aktivitas, yaitu: 1) Pengumpulan, Pengorganisasian, dan Penyajian Data Disiplin Positif; 2) Bullying Talk: 'Bullying di sekolah'; dan 3) Pengorganisasian data secara mandiri. Pada Tahap Aksi peserta didik merencanakan dan melaksanakan praktik aksi nyata yang sudah direncanakan secara kelompok dengan melalui beberapa bentuk seperti kotak perubahan, poster, cerita bergambar, dan video anti perundungan. Pada Tahap terakhir yaitu Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut, peserta didik bersama kelompok mengevaluasi serta merefleksi hasil dari pekerjaan individu dan kelompok masing-masing. Apabila terjadi suatu kekurangan ataupun kegagalan bisa dicari penyebab dan menentukan jalan keluarnya. “ Oleh: M. Bagus Kholid Z., S.Pd. BANGUN PERSAHABATAN TANPA PERUNDUNGAN ARTIKEL
MUSYAWARAH SAKURA GARUDA, MELATIH TANGGUNG JAWAB GENERASI MUDA (Pramuka Garuda serta ketua OSIS Tahun Ajaran 2022/2023) Dewan penggalang SMPN 28 Semarang Dewan penggalang Pramuka pangkalan SMPN 28 SEMARANG, adalah dewan penggalang yang bertugas dan juga mengatur kegiatan pramuka di dalam pangkalan, dengan pengawasan pembina. Dewan penggalang SMPN 28 Semarang, selalu diajarkan untuk bertindak disiplin di dalam berbagai hal, menjadi contoh budi pekerti untuk seluruh siswa, menjadi pembangkit generasi muda, agar cinta Praja Muda Karana. SAGARA, Sakura dan juga Garuda, kobaran semangat yang selalu dijaga kesetiaan dan kebersamaannya. Dewan penggalang Sakura dan juga Garuda, pastilah memiliki kepengurusan yang nantinya membantu dan mengatur jalannya acara pramuka, dengan pimpinan pemimpin regu utama, atau PRATAMA. Dewan penggalang pangkalan SMPN 28 Semarang, menjalankan tugas dalam tiap bidang dan juga selalu mengamalkan Tri Satya dan juga Dasa Darma dalam setiap langkahnya. Tanggung jawab untuk generasi muda Berjalan dengan pembahasan kepengurusan dan juga tugas pada masing-masing bidang di dalam kepengurusan dewan penggalang, tidak luput dari rasa tanggung jawab. Kita besar dalam tunas kelapa, yang senantiasa mengajarkan arti tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Tanggung jawab ialah hal yang harus kita jaga dan harus kita lakukan dengan sungguh-sungguh karna adanya sifat kesanggupan yang sudah kita terima, untuk memikul suatu resiko. Tanggung jawab sendiri, sangat diajarkan kepada pengurus dewan penggalang SMPN 28 Semarang, agar menciptakan generasi muda yang jujur dan juga memiliki sikap disiplin. Semua hal yang sudah dilakukan dalam bentuk apa pun, harus senantiasa kita pertanggung jawabkan dengan sebaikbaiknya. Apalagi di masa generasi muda yang sudah termakan dengan zaman, pasti minim anak muda harapan bangsa, y a n g b e r a n i d e n g a n l a n t a n g mempertanggungjawabkan apa yang sudah mereka lakukan, mengatakan apa yang sejujurnya kepada semua orang. Generasi muda yang banyak dilihat kurang akan norma, yang hilang akan tanggung jawab yang seharusnya siap dia lakukan, menjadi pemuda yang mudah putus asa, mengeluh untuk bangkit, dan menyuarakan suaranya dalam sebuah forum. Tanggung jawab sangat lah penting, untuk pejuang muda bangsa, menanamkan jiwa kesatria dalam setiap derap langkah yang melaju jua. Generasi muda yang berkarakter pejuang, Mereka l a h Y a n g s e j a t i n y a s i a p mempertanggungjawabkan apa yang mereka lakukan. Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 17 ARTIKEL Oleh: Nayla Alkalila 9D
