The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ebook Materi Ajar Jenis-jenis Puisi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nurjariahreminto, 2021-04-21 01:35:01

Materi Ajar

Ebook Materi Ajar Jenis-jenis Puisi

Keywords: Materi Ajar

Kegiatan Belajar
JENIS-JENIS PUISI

PENDAHULUAN
Deskripsi Singkat

Pada Kegiatan Belajar ini Ananda akan mempelajari tentang “Jenis-jenis Puisi”.
Lingkup pembahasan disesuaikan dengan dalam Kompetensi Dasar pembelajaran sastra
tingkat SMP/MTs, terutama KD 3.8 Menelaah unsur-unsur pembangun teks puisi (perjuangan,
lingkungan hidup, kondisi sosial, dan lain-lain) yang diperdengarkan atau dibaca.

Modul ini memiliki kaitan dengan yang pernah Ananda pelajarai dan kuasai dengan
baik, yaitu mengidentifikasi dan menyimpulkan teks puisi.

Petunjuk Belajar
Ada 6 hal yang perlu Anda perhatikan terkait dengan pembelajaran kita kali ini.
1. Cermati materi yang terdapat pada modul ini agar Ananda dapat memahami setiap

konsep yang disajikan.
2. Apabila ketika membaca Ananda menemukan bagian-bagian yang dianggap penting,

catat atau tandai pada modul agar Anda dapat memahami bagian penting tersebut!
3. Materi yang diuraikan pada modul ini tentu berkaitan dengan materi sebelumnya,

sehingga Ananda diharapkan mamu mengaitkan konsep-konsep baru dengan konsep-
konsep lain yang telah Anda pelajari sebelumnya.
4. Ananda juga harus menghubungkan berbagai konsep tersebut dengan berbagai kegiatan
pembelajaran sehingga Anda dapat memahami dan menjelaskan manfaat konsep
tersebut dalam proses pembelajaran.
5. Buatlah rangkuman versi Ananda, setelah selesai membaca modul ini.
6. Kerjakan tugas atau latihan yang terdapat pada modul ini. Kerjakan dengan sungguh-
sungguh tanpa melihat kunci jawaban terlebih dahulu. Setelah selesai mengerjakan,
Ananda boleh mencocokkan dengan kunci jawaban.

Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, Anda mampu menelaah jenis-jenis teks puisi yang

diperdengarkan atau dibaca dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan
pendekatan Problem Based Learning. Pokok-pokok materi pembelajaran ini ialah Anda
mampu menelaah jenis-jenis puisi, yang meliputi:
(1) menjelaskan masalah pembagian jenis-jenis puisi
(2) mediskusikan tentang jenis-jenis puisi dari para pakar
(3) mencari informasi tentang jenis-jenis puisi dari berbagai sumber
(4) bertukar pengetahuan antar kelompok tentang jenis-jenis puisi
(5) memberikan tiga aspek penilaian yakni sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.

1

Uraian Materi
Anda telah membaca banyak puisi dan memahami pula isinya. Anda tentu dapat

mengetahui bahwa puisi itu ternyata bermacam-macam. Berdasarkan cara penyair
mengungkapkan isi atau gagasannya, puisi dapat dibagi ke dalam beberapa jenis.

Menurut Aminuddin (2008: 21) dalam buku “Kreatif Menulis Puisi dan Cerita Pendek”
jenis-jenis puisi terdiri atas:
1. Puisi Naratif

Puisi naratif yakni puisi yang di dalamnya mengandung suatu cerita, dengan pelaku,
perwatakan, setting, maupun rangkaian peristiwa tertentu yang menjalin suatu cerita.
Termasuk dalam jenis puisi naratif ini adalah apa yang biasa disebut dengan balada, yang
dibedakan antara folk ballad, dengan literary ballad, sebagai suatu ragam puisi yang berkisah
tentang kehidupan manusia dengan segala macam sifat pengasihnya, kecemburuan,
kedengkian, ketakutan, kepedihan, dan keriangannya. Jenis puisi lain yang termasuk dalam
puisi naratif adalah poetic tale sebagai puisi yang berisi dongeng-dongeng rakyat.

