melakukannya, maka bagi mereka hak dan kaoaiiban sama seperti hak
dan kat aj ib an or nng-or ang Muhajirin. "
t *Gft'"$* **t;t;6t& $r4:,iti: o..
oP)
€i3i\;? ,?tl a;+)t 2-.# iXli,da ir it: W
te; tr:ia/ #.-
"Tetapi, jika mereka menolak untukberhijrah dari daerah mereka, maka
beritahu mereka, bahwa mereka akan mendapat perlakuan seperti oranS-
orang Badui dari knlangan lslam, berlaku bagi mereka hukum Allah,
tetapi mereka tidak mendapatkan bagian dari hasil rflmpasan perang dan
fai, kecuali jika mereka mau bergabung untuk berjihad di ialan Allah
b er s ama or ang-or an g Islam. "
,WGt ,*" *u diri$;y ,la;j-..sr #eGGi #:,y,
" t*,Ci grl,J*6 t;:: ;; :ry
"Dan jika merekn menolak hnl tersebut, maka mintalah dari mereka
jizyalt?'1, kalau mereka menerima maka terimalah dan hentiknn
penyerangan terhadap mereka. Tetapi jika semua itu ditolak maka
mohonlah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka."
16,4 i:i *t;, ti'J1;i'"i air;G ,n Si ay-cttti>>
#y e**t {.:i -d:*a,1,,.' 6,i,# *:, *t ;, C W
" # {,:i yt {":t# li U'ri;i &.v*ifrt ff:t;:r*3i
"Dan jika kamu telah mengepung kubu pertahanan mereka, kemudian
mereka menghendaki darimu agar kamu membuat untuk mereka
perjanjian Allah dan Rasul-Nya, maka janganlah kamu buatkan untuk
2a1 )izyah adalah uang yang diamhx'l dari orang-orang kafir sebagai tanda ketundukan mereka kepada
negara lslam dan sebagai ganti perlindungan Negara lslam atasjiwa dan harta mereka.
Syarah KitabTauhid
Syaikh bin Baaz
mereka perjanjian Allah ilan Rasul-Nyo, akan tetapi buatlalt untuk
mereka perjanjian dirimu sendiri dan perjanjian sahabat-sahabatmu,
karena sesungguhnya melanggar perjanjianmu sendiri dan sahabat-
sahabatmu itu lebih ringnn resikonya daripada melanggar perjanjian
Allah dan Rasul-Nya."
*€oit.oet:#lt ,o*itr*{t,*:x' s;1 apcls,
# ifrati a3r,G
uW,,riurfrV,";si3nf.,6,t,
v *"riYif -a^g u,rc #fo;Ji,
"Dan jika kamu telah mengepung kubu pertahanan musuhmu,
kemudian mereka menghendaki agar kamu mengeluarkan mereka atas
dasar hukum Allah, maka janganlah knmu mengeluarkan mereka atas
dasar hukum Allah, tetapi keluarknnlah mereka atas dasar hukum yang
kamu ijtihadkan, karena sesungguhnya kamu tidak mengetahui apakah
tindakanmu sesuai denganhukum Allah atau tidak."u'(HR. Muslim)
* Syarah
{ e>f)i J\;a,,3i } : Yaitu ajaklah mereka terlebih dahulu untuk
mengucapkan syahadatain sebelum yang lainnya, sama dengan yang
dipesankan kepada Mu'adz ketika diutus ke negeri Yaman. Apabila
mereka menerima dan mengucapkan syahadatain, ajarilah mereka
kewajiban-kewajiban yang lainnya.
Sabda Rasulullah ffi: u l' ,i# W Oi- > : Yaitu berlaku atas
mereka perintah dan larangan Allah.
jy ,;t -jq- p: Perawi hadits tersebut ragu-ragu apatah ju2-
a
,tu" iG akan tetapi makna keduanya sarna, ini menunjukkan
semangat dari para perawi rahimahullah.
282 Diriwayatkan oleh Muslim (1731 )
Al- Alamah Syaikh Abdullah
bin Abdul Aziz bin Eaaz
4.1-*.\ &it6 t't.l iy ) : Apabita mereka tidak mau masuk Islam dan -l
berhijrah, mintalah pada mereka iizyah dan terimalah mereka. -.i
Ini diberlakukan kepada orang Yahudi, Nasrani dan Majusi, I
l
sebagaimana firman Allah, I
i;;i'.:*r iF G'";"--'-li ,i vl c.gu;'ti |ru,o*iY &rl lr!6 F
#i *:;'{4lh ;:;.l{'i *teit A ar6;)".1i
4,'"t?u
,,Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak
(pula) kepada hari Kemudian, ilan mereka tidak mengharamkan apa
yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan tidakberagama dengan
agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-ornng) yang diberikan
Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh
sedang merekn dalamkeadaan tunduk." (QS. At Taubah: 29)
Sunnah telah menetapkan secara mutlak siapa-siapa yang harus
membayar jizyah. Al Qur'an menetapkan Ahlul Kitab, kemudian
Sunnah mengelompokkan or:u:Ig-orang Majusi ke dalam golongan
Ahlul Kitab dalam pengambilan iizyah, bukan pada hal makanan,
wanita dan selainnya.
ae_e;l! ry6 ): hri menunjukkan wajibnya meminta pertolongan
kepada Allah, dan seorang mukmin tentunya meminta pertolongan
kepada Allah di dalam memerangi musuh-musuhnya tidak hanya
bergantung pada kekuatannya semata.
4 *ben5tefn;g';, ;di t;y1\ :Yaitu di gedung-gedung dan di balik benteng-
mana orang-orang Ahlul Kitab biasa berlindung.
Mereka tidak seperti orang-orang Arab yang berada di lembah-
lembah.