PERSAHABATAN Di alam kuno Twixie, tempat keajaiban dan misteri saling terkait, lima sahabat tak terduga memulai misi berbahaya untuk menyelamatkan tanah air mereka dari bayang-bayang kegelapan. Pangeran Achsan, pewaris takhta, memiliki kekuatan keberanian, tak tergoyahkan dalam menghadapi bahaya. Teman terpercayanya, pemanah Ayla, menggunakan kekuatan kelincahan, anak panahnya yang cepat menembus musuh tergelap. Di samping mereka berdiri penyihir bijak, Nida, yang kekuatan pengetahuannya membuka rahasia zaman dahulu, membimbing jalan mereka melewati teka-teki samar dan labirin ajaib. Kelompok ini diselesaikan oleh kurcaci yang tabah, Gronar, yang kekuatannya dapat menghancurkan gunung, dan tabib yang lembut, Hafiz, yang kekuatan kasih sayang menyembuhkan daging dan jiwa, membalut luka dari perjalanan sulit mereka, Zizi, yang dapat memanipulasi gravitasi, yang memungkinkan dia untuk mengontrol gravitasi dan terbang. Saat mereka berkelana jauh ke jantung hutan terlarang, mereka bertemu dengan penyihir jahat Malvius, yang sihir gelapnya mengancam akan menelan daratan dalam malam abadi. Dengan kekuatan persahabatan yang mengikat mereka, para sahabat menghadapi setiap tantangan dengan kesatuan yang tak tergoyahkan, mendapatkan kekuatan dari ikatan mereka yang tak terpatahkan. Melalui cobaan di medan berbahaya dan rintangan yang mempesona, mereka belajar bahwa gabungan kekuatan keberanian, ketangkasan, pengetahuan, kekuatan, dan kasih sayang bukan sekadar atribut, namun cerminan intisari persahabatan mereka. Saat pertarungan terakhir dengan Malvius semakin dekat, persatuan mereka menjadi kekuatan yang pantang menyerah, menghilangkan kegelapan dan mengembalikan kerajaan ke kejayaannya. Pada akhirnya, Twixie terselamatkan, bukan hanya karena kekuatan pedang dan mantra, tapi juga oleh kekuatan persahabatan yang abadi, sebuah ikatan yang begitu kuat sehingga melampaui batas-batas sihir dan waktu, meninggalkan warisan yang akan bergema selama berabad-abad. Karya : Achsan Adi Cahyono (8B) KEKUATAN 18 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 CERPEN
Mencari Tempat Pulang Oleh: Nailul Mufidah (Kelas IX B) Hai, kenalin. Namaku Aera Valen biasa dipanggil Aera. Hidupku mungkin tidak seberuntung kalian, bukan bermaksud tidak bersyukur namun memang keadaan yang membuatku lupa cara bersyukur. Mempunyai keluarga yang harmonis serta banyak kasih sayang di dalamnya adalah hal yang sangat aku inginkan. Namun rupanya, itu semua hanya sebuah cita-cita yang sukar untuk kuwujudkan. Aku Aera, anak brokenhome yang terperangkap di tubuh orang dewasa. Tepat pukul 15.00 WIB, bel pulang berbunyi. Aku segera mengemasi buku-buku ku dan memasukkan ke dalam tas. Langkah kakiku menyusuri beberapa koridor kelas. "Hai, Ayah. Aku sudah pulang, jemput aku ya? aku tunggu di depan sekolah." Terdengar suara seorang siswa dari kelas H yang tidak sengaja ku dengar. Mengapa diluar sana banyak anak bahagia bersama ayahnya? Kebahagiaan dan kasih sayang? Baiklah aku berusaha terus memejamkan mataku dan menampik rasa iri. Kisah-kisah di hadapan ku terus menjajali ku bergiliran. "Aera, kamu pulang sendiri?" Tanya Lala, aku menoleh ke belakang, melihat Lala. "Iya Lala, aku pulang sendiri." Jawabku. "Owalah, hati-hati ya," ucap