2. Puisi Epik
Puisi epik adalah suatu puisi yang di dalamnya mengandung cerita kepahlawanan, baik

kepahlawanan yang berhubungan dengan legenda, kepercayaan maupun sejarah. Puisi epik
dibedakan antara folk epic, yakni jika nilai akhir puisi itu untuk dinyanyikan, dan literary epic,
yakni jika nilai akhir puisi itu untuk dibaca, dipahami, dan diresapi maknanya.

3. Puisi Lirik
Puisi lirik yakni puisi yang berisi luapan batin individual penyairnya dengan segala

macam endapan pengalaman, sikap, maupun suasana batin yang melingkupi. Jenis puisi lirik
umumnya paling banyak terdapat dalam khazanah sastra modern di Indonesia seperti tampak
dalam dalam puisi-puisi Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, Goenawan Mohammad, dan
lain-lainnya.

4. Puisi Dramatik
Puisi dramatik yakni salah satu jenis puisi yang secara objektif menggambarkan

perilaku seseorang, baik lewat lakuan, dialog, maupun monolog sehingga mengandung suatu
gambaran kisah tertentu. Dalam puisi dramatik dapat saja penyair berkisah tentang dirinya
atau orang lain yang diwakilinya lewat monolog.

2

5. Puisi Didaktik
Puisi didaktik yakni puisi yang mengandung nilai-nilai kependidikan yang umumnya tertampil
eksplisit.

6. Puisi Satirik
Puisi satirik yaitu puisi yang mengandung sindiran atau kritik tentang kepincangan atau
ketidakberesan kehidupan suatu kelompok maupun suatu masyarakat.

7. Puisi Romance
Puisi romance yakni puisi yang berisi luapan rasa cinta seseorang terhadap sang kekasih.

8. Puisi Elegi
Puisi elegi yakni puisi ratapan yang mengungkapkan rasa pedih seseorang.

9. Puisi Ode
Puisi ode yaitu puisi yang berisi pujian terhadap seseorang yang memiliki jasa ataupun sikap
kepahlawanan.

10. Puisi Himne
Puisi himne yaitu puisi yang berisi pujian kepada Tuhan maupun ungkapan rasa cinta
terhadap bangsa ataupun tanah air.

Sementara menurut Ristri (2014: 68) menyatakan bahwa puisi baru memiliki tujuh jenis, yaitu:
ode, epigram, romance, elegi, satire, himne, dan balada. Ode adalah puisi yang
mengungkapkan sanjungan atau pujaan kepada orangorang yang berjasa. Nada dan gayanya
sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat
menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum. Epigram adalah puisi yang
berisi tentang ajaran hidup atau tuntutan ke arah kebenaran. Romance adalah puisi yang
berisi tentang kisah-kisah percintaan. Elegi adalah puisi yang berisi tentang ratap tangis atau
kesedihan. Satire adalah puisi yang berupa sindiran atau kritik kepada penguasa atau orang
yang memiliki kedudukan (jabatan). Himne adalah puisi yang berisi pujian-pujian untuk Tuhan
atau pujaan-pujaan untuk tanah air tercinta serta pahlawan yang telah ikut berjuang
membela kemerdekaan. Balada adalah puisi yang menceritakan tentang kisah dari sebuah
karangan pribadi, mitos, atau legenda yang diyakini kebenarannya di masyarakat

Pakar lain, Waluyo (1995:135), menyatakan pula bahwa jenis-jenis puisi mencakup:
a. Puisi naratif, lirik, dan deskriptif.

Secara lebih rinci dijelaskan bahwa puisi naratif mengungkapkan cerita atau
penjelasan penyair. Puisi-puisi naratif, misalnya epik, romansa, balada, dan syair (berisi
cerita). Puisi lirik mengungkapkan aku lirik atau gagasan pribadinya. Jenis puisi lirik
misalnya elegi, ode, dan serenada. Sedangkan puisi deskriptif penyair bertindak sebagai
pemberi kesan terhadap keadaan atau peristiwa, benda, atau suasana yang dipandang
menarik perhatian penyair. Jenis puisi deskriptif misalnya puisi satire, kritik sosial, dan
puisi-puisi impresionistik.