;<y{ r<-: t3'F 3;' g i;i it 1: & jX :ti trl'r;\;l : "Maka mereka
meminta kepadamu untuk membuatkan bagi mereka perianjian dengan
Syarah KitabTauhid
Syaikh bin Baaz
Allah dan perjanjian dengan Nabi-Nya...", sesunggutmya kalian
pasti melanggar perjanjian kalian itu.
{ jrii}' } : Merupakan bentuk mashdar dari ';}i yangmerupakany'll
ruba'i yang artinya melanggar perjanjian.
Adapun iir *".rpakan bentuk tsulatsi dali_ i';);- ?;- yang
artinya dia menjaganya dan menolongnya, demikian pula ];+lt
artinya adalah ,4r*ir yang menjaga, maka i;ii maknr.,ya aduirh
menghilangkan penjagaan dan melanggar janji.
Setiap muslim tidak boleh mengingkari perjanjian atau
melanggamya. Perjanjian ini tidak boleh diberikan kepada mereka
yagn suka melanggar, karena kalau mereka melanggar perjanjian
di antara sesama mereka, tentu akan lebih mudah bagi mereka
melanggar perjanjian denganAllah dan dengan Rasul-Nya, padahal
keduanya sama-sama tidak dibolehkan. Akan tetapi sebagian
perbuatan kejelekan lebih ringan dari sebagian yang lainnya, dan
sebagian dari dosa besar lebih keras dari sebagian yang lainnya.
Demikian pula kalau mereka meminta hukum Allah maka
janganlah terima, tetapi katakanlah,'Saya akan menghukumi kalian
berdasarkan hukum yang di buat oleh temanku.'Dan tidak mengapa
kalau mengatakan, 'Saya akan berijtihad untuk menghukumi kalian
berdasarkan apa yang mencocoki syari'at. Saya tidak mampu untuk
menghukumi kalian secara tepat berdasarkan hukum Allah karena
bisa saja saya keliru.'Dan mereka pun dihukum berdasarkan hasil
ijtihadnya tersebut. Sebab kalau tidak tepat dengan hukum Allah
maka dia telah berdusta atas Allah. Ini dilakukan demi kehati-
hatian, dan termasuk adab syar'i dalam memberikan perjanjian dan
menghukumi musuh berdasarkan hukum yang diridhai oleh Allah
E.
Kandungan Bab lni
Al- Alomoh Syaikh Abdullah
bin Abdul Aziz bin Baaz
--!
dengan perjanjian kaum muslimin.
2. Petunjuk Rasulullah s untuk memilih salah satu pilihan yang
paling ringan resikonya dari dua pilihan yang ada.
3. Etika dalam berjihad, yaitu supaya menyeru dengan mengucapkan,
" B ismill ah fi s ab ilillah ;'
4. Perintah untuk memer.rngi orang-orang yang kafir kepadaAllah.
5. Perintah untuk senantiasa memohon pertolongan Allah dalam
memerangi orang-orang kafir.
6. Perbedaan antara hukum Allah dan hukum hasil ijtihad para
ulama.
7. Disyaiatkan bagi seorang komandan dalam kondisi yang
diperlukan seperti yang tersebut dalam hadits, untuk berijtihad
dalam menenfukan hukum tertenfu, walaupun ia tidak tahu
apakah ijtihadnya sesuai dengan hukum Allah atau tidak.
a-o:*:o.-t
ivarah KitabTauhid
Syaikh bin Baaz
.%o/ az
o4dx9o6-o
IARANGAN BERSUMPAH
MENDAHULUI ALIAH
Jundub bin Abdullah aw berkata, Rasulullah ffi bersabda,
*'ri a" qrtti ;: Mj.'lt)t ,s*,l@ir;Iv lnti,k:r lv,
u,{t;i li;ii d,L'p i; At r 4irli't
"<t
"Ada seorflng laki-laki berkata, "Demi Allah, Allah tidak akan
ffiengampuni si fulan, maka Allah vfi. be(irman, "Siapa yflng
bersumpah mendahului-Ku, bahwa aku tidak mengnmpuni si
fulan? Sungguh Aku telah ffiengampuni-Nya ilan Aku telah
menghapuskan amalmu."d3 (HR. Muslim)
x Syarah
Pada bab ini penulis menyebutkan ancaman bagi orang yang
bersumpah bahwa Allah tidak akan melakukan begini dan begitu.
Ucapan ini merupakan kelancangan bagi Allah, mengurangi
kesempumaan tauhid dan melemahkan iman seseor€u:Ig.
283 Diriwayatkan oleh Muslim (2621)
Al ,\larnart Syrukh Abdttlla!t
bin Abdul Aziz bin Baaz
{ .:b } : Ada dua bahasa, bisa dengan membacaf thahhuruf "dal"
nya, bisa juga dengan dibaca dhammah.
|undab berkata, Rasulullah M bersabda' "seseorang telah
bersumpah dengan mengatakan, demi Allah..."
{ ,li,Jr , :* je- qir s; } , Artinya adalah bersumpah, demikian
pula makna dari qJlt .
Hadits ini mengingatkan kita agar tidak lancang kepada Allah
dengan mengatakan bahwa Allah tidak akan melakukan begini
dan begitu disertai sumpah. Atau ucapan bahwa Allah tidak akan
mengampuni fulan dan sebagainya. Selain kelancangan, ucapiu:l
ini juga kedzaliman yang tidak dibolehkan karena kita tidak punya
ilmu dari Allah, dan tidak punya hak. Meskipun orang yang kita
sumpahi tersebut pelaku dosa besar atau maksiat. Seharusnya kita
malah mendoakarmya agar mendapat hidayah, karena mungkin
Allah sudah mengampuninya narnun kita tidak mengetahuinya.
