The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Farid Alwi Nugroho 19120188 ( Bahan Ajar Studi Eksplorasi )

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by faridalwinu, 2022-04-05 23:59:51

Farid Alwi Nugroho 19120188 ( Bahan Ajar Studi Eksplorasi )

Farid Alwi Nugroho 19120188 ( Bahan Ajar Studi Eksplorasi )

Bahan Ajar Studi Eksplorasi

Bahasa Indonesia

Kearifan Lokal Wisata di Boyolali :

Wisata Waduk Cengklik, Wisata Monumen Gempa Bumi
2006 Cepokosawit, Masjid Agung Cipto Mulyo, dan Desa
Wisata Samiran.

Farid Alwi Nugroho 19120188
Pendidikan Guru Sekolah Dasar / Universitas PGRI Semarang

Bahan Ajar Studi Eksplorasi

Prakata

Boyolali menyimpan berbagai wisata yang berpotensi dengan keindahan
alam yang diapit oleh gunung merapi dan merbabu. Selain akan terkenal akan
keindahan alam Boyolali, juga terkenal akan wisata berbasis aktivitas yang
memberikan pengalaman baru kepada wisatawan untuk terlibat langsung.

Berbicara wisata Boyolali tidak akan habisnya karena terus berbenah dan
mengupdate berbagai objek wisata untuk menarik wisatawan datang ke Boyolali.
Sebagai semboyan bahwa Boyolali Tersenyum mengisyaratkan bahwa Boyolali
akan menjadi Kabupaten yang nyaman dan ramah serta indah untuk dikunjungi.
Untuk mengenalkan berbagai keindahan alam dan sejarah wisata yang ada di
Boyolali, maka disusunlah bahan ajar kearifan lokal wisata di Boyolali.

06 April 2022

Farid Alwi Nugrhoho

1

Daftar Isi

Cover 1

Prakata …………………………………………………………………… 2

Daftar Isi………………………………………………………………….. 3

Pendahuluan……………………………………………………………… 3
3
a. Latar Belakang……………………………………………………… 4
b. Deskripsi Materi Ajar………………………………………………..
c. Petunjuk Belajar…………………………………………………….. 5

Kondisi Umum Boyolali………………………………………………….. 6

Inti………………………………………………………………………….. 6
7
a. Capaian Pembelajaran……………………………………………...
b. Uraian Materi………………………………………………………… 16

Penutup……………………………………………………………………. 16
16
a. Rangkuman………………………………………………………….. 17
b. Pengalaman, Pesan dan Kesan……………………………………
c. Tes Formatif……………………………………………………..…… 19

Daftar Pustaka………………………………………………………………

2

Pendahuluan

a. Latar Belakang

Kearifan lokal merupakan cara sederhana yang memberikan makna
mengenai bagaimana siswa belajar. Kearifan lokal merupakan cara
bagaimana siswa mengenal akan berbagai potensi di wilayahnya untuk
dijadikan belajar dengan mengembangkan kreativitas. Salah satu cara
mengembangkan potensi hal tersebut yaitu menyusun bahan ajar berbasis
kearifan lokal

Boyolali menyimpan berbagai wisata yang berpotensi dengan
keindahan alam yang diapit oleh gunung merapi dan merbabu. Selain akan
terkenal akan keindahan alam Boyolali, juga terkenal akan wisata berbasis
aktivitas yang memberikan pengalaman baru kepada wisatawan untuk terlibat
langsung.

