BUdak Melayu Gemar Matematika Literasi Matematika Sindi Agutina Susanti, S.Pd.,M.Pd.
Bab I Sekapur Sirih Pada suatu hari di sebuah kota yang indah dan kental akan budaya Melayu ada sebuah permukiman yang banyak sekali anak-anak ada anak SD, SMP, hingga SMA. Mereka semua berkumpul hidup dengan rukun di pemukiman ini. ada sekelompok anak yang selalu bermain bersama baik sepulang sekolah maupun saat hari libur tiba. sekelompok anak ini terdiri dari Intan, Putri, Sri, Jamal, Awan dan Tina. Berikut adalah biodata mereka : INTAN Nama : Intan Permata Berlian Umur : 10 Tahun Kelas : 4 SD Hobi ; Memasak dan bermain Selayang Pandang : Intan adalah anak yang polos dan juga ceria. selalu berdua bersama putri main bersama dan juga tentunya belajar bersama. Jangan terkejut ! terkadang kami dikira kembar PUTRI Nama : Putri Aisyah Umur : 10 Tahun Kelas : 4 SD Hobi ; Main sama Intan dan Bercerita Selayang Pandang : Putri anak yang ceria dan juga ceriwis gemar bercerita dan hobinya main sama intan. ya seperti itulah putri kalau gaada intan hampa hidupnya. mereka berduapun saling melengkapi satu sama lain
SRI Nama : Sri Nadila Umur : 14 Tahun Kelas : 2 SMP Hobi ; Kelai sama Jamal dan Bercerita Selayang Pandang : Heboh, ceria mampu mencairkan suasana dan tak lupa tingkat keakurannya dengan jamal sangat diluar nurul. ya begitulah mereka sering berkelahi namun juga saling menyayangi satu sama lain JAMAL Nama : Jamal Ismai Umur : 15 Tahun Kelas : 2 SMP Hobi ; Musik dan Game Selayang Pandang : Jamal kawan dekat Sri sekaligus musuh terbesar sri, bagaimana tidak ? ada saja pertengkaran mereka yang mengundang tawa orang sekitar. sungguh seperti Tom & Jerry saja. AWAN Nama : Aris Dzakwan Umur : 16 Tahun Kelas : 3 SMP Hobi ; Baca Buku Selayang Pandang : Awan yang paling dewasa diantara lainnya, bukan hanya umur akan tetapi sifatnya juga. pelindung untuk temannya yang sudah seperti adiknya sendiri. dan satu-satunya orang yang bisa mengajak Tina bercanda
Berdasarkan biodata tadi dapat dilihat umur mereka berbeda ada yang SMP dan ada yang SD. Namun mereka tetap dapat bermain bersama, belajar bersama, dan juga saling melindung satu sama lain. Inilah kisah mereka Budak Melayu Gemar Matematika Tina Nama : Tina Azzahra Umur : 16 Tahun Kelas : 3 SMP Hobi ; Berhitung Selayang Pandang : Ya, sesuai hobinya Tina sangat gemar berhitung dan memang ia paling pintar diantara lainnya dan teman sekelasnya. anak yang sangat pendiam namun sangat peduli sama teman-temannya.
Pada hari Senin sepulang sekolah intan dan Putri berjalan pulang menuju rumah mereka. Mereka adalah tetangga dekat saat di perjalanan pulang intan melihat ada berbagai macam rambu lalu lintas yang mana rambu lalu lintas itu mempunyai bentuk yang berbeda-beda lalu intan bertanya kepada Putri. "Putri tengok tu rambu dengan tulisan STOP itu berbentuk ape ye?" tanya Intan sembari menunjung plang rambu lalu lintas yang dilihatnya Putri pun menjawab " ha yang mane?, ooo yang itu" Putri pun berpikir lalu teringat dengan pelajaran matematika di sekolah tadi "Intan aku teringat lah ape yang tadi aku pelajari kat sekolah bentuk tu macam bangun datar". Jelas putri yang sudah mengingat materi yang diajarkan cikgu di sekolah tadi. "Bangun datar? bangun datar, tu ape putri? Aku tak paham lalu lah sebab belum belajar" bingung intan "Intan bangun datar tu iyelah bangun yang berbentuk datar yang dibatas oleh garis luros atau garis lengkong. Nah, name bangun datar ini disesuaikan dengan jumlah sisinye." Jelas Putri "oooo begitu, aku paham Putri. lalu itu bangun datar ape namanye put?" tanya Intan kembali sambal menunjuk rambu lalu lintas didepannya. Bab II Bentuk Ape Tu ? “Marilah kite hitung bersame berape sisinye” ajak Putri
“ yaps betol sekali ntan pandai pun. Sekarang cube perhatikan rambu yang tu pulak” Tunjuk putri pada rambu lalu lintar yang lain dan bertanya “Menurutmu, bentuk apekah itu ? “1,2,3,4,5,6,7,8. Hem ade 8 sisinya putri” seru Intan “berarti itu merupakan bangun datar segi 8 intan ” jelas putri “ooo macam tu, paham-paham ” Ijawab Intan yang paham dengan apa yang dijelaskan oleh Putri Lalu Intan pun melihat sekitar dan menemukan rambu lalu lintas yang lain. Intan pun berseru “ Putri berarti itu berbentuk segitiga ye sebab ade 3 sisinye” “ Berarti put ban sepeda tu, jam rumah aku yang bulat tu dan kacamata itu sebenarnya berbentuk lingkaran ye? “ kata Intan yang mulai paham “ Betul sekali ntan, semue yang kamu sebutkan tu ialah benda disekitar kite yang berbentuk lingkaran.” Ucap putri “ Aku Paham terimekaseh ye putri. Sekarang jomlah kite balek. Aku dah tak sabar ni nak cerite dengan mak aku dan juge kawan-kawan kite “ Ajak Intan “ Same-same, jom kite balek “ seru Putri Intan pun berseru dengan semangat “ oh itu gampang putri, itu adelah bentuk bulat” “Bagus intan, memang betol itu bentuk die bulat namun dalam matematika itu namenye lingkaran. Dan lingkaran ni masok ke dalam bangun datar sisi lengkung karena sisinya melengkung “ Jelas putri
Sesampainya dirumah mereka masing-masing, mereka menceritakan pengalaman mereka hari ini kepada orang tua mereka dan juga mencaritakannya kepada teman bermainnya. “Kaka Awan, kak Tina, kak Sri… Intan ade cerite ni ” ucap intan penuh semangat “Cerite ape tu dek” tanya Awan pada Intan “Tadikan Intan dengan Putri balek sekolah bejalan kaki, lepastu Intan tengok kiri kanan banyak sangat rambu lalu lintas… ” lanjut intan dengan ceritanya Setelah Intan bercerita kak Tina pun berseru ”Wah hebat, adik-adik akak dah paham betol tentang bangun datar dan contohnye. Memang betol matematika tu ade banyak disekitar kite, cuman kadang kite je yang tak sadar dan anggap matematika tu susah” jelas Kak Tina ”Betol tu kate kak Tina, akak setuju.. akak pun selalu punye pengalaman tentang matematika” ujar sri ”Wah pengalaman ape tu sri, tak pernah pon engkau cerite dengan aku ” Tanya Jamal dengan rajuknya ” Ha?, iyeke aku belom ade cerite dengan kau mal?” ” Belom lagiii” ” Kalau begitu dengar ni baek-baek” Sri mulai bercerita
jOM uJI pEMAHAMAN pART i 1.Perhatikan Gambar dibawah ini. tentukanlah bentuk apakah aku? 2.Perhatikan Sekitarmu. Temukanlah barang disekitarmu yang berbentuk bangun datar dan tentukan namanya.
