S RA G EN
LINGKUNGAN SEKOLAHKU
YANG INDAH
Penyusun: Negsas
Nurul Mus Arofah Bisa
SMP Negeri 1 Sidoharjo
Lingkungan Sekolahku Yang Indah
Nurul Mus Arofah (8A Negsas)
Namaku Nurul Mus Arofah. Aku adalah siswi
di SMP Negeri 1 Sidoharjo yang beralamat
di Jalan Sragen–Solo KM.8 Purwosuman,
Sidoharjo, Sragen. Aku akan menceritakan
tentang lingkungan sekolahku yang indah.
Sekolah yang dicat warna kuning atau hijau
mempunyai beberapa lapangan sekolah
yang dapat dipakai untuk berbagai kegiatan
sekolah seperti berolahraga, upacara, dan
bahkan untuk panggung acara pentas seni.
Terdapat pula pepohonan yang rindang dan
menyejukkan sekolah. Selain itu, sekolahku
juga bersih. Tidak kalah dengan sekolah-
sekolah lainnya, di sekolahku dianjurkan
selalu menjaga kebersihan, agar terlihat
lebih indah. Jarang sekali ditemukan
sampah-sampah yang berserakan
disepanjang halaman sekolah. Kalaupun
ada, biasanya hanya sampah daun dari
pepohonan yang sudah kering. Tidak hanya
itu, di sekolahku juga ditanami bunga-bunga
yang sangat indah. Misalnya saja di Green
School yang terletak di belakang ruang BK,
di tempat ini juga banyak ditanami bunga-
bunga yang tak kalah indahnya. Di tempat
ini pula, banyak jenis tumbuhan yang
berbeda-beda. Selain itu, juga terdapat
kolam ikan yang terletak tepat di kantor guru
dan perpustakaan. Di sekolahku ini juga
tumbuh pohon-pohon yang cukup besar dan
tinggi, seperti Pohon Ketapang, pohon
beringin yang tepat berada di depan pintu
gerbang utama, pohon cemara, pohon ekor
tupai, pohon mangga, dan lain-lain. Kondisi
taman sekolah yang hijau sangat
menyejukkan mata. Karena itu, udaranya
menjadi lebih bersih dan segar. Di kantin,
makanannya juga sehat dan enak. Jadi,
terjamin akan kebersihannya. Aku sendiri
cukup kagum dengan kebersihan
lingkungan sekolahku ini, dan aku bangga
bisa sekolah disini, karena sekolahku
nyaman, asri, gurunya baik dan ramah,
temennya pun juga asik. Walaupun,
kesadaran siswa-siswi disini akan
kebersihan lingkungan sekolah terbilang
masih kurang. Sudah beberapa kali kepala
sekolah membahas hal tersebut saat
upacara pengibaran bendera. Sudah
beberapa kali pulalah kepala sekolah selalu
menghimbau kami semua untuk tetap
menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Namun, sepertinya memang butuh waktu
bagi siswa-siswi disini untuk menyadari hal
tersebut. Sekolahku memiliki bangunan
yang dijadikan sebagai kantor guru, kopsis
(koperasi siswa), kelas, perpustakaan,
kamar mandi, kantor kepala sekolah,
laboratorium fisika, laboratorium biologi,
ruang BK, aula, kantor TU, ruang UKS, dan
juga memiliki mushola serta terdapat tempat
parkir. Di bagian ruang tengah terdapat piala
dan penghargaan yang tertata rapi yang
diletakkan di dalam lemari kaca. Awal aku
memasuki sekolahini, aku senang sekali
bisa diterima di sekolah ini, karena sewaktu
aku masih kelas 5 SD, aku sudah ingin
sekali bersekolah di SMP Negeri 1 Sidoharjo.
Kemudian aku bersama temanku sewaktu
SD mencari nama ketika masing-masing di
setiap pintu kelas 7. Pintu kelas yang
pertama aku lihat adalah kelas 7A. ternyata
namaku dan nama temanku tercantum di
daftar tersebut. Aku senang bisa berada di
kelas 7A bersama temanku. Lalu aku masuk
ke kelas dan mencari tempat duduk. Waktu
itu aku malu sekali untuk masuk ke kelas,
karena banyak siswa-siswi yang belum aku
kenali. Kemudian aku melihat bangku
kosong di depan meja guru, akupun
langsung duduk dibangku tersebut. Setelah
semua peserta didik masuk ke kelas
masing-masing. Tiba-tiba bel berbunyi.
