The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Haira gadis yang sangat menyukai hujan, Gadis yang sangat suka membantu bunda nya untuk berjualan bunga hingga bertemu dengan costumer yang tidak jelas tetapi justru pertemuan mereka membuat dua insan itu memiliki kisah bersama

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Muti, 2022-10-14 10:03:12

Flower Bouquet

Haira gadis yang sangat menyukai hujan, Gadis yang sangat suka membantu bunda nya untuk berjualan bunga hingga bertemu dengan costumer yang tidak jelas tetapi justru pertemuan mereka membuat dua insan itu memiliki kisah bersama

Keywords: Flower Bouquet

Flower Bouquet
I

Flower Bouquet

Kata Pengantar

Segala puji dan segenap rasa syukur aku
panjatkan pada Allah Subhanallah Wa Ta’ala yang
telah memberikan saya kesempatan untuk
menyelesaikan cerpen ini. Atas berkat dan rahmat-
Nya juga saya bisa menerbitkan cerpen ini.
Sekaligus saya mau berterima kasih pada diri sendiri
yang telah menerjang segala tantangan dan
hambatan sampai berada di titik ini. Terima kasih
karena sudah menuntaskan cerpen ini sampai akhir.

Selanjutnya, terima kasih saya ucapkan pada
seluruh keluarga yang selalu mendukung dengan
sepenuh hati, selalu membanggakan setiap
pencapaian yang saya raih. Khususnya untuk
Mamah dan abang terima kasih karena selalu
mendoakan dan menuntun tiap langkahku,
memberikan segala apresiasi dan masukan-
masukan yang membangun untuk menjadi lebih baik
lagi.

Lalu terima kasih saya ucapkan pada teman-
teman yang disekolah maupun yang dirumah
selama ini memberi dukungan dan motivasi, menjadi
pendengar yang baik, menyumbangkan ide ide,
juga banyak membantu selama proses. Terima
Kasih khusus untuk Kayla, Helsa, Sari, Rere dan
Nazrah. Terima kasih juga ke pada bu poppy karena

II

Flower Bouquet
sudah menunggu karya ini dengan sabar hehehe.
Intinya saya sangat berterima kasih untuk
semuanya. Selamat membaca!

Jakarta, 10 Oktober 2022
Mutiara Sinta

III

Flower Bouquet

Daftar isi

Contents

Kata Pengantar ................................................................ II
Daftar isi .........................................................................IV
Motto.................................................................................. V
Bab 1.................................................................................. 1
Flower Bouquet................................................................. 1
Bab 2.................................................................................. 2
Orang Aneh....................................................................... 2
Bab 3................................................................................ 10
Keberuntungan................................................................ 10
Bab 4................................................................................ 21
Berusaha Mengiklaskan ................................................ 21
Kesimpulan....................................................................... 25
Tentang Penulis .............................................................. 26

IV

Flower Bouquet

Motto

“Semua yang ada disekitarku terasa
bertambah baik, aku bisa merasa bahwa
pikiranku mulai sembuh dan hidup terlihat
tidak ada lagi warna hitam, tapi aku masih
merasa sedih, sangat sedih. Itu terasa
seperti kesedihan yang bertahan sampai
kamu datang meyakinkanku bahwa orang-
orang membutuhkanku dan aku telah
bertemu banyak sekali hal menakjubkan
diluar sana yang akan peduli aku seperti aku
peduli kepada mereka. Kamu akan selalu
mengatakan sesuatu seperti bagaimana
terimakasimu bertemu denganku, seberapa
banyak aku membuatmu tersenyum,
bagaimana kamu mencintaiku. Aku tidak
mengharapkan hal lain, yang terpenting aku
mencintaimu layaknya kamu mencintaiku.”

-Literary-

V

Flower Bouquet

Bab 1

Flower Bouquet

Anindya Khanza Haira
Gadis perempuan yang sangat menyukai
hujan, menurutnya hujan adalah sebuah
ketenangan yang dimana dirinya bisa
mengungkapkan isi hatinya tanpa didengar oleh
banyak manusia lainnya. Hanya rintikan hujan dan
tuhan saja yang tau.