Bab III Misteri Harga " Oi Jamal tengok akulah” teriak Sri ”Oh iye lanjotla” sambung Jamal ” Jadikan gini, kemaren tu aku beli buku dengan pensil dekat koperasi sekolah kite, aku beli lah 4 buku tulis dengan 3 pensil, Ibuk tu cakap hargenye Rp.19.500, lepas tu aku bayar lah” cerita Sri ” Ha iye sri, lepas tu ” Ucap Jamal kepo ” Lepastu ade pulak budak tu ntah kelas VII ke entah kelas VIII beli juge dengan aku 2 buku tulis dengan 4 pensil abestu die bayar Rp. 20.000 ade kembalian Rp. 4.000, lepas tu aku kan tak sempat tengok harge buku dengan pensil tu, aku penasaran lah berape harge 1 buku tulis dengan 1 pensil tu ” Jelas Sri Setelah itu Sri kembali mengingat kejadian di sekolahnya Bel pun berbunyi. Sri yang masih berada di depan koperasipun langsung bergegas menuju kelasnya. Hari ini setelah jam istirahat sri belajar materi SPLDV yang merupakan singkatan dari Sistem Persamaan Linier Dua Variabel. Guru Sri pun yang bernama hHna menjelaskan mengenai apa itu SPLDV ?, bagaimana penyelesaiannya? , contoh soal dan penerapan dalam keidupan sehai-hari. Lalu guru tersebut memberikan pertanyaan kepada siswanya. ” Anak-anak pernahkan kalian di suruh ibu di rumah untuk membeli barang? ” tanya bu hana ” Pernah, buk ” jawab siswa dengan serempak ” lalu, kalau kalian sendiri, pernahkah membeli banyak barang tanpa melihat harga, namun kemudian kalian penasaran berapa harga barang itu persatuannya?” tanya bu Hana kepada seluruh siswa ” Pernah buk , saya barusan saja mengalaminya” sri menjawab dengan lantang sambil mengangkat tangannya.
“ Kalau begitu, sekarang ibu mau Sri maju kedepan untuk menceritakan pengalamannya tersebut” Sri pun mulai menceritakan pengalamannya saat ia berbelanja di koprasi sekolah, setelah Sri bercerita bu guru pun mempersilahkan Sri untuk Kembali duduk. “ Menarik ya cerita Sri, sekarang Sri silahkan duduk” ” Baik bu ” ” Nah murid ibu sekalian berdasarkan cerita Sri tadi kita dapat mengetahui harga 1 buku dan 1 pensil dengan menggunakan SPLDV yang telah kita pelajari” Jelas bu Hana ” Anak-anak apakah semua sedia untuk menjawab soal ini?” tanya bu hana ” Siap buu ” jawab serentak seluruh siswa ” Pertama-tama apabila ada soal cerita mengenai SPLDV ini kita harus menentukan model matematikanya, dengan cara pemisahan. Nah anak-anak ibu sekalian sekarang mari kita misalkan buku itu X dan pensil Y maka akan diperoleh persamaan linier dua variabel, sekarang siapa yang mau menentukan persamaannya?” Tanya bu guru ” Saye buk” jawab lala teman sekelas sri ” Silahkan maju kedepan lala, tulis di papan tulis dan jelaskan ” Lala pun mulai maju kedepan menuliskan model matematikanya. setelah itu Lala pun menjelaskannya.
" Persamaan yang Lala tulis adalah persamaan pertama, lalu untuk persamaan keduanya ialah?” bu guru kembali bertanya ” 2x +4y = 16.000 Bu, karena 20.000 kurang 4000 = 16000” siswa menjawab dengan serentak ” Betul sekali, kalian semua hebat, baik setelah kita dapatkan persamaannya, sesuai dengan yang ibu jelaskan tadi, selanjutnya bagaimana cara mengerjakan soal SPLDV ini?” ” Menggunakan metode eliminasi substitusi dan metode campuran buu ” jawab Sri ” Nah sekarang coba Sri maju kedepan dan mengerjakan soal tersebut kemudian jelaskan kepada teman teman bagaimana cara mengerjakannya” perintah cikgu Hana ” Siap bu ” jawab Sri Sri pun segera maju kedepan dan menulis jawaban sesuai soal yang sudah di bahas di atas, adapun cara Sri mengerjakan dengan menggunakan metode campuran yaitu mengeliminasi X untuk mendapatkan nilai Y dan setelah dapat nilai Y di subtitusikan terhadap persamaan 2 sehingga didapatkan x- 3000 yang berarti harga 1 buku Rp. 3000 dan harga 1 pensil Rp. 2500. Setelah sri menjelaskan seperti yang ia tulis di papan tulis Sri pun kembali ke tempat duduknya Misal : Buku = x Pensil = y 4x + 3y = 19.500 .....(1) ” Kan Sri beli 4 buku tulis dan 3 pensil dengan harge Rp. 19.500 berarti persamaannye 4x + 3y = 19.500” jelas lala di depan kelas " Baik, bagus lala. Silahkan duduk” 4x + 3y = 19.500 2x + 4y = 16.000 Eliminasi x 1 x 2 4x + 3y = 19.500 4x + 8y = 32.000 -5y = - 12.500 y = 12.500 / 5 y = 2.500 2x + 4y = 16.000 2x + 4(2.500) = 16.000 2x = 16.000- 10.000 = 6000 x = 3000 Substitusi
