19
DAFTAR PUSTAKA
Bappeda Kota Semarang; 2000; Profil Wilayah Pantai Dan Tanah Kota Semarang
Tahun 2000.
Crittenden, John; Trussell, Rhodes; Hand, David; Howe, Kerry and
Tchobanoglous, George. 2005. Water Treatment Principles and Design,
Edition 2. John Wiley and Sons. New Jersey. ISBN 0-471-11018-3
Glater, J. 1998. "The early history of reverse osmosis membrane development".
Harlan, 2009. Analisis Kandungan Logam Berat Timbel (Pb) dan Tembaga (Cu)
pada Air Tanah dengan Menggunakan Metode Spektrofotometer Serapan
Atom (SSA) di Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sulawesi Selatan.
International Desalination Association. Yearbook 2012-2013
Kurniawan,Ertanto.2008.“STUDY PERENCANAAN REVERSE OSMOSIS PADA
KAPAL-KAPAL PATROLI 38 METER“ Teknik Sistem Perkapalan-
ITS,Surabaya.
Mulder, Marcel, Basic Principles of Membrane Technology, Kluwer Academic
Publishers, Dordrecht, The Netherlands, 1996.
PT Indonesia Power UBP Perak ”System Reverse Osmosis”
Rastihat. 2004. Peramalan Pasang Surut dengan Menggunakan Komputer Mikro.
Civil Engineering.
Samsudin, A.M. 2013. Membrane Separation: Introduction. Teknik Kimia
Undip. Semarang
Setyawan, W.B. 2009. Studi Geomorfologi Pesisir untuk Menangani Masalah Erosi
Pantiai dan Banjir Pasang Surut, Serta Perencanaan Menghadapi Kenaikan
Muka Air Tanah di Wilayah Pesisir Brebes, Tegal dan Pemalang. PPOP
LIPI. Jakarta.
Sutrisno, Totok, Teknologi Penyediaan Air Bersih, Rineka Cipta, Jakarta, 2004.
Wahyudi. 2007. Tingkat Pengaruh Elevasi Pasang Tanah Terhadap Banjir dan
Tanah di Kawasan Kaligawe Semarang. Dalam Riptek Vol.1 No.1,
November 2007. Hal 27-34.
Wenten, I . G . Wiguna. 2000. Teknologi Membran Industri. ITB. Bandung.
Energi Terbarukan
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH 2020
ELECTRISEA: JEMBATAN PEMBANGKIT LISTRIK BERKONSEP
COMBINED RENEWABLE ENERGY UNTUK MENGATASI KRISIS
ENERGI LISTRIK DI NUSA TENGGARA TIMUR
Diusulkan oleh:
(Danar Adi Irfanto, 04211640000065; Angkatan 2016)
(Dhaniel Herdian Pratama, 04111840000009; Angkatan 2018)
(Fatahillah Syach, 04211840000015; Angkatan 2018)
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2020
i
ii
hhhh
iii
Kata Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang MahaEsa atas segala
rahmat, karunia, kekuatan, dan kesehatan yang diberikan-Nya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “ELECTRISEA: JEMBATAN
PEMBANGKIT LISTRIK BERKONSEP COMBINED RENEWABLE ENERGY
UNTUK MENGATASI KRISIS ENERGI LISTRIK DI NUSA TENGGARA
TIMUR”
Karya ilmiah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu
penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Kedua orang tua penulis yang telah membantu mendoakan dan mengakomodasi
selama penulisan karya ilmiah ini.
2. Bapak Edi Jadmiko, ST., MT. selaku Pembimbing Tim.
3. Teman-teman Tim yang telah berusaha untuk menyelesaikan karya tulis ini.
Akhirnya, penulis berharap agar karya ilmiah ini dapat dibaca oleh siapa saja dan
dapat memberikan tambahan wawasan serta manfaat yang besar.
Surabaya, 21 Juni 2020
Penulis
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... i
LEMBAR ORISINALITAS ................................................................................. ii
KATA PENGANTAR.......................................................................................... iii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................v
DAFTAR TABEL .............................................................................................. vi
ABSTRAK ........................................................................................................... vii
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................2
1.3 Tujuan......................................................................................................2
1.4 Manfaat Program .....................................................................................3
1.5 Batasan Masalah ......................................................................................3
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Jembatan Gantung ...................................................................................4
2.2 Energi Arus Laut .....................................................................................4
2.3 Gorlov Helical Turbine ...........................................................................4
2.4 Savonius Wind Turbine............................................................................5
2.5 Generator Listrik......................................................................................6
2.6 Gearbox ...................................................................................................6
BAB 3. METODE PENULISAN
3.1 Diagram Alir............................................................................................7
3.2 Penjelasan Detail Diagram Alir ...............................................................8
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Kondisi Pemenuhan Kebutuhan Listrik di Indonesia ..............................9
4.2 Kebutuhan Energi Listrik Berdasarkan Jumlah Penduduk Per
Kabupaten Di Pulau Flores dan Pulau Rinca ..........................................9
4.3 Solusi yang Pernah Ditawarkan.............................................................10
4.4 Potensi Energi Arus Laut Di Nusa Tenggara Timur .............................10
4.5 Analisis Desain ELECTRISEA .............................................................11
4.6 Analisis Ekonomi ELECTRISEA .........................................................16
4.7 Peran ELECTRISEA Sebagai Upaya Realisasi SDGs 2030 .................18
4.8 Pihak – Pihak yang Dapat Mengimplementasikan Gagasan .................18
4.9 Langkah Strategis Implementasi Gagasan.............................................19
BAB 5. PENUTUP
5.1 Inti Gagasan ...........................................................................................20
5.2 Prediksi Keberhasilan ............................................................................20
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ viii
LAMPIRAN...........................................................................................................x
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Jembatan Gantung ........................................................................... 4
Gambar 2.2 Turbin Helix..................................................................................... 5
Gambar 2.3 Efisiensi Turbin Helix (Gorlov)....................................................... 5
Gambar 2.4 Savonius Wind Turbine.................................................................... 6
Gambar 2.5 Gearbox pada mesin ........................................................................ 6
Gambar 3.1 Flowchart Cara Kerja ELECTRISEA............................................... 7
Gambar 4.1 Proyeksi Kebutuhan Energi Listrik di Indonesia............................. 9
Gambar 4.2 Lokasi Penerapan Jembatan ELECTRISEA ..................................... 11
Gambar 4.3 Desain Jembatan ELECTRISEA ...................................................... 12
Gambar 4.4 Gorlov Helical Turbine dan Savonius Wind Turbine ...................... 12
Gambar 4.5 Hasil Simulasi Solidwork Pada Gorlov Helical Turbine ................. 13
Gambar 4.6 Desain Turbin Helical...................................................................... 14
Gambar 4.7 Hasil Simulasi Solidwork Pada Savonius Wind Turbine ................. 15
Gambar 4.8 Grafik Analisis Pengeluaran dan Pendapatan ELECTRISEA .......... 17
vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Data Kecepatan Arus Terhadap Kedalaman .......................................... 10
Tabel 2. Perhitungan Daya Pada Gorlov Helical Turbine.................................... 14
Tabel 3. Perhitungan Daya Pada Savonius Wind Turbine.................................... 15
Tabel 4. Perhitungan Total Daya yang Dihasilkan ELECTRISEA....................... 16
Tabel 5. Perhitungan Keuntungan ELECTRISEA ................................................ 16
vii
ABSTRAK
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan mempunyai potensi
alam yang melimpah sebagai sumber devisa. Hal tersebut dapat dimanfaatkan,
mengingat angka kemiskinan di Indonesia yang tergolong cukup tinggi khususnya
di provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu sebesar 21,38%, angka pengangguran
sebesar 3,27% dan posisi kemiskinan dan kebahagiaan masih pada peringkat 3
terendah secara nasional. Salah satu indikatornya mengacu pada fakta bahwa
selama ini pemerataan listrik di provinsi Nusa Tenggara Timur tidak semuanya
terjangkau serta kebutuhan energi listrik tiap tahun terus mengalami peningkatan.