Inilah bahaya dari lisan, maka wajib bagi kita untuk menjaganya
dan berhati-hati darinya, dan merendahkan tauhid dan iman kita.
Dan disebutkan dalam hadits riwayat Abi Hurairah ry bahwa
orang yang bersumpah demikian itu adalah orang yang ahli
ibadah. Abu Hurairah berkata, "lA telah mengucapkan suatu ucapan
yang menghancurkan dunia dan akhiratnya." (HR. Ahmad dan Abu
Dawud)
Pada hadits Abu Hurairah disebutkan, bahwa laki-laki yang
bersumpah tersebut adalah seorang ahli ibadah, karena terdorong
oleh semangat dan ibadahnya sampai dia bersumpah seperti itu.
Ini menunjukkan bahwa manusia terkadang memiliki semangat
yang berlebihan sehingga berbahaya dan merugikan. Semangat
ini bisa menjatuhkan pelakunya kepada sikap lancang kepada
Allah. Terkadang semangat beramar ma'ruf dan nahi mungkar
tanpa didasari dengan ilmu, hanya berakibat mengingkari suatu
41,4
Syarah KitabTauhid
Syaikh bin Baaz
kemungkaran tanpa di sertai dengan ilmu. Oleh karena itu kita
wajib memahami syariat di dalam mengingkari kemungkaran
dan memperhatikan batasan-batasannya, sebagaimana yang telah
ditetapkan olehAllah.
1i'fit iq! J;1. i b , Yaitu membinasakan dunia dan akhiratnya
karena perkataan tersebut adalah perkataan yang berbahaya.
Disebutkan dalam hadits,
Q!r,s*'YvA+ii v #\;;:f,,{'xjt';|.,
";'ki,$t ",-,;it, o4l
"sesungguhnya seorang hamba mengucapkar ruotu' *ai*ot yang
dia anggap enteng, ternyata dia dilemparknn ke dalam neraka karena
ucapannya tersebut sejauh antara timur danbnrat."z8a
Dalam lafadzyang lain disebutkan,
,"
*"q kl #t ea' ;Jr5 W.
g'ry;. b *r'o\"
.,ir;li ,;3- JL.
"sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kalimat yang
menimbulkan kemurkaan Allah tanpa dia ketahui apa maknanya,
ternyata Allah mencatatnya sampai hari dilemparknnnya dia ke dalam
nerAkt",28s yaitu dia tidak mencari tahu akan maknanya.
Kandungan Bab lni
1. Peringatan untuk tidak bersumpah mendahului Allah.
2. Hadits di atas menunjukkan bahwa neraka itu lebih dekat kepada
seseor.rng dari pada tali sandal jepitnya.
3. Begitu juga surga.
284 Diriwayatkan oleh Bukhari (6477,64781dan Muslim ( 2988 )
285 Diriwayatkan oleh MalikdalamAlMuwaththo (1781),Tirmidzi (2319),lbnu Majah (3969),Hakim dalamAl
Mttstodrak(137). Dishahihkan oletr Al Allamah Albani dalam Si/silah Ash Shahihoh (W)
4t5
Al- Aianrah Syaikir Abdui!an
bin Abdul Aziz bin Boaz
--rt
Buktinya adalah apa yang telah dikatakan oleh Abu Hurairah
di atas, "Ia telah mengucapkan perkataan yang membinasakan
dunia dan akhirafrtya!'
5. Kadang-kadang seseorang mendapatkan ampunan dari Allah
disebabkan karena adanya sesuatu yang ia benci.
ra+*q- e6:9
".-re
__i
ivarah KitabTouhid
Syoikh bin Baaz
.%o/ al
@--l--q-9' r,-i3Q'^q;.\O
LARANGAN MENJADI IGN ALLAH
SEBAGAI PERANTARA KEPADA
MAKHLUK-NYA
Diriwayatkan dari ]ubair bin Muth'im g,r, bahwa ada seorang
badui datang kepada Rasulullah S dengan mengatakart, '\a
Rasulullah, orang-orang pada kehabisan tenaga, anak istri
kelaparan, dan harta benda pada musnah, maka mintalah siraman
hujan untuk kami kepada Rabbmu, sungguh kami menjadikan
Allah sebagai perantara kepadamu, dan kami menjadikanmu
sebagai perantara kepada Allah."
Maka Nabi bersabda,
*");3 a-qi 3i 4,1;*,gt'ot;#".it ,rJ,
,l#i;it.4; b e;i it'oi:r'rt tar u g.,.fr LtA-i,'JG
.1yt f ;i ";): b fi .* *u;'i:i":;t
"Maha Suci Allah, Maha Suci Allah" - beliau masih terus
bertasbih sampai nampak pada waiah para sahabat (perasaan
takut akan kemarahan beliau), kemudian beliau bersabda,
A! -'Ai a nt a n Syai l;h Abri ull c n
bin Abdul Aziz bin Baaz
-.]
"Kasihanilah dirimu, tahukah kalian siapa Allah itu? Sungguh l
kedadakan Allah we itu j auh lebih agung dai p ail a y ang demikian
l
itu, sesungguhnya tiilak ilibenarkan Allah ilijailikan sebagai
l
perantara kepaila siapa pun ilari makhlak-Nyo." * (HR. Abu
I
Daud)
1
x Syarah
Penulis membawakan bab ini karena merupakan kesempumaan
tauhid dan iman. Selain itu meniadikan Allah sebagai perantara
dengan makhluk adalah kesyirikan. Kedudukan Allah lebih agung
daripada apa yang engkau ucapkan. Karena itu Allah tidak boleh
dijadikan perantara kepada salah seorang makhluk-Nya.