” Bagus sekali Sri, yang kamu kerjakan benar ” puji Cikgu Hana kepada sri ” Murid ibu yang lain apakah mengerti dengan apa yang telah sri jelaskan di depan ” ” Paham buuu ” murid menjawab dengan serentak " Pengalaman Sri tadi ternyata dapat kita selesaikan menggunakan materi SPLDV ini. itu tandanya ilmu matematyika ini sangat berguna dalam kehidupan kita sehari-hari dan berdasarkan pengalaman ini menyadarkan kita bahwa matematika itu ada disekitar kita. " Selanjutnya, mengingat waktu sebentar lagi akan habis. ibu akan merefleksikan pembelajaran kita pada hari ini " Ucap Cikgu Hana. ’ Yang pertama, apa pengertian dari SPLDV” tanya Cikgu Hana ” Saya bu, ” lala dan sri serta teman sekelas mengangkat tangan ” SPLDV itu merupakan singkatan dari Sistem Persamaan Linier Dua Variabel yang mana ada dua persamaan linier yang memiliki 2 variabel yaitu (X,Y), (a,b) maupun variabel lainnya yang mempunyai satu penyelesaian bu ” jelas lala ” Bagus lala, selanjutnya bagaimana bentuk persamaan linier dua variabel?” ” Saya bu ” Sri menjawab “ Bentuk umum persamaan linier dua vaiabel adalah ax+by=C bu ” ” Bagus Sri, yang terakhir ibu mau kalian semua menjawab serentak ya, bagaimana cara menyelesaikan SPLDV?” ” Dengan menggunakan metode eliminasi, subtitusi, dan campuran bu ” riuh murid menjawab pertanyaan bu hana ” Iyaa benar, nah sekarang kalian semua boleh istirahat’’ ” baik buuu ”
Sri pun menceritakan dengan semangat kepada sahabat dirumahnya yang mana pengalaman sri dapat diselesaikan dengan matematika menggunakan SPLDV. Jamal, awan dan tina pun paham dengan cerita sri, hanya saja intan dan putri yang terlihat kebingungan. ” Oi korang jangan bengong macam tulaa, ini adalah pelajaran SMP kelas 8 dan kalian yang SD mesti belom paham, nanti kalau korang dah belajar pasti korang pahamla” senyum Sri kepada mereka ” Dah dah, dah nak maghrib ni, jomlah kite balek, nanti mak kite marah” Suruh Awan ” Iyee kak, jomlaahh” Jawab mereka serempak Merekapun pulang kerumah masing-masing dan menjalani aktivitas seperti biasa yaitu belajar, mengaji dan tidur. Lanjoott… jOM uJI pEMAHAMAN pART 2 Kerjakanlah soal cerita dibawah ini menggunakan materi SPLDV (Sistem Persamaan Linier Dua Variabel) Diketahui harga 5 kg apel dan 3 kg jeruk Rp79.000,00 sedangkan harga 3 kg apel dan 2 kg jeruk Rp49.000,00. Harga 1 kg apel adalah.... Harga 2 baju dan 1 celana Rp230.000,00. Sedangkan harga 3 baju dan 2 celana Rp380.000,00. Harga 1 baju dan 1 celana adalah.... Seorang tukang parkir mendapat uang sebesar Rp17.000,00 dari 3 buah mobil dan 5 buah motor, sedangkan dari 4 buah mobil dan 2 buah motor ia mendapatkan uang Rp18.000,00. Jika terdapat 20 mobil dan 30 motor, banyak uang parkir yang ia peroleh adalah . . . . 1. 2. 3.
” Hey Awaan, ngape kau disini?” ” Kakak aku tak dapat ngantar Tin, lagi sibok kat rumah” jawab Awan Tak lama Tina ingin menjawab angkot pun tiba di depan mereka lalu Awan langsung naik ke angkot dan Tina masih berdiri diam dan awan pun bertanya ” Oi tinaa, tak nak pegi sekolah keee” ” Aku tak berani naek angkotla wan, aku nak naek ojek jelaa” Tanpa basa basi Awan langsung menarik Tina untuk masuk ke dalam Angkot dan Awan berkata ” Tin, naek ojek tu mahal la, kite ni mesti berhemat, cobaklah itong kalau naek ojek tu 10.000 sedangkan naek angkot cume 4000, kite dah berhemat 6000 Tin, abestu cobakla kalikan 20 hari haa kite dah dapat tabung 120.000 Tiin, lebeh hemat kaann??” ” Iye eh wan, aku paham sekarang” Bab IV Lengkungan Skala Keesokan paginya, Tina bangun pagi sekali untuk sholat subuh dan menyiapkan bekal untuk dibawa kesekolah dikarenakan sekarang Tina dikelas 3 SMP sudah mulai ada belajar tambahan, mengingat sebentar lagi akan ada ujian nasional. Setelah menyiapkan semuanya Tina bergegas pergi sekolah, hari ini adalah hari selasa dimana setiap hari selasa Tina selalu naik angkot untuk pergi kesekolah dikarenakan orang tuanya harus pergi kerja sehingga tidak sempat untuk mengantar Tina kesekolah. Lalu Tina berjalan sambil melihat apakah ada angkot yang melintas. Tak lama berjalan Tina pun tiba di halte dan ternyata ada Awan juga yang sedang menunggu dan Tina pun teriak
Sesampainya dikelas Tina segera duduk di kursinya dan tak lama bel pun berbunyi menandakan waktu belajar tiba. 15 menit sebelum belajar literasi harus dilakukan oleh murid yaitu membaca buku untuk menambah wawasan dan ilmu. Setelah literasi selesai guru pun memulai pembelajaran hari ini mengenai bangun ruang dan guru pun mulai menjelaskan mengenai tema pmebelajaran hari ini ” Bangun ruang sisi lengkung adalah bangun ruang yang dibatasi oleh sisi yang salah satunya berbentuk lengkungan, baik itu pada bagian selimut maupun pada sisi bidangnya, lalu contoh dari bangun ruang sisi lengkung adalah tabung, kerucut, dan bola ” jelas bu Guru ” Sekarang coba anak-anak ibu perhatikan gambar tumpukan barang-barang berikut manakan yang termasuk bangun ruang sisi lengkung?” tanya bu guru sembari menayangkan slide ppt agar siswa dapat melihat gambar dengan jelas dan siswa pun memperhatikan dengan seksama. ” Silahkan kalian tulis di buku latihan lalu jawab pertanyaan yang diberikan oleh gutu dengan menulis di buku seperti yang telah di institusikan ” Setelah menulis jawabannya guru meminta salah satu murid untuk maju kedepan dan menunjukkan yang mana termasuk contoh bangun ruang sisi lengkung.