Oleh karena itu dibutuhkan sebuah solusi berkesinambungan untuk mengatasi
permasalahan kebutuhan listrik sekaligus permasalahan perekonomian di Nusa
Tenggara Timur. Mengingat kondisi geografisnya yang memiliki potensi alam
berupa keadaan arus laut dan angin di daerah tersebut khususnya, di Selat Molo,
maka dari itu, diperlukan alternatif untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia
tersebut. Salah satunya adalah dengan sistem yang terintegrasi menggunakan
Gorlov Helical Turbine dan Savonius Wind Turbine yang dipasang pada jembatan
yang menghubungkan Pulau Flores dan Pulau Rinca. Sistem kerja pemanen energi
terbarukan ini adalah dengan mengubah energi kinetik dari arus laut dan angin
menjadi energi listrik melalui masing – masing generator untuk memenuhi
kebutuhan listrik khususnya di wilayah NTT. Jembatan ini juga akan
mempermudah penduduk setempat melakukan aktivitas antar pulau dan dapat
mendongkrak perekonomian dari sektor wisata karena Pulau Rinca merupakan
destinasi wisata. Selain itu jembatan ini akan membantu menyelesaikan
permasalahan ekonomi dengan pendapatan dari penjualan listrik yang besar dan
membuka lapangan pekerjaan untuk penduduk sekitar untuk mengurangi angka
pengangguran. Total daya yang dihasilkan berdasarkan Analisis matematis yaitu
sebesar 192.000 kW. Melihat kebutuhan daya di Pulau Flores dan Rinca adalah
182.269 kW, maka ELECTRISEA dapat mencukupi kebutuhan energi listrik di
kedua pulau. Selain itu, Pembangkit listrik ELECTRISEA memiliki potensi
ekonomis yang baik apabila diterapkan dalam waktu 27 tahun dengan nilai
keuntungan bersih sebesar Rp. 11.063.636.886.895,00 dan rata – rata pendapatan
sebesar 57,31% per tahun. Diharapkan pembangkit ini dapat menjadi solusi krisis
energi listrik sekaligus mendongkrak perekonomian di Provinsi Nusa Tenggara
Timur.
Kata Kunci: Angin, Arus laut, Gorlov Helical Turbine, Jembatan, Savonius Wind
Turbine
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada tahun 2018, nilai rata-rata rasio elektrifikasi provinsi di Indonesia
berada diatas 90%, akan tetapi masih terdapat provinsi dengan rasio elektrifikasi
yang rendah seperti Nusa Tenggara Timur yaitu hanya 70% (RUPTL PLN, 2018).
Data tersebut menunjukkan krisis energi listrik, karena dari 5.287.302 penduduk
NTT, sebanyak 1.586.190 penduduk belum memiliki akses energi listrik (Badan
Pusat Statistik, 2018). Angka kemiskinan di Nusa Tenggara Timur juga tergolong
cukup tinggi yaitu sebesar 21,38%, angka pengangguran sebesar 3,27% dan posisi
kemiskinan dan kebahagiaan masih pada peringkat 3 terendah secara nasional.
(Badan Pusat Statistik, 2018).
Namun di lain sisi, Provinsi NTT memiliki potensi energi terbarukan yang
sangat melimpah, yaitu panas bumi mencapai 353 MW, energi angin dengan
kecepatan mencapai 4.5 m/s, sektor mikro hidro mencapai 153 MW yang tersebar
di air terjun dan sungai, potensi energi surya mencapai 5 MWp, dan potensi arus
laut di Selat Molo mencapai kecepatan 0.3 – 3.8 m/s, tertinggi di antara selat - selat
lainnya di NTT (Egusandri, 2017). Hasil pemetaan Lembaga Penerbangan dan
Antariksa Nasional (LAPAN) menunjukkan NTT merupakan salah satu wilayah
memiliki kecepatan angin di atas 5 m/s (LIPI, 2007). Selain permasalahan krisis
energi listrik, dua pulau diantara Selat Molo yaitu Pulau Flores dan Pulau Rinca
memiliki potensi pertanian, perikanan dan perkebunan yang hasilnya sulit
dipasarkan karena masalah konektivitas antar pulau (Alit & Manek, 2016).
Oleh karena itu, kami berinovasi membuat ELECTRISEA, jembatan
pembangkit listrik berkonsep combined renewable energy dengan memanfaatkan
energi arus laut menggunakan Gorlov Helical Turbine dan energi angin
menggunakan Savonius Wind Turbine untuk memproduksi energi listrik. Penelitian
lain juga mengatakan bahwa Gorlov Helical Turbine dapat bekerja dengan
kecepatan arus laut minimal 0,5 m/s (Novrinaldi et al, 2011) dengan efisiensi
mencapai 35% (Akimoto, 2013). Sedangkan Savonius Wind Turbine dapat
mengkonversi energi dengan efisiensi mencapai 27% (Saha & Rajkumar, 2006).
2
Selain itu, jembatan ini juga didesain untuk dapat dilalui segala jenis kendaraan
logistik untuk memperlancar aktivitas ekonomi kedua pulau.
Penelitian dari Chettiar et al (2015) mengatakan bahwa dari hasil simulasi
Computational Fluids Dynamic, dengan kecepatan arus laut sebesar 1,2 m/s maka
Gorlov Helical Turbine menghasilkan torsi sebesar 2.9 Nm pada 40 rpm dan hasil
simulasi tersebut mendekati hasil dari uji eksperimen. Sementara penelitian lain
dari Niharman dan Sipahutar (2015), mendapatkan hasil bahwa turbin dapat
menghasilkan daya hingga 13,699 W dengan efisiensi sebesar 28,5% pada
kecepatan arus air 0,85 m/s. Sementara untuk Savonius Wind Turbine, penelitian
dari Essadiqi et al (2019) menunjukkan hasil daya yang dapat dihasilkan sebesar
123 W dan peningkatan efisiensi hinnga 8%.
Pengaplikasian jembatan pembangkit listrik ini pada Selat Molo dapat
menjadi solusi efektif atas krisis energi listrik dan logistik, karena selain potensi
energi arus laut dan angin lebih besar dan stabil dibandingkan sumber energi
lainnya, jembatan ini juga turut berperan meningkatkan taraf ekonomi dan
mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur Pulau Flores dan Rinca dengan
memudahkan jalur disribusi logistik antar pulau. Pengaplikasian jembatan ini juga
sekaligus merealisasikan program pemerintah yang sejalan dengan Sustainable
Development Goals (SDGs) 2030 mengenai energi terbarukan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang kami uraikan di atas, kami mengangkat
rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana langkah untuk menjawab poin SDGs tahun 2030 untuk terwujudnya
sumber energi listrik yang bersih dan sustainable di Nusa Tenggara Timur?