Yang boleh adalah meminta syafaat atas sesama makhluk,
misalnya mengatakan, wahai fulan saya meminta syafaat kepada
fulan atasmu. Mengapa tidak boleh kepada Allah karena yang
dimintai syafaat lebih agung daripada yang diberi syafaat dan
ini tidaklah layak bagi Allah. Atlah di atas segala sesuatu. Ya.g
disyariatkan adalah berdoa dengan menyebut narna-nama dan sifat
sifatnya.
Dari Jubair bin Muth'im berkata, "Seorang Arab Badui menemui
Nabi ff_,, seraya berkata, "Wahai Muhammad."
Nabi S berkat4 ,, Ar ir;;j >. Beliau ucapkan perkataan tersebut
pada setiap perkara yang besar yang dicintai ataupun yang makruh.
Pada seluruh perkara yang besar, yang membuat takjub atau yang
dia ingkari.
Hal ini sangatlah banyak contohnya seperti hadits al Anwaath
dan hadits, *'F\'fii.ti ii, dan sebagainya.
285 Diriwayatkan oleh Abu Daud (4725), Thabrani dalam A/ Kobir (15471, didhaifl<an oleh Al Allamah Albani
dalam Dh o if Abu Da ud ('l O17)
ffi,
Syarah KitabTauhid
Syaikh bin Eaaz
Kandungan Bab lni
L. Rasulullah W mengingkari seseorang yang mengatakan, "Kami
menjadikan Allah sebagai perantara kepadamu."
2. Rasulullah ffi marah sekali ketika mendengar ucapzu:I ini, dan
bertasbih berkali-kali, sehingga para sahabat merasa takut.
3. Rasulullah W- tidak mengingkari ucapan Badul "Kami
menjadikanmu sebagai perantara kepada Allah."
4. Penjelasan tentang makna sabda Rasul, "Subhanallah" (yang
artinya: Maha Suci Allah).
5. Kaum muslimin menjadikan Rasulullah sebagai perantara (pada
masa hidupnya) untuk memohon (kepada Allah E) siraman
hujan.
@-easoqa:|3 e(\O)
ti 'Aion(il Sysixn AbCullait
bin Abdut Aziz bin Baaz
9o/ dd
a-1dx9o6-o
UPAYA RASULULLAH ffi
DAIAM MENJAGA KEMURNIAN TAUHID, DAN
MENUTUP SEMUA JALAN YANG MENUJU
KEPADA KEMUSYRIKAN
Abdullah bin Asy Syikhkhir # berkata, "Ketika aku ikut
perg bersama suatu delegasi Bani Amir menemui Rasulullah M-,
kami berkata,
eL;i;,':)x ri;t,,ei,jdi a:)$':xt 3,bt16..6{; *t,,
u jr [:'t-rr W,;* oi ;s ly,4 3i ;*A$$,sa3$
,Engkau adalah sayyiiluna (tuan kami), maka beliau bersabda,'
sayyid (tuan) yang sebennrnya ailalah Allah w'. Kemudian kami
berkata, 'Engkau adalah yang paling utama dan paling agung
keb aikannya di antara kita. B eliau bersab d a,' uc apk anl ah s ema a
atau sebagaian kata-kata yang waiar bagi kalian, ilan ianganlah
kalian terseret oleh syetafl."'?f,7 (HR- Abu Daud dengan sanad
yang shahih)
Albani dalam Al MisYkoh (49ct0) ri dalam M obtil M ufrad (21 "ll. Disha hihkan oleh Al Allamah
ffiry+'-
Dikatakan oleh Anas bin Malik ang bahwa ada sebagian orang
berkata,
6k t-:6 U ,jt;, ,u-Q," $3
7 ,t3F Gt, 8'86 ,+l q,
6i .j-.ua :it Ftourigt,
!.r ilo:;'ta,53 eh6:$,j,ur
iur
uffi.1'1h,A,"r)-i;i U,'"l;,eA*;SS$$UUyrf3*|il*i=titic,,,y; t3*ii
"Ya Rasulullah, wahai orang yang paling baik di antara kami,
dan putra orang yang terbaik di antara kami, wahai tuan kami
dan putra tuan kami", maka Rasulullah ffi bersabd,a,'sauilara-
saudara sekalian! Ucapkanlah kata-kata yang zoaiar saja bagi
kamu sekalian, ilan janganlah sekali-kali kalian terbujuk oleh
syetan. Aku adalah Muhammad, hamba Allah dan utusan-Nya,
aku tiilak sen nng kalian mengagungkanku melebihi ke iluilukanku
ynflg telah ilibeikan Allah w kepadaku."' (HR.ot An Nasai
dengan sanad yang iayyid)
x Syarah
Padabab ini penulis berbicara tentang penjagaan terhadap tauhid
melalui perkataan-perkataan kita. Pada bab-bab sebelumnya telah
dijelaskan penjagaan terhadap tauhid melalui perbuatan-perbuatan
kita dan beberapa bagian-bagian dari tauhid.
Bab ini menerangkan tentang penjagaan terhadap tauhid kata
al-himaa (penjagaan -pent) tidak termasuk ke dalam dzat dan berada
di luar dzat. Dengan demikian bab ini merupakan penjelasan yang
paling tepat yang berkaitan dengan masalah tauhid dan yang
berkaitan dengan perkataan-perkataan. Rasulullah ffi menjaga
bagian-bagian tauhid, baik penjagaan dari segi perkataan ataupun
dari segi amalan sehingga manusia terhindar dari kesyirikan
288Diriwayatkan oleh Ahmad (13553), Nasa'i dalam Al Kbra (10078), Al Muftaqil-Hindi dalam Konzul
Ummal(9Ol2l.Dishahihkan oleh Al Allamah Albani dalam /s/ah ul-Mosojd (126/1)
Syarah KitabTouhid
Syoixh bin Baoz
- .r1'tJ--l
dan tidak terjerumus ke dalamnya. Beliau juga memperingatkan
dari segala macam sarana dan wasiluh y*g dapat menyeret kita
kepada kesyirikan, ini menunjukkan kesempurnaan dakwah yang
disampaikan oleh beliau g.