” Ayo tina maju, kamu pasti bisa kok, jangan malu malu ” bu guru terus memberikan semngat agar tina tidak malu dan takut untuk maju kedepan kelas, kemudian teman-teman yang lain juga ikut memberikan semangat kepada tina ” Tiin maju tiin, jangan maluu, bawak santai jeee” Dan tina pun berani untuk maju kedepan lalu menjelaskan barang yang berbentuk bangun ruang sisi lengkung ” Izin ibu saya akan menjawab yang mana barang berbentung bangun ruang sisi lengkung yaitu bola kaki, botol minum, topi ulang tahun, bola basket, corong minyak , kaleng minuman, dan toles. Itu saja bu ” jawab tina dengan rasa malu ” Bagus tina, yang lain apakah sama seperti jawaban tina?” tanya bu guru kepada seluruh siswa ‘’ Ada yang sama bu tapii tak selengkap punye tina, tina kau ni best laa” ” Terimakasih teman-teman ” jawab tina sambil kembali ke tempat duduknya Ibu guru lanjut menyampaikan materi mengenai rumus volume serta luar permukaan bangun ruang sisi lengkung ” Baik anak- anak, ibu akan menuliskan rumus volume dan luas permukaan bangun ruang sisi lengkung dan menjelaskannya. Silahkan disimak dan ibu mau kalian mencatat ya” Bu guru pun menunjuk Tina untuk maju kedepan. Tina adalah anak yang pintar akan tetapi ia termasuk anak yang pemalu dan penakut sehingga saat di tunjuk ibu guru untuk maju tina pun menjadi gemetar lalu guru menyemangati tina Bangun Ruang Sisi Lengkung
Bu guru pun mulai menuliskan rumus di papan tulis beserta dengan contoh soal yang ada. Kemudian tidak lupa bu guru juga menjelaskan mengenai apa yang telah di tuliskan di papan tulis tersebut” Volume Tabung = π×r^2×t Volume Kerucut = 1/3 π×r^2×t Volume Bola = 4/3π×r^3 Ket : π = 3,14 atau 22/7 r = Jari-jari t = Tinggi Setelai selesai menulis bu guru lanjut menjelaskan mengenai rumusrumus tersebut ” Anak-anak sekarang coba perhatikan, pertama kali kita akan membahas mengenai tabung . adapun rumus volume dari tabung adalah ….. ?” bu guru melempar pertanyaan kepada siswa ” Volume = π×r^2×t buuu ” murid menjawab dengan semangat “ Iyaa betul, jadi Phi disini bernilai 3,14 dan 22/7. untuk r merupakaan jari-jari dari alas maupun tutup dari tabung dan t merupakan tinggi tabung. Baik sekarang ibu akan memberikan contoh kepada kalian. Jika sebuah tabung memiliki jari jari 21 cm dan tinggi 10 cm maka vokumenya adalah..? nah dari soal tersebut apa saja yang di ketahui?” bu guru kembali bertanya ”Jari-jari (r) = 21 cm, tinggi tabung (t) = 10 cm b” jawab salah satu murid di kelas ” Selanjutnya, apa yang ditanya anak anak” tanya bu guru “ Yang diitanya adalah volumenya bu ” jawab siswa yang mulai paham
“ Karena r nya dapat dibagi 7 sehingga di pakai 22/7 bu, jika r nya tidak dapat di bagi 7 maka kita dapat menggunakan yang 3,14 bu ” tina menjawab “ Iyaa tina betuls ekali, sekarang berapa volume tabungnya” “13.860 cm bu guru ” jawab siswa “ Berarti sudah pintar murid ibu, sekarang mengingat waktu pembelajaran kita hampir selesai silahkan kalian pelajari secara mandiri mengenai volume kerucut dan bola. Selanjutnya sikahkan kerjakan soal yang ibu berikan. “ baik bu, terimakasih bu ” jawab siswa dengan serentak Bu guru memberikan beberapa soal untuk menguji pemahawan siswa mengenai pembelajaran hari ini dan kelas matematika pagi ini pun selesai. Anak anak bergegas keluar kelas dan beristirahat, ada yang istirahat di kantin dan ada juga yang keperpustakaan untuk menghabiskan waktu istirahatnya dengan membaca buku. Setelah waktu istirahat selesai siswa kembali melaksanakan pembelajaran seperti biasa hingga waktu pulang tiba pukul 14:00. Saat aktu pulang tina teringat bahwa pukul 14:20 wib ia ada janji dengan awan untuk menemaninya mengerjakan tugas. Jarak sekolah kerumah tina adlaah 10 km maka untuk smapai kerumah tepat waktu tina harus naik kendaraan dengan kecepatan berapa ya? Tina pun segera menghitung berapa kecepatan yang harus dia tempuh denga menggunakan rumus v=s/t. s merupakan jarak dan t merupakan waktu. Saat itu pukul 14:10 wib maka waktunya hanya tersisa 15 menit. 60 menit= 0,25 jam. Sehingga 10/0,25 = 40 km/jam. Berarti kecepatan motornya harus > 40 km/jam. Tina pun segera naik ojek online yang sudah di pesannya. ” Pak tolong cepat ya, kecepatannya 40 km/jam atau lebih juga boleh agar saya sampai dirumah tepat waktu pak” ucap tina
Motor pun melaju kerumah tina dengan kecepatan sesuai dengan keinginan Tina. 15 menit kemudian Tina pun sudah sampai dirumah dengan tepat waktu. “Terimakasih banyak pak” ucap Tina pada pak ojek “Sama-sama mbak, jangan lupa bintang 5 nya ya mbak “ Ucap pak ojek “Siap Pak” Setelah itu Tina bergegas masuk kerumah untuk membersihkan badan dan bersiap-siap untuk pergi menemui Awan ditaman biasa berkumpul. Selang beberapa waktu Tina pun tiba. ” Wak Dah lame nunggu? “ Tanya Tina melihat Awan yang suda duduk ditaman. “Tak lah Tin, aman “ Jawab Awan “Jadi Tugas ape yang nak dibuat tu? “ Tanya Tina “ Ini, aku tu disuruh buat tugas menggambar Peta Kota Tanjungpinang dan Kota Batam. Lepastu jarak Kota Batam ke Tanjungpinang ku tengok dekat google 86 Km. nak dibuat di peta berape ye ? Tanya Awan yang kebingungan dan pening lalu dengan tugas ni berharap Tina dapat membantunya. ” Baik dek, jangan lupa pakai helm ya” kata pak ojek ” Terimakasih pak”