Haira atau yang kerap disapa dengan sebutan
Rara oleh teman-temannya merupakan seorang
mahasiswa disalah satu Universitas dibandung
tepatnya berada difakultas Ilmu komunikasi. Selain
menjadi seorang mahasiswa Rara juga membantu
mengantarkan bunga dari toko milik bundanya saat
tidak ada jam kuliah

Pertemuan dengan sosok laki laki yang
sangat tidak sengaja. Tetapi pada akhirnya ketidak
sengajaan itu membuat dua insan memiliki kisah
bersama

1

Flower Bouquet

Bab 2

Orang Aneh

"Ibunda kaos kaki aku dimanaaa!" teriak
Haira dari dalam kamar

"Dilemari semua. Cari yang bener" ucap
bunda sambil menyiapkan masakan untuk anak
perempuannya

Mereka hanya tinggal berdua saja dirumah, ayah
Haira sudah lama meninggal saat Haira berusia
6thn, akibat sebuah kecelakaan, hanya Haira dan
Bunda yang selamat pada waktu itu. Bunda terpaksa
bekerja sebagai Baby sister selama 4thn sebelum
akhirnya memutuskan untuk membuka toko bunga
karena sudah mempunyai modal yang cukup.

"Sarapan dulu, baru berangkat.” Tegur Bunda

"Bunda tau ga sih sekarang jam berapa?"
Ucap Haira dengan perasaan yang gelisah, ia sudah
sangat telat tapi bundanya masih tetap menyuruh
untuk sarapan terlebih dahulu

"Tau tuh.” Sambil menunjuk jam dinding yang
menunjukkan angka 07.00 pagi. “Tapi kamu harus
sarapan dulu nanti kalo kambuh lagi gimana?masih

2

Flower Bouquet

ada waktu buat kekampus, salah sendiri ga ngasih
tau bunda kalo ada kelas pagi." Ketus bunda

"Lupa bundakuu.” Ucap haira sambil
memakai sepatunya “Nanti aja yah sarapannya di
kampus nanti aku kasih fotonya. Okay? Berangkat
dulu bundaku yang paling cantik."

“Iya hati-hati, jangan lupa mampir ketoko
pulangnya.”

“Siap boss, Dadah.” Lalu Haira mencapkan
motornya dengan cepat

***

“Rara, tumben telat.” Ledek teman haira
bernama Kala

“Gue baru pertama kali dateng telat ya, justru
lo tumben banget dateng duluan, biasanya
munggutin daun dulu dilapangan.” Sindir Haira

“Hehehe, trauma dateng telat kalo
pelajarannya dosen yang ini, nanti gue suruh
ngapalin macam macam senar gitar lagi.” Jawabnya
dengan muka yang pasrah

Setelah 3 jam mendengarkan mata pelajaran,
haira memutuskan untuk sarapan bubur bang bro
didepan kampus sebelum masuk kekelas berikutnya

“Bang kaya biasa ya.”

3

Flower Bouquet

“Siaap neng hujan.” Ucap bang bro dengan
lantang. Haira memang sering dipanggil hujan sama
tukang bubur satu ini, padahal udah dikasih tau
nama nya Rara bukan hujan tapi tetep aja tidak
berubah. Tidak lama bubur pesanannya pun jadi.

“Etss jangan lupa kirim kebunda.” Batin Haira

Haira memang selalu melapor jika
sarapannya tidak dirumah, bunda sangat khawatir
dengan kondisi asam lambungnya. 2 bulan lalu
Haira sempat dilarikan ke rumah sakit karena pola
makannya sangat tidak teratur, sejak saat itu bunda
benar benar mengontrol pola makannya, seperti tadi
jika tidak sarapan dirumah ia akan memberi foto
sarapannya di kampus atau ditempat lainnya agar
bunda tidak menelpon nya terus menerus.

Selesai sarapan haira kembali ke dalam
kampus untuk melanjutkan kelas kedua. Waktu pun
menunjukkan pukul 2 siang Haira memutuskan
untuk langsung ketoko

***

Sesampainya ditoko bunga bundanya ia
segera makan siang lalu mengantarkan pesanan
bunga yang sudah tertera alamatnya disana.

"Haira, ini bunga nya udah dibayar ya, kamu
tinggal kasih aja nanti." Info bunda

"Siapp, Jalan dulu ya bunda." Pamit Haira

4

Flower Bouquet

Setelah menempuh perjalanan sebentar
akhirnya tiba di alamat tersebut, Haira bingung
"rumah sebesar ini tapi seperti tidak ada orang,
menyeramkan sekali."batin haira

Tok!..Tok!..