3

b. Puisi kamar dan puisi auditorium
Puisi kamar adalah puisi yang cocok dibaca sendirian atau dengan satu atau dua

pendengar saja di dalam kamar. Puisi auditorium adalah puisi yang cocok untuk dibaca di
auditorium, di mimbar yang jumlah pendengarnya dapat ratusan orang.

c. Puisi fisikal, platonik, dan metafisik
Puisi fisikal bersifat realistis artinya menggambarkan kenyataan yang ada. Yang

dilukiskan adalah kenyataan dan bukan gagasan. Hal-hal yang dilihat, didengar atau dirasakan
merupakan objek ciptaannya. Puisi platonik adalah puisi yang sepenuhnya berisi hal-hal yang
bersifat spiritual atau kejiwaan. Puisi metafisikal adalah puisi yang bersifat filosofis dan
mengajak pembaca merenungkan kehidupan dan merenungkan Tuhan.

d. Puisi subjektif dan puisi objektif
Puisi subjektif (puisi personal) yakni puisi yang mengungkapkan gagasan, pikiran,

perasaan, dan suasana dalam diri penyair sendiri. Puisi objektif berarti puisi yang
mengungkapkan hal-hal di luar diri penyair itu sendiri. Puisi objektif disebut juga puisi
impersonal.

e. Puisi konkret
Puisi yang bersifat visual, yang dapat dihayati keindahan bentuk dari sudut

penglihatan (Poems for the eye). Dalam puisi konkret ini, tanda baca dan huruf-huruf baik
huruf besar maupun kecil berpotensi gambar.

f. Puisi diafan, gelap, dan prismatis
Puisi diafan atau puisi polos adalah puisi yang kurang sekali menggunakan

pengimajian, kata konkret, dan bahasa figuratif, sehingga puisinya mirip dengan bahasa
sehari-hari. Puisi gelap adalah puisi yang terlalu banyak menggunakan majas dan sukar untuk
ditafsirkan. Sedangkan dalam puisi prismatis penyair mampu menyelaraskan kemampuan
menciptakan majas, verifikasi, diksi dan pengimajian sedemikian rupa sehingga pembaca
tidak terlalu mudah untuk menafsirkan maknanya namun tidak terlalu gelap.

g. Puisi parnarasian dan puisi inspiratif
Parnasian adalah puisi yang diciptakan dengan pertimbangan ilmu atau pengetahuan

dan bukan disadari oleh inspirasi karena adanya mood dalam jiwa penyair. Sedangkan puisi
inspiratif diciptakan berdasarkan mood atau passion. Penyair benar-benar masuk ke dalam
suasana yang hendak dilukiskan. Suasana batin penyair benar-benar terlibat ke dalam puisi.

h. Stansa
Stansa artinya puisi yang terdiri dari 8 baris. Stansa berbeda dengan oktaf karena oktaf dapat
terdiri atas 16 atau 24 baris.
i. Puisi demonstrasi dan pamflet

Puisi demonstrasi adalah Puisi yang melukiskan perasaan kelompok bukan perasaan
individu. Puisi demonstrasi seringmenggunakan kata-kata yang membakar semangat. Puisi

4

pamflet juga merupakan protes sosial. Disebut puisi pamflet karena bahasanya adalah bahasa
pamflet. Katakatanya mengungkapkan rasa tidak puas kepada keadaan.

j. Alegori
Puisi yang dimaksudkan untuk memberikan nasihat tentang budi pekerti dan agama. Jenis
alegori yang terkenal ialah parable yang juga disebut dongeng perumpamaan.