Awan pun mulai menghitungnya. Pertama awan merubah dulu 86 km menjadi cm berarti menjadi 86 x 100.000 = 8.600.000 cm. lepastu skala 1:1000.000 berarti jarak Kota Batam ke Kota Tanjungpinang pada peta adalah 8.600.000 x 1 : 1000.000 = 8,6 cm. “ Dapatlah Tin, cube lihat nih” Seru Awan sambil menunjukkan hasil perhitungannya pada Tina “ Mane cube sini aku tengok´ucap Tina sembari memeriksa hasil perhitungan Awan. Kemudian ia berkata “ Ha mantap dah betol dah, tinggal kau gambar je lagi dekat peta tu.” “Terimekaseh ye wak, Sore nanti kite jalan yok same bebudak tu ketepi aut sambil jajan-jajan dekat depan Melayu Square” Ajak Awan “ Jomlah, aku nak beli kerupuk gonggong juge ni.” Ucap Tina “Okey jumpe sini lagi ye jam 5 nanti,jangan lupe kaba bebudak tu ” “Siap pak bos” ucap Tina dengan senyumannya. Mereka pun pulang kerumahnya masing-masing dan akan bertemu lagi sore nanti pukul 17.00 WIB. “Oh kalau macam tu awak dah nentukan skalanya? “ Tanya Tina yang memahami tugas Awan karena memang Tina memiliki loading yang cepat kalau berurusan sama matematika, hanya saja Tina terlalu pemalu untuk berbicara dengan orang lain. “Untuk skalanye tu aku buat 1:1000.000 biar tak terlalu lebar gambarnye “ Jawab Awan “Nah berarti awak dah gampanglah nentukan jaraknye. Pakai rumus Jarak pada peta = Skala x Jarak sebenarnya yang di SD kita pelajari tu, masak lupe wak” Jelas Tina. “Lah yang tu? Iye aku lupa. Kejab aku hitung dulu e” Jawab Awan
jOM uJI pEMAHAMAN pART 3 1. Nadila menggambar pohon yang ada di depan rumahnya dengan menggunakan skala 1:40. Jika tinggi pohon pada gambar 5 cm, maka tinggi pohon sebenarnya adalah... Kerjakanlah soal cerita dibawah ini menggunakan materi Perbandingan Skala 5 c m 2. Jarak sebenarnya dari dua kota adalah 210 km. Jika pada peta jaraknya 7 cm, maka skala yang digunakan adalah... 3. Denah tanah ayah berbentuk persegi panjang berukuran panjang 4,5 cm dan lebar 3 cm. Jika skala denah 1:600, berapa keliling sebenarnya tanah ayah? 4,5 cm 3 cm 4. Jarak dua kota adalah 140 km. Lalang menggambar kedua kota tersebut pada peta dengan skala 1 : 500.000. Berapa cm jarak kedua kota tersebut pada peta? 5. Jarak Kota Tanjungpinang ke Pulau Penyengat kurang lebih adalah 5,5 KM. Sindi menggambar dipeta jaraknya adalah 5,5 cm. maka tentukanlah berapa skala yang digunakan oleh Sindi ? Kali Bagi
Sore ini, mereka akan berjalan-jalan keliling kota mereka yaitu Kota Tanjungpinang yang merupakan Ibu Kota dari Provinsi Kepulauan Riau. Namanya saja kepulauan tentunya Kota ini dikelilingi oleh lautan yang indah dan kaya akan biota lautnya. Mereka pun berkumpul ditaman tempat mereka bermain. Tak lama mereka berkumpul yang mengajak pun tiba yaitu Awan. “Tuh ha bang Awan panjang umornye, lamenye sampai kami dah tak sabar ni “ seru kedua perempuan ceria yaitu Intan dan Putri. “ hehe sabarlah adik kecil” Awan pun tertawa kecil dan segera mengeluarkan handphonenya dan akan memesan ojek mobil online untuk berjalan-jalan. Tak lama setelah memesan mobil hitam itupun segera berhenti didepan mereka. “ Dik Aris ya? “ Tanya Pak supir “Iya benar pak” Ucap Awan Mereka pun segera masuk kedalam mobil itu dengan posisi Awan didepan, Tina, Intan dan Putri ditengah, Jamal dan Sri dibagian belakang. “Sudah semuanya?” Tanya Pak Supir lagi “ Sudah Pak” Jawab mereka serempak Mobil pun bergerak sesuai aplikasi, namun Awan tiba-tiba berkata kepada pak supir. “Pak putar Dompak dulu ya pak baru ke Tepi Laut, nanti saya tambah uangnya pak “ Ucap Awan “Baik dik Aris” Jawab pak supir. Bab IV Sekilas Kota Tanjugnpinang
“ Bang Awan kenape abang dipanggil Awan ? kan nama abang depannye Aris ? “ tanya putri yang sangat kepo. “ Karena tinggi kut, jadi Mak die manggil Awan, kan Awan tinggi “ Ucap polos intan Merekan pun tertawa bersama “ Ha aku tahu, mungkin sebab abang ni pendiam, pemilih jadi selere die setinggi awan “ Ucap Jamal lagi “ Ish kau ni Jamal, bukanlah ade pulak selere setinggi awan, kalau selere setinggi awan kalau selere Abang setinggi itu tak kite kawan die” Ucap Sri sambil menepuk bahu Jamal “ Mungkin Kak Tina tahu kan kak Tina kawan dekat Bang Awan dah macam anak kembar dah “ Ucap Sri lagi yang juga kepo “ Kak Tina Jawablah Kak “ Bujuk Intan yang di sebelah Tina “ Karena name panjangnye Aris Dzakwan jadi dipendekkan menajdi Awan ” Ucap Tina singkat “ Lah sudah ” Jawab sama Sri, Intan dan Putri serempak lalu mereka pun tertawa lagi bersama-sama. Tak terasa mereka sudah berada di Jalan Basuki Rahmat dan mereka akan melewati flyover “ Wah kita naik jembatan tu “ Seru Putri “ Itu bukan jembatan Putri itu flyover “ Jawab Sri “ Ini adalah flyover pertama yang ade di kote kite, panjang flyover ni 450 meter “ Jelas awan pada teman-temannya “ Wah Kak Awan ukur ke panjangnye? “ Tanya polos Intan Source : Kepri Post
“ Taklah Intan, kemarin kan pade saat peresmian banyak acara di sini pada saat acara itulah dikasih tau same gubernur kite panjang flyover ni “ Ucap Awan yang mengikuti acara peresmian flyover Kota Tanjungpinang lalu “ Oh acara itu, tahu-tahu tapi aku tak pergi lah, pagi bantu Ayah kerje, malam tak dikasih Mak “ Ucap Jamal sedih “ Eh tak apelah acara aje kan, sekarang kite bise jalan di flyover ni, sangat membantu kite jadi tak macet kote kite ni “ Seru Sri memujuk Jamal ‘ betul tuh bang Jamal, tengok kita nak ke jembatan Dompak lagi “ Jawab Intan sambil melihat kaca mobil “ Wah Indahnye” Seru Intan dan Putri. Seperti biasa setiap sore banyak pemuda-pemudi yang berada di jembatan. Ada yang jalan-jalan, ada yang jogging, lari dan bersepeda di sini. Jembatan Dompak ini sangat terkenal di Kota Tanjungpinang dikarenakan jembatan ini termasuk jembatan terpanjang kedua di Sumatera “ Panjangnye jembatan ini, banyak juga yang tiang lampunye “ Ucap Putri yang memang jarang sekali keluar rumah sehingga Sri belum pernah ke jembatan Dompak ini “ Memang panjang, jembatan inilah yang memiliki posisi kedue jembatan terpanjang sepulau Sumatera “ Jawab kak Tina Source : www.shutterstock.com