2. Bagaimana cara menciptakan desain jembatan pembangkit listrik yang mampu
mencukupi kebutuhan energi listrik di Nusa Tenggara Timur?
3. Bagaimana cara mendapatkan keuntungan dari investasi infrastruktur jembatan
pembangkit listrik?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari pembuatan gagasan tertulis ini
adalah:
3
1. Menjawab poin SDGs tahun 2030 untuk terwujudnya sumber energi listrik yang
bersih dan sustainable di Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur
2. Menciptakan desain jembatan pembangkit listrik yang mampu mencukupi
kebutuhan energi listrik di Nusa Tenggara Timur.
3. Mendapatkan keuntungan ekonomis dari investasi infrastruktur jembatan
jembatan listrik untuk masyarakat NTT.
1.4 Manfaat Program
1. Bagi Masyarakat: Memberikan solusi penanganan krisis energi yang ramah
lingkungan melalui penerapan jembatan pembangkit listrik ELECTRISEA bagi
masyarakat NTT.
2. Bagi Pemerintah: Memberikan solusi alternatif mengatasi krisis energi listrik di
kawasan NTT dengan konsep energi bersih yang sekaligus menjawab poin SDGs
2030 tetang energi terbarukan dan mandiri energi.
3. Bagi Akademisi: Memberikan informasi tentang potensi dan teknologi
renewable energy pada ELECTRISEA sebagai jembatan pembangkit listrik
alternatif untuk mengatasi krisis listrik di NTT.
1.5 Batasan Masalah
Untuk mencegah pembahasan yang meluas atau menyimpang dan memperjelas
pembahasan masalah, maka dibuat suatu batasan masalah. Ruang lingkup
permasalahan yang akan dibahas hanya kepada konsep dan desain jembatan
pembangkit listrik yang memanfaatkan arus laut untuk mengkonversi energi beserta
dengan analisis tekno ekonominya. Adapun batasan masalah yang ditentukan yaitu:
1. Jembatan akan ditempatkan di Selat Molo, Nusa Tenggara Timur. Desain
beserta simulasinya akan menyesuaikan keadaan dan data yang ada di
lapangan. Untuk data arus laut, diambil nilai yang diambil yaitu 2 m/s
sebagai asumsi nilai rata-rata selama satu tahun.
2. Desain 3D jembatan akan diciptakan dengan menggunakan software
Sketchup dan VRay 3.4. Sedangkan simulasi Gorlov Helical Turbine
menggunakan metode Computational Fluids Dynamic menggunakan
Solidwork Flow Simulation.
3. Analisis ekonomis yang dihitung adalah Payback Period, Net Present
Value,dan Intenal Rate of Return.
4
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Jembatan Gantung
Jembatan gantung adalah jenis jembatan yang memiliki deknya tergantung
pada kabel suspensi biasanya melewati menara dan dengan aman berlabuh di
ujungnya. Dek ini kemudian digantung pada suspender vertikal yang melekat pada
kabel suspensi, yang memiliki bentuk catenary dari semua jenis jembatan, jembatan
gantung adalah salah satu yang memungkinkan bentang terpanjang. Ini memiliki
rentang rentang 70 hingga 2000 meter. (Tejal & Fahora, 2017)
Gambar 2.1 Jembatan Gantung
(Sumber: Tejal & Fahora, 2017)
2.2 Energi Arus Laut
Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) memanfaatkan energi arus
laut sebagai sumber energi, arus laut yang merupakan energi kinetik dimanfaatkan
untuk menggerakkan sudu turbin. Pengembangan teknologi konversi arus laut pada
dasarnya mengadopsi prinsip kerja konversi energi angin yang telah berkembang.
Secara garis besar, teknologi yang dibutuhkan untuk membangkitkan listrik dari
energi arus laut adalah turbin, mooring, sistem transmisi dan generator. Turbin
diputar oleh arus laut, putaran turbin tersebut digunakan untuk membangkitkan
energi listrik generator (Rivantoro, 2015).
2.3 Gorlov Helical Turbine
Gorlov Helical Turbine atau turbin helix adalah turbin bertenaga arus laut
yang diciptakan oleh Professor Alexander M. Gorlov. Turbin ini merupakan
pengembangan dari turbin Darrieus, dimana turbin ini memiliki foil atau daun
berbentuk helikal. Prinsip kerjanya sama dengan turbin Darrieus, yaitu
memanfaatkan arus laut untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan energi
5
listrik. Gorlov Helical Turbine (GHT) secara khusus dirancang untuk aplikasi
hidroelektrik dalam aliran air rendah yang mengalir bebas. Manfaat berikut ini
membuat GHT sangat berguna untuk menghasilkan pembangkit listrik tenaga air.
Gambar 2.2 Turbin Helix
(Sumber : Hiromichi Akimoto, 2013)
Turbin helix dipilih dikarenakan memiliki efektifitas paling tinggi jika
dibandingkan turbin tipe lain, yaitu hingga 35% (LIPI, 2007). Turbin ini telah
dipatenkan dalam serangkaian paten dari September 19, 1995 hingga 3 Juli 2001
dan memenangkan 2001 ASME Thomas A. Edison Paten Award.
Gambar 2.3 Efisiensi Turbin Helix (Gorlov)
(Sumber : Scott Anderson, 2009)
2.4 Savonius Wind Turbine
Kincir angin Savonius adalah salah satu jenis kincir angin dengan sumbu
vertikal yang mampu mengubah energi angin horizontal menjadi energi kinetik
rotasi. Kincir ini dikembangkan oleh insinyur asal Finlandia Sigurd Johannes
Savonius pada tahun 1922, namun jauh sebelum itu telah ada konsep kincir yang
mirip yang dibuat oleh Bishop of Czanad melalui tulisannya pada buku Machinae
novae terbitan 1616 (Scott Anderson, 2009).
6
Gambar 2.4. Savonius Wind Turbine
(Sumber : Wikimedia, 2007)
2.5 Generator Listrik
Generator adalah suatu peralatan yang berfungsi mengubah energi mekanik
menjadi energi listrik. Prinsip kerja generator adalah berdasarkan induksi
elektromagnetik, setelah rotor diputar oleh penggerak mula (prime movers), dengan
demikian kutub-kutub yang ada pada rotor akan berputar. Jika kumparan kutub
diberi arus searah, maka pada permukaan kutub akan timbul medan magnet (garis
gaya fluks) yang berputar. (Supian, 2013). Untuk memilih kapasitas generator
dalam menghasilkan energi listrik disesuaikan dengan perhitungan daya dari data
hasil survei, yaitu antara 500 -1000 Megawatt. Kemampuan generator dalam
menghasilkan listrik dinyatakan dalam Volt Ampere (VA) (Syahru, 2010).