Lala lalu mendahului ku. Aku menatap kepergian Lala, lalu tersenyum kecil. Kapan aku bisa seperti Lala? Yang bisa merasa bagaimana semangatnya untuk pulang ke rumah. Kata mereka rumah adalah tempat pulang bagi setiap resah, bahagia, kecewa, senang, lelah juga perasaan lainnya. Tapi yang aku rasa rumah adalah tempat paling banyak menyumbang kesedihan, jadi sebenarnya rumah itu apa? Seperti biasa aku tidak berniat langsung pulang. Kakiku berjalan pelan, mencari tempat duduk yang menurut ku mampu memberiku ketenangan. Tiba di suatu tempat, seorang anak berusia sekitar sepuluh tahunan menghentikan langkah kakiku. Anak itu sedang duduk di kursi panjang sembari memeluk lutut kakinya sendiri. "Hai, kakak boleh duduk di sini?" tanyaku meminta persetujuan. Anak itu sedikit terkejut menyadari kedatanganku. Lalu tersenyum kecil. "Boleh kak, silakan" jawabnya ramah. Aku menghembuskan nafas, duduk di samping anak itu. Terlihat dari sorotan mata anak itu yang menanggung banyak beban di dalamnya namun dia tahu bagaimana caranya dia harus bersikap tegar dan kuat menghadapi segala beban itu. "Kakak kenapa tidak pulang? Bukannya ini sudah waktunya kakak di rumah?" tanya anak itu memulai obrolan, aku hanya terdiam. "Oh iya kak, kenalin namaku Aca," ucapnya lagi, kali ini gadis cantik itu memperkenalkan diri. Aku membalas jabatan tangan Aca yang terulur padaku. "Panggil saja aku Aera, salken ya Aca" kataku tersenyum manis. "Btw, Aca di sini sendirian?" tanyaku, menatap sekeliling dan sadar jika di sini hanya ada kita berdua. "Dari dulu Aca memang dilahirkan untuk sendirian kak, lebih baik ngerasa sendirian karena tidak memiliki keluarga daripada masih merasa sendiri padahal memiliki keluarga." jelas Aca tersenyum, suaranya terdengar sengaja dikuatkuatkan. Aku menghabiskan waktu soreku bersama Aca. Hatiku merasa senang, karena Aca maupun aku mau berbagi kisah bersama. Rupanya Aca juga sama seperti ku. Namun dia lebih kuat, lebih bisa dan paham untuk menerima kata bersyukur. Aca, anak sepuluh tahun yang hidup di panti asuhan karena dibuang oleh orang tuanya. Hidup tanpa rangkulan kedua orang tuanya, rumahnya tidak ada tapi Aca tubuh menjadi anak baik dan keren sekali karena masih memilih bertahan sejauh ini. "Jangan iri dengan keluarga orang lain kak, karena setiap keluarga pasti memiliki ujian yang berbeda-beda." "Mau hidup tenang? Cukup yakini saja semua takdir Allah itu baik. Ingat saja, bukan takdir yang buruk, namun sudut pandang kita yang belum sampai untuk melihat hikmah dibalik takdir tersebut." Aku begitu takjub mendengar penuturan yang sangat manis keluar dari bibir Aca. Keadaan benar-benar menjadikan Aca lebih dari dewasa. Dari Aca, aku menemukan tempat pulang yang sebenarnya. Berdamai dengan diri sendiri, bersyukur dan menerima semua dengan lapang hati adalah tempat pulang yang sebenarnya. Tuhan selalu punya rahasia yang tak terjangkau oleh manusia manapun bahkan malaikatpun tidak mampu. Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 19 CERPEN