Semua peserta didik baru kelas 7 berkumpul
di lapangan tengah untuk pemberitahuan
tentang MPLS (Masa Pengenalan
Lingkungan Sekolah). Disamping itu, aku
berkenalan dengan teman sebangkuku.
Ternyata namanya adalah Septi Miftakul
Janah dari SD Purwosuman 1. Setelah
dibubarkan, kami semua kembali memasuki
kelasnya masing-masing. Tak lama
kemudian, ada seorang guru yang masuk ke
kelasku, namanya adalah pak Maryana.
Tidak disangka pak Maryana adalah wali
kelasku. Awalnya aku mengira pak Maryana
galak, tapi ternyata aku salah mengiranya.
Beberapa haripun berlalu, aku sudah
mengenal satu per satu teman sekelasku.
Sifat mereka pun berbeda-beda, ada yang
cerewet, galak, pendiam, mudah bergaul,
dan lain-lain. Tapi, dari hal tersebut, aku
mengambil kesimpulan bahwa perbedaan
itulah yang menjadikan kita sebagai teman.
Dan dari perbedaan tersebut, aku
mendapatkan sahabat yang bernama Dian
dan Septi. Kemana-mana kita selalu
bersama, seperti ke kantin, ke perpustakaan,
bahkan ke kamar mandi saja kita selalu
bertiga. Di kelas pun juga begitu, kita selalu
cerita bareng, curhat bareng, dan bercanda
pun selalu bareng. Waktu berjalan dengan
cepat, PAT (penilaian Akhir Tahun) pun
telah tiba. Aku sangat bersemangat
menjalani ujian tersebut, walaupun pada
saat itu tetapn di bulan puasa atau disebut
bulan Ramadhan. Setelah ujian selesai, hari
yang ditunggu-tunggu tiba, yaitu hari dimana
pengambilan raport. Aku deg-degan karena
aku takut tidak menapat rangking 10 besar,
tetapi ternyata aku mendapat rangking 10
besar. Aku sangat senang sekali, tetapi
kesenangan itu tidak berlangsung lama,
muncul di dalam benakku rasa kekhawatiran
jika aku tidak bisa di kelas 8A. pada hari
kamis tanggal 12 Juli 2018, peserta didik
kelas 7 dan kelas 8 masuk sekolah, karena
pada saat itu sedang ada pembagian kelas
7 ke kelas 8 dan kelas 8 ke kelas 9. Setelah
ada pemberitahuan dari salah satu guru
untuk mencari namanya masing-masing,
aku langsung bergegas mencari namaku di
kelas 8A terlebih dahulu, tapi aku merasa
gelisah karena saya takut tidak masuk di
kelas 8A. Lalu aku dan teman-teman lainnya
yang berada di depan kelas 8A menunggu
daftar nama yang masuk di kelas 8A untuk
mengetahui apakah namaku ada di dalam
daftar nama tersebut. Tiba-tiba seorang
guru yang bernama pak Sabar datang
dengan membawa daftar nama yang masuk
di kelas 8A. aku langsung memeriksa daftar
tersebut. Dan ternyata namakuk tercantum
di dalam daftar kelas 8A. aku sangat senang
sekali bisa berada di kelas 8A, tetapi ada
juga temanku yang dulu satu kelas
bersamaku yang berada di kelas 8A juga.
Kemudian aku mencari tempat duduk
dibarisan pertama. Aku duduk satu meja
bersama temanku yang bernama Intan
Aprilia Subekti yang kebetulan dulu satu
kelas denganku. Setelah bel berbunyi
sebanyak 5 kali, semua peserta didik pulang
ke rumahnya masing-masing. Setelah aku
sampai di rumah, aku langsung membeli
perlengkapan sekolah seperti alat tulis, buku
tulis, dan lain-lain. Kami semua masuk pada
tanggal 16 Juli 2018. Aku berangkat
bersama temanku. Setelah sampai di
sekolah, aku langsung masuk ke dalam
kelas. Saat jarum jam menunjukkan pukul
07.00 WIB, tiba-tiba bel masuk berbunyi,
semua peserta didik di lapangan tengah
untuk melaksanakan upacara untuk MPLS
(Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah)
yang kelas 7. Setelah upacara selesai,
semua peserta didik masuk ke dalam
kelasnya masing-masing. Tidak lama
kemudian, pak Pardiyo masuk ke dalam
kelas 8A. ternyata pak Pardiyo adalah wali
kelas 8A. Pak Pardiyo pun menyuruh untuk
memilih ketua kelas, wakil ketua, sekeretaris
I dan II, bendahara I dan II dan seksi-seksi
secara demokrasi. Dan yang terpilih menjadi
ketua kelas adalah Ibnu, wakil ketua kelas
adalah Rizky, sekretaris I adalah aku,
sekretaris II adalah Firda, bendahara I
adalah Ratith, dan bendahara II adalah Intan.
