The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

RANCANGAN AKSI NYATA 1.4

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dimaswibowo31, 2022-12-22 06:46:47

RANCANGAN

RANCANGAN AKSI NYATA 1.4

JUDUL MODUL : PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI SDN BANDENGAN 01
PEKALONGAN
NAMA PESERTA : DIMAS ARI WIBOWO, S.Pd

A. LATAR BELAKANG : Menurunnya karakter baik murid baik terhadap guru dan sesama teman,
pudarnya rasa disiplin anak terhadap bentuk disiplin diri disekolah, menyikapi hal tersebut
maka perlu adanya pembentukan Keyakinan kelas atau sekolah. Keyakinan kelas dapat
dipedomani dalam melaksanakan segala sesuatu dikelas/disekolah guna mewujudkan budaya
positif. Budaya positif disekolah adalah nilai, keyakinan, dan kebiasaan di sekolah yang
berpihak pada murid. Dalam menerapkan budaya positif, guru memainkan peranan sentral.
Oleh karena itu, guru perlu memahami posisi kontrol yang tepat dalam mewujudkan disiplin
positif baik dikelas maupun sekolah. Dalam menerapkan disiplin positif diperlukan adanya
restitusi. Restitusi merupakan suatu proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki
kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali ke kelompok dengan karakter yang lebih kuat.
Disini diharapkan budaya positif di SDN Bandengan 01 Pekalongan bisa diterapkan melalui

pembentukan keyakinan kelas, pemahaman guru mengenai lima posisi kontrol, dan penerapan
segitiga restitusi.
B. TUJUAN
1. Menumbuhkan dan menguatkan karakter positif melalui keyakinan kelas.
2. Mewujudkan posisi kontrol sebagai manajer pada guru SDN Bandengan 01 Pekalongan
3. Mewujudkan budaya positif melalui segitiga restitusi untuk mewujudkan Profil Pelajar

Pancasila.
C. TOLOK UKUR

1. Terbentuknya keyakinan kelas sebagai landasan dalam memecahkan segala permasalahan
dalam kelas sehingga murid menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat, dan bertanggung
jawab.

2. Guru mampu mengaplikasikan posisi kontrol sebagai manajer.
3. Tertanamkan rasa nyaman dalam diri peserta didik dan komitmen untuk tidak mengulangi

kesalahan yang sama, serta mengakui kesalahan yang diperbuat secara suka rela.

D. LINIMASA TINDAKAN
 Merancang aksi nyata yang akan dilakukan dan menyampaikan hasil rancangan kepada

Kepala Sekolah.
 Berkoordinasi wakil kepala bidang kurikulum untuk Pelaksanaan desiminasi kepada guru dan

tenaga kependidikan berkaitan dengan hari tanggal pelaksanaan perimbasan.
 Berkoordinasi dengan tim yang dibentuk untuk kelancaran desiminasi.
 Pelaksanaan desiminasi dihadiri guru dan tenaga kependidikan di saksikan kepala sekolah,

dengan tata urut acara sebagai berikut : salam pembuka, sambutan kepala/yang mewakili,
penyampaian materi, tanya jawab, membuat kesepakatan tindak lanjut, penutup.
 Pelaksanaan kesepakatan bersama untuk pembuatan dan penerapan keyakinan sekolah dan
disosialisasikan kepada murid.
 Pelaksanaan pembuatan keyakinan kelas didampingi oleh guru dan ditandatangani oleh
seluruh warga kelas serta ditempel didinding kelas.
 Evaluasi dan dokumentasi penerapan budaya positif di kelas dan sekolah serta membuat
tindak lanjut kegiatan.

E. DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN
1. Sarana prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan desiminasi
2. Dukungan atau respon dari bapak kepala sekolah atas pelaksanaan desiminasi
3. Dukungan dan respon positif dari teman guru atas pelaksanaan desiminasi
4. Dukungan murid dan wali murid dalam sosialisasi dan penerapan budaya positif di sekolah.

TERIMA KASIH


Click to View FlipBook Version