The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Anggi dwi saputri_ makalah angin

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anggiedwisaputrie, 2022-12-16 03:40:54

Angin

Anggi dwi saputri_ makalah angin

ANGIN

A. Pengertian angin
Angin adalah gerak nisbi terhadap permukaan bumi. Gerak atmosfer terhadap permukaan

bumi ini memiliki dua arah yaitu arah horizontal dan arahvertikal. Kedua gerak atmosfer ini
disebabkan oleh ketidaksetimbangan radiasi bersih, kelembaban dan momentum di antara lintang
rendah dan lintang tinggi disatu pihak dan di antara permukaan bumi dan atmosfer di pihak lain.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi gerak atmosfer itu sendiri yaitu topografi, distribusi
antara permukaan daratan dan lautan, serta arus laut.

Perbedaan nilai densitas menjadi penyebab perbedaan arah datangnya angin. Angin berasal dari
daerah dengan densitas besar menuju ke daerah dengan densitas kecil. Kedatangan angin
digambarkan sebagai sebuah gradien tekanan menurun. Pernyataan tentang arah angin

dinyatakan sebagai garis lurus yang serenjang dengan isobar. Garis lurus akan tetap serenjang
dengan isobar jika hanya gradien tekanan yang bekerja. Adanya efek Coriolis akibat rotasi Bumi

membuat gerakan udara memiliki kemiringan dan memotong garis-garis isobar dengan sudut
yang kecil. Perubahan gradien tekanan menunjukkan nilai kecepatan angin. Kecuraman gradien

tekanan menandakan angin bergerak dengan kecepatan tiinggi. Tingkat kecuraman gradien
tekanan ditentukan melalui kerapatan isobar.

1

B. Proses terjadinya angin
Angin terjadi karena adanya gerakan udara yang disebabkan oleh adanya perbedaan

tekanan udara atau perbedaan suhu udara pada suatu daerah atau wilayah. Pada suatu wilayah,
daerah yang menerima energi panas matahari lebih besar akan mempunyai suhu udarayang lebih
panas dan tekanan udara yang cenderung lebih rendah. Sehingga akan terjadi perbedaan suhu dan
tekanan udara antara daerah yang menerima energi panas lebih besar dengan daerah lain yang
lebih sedikit menerima energi panas, akibatnya akan terjadi aliran udara pada wilayah tersebut.
Secara lebih terstruktur, proses terjadinya angin ini melibatkan 3 langkah khusus, yaitu:

1. Terjadinya perbedaan penyinaran oleh panas matahari
Matahari yang memancarkan sinarnya tidak bisa menyinari dengan intensitas

penyinaran yang sama antara satu tempat dengan tempat yang lainnya. Pada beberapa
wilayah atau tempat akan memiliki perbedaan perihal penerimaan sinar matahari.
Perbedaan radiasi atau cahaya matahari ini lah yang menjadi dasar terbentuknya angin.

2. Terjadi pengembangan udara atau pemuaian udara
Hal ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan atau suhu yang ada di suatu

wilayah tersebut. Pada daerah yang mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak, udara
akan mengalami pengembangan atau pemuaian, sehingga mempunyai tekanan udara yang
lebih rendah dibandingakan dengan daerah yang hanya mendapatkan sedikit sinar
matahari. Karena terjadinya pemuaian udara atau pengembangan udara ini, maka terjadi
perbedaan tekanan udara diantara kedua daerah tersebut.

3. Terjadinya gerakan udara
Adanya perbedaan tekanan udara yang diakibatkan oleh pemuaian udara ini akan

memicu terjadinya pergerakan pada udara. Udara yang berada di daerah dengan tekanan
lebih tinggi akan bergerak menuju daerah yang mempunyai tekanan udara lebih rendah.
Sehingga dapat dikatakan bahwa daerah yang mendapatkan sinar matahari rendah akan
lebih mempunyai banyak angin menuju daerah yang lebih panas.