Sementara itu, menurut E. Kosasih (2017: 105) membagi jenis puisi berdasarkan cara
penyair mengungkapkan isi atau gagasannya, memang puisi dapat dibagi ke dalam beberapa
jenis, yakni puisi naratif, puisi lirik, dan puisi deskriptif.

a. Puisi Naratif
Puisi naratif mengungkapkan cerita atau penjelasan penyair. Puisi ini terbagi ke dalam

beberapa macam, yaitu balada dan romansa. Balada adalah puisi yang berisi cerita tentang
orang-orang perkasa ataupun tokoh pujaan. Contohnya “Balada Orang-orang Tercinta” dan
“Blues untuk Bonnie” karya WS Rendra. Romansa adalah jenis puisi cerita yang menggunakan
bahasa romantik yang berisi kisah percintaan, yang diselingi perkelahian dan petualangan.
Rendra juga banyak menulis romansa. Kirdjomuljo menulis romansa yang berisi kisah
petualangan dengan judul ”Romance Perjalanan”. Kisah cinta ini dapat juga berarti cinta
tanah kelahiran seperti puisi-puisi Ramadhan K.H.

b. Puisi Lirik.
Jenis puisi ini terbagi ke dalam beberapa macam, misalnya elegi, ode, dan serenada.

Elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka. Misalnya "Elegi Jakarta" karya Asrul
Sani yang mengungkapkan perasaan duka penyair di Kota Jakarta. Serenada ialah sajak
percintaan yang dapat dinyanyikan. Kata "serenada" berarti nyanyian yang tepat dinyanyikan
pada waktu senja. Rendra banyak menciptakan serenada dalam Empat Kumpulan Sajak.
Misalnya "Serenada Hitam", "Serenada Biru", "Serenada Merah Jambu", "Serenada Ungu",
"Serenada Kelabu", dan sebagainya. Warna-warna di belakang serenade itu melambangkan
sifat nyanyian cinta itu, ada yang bahagia, sedih, dan kecewa.
Ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang, sesuatu hal, atau sesuatu keadaan.
Yang banyak ditulis ialah pemujaan terhadap tokoh-tokoh yang dikagumi. "Teratai" (karya
Sanusi Pane), "Diponegoro" (karya Chairil Anwar), dan "Ode buat Proklamator" (karya Leon
Agusta) merupakan contoh ode yang bagus.
Perhatikan contoh berikut!

Bertahun setelah kepergiannya kurindukan dia kembali
Dengan gelombang semangat halilintar dilahirkannya sebuah
negeri; dalam lumpur dan lumut, dengan api menyapu kelam
menjadi untaian permata hijau di bentangan cahaya abadi; yang
senantiasa membuatnya tak pernah berhenti bermimpi; menguak
kabut mendung, menerjang benteng demi benteng
membalikkan arah topan, menjelmakan impian demi impian

5

Dengan seorang sahabatnya, mereka tanda tangani naskah itu!
Mereka memancang tiang bendera, merobah nama pada peta, berjaga
membacakan sejarah, mengganti bahasa pada buku. Lalu dia meniup
terompet dengan selaksa nada kebangkitan sukma
Kini kita ikut membubuhkan nama di atas bengkalainya;
meruntuhkan sambil mencari, daftar mimpi membelit bulan
Perang saudara mengundang musnah, dendam tidur di hutan-hutan,
di sawah terbuka yang sakti
Kata berpasir di bibir pantai hitam
dan oh, lidahku yang terjepit, buih lenyap di laut bisu
derap suara yang gempita cuma bertahan atau menerkam
Ya, walau tak mudah, kurindukan semangatnya menyanyi kembali
bersama gemuruh cinta yang membangunkan sejuta rajawali
Tak mengelak dalam bercumbu, biar di ranjang bara membatu
Tak berdalih pada kekasih, biar berbisa perih di rabu
Berlapis cemas menggunung sesal mutiara matanya tak pudar
Bagi negeriku, bermimpi di bawah bayangan burung garuda

(1979)

Dalam puisi " Ode buat Proklamator" diungkapkan rasa kagum penyair kepada sang
proklamator. Ungkapan-ungkapan itu sangat mengena. Kerinduan penyair untuk
mendengarkan bara semangat yang biasa diungkapkan melalui pidato-pidato yang berapi-api,
dapat kamu hayati pada larik-larik terakhirnya.

