The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Contoh desain pembelajaran RPP yang memuat literasi dan numerasi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by seniasiati, 2021-03-30 00:37:51

Desain pembelajaran Literasi Numerasi

Contoh desain pembelajaran RPP yang memuat literasi dan numerasi

Keywords: RPP literasi dan numerasi

DESAIN

Literasi integral Lintas mata pelajaran

Literasi Informasi
Numerasi

MATERI
TEKS TANGGAPAN
LINGKUNGAN ALAM
PENGHITUNGAN DATA

Disusun oleh
Seni Asiati, M.Pd.

Desain Sekolah:
Kelas : IX
Materi : Teks tanggapan
Waktu : 2 x 40 menit

Kompetensi 3.7 Mengidentifikasi informasi berupa kritik atau
Dasar pujian dari teks tanggapan (lingkungan hidup,
kondisi sosial, dan/atau keragaman budaya, dll)
yang didengar dan/atau dibaca.
4.7 Menyimpulkan isi teks tanggapan berupa kritik
atau pujian (mengenai lingkungan hidup, kondisi
sosial, dan/atau keragaman budaya) yang
didengar dan dibaca.

Tujuan 1.Mendata informasi berupa kritik atau pujian dari
Pembelajaran teks tanggapan lingkungan hidup yang didengar
dan/atau dibaca
2.Menanggapi isi informasi dengan alasan yang
logis disertai bukti pendukung (hasil penelitian,
data nasional, dll) menggunakan data yang
akurat.
3.Menyimpulkan informasi tentang keadaan alam
dan kebencanaan di lingkungan sekitar dan
pengaruh pada kegiatan masyarakat.

Materi

Pembelajaran Teks tanggapan dan Mengihtung data

Model Model Discovery Learning
Pembelajaran

Profil Pelajar Bernalar kritis, gotong royong, kreatif
Pancasila

PERSIAPAN

1.Guru mempersiapkan gawai untuk
pembelajaran berupa laptop dan
infocus.
2.Guru mempersiapkan instrumen
penilaian
3.Guru mengunduh film pendek
"Bencana Alam di Indonesia" sebagai
bahan proses kreatif menulis teks
tanggapan.
4.Guru mengunduh gambar-gambar
mengenai dampak kebencanaan.
5.Pertunjukan simulasi bencana sebagai
referensi untuk pembelajaran.
6.video percobaan sederhana
kebencanaan.

Kegiatan Pembelajaran
ke-1

1.Guru mengajak peserta didik menyaksikan film

pendek "Bencana Alam di Indonesia"

2.Peserta didik diajak berpendapat dengan

stimulus guru berupa pertanyaan: Setelah

menyaksikan tayangan tersebut, apakah sikap

tidak peduli terhadap alam adalah hal yang

baik? Siapa saja yang berperan merusak alam?

Apa saja bencana yang mengancam manusia

akibat dari alam? Bagaimana cara kita menjaga

alam di lingkungan sekitar kita?

3.Guru mengarahkan peserta didik secara

berkelompok membuat peta pikiran berisi apa

saja kebencanaan yang ada di Indonesia

mencari sumber referensi berupa data

kebencanaan yang ada di Indonesia

4.Peserta didik membuat data dalam bentuk tabel

atau diagram.

5.Guru bisa memberikan motivasi anak untuk

mempresentasikan hasil pekerjaan

kelompoknya mengenai data kebencanaan di

Indonesia disertai contoh dan sikap untuk

menjaga alam.

Refleksi

Peserta didik bersama guru melakukan
refleksi terhadap pembelajaran.

Kegiatan Pembelajaran ke-2

Menyusun skenario

Peserta didik dalam kelompoknya membuat
skenario singkat mengenai mitigasi bencana.
Skenario yang disusun sudah memperhitungkan
durasi waktu yang dibutuhkan dan jumlah
kelompok.

Praktik simulasi mitigasi bencana

Peserta didik melakukan praktik mitigasi
bencana berdasarkan referensi yang dicari
dari beberapa sumber.
Kelompok lain memberikan kritik dan pujian
serta memberikan penilaian dalam LKPD.

Refleksi

Peserta didik bersama guru melakukan refleksi
terhadap pembelajaran.
Pertanyaan yang dapat diajukan sebagai refleksi
untuk peserta didik, misalnya;
apakah kegiatan hari ini menyenangkan? apakah
kamu sudah pakai membagi waktu untuk tampil.