2

C. Faktor terjadinya angin

Adapun faktor terjadinya angin adalah

1. Gradien Barometris
Gradien Barometris merupakan sebuah bilangan yang menunjukkan adanya

perbedaan tekanan dari dua isobar dengan jarak, yaitu 111km. Semakin besar gradien
barometrisnya maka akan semakin cepat pula tiupan anginnya.

2. Lokasi
Angin yang berdekatan dengan khatulistiwa memiliki kecepatan yang lebih cepat

daripada angin yang jauh dari garis khatulistiwa.

3. Tinggi Lokasi
Semakin tinggi lokai angin maka akan semakin kencang pula angin yang bertiup. Hal

ini dikarenakan adanya pengaruh gaya gesekan yang dapat menghambat laju udara.
Di permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan
gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesekanini semakin kecil.

4. Waktu
Di siang hari angin bergerak lebih cepat dari pada malam hari. Ini karena suhu udara

di siang hari lebih panas dibanding malam hari.

Fakta menarik

Mata angin adalah teknik navigasi sederhana yang umum digunakan dalam menentukan
lokasi baik secara langsung, maupun menggunakan alat. Alat penunjuk arah mata angin
yang digunakan secara umum adalah kompas, baik dalam bentuk jarum bermagnet maupun
kompas digital. Arah mata angin umum sendiri dibagi 8 yakni, utara, barat, timur, selatan,
timur laut, tenggara, barat daya dan barat laut. Arah utara Bumi merupakan kutub selatan
magnet Bumi, sedangkan arah selatan Bumi adalah kutub magnet utara Bumi.

3

D. Alat Pengukur Angin

Anemometer adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mengukurkecepatan angin, dan
merupakan salah satu instrumen yang digunakan dalamsebuah stasiun cuaca. Istilah ini berasal
dari kata Yunani anemos, yang berarti angin. Anemometer pertama adalah alat pengukur jurusan
angin yang ditemukanoleh oleh Leon Battista Alberti. Anemometer dapat dibagi menjadi dua
kelas yang mengukur angin dari kecepatan, dan orang-orang yang mengukur daritekanan angin,
tetapi karena ada hubungan erat antara tekanan dan kecepatan yang dirancang untuk satu alat
pengukur jurusan angin akan memberikaninformasi tentang keduanya.

Jenis anemometer terdiri dari :

Anemometer piala Anemometer kincir angin

Anemometer laser Doppler Anemometer sonic

Anemometer hot ware

4

E. Kecepatan angin
5

F. Jenis-jenis angin

Angin lokal
Angin lokal adalah jenis angin yang hanya berhembus di wilayah-wilayah dan waktu-waktu

tertentu saja. Beberapa contoh angin jenis ini antara lain :
1. Angin laut dan darat

Angin Laut
Angin laut adalah angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat yang umumnya terjadi
pada siang hari dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00. Angin ini bisa dimanfaatkan
para nelayan untuk pulang dari menangkap ikan di laut.

Angin Darat
Angin darat adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut, yang pada umumnya
terjadi saat malam hari, dari jam 20.00 sampai dengan 06.00. Angin jenis ini bermanfaat
bagi para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahi bertenaga angin
sederhana.
Angin darat dan angin laut merupakan jenis angin lokal yang terjadi di wilayah pantai dan
sekitarnya. Massa daratan mempunyai sifat fisik cepat menerima panas dan cepat pula
melepaskan, massa lautan lambat dalam menyerap panas dan lambat pu;a melepaskannya. Pada
siang hari daratan lebih cepat menerima panas, sehingga udara menjadi panas lalu memuai dan
bertekanan lebih rendah dari lautan. perbedaan tekanan ini menyebabkan bertiupnya angin dari
laut ke darat. Angin dari laut ke darat ini disebut sebagai angin laut. Sedangkan pada malam hari
tekanan udara di darat lebih tinggi dibanding tekanan udara di laut. Perbedaan tekanan ini
menyebabkan bertiupnya angin dari darat ke laut seingga terjadilah angin darat.