c. Puisi Deskriptif
Dalam jenis puisi ini, penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap

keadaan/peristiwa, benda, atau suasana yang dipandang menarik perhatiannya. Puisi yang
termasuk ke dalam jenis puisi deskriptif, misaInya satire dan puisi yang bersifat kritik sosial.
1) Satire adalah puisi yang mengungkapkan perasaan tidak puas penyair terhadap suatu
keadaan, namun dengan cara menyindir atau menyatakan keadaan sebaliknya.
2) Puisi kritik sosial adalah puisi yang juga menyatakan ketidaksenangan penyair terhadap
keadaan atau terhadap diri seseorang, namun dengan cara membeberkan kepincangan atau
ketidakberesan keadaan/ orang tersebut. Kesan penyair juga dapat kita hayati dalam puisi-
puisi impresionistik yang mengungkapkan kesan (impresi) penyair terhadap suatu hal.

Kegiatan Pembelajaran
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah membaca berbagai puisi, peserta didik dapat merinci jenis-jenis puisi
berdasarkan cara pengungkapannya.

B. Kegiatan Pendahuluan
(1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran tentang menelaah jenis-jenis puisi.
(2) Peserta didik mengamati fenomena perkembangan perpuisian dari segi isi dan
pengungkapannya. mencatat masalah yang ditemukan.

6

(3) Peserta didik mencatat masalah yang ditemukan.
(4) Guru membentuk kelompok belajar.
(5) Guru mengarahkan kepada peserta didik agar memecahkan masalah yang
ditemukan.

C. Kegiatan Inti
(1) Peserta didik secara berkemlompok mencari berbagai sumber yang berkaitan
dengan jenis-jenis puisi.
(2) Peserta didik curah pendapat (brainstorming)
(3) Guru membantu peserta didik dalam memecahkan masalah tentang cara
memerinci jenis-jenis puisi.
(4) Peserta didik menyajikan temuan jenis-jenis puisi kemudian
mempresentasikannya.
(5) Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi konsep tentang jenis-jenis puisi.

D. Kegiatan Penutup
(1) Peserta didik merekonstruksi konsep yang dilakukan yaitu tentang rincian jenis-
jenis puisi.
(2) Penilaian yang dilakukan mencakup sikap, pengetehuan, dan ketrampilan.

E. LKPD (Lembar Kegiatan Peserta Didik) : Merinci Jenis-jenis Puisi

Setelah mengerjakan LKPD 1.1 peserta didik mampu merinci jenis-jenis puisi.

Petunjuk Kegiatan.
1) Bentuk tujuh kelompok yang beranggotakan 5 orang.
2) Setiap kelompok mendiskusikan jenis-jenis puisi
tersebut.
4) Menuliskan hasil diskusi pada lembaran kerja peserta didik.

Cermati tiga puisi berikut!

(1)
HARI TERAKHIR SEORANG PENYAIR, SUATU SIANG
Di siang suram bertiup angin. Kuhitung pohon satu-satu
Tak ada bumi yang jadi lain: daun pun kuruh, lebih bisu
Ada matahari lewat mengedap, jam memberat dan hari menunggu
Sehala akan lenyap, segala akan lenyap, Tuhanku
Kemudian Engkau pun tiba, menjemput sajak yang tak tersua
Siang akan jadi dingin, Tuhan, dan angin telah sedia
Biarkan aku hibuk dan cinta berangkat dalam rahasia.
(Goenawan Mohamad, 1974:9).

7

(2)
GURINDAM EMPAT
Ayahmu kaya raya berbagai rupa caranya
Mengapa engkau bangga Cuma menumpang nama
Pamanmu generasi komisi angkatan pertama
Engkau dan ponakanmu generasi komisi I dan III
Silsilah dan wajah jelas bukan preman pasar
Tapi praktek bisnismu sunyi akhlak begitu kasar
Jembatan ditelan, kapal diuntal, proyek habis dikunyah
100 keluarga kenyangnya terengah-engah, lihatlah.