20 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 Ku tatap langit berwarna jingga Suara deburan ombak menerjang batu karang Bertiupnya angin membelai telinga Hamparan pasir putih seluas mata memandang Aku duduk menikmati keindahannya Menyatukan diri dengan semesta Langit senja berpadu cahaya Menyelimuti indahnya dunia Cahanya elok memancar Bagaikan cakrawala dunia Keindahannya yang ingin selalu aku lihat setiap saat Sinar mentari yang mengintip telah pergi Senja yang indah telah tergantikan Oleh cahaya agung dari bintang yang terpapar di langit malam Senja di Tepi Pantai Keyla Nazwa 8B Di lembar-lembar sunyi yang berserak Kisah-kisah bermekar dalam goresan tinta Buku, engkau pintu dunia yang terbuka Mengajakku mengembara tanpa batas Dalam halaman-halaman yang lembut terbuka Buku adalah jendela dunia yang abadi mengalir Kata-kata terpahat, cerita yang terjalin Seperti lukisan mimpi di malam yang sunyi Di dalamnya tersembunyi dunia yang berkilau Petualangan tak terhingga, mimpi yang melayang tinggi Ketika mata membaca, jiwa pun melayang jauh Melintasi lautan kata, mengalirkan pegunungan rasa Warna-warni bunga mekar di halaman Cerita-cerita lama dan baru terhampar dalam setiap kata Petualangan menanti, jendela dunia membuka hati yang lapang Jendela dunia terbuka lebar, tak terbatas Begitu banyak cerita yang bisa ditemukan Membaca adalah perjalanan tak terbatas Buku adalah jendela dunia yang selalu terbuka Buku Adalah Jendela Dunia Nayshila Putri Oktaviana (8A) SASTRA
X CARA MENGHADAPI PEMBULLY Nurrahman S.H. - 8H Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 21 JANGAN MEMALAK! Hafiz Izza - 8H CERGAM
P J K TAWA Bu Guru: “Anak-anak, siapa yang mau masuk surga?” Anak-anak: (Dengan serempak) “Sayaa!” Mukidi: (Lagi duduk di belakang hanya diam saja). Bu Guru: “Siapa yang mau masuk neraka?” Anak-anak: “Tidak mauu!” Mukidi: (Tetap diam saja). Bu guru: (Mendekat) “Mukidi, kamu mau masuk surga atau neraka?” Mukidi: “Tidak kedua-duanya Bu Guru.” Bu Guru: “Kenapa?” Mukidi: “Habis waktu ayah saya mau meninggal, beliau berpesan. Mukidi, apapun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA.” - MASUK SURGA - Tukang Becak dan Kuntilanak Pada suatu malam yang cukup dingin, seorang tukang becak sedang jengkel karena tidak dapat penumpang dari siang hari. Akhirnya, si tukang becak memutuskan untuk pulang saja. Dalam perjalannya menuju ke rumah, tiba-tiba muncul seorang wanita berambut panjang memanggilnya. "Wah, ada penumpang nih," pikir si tukang becak. Akhirnya wanita itu naik. Tukang becak: “Mau kemana, Mbak?” "Jalan aja pak, nanti saya beritahu," jawab wanita itu datar. Ketika sampai di dekat kuburan, tiba-tiba sang wanita menyuruh becak berhenti. "Stop, bang!" katanya. Pada saat si wanita turun, tukang becak melihat ternyata kaki wanita berambut panjang itu tidak menapak ke tanah sehingga membuat si tukang becak berkata sambil menggigil, "Aaaa tidaaak Kuntilanaaaakkk..!" Dengan spontan wanita itu melirik sinis ke arah si tukang becak, "Biarin, daripada lu tukang becak! eetddaahhhh!" Suatu hari saat jam pelajaran di dalam kelas. Bu Guru : “Umar, coba kamu sebutkan 10 binatang buas dalam waktu 5 detik!” Umar : “Singa, Harimau, Elang, Ular, ehhmm....” Bu Guru : “Habis waktu! Sekarang coba kamu Riska!” Riska : “Ikan Hiu, Piranha, Dinosaurus, Kucing Garong, Keong Racun…” Bu Guru : “Lelet kamu Ris. Sekarang coba Hafiz, sebutkan 10 binatang buas dalam waktu 5 detik!” Hafiz : “5 ekor harimau dan 5 ekor singa!” Bu Guru : “Yaps, pinter, 100 buat kamu, Hafiz!” Guru Kocak 22 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 HUMOR DUPAN Oleh: Moh. Asfaruddin, S.Pd.