2.6 Gearbox
Gearbox merupakan suatu komponen dari suatu mesin yang terdiri dari
rumah untuk roda gigi. Fungsi gearbox utamanya adalah memperlambat kecepatan
putaran yang dihasilkan dari perputaran dinamo motor atau mesin diesel dan yang
kedua adalah untuk memperkuat tenaga putaran yang dihasilkan oleh dinamo atau
diesel (Khairul Ikhsan dkk, 2018).
Gambar 2.5 Gearbox pada mesin
(Sumber: Wikimedia, 2018)
7
BAB 3
METODOLOGI PENULISAN
3.1 Diagram Alir
Berikut ini adalah diagram alir (flowchart) dari pengerjaan karya tulis ini:
Mulai Permasalahan listrik
di NTT beserta pen-
Studi Literatur carian dasar teori
yang relevan
Penentuan Dimensi
Turbin dan Jembatan Menentukan dimensi
Gorlov Helical Turbi-
Pembuatan ne, Savonius Wind
Rancangan Desain Turbine dan jembatan
HIVESS 1. Desain pembangkit
ELECTRISEA
2. Desain Gorlov
Helical Turbine
3. Desain Savonius
Wind Turbine
Simulasi Desain Simulasi Computational
Jika gagal Fluids Dynamic meng-
gunakan Solidwork
Analisis Data dan Flow Simulation
Kesimpulan
1. Analisis hasil sinulasi
Pembuatan Laporan
serta perhitungan daya
listrik yang dihasilkan
2. Analisis kelayakan
ekonomis
3. Pengambilan kesimpulan
dari program
Selesai
Gambar 3.1 Flowchart Metodologi Penulisan Karya Tulis
8
3.2 Penjelasan Detail Diagram Alir
1. Studi Literatur
Pada bagian ini penulis mencari sumber informasi dan referensi dari
berbagai media yang terjamin kebenarannya. Informasi yang dicari difokuskan
pada permasalahan penanganan krisis energi listrik di Nusa Tenggara Timur , serta
solusi yang berupa renewable energy yang efektif dan efisien.
2. Perencanaan Desain ELECTRISEA
Pada tahap ini, penulis melakukan perancangan desain ELECTRISEA
menggunakan software Sketchup Pro agar mengetahui bentuk visual dari jembatan
dan pembangkit listrik. ELECTRISEA didesain melewati Selat Molo dan
menghubungkan Pulau Flores dan Pulau Rinca. Pada jembatan ini akan dipasang
40 unit Gorlov Helical Turbine dan 19 unit Savonius Wind Turbine. Arus listrik
yang dihasilkan merupakan arus AC yang siap didistribusikan ke rumah penduduk.
3. Penentuan Dimensi Turbin dan Jembatan ELECTRISEA
Pada tahap ini, penulis melakukan perancangan dimensi dari jembatan
ELECTRISEA, yang memiliki panjang 1000 meter, dan turbin akan didesain dengan
ukuran 3 x 5 meter, yang mana menghasilkan torsi yang optimal.
4. Simulasi Desain dan Analisis Matematis ELECTRISEA
Analisis dilakukan dengan mensimulasikan turbin menggunakan simulasi
Computational Fluid Dinamycs menggunakan software Solidwork Flow Simulation
dengan menyesuaikan keadaan arus yang ada di Selat Molo untuk mengetahui torsi
dan putaran yang dihasilkan oleh Gorlov Helical Turbine dan Savonius Wind
Turbine.
5. Analisis Data dan Kesimpulan
Tahap penganalisisan data dan teori yang digunakan dalam penulisan
dirumuskan pada tahapan ini. Data hasil simulasi software akan dianalisis untuk
mengetahui tingkat keberhasilannya dan dihubungkan dengan permasalahan yang
diangkat. Maka, dari hubungan keduanya dapat didapatkan solusi konkret.
6. Pembuatan Karya Tulis
Hasil dari semua metode yang sudah dilakukan dalam pembuatan karya tulis
ini akan ditulis dan disusun berupa laporan sebagai luaran akhir dari penulisan
karya tulis.
9
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Kondisi Pemenuhan Kebutuhan Listrik di Indonesia
Kebutuhan pemenuhan energi listrik di Indonesia semakin meningkat setiap
tahunnya, dimana kebutuhan listrik Indonesia akan melebihi 200 TWH, setelah
tahun 2018 (PLN, 2018). Fakta ini menunjukkan bahwa Indonesia sangat
membutuhkan pembangunan pembangkit listrik dalam beberapa tahun ke depan.
Gambar 4.1 Proyeksi Kebutuhan Energi Listrik di Indonesia
(Sumber: RUPTL PLN, 2018)
4.2 Kebutuhan Energi Listrik Berdasarkan Jumlah Penduduk Per Kabupaten
Di Pulau Flores dan Pulau Rinca
Jembatan ELECTRISEA akan diterapkan di Selat Molo, yang mana berada
diantara Pulau Flores dan Rinca, sehingga di desain untuk memenuhi kebutuhan
listrik Pulau Flores dan Rinca. Terdapat 4 kabupaten dengan total penduduk
sebanyak 931.597 orang. Dengan membagi jumlah penduduk dengan nilai rata-rata
jumlah anggota keluarga sebesar 4.6, maka didapatkan jumlah keluarga mencapai
202.522 keluarga (Badan Pusat Statistik, 2018).
Apabila satu keluarga menggunakan listrik dengan kapasitas 900 watt
(PLN, 2016), maka kebutuhan daya listrik spesifik di Pulau Rinca dan Flores adalah
182.268,978 Watt, atau 182.269 KiloWatt. Hal ini juga didukung dengan
peningkatan konsumsi energi setiap tahunnya (ESDM, 2012).
10
4.3 Solusi yang Pernah Ditawarkan
4.3.1 Marine Vessel Power Plant
Saat ini PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih membutuhkan aliran
listrik dari Marine Vessel Power Plant (MVPP). Kapal pembangkit tersebut
diperlukan guna mencukupi daya di sejumlah daerah karena pembangkit listrik
permanen yang belum siap. MVPP ini dapat menghasilkan daya maksimal 120 MW
untuk mengaliri listrik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (kontan.co.id, 2019).
Namun, solusi ini hanya bersifat jangka pendek karena hanya disewa dari
perusahaan asal Turki, Karpowership, hingga 2021. Selain itu, pembangkit ini juga
masih menghasilkan emisi yang tinggi dikarenakan masih menggunakan bahan
bakar diesel.