"Permisi saya mau antar bunga." Ucap Haira
dengan lantang "PERMISI, PERMISI, MAS MBA
HALO, ADA ORANG DIDALAM?" "Kemana sih
orangnya, udah tau mesen bunga bukannya
ditunggu diluar." Gerutuk Haira

Rasanya ingin ia letakkan saja bunga ini
didepan pintu tapi pasti bunda akan memarahinya.
Setelah mengetuk dan menunggu selama setengah
jam akhirnya ada yang membuka pintu rumah itu.

"Berisik banget sih mba." Ucap seorang laki-
laki yang dari suaranya terdengar seperti orang
baru bangun tidur

"Mas ini pesanan bunga nya, dari tadi saya
udah kaya orang gila nunggu diluar ga ada yang
ngerespon sama sekali." Jawab Haira dengan nada
yang sangat jelas

"Bunga apa sih, siapa yang mesen bunga
mba, salah alamat kali." Karena memang lelaki ini
merasa tidak memesan bunga hari ini

5

Flower Bouquet

"Ini alamatnya udah bener banget mas."
Jawab Haira dengan pasrah "udah dibayar juga
sayang, terima aja sih mungkin dari pacar masnya,
saya mau nganter pesenan bunga yang lain." Ucap
dengan nada yang sudah sangat malas

"Saya ga mau nerima barang yang ga ada
kejelasannya, lagi pula saya ga punya pacar atau
jangan jangan mba sendiri yang ngasih bunganya
ya? Terus ngaku ngaku jadi tukang anter bunga."
Ucap laki -laki itu dengan sangat percaya diri

"Apaansih mas, benerkan atas nama
Janendra Azka Gentala? lagi pula kalo saya jadi
pacar masnya ga saya kirim bunga mawar ini tapi
saya kasih bunga yang biasanya dikirim buat orang
yang meninggal" Ketus haira

"Wes mba nya jahat bener."

"Lagian udah terima aja kenapa, bawel
banget."

"Ga mau mba, maksa banget."

"Ah seterah masnya mau di apain ini bunga
nya yang menting saya udah nganter kealamat yang
bener" Ucap Haira dengan tegas, memberikan
bunga itu secara paksa lalu pergi keluar dari
rumahhya

"Bawel tapi lucu" Batin laki laki itu

6

Flower Bouquet

Setelah mengantar pesenan kebeberapa
tempat akhirnya Haira balik ketoko, ia masih sangat
kesal dengan laki laki itu.

"Bunda sebenernya itu bunga dia yang
mesen atau ada orang lain yang ngasih kedia sih."
Tanya haira

"Bunga dari orang tapi disuruh dianter ke
alamat itu." Jawab bunda "kamu ko lama banget
baru selesai jam segini, mampir kemana dulu
emangnya." Tanya bunda

"Siapa yang mampir sih bunda, itu mas mas
yang Nerima nya ngerasa ga mesen bunga jadi ga
mau nerima bunganya, terus dia baru keluar setelah
30 menit aku ketok ketok." Jawab Haira dengan
sangat kesal "Ga jelas banget orangnya tau bund ga
mau lagi liat mukanya."

"Ya udah yang penting dia udah terima
bunganya. Ya walaupun kamu paksa." Ledek bunda

"Kalo ga dipaksa mana mau diterima, yang
ada aku ga selesai selesai berantem Ama dia."
Jawab Haira "Pamit ya bunda mau nganter dua
pesenan lagi abis itu aku langsung pulang yah."

Beres semuanya, Haira memutuskan untuk
langsung pulang dan beristirahat.

7

Flower Bouquet

Keesokan hari nya ketika haira sedang
membeli bahan bahan yang habis ditoko ia
berpapasan dengan laki-laki yang ia sebut gamau
lagi liat mukanya.

“Eh mba bunganya masih saya taro didepan
rumah tuh, saya balikin ya.” Sapa laki-laki itu

“Kenapa ada lo disini? terima aja sih bunga
nya, kalo ga mau kasih ke orang aja, ribet.”Ketus
haira

“Emang kenapa sih kalo dibalikkin.”

Haira tidak merespon orang itu dan
memutuskan untuk pergi ketoko yang lain agar tidak
bertemu dengan laki-laki itu. Setelah pergi ia mampir
ketoko kue didekat rumahnya untuk membeli kue
pesanan bundaya. Ternyata ia bertemu lagi dengan
laki-laki itu dan sebuah kebetulan memesan kue
yang sama.