Tarawih Dani : “Mau kemana kamu, Nu?” Danu : “Tarawih lah biar dapat pahala, emang elu.” Dani : “Alah, bilang aja lu mau nyolong sandal.” Danu : “Kalau ngomong mulutnya dijaga ya, untung bulan Ramadhan. Kalau nggak, sudah gua gampar lu Ni.” Dani : “Ya maaf. Lah terus kenapa itu sandal nggak lu pakai tapi malah ditenteng?” Danu : “Ya ini mau gua tuker soalnya yang kemarin kekecilan. Hehehe.” Dani : “Wooo dasar lu Nu…Nu!” Suatu ketika, kelas IV SD Bahagia sedang melaksanakan pelajaran agama. Dengan penuh semangat, Anak SD Mau ke Surga Seorang guru bernama Bu Pipit sedang memberikan pelajaran yang membahas mengenai surga. Usai memberikan penjelasan mengenai surga, sang guru lantas memberikan pertanyaan kepada seluruh muridnya. Berikut percakapannya: "Anak-anak, siapa yang mau masuk surga?" tanya Bu Pipit. "Saya bu, saya," teriak seluruh murid. Dari seluruh anak yang mengajukan diri, rupanya ada satu murid bernama Ali tidak ikut berteriak. Hal itu membuat sang guru kembali bertanya. "Yang mau masuk surga tunjukkan tangannya," tanya Bu pipit lagi. "Sayaa," teriak para murid berlomba-lomba mengangkat tangannya. Lagi-lagi, Ali tetap diam tak bergeming. Demi memacu semangat muridnya, dia pun kembali bertanya, "Yang mau masuk surga ayo berdiri." Mendengar itu, seluruh murid berdiri, kecuali Ali yang tetap diam dan malah disibukkan dengan bukunya sendiri. Merasa ada murid yang tak bersemangat, Bu Pipit pun menghampiri Ali dan bertanya, "Ali, kamu mau masuk surga enggak?" "Mau dong, Bu!" jawab Ali. "Terus kenapa kamu enggak berdiri?" lanjut Bu Pipit penasaran. "Lah, memangnya mau berangkat sekarang, Bu?” Bimo merupakan anak kelas satu Sekolah Dasar. Selain mendapat peringkat pertama di kelasnya, Bimo juga cukup tampan. Meski begitu, Bimo memiliki satu kebiasaan buruk yang hanya diketahui teman-teman sekelasnya. Kebiasaan itu adalah Bimo sering tak menggosok gigi. Suatu hari saat ibu wali kelas Bimo tengah mengajar di kelasnya. Ibu guru : (Berhenti mengajar sejenak) "Bimo, tadi pagi tidak gosok gigi ya?" Alangkah kagetnya si Bimo. Dia berpikir siapa dari teman-temannya yang mengadu pada ibu wali kelasnya itu tentang kebiasaannya. Bimo : "Kok ibu guru bisa tahu?" Ibu guru : (Tersenyum) "Coba lihat, ada sisa sayur di gigimu." Bimo : (Berteriak dengan riang) "Kalau begitu, ibu salah. Tadi pagi saya sarapan nasi goreng pakai telur dadar. Terakhir saya makan sayur tiga hari yang lalu." Tidak Gosok Gigi Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 23 HUMOR DUPAN
24 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 Permasalahan bullying bukan merupakan hal baru, akan tetapi kasus ini selalu ada di sekitar kita, dari generasi ke generasi yang lainnya, bahkan mungkin yang akan datang juga. Sehingga banyak berita yang menampilkan kasus bullying, baik di media massa maupun media sosial sekarang di era digital sekarang ini yang dalam hitungan detik saja berita di suatu pulau tertentu bisa dengan cepat sampai ke diri kita semua. Tentunya hal ini membuat kita sedih dan prihatin kenapa manusia tidak sadar akan bahaya dari Bullying atau perundungan, terutama di lingkungan pendidikan, yaitu sekolah. Juga bisa terjadi di komunitas-komunitas dan organisasi tertentu. Tentunya, hal tersebut merupakan perilaku oknum, dan tentu tidak semua memiliki perilaku tersebut. Akan tetapi jika suatu oknum tidak bisa diberantas atau ditindak, khawatir akan mempengaruhi yang lainnya, seolah-olah hal tersebut biasa saja. Bullying sendiri adalah perilaku agresif yang melibatkan berbagai perilaku, baik berupa kekerasan fisik seperti memukul, menampar, memalak, menendang, dan membuat gerakan kasar lainnya, atau kekerasan verbal seperti menghina, memanggil dengan panggilan buruk, menebar