4.3.2 PLTU Bolok
Salah satu pembangkit listrik yang aktif adalah PLTU Bolok. Namun,
pembangkit listrik ini sering mengalami masalah pada boilernya, dan juga harga
batu bara yang mahal dan fluktuatif membuat biaya produksi listrik menjadi tinggi
(tirto.id, 2016). Selain itu, limbah yang dihasilkan juga mengganggu masyarakat
sekitar pembangkit listrik (poskupang.com, 2017)
4.4 Potensi Energi Arus Laut di Nusa Tenggara Timur
Potensi terbesar dari arus laut di NTT adalah pada Selat Molo yang
kecepatan arusnya mencapai 0.3 – 3.8 m/s (Egusandri, 2017). Berikut adalah tabel
distribusi arus pada setiap kedalaman di Selat Molo (Yuningsih, 2011).
Tabel 1. Data Kecepatan Arus Terhadap Kedalaman
(Sumber: Yuningsih, 2011)
Pada kondisi pasang, arah arus secara umum berarah ke utara dengan
distribusi kecepatan arus berkisar antara 0.5 m/s – 2.55 m/s dan distribusi rapat daya
berkisar antara 0.3 – 7.0 kW dan berdasarkan tabel di atas, kecepatan tercepat
didapatkan pada kedalaman 5 m. (Yuningsih, 2011).
11
4.5 Analisis Desain ELECTRISEA
4.5.1 Konsep ELECTRISEA
ELECTRISEA adalah sebuah jembatan yang berfungsi sebagai pembangkit
listrik bertenaga arus laut dan energi matahari, dan juga berfungsi sebagai sarana
penghubung antara Pulau Flores dan Pulau Rinca. Sistem kerja jembatan ini
memanfaatkan potensi energi arus laut dengan menggunakan Gorlov Helical
Turbine dan Savonius Wind Turbine. Jembatan ini dibuat menggunakan
menggunakan konstruksi anti gempa, dan menggunakan jenis konstruksi campuran
antara tipe gantung dan tipe truss dengan menggunakan banyak tiang jembatan,
sehingga turbin dapat ditempatkan berada diantara tiang pancang jembatan, dan
panel surya dapat diletakkan di sisi samping jembatan. Konstruksi tipe ini juga
memiliki keuntungan berupa struktur yang lebih kaku, sehingga mampu menahan
beban yang lebih berat (Zaman, 2012).
Gambar 4.2 Lokasi Penerapan Jembatan ELECTRISEA
(Sumber: Google Earth, 2020)
Jembatan ini memiliki panjang 1 km yang menghubungkan Pulau Flores
dan Pulau Rinca, memiliki dua jalur yang bisa dilalui truk. Dengan
memperhitungkan panjang jembatan 1 km, dengan jumlah maksimum turbin yang
terpasang adalah 40 unit.
4.5.2 Konsep Desain Jembatan ELECTRISEA
Jembatan dirancang dengan panjang 1000 m sesuai dengan lebar Selat Molo
dan tinggi 10 m dari permukaan laut. Jembatan di desain dengan tipe konstruksi
gantung. Konstruksi ini digunakan agar mampu mengurangi tekanan pada member
atau batang vertikal serta memungkinkan dapat mengurangi penggunaan material
baja dan biaya konstruksi jika didesain dengan efisien (Iqbal dkk, 2018). Pada
bagian tengah jembatan akan diberi celah sepanjang 100 m agar memungkinkan
12
kapal dapat lewat di bawah jembatan, mengingat selat ini merupakan jalur
pelayaran kapal penumpang.
Gambar 4.3 Desain Jembatan ELECTRISEA
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Gorlov Helical Turbine akan dipasang pada tiap space antar tiang jembatan
sebanyak 42 buah dengan jarak masing-masing 10 m. Turbin akan didesain dengan
diameter 3 m dan panjang 5 m dan akan diletakkan di kedalaman 5 m agar
mendapatkan kecepatan arus yang optimal, mencapai 3,676 m/s. (Yuningsih, 2011)
(a) (b)
Gambar 4.4 (a) Gorlov Helical Turbine; (b) Savonius Wind Turbine
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Savonius Wind Turbine akan dipasang di daerah tengah lajur jembatan
dengan memanfaatkan kecepatan optimum dari angin di selat tersebut dan
ditempatkan dalam 2 sisi jembatan yang dalam 1 sisinya diletakkan Savonius Wind
Turbine setiap 20 meter.
13
4.5.3 Analisis Gorlov Helical Turbine Sebagai Pembangkit Listrik
4.5.3.1 Analisis Teknis Gorlov Helical Turbine
Gorlov Helical Turbine memiliki karakteristik yang sangat sesuai
diaplikasikan pada Selat Molo, karena mampu beroperasi dengan kecepatan arus
laut yang sangat rendah yaitu dibawah 1.5 m/s (Vijaya, 2016). Gorlov Helical
Turbine juga diteliti karakteristik foil dan dimensinya untuk menghasilkan torsi
yang optimal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan berbagai model turbin
dengan sudut foil yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat sudut
δ=135o, turbin menunjukkan efisiensi terbaik. Dengan sudut 135o, sehingga
efisiensinya meningkat menjadi 54% (Hiromichi Akimoto, 2013).
Untuk dimensi turbin, analisis dilakukan oleh penulis menggunakan
software Solidwork Flow Simulation. Simulasi dilakukan dengan cara membuat
model Gorlov Helical Turbine dalam beberapa dimensi dengan mengasumsikan
kedalaman 5 meter sebagai kondisi kecepatan arus maksimal. Arus laut yang di
simulasikan adalah 2 m/s, yang merupakan nilai rata rata kecepatan arus di Selat
Molo, sehingga perhitungan daya listrik memiliki cadangan daya yang dihasilkan
untuk kecepatan arus lebih dari 2 m/s. Turbin ini akan dianalisis dengan dilewati
fluida berupa air pada ruangan yang telah di idealisasikan.
Gambar 4.5 Hasil Simulasi Solidwork Pada Gorlov Helical Turbine
14
Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan bahwa turbin akan menghasilkan
torsi optimal ketika dimensi turbin adalah berdiameter 3 meter dan tinggi 5 meter
dengan nilai torsi rata-rata tertinggi yang dihasilkan oleh mencapai 85.601,9 Nm.
Maka, didapatkan turbin dengan hasil final turbin pada gambar berikut ini.
Gambar 4.6 Desain Turbin Helical Diameter 3 M, Tinggi 5 M, dan Sudut 135o
4.5.3.2 Analisis Matematis Gorlov Helical Turbine
Berikut ini adalah perhitungan dengan menggunakan parameter daya,
dimensi turbin, gearbox, serta losses yang terdapat dalam sistem.
Tabel 2. Perhitungan Daya Pada Gorlov Helical Turbine
Berdasarkan data di atas, satu unit turbin mampu menghasilkan daya sebesar
4866.667 kW.
4.5.4 Analisis Savonius Wind Turbine Sebagai Pembangkit Listrik
4.5.4.1 Analisis Teknis Savonius Wind Turbine
Untuk dimensi turbin, analisis dilakukan oleh penulis menggunakan software
Solidwork Flow Simulation. Berikut adalah hasil simulasi kincir Savonius
menggunakan sofware Solidworks Flow Simulation.