(Taufiq Ismail)

(3)
HANYA KEPADA TUAN
Satu-satu perasaan
Yang saya rasakan
Hanya dapat saya katakan
kepada Tuan
Yang pernah merasakan
Jurnal Bastra Vol. 1, No. 1, Maret 2016
Jurnal Bastra Vol. 1, No. 1, Maret 2016 / ISSN: 2503-3875
Satu-satu kegelisahan
Yang saya rasakan
Hanya dapat saya kisahkan
kepada Tuan
Yang pernah di resah gelisahkan
Satu-satu desiran
Yang saya dengarkan
Hanya dapat saya syairkan
kepada Tuan
Yang pernah mendengarkan desiran
Satu-satu kenyataan
Yang saya didustakan
Hanya dapat saya nyatakan
kepada Tuan
Yang enggan merasakan
(Or. Mandank)

8

PENUTUP
Rangkuman

Berdasarkan cara penyair mengungkapkan isi atau gagasannya, memang puisi dapat
dibagi ke dalam beberapa jenis, yakni puisi naratif, puisi lirik, dan puisi deskriptif. Puisi naratif
mengungkapkan cerita atau penjelasan penyair. Puisi ini terbagi ke dalam beberapa macam,
yaitu balada dan romansa. Balada adalah puisi yang berisi cerita tentang orang-orang perkasa
ataupun tokoh pujaan. Romansa adalah jenis puisi cerita yang menggunakan bahasa romantik
yang berisi kisah percintaan, yang diselingi perkelahian dan petualangan.

Jenis puisi lirik terbagi ke dalam beberapa macam, misalnya elegi, ode, dan serenada.
Elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka. Serenada ialah sajak percintaan yang
dapat dinyanyikan. Ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang, sesuatu hal, atau
sesuatu keadaan. Puisi yang banyak ditulis berisi pemujaan terhadap tokoh-tokoh yang
dikagumi.

Dalam puisi Deskriptif, penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap
keadaan/peristiwa, benda, atau suasana yang dipandang menarik perhatiannya. Puisi yang
termasuk ke dalam jenis puisi deskriptif adalah satire dan puisi yang bersifat kritik sosial.
Satire adalah puisi yang mengungkapkan perasaan tidak puas penyair terhadap suatu
keadaan, namun dengan cara menyindir atau menyatakan keadaan sebaliknya. Puisi kritik
sosial adalah puisi yang juga menyatakan ketidaksenangan penyair terhadap keadaan atau
terhadap diri seseorang, namun dengan cara membeberkan kepincangan atau
ketidakberesan keadaan/ orang tersebut. Kesan penyair juga dapat kita hayati dalam puisi-
puisi impresionistik yang mengungkapkan kesan (impresi) penyair terhadap suatu hal.

Tes formatif
Pilihlah jawaban yang tepat!

1. Cermati hal-hal berikut!

1) Puisi naratif
2) Puisi lirik
3) Puisi deskriptif

Hal tersebut merupakan jenis puisi menurut…
A. isinya
B. macamnya
C. golongannya
D. tingkat mudahan

2. Cermati ilustrasi berikut!
Puisi ini mengungkapkan cerita atau
penjelasan penyair. Puisi yang termasuk
dalam bagian ini adalah balada dan
romansa.

9

Ilustrasi tersebut merupakan pengertian tentang puisi ....
A. lirik
B. naratif
C. serenada
D. deskriptif

3. Cermati ilustrasi berikut!
Jenis puisi ini terbagi ke dalam beberapa
macam, misalnya elegi,ode, dan serenada

Ilustrasi tersebut merupakan pengertian tentang puisi..
A. lirik
B. naratif
C. serenada
D. deskriptif

4. Cermati ilustrasi berikut!
Dalam jenis puisi ini, penyair bertindak sebagai
pemberi kesan terhadap keadaan/peristiwa, benda,
atau suasana yang dipandang menarik perhatiannya.

Ilustrasi tersebut merupakan pengertian tentang puisi..
A. lirik
B. naratif
C. serenada
D. deskriptif

5. Cermati judul puisi berikut!
Balada Orang-orang tercinta dan Blues
untuk Bonnie karya WS Rendra

Puisi tersebut termasuk…
A. Romansa
B. Balada
C. satire
D. Elegi
6. Cermati ilustrasi berikut!