“ini dia ngapain lagi ada disini, dunia sempit
banget kayanya.” Batin Haira

“Lo kenapa deh? Ngintilin mulu.”

“Pede lo. Orang gue mau beli kue.”

“Kan ada banyak toko kue didaerah sini,
kenapa harus toko yang sama. Atau jangan jangan
suka ya lo ama gue?”

“Iya” Jawabnya sambil menatap matanya

8

Flower Bouquet

“Hah?” Haira sangat terkejut mendengarnya
“Hah?” Ucap lelaki itu mengikuti repon haira
“Stress.” Ketus Haira

“Mba Mas ini kue nya.” Panggil pegawai
disana yang juga bingung mendengar obrolan
mereka

“Terima Kasih.” Respon mereka secara
bersama setelah menerima kue masing masing
mereka sama sama pergi seperti melupakan
kejadian yang baru saja terjadi

“Anak muda jaman sekarang, biasa.” Ledek
pegawai ditoko kue itu

Sepanjang perjalan Haira tidak habis pikir
dengan jawaban yang keluar di mulut laki-laki itu

“Gila, orang tergajelas yang pernah gue
temuin itu dia, mulutnya enak banget kalo ngomong,
belum aja gue kasih cabe.” Desus Haira

9

Flower Bouquet

Bab 3

Keberuntungan

Pagi ini sebenarnya Haira tidak ada niatan
untuk datang kekampus karena ia lihat muka
bundanya yang sangat terlihat lelah tetapi bunda
tetap memaksa untuk datang karena ada event
bazar makanan dikampus Haira sudah memasak
banyak makanan tadi malam jadi sayang ketika ia
tidak datang. Jadi ia menuruti perkataan bundanya
untuk segera berangkat kekampus.

Suasana kampus sangat ramai pada pagi itu,
masing masing fakultas menjual aneka macam
makanan dan Saat sedang sibuk melayani para
pelanggan ada sosok laki-laki yang suara sangat
tidak asing ditelinga haira

“Maaf mba saya mau tanya kalo fakultas ilmu
komunikasi ruangannya ada dimana ya?”

“Oh iya ada dilan…” Jawab haira terpotong
“ELO!” Respon mereka secara bersama
ketika melihat wajah masing masing
“Ngapain disini mas, jangan bilang mau
balikkin bunga nya lagi dan lagi.” Ia takut bahwa

10

Flower Bouquet

mas-masnya sengaja mengukutinya karena
masalah bunga yang belum selesai juga

“Niatnya tadi gitu mba, tapi ga jadi, saya mau
nanya kelas jurusan Ilmu komunikasi aja. Dimana
ya.” Tanyanya sambil melihat sekitar

“Syukur deh, kalo beneran dibalikkin saya
pukul masnya, ayo bareng sama saya ke atas saya
juga mau kekelas.” Ucap haira dengan senyum yang
mematikan

“Tumben senyum.” batin lelaki itu

Setelah mengantar laki-laki itu haira
memutuskan untuk kebawah lagi untuk
menyelesaikan bazarnya, tetapi saat itu hujan tiba
tiba turun.

“Yey hujann.” Teriak Haira” Kala ayo main
hujan.”

“Let’s Goo.” Sambut Kala

Mereka benar benar bermain hujan
dilapangan kampus karena Haira yang memulai
duluan jadi ada banyak mahasiswa yang juga ikut
bermain hujan dilapangan. Terlihat dari wajah Haira
seperti sedang merasakan kegembiraan dibawah
derasnya hujan, mahasiswa dan para dosen pun tau
sesuka apa haira dengan hujan, meski sering

11

Flower Bouquet

dihukum tetapi haira tetap melakukannya lagi, dan
itu membuat para dosen bosan menegurnya.

