The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by warnikompani61, 2022-10-28 09:03:25

JURNAL DWI MINGGUAN KE 4

JURNAL DWI MINGGUAN KE 4

DwJiummrnionadgluglu1a.4n

CSWDaNAloR12nNKIgAOuKTrAKuOTpEMRePNnAAgNTgIEeS.rPadk

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Menulis refleksi dwimingguaan adalah salah catu
tugas yang harus dilaksanakan sebagai calon
guru penggerak. Denegan melakukan refleksi ini
dengan tujuan seorang calon guru penggerak
mengenal dan menilai diri sendiri agar dapat
menigkatkan kemampuan dirinya di masa
depan.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menulis jurna
reflesisi diri saya terkait modul 1.4 tentang " Budaya
Positif".

Guru diibaratkan sebagai petani, sekolah
diibaratkan sebagai tanah dan pelajar diibaratkan
sebagai benih-benih yang akan tumbuh di atas
tanah yaitu sekolah. Maka budaya positif sangat
penting diterapkan disekolah sehingga benih-
benih dapat tumbuh dengan sibur sehinga
terwujutnya profil pelajar pancasila.

Connection: Apa keterkaitan materi yang didapat
dengan peran Anda sebagai Calon Guru

Sebagai calon guru penggerak, saya harus dapat
menciptakan budaya positif baik di kelas maupun
di sekolah. Materi dalam modul 1.4 membuat saya
memiliki pemahaman dan pengalaman yang lebih
mendalam tentang bagaimana peran guru dalam
menciptakan budaya positif di sekolah denggan
menerapkan konsep-konsep inti seperti :

Disiplin Positif dan Nilai-Nilai Kebajikan
Universal
Teori Motifasi Hukum dan Penghargaan Restitusi
Keyakinan Kelas
Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia
Berkualitas
Lima Posisi Kontrol
Segitiga Restitusi

Banyak materi baru yang saya dapatkan pada modul
1.4. Selama ini saya berasumsi bahwa guru dapat
mengontrol murit dengan posis pemantau dan
penghukum namun itu adalah kesalahan besar yang
saya lakukan. Saya juga sering berada pada posisi
membuat merasa bersalah. Tanpa ingin mengetahui
apa yang anak butuhkan. Sekarang saya termenug
dan merasa bersalah selama ini saya suda
melakukan kesalahan yang besar.

Challenge: Adakah ide, materi atau pendapat dari
narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda
jalankan selama ini?

Ide dan Pendapat dan saran dari narasumber sangat
diterima karena memotivasi saya untuk menjadi guru
yang dimana selama ini saya tidak memahami
beberapa nillai-nilai kebajikan, disiplin positif, teori
hukum dan penghargaan. Ada perbedaan dari apa
yang saya lakukan selama ini dengan pemahaman
yang saya dapat dari beberapa narasumber dan
fasilitator saya mengenai tugas guru dalam budaya
positif.

Concept: Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda
pelajari dan menurut Anda penting untuk terus
dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau
bahkan setelah menjadi Guru Penggerak

Konsep utama yang saya pelajari dari modul 1.4 ini
adalah disiplin positif, motivasi perilaku manusia (
hukuman dan penghargaan ), positif kontrol restitusi,
s=keyakinan sekolah/kelas, segitiga restitusi.

Sebelumnya, saya memaknai disiplin sebagai
kepatuhan murit pada peraturan/ tata tertib sekolah.
Namun, Hal itu adalah hal yang tidak benar. Disiplin
positif adalah belajar kontrol diri dengan menggali
potensi, untuk mencapai tujuan yang mulia. Tujuan
dari disiplin positif adalah menanamkan motivasi
pada pelajar untuk menjadi orang yang mereka
inginkan berdasarkan nilai-nilai yang mereka hargai.

Banyak materi baru yang saya dapatkan pada
modul 1.4. Selama ini saya berasumsi bahwa guru
dapat mengontrol murit dengan posis pemantau
dan penghukum namun itu adalah kesalahan besar
yang saya lakukan. Saya juga sering berada pada
posisi membuat merasa bersalah. Tanpa ingin
mengetahui apa yang anak butuhkan. Sekarang
saya termenug dan merasa bersalah selama ini
saya suda melakukan kesalahan yang besar.

Challenge: Adakah ide, materi atau pendapat dari
narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda
jalankan selama ini?

Ide dan Pendapat dan saran dari narasumber
sangat diterima karena memotivasi saya untuk
menjadi guru yang dimana selama ini saya tidak
memahami beberapa nillai-nilai kebajikan, disiplin
positif, teori hukum dan penghargaan. Ada
perbedaan dari apa yang saya lakukan selama ini
dengan pemahaman yang saya dapat dari
beberapa narasumber dan fasilitator saya
mengenai tugas guru dalam budaya positif.

Concept: Ceritakan konsep-konsep utama yang
Anda pelajari dan menurut Anda penting untuk
terus dibawa selama menjadi Calon Guru
Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru
Penggerak

Konsep utama yang saya pelajari dari modul 1.4 ini
adalah disiplin positif, motivasi perilaku manusia
( hukuman dan penghargaan ), positif kontrol
restitusi, keyakinan sekolah/kelas, segitiga
restitusi.

Sebelumnya, saya memaknai disiplin sebagai
kepatuhan murit pada peraturan/ tata tertib
sekolah. Namun, Hal itu adalah hal yang tidak
benar. Disiplin positif adalah belajar kontrol diri
dengan menggali potensi, untuk mencapai tujuan
yang mulia. Tujuan dari disiplin positif adalah
menanamkan motivasi pada pelajar untuk menjadi
orang yang mereka inginkan berdasarkan nilai-
nilai yang mereka hargai.

Konsep yang terakhir adalah segitiga restitusi.
Segitiga restitusi merupakan sebuah strategi yang
dapat dilakukan sebagai proses menciptakan
kondisi menuntun murid untuk memperbaiki
kesalan-kesalahan yang mereka lakukan. Dengan
penerapan segitiga restitusi murid diharapkan
bisa kembali ke kelompok mereka dan telah
memiliki karakter yang kuat dan memperbaiki
kesalahan yang telah dilakukan. Dengan
penerapan segitiga restitusi juga diharapkan
mampu meningkatkan motivasi murid untuk lebih
baik sepanjang hidupnya dan motivasi tersebut
muncul dari dalam diri sendiri bukan karena
merasa tidak nyaman maUpun mengharapkan
penghargaan. Segitiga restitusi ini terdiri dari tiga
tahap, yaitu menstabilkan identitas, validasi
tindakan yang salah, dan menanyakan
keyakinan.

Change: Apa perubahan dalam diri Anda yang
ingin Anda lakukan setelah mendapatkan materi
pada hari ini?
Hal yang akan saya perbaiki setelah mempelajari
modul 1.4 adalah saya tidak lagi memaksa dan
mengontol murid. Ketika saya menemukan siswa
yang melakukan pelanggaran, saya tidak serta
merta manyalahkan atau memarahinya. Saya
akan menerapkan segitiga restitusi untuk
mengetahui kebutuhan dasar apa yang sedang
dipenuhi oleh murid tersebut, apa yang murid
inginkan, dan membimbing siswa, sehingga siswa
dapat menemukan solusinya sendiri berdasarkan
nilai-nilai yang diyakininya.

https://drive.google.com/file/d/1zFsFW2zc7QdvsBs
OuIwe8mnfvjW0KiR2/view


Click to View FlipBook Version