“ Wah berape panjang jembatan ini kak? ” Tanya intan dan Putri serempak “ Kurang lebih 1,5 KM “ Ucap Tina “ Panjang jugak suai lah masuk jembatan terpanjang. Kalau kite jalan kat jembatan ni penat juge “ Ucap Putri “Eits jangan salah Putri sering orang jogging, lari dan olahraga disini tau. Nanti tu mulai dari kapal-kapal kita lewat tadi sampaaai ke tugu provinsi sane” jawab Awan “ Eh aku teringat dapat tugas dari guru akulah disuruh melakukan pengukuran di sekitarmu “ Ucap Jamal “ Op, jembatan nih udah masuk tugas aku Jamal, kau tak boleh ikut “ Sela Sri yang memiliki tugas serupa “ Apa yang kau ukur Sri? “ Tanya Jamal “ Jarak antara tiang jembatan ini “ Jawab Sri sambil tersenyum bangga “ Mak suntuknya engkau Sri, kau hitung jarak sepanjang jembatan ni “ Ejek Jamal yang terkejut “ Tak macan tulah Jamal, aku pakai matematikalah menghitunggunya “ Jawab Sri jengkel “ Macam mane pulak tu? “ Tanya Jamal penasaran “ Kan kata kak Tina tadi jembatan ini panjangnya 1,5 KM, aku tengok juga di Google kemaren, lepas tu aku tinggal hitung aje tiang lampu nih ade berape habis tuh dibagi “ Jelas Sri pada Jaman “ Berapa tiang lampu jembatan in? “ Tanya Putri yang ikut penasaran Source : Twitter @ __GoldenAngel_
“ Ade 36 pasang tiang “ Jawab Tri dengan semangat " Berarti 1,5 KM = 1500 m dibagi 36 tiang hasil die 41,6 m" jawab Tina dengan cepat " Mak - Mak kak Tina cepatnya otak Ikak bejalan" ucap Jamal kagum. "Betul kak, tapi aku bulatkan ke 42 meter biar aku tak pening juge kak kan 41, 6 bisa dibulatkan ke atas. "Jawab Sri. "Bagus Sri" ucap kak Tina "Alahh, jadi aku nak hitung ape ye? "Sedih Jamal yang tidak kedapatan sasaran untuk tugasnya “Jangan bingung mal, kan masih ada ikon kota kite, Tugu Sirih dan Gedung Gonggong jawab Awan yang menghibur Jamal “Gedung Gonggong nak hitung ape kak? Tinggi Gonggong tu? Itu adelah di google. Apelagi tinggi Tugu Sirih “ jawab Jamal. “Nanti kite pikirkan lagi, tengok dulu jalan ni mana tau dapat inspirasi” pujuk Sri. “Okeyy, baeklahh” kata Jamal Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke destinasi utama yaitu ikon kota mereka Tepi Laut, Gedung Gonggong dan Melayu Square. Tak terasa mereka sudah hampir sampai di Tepi Laut. Saat ini mereka melihat jalan Tugu Pensil, 5 menit kemudian mereka sampai di Melayu Square. “Disini saja, pak.” Ucap Awan “Baik dikk” ucap pak supir Merekapun sudah tiba di Melayu Square, mereka turun dari mobil dan awan pun membayar ongkos mobil, setelah membayar Awan segera ketempat teman – temannya. source : Pemko Tanjungpinang
“Okey, sekarang kite jajan. Kalian mau jajan apa?” Tanya Awan pada adik –adiknya. “ Martabak telur, jagung susu, es kiamboy ” jawab Intan, Putri, Sri, Jamal serentak dengan semangat “Okey, Sri Jamal bawa adik – adik korang jajan yee. dijage ” “Okey, bang” jawab Jamal “Bang Awan dan Kak Tina nak kemane?” Tanya Sri “Akakk bedue ke toko tu dulu. Mau beli kerupuk gonggong untuk mamak Tina” jawab Awan “Okeyy kak siap, nanti ketemmu diman kabari ya kak” jawab Sri sambil menunjukkan handphone barunya yang baru saja dibelikan orang tuanya karena ia butuh untuk belajar. “Okey ” jawab Awan Mereka pun segera mencar sesuai rute mereka yaitu awan dan tina ke penjual kerupuk sedangkan Sri, Jamal, Intan dan Putri di ketempat jajan disekitar Melayu Square “ Pak, berape kerupuk ni?” Tanya Tina pada penjual. “ 1 kg 140 ribu dek kalau ½ kg harganya 75 ribu ”. Jawab bapak penjual “ Pak mau yang itu ½ kg ya, 2 bungkus ”. Jawab Tina “ Tunggu sebentar ya dekk” ucap bapak penjual sembari menyiapkan pesanan Tina “ Tina, kenapa tak pesan 1 kg sekali, kan same aje ½ + ½ kg sama dengan sekilo?”. Tanya Awan “ Wak, kalau beli sekilo langsung kelak kerupuk tu masok angen sebab di bukak tutup bukak tutup terus, kelak tak temakan. Tapi setengahkan habiskan sekantong dulu baru bukak yang baru, jadi tak masok angen. Biarlah duet siket daripade membazir ” jawab Tina “Ooo, macam tuu. Okelah – okelah, aku paham ”. Ucap Awan
Tak lama mereka berkumpul lagi setelah Sri menghubungi Kak Tina menanyakan keberadaannya. Awan dan tina pun berjalan mencari keberadaan sri dan adik2 lainnya. " Kak tina, disini " teriak intan dan putri sambil melambaikan tangan agar kak tina dan bang awan. Kemudian mereka berdua menghampiri nya " Beli jajan apa aja tadi? " Tanya awan melihat banyak sekali makanan yang di tenteng mereka " cimol, martabak telur, otak2, lepastu ape lagi ye kak" ucap putri sambil menunjukan hasil belanjaan mereka "Ade es kiamboy kami belikan akak juga" sambung intan "Wah banyak nye, abis tak ni?" Tanya awan sembari tersenyum melihat adik-adik nya yang senang berjalan-jalan. "Abiss doong kak" jawab jamal dan sri serentak "Memang kelian berdua tu tak heran pastilah abis" ucap awan Mereka pun tertawa bersama. Dan melanjutkan aktifitas mereka yaitu makan jajanan yang telah di beli sembari bercerita di laman boenda tempat gedung gonggong berada yang merupakan ikon dari kota Tanjungpinang. Tak terasa langit pun sudah mulai gelap mereka pun bergegas segera mau pulang kerumah. Kak awan pun segera memesan ojek online kembali agar mereka dapat pulang bersama. Tak lama ojek online pun datang.