Tanpa disadari ada sosok laki-laki yang
memperhatikan Haira saat bermain hujan

“Sesuka itu ya dia sama hujan?” Gumam
lelaki itu

“Iya suka banget, kalo ada hujan pasti ada
dia.” respon seorang yang tiba tiba berada
disampingnya

“Kaget gue.”
“Hehehe, sorry ya, masnya ga ikut main hujan
juga?” Tanyanya
“Engga, ngapain juga udah gede.”
“Kalo di denger sama dia noh mas” Ucapnya
sambil menunjuk Haira “Pasti masnya kena
ceramahan dari dia, duluan ya mas.” Ucap laki laki
itu
“Setiap ketemu dia juga pasti ngomel mulu.”
responnya dalam hati

Ia kembali memandang wajah haira dari jauh
“Cantik” batinnya

***

12

Flower Bouquet

Setelah bermain hujan Haira ganti baju
terlebih dahulu lalu pulang kerumah. Hari ini ia tidak
bawa motor dan uang jajan nya menipis terpaksa ia
naik angkot untuk menghemat. Saat haira turun dari
angkot untuk naik angkot jurusan berikutnya, tiba
tiba ada sosok laki-laki yang turun dari motornya. Ya
benar itu orang yang terus menerus muncul
dihadapan wajahnya

“Mba, mau nebeng ga.” Ajaknya
“Mba Mba ga mesen grab saya mas.” Ketus
Haira ”ngapain muncul lagi sih.”

“Ngeliat elu sendirian inisiatif aja gue buat
ngajak bareng.”

“Aneh kita kan ga kenal, ngapain ngajak
bareng?”

“Makanya ayo kenalan.” Laki-laki itu
mengulurkan tangan “Nama gue Janendra Azka
Gentala, biasa dipanggil Azka atau Jean” Ucapnya
sambil menunjukkan eye smile nya

Haira mengakui jika laki-laki ini mempunyai
paras yang mempesona wajahnya seperti campuran
orang luar dan Indonesia. mata dan senyuman yang
sangat indah, saat dia tersenyum seakan matanya
juga ikut tersenyum

13

Flower Bouquet

“Hai?Halo mba ko bengong? Gue kan lagi
ngajak kenalan.” “Ganteng ya gue? Mbanya sampe
bengong gitu

“Idih, Pede banget masnya, dari kemarin kalo
ketemu seneng banget ngebanggain diri sendiri.”
Sindir Haira

“Itu namanya Self Love mba.” Jawab jean “Ya
udah cepetan namanya siapa pegel nih tangan

“Bawel. Nama Gue Anindya Khanza Haira
biasanya dipanggil Rara sama temen-temen
dikampus” Mereka akhirnya berjabatan tangan

“Ohh Rara kirain Rain, karena elo suka
bangetkan sama hujan kenapa ga dipanggil hujan
aja sekalian.” Ledek Azka

“Seterah gue yang punya nama siapa, rese
amat.”

“Mau bareng ga ayo, gue anter, angkot disini
mah lama.” Berusaha untuk membujuk Haira

“Ga mau, takut gue ama elo, ga kenal tiba tiba
ngajak bareng, nanti kalo gue ga dibawa pulang
gimana.” Azka rang baru yang muncul
dikehidupannya, aneh tiba-tiba ngajak bareng, patut
dicurigai bukan?

“Ya elah, ogah juga gue nyulik elu, mending
anak yang lain.” “Udah mau gelap lagi tuh, gue

14

Flower Bouquet

anterin lo dengan selamat tanpa kurang sedikit pun.”
Menyakinkan Haira

“Ga mau, duluan aja sono, gue mau nunggu
angkot aja.”

“Ya udah kalo gamau mah, padahal gue lagi
sangat berbaik hati tapi malah disia -siain.”

Ketika Azka mulai menyalakan mesin
motornya. Haira melihat notif dari handphonenya
berisi pesan dari bunda tetapi seperti bukan bunda
yang mengetik.

Ra bunda masuk RS tadi tiba tiba pingsan
pas keluar toko dibangunin ga bangun bangun eh
langsung saya bawa kerumah sakit aja takut
kenapa-napa maaf banget baru ngabarin soalnya
baru ada sinyal disini.

Di ICU ya sekarang bunda. Hati hati ra

Itu isi pesan yang masuk
“Azka, ka tunggu sebentar.” Panggil haira

“Tuh kan benerr pasti manggil, bilang aja sih
ga usah gengsi” Sindir Azka

ia tidak merespon ledekan Azka sama sekali
“Ka tapi janji ya elu nganterin gue dengan selamat,
maaf banget kalo gue minta tolong, anterin gue ke
rumah sakit boleh ga nanti gue bayar deh besok.”

15

Flower Bouquet

“Ko tiba tiba ke rumah sakit, lo ga papa kan
ra? Apa jangan jangan karena abis main hujan tadi
ya.”

“Bukan gue yang sakit,tapi bunda gue, cepet
ya Ka, perasaan gue ga enak banget.”