6

Angin Lembah dan Angin Gunung

Angin Lembah
Angin Lembah adalah angin yang bertiup dari arah lembah ke puncak gunung dan biasa
terjadi pada siang hari.
Angin Gunung
Angin Gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah gunung dan
terjadi pada malam hari.

Pada pagi sampai menjelang siang hari, bagian lereng atau punggung pegunungan lebih
dahulu disinari matahari bila dibandingkan dengan wilayah lembah. Akibatnya, wilayah lereng
lebih cepat panas dan mempunyai tekanan udara yang rendah, sedangkan suhu udara di daerah
lembah masih relatif dingin sehingga mempunyai tekanan udara yang tinggi. Maka massa udara
bergerak dari lembah ke lereng atau ke bagian punggung gunung. Massa udara yang bergerak ini
disebut sebagai angin lembah. Pada malam hari, suhu udara di wilayah gunung sudah sedemikian
rendah sehingga terjadi pengendapan massa udara padat dari wilayah gunung ke lembah yang
masih relatif lebih hangat. Gerakan udara inilah yang disebut angin gunung.
Angin fohn

Angin Fohn (Angin Jatuh) adalah angin yang terjadi sesuai hujan Orografis. Angin yang
bertiup pada suaatu wilayah dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda. Angin Fohn
terjadi karena ada gerakan massa udara yang naik pegunungan yang tingginy lebih dari 200
meter , naik di satu sisi lalu turun di sisi lain. Angin Fohn yang jatuh dari puncak gunung bersifat
panas dan kering, karena uap air sudah di buang pada saat hujan orografis.

7

Angin Fohn terjadi bila perbedaan
densitas udara di daerah sekitar lintang 30
derajat (baik lintang utara maupun selatan
yang bertekanan maksimum dan sekitar
lintang 10 derajat yang bertekanan
minimum. Angin ini terjadi karena
turunnya kelembapan udara yang
mendapatkan pemanasan secara dinamis.
Sehingga udara panas dan keringlah yang
mengalir ke daratan. Seiring dengan
meningkatnya ketinggian, udara tersebut
mengalami pendinginan adiabatik. Pada
ketinggian tertentu, uap air yang berada
dalam udara tersebut akan mengalami
kondensasi sehingga menyebabkan
timbulnya hujan orografis.

Setelah melewati puncak gunung/bukit, angin tersebut akan kembali bergerak menuruni
lereng pada sisi leeward. Seiring dengan menurunnya ketinggian, udara akan mengalami
pemanasan adiabatik. Namun, karena udara tersebut sudah kehilangan uap air, laju pemanasan
yang terjadi lebih tinggi dibandingkan dengan laju pendinginan pada saat udara naik di
sisi windward.

Jenis-jenis angin musim

Angin muson atau biasanya disebut dengan angin musim adalah angin yang berhembus secara
periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan periode yang lain polanya akan
berlawan yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun.

Angin muson barat merupakan angin yang
berhembus dari arah Asia menuju Australia melalui
Samudra Hindia. Angin muson Barat terjadi pada periode
Oktober–April ketika matahari berada di belahan bumi
selatan (23,5° LS) dan bergerak menuju khatulistiwa.
Pada kondisi tersebut, dataran Australia akan
mendapatkan penyinaran matahari yang maksimal
sehingga tekanan udaranya rendah dan suhunya relatif
tinggi. Sedangkan pada dataran Asia akan mengalami
musim dingin, sehingga tekanan udaranya tinggi dan
suhunya rendah. Angin muson barat ini yang
menyebabkan terjadinya musim penghujan di Indonesia.

8

Angin muson timur berhembus dari Australia
menuju Asia melalui indonesia. Angin muson timur
terjadi pada periode April–Oktober ketika posisi
matahari berada di belahan bumi utara (23,5° LU). Pada
kondisi tersebut, Asia mendapatkan penyinaran
maksimal sehingga tekanan udaranya relatif rendah dan
suhunya relatif tinggi. Sedangkan pada Australia,
kondisinya sedang mengalami musim dingin sehingga
tekanan udaranya relatif tinggi dan suhunya relatif
rendahAkibatnya curah hujan sangat sedikit dan
Indonesia mengalami musim kemarau.