Kegiatan pembelajaran ke-3

Melakukan percobaan
sederhana

1.Peserta didik bersama guru menyaksikan tayangan video
eksperimen sederhana erupsi gunung berapi.

2.Guru mendorong peserta memberi stimulus dengan
pertanyaan, misalnya dari tayangan tersebut, apa saja
yang perlu kita persiapkan untuk melakukan percobaan
sederhana? Apa saja percobaan bencana alam dan
nonalam yang dapat dibuat?Apakah diperlukan petunjuk
dan K3 dalam melakukan percobaan tersebut?

3.Guru bersama peserta didik memetakan percobaan
bencana yang dapat dilakukan dengan alat sederhana
dan memperhitungkan jumlah takaran serta banyaknya
alat dan bahan yang dieprlukan.

4.Guru mendorong peserta didik untuk mempersiapkan
alat dan bahan percobaan sederhana.

5. Peserta didik diarahkan untuk mencari sumber referensi
lain mengenai percobaan sederhana.

6.Peserta didik melakukan percobaan sederhana dengan
bimbingan guru.

7.Peserta didik menuliskan prosedur melakukan
percobaan dan mendokumentasikan percobaanya yang
dilakukan.

8.Peserta didik memublikasikan percobaanya di media
sosial dan siswa lain menangapi dengan memberikan
komentar di media sosial.

Asesmen

Kompetensi
Minimum

Baca petunjuk
soal sebelum
mengerjakan!

Berdasarkan infografis tersebut jawablah pertanyaan berikut benar atau salah!

Kunci jawaban

1.Benar. Berdasarkan infografis
wilayah pulau Jawa lebih banyak
frekuensi bencana.

2.Salah. Bencana banjir jumlah
kejadiannya 495 lebih banyak terjadi
dibandingkan bencana alam lainnya.

3.Salah. Berdasarkan data orang
hilang ada 8 orang jika dua saudara
Natasha dimasukkan dalam data
orang hilang pertambahannya
menjadi 10 orang.

4.Benar. Pulau Sumatera banyak
terjadi bencana alam.

5.Benar. Bencana alam gempa bumi
dan gelombang pasang terjadi
sebanyak lima kali.

Pedoman Penskoran

Jawaban benar skor 2
jawaban salah skor 0
skor perolehan/10 x 100

Jawablah pertanyaan
berikut berdasarkan

infografis !

1. Urutkan dari pulau yang sedikit

frekuensi bencana hingga pulau

yang frekuensi bencananya

terbanyak menggunakan tabel?

2. Mengapa pandemi Covid-19
disebut bencana nonalam!

3. Apa saja dampak bencana alam
pada masyarakat?

4.Berapa persen fasilitas pendidikan
yang rusak?

5. Berapa frekuensi kejadian bencana yang

sedikit terjadi dan di wilayah manakah?

Kunci Jawaban

1.

2. Bencana yang bukan diakibatkan oleh alam dan
covid adalah pandemi yang diakibatkan oleh virus.

3. dampak yang ditimbulkan dari bencana alam dan
nonalam antaralain: meninggal dunia, kehilangan

nyawa juga harta benda, dan menderita luka-luka.
4. Fasilitas pendidikan yang rusak:

331/759 x100% = 43,61%
5. Frekuensi yang sedikit 5 frekuensi kejadian bencana
di daerah papua.

Pedoman penskoran

Uraian

Lastri berpendapat bahwa angka
pada simbol balon menandakan
frekuensi bencana di suatu
daerah. Menurutnya jika besar
angka yang tertera pada balon

maka daerah tersebut rawan
bencana.

Setujukah kamu dengan
pendapat Lastri?

Kunci Jawaban

Setuju dengan pendapat Lastri .
Simbol balon dengan angka dan warna yang
berbeda menandakan frekuensi bencana di
suatu daerah. Semakin pekat warna balon
maka frekuensi semakin sering atau banyak

Jawaban setuju disertai dengan alasan yang logis
sesuai infografis skor 50
Jawaban setuju alasan kurang tepat skor 40

referensi

https://www.canva.com
Update Bencana Indonesia Tahun 2020 -
BNPB
Eksperimen Gunung Berapi Meletus |
volcano eruption experiment | SAINS -
YouTube


Click to View FlipBook Version