“Ya udah pake dulu helmnya.”

Tidak lama mereka pergi ternyata hujan turun
untuk kedua kalinya dan begitu lebat, Haira sama
sekali tidak menyuruh Azka untuk berenti, karena ia
ingin sekali melihat kondisi bunda, Ya malam itu
mereka menerobos hujan.

***

Setelah sampai diparkiran rumah sakit Haira
langsung melepaskan helmnya

“Azka makasih banyak yaa, makasih, lo
pulang aja nanti uang parkir nya gue ganti.” Ucapnya
sambil pergi dari hadapan azka

“Tapi baju lo basah Ra, nanti sakit hey.”
Teriak Azka. Azka tidak mengubris perintah Haira
untuk pulang ia ikut masuk kedalam rumah sakit
mengejar Haira.

Sesudah ia berlari mencari ruang ICU
ternyata benar ada bunda yang sedang berbaring
disana, mukanya terlihat sangat pucat.

16

Flower Bouquet

“Mba bunda kenapa.” Tanya Haira kepada
pegawai yang mengantarkan bunda kerumah sakit

“Dokter tadi ngabarin kalo bunda kena
penyempitan jantung ra harus segera di operasi.” Ia
hanya bisa menangis mendengar kabar itu, apa
yang harus ia putuskan untuk mengambil tindakan
ini.

“Rara baju lo bas..” Ucapan jean terhenti
ketika melihat gadis dihadapannya sedang
meringkuk sambil menangis

“Lo kenapa ga pulang Ka? Baju lo basah nanti
sakit.” Suara Haira terdengar gemetar saat itu

“Lo sendiri gimana, kita sama sama basah ra.”

“Gue udah biasa mandi ujan Azka, jadi gapapa.”

“Gue juga udah biasa, jadi gapapakan?” Azka
berbohong

“Seterah.”

Setelah berfikir sebentar haira memutuskan
untuk memakai tabungan yang ada ditoko untuk
melakukan operasi bundanya. “Ga papa nanti uang
bisa dicari bunda harus sembuh dulu.” itu yang ia
pikirkan

Akhirnya operasi pun dimulai sekitar jam 8
malam. Haira dan jean benar benar masih

17

Flower Bouquet

menggenakan baju basah. Alat pacu jantung itu
terus menerus bergerak, Operasi itu berlangsung 9
jam. Tiba tiba alat pengukur detak jantungnya
berbunyi, semua garis yang ada dilayarnya berubah
menjadi lurus, jantung dan napasnya berhenti.

Dokter mengabarkan bahwa operasinya tidak
menghasilkan hasil yang baik

“Maaf ibu kamu telah meninggal dunia.”

“Dokter bohong yah? Bunda masih
hidupkan?” ucap Haora yang berusaha untuk tidak
mendengar kalimat itu

“Maaf nak. Kami sudah berusaha sebisa
mungkin tetapi Tuhan lebih sayang sama ibu kamu.”

Dunia seakan runtuh pada detik itu, tangis
yang ia tahan sudah tidak bisa ia bendung lagi. Ia
kehilangan sosok orang yang sangat ia sayangi lagi,
orang yang tidak pernah mengeluh ketika lelah,
yang selalu merawatnya dengan sangat sabar,
membesarkan dan menafkahinya sendiri. Ia
kehilangan sosok yang sangat ia takuti
kepergiannya tetapi didetik ini ketakutan itu benar
benar terjadi. Haira masuk kedalam ruang itu dan
melihat wajah bundanya untuk terakhir kali

“Bunda kenapa pergi? Maaf ya bunda, disaat
bunda nahan sakit aku ga ada disamping bunda,

18

Flower Bouquet

harusnya aku jagain bunda aja tadi, ga usah
kekampus. Bunda diluar hujan, ayo kita main.”

“Bunda aku sayang banget sama bunda,
sayang banget, maafin aku belum ngasih yang
terbaik ya bunda.” Ia berharap ini hanya sebuah
mimpi tapi ia bisa merasakan tangan bundanya yang
sangat dingin.

Hujan diluar tidak berhenti-henti, seperti
menangis menatap sekitar. Haira selalu suka hujan,
sejak ia kecil, kebanyakan seorang bunda pasti akan
melarang anaknya bermain hujan tetapi tidak
dengan bunda haira, ia selalu mengizinkan putrinya
ini bermain dibawah rintikan hujan. Hujan malam ini
terasa sangat menyakitkan.