Dari Abdullah bin Asy Syikhkhir menuturkan, "Ketika aku ikut
pergr bersama suatu delegasi Bani Amir menemui Rasulullah ff,"
kami berkata..."
{ nt .rll.lt } : Sayyid adalah Allah. Ini menunjukkan ketawadhu'an
Rasulullah S dan kekhawatiran beliau agar jangan sampai mereka
terjerumus pada sikap berlebih-lebihan. Walaupun sebenamya
beliau adalah sayyid dari anak Adam A:ry. Ini merupakan dalil
apabila seseor.u-rg dipanggil dengan panggilan sayyid, hendaknya
dia mengatakan, As sayyid adalah Allah', sehingga tidak ada
dalam hatinya bentuk pengagungan kepada selainAllah.
& pY4 itl.-rr ) : Maksudnya janganlah kalian terseret oleh syetan
kepada sesuatu yang tidak layak. Janganlah kalian dijadikan oleh
Syetan sebagai utusan kepada perbuatan syirik dan sikap guluw.
Hendaklah kalian mengucapkan perkataan yang sudah biasa
diucapkan seperti: Abul Qasim, wahai Rasulullah, dan wahai
Nabiyullah, dan jauhilah perkataan-perkatan yang menyeret
pada sikap berlebih-lebihan.
t-
4. &P- Y ) : maksudnya adalah janganlah kalian dijerumuskan
ole'h syetan ke dalam kesesatan.
Sebagaimana yang dicontohkan oleh Allah dalam firman Nya,
" Wahai Rasul." (QS. Al Maaidah: 57) fl|;trq:i,;X
'Wahai Nabi." (QS. Al Mumtahanah: 12)
{#'6itr}
Al- Alamah Syoikh Abculian
bin Abdul Aziz bin Boaz
Cr*u?1,fr';6iF
"Mqha Suci Allah, yang telah memperialankan hamba-Nyt." (QS. Al
Isra': L)
{ ;r1Il e* *,s;iq$4l;il }
"segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al
Kitab 6l Quritn)." (QS.Al Kahfi:1)
Ini dimaksudkan untuk menutup segala sarana yang dapat
mengantarkan pada perbuatan syirik, sebab kalau mereka berkata
kepada kepada Rasulullah $, 'Wahai sayyid kami', atau dengan
lafadz-lafadz lainnya yang banyak diucapkan sekarang ini oleh
orang-orang ghuluw, mereka akan terseret pada penyembahan,
berdoa, dan beristighasah kepada selain Allah, serta menyangka
beliau dapat mengetahui perkara gaib dan yang lainnya. Ini sudah
dilakukan oleh mereka sebagaimana dalam balt Shahib al Burdah,
ozo o1,
J,(,JJiJtiftu
"Wahai yang paling mulia akhlaknya ada apa denganku "
Akhimya mereka pun teriatuh pada sikap ghuluw, sampai-
sampai mereka berkata tentang Nabi ffi bahwasanya beliau dapat
menyelamatkan kelak pada hari kiamat, dan barang siapa yang
tidak diselamatkan oleh Nabi ff maka dia tidak akan selamat. Ini
merupakan sikap berlebih-lebihan yang terbesar. Mereka juga
berkata bahwa Nabi i|( memiliki ilmu al lauh rnal qolam dan beliau
dapat mengetahui segala sesuatu.
Wajib bagi seorang muslim untuk senantiasa menjaga lisannya
dan membatasi ucapannya baik itu terhadap Rasulullah ffi atau
selainnya. Dan hendaknya menghiasi diri dengan adab-adab syar'i
di dalam perkataannya, perbuatannya kepada setiap rasul, dan
orang-orang shalih dan ulama, sehingga tidak terjerumus pada sikap
ghuluw seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani, yang menyeret
24
Syarah Kitab Tauhid
Syaikh bin Baaz
mereka pada penyembahan kepada wali-wali, beristighasah kepada
para nabi, orang-orang shalih dan ulama-ulama mereka, akibatnya
mereka terjatuh pada syirik besar dan dosa yang tak terampuni-
Kandungan Bab lni
1. Peringatan kepada para sahabat agar tidak bersikap berlebih-
lebihan terhadap beliauBe.
2. Orang yang dipanggil dengan panggrlan, "Engkau adalah tuan
kami" hendaknya ia menjawab, "Tuan yang sebenamya adalah
Allah."
3. Rasulullah g memperingatkan para sahabat agar tidak terseret
dan terbujuk oleh syetan, padahal mereka tidak mengatakan
kecuali yang sebenamya.
4. Rasulullah g (tidak menginginkan sanjungan dari para sahabat
yang melampaui kedudukan yang sebenarnya), dengan sabdanya
'Aku tiilak senang kamu seknlian mengangkatku melcbihi lcedudukan
(yang sebutarnya) yangtelah iliber*ankepndaku oleh Allah w-"
-o"*eo*
289 Bab ini menunjukkan bahwa tauhitl tidak akan semprrna dan mumi, kecuali deigan meighindarkan
dki dari setiap ucapan yang menjurus kepada perlakuan yang berletihlebihan terhadap malJrluk
karena dikhawatirkan akan menyeret kedalam kernusyrikan.