Angin Passat dan anti passat
Angin Passat adalah angin yang bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik

menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Angin ini berasal dari daerah maksimum subtropik
menuju ke daerah minimum ekuator. Sesuai dengan hukum Buys Ballot yaitu karena pengaruh
gaya Corriolis (rotasi bumi), angin di belahan bumi utara berbelok ke arah kanan dan di belahan
bumi selatan bergerak ke arah kiri. Angin Passat yang datangnya dari arah timur laut (di daerah
iklim tropika di belahan bumi utara) disebut angin Passat Timur. Adapun Angin Passat yang
bertiup dari arah tenggara disebut Angin Passat Tenggara.

Di sekitar khatulistiwa, kedua angin passat ini bertemu. Oleh karena temperatur di daerah
tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah

9

pertemuan kedua Angin Passat tersebut dinamakan daerah teduh khatulistiwa (doldrums) atau
daerah tidak ada angin. Daerah ini disebut juga sebagai Daerah Konvergensi Antar Tropik
(DKAT) yaitu daerah yang merupakan zona dengan suhu udara tertinggi.

Sedangkan Angin anti pasat adalah angin yang arahnya berlawanan dengan angin pasat.
yaitu dari wilayah tropis (khatulistiwa) ke subtropis. Di belahan bumi bagian selatan bertiup
angin dari barat laut ke tenggara. Di belahan bumi utara bertiup angin dari barat daya ke timur
laut. Arah angin anti pasat dapat dilihat pada arah awan yang tertinggal atau pada awan atau abu
gunung berapi

Angin Ribut/Puting beliung

Angin ribut biasa juga dikenal dengan puting beliung, yaitu angin kencang yang datang
secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar seperti spiral hingga menyentuh
permukaan bumi dan punah dalam waktu singkat (3-5 menit), Kecepatan angin rata–ratanya
berkisar antara 30-40 knots. Angin ini berasal dari awan Cumulonimbus (Cb), yaitu awan yang
bergumpal berwarna abu-abu gelap dan menjulang tinggi.

Proses terjadinya Angin Puting Beliung
biasanya terjadi pada musim pancaroba pada
siang hari suhu udara panas, pengap dan awan
hitam mengumpul, akibat radiasi matahari di
siang hari tumbuh awan secara vertical,
selanjutnya didalam awan tersebut terjadi
pergolakan arus udara naik dan turun dengan
kecepatan yang cukup tinggi. Arus udara yang
turun dengan kecepatan tinggi menghembus
kepermukaan bumi secara tibatiba dan berjalan
secara acak.

Puting beliung dapat terjadi di mana saja, baik di darat maupun di laut. Jika terjadi di
laut, durasinya lebih lama daripada di darat. Angin puting beliung yang bergerak dari lautan
dapat mengaduk air laut dibawahnya dan pusat menyebabkan gelombang besar (badai). Dipusat
badai mata angin yang bertekanan rendah akan membentuk kubah air yang tinggi. Kubah air ini
akan menjadi banjir bila angin badai menghantam daratan.

10

G. Manfaat Angin Bagi Kehidupan
Menggerakkan kapal

Melakukan penyerbukan
tanaman

Menjadi energi alternatif

Mengatur cuaca dan iklim
Mentransfer panas
Mengeringkan pakaian

Fakta menarik

PLTB Sidrap adalah kebun angin pertama sekaligus terbesar di Indonesia
sebagai bagian dari program 35 ribu MW yang digagas oleh Presiden Ir. Joko
Widodo. PLTB Sidrap berada di lahan seluas 100 hektar lebih yang berada di
Desa Lainungan, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

11


Click to View FlipBook Version