Setelah melakukan semua acara
pemakaman. Haira hanya diam melihat nama
dinisan itu, matanya sudah sangat sembab, tetapi air
matanya seakan tidak habis-habis. “Dunia kadang
jahat ya bunda, aku ga sekuat ini, tapi tuhan kasih
cobaan terus.”

“Gaboleh gitu, lo gab oleh nyalahin takdir
yang udah berlaku ra, ayo pulang, mau sampe
kapan gini.” ajak Azka. Dari mengantar Haira
kerumah sakit sampai membantu proses
pemakaman, Azka tidak pulang sama sekali. Haira
sudah menyuruhnya untuk pulang tetapi Azka tetap
memaksa untuk terus disini.

19

Flower Bouquet

“Kaya ngomong sama patung gue.” Tidak ada
respon sama sekali dari Haira, akhirnya Azka
menarik tangannya lalu membawanya pulang
karena hari sudah mulai gelap.

“Lo ngapain sih masih disini, ga cape.” Ketus
Haira ia sangat kesal mengapa laki-laki ini ingin
terus menemaninya

“Kondisi lo aja ga jelas, terus ga ada siapa
siapa yang nemenin lo disini, gimana bisa gue
tinggal.” Jelas Azka “lagi pula gue juga ga ngerepotin
elu.”

“Seterah ka, seterah. Cape gue ngasih
Taunya, nanti kalo misalnya udah bosen silahkan ya
gue buka pintu ini dengan sangat lebar.” Usir Haira

“Ya ibu kos.” Jawab Azka

20

Flower Bouquet

Bab 4

Berusaha Mengiklaskan

Tiga hari berlalu setelah pemakaman
berlangsung. Haira sama sekali tidak pernah keluar
dari kamarnya, makan saja pun tidak, yang ia
lakukan hanya menangis didalam kamar.

“Ra makan dulu yu, lo katanya kan punya
asam lambung nanti kalo kambuh gimana, udah tiga
hari lo ga makan Ra.”

“Bawel.” Hanya itu yang jean dengar

Malam itu hujan turun lagi setelah tiga hari. Tiba tiba
pintu kamar terbuka menampakkan sosok gadis
yang sudah sangat tidak ada semangat hidup.

“Akhirnya keluar juga Ra, lo ga kenapa-
napakan Ra?”

“Ka main hujan yu.” Ajaknya
“Haah? Gila lo ya, badan lemes gitu main
ujan-ujanan, ga, ga nanti kalo pingsan gimana.?
“Ya udah kalo gamau.” Ucapnya lalu pergi
“Eh Ra ga gitu, ih ni anak bandel banget ya.”
Gerutuk Azka

21

Flower Bouquet

“Kenapa ikut keluar katanya gamau?

“Lo gila ga ada kabarnya tiga hari, tiba-tiba
ngajak keluar, aneh banget.” “Ayo masuk ra jangan
sakitin diri lo sendiri.” Teriak Azka agar suara
terdengar

“Ga mau Ka. DUNIA KENAPA JAHAT,
KENAPA GUE HARUS NGERASAIN INI SEMUA,
KENAPA GA SAYA AJA TUHAN YANG DIAMBIL.”
Teriak Haira sangat kencang

“Jangan gitu ra, Tuhan udah punya rencana
buat hidup lo buat selanjutnya.”

“Tapi gue yang sakit Ka, kenapa malah
Bunda yang diambil?”

“Ra gue kasih tau ya diidunia ini itu ada orang
yang hidup untuk meraih mimpinya, ada yang hidup
kerena orang lain, ada yang hidup karena hidupnya
bahagia,ada yang hidup karena mau sembuh dari
penyakitnya, ada yang hidup karena mau ngeliat
dunia ini gimana kedepannya sedangkan gue hidup
Cuma karena masih nafas aja.”