Setelah pak Pardiyo keluar dari kelas, ada
guru lain yang masuk ke kelasku, yaitu pak
Sabar yang ingin memberikan daftar
absensi. Beberapa hari berlalu, aku sudah
akrab dengan temanku, karena disamping
itu, aku sudah mengenalinya waktu masih
kelas 7, walau ada beberapa peserta didik
yang belum aku kenali. Kelasku terkenal
akan keramaiannya, setiap jam pelajaran
kosong pasti sekelas tidak ada yang diam.
Sesekali ada yang bernyanyi, bercerita,
mondar-mandir, bahkan ada yang
menggangu temannya sendiri. Setelah jam
olahraga selesaipun, kelasku sangat ramai.
Contohnya saja anak laki-laki bermain kok
dengan cara di tendang dan di oper ke
lawannya. Terkadang aku sangat kesal
dengan kelakuan temanku yang
menyebapkan. Tapi kerjsama kita semua
sangat kuat. Misalnya saat Jum’at
kebersihan, pasti semua bekerja sama
membersihkannya. Ada yang membersihkan
ruang kelas, taman bunga yang berada di
depan kelas, jendela kelas, halaman
belakang kelas, dan ada yang menata ruang
kelas. Aku sangat bangga dengan
sekolahku ini, karena sekolahku dinobatkan
sebagai sekolah adiwiyata Nasional.
Sewaktu aku kekas 7 Kepala sekolahku
adalah Pak Sumardi. Pak Sumardi pensiun
saat aku naik ke kelas 8. Disaat perpisahan,
kelasku memberikan kenang-kenangan
berupa foto wajah pak Sumardi. Lalu,
disekolahku ada seorang kepala sekolah
yang baru, namanya adalah pak Ramelan,
tetapi jabatan itu tidak berlangsung lama.
Pak Ramelan pun digantikan oleh Pak Budi
Sriyanto. Beliau memiliki karakteristik
pendiam, baik dan ramah. Setiap hari pak
Budi Sriyanto dan beberapa guru lainnya
selalu berdiri di depan pohon beringin untuk
menyambut siswa-siswi yang diharapkan
melakukan 5S (senyum, salam, sapa,
sopoan, santun). Disekolahku memiliki
banyak sekali peraturan tata tertib sekolah
yang harus ditaati. Jika tidak menaatinya
akan mendapat sangsi dari guru BP/BK.
Waktu yang ditunggu saat di kelas 8 adalah
study tour. Tahun ini kelas 8 melaksanakan
study Pengenalan Lingkungan ke Bali. Kami
semua berangkat pada tanggal 15
Desember 2018, setelah pengambilan raport.
Bis yang kami naiki dari CV. Nugroho Tour
Selama diperjalanan, kami semua sangat
bersenang-senang. Wisata yang kita
kunjungi antara lain, danau Bedugul, Joger,
pantai Sanur, GWK, pantai Kuta, pantai
Pandawa, Bajrasandi, Pujamandala, Krisna,
Tanjung Benoa, dan Cening Bagus. Selain
berlibur ke Bali, kami semua juga disuruh
membuat karya tulis.
Nurul Mus Arofah (8A Negsas)
Assalamualaikum,
perkenalkan nama saya Nurul
Mus Arofah, biasa dipanggil
Nurul. Saya lahir di Sragen,
tepatnya pada tanggal 25
November 2004.
Dan saya sekarang berumur 14 tahun. Saya
mempunyai hobi membaca dan menyanyi,
tapi kalau disuruh bernyanyi suka malu.
Selain itu, saya juga bercita-cita ingin
menjadi guru. Saya ingin mencapai cita-cita
saya, karena ingin membahagiakan kedua
orang tua saya. Sekian dari perkenalan saya.
Dulu saya bersekolah di SDN Patihan 2, dan
sekarang saya bersekolah di SMP N 1
Sidoharjo. Wassalamualaikum wr.wb.