gosip, menuduh, dan sebagainya, maupun psikologis, seperti mengucilkan, menatap sinis, mempermalukan di depan umum, dan sebagainya. Umumnya oleh yang lebih senior, lebih kuat, dan berstatus sosial lebih tinggi daripada korban bullying. Islam sangat melarang Bullying, perundungan atau segala macam kekerasan lainnya, Dalam kitab suci Al-Quran ada beberapa istilah yang termasuk kategori bullying atau perundungan ini. Hal tersebut merupakan sifat tercela yang sangat dibenci oleh Allah swt, serta dibenci dan dijauhi seluruh kaum muslimin, yaitu: 1. Talmiz, atau bisa diartikan saling mencela. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 11: Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolokolok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim. Menurut Tafsir Al-Maraghi, ayat ini turun berkenaan dengan teguran atas ejekan yang dilakukan oleh Bani Tamim kepada para sahabat Rasul yang miskin. Mereka ditegur agar tidak melakukan perundungan karena faktor kemiskinan. Larangan melakukan perundungan tentu saja sangat tepat. Sebab Oleh: Keyla Nazwa Rizki (8B) LARANGAN DALAM ISLAM BULLYING SIRAMAN ROHANI
jika kita lihat, melakukan perundungan bukan hanya menimbulkan perasaan malu bagi korbannya, namun juga terselip perasaan bahwa kita yang merundung ini lebih baik dari padanya. 2. Istihza, yaitu mengolok-olok. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 14: Artinya: Apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Akan tetapi apabila mereka menyendiri dengan setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya pengolok-olok.” Ayat di atas mengolok-olok orang merupakan sebuah perbuatan tercela, dan Allah tidak menyukai hal tersebut. Karena biasanya, orang yang suka mengolok-olok dan mencaci maki orang lain adalah mereka yang memiliki sikap sombong. Selain itu, mengolok-olok akan menimbulkan rasa sakit hati bagi sesama saudara Muslim. 3. Sakhr Yaitu merendahkan atau mengejek. Hal ini pernah disebutkan Al-Quran surah Hud ayat 38 ketika menyinggung umat Nabi Nuh yang mengejek Nabi Nuh ketika hendak membuat bahtera. Artinya: Mulailah dia (Nuh) membuat bahtera itu. Setiap kali para pemuka kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, “Jika kamu mengejek kami, sesungguhnya kami pun akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami). Oleh karena itu, Islam sangat melarang perilaku bullying, karena melibatkan banyak pihak bukan hanya diri kita saja yang dirugikan tetapi pihak yang lainnya juga. Maka dari itu marilah kita menghindari perilaku Bullying dan senantiasa mempraktikkan perilaku yang penuh akhlak yang baik sehingga kita akan menjadi manusia yang berbudi luhur dan beriman kepada Allah swt sehingga kita mendapat ridlo-Nya dalam hidup kita. Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 25 SIRAMAN ROHANI
26 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 etakutan bisa mencekam kita ketika kita terancam Kbahaya atau hukuman. Bayang-bayang bencana alam, kerusuhan, peperangan atau perbuatan salah dapat menimbulkan rasa cemas dan takut. Masih teringat saya sewaktu memecahkan kaca jendela ketika berusia 8 tahun, betapa takut saya menghadapi hukuman ayah. Namun, kasih sayang ibu mengalahkan rasa takut dan memberikan saya keberanian untuk mengaku salah. Dalam perjalanan hidup kita, kita terkadang dirundung rasa gelisah dan takut, apalagi bila harus menghadapi maut. Sebagai anak Tuhan, apakah kita memahami betapa besar kasih Allah terhadap kita sehingga kita tidak perlu takut menghadapi saat penghakiman terakhir nanti? Bila kita peraya dan yakin kepadaNYA. Sebagai anak Tuhan, kita percaya kepada Tuhan Yesus dan berusaha mengungkapkan kasihNya kepada sesama. “Kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman”, karena