Haira hanya bisa melihat laki-laki didepannya
saja tanpa mengeluarkan sedikit katapun,

“Kenapa?” Tanya Azka

“Lo ga tau rasanya gimana jean. Gue yang
harus ngeliat kecelakaan ayah gue diusia yang
memang masih kecil, suka sakit lambung tiba-tiba,

22

Flower Bouquet

terus tinggal berdua bareng Bunda itupun bunda
jarang pulang kerumah karena harus kerja, setiap
hari selalu makan sendirian, semuanya sendirian.
Baru banget gue ngerasa deket sama bunda gue
sendiri eh ternyata tuhan malah ngambil bunda juga.
Disuruh hidup mandiri kali ya sama tuhan.” rasanya
seperti tidak ada semangat lagi untuk hidup

“Kata siapa gue ga pernah ngerasain, lo tau
ga kenapa gue ga pulang? Karena gue males
denger mereka selalu ribut, ribut, ribut. Gue pusing
dengernya kenapa ga cerai sekalian kalau ujung-
ujungnya ribut. Rumah aja yang keliatan gede adem
tapi dalemnya mah rusak Ra.”

“Jangan pernah nyerah ra, bertahan coba
buat hal-hal kecil. Bunda lo juga ga akan seneng
kalo lo terus terpuruk gini, wajar kita sebagai
manusia punya perasaan sedih saat kehilangan
sosok yang berharga dihidup kita. Tapi abis itu kita
harus bangkit lagi walapun kadang proses buat
bangkit itu susah.”

“Gapapa lo ga seberuntung orang lain, orang
lain juga belum tentu sekuat lo ra.”

Jawaban yang keluar dari mulut Azka benar
benar tidak terduga, seperti bukan Azka yang selalu
ia lihat.

“Bisa bijak juga lo, Keren.”

23

Flower Bouquet

“Lo nya aja kalo ngeliat muka gue bawaanya
ngomel mulu, gimana gue mau ngeluarin kata-kata
mutiara gue.”

“Maaf ya, Makasih juga Ka udah nemenin
gue, lo padahal orang baru yang masuk dikehidupan
gue tapi justru lo yang selalu bantu gue, makasih
banget.”

“Sama-sama cantik.” Ucap Azka sambil
tersenyum

“Mulai.” wajahnya terlihat malu
“Emang bener cantik ko, apalagi pas main
hujan gini.” “Lo emang suka hujan kaya gini ya ra?
Ucap Azka yang berusaha untuk mengalihkan topik
yang tadi
“Suka banget, orang mikir gue kaya anak
kecil ga inget umur, gue ga pernah dengerin
omongan mereka sama sekali lagi pula gue main
hujan juga buat ngilangin beban pikiran yang gue
rasain aja Ka.” Jawab Haira
“Pantes kalo main hujan mukanya bahagia
banget, kaya bukan muka lo tau Ra sekarang.”
“Bunda juga bilang gitu Ka.” senyum Haira

24

Flower Bouquet

Kesimpulan

Mereka sama sama berbagi cerita pada
derasnya hujan saat itu, Dua insan yang selalu
beradu mulut ketika bertemu setiap detik itu seakan
berubah. Sosok laki-laki yang ia temui saat
mengantarkan bunga, sosok yang menurutnya
sangat aneh, menyebalkan, bahkan melihat
wajahnya saja sudah membuat kesal, sosok yang
baru hadir di kehidupannya tapi justru sangat
banyak membantunya secara tidak sengaja dan itu
semua berakhir dengan akhir yang bahagia, mereka
memutuskan untuk sama- sama bertahan untuk di
kehidupan selanjutnya.

“Untuk harimu yang melelahkan, untuk
orang-orang yang mengecewakan, untuk
trauma-trauma yang kamu alami, untuk hidup
yang membuat mu membenci diri sendiri. Tidak
perlu menjadi sempurna, kamu berhasil
bertahan tanpa bekas luka sudah lebih dari
cukup. Tidak perlu menjadi hebat, kamu hanya
perlu menjadi cukup.”

25

Flower Bouquet

Tentang Penulis

Mutiara Sinta yang sering

disapa dengan nama Muti

didunia nyata dan sebagian

memanggilnya RARA.

Seorang gadis yang lahir di

bulan Oktober, tepatnya

pada tanggal 14 tahun

2006. Memiliki cita-cita untuk membanggakan orang

tua walaupun dalam sehari lebih banyak

rebahannya. Paling suka nulis sambal denger musi.

Suka menyendiri, tidak suka keramaian, tidak suka

basa basi. Intovert? Ya, intinya gitu.

Saat ini sedang menempuh pendidikan di SMKN
66 Jakarta dan berada dijurusan Perhotelam
berharap nanti akan terus berkarya dan tidak
berhenti sampai di sini saja.

Untuk lebih dekat kunjungi:
Instagram: @rraaaa14

26

Flower Bouquet
27


Click to View FlipBook Version