"Masuk saja dek" kata bapak supir “Baik Pak” Jawab awan sembari mengajak kawan-kawan masuk ke dalam mobil ojek onlinenya yang sudah dipesannya, mobil pun jalan dengan kecepatan sedang meninggalkan jalan yang lumayan padat. Biasa setiap malam tepi laut selalu ramai orang berkunjung ada yang pergi jalan-jalan, duduk-duduk kosong, dan ada juga yang pergi bermain karena di lapangan Melayu Square tersedia mainan sepeda listrik, mobil-mobilan anak kecil, dan masih banyak lagi. Di Penghujung Jalan tepi laut dekat dengan pelabuhan Jamal yang tadinya diam saja dalam mobil tiba-tiba berseru “Sri aku ada ide nak buat tugas ape” Seru Jamal dengan semangat “ Hei kau ini, tekejut aku tibe-tibe aje” Jawab Sri yang terkejut “ Hehe maafkan aku tak sengaje” Cengir Jamal “ Lalu apa ide kau tu?” Tanye Sri “ Sebelum aku kasih tau, aku nak tanye dulu dengan kak Tina “ Ucap zamal yang tersenyum ingin kak Tina menjawab pertanyaannya lantas Jamal pun berbicara lagi “ Kak Tina berape waktu kite naik pompong ke Pulau Penyengat” Tanya Jamal “ Eh Jamal, kau mimpi ye? Kak Tina aje tak pernah pergi ke Penyengat gara-gara takut naik pompong kau pulak tanye kak Tina” Jawab Sri dengan galak sambil menepuk bahu Jamal dengan gemas mendengar pertanyaan Jamal pun tersenyum kecil baru tersadar betapa konyol pertanyaan yang dia tanyakan. Sedangkan Tina hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala heran dengan tingkah dua adik kelasnya ini yang seperti kucing dan tikus saja tidak pernah akur lalu tiba-tiba Pak sopir pun berbicara . Lanjot ye...
5 Kg 5 Ons 2. Rina diminta Ibu untuk membeli sejumlah telur di sebuah toko yang memberikan harga telur Rp. 20.000 per kilogram. Sedangkan Rina hanya membawa uang Rp. 10.000. Berapa ons kah telur yang dapat dibeli Rina? jOM uJI pEMAHAMAN pART 4 Edo memetik mangga. Mangga yang dipetik Edo seberat 5 kg. Setiap 5 ons mangga dimasukkan ke dalam kantong plastik. jika setiap kantong dijual dengan harga 15 ribu. berapa total pendapatan Edo ? 1. Kerjakanlah soal cerita dibawah ini menggunakan materi Satuan Berat 3. Untuk tugas pengamatan, Luna dan Budi berada pada 1 kelompok. Ibu guru menugaskan Luna untuk membawa 7½ ons gula pasir dan menugaskan Budi untuk membawa 12½ ons garam. Berapa kilogram kah berat barang yang ada di kelompok Luna dan Budi? 4 Dalam suatu bazaar bahan pokok, harga beras dipatok Rp. 5.000 per kg. Bila Ibu hendak membeli 45 ons beras, berapakah uang yang harus dibayar Ibu?