Jenis puisi cerita yang menggunakan bahasa
romantik yang berisi kisah percintaan, yang diselingi
perkelahian dan petualangan.
Ilustrasi tersebut merupakan pengertian tentang puisi..
A. Romansa
B. Balada
C. satire
D. Elegi
7. Cermati ilustrasi berikut!
Puisi yang mengungkapkan perasaan duka
Ilustrasi tersebut merupakan pengertian tentang puisi..
A. Romansa
B. Balada
C. satire
D. Elegi

10

8. Cermati puisi berikut!

Puisi tersebut merupakan…
A. Ode
B. Elegi
C. romansa
D. serenade

9. Cermati puisi berikut!

HARI TERAKHIR SEORANG PENYAIR, SUATU SIANG
Di siang suram bertiup angin. Kuhitung pohon satu-satu
Tak ada bumi yang jadi lain: daun pun kuruh, lebih bisu
Ada matahari lewat mengedap, jam memberat dan hari menunggu
Sehala akan lenyap, segala akan lenyap, Tuhanku
Kemudian Engkau pun tiba, menjemput sajak yang tak tersua
Siang akan jadi dingin, Tuhan, dan angin telah sedia
Biarkan aku hibuk dan cinta berangkat dalam rahasia.
(Goenawan Mohamad, 1974:9).
Alasan puisi tersebut tergolong puisi naratif adalah…

11

A. puisi yang bersifat kritik sosial, tentang keluarga koruptor yang terkadang suka
membanggakan kekayaannya, walau cuma hasil merampok uang negara.

B. puisi tersebut mengungkapkan cerita atau penjelasan penyair
C. puisi tersebut berisi pujaaan terhadap seseorang
D. puisi yang mengungkapkan perasaan duka

10. Cermati puisi berikut!
GURINDAM EMPAT
Ayahmu kaya raya berbagai rupa caranya
Mengapa engkau bangga Cuma menumpang nama
Pamanmu generasi komisi angkatan pertama
Engkau dan ponakanmu generasi komisi I dan III
Silsilah dan wajah jelas bukan preman pasar
Tapi praktek bisnismu sunyi akhlak begitu kasar
Jembatan ditelan, kapal diuntal, proyek habis dikunyah
100 keluarga kenyangnya terengah-engah, lihatlah.
(Taufiq Ismail)

Puisi tersebut temasuk contoh puisi yang bersifat…
A. Satire
B. Balada
C. Serenada
D. Kritik sosial

12

KUNCI JAWABAN

Kunci jawaban LKPD

Teks puisi (1) berjudul “Hari Terakhir Seorang Penyair, Suatu Siang” karya Goenawawan Muhammad
tergolong puisi naratif, karena puisi tersebut mengungkapkan cerita atau penjelasan penyair. Secara
khusus, puisi ini puisi yang berisi cerita tentang penyair.

Teks Puisi (2) berjudul “Gurindam Empat” berdasarkan isinya merupakan satire dan puisi desktiptif
yang bersifat kritik sosial, tentang keluarga koruptor yang terkadang suka membanggakan
kekayaannya, walau cuma hasil merampok uang negara.

Teks puisi (3) berjudul “Hanya kepada Tuan” karya O Mandank tergolong puisi litik. Puisi ini tergolong
elegi. Elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka.

Kunci jawaban tes formatif Kunci
A
Nomor B
1. A
2. D
3. B
4. A
5. D
6. A
7. B
8. D
9.
10.

13

Daftar Pustaka
Aminuddin, E. 2008. Kreatif Menulis Puisi dan Cerita Pendek. Tangsel: Citra.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Materi Pelatihan Guru Implementasi

Kurikulum 2013. Jakarta; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kosasih, E. 2017. Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/MTs. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan

Kebudayaan.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 37 Tahun 2018 tentang “Kompetensi

Inti dan Kompetensi Dasar pada Pendidikan Dasar dan Menengah.”
Sayuti, Suminto A. 2002. Berkenalan dengan Puisi. Yogyakarta: Gama Media.
Waluyo, Herman J. 1995. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga
Wicaksono, Andri. 2019. Apresiasi Puisi Indonesia. Lampung: Aura.

14


Click to View FlipBook Version