. "r1'"flffin$'at.l!|ltrfi 'r'1ii mili
Ai- Alomart Syaikh AbCuliah
bin A.bCui Aziz bin Bdaz
.%o/ aZ
e-1o:Xq@6-o
I KEAGUNGAN
DAN KEKUASMN ALLAH W ]
Firman Allah w,
Lt rt*ut t y.t G :Z+ q,.):lt; ;r.fr G'ht tt)i vi\
4;f *a Jaifi*"*--Lttid
" D flt mereka (orang-orang musyik) tidak mengagung-agungkon
Allah dengan pengagungan yang sebenat'benflfltya, padahol
bumi seluruhnya ilalam gengganan-Nya paila hai kiamat, ilan
sernufl langit iligulung ilengan tangan kanan-Nya. Maha Suci dan
Maha Tinggi Allah ilai segala perbaatan syiik meteka." (QS.
AzZuman 671
Ibnu Mas'ud aw berkata, "Salah seorang pendeta Yahudi datang
kepada Rasulullah ffi seraya berkata,
**',*;'utr e\ :,'fui kXar'rf 4 ty,'ii;: s-,
*;L6,ii,,t,*;1i.w*&,o)ep,t6-,;;&,{\ c\
vYz
J; Aab,&\ *';-t:" I
i}:,r t, y:.i*, &\
,r
Ai-'A!o m ah SYaikit Abcl u tl al;
bin AbCul Aziz bin Bcaz
li\,.i^at;b6#::,,
"Wahai Muhammad, sesungguhnya kami dapati (ilalam kitab
suci kami) bahzoa Allah akan meletakkan langit di atas satu jai,
pohon-pohon di atas satu jari, air di atas satu jari, tanah ili atas
satu jai, dan seluruh makhluk ili atas satu jari, kemuilian Allah
berfirman, Akulah Penguasa (raia)'. Maka Rasulullah Mtertaan
s amp ai namp ak gigi gerah am beliau, karena memb enarkan uc ap an
penileta Yahuili itu, kemudian beliau memb acakan firman Allah,
4q b:lti :ti A-ht trSiui F
"D ott mereka (or ang-orang musyrik) tiilak firengagung- agangkan
Allah dengan pengagungan y ang sebenar-benarny a, pailahal bumi
selurahnya dalam genggaffian-Nya pada hai kiamat." (QS. Az
Zumar.67l
Dan dalam riwayat lmam Muslim terdapat tambahan,
i*7, *'A6"'ar rf ,J4;ir A,'t;*;&i it4rj,,
I
"Gunung-gu*r; dan pohon-pohon ili atas satu jai, kemuilian
iligoncangkanny a ser ay a b erfirman, "Akul ah p eflgua sa, Akul ah
Allah."
Dan dalam riwayat Imam Bukhari dikatakan,
6i;ir ;6it &&\\,r*,s"?')t'tttAlaabb,&,&\ \&* q*t i*,tiit $X,>>
<< ,'-*l\*
,
'Alloh letakkan setnua langit di atas satu jai, air serta tanah
di atas satu jai, dan selurah makhluk di atas satu jai."N (HR.
Bukhari dan Muslim)
Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar N4 bahwa
Rasulullah ffi bersabda,
290 Diriwayatkan oleh Bukhari (4811,7414,7415, 7513). Muslim (2786) {Sm*'E#.
@
Syarah KitabTauhid
Syaikh bin Eaaz
A ifi|,,#, r*,}tu iyEt1i,-t;Lt'it srLi,
$Pto, o Ol
l. ?'o:tke
fd
"Allah akon menggalung selurah lapisan langit pada hari kiamat,
lalu iliambil dengan tangan kanan'Nya, dan betfirman, Akulah
penguasa, fiianta oraflg-orang yang betlaku lalim? Mana oranS-
orang yang sombong? Kemuilian Alloh menggulung ketuiuh lapis
bumi, lalu iliambil dengan tangan kiri-Nya dan berfirman{ "Aktt-
lah Penguflsfl, maflfl orang-orafly yang beilaku lalim? Mana
"Nor ang- or ang y flng s omb o ng?
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas #, ia berkata
*se*
uisf;\y;; ;*1v* ,.!;rfutg,"
"{Ytd
"Tiilaklah langit hrjuh ilanbami tuiuh iliTelapakTangan Allah
291 Diriwayatkan oleh Muslim (278s). Syaikh Al Utsaiman menjdaskannya dalam bukunya N QaululMufid
tX{#W#Yt-'ri'touaiomoitdergantangonki*Nyalt*tayans
berarti kiridiperdebatkan oletr
para perSwiiDi antara mereka ada yang menetapkan angan kiri. ada juga yang tidak metetapkannya.
Yang tidak rnenetapkannya beralasan bahwa hadiS ini syadz karena nrenyelisihi dua orang tsiqah
dalam periwayatan hadits inidari lbnu Umar. Di antara mereka adayang berkata,Sesungguhnya orang
yang menukilnya adalah orang yang tsiqah. nanrrn ia bedetrihanl Alasan yang mendasari (dianggap)
tidak shahihnya hadits ini karena Nabi bersaMa, Prungorury odil itu di atos mimfurmimbor dari
cohayo, di fielah lanon Ar-Rahmon. lQdwTatgan-llya doloh kanan! (HR. Muslim)
lni berkonsekuensi tidak adanya tangan kanan atau kiri- Akan tetapi, jika lahdr 'kiri'ini tetap dipakai,
maka kata-kata itu menurutku tidak akan nrenafikan ungkapan 1(edua Tangn{.lya kanan: lGrena
maknanya bahwa tangan yang lain tidak seperti tangan kiri seperti yang ada pada maklrluk )rang lebih
lemah dari tangan kanan. SaMa Nabi ini,'l(edua Tangan+{ya kanan, tanpa kekurangani bermakna
keduanya tidak memilik kekurangan. lni diperkmt ole*r saMa beliau dalam hadits Adam,
Aku memilih di fieloh kanan Ratr-ku dan kduoTongan-Ny odalah lanon yang mrot berlohi
Ketika keraguan meiggiring kita untuk meneapkan adanya tangan kiri, yaitu tangan yang memiliki
kekurangan daripada tangan satunya. kembali kepda hadats,'Kedua Tangan-Nya kananl llal itu jLiga
diperkuat oletr saManya, "Oangrorang adil itu di otos minbor-mimbor dori *Mah lanon Ar-Rohman.