kita mencontoh hidupNya (Matius 25:34-36). Jadi, kita tidak akan kuatir atau takut dalam perjalanan hidup ini karena dalam Yesus kita telah menjadi anak dan milik Allah. Tidak ada orang tua yang berlari masuk ke dalam gedung yang terbakar untuk menyelamatkan anak-anak mereka oleh karena iman. Mereka melakukannya oleh karena cinta kasih. Orang tua akan mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi keluarga mereka karena mereka sayang pada mereka. TIDAK TAKUT LAGI Firman Allah menyatakan "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih" (1 Yoh. 4:18). “ “ Jika kasih merupakan alasan di balik semua yang kita lakukan, maka ketakutan akan lenyap. Oleh: Bapak Pendi Hutabarat, S.Pd.K. Ketika kita mulai merasa ketakutan muncul di dalam diri kita mungkin ada sesuatu yang harus kita lakukan yang membuat kita gelisah maka, kita perlu berhenti sejenak. Kemudian, fokuskan pikiran kita dan ingat betapa Tuhan mengasihi kita. Kita mungkin perlu mengingatkan diri sendiri dengan lantang: "Tuhan, Engkau benar-benar mengasihiku! Engkau ada di sisiku. Aku percaya Engkau ingin aku berhasil dalam hal ini. Aku akan melakukannya dengan kuasa-Mu dan dengan kasihMu." Tuhan tak ingin kita gagal. Dia ingin kita berhasil dengan yang sedang kita lakukan dalam hidup dan berhasil mencapai tujuan kita terutama dalam menuntut ilmu. Ketika kita fokus pada kasih-Nya, maka kita tidak akan merasa takut. Kasih-Nya yang sempurna mengusir semua ketakutan! Ketika kita ketakutan, kita fokus pada diri kita sendiri, itu bukanlah kasih! Sebaliknya, ketika kita mengasihi, kita tidak fokus pada diri kita sendiri, tetapi pada apa yang dibutuhkan orang lain, itulah kasih. Ketakutan adalah dasar dari banyak hal yang negatif, seperti mencuri, marah, kasar, dan lain sebagainya. Hanya kasih yang sempurna, yaitu kasih Tuhan, yang dapat melenyapkan segala ketakutan kita. Di saat kita menyadari Bapa Sorgawi begitu mencintai kita, ketakutan dan kekuatiran kita pun hilang. Allah sangat dapat dipercaya, dan rencanarencana-Nya untuk kita sungguh besar adanya. Hanya Dia yang dapat memenuhi diri kita secara sempurna. Kasih-Nya dapat mencakup semua kebutuhan jasmani dan rohani kita sementara kita belajar menyerahkan hati kita kepada-Nya. Jika kita semakin mengasihi, maka semakin sedikit ketakutan yang akan kita terima. Karena itu, apabila kita menjadikan kasih sebagai motivasi dalam melakukan sesuatu, maka kita tidak akan takut untuk melakukannya. SIRAMAN ROHANI
APRIL MEI LENSA TIM SIBER 2023 DOA BERSAMA DAN ISTIGHOSAH KELAS IX TAHUN AJARAN 2022/2023 - PESANTREN KILAT - PERINGATAN NUZULUL QUR'AN DAN BUKA BERSAMA PANEN URBAN FARMING PART 2 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 27 JANUARI FEBRUARI MARET KICK OFF URBAN FARMING GERAKAN BERSAMA MINUM TABLET ZAT BESI DUPAN FEST LENSA SIBER
28 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 JUNI JULI AGUSTUS KEGIATAN KEMAH AKHIR TAHUN AJARAN 2022/2023 IN HOUSE TRAINING IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA MPLS TAHUN AJARAN 2023/2024 SEPTEMBER UPACARA MEMPERINGATI HARI PRAMUKA KE-62 UPACARA MEMPERINGATI HARI KEMERDEKAAN RI KE-78 LOMBA-LOMBA MEMPERINGATI HARI KEMERDEKAAN RI KE-78 GERAKAN SEMARANG SERIBU LITERASI (GENERASI) LENSA SIBER
DESEMBER HUT SMP NEGERI 28 SEMARANG STUDY TOUR SMP N 28 SEMARANG -PELANTIKAN DEWAN GALANG, PASKIB, KOMPAS, PRAMUKA BLOK -LDK DAN PELANTIKAN OSIS TAHUN AJARAN 2023/2024 CLASSMEETING SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2023/2024 Majalah SMPN 28 Semarang Edisi - 4 29 OKTOBER NOVEMBER PEMILIHAN KETUA OSIS TAHUN AJARAN 2023/2024 PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW -APEL BERSAMA KADINAS -MANASIK HAJI SMP NEGERI 28 SEMARANG LENSA SIBER