Berbicara wisata Boyolali tidak akan habisnya karena terus berbenah
dan mengupdate berbagai objek wisata untuk menarik wisatawan datang ke
Boyolali. Sebagai semboyan bahwa Boyolali Tersenyum mengisyaratkan
bahwa Boyolali akan menjadi Kabupaten yang nyaman dan ramah serta
indah untuk dikunjungi. Untuk mengenalkan berbagai keindahan alam dan
sejarah wisata yang ada di Boyolali, maka disusunlah bahan ajar kearifan
lokal wisata di Boyolali. Bahan ajar ini merupakan bagian dari cara
mengenalkan akan keindahan wisata alam dan sejarah seperti pada obyek
Wisata Waduk Cengklik, Wisata Monumen Gempa Bumi 2006 Cepokosawit,
Masjid Agung Cipto Mulyo, dan Desa Wisata Samiran.

b. Deskripsi Materi Ajar

Materi ajar berbasis kearifan lokal ini digunakan untuk menciptakan
pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik untuk membangun
sikap dan perilaku positif, penguasaan konsep, berpikir tingkat tinggi,
kemampuan menyelesaikan masalah, dan membangun kreativitas.

Kegiatan pembelajaran di bahan ajar ini dirancang untuk
mengembangkan kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) siswa
melalui aktivitas yang bervariasi. Aktivitas tersebut mencakup hal-hal berikut :
1) Membuka pelajaran dengan cara yang menarik perhatian siswa melalui

persoalan yang dikemas dalam bentuk cerita.
2) Memberikan penjelasan mengenai tujuan pembelajaran, sehingga siswa

dapat mengorganisir informasi yang disampaikan
3) Menggali pengetahuan siswa yang diperoleh sebelumnya agar siswa

dapat mengaitkan pengetahuan terdahulu dengan yang akan dipelajari.
4) Memberi tugas bertahap dan yang dapat mengembangkan kemampuan

berpikir tingkat tinggi.
5) Memberi umpan balik yang akan menguatkan pemahaman siswa dalam

pembelajaran tematik terpadu.

3

c. Petunjuk Belajar

Petunjuk belajar dengan menggunakan bahan ajar kearifan lokal
wisata di Boyolali ini yaitu dengan :
1) Pahami tujuan pembelajaran dari kegiatan belajar, agar dapat mengukur

ketercapaian pembelajarannya.
2) Pelajari materi kegiatan belajar dengan seksama sesuai dengan situasi

dan kondisi yang berlaku.
3) Jika dirasa telah paham dengan materi yang dipelajari, kerjakan latihan

yang ada pada kegiatan belajar.
4) Cocokkan hasil pekerjaan latihan dengan kunci jawaban latihan yang

tersedia di belakang soal latihan.
5) Jika ada yang belum sesuai antara hasil pekerjaan latihan dengan kunci

jawaban, pelajari kembali materi dari soal latihan yang belum terjawab
dengan benar tadi, kemudian coba lagi mengerjakan soal latihannya
hingga jawabannya benar.
6) Selama mempelajari isi bahan ajar ini, diperkenankan menggunakan
referensi lain atau minta keterangan dari teman sejawat atau guru
pembimbing.

4

Kondisi Umum Wisata Boyolali

Boyolali terletak di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan
Gunung Merbabu yang memiliki pemandangan sangat indah dan mempesona,
sayuran hijau yang luas dan berbukit-bukit serta aktivitas Gunung Merapi yang
terlihat dengan jelas aliran lahar dan asapnya. Jalur Surakarta-Boyolali-Cepogo-
Selo-Borobudur (SSB) yang melintasi kedua gunung tersebut dipromosikan
menjadi jalur wisata menarik yang menjadi pilihan bagi wisatawan baik domestik
maupun negara asing dari kota budaya Surakarta menuju Candi Borobudur untuk
melintasi Kabupaten Boyolali. Kecamatan Selo dikenal sebagai daerah
peristirahatan sementara bagi para pendaki Gunung Merapi dan Merbabu yang
mempunyai tempat penjualan cenderamata yang representatif.
Kecamatan Cepogo dan Selo merupakan sentra penghasil sayuran hijau yang
segar dan murah serta pusat kerajinan tembaga di Boyolali.

Selain panorama Gunung Merapi dan Merbabu, kabupaten Boyolali juga
memiliki tempat wisata bersejarah seperti pada obyek wisata masjid cipto mulyo
di Pengging, wisata munumen gempa bumi cepokosawit, dan wisata waduk
cengklik. Wisata tersebut menjadikan menarik selain karena indahnya
pemandangan juga karena cerita akan sejarahnya.

5

Inti

a. Capaian Pembelajaran

1) Setelah membaca teks, siswa mampu menyebutkan informasi baru
mengenai wisata waduk cengklik dengan tepat.

2) Setelah berdiskusi, siswa mampu menuliskan kata sulit dalam bacaan
wisata waduk cengklik dan mampu menjelaskan artinya dengan tepat.

3) Setelah berdiskusi, siswa mampu menjelaskan dan menuliskan pokok
pikiran setiap paragraf dalam bacaan wisata monument gempa bumi
2006 cepokosawit dengan benar.

4) Setelah membaca teks wisata masjid agung cipto mulyo, peserta didik
dapat menentukan kalimat utama setiap paragraf dalam bacaan dengan
benar.

5) Dengan membaca teks desa wisata samiran siswa mampu menyebutkan
informasi terkait dengan pertanyaan apa, siapa, di mana, bagaimana,
dan mengapa.

6) Dengan menuliskan dalam bentuk tabel, siswa mampu
mempresentasikan informasi dari teks bacaan terkait dengan pertanyaan
apa, siapa, di mana, bagaimana, dan mengapa.

6

b. Uraian Materi
Sejarah Waduk Cengklik

Waduk Cengklik dibangun pada tahun 1926-1928 oleh Pura
Mangkunegaran dan Pemerintah Kolonial Belanda. Waduk buatan ini
merupakan fasilitas publik dengan membendung sungai yang
datangnya dari arah Sambi dan sekitarnya, untuk memberikan pasokan
air guna mengairi sawah dan perkebunan milik Pura
Mangkunegaran.

Nama Cengklik sendiri itu diambil dari Dukuh pertama yang
dimulai menjadi waduk, yaitu Dukuh Cengklik. Waduk dengan luas
sekitar 250 hektar ini, pada tahun 1970 masih mampu menampung air
sebanyak 17,5 juta meter kubik. Pada tahun 1998, kapasitas air
menurun menjadi 12,5 juta meter kubik, dan saat ini Waduk
diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 9 juta meter kubik.
Sehingga, akhirnya kapasitas air Waduk Cengklik tersebut sudah tidak
mencukupi untuk irigasi ribuan hektar sawah petani di tiga Kecamatan,
yaitu Sambi, Ngemplak, dan Nogosari. Salah satu konsekuensi nyata,
adalah dengan berhenti produksinya Pabrik Gula Colomadu milik Pura
Mangkenagaran lantaran minimnya pasokan air untuk lahan tebu milik
penduduk yang menyuplai tebu ke Pabrik Gula Colomadu.

Selain dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk memelihara
ikan dalam bentuk keramba dan bercocok tanam, Waduk Cengkilk bisa
dikembangkan menjadi kawasan wisata air yang cukup prospektif.
Pulau-pulau kecil yang ada di tengah Waduk bisa menjadi
pemandangan tersendiri bagi pengunjung yang menikmati Waduk dari
tepian maupun yang berkeliling menggunakan perahu yang ada di
Waduk tersebut.

7

AYO MENULIS !!!
Tulislah pada buku tugasmu mengenai informasi baru pada teks “Sejarah Wisata
Cengklik.” !!!

1. ………………………………………………………………………………………
2. ………………………………………………………………………………………
3. ………………………………………………………………………………………
Dst…

Berwisata di Waduk Cengklik

Pada hari minggu, Farid berwisata ke Waduk Cengklik. Waduk yang
terletak dekat dengan Bandara Internasional Adi Sumarmo dan Asrama Haji
Donohudan Boyolali tersebut menawarkan wisata air dengan biaya murah
yaitu 5000 Rupiah saja. Sesampainya di waduk, Farid langsung disuguhi
kesejukan suasana di sekitarnya. Duduk santai di pinggiran waduk sambil
memandangi air waduk, pulau-pulau kecil, dan tanaman enceng gondok
merupakan sesuatu yang menambah keindahan pesona alam sekitar. Pada
saat musim penghujan, air waduk begitu melimpah sehingga mampu mengairi
persawahan di sekitarnya dan bisa untuk budidaya pembenihan ikan. Pada
hari itu Farid bertemu dengan banyak wisatawan yang menikmati keindahan
wisata waduk cengklik dengan menerapkan protokol kesehatan seperti
memkai masker dan menjaga jarak.

AYO BERDISKUSI !!!

Bentuklah kelompok bersama 4-5 temanmu. Bacalah dalam hati teks ”Berwisata
di Waduk Cengklik”. Adakah kata sulit yang kalian temukan pada bacaan
tersebut? Jika ada, tuliskan lalu carilah artinya. Tuliskan dalam bentuk tabel
seperti berikut.

No Kata-Kata Sulit Artinya
1. Waduk
Danau buatan atau pembendungan sungai
2. … yang bertujuan untuk menyimpan air.
Dst …

8

Monumen Gempa Bumi 2006 Cepokosawit

Dahsyatnya gempa Yogyakarta pada 27 Mei 2006 diperingati warga
Desa Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, dengan
membangun monumen di lokasi situs Mbah Gajah di areal persawahan desa
setempat. Monumen Gempa Bumi 2006, yang dibangun secara swadaya
oleh masyarakat sejak 17 Februari, diresmikan pada Rabu, 25 Mei 2016.

Monumen berupa tugu hitam dengan ketinggian sekitar 11 meter itu
terdiri atas sejumlah bagian yang sarat simbol. Misalnya, 12 kelopak bunga
sakura di bagian tengah sebagai lambang jumlah dukuh di Desa
Cepokosawit dan tiga bunga segi empat sebagai tanda tiga dukuh yang
terdampak gempa paling parah, yaitu Cepokosawit, Kenteng, dan Satriyan.

Dalam prasastinya dituliskan gempa berkekuatan 5,9 skala Richter,
yang berlangsung selama 57 detik pada pukul 05.55, Sabtu Wage, 27 Mei
2006, itu menyebabkan tiga warga Desa Cepokosawit meninggal dunia, dua
warga mengalami cacat fisik, dan 216 rumah rusak.

Pemerintah Desa Cepokosawit juga akan membangun museum mini
di sebelah monumen. Museum mini tersebut akan diisi dengan berbagai
benda yang mengingatkan ihwal dahsyatnya gempa 2006.
Warga yang hendak mengunjungi monumen gempa tidak dipungut biaya.
Selain bisa berfoto di monumen, pengunjung bisa menyaksikan situs Mbah
Gajah yang dikenal sebagai peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno. Situs
Mbah Gajah adalah batu yang dipahat menyerupai gajah duduk di cekungan
tanah dengan kedalaman sekitar 1,7 meter.

9

AYO BERDISKUSI !!!

Pelajari kembali teks “Monumen Gempa Bumi 2006 Cepokosawit”! Amati kalimat
pertama dari setiap paragraf! Tuliskan informasi yang kamu dapatkan dari setiap
kalimat pertama!

Pokok-Pokok Informasi

Paragraf 1
Paragraf 2
Paragraf 3
Paragraf 4

AYO MEMBACA !!!

Gajah Putih yang dikeramatkan

Diceritakan, pada zaman Mataram Kuno di Kerajaan Prambanan
sekitar abad IX-X terjadi persengketaan keluarga kerajaan. Karena
persengketaan kerajaan semakin runcing, salah satu putra raja bernama
Pangeran Eling-eling melarikan diri dari kerajaan. Beliau membawa harta
benda dan pusaka yang dinaikan ke seekor Gajah bernama "liman seto"
yang berarti "gajah putih".

Dalam pelariannya, Pangeran Eling-Eling ditemani para pengikut
setianya. Mereka seperti Adipati Kurnus Saputro (Adipati Plaosan) dan patih
Kerajaan Prambanan bernama Potroyudho.

Tahu Pangeran Eling-Eling melarikan diri, maka saudara-saudaranya
mengejar ke arah Kerajaan Pengging Sepuh. Menyadari hal itu, kemudian
Patih Potroyudho menyabda gajah yang membawa harta benda menjadi
batu. Kemudian Pangeran Eling-Eling dan para pengikutnya melanjutkan
pelariannya ke gunung Rogo Runting yang berada di sebelah utara
Simowaleh.

Saat saudara-saudaranya sampai di Kerajaan Pengging Sepuh, Patih
Protoyudho mengatakan bahwa gajah yang membawa harta benda sudah
menjadi batu. Sedangkan untuk harta-hartanya disimpan di bawah tanah
yang pintu gerbangnya tertutup oleh batu gajah tersebut. Untuk mengambil
harta tersebut harus memindahkan batu tersebut. Sebenarnya itu merupakan
tipu muslihat Patih Protoyudho. Harta yang disimpan disitu hanya sedikit,
sedangkan harta yang banyak dibawa ke Gunung Roro Gunting.

10

AYO BERKARYA !!!
Bacalah karya pantun di bawah ini ! ayo berkarya dengan membuat pantun !

Mengenal Monumen Gempa Bumi
Cepokosawit

Ambil gunting potong kuku
Potongnya di pinggir sawah
Ayo ke Boyolali kawanku
Mengenal wisata dan sejarah

Ambil uang beli permen
Belinya di toko Mbak Maya
Di Boyolali ada Monumen
Monumen gempa bumi namanya

11

Mengenal Wisata Religi Masjid Agung Cipto Mulyo

Masjid Cipto Mulyo merupakan salah satu masjid tertua di Boyolali. Masid
yang berlokasi di kompleks wisata religi Pengging, Kecamatan Banyudono,
Boyolali ini juga termasuk masjid bersejarah dan merupakan jejak peninggalan
dalam penyebaran Islam khususnya di wilayah Pengging.

Konon Masjid Cipto Mulyo Pengging awalnya didirikan Tumenggung
Padmonegoro, ayah R. Ng. Yosodipuro yang diangkat Bupati Pekalongan oleh
Sultan Agung Hanyokrokusumo, dan dikenal sebagai Masjid Karangduwet. Nama
sekarang digunakan setelah direnovasi oleh Pakubuwana X.

Halaman Masjid Cipto Mulyo yang lumayan luas dan pagar depannya
dibiarkan terbuka serta tidak digembok membuat pengunjung tidak ada kesulitan
apa pun ketika melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam masjid.

Bentuk bangunan masjid ini juga tergolong berbeda dari masjid
kebanyakan. Masjid Cipto Mulyo menampilkan desain Jawa kuno. Ornamen-
ornamen ukiran terpasang di ventilasi pintu. Bagian serambi Masjid Cipto Mulyo
Pengging memiliki tiga buah pintu utama di tengah yang separuhnya diberi kaca,
dan dua pintu tambahan di pinggir yang sepenuhnya terbuat dari kayu tanpa
kaca. Pada ornamen kayu di atas setiap pintu terdapat ukiran tulisan "HB X",
singkatan dari Sri Sultan Hamengkubuwono X

Di tengah serambi Masjid Cipto Mulyo Pengging ada tanda arah mata
angin sebagai penunjuk arah kiblat. Ini rupanya perlu dibuat dan dipasang di
sana. Hal tersebut dikarenakan ternyata posisi masjid ini tidak mengarah lurus ke
kiblat yang benar. Namun miring sekitar 24° ke Utara arah kiblat.

Di ujung serambi sebelah kanan terdapat bedug berukuran besar yang
masih berada dalam kondisi sangat baik, lengkap dengan kentongan kayu yang
juga berukuran besar, bersebelahan dengan papan pengumuman masjid. Pada
tiang depan menempel tengara terbuat dari papan kayu bertuliskan huruf Latin
dalam bahasa Jawa yang berbunyi "Adegipun Masjid Cipto Mulyo, Pengging -
Banyudono - Boyolali, Selasa Pon 14 Jumadil Akhir 1838 Je".

Kebanyakan orang datang ke masjid untuk melakukan shalat fardhu atau
salat wajib yang lima kali sehari, terutama untuk berjamaah dengan imam. Di luar
waktu shalat wajib orang biasanya shalat sunah di rumah, dan hanya musafir
yang shalat fardhu di masjid ketika shalat berjamaah telah lama selesai dilakukan
dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada saat pandemi COVID
19 seperti ini.

12

AYO BERDISKUSI !!!

Pelajari kembali teks “Mengenal Wisata Religi Masjid Agung Cipto Mulyo”! Amati
kalimat pertama atau terakhir dari setiap paragraf! Tuliskan kalimat utama dari
setiap paragraf !

Ide Pokok

Paragraf 1
Paragraf 2
Paragraf 3
Paragraf 4
Paragraf 5
Paragraf 6
Paragraf 7

AYO BERKARYA !!!
Bacalah karya puisi di bawah ini !ayo berkarya dengan membuat puisi !

Masjid Cipto Mulyo
Oleh Farid Alwi Nugroho

Tatap mata tak bias berbohong
Akan keindahan tempat-Mu

Rasa nyaman tak bisa ditutupi
Akan tempat yang selalu membuat hati tentram
Sejarahmu, keindahanmu dan segala alasan lainnya

Menjadikan hamba-Mu
Khusuk dalam bersujud

13

Berwisata ke Desa Wisata Samiran

Pada hari minggu, Farid pergi liburan ke Desa Wisata Samiran. Desa
Wisata ini terletak di Ngaglik, Desa, RT.02/RW.07, Dusun IV, Samiran, Kec.
Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dalam langkahnya Farid teringat akan
enam tahun lalu pernah mengunjungi Samiran. Dulu Samiran adalah sebuah
desa kecil yang hanya menjadi tempat singgah para pendaki. Namun, Desa
Samiran kini telah berubah. Desa itu mulai dilengkapi homestay dan sejumlah
fasilitas pendukung wisata, seperti mini kafe dan taman bunga.

Ketika Farid sampai di Desa Samiran dia merasa tenang karena Suasana
pegunungan yang sejuk dan jauh dari kebisingan kota. Berbagai kategori wisata
mulai dibuka-buka olehnya. Farid pun memilih objek wisata Bukit Sanjaya dan
Argo Loro. Potensi wisata ini lah yang menjadi daya tarik wisata setiap
wisatawan yang akan berkunjung ke Desa Wisata Samiran. Meskipun dua wisata
tersebut bukan bersifat aktifitas atau wisatawan bisa ikut terlibat yang biasanya
menjadi pilihan utama seperti wisata petik sayur organik dan perah susu sapi
tetapi dua wisata tersebut sedang dalam keadaan viral di media sosial.

Tidak jauh dari tempat Farid memilih kategori wisata, dia perlahan mulai
berjalan menuju bukit sanjaya yang terlihat begitu indah dan dekat. Satu dua
sampai beberapa tangga dia lewati sehingga tidak ada kata yang lebih baik
diucapkan selain takjub melihat keindahan alam di Desa Wisata Samiran. Pada
hari tersebut pengunjung begitu ramai, beberapa kali Farid terlihat menyapa
beberapa wisatawan untuk bertanya mengenai tanggapan terhadap Desa Wisata
Samiran ini. Beberapa pengunjung mengatakan bahwa senang melihat
pemandangan yang indah serta beberapa ada juga yang menyukai udara yang
sejuk, tidak lupa juga air yang dingin bersumber dari pegunungan pengalaman
yang luarbiasa ketika mengunjungi Desa Wisata Samiran.