“ Kalau untuk Tanjungpinang ke penyengat lewat pelantar penyengat itu biasanya 10 menit dek kalau air laut tenang, tapi kalau tak tenang biasanya 10 - 30 menit lah baru sampai “ Ucap pak sopir yang mengetahui waktu perjalanan karena ia sering bolak-balik Pinang ke Penyengat untuk pengantar wisatawan. Yaps memang banyak sekali wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau dengan julukan Indrasakti ini dengan pulau yang berukuran panjang 2000 meter dan lebar 850 meter ini banyak sekali menyimpan historis yang sangat kental akan kebudayaan melayunya salah satunya yaitu Masjid Raya Sultan Riau ini yang merupakan Cagar Budaya Kota Tanjung Pinang, mengapa tidak ternyata Masjid Raya Penyengat ini dibangun menggunakan putih telur sebagai perekatnya bukan semen seperti bangunan pada umumnya, selain itu juga ternyata Pulau Penyengat ini merupakan salah satu pulau di dunia yang dijadikan mas kawin (mahar) pernikahan yaitu pernikahan Sultan Mahmud Syah dan istrinya Engku Putri Raja Hamidah pada tahun 1803. Bab V Pulau Penyengat Source : Pegidulu.com
Source : Sultan Syarif Kasim II “ Wah bapak sering penyengat ya? Kok tahu pak? “ Tanya Intan dengan semangat “ Iya sering dek antar wisatawan, tapi rata-rata waktu tempuhnya menggunakan pompong itu 15 menit dek “ Ucap pak supir lagi “ Terima kasih banyak ya Pak “ Ucap Jamal “ Ape kene mengene dengan pegi ke penyengat Mal? “ Tanya Kak Awan yang ikut penasaran dengan ide Jamal “ Nah kita kan tau Kak dari Google tadi Jamal cari tahu jarak dari Kota Tanjungpinang ke Pulau Penyengat iyelah 5,5 KM, lepat tu kite tau waktu tempuhnya iyelah 15 menit menggunakan mompong, jadi yang kita tak tahu sekarang berapa kecepatan pompong tersebut” Jelas sama dengan semangat 45 mengutarakan ide cemerlangnya itu “ Eh, pandai lah kau Jamal tumben pulak pintar macam ini, makan apa tadi? “ tanya Sri masih takjub dengan pemikiran Jamal Jaml pun tidak menggubris pertanyaan konyol Sri sebaliknya dia sibuk menghitung kecepatan pompong melaju menggunakan kalkulator hp-nya, di tengah-tengah berhitung tiba-tiba Tina menyelutuk
“ 2 km/jam kan? “ Celetuk Tina yang membuat semua orang terkejut “ Ya Allah kak Tina bikin terkejut Sri aje “ Ucap Sri lagi “ Pakai rumus kecepatan = jarak bagi waktu dengan satuan km/jam berarti harus ubah dulu 15 menit ke jam dengan cara dibagikan 60 menit didapatkan lah 0,25 jam jadi tinggal masukkan saja ke dalam rumus kecepatan (5,5 km)/(0,25 km) = 22 km/jam “ Jelas Tina panjang lebar yang bikin semua orang melungut termasuk pak supir “Wah Makasih ya Kak, Alhamdulillah siap tugas aku “ Ucap Jamal dengan hati gembira Setelah itu mobil pun melaju ke rumah mereka dan sesampainya di rumah mereka kembali dengan aktivitas mereka masing-masing yaitu shalat, mengaji dan belajar. Source : Wikipedia Pulau Penyengat
Nur bersepeda motor dari rumahnya menuju rumah kakek dengan kecepatan 60 km/jam. Waktu tempuh Nur untuk bisa sampai di rumah kakek 2 jam 45 menit. Jarak rumah Nur ke rumah kakek adalah ... Jarak kota Surabaya - Sidoarjo 25 Km. Tono mengendarai sepeda motor dari Surabaya pukul 06.00 dan tiba di Sidoarjo pukul 06.30. Kecepatan rata-rata Tono mengendarai sepeda motor adalah .... km/jam Kereta api Siemens Velaro mampu melesat dengan kecepatan maksimum 350 km/jam. Jika kereta api Siemens Velaro dioperasikan di Indonesia, maka kota Jakarta dan Banyuwangi yang berjarak 1.120 km dapat ditempuh dalam waktu .... Jarak kota A ke kota B adalah 180 km. Farhan berangkat dari kota A pukul 09.15 menuju kota B dengan kecepatan rata-rata 50 km per jam. Pukul berapa Farhan tiba di kota B ? Ibu pergi ke pasar naik becak. Jarak pasar dengan rumah 3 km. Berapa m/detik laju becak agar ibu sampai di pasar dalam waktu 20 menit? 1. 2. 3. 4. 5. jOM uJI pEMAHAMAN pART 5 Kerjakanlah soal cerita dibawah ini menggunakan materi Jarak, Kecepatan dan Waktu
Bab V Matematika di Sekitarmu Keesokan harinya seperti biasa pagi jalanan kota Tanjungpinang dipenuhi oleh orang – orang yang ingin berpergian. Ada yang ke sekolah, ke tempat kerja, dan ada juga yang ke pasar. Tidak berbeda dengan ke enam Budak Melayu yang Gemar Matematika ini. Mereka pergi ke sekolah dengan gembira karena semua tugas mereka telah selesai dan tidak disangka matematika selalu berada disekitar kita. Itulah yang dirasakan oleh mereka. Akan tetapi mereka sadar pengalaman mereka kemarin masih belum sepenuhnya dikaitkan dengan matematika bahkan hal sepele pun seperti pergi membeli jajan, melihat jam dinding, menghitung berat dan jumlah benda dalam kardus pun selalu berkaitan dengan matematika. Namun, sebagian anak menganggap matematika itu sulit, bukanlah matematika itu yang sulit akan tetapi pikiran dari siswanya tersebut yang dan juga terkadang metode belajarnya yang hanya monoton mencatat, menghafal rumus, dan mengerjakan soal yang banyak. Itulah penyebab mereka merasa sulit. Coba sekarang teman – teman semua lebih terbuka dan selalu berpikir bahwa matematika itu tidaklah sulit selalu mencari tahu pembelajaran darii berbagai sumber agar dapat menyesuaikan pemahaman ilmu yang ada. Dan juga sekarang perhatikan disekitarmu apakah ada unsur matematika yang kkamu temui? Jika ada terus asah pemahaman matematika mu karena ilmu matematika ini tidak lekang oleh waktu akan selalu berguna dimanapun kamu berada. Apapun profesimu kelak, apapun pekerjaanmu kelak dan dimanapun kamu berada saya yakin pasti matematika selalu ada bersamamu.
Kami Budak Melayu Gemar Matematika selalu bergembira bermain sambil belajar, saling melindungi satu sama lain. Itulah arti pertemanan yang sesungguhnya. Sampai jumpa dibuku kami selanjutnya yaa. aJangan Lupe Ke Kote Kami ye . Ditunggu Assalamualaikum semuanya.
Literasi Matematika BUdak Melayu Gemar Matematika " Ih Sulitlah matematika ni tak pahamlah aku " Ucap Sri " Jangan Mengeluh wak kerjakan je mudah ni " Jawab Jamal " Srii, Belikan Mak tepung nak " Seru mamak Sri dari dapur. Sri pun bergegas menuju dapur untuk membelikan mamaknya tepung. setelah sampai didapur Sri pun bertanya. " Beli berapa kilo mak ? " " Sekilo Setengah Je nak biase sekilo 10 ribu " Jawab Mamak Sri Mak Sri pun mengeluarkan uang 20.000 " Lebih ni mak. kan kalau sekilo setengah kali 10.000 cuman 15.000 mak " Ucao Sri " Sisanya jajanlah sama Jamal" Ucap Mak Sri " Terimakasih mak, Tante" Ucap Jamal danSri Bersamaan Saat diperjalan mau ke kedai. Tu pandai kau hitung-hitung wak. sebenarnye matematika tu tak sulit kadang pikiran kite je yang macam tu. dan juga matematika itu ada di sekitar kita. apapun pekerjaan kita, profesi kita dan siapapun kita pasti selalu menggunakan ilmu matematika. jadi jangan anggap susah lagi ye wak " Jelas Jamal " Okey wak aku paham " Ucap Sri