l(dua Tangan-Nya adaloh knanl Hadits ini menerangkan keutamaan orangorang adil. Mereka
berada di sebelah kananArRohman subhanahuwata'a'o.Yang jelas. Allah memiliki dua tangan,iika kita
mengatakan tangan satu-Nya adalah kiri, tidak beraili angan kiri tersebut leLrih lernah daripada tangan
kanan. Karena dua-duanya kanan.
Yang wa.iib bagi kita adalah, jika Nabi *g telah menetapkan sesuatu, kita harus rnenginraninya, tidak ada
pertentangan antara hadits tentang tangan kiri tadi dengan haditt"Duaduanya adalah kanani
-rsr*!fti
ry
bin Abdul Aziz bin Saaz
Ar Rahman, kccuali bagaikan sebutir biji sazoi ililetakkan di
telapak tangan seseorang di antara kalian."
Ibnu Jarir berkata "Yunus meriwayatkan kepadaku dari Ibnu
Wahb, dari Ibnu Zaid, dari bapaknya (Zaid bin Aslam), ia berkat4
'Rasulullah ffi bersabd4
t
# *ft" q?. A-. 4*t eV ts'ty A_. pitJ.,tr:3t u,
'Ketujuh langit berada ili Kursi, tiaila lain hanyalah bagaikan
tujuh keping ilirham yang ililetakkan ili atas perisai."'
Kemudian Ibnu )arir berkata, "Dan Abu Dzar era berkat4 'Aku
mendengar Rasulull ah #bersabda
',r)r &'P (;,zii *y b*s'"'ttqnt c=un;tu,,
" q,lit
" Kur si y ang b er a d a ili Ar sy ti a da I ain h any al ah b a gaikan s ebu oh
gelangbesi yang ilibuang ili tengah-tengah pailang pasir."u2
Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud w bahwa ia berkata,
9r-o^n'a
y#W,t:7r rv:"F ,#i,cG *atrqilr ,t:*.lt,#,
9-q to , '-, ,o
oo
y#-qf-:li y#Fl r$t, rG ,- \*';,t, t:-'.-tt,Ft, r,G
,;ir oiq; tJX./' ,(J - u_J
uJ hrri ,aat oi; Sp6 ,7G irr!,.:i ,aE
/ bu,(r},!tt;i/
"Antara langit yaflg paling bawah ilengon yang beikutnya
jaraknya 500 tahun, ilan antara setiap langit jaraknya 500 tahun,
antata langit yang ketujuh ilan Kursi jaraknya 500 tahun, antara
Kur si il an s amu dr a air j ar akny a 5 U) t ahun, s e il an g Ar sy itu b er a il a
di atas samudra air itu, ilan Allahwberada di atas Arsy, tiilak
292 Diriwayatkan oleh lbnu JarirThabari dalam Iafsir-nya ketika menafsirkan ayat kursi dari surat Al Baqarah,
Abu Syaikh dalam Al Uzhmah (21587)
Syarah Kitob Tauhid
Syetikh bin Baaz
tersembunyi bagt Allah suahr apflpun dai perbuatan kalion."
(HR. Ibnu Mahdi dari Hamad bin Salamah, dari Aisyah, dari
Zar4 dari Abdullah bin Maslud)
Atsar ini diriwayatkan dari berbagai macam jalur sanad, demikian
yang dikatakan oleh imam Ad Dzahabi.
Al Abbas bin Abdul Muthalib Na berkata, "Rasulullah ffi
bersabda
tv#,:JG ,p;i i;;inr 'G r;e3<tt: 4i;lt 'e '":t3',[i; ,
bi,*yw'r#rU. .;t64-,1.* ,t
iv.=Jsa
/4-7jtstzra-lo- ! l.o / e)
6J*'zsl t
qrJti *rult rqt',;t,* y$-i:y ra|)f #i
'J,.?i,Jti'oF w'lnti,;r'rttt, sLt';,; t5 :>';ii $ :"i;;F
,,ille)Gibt?*&
'Tahukah kalian berapa jarak antara langit dan bami?' Kami
meniawab,'Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui'. Beliau
bersabda, Antara langit ilan bumi itu jaraknya perjalanan 500
tahun, dan antara langit yang satu dangan yang lain iaraknya
perjalanan 500 tahun, sedangkan tebalnya setiap langit adalah
perjalonan 500 tahun, antara langit yaflg ketujuh dengan Arsy
ada samudra, dan antara dasar samuilra ilengan permukaannya
seperti jarak antara langit dengan bumi, ilan Allah wz ili atas
itu semua, dan tiaila y flng ters embuny i b agi-Ny a s esuafit ap flpun
ilori perbuatan anak Adam." zsr (HR. Abu Daud dan ahli hadits
yang lain)
,r3 Dirir"y@u Daud (4723), ia berkata, rel! ti ,Ar ; tt Ji r iri3it $
"Tohukohkamuberapa jauh jorokantaro longitdanbumi?"Sahabat menjSwab'TidaktahujNabi berkata,
'Jaroknyo seiauh 71,72 atou 73 tahun... (Hadits).Iidak disebutkan.iarak 500 tahun, demikian juga pada
hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidl (3320), lbnu Majah (193), Al Allamah Albani mendhaiftan lafazh
ini dalam Dhaif Abu Doud (1014), Ahmad (177o) dengan lafafi yang hampir sama dengan lafazh yang
disampaikan penulis, yaitu penyebutan jarak antara langit dan bumi serta antara langit deigan langit
berikutnya 5OO tahun perjalanan. Demikian juga diriwayatkan oleh Hakim dalam Al Mustadrak (3137).