15
Gambar 4.7. Hasil Simulasi Solidwork pada Savonius Wind Turbine
Simulasi dilakukan dengan cara membuat model kincir Savonius dengan
dimensi aslinya yang akan dilewati fluida berupa angin pada ruangan yang telah di
idealisasikan. Kecepatan disesuaikan dengan kondisi angin laut pada Selat Molo,
yaitu 6 m/s. Dari simulasi tersebut didapatkan torsi rata-rata yang dihasilkan oleh
kincir savonius adalah 2939,58 Nm.
4.5.4.2 Analisis Matematis Savonius Wind Turbine
Berikut akan ditampilkan perhitungan Savonius Wind Turbine dengan
spesifikasi yang telah ditentukan untuk pembangkit listrik SEANERG yang akan
ditempatkan di Selat Molo yang memiliki kecepatan angin 6 m/s.
Tabel 3. Perhitungan Daya Pada Savonius Wind Turbine
Berdasarkan data di atas, satu unit turbin mampu menghasilkan daya sebesar
121.7 kW.
16
4.5.5 Total Daya ELECTRISEA
Maka, dari kombinasi kedua turbin tersebut didapatkan total daya sebesar
196978,98 kW atau sebesar 196,978 MW. Daya tersebut mencukupi kebutuhan
listrik di NTT yang sebesar 182,269 MW.
Tabel 4 Perhitungan Total Daya yang Dihasilkan pada ELECTRISEA
No Device Power (kW) Amount Total Power (kW)
1 Gorlov Helical Turbine 4866.667 40 194666.68
2 Savonius Windmill 121.7 19 2312.3
TOTAL POWER PRODUCED 196978.98
4.6 Analisis Ekonomi ELECTRISEA
Dalam pembuatan ELECTRISEA, kami melakukan perhitungan biaya
pembangunan, biaya survey, biaya maintenance, serta biaya gaji pegawai dan
keuntungan pengaplikasian alat selama 40 tahun. Biaya pembangunan yang
diperlukan pada pembangkit ini adalah Rp 2.039.220.000.000,00, dan biaya
operasional pertahun selama 27 tahun adalah Rp 152.252.899.389,00.
Selain itu, dihitung total biaya yang dibutuhkan untuk menggaji pegawai
sejumlah 117 orang dengan standar gaji yang relatif tinggi yaitu dengan gaji
terendah yaitu Rp 6.000.000,00, jauh diatas Upah Minimum Provinsi sebesar Rp.
1.660.000,00. Selain itu, penulis juga mengasumsikan kenaikan gaji sebesar 5%
tiap 2 tahun kepada seluruh pegawai.
Pengaplikasian pembangkit listrik ini mendapatkan keuntungan melalui
penjualan listrik kepada masyarakat dengan harga Rp 1352/kWh sesuai TDL (Tarif
Dasar Listrik) yang ditentukan oleh PT. PLN untuk rumah dengan daya 900 VA.
Selain itu, kami mengasumsikan peningkatan pendapatan sebesar 1% tiap tahunnya.
Perhitungan pemasukan dimulai dari tahun ketiga yaitu 2021, dimana diharapkan
jembatan pembangkit listrik telah mulai beroperasi.
Tabel 5. Perhitungan Keuntungan ELECTRISEA
Tahun Total Pendapatan Bersih Present Value
2020 Rp (2.154.320.652.000) Rp (1.940.829.416.216)
2021 -proses pembangunan-
2022 -proses pembangunan-
-proses pembangunan- -proses pembangunan-
2023 Rp 2.185.240.974.513 Rp 1.439.485.915.883
2024 Rp 2.208.290.268.466 Rp 1.310.512.792.560
17
Tahun Total Pendapatan Bersih Present Value
2025 Rp 2.231.560.055.359 Rp 1.193.083.133.780
2026 Rp 2.255.072.640.121 Rp 1.086.174.704.284
2027 Rp 2.278.780.350.731 Rp 988.823.173.425
2028 Rp 2.302.794.538.446 Rp 900.219.428.615
2029 Rp 2.446.572.274.225 Rp 861.644.781.182
2030 Rp 2.470.853.570.694 Rp 783.960.609.840
2031 Rp 2.495.738.217.102 Rp 713.383.867.501
2032 Rp 2.520.843.709.620 Rp 649.153.191.134
2033 Rp 2.545.891.331.962 Rp 590.633.613.472
2034 Rp 2.571.352.092.038 Rp 537.423.764.004
2035 Rp 2.597.051.354.615 Rp 489.004.523.954
2036 Rp 487.707.375.969 Rp 82.731.078.217
2037 Rp 2.649.433.278.636 Rp 404.892.161.259
2038 Rp 2.675.545.122.503 Rp 368.362.729.804
2039 Rp 2.702.473.003.510 Rp 335.198.285.430
2040 Rp 2.729.500.113.380 Rp 305.000.507.625
2041 Rp 2.756.776.058.461 Rp 277.521.066.068
2042 Rp 2.784.346.413.239 Rp 252.519.403.498
2043 Rp 2.812.168.892.089 Rp 229.768.193.085
2044 Rp 2.840.293.410.999 Rp 209.068.564.180
2045 Rp 2.868.673.237.673 Rp 190.232.026.061
2046 Rp 2.897.363.059.413 Rp 173.094.190.260
2047 Rp 2.926.311.248.203 Rp 157.498.749.747
2048 Rp 2.955.577.735.360 Rp 143.309.836.824
Selain menghitung biaya pembuatan ELECTRISEA, kami juga menghitung
biaya kompensasi saat terjadi kecelakaan dan biaya pembangunan kembali saat
platform mengalami kegagalan total. Untuk perhitungan terperinci setiap tahunnya
dapat diobservasi pada halaman lampiran.
Gambar 4.8 Grafik Analisis Pengeluaran dan Pendapatan ELECTRISEA
18
Dari Analisis perhitungan ekonomi menunjukkan bahwa Dengan
menghitung resiko terburuk pada tahun 2032 yaitu kecelakaan kerja yang
menyebabkan seluruh pekerja meninggal seluruhnya dan alat rusak total sebesar
Rp 2.144.136.500.000,00, pengaplikasian ELECTRISEA sampai tahun 2046 masih
menghasilkan keuntungan bersih (dipotong suku bunga 5% tiap tahunnya)
sebesar Rp 12.351.657.223.720,00 dengan Internal Rate of Return atau rasio
pengembalian modal sebesar 63,3% dan Payback Period setelah 2 tahun
pengoperasian pembangkit listrik. Maka, pembangkit listrik ELECTRISEA sangat
berpotensi dan menguntungkan apabila diaplikasikan.
4.7 Peran ELECTRISEA Sebagai Upaya Realisasi SDGs 2030
4.7.1. Goal 7: Affordable and Clean Energy
Target ini meliputi tercapainya akses pada energi modern, terjangkau, dan
handal, serta peningkatan pemanfaatan energi terbarukan. Dengan menerapkan
inovasi ini dapat mendukung kebijakan pemerintah pada PP No. 79 Tahun 2014
mengenai pengurangan penggunaan energi fosil secara bertahap dan mencapai 23%
pada peran energi terbarukan di tahun 2025. (un.or.id, 2017).