Setelah menikmati alam dengan udara yang dingin Farid mulai berjalan
meniggalkan Bukit Sanjaya guna menuju Argo Loro. Jalan menuju Argo Loro
begitu menanjak dan menantang. Tetapi semua terbayar ketika kaki sudah mulai
menginjak di Argo Loro. Argo Loro merupakan kedai kopi yang mempunyai
pemandangan sangat indah dan desain tempat menarik.

Dalam masa pandemi seperti ini, wisatawan yang berkunjung di Desa
Wisata Samiran sangat patuh terhadap protokol kesehatan apalagi ketika di
ruangan tertutup seperti pada meja pesan di Argo Loro. Ketika menyantap
hidangan, tempat yang disediakan juga berjarak. Sehingga wisatawan nyaman
akan menikmati indahnya alam dengan menyeruput coklat dan mi rebus yang
masih hangat.

14

AYO BERDISKUSI !!!

Lakukanlah kegiatan berikut ini dengan berkelompok !

Tulislah informasi terkait dengan pertanyaan apa, siapa, di mana, bagaimana,
dan mengapa dalam bentuk table berikut ini !

terkait dengan pertanyaan apa, siapa, di mana, bagaimana, dan mengapa dalam
bentuk table berikut ini !

Berwisata ke
Desa Wisata

Samiran

Apa Siapa

………………………… …………………………
………………………… …………………………
………………………… …………………………
………………………… …………………………

Di mana Bagaimana

………………………… …………………………
………………………… …………………………
………………………… …………………………
………………………… …………………………

Mengapa

…………………………
…………………………
…………………………
…………………………

15

Penutup

a. Rangkuman

Boyolali menyimpan berbagai potensi wisata yang indah dan penuh
akan cerita sejarah seperti Wisata Waduk Cengklik, Wisata Monumen
Gempa Bumi 2006 Cepokosawit, Masjid Agung Cipto Mulyo, dan Desa
Wisata Samiran. Berbagai wisata tersebut dapat dikemas dalam bentuk
bahan ajar Bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar yang diantaranya
mengenal informasi baru, belajar kata sulit dalam bacaan, menjelaskan dan
menuliskan pokok pikiran setiap paragraf, menentukan ide pokok setiap
paragraf dalam bacaan dengan benar. Dan materi pertanyaan apa, siapa, di
mana, bagaimana, dan mengapa.

b. Pengalaman, Pesan dan kesan

Kegiatan studi eksplorasi cukup menantang dan menarik ketika saya
mengunjungi berbagai tempat yang ada didaerah saya. Mengenal keindahan
wisata akan berbagai cerita sejarahnya membuat saya mengetahui jejak
sebelum wisata tersebut berada. Senang rasanya akan mendapatkan
pengalaman tersebut.

Sebagai seorang yang tinggal di Boyolali tidak baik rasanya ketika
sudah mengenal wisata dan tidak mengenalkan wisata di daerah saya
kepada teman-teman yang tinggal di luar Boyolali. Maka dari itu saya
mengajak teman-teman untuk ayo dating ke Boyolali dan rasakan akan
keindahan alamnya dan suasana tenangnya.

Senang rasanya bisa menyelasaikan bahan ajar berbasis kearifan
lokal ini menggunakan potensi wisata di Boyolali. Suatu saat nanti sangat
berkeinginan besar ketika sudah menjadi pengajar akan lebih menggali
potensi yang ada di lingkungan daerah sekolah.

16

c. Tes Formatif sungai yang bertujuan untuk

1. Danau buatan atau pembendungan
menyimpan air disebut dengan….
a. Waduk
b. Sungai
c. Gurun
d. Sawah

2. Kegiatan terencana pemeliharaan sumber daya hayati yang dilakukan
pada suatu areal lahan untuk diambil manfaat disebut dengan….

a. Memancing
b. Budidaya

c. Menjaring
d. Menangkap ikan

3. “Monumen berupa tugu hitam dengan ketinggian sekitar 11 meter itu
terdiri atas sejumlah bagian yang sarat simbol. Misalnya, 12 kelopak
bunga sakura di bagian tengah sebagai lambang jumlah dukuh di Desa
Cepokosawit dan tiga bunga segi empat sebagai tanda tiga dukuh yang
terdampak gempa paling parah, yaitu Cepokosawit, Kenteng, dan
Satriyan.” Pokok pikiran paragraf tersebut adalah….
a. Kelopak bunga sakura di bagian tengah sebagai lambang jumlah
dukuh di Desa Cepokosawit
b. Tiga bunga segi empat sebagai tanda tiga dukuh yang terdampak
gempa paling parah
c. Monumen tugu hitam dengan ketinggian sekitar 11 meter terdiri
atas sejumlah bagian yang sarat symbol
d. Dukuh yang terdampak gempa paling parah, yaitu Cepokosawit,
Kenteng, dan Satriyan.

4. “Di tengah serambi Masjid Cipto Mulyo Pengging ada tanda arah mata
angin sebagai penunjuk arah kiblat. Ini rupanya perlu dibuat dan dipasang

di sana. Hal tersebut dikarenakan ternyata posisi masjid ini tidak

mengarah lurus ke kiblat yang benar. Namun miring sekitar 24° ke Utara
arah kiblat.” Kalimat utama pada kutipan paragraf tersebut ditunjukkan
oleh kalimat ke….
a. 4

b. 3

c. 2

d. 1

5. “Pada hari minggu, Farid pergi liburan ke Desa Wisata Samiran. Desa
Wisata ini terletak di Ngaglik, Desa, RT.02/RW.07, Dusun IV, Samiran,
Kec. Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.” Bagaimana susunan
kutipan paragraf tersebut jika dilihat dari unsur 5 W 1 H ?
a. Kapan, siapa, dan di mana
b. Kapan, di mana dan siapa
c. Di mana, kapan dan siapa
d. Siapa di mana dan kapan

17

Kunci jawaban :
1. A
2. B
3. C
4. D
5. A
Link Video Dokumentasi :
1. Wisata sejarah waduk cengklik

https://youtu.be/CrO52OxSQy4
2. Wisata sejarah monumen gempa bumi 2006 cepokosawit

https://youtu.be/7MdIBNZAesA
3. Wisata sejarah masjid cipto mulyo

https://youtu.be/NY0YxTWj8iU
4. Desa wisata samiran

https://youtu.be/rGGxs3-e62Y

18

Daftar Pustaka

Duaistanto, 2018. “Sejarah Waduk Cengklik Boyolali yang Merana”,
http://www.duaistanto.com/2018/03/sejarah-waduk-cengklik-boyolali-
yang.html#:~:text=Waduk%20Cengklik%20dibangun%20pada%20tahun,dan%20
perkebunan%20milik%20Pura%20Mangkunegaran., diakses pada 4 April 2022
pukul 9:08 WIB.

Tempo.co, 2016. “Dekat Situs Mbah Gajah Boyolali Kini Berdiri Monumen

Gempa”, https://travel.tempo.co/read/774182/dekat-situs-mbah-gajah-

boyolali-kini-berdiri-monumen-gempa/full&view=ok ,diakses pada 4 April

2022 pukul 9:13 WIB.

Rahmanta, Tata, 2021. “Jejak Sejarah Masjid Cipto Mulyo Pengging,
Peninggalan Raja Keraton Solo” https://jateng.inews.id/berita/jejak-sejarah-

masjid-cipto-mulyo-pengging-peninggalan-raja-keraton-solo ,diakses pada 4 April

2022 pukul 9:17 WIB

Nurdin, Nazar. 2019. “Samiran, Desa Wisata Baru di Lereng Merapi”
https://travel.kompas.com/read/2019/03/01/110900627/samiran-desa-wisata-
baru-di-lereng-merapi ,diakses pada 4 April 2022 pukul 9;26 WIB.

19


Click to View FlipBook Version