Lahzh ini juga didhaifl<an oleh Al Allamah Albani dalam DhoffN Jomi'(60931
,* Syarah
Bab ini merupakan bab terakhir yang meliputi ketiga macam
jenis tauhid. Altah berfirman,
$.yr,fr.i-'at |tiiv"t$
"Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang
semestinya." (QS. Al An'am:91)
Ayat ini menjelaskan kebesaran qudraft Allah w. Selain itu
dijelaskan bahwa Allah # menggulung langit dan bumi. Siapa
saja yang memiliki kekuatan seperti ini, maka tentunya dialah yang
berhak untuk disembah dan ditaati. Sudah tentu pula dia memiliki
narna-nama dan sifat-sifat yang sempuma, tidak ada yang menyamai
perbuatan-perbuatannya, tidak ada tandingannya dan tidak bisa
dikiaskan dengan makhluknya.Dialah W Dzat yang maha berkuasa
terhadap segala sesuatu.
Dari Abdullah bin Mas'ud berkata, "Telah datang seorang
ulama Yahudi menemui Rasulullah ffi dan berkata,..."
1- dengan huruf C yang di-fathah atau di-kasrah adalah seorang
alim dari ulama Yahudi.
"Wahai Muhammad! Sesungguhnya kami mendapati dalam
kitab suci kami, bahwasanya Allah menempatkan langit dan bumi
pada jari-jari-Nya." Meskipun langit dan bumi ini sangat besar
narnun Allah E akan membawa makhluk-makhluk ini pada lima
jari dan akan menggoyangkannya. Kemudian Allah berkata, ",4kulah
penguasa, akulah penguasa, mana orang-orang yang lalim? Mana orang-
or an g y an g somb on g? Man n p enguas a-p en gu as a b umi ? "
Kemudian Nabi S membaca ayat dan membenarkan ucapan
orurng Yahudi tersebut. Hadits ini menetapkan sifat-sifat bagi Allah
seperti; Allah mempunyai tangan kanan dan kiri, namun pada
hadits lain disebutkan bahwa kedua tangan Allah adalah kanan.
Penyebutan salah satu dari tanganAllah tersebut dengan kanan dan
yang lainnya dengan kiri adalah dari segi Penamaan, namun dari
segi makna dan kemuliaan kedua tangan Allah w adalah kanan,
sehingga tidak ada pertentangan antara kedua hadits tersebut.
Demikian pula telapak tangan, Rasulullah ffi bersabda, "Tuiuh
lapis langit dan tujuh lapis bumi yang diletakkan ili telapak tangan Ar
Rahman ibarat biji sawi yang diletakkan di telapak tangan seorang di antara
kalian."
Dari Ibnu Mas'ud berkata, "larak antarnlangit dunia ilmgan langit
b erikutny a adnlah limaratus tahun. . . "
Dari Al Abbas dengan marfu', "Tahukah kalian jarak antnra langit
deagan bumi?". Kami berkata, 'Hanya Anah dan Rasul-Nya yang
paling tahu.'
Inilah di antara hadits-hadits yang menetapkan sifat-sifat bagi
Altah dan sifat 'uluut (tinggr -pent) bagi Allah E. Ahlussunnah wal
jama'ah telah sepakat bahwa Allah E berada di atas Arsy, di atas
seluruh makhluk dan ilmu Allah E di setiap tempat sebagaimana
disebutkan dalam banyak hadits.
Hadits Ibnu Mas'ud adalah shahitu sedangkan haditsAbbas pada
sanadnya terdapat inqitha', akan tetapi derajatnya bisa terangkat.
Terdapat riwayat lain yang menyebutkan bahwa i*uk antara
langit dan bumi adalah sejauh perjalanan tujuh puluh satu tahun,
atau tujuh puluh dua tahun, atau tujuh puluh tiga tahun. Sebagian
ahtul ilmi berusaha menggabungkan keduanya dengan mengatakan
bahwa bentuk perjalanan itu berbeda-beda, maka iaruk lima ratus
tahun untuk perjalanan dengan membawa beban berat, atau
perjalanan dengan kaki, atau perjalanan biasa. Adapun j-uk tujuh
puluh tiga tahun untuk perjalanan ringan yang lebih cepat, yaitu
sekitar seperenam kali lebih cepat dari perjal.rnan dengan membawa
beban berat.
Al -'A!a r\ 3 h Sy ci kh A b d u I I a h
l;in Abdui A:iz b;n Baoz
Semua bentuk penafsiran tersebut menunjulkan kebesaran
dan ketinggian Allah E, dan tidak ada satupun amal perbuatan
yang dilakukan oleh Bani Adam yang tersembunyi dari-Nya. Juga
menunjukkan ketinggian dari makhluk-makhluk tersebut yang
memiliki jarak yang sangat jauh di antara keduanya, maka tentunya
Rabb yang Maha Pencipta p yang telah menciptakan keduanya
lebih agung dan lebih besar.
Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta, serta shalawat dan
keselamatan atas Nabi-Nya, Muhammad M.
a-o-*'o-t
Syarah KitabTauhid
Syaikh bin Baaz