4.7.2 Goal 9: Industry, Innovation and Infrastructure
Infrastruktur merupakan investasi yang secara tidak langsung bersifat
produktif, namun berfungsi sebagai media untuk mempercepat pembangunan
(Singer, 1951). Adapun inovasi kami memenuhi target ini antara lain membangun
infrastruktur yang berkualitas dengan teknologi ramah lingkungan (un.or.id, 2017).
4.7.3 Goal 13: Climate Change
ELECTRISEA dapat menjadi solusi untuk memerangi perubahan iklim,
meningkatkan aksi dan investasi menuju masa depan rendah karbon, berketahanan
iklim, dan berkelanjutan. Konsep energi terbarukan ELECTRISEA memungkinan
pengurangan emisi yang menjadi persoalan utama pembangkit listrik di Indonesia.
4.8 Pihak – Pihak yang Dapat Mengimplementasikan Gagasan
Adapun pihak-pihak yang dapat membantu dalam realisasi gagasan
ELECTRISEA adalah sebagai berikut:
4.8.1. Pemerintah
Pemerintah dapat berperan sebagai produsen regulasi yang dapat
menghubungkan antara kebutuhan konsumen dengan produsen serta investor.
19
4.8.2. Kemenristekdikti
Kemenristekdikti melakukan perumusan dan penetapan kebijakan di bidang
sarana dan prasarana riset dan teknologi, penguatan inovasi dan riset serta
pengembangan, penguatan audit, pemanfaatan, dan pemajuan riset dan teknologi.
4.8.3. Kementrian ESDM
Kementrian ESDM berwenang melakukan perumusan, penetapan, dan
pelaksanaan kebijakan di bidang energi, dan sumber daya mineral yaitu pengelolaan
barang/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian ESDM.
4.8.4. PT Perusahaan Listrik Negara
PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) berperan dalam ikut andil sebagai
pihak pelaksana untuk menyuplai pasokan listrik terintegrasi.
4.8.5. Masyarakat
Diharapkan masyarakat mendukung dan turut menjaga fasilitas jembatan ini
agar tidak mengalami kerusakan.
4.9 Langkah Strategis Implementasi Gagasan
Berikut adalah rencana strategis dari pembangkit listrik ELECTRISEA:
4.9.1. Tahapan Rencana Jangka Pendek (2018-2030)
1. Pada tahap pertama, akan dilaksanakan pencarian dana melalui crowd
funding dan business joint, perekrutan subkontraktor, perizinan AMDAL,
serta sosialisasi kepada pemerintah dan masyarakat sekitar Selat Molo.
Jangka waktu untuk tahap ini adalah lima tahun.
2. Pada tahap kedua, akan dilaksanakan pembangunan ELECTRISEA. Jangka
waktu untuk tahap ini adalah lima tahun.
3. Pada tahap ketiga, ditargetkan bahwa ELECTRISEA telah beroperasi pada
daerah sasaran, yaitu Laut Arafuru pada tahun ke dua belas.
4.9.2. Tahapan Rencana Jangka Panjang (2030-2060)
Setelah diterapkan dan beroperasi dengan optimal pada tahun 2030,
ELECTRISEA di Selat Molo dapat menjadi percontohan dan referensi dalam
penerapan pembangkit listrik bertenaga energi terarukan. Apabila konsep ini
terlaksana, pada 2060 Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri akan energi
listrik dengan sistem distribusi yang jauh lebih baik sehingga Indonesia 100%
elektrifikasi dan menjawab poin SDGs dapat terwujud.
20
BAB V
KESIMPULAN
5.1 Inti Gagasan
ELECTRISEA merupakan sebuah jembatan pembangkit listrik dengan
konsep combined renewable energy, yaitu penyelesaian masalah krisis energi listrik
di Nusa Tenggara Timur melalui energi terbarukan, yaitu arus laut dan energi
matahari. Jembatan pembangkit ini diaplikasikan di Selat Molo yang mana
sekaligus menjadi solusi akan sulitnya akses antara Pulau Flores dan Pulau Rinca.
Hasil simulasi menggunakan solidworks flow simulation pada kondisi Selat Molo
menunjukkan total daya listrik yang dapat dihasilkan oleh ELECTRISEA mencapai
196978.98 kW.
Pembangkit listrik ELECTRISEA memiliki potensi ekonomis yang baik
apabila diterapkan dalam waktu 27 tahun dengan nilai keuntungan bersih sebesar
Rp 2.144.136.500.000,00 dan rata – rata pendapatan sebesar 57,31% dan Pay Back
Period setelah 2 tahun pengoperasian pembangkit listrik. Selain itu, jembatan ini
akan mempermudah akses menuju Pulau Rinca sehingga akan meningkatkan
kunjungan wisata dan mempermudah kegiatan ekonomi penduduk sekitar
dikarenakan jalur logistik akan menjadi lebih mudah. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa pembangkit ini dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Provinsi
Nusa Tenggara Timur.
5.2 Prediksi Keberhasilan
Pembangunan ELECTRISEA akan memberikan beberapa manfaat dalam
kehidupan masyarakat. Pertama, ELECTRISEA bermanfaat untuk penyuplai energi
listrik di kawasan Nusa Tenggara Timur yang memiliki rasio elektrifikasi terendah
di Indonesia. Kedua, bermanfaat mempermudah akses logistic antara Pulau Flores
dan Pulau Rinca. Ketiga, ELECTRISEA dalam operasionalnya menggunakan energi
renewable sehingga ELECTRISEA ramah lingkungan serta tidak menambah
konsumsi energi fosil. Dan yang terakhir, ELECTRISEA akan memberikan
keuntungan bagi pihak pengembang dan pemerintah dari segi ekonomi dan
strategis. Pembangunan ELECTRISEA dapat terlaksana dengan baik apabila semua
pihak saling bersinergi dan berkerjasama untuk menciptakan Indonesia mandiri
energi listrik.
viii
DAFTAR PUSTAKA
Akimoto, Hiromichi. (2013). A conceptual study of floating axis water current
turbine for low-cost energy capturing from river, tide and ocean currents.
Elsevier Ltd : 283-288
Alit, A.A Sagung & Manek, Agustinus. (2016). Pengembangan Potensi Ekonomi
di Pulau Rinca Kabupaten Flores Timur Berdasarkan Distribusi Arus Barang.
Jurnal Teknik WAKTU Vol. 14 No. 01, ISSN : 1412-1867.
Badan Pusat Statistik. (2018). Kemiskinan dan Ketimpangan Provinsi Nusa
Tenggara Timur. Available at: https://ntt.bps.go.id/subject/23/kemiskinan-
dan-ketimpangan.html.
Chettiar, Niranjwan et al. (2015). Design of a Gorlov Turbine for Marine Current
Energy Extraction. Applied Mechanics and Materials Vol 772 (2015) pp
556-560.
Egusandri. (2017). Sumber Daya Energi Di Nusa Tenggara Timur.
Essadiqi, Elhachmi et al. (2019). CFD Study of Unsteady Flow Through Savonius
Wind Turbine Clusters. INTERNATIONAL JOURNAL of RENEWABLE ENERGY
RESEARCH M. Meziane et al., Vol.9, No.2, June, 2019.
Kementrian ESDM (2016). Rasio Elektrifikasi Listrik di Indonesia.
Kontan.co.id. (2019). “PLN Masih Membutuhkan Kapal Listrik Turki untuk
Empat Daerah”. <URL: https://industri.kontan.co.id/news/pln-masih-
membutuhkan-kapal-listrik-turki-untuk-empat-daerah> Diakses pada
tanggal 22 Juli 2019, jam 11.00.
Niharman & Sipahutar. (2015). The Effect of Steering Blade Angles of Helical
Turbine for Power Generation in Irigation Dam of Seluma Bengkulu. Journal
of Mechanical Science and Engineering Vol.2 No.1
Novrinaldi, Aidil Haryanto, dan Umi Hanifah. 2011. Rancang Bangun Turbin
Heliks Aliran Datar Tipe L C500. Prosiding SNaPP2011 Sains, Teknologi, dan
Kesehatan.
Iqbal, Muhammad; Susanti, Lilya; dan Setyowulan, Desi. 2018. Analisis Kapasitas
Struktur Jembatan Rangka Tipe Warren dengan Mutu Baja Tidak Seragam
dalam Menahan Beban Gempa Dua Arah dan Tiga Arah. Malang : Universitas
Brawijaya
ix
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (2012) Kajian Indonesia Energy
Outlook.
Khoiriyah. (2017). Tarif dasar listrik rumah tangga R1.
<https://www.halomoney.co.id/blog/daya-listrik-di-bawah-4-400-va-dihapus-
ini-risikonya-bagi-tarif-listrik>. Dikunjungi pada tanggal 21 Juli 2019,
jam 16.00.
PLN. (2018). Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik PT. PL2017N 2018-
2027. DIRREN PLN
Poskupang.com. (2017). “Warga Resah dengan Limbah PLTU Bolok yang
Merusak Rumput Laut”. < https://kupang.tribunnews.com/2017/09/11/warga-
resah-dengan-limbah-pltu-bolok-yang-merusak-rumput-laut> Diakses pada
tanggal 22 Juli 2019, jam 11.35.
Ramadhan & Rangkuti. (2016). Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Di
Atap Gedung Harry Hartanto Universitas Trisakti. Seminar Nasional
Cendekiawan 2016.
Rivantoro, F. (2015). Studi Pemilihan Desain Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut
(PLTAL) Menggunakan Metode Analytical hierarchy process (AHP). Teknik
ITS, 114-118.
Saha, U.K. & Rajkumar, M.J. (2006). On the Performance Analysis of Savonius
Rotor with Twisted Blades. Jurnal Renewable Energy, Vol. 31, Issue 11.
Scott, Anderson (2009). The use of Helical Turbine in River Currents. The Tide-
Energy Project. Near the Mouth of the Amazon.
Tejal, Kotiya & Vahora, Farhan. (2017). Dynamic Analysis of Suspension Bridge
Under Moving Load. IRJET Vol. 04, Issue 04.
Tirto.id. (2016). “Menteri BUMN: Boiler PLTU Bolok Rusak, Pengoperasian
Mandek”. <URL: https://tirto.id/menteri-bumn-boiler-pltu-bolok-rusak-
pengoperasian-mandek-cco3> Diakses pada tanggal 22 Juli 2019, jam
11.30.
Un.or.id. 2017. Sustainable Development Goals. <URL : https://www.un.or.id/>.
Dikunjungi pada tanggal 6 Agustus 2019, jam 19.00.
Yuningsih, 2011, Potensi Energi Arus Laut Untuk Pembangkit Tenaga Listrik Di
Kawasan Pesisir Flores Timur, NTT. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis,
Vol. 3, No. 1, Hal. 13-25.
x
LAMPIRAN 1. Biodata Penulis Danar Adi Irfanto
Biodata Ketua Tim 04211640000065
S1. T. Sistem Perkapalan
A. Identitas Diri F. Teknologi Kelautan
1 Nama Lengkap
2 NIM Lumajang, 25 Mei 1997
3 Program Studi Jl. Sutorejo Tengah VII No.12
4 Fakultas Surabaya
5 Tempat Tanggal Lahir
6 Alamat [email protected]
085745561654
7 E-mail
8 Nomor Telepon
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SMPN 1 SMAN 2
Nama Institusi SDN Lumajang Lumajang
Ditotrunan 1 - IPA
2009-2012 2012-2015
Lumajang
Jurusan -
Tahun Masuk - Lulus 2003-2009
C. Pemakalah Seminar Ilmiah
No Nama Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1- - -
2- - -
D. Penghargaan kepenulisan selama menjadi mahasiswa
No Jenis Institusi Pemberi Judul Tahun
Penghargaan Penghargaan Karya -
-
1- - -
2- - -
xi
Biodata Penulis 1
A. Identitas Diri Dhaniel Herdian Pratama
1 Nama Lengkap 04111840000009
2 NIM S1. T. Perkapalan
3 Program Studi F. Teknologi Kelautan
4 Fakultas
5 Tempat Tanggal Lahir Jombang, 9 Februari 2001
6 Alamat Green Paka Regency A-10, Sengon
7 E-mail
8 Nomor Telepon [email protected]
081939867516
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
SMPN 1 SMAN 2
Nama Institusi SDN Jombang Jombang Jombang
2 - IPA
2013-2015 2015-2018
Jurusan -
Tahun Masuk - Lulus 2007-2013
C. Pemakalah Seminar Ilmiah
No Nama Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1- - -
2- - -
D. Penghargaan kepenulisan selama menjadi mahasiswa
No Jenis Institusi Pemberi Judul Tahun
Penghargaan Penghargaan Karya -
-
1- - -
2- - -
xii
Biodata Penulis 2
A. Identitas Diri Fatahillah Syach
1 Nama Lengkap 04211840000015
2 NIM S1 – Teknik Sistem Perkapalan
3 Program Studi Fakultas Teknologi Kelautan
4 Fakultas Jakarta, 11 Agustus 2000
5 Tempat Tanggal Lahir City Home Regency B5-12, Surabaya
6 Alamat [email protected]
7 E-mail 081283281620
8 Nomor Telepon
B. Pemakalah Seminar Ilmiah
No Nama Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1- - -
2- - -
C. Penghargaan kepenulisan selama menjadi mahasiswa
No Jenis Institusi Pemberi Judul Tahun
Penghargaan Penghargaan Karya -
-
1- - -
2- - -
xiii
Biodata Dosen Pendamping
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap Edi Jadmiko, ST.,MT.
2. Tempat Tanggal Lahir 6 Juli 1978
3. Jenis Kelamin Laki – Laki
4. Program Studi Departemen Teknik Sistem Perkapalan
5. NIDN 0006077808
6. E-mail [email protected]
7. Alamat Rumah Nginden 6 No.84, Surabaya
8. No. Telp/HP 0811774747
B. Riwayat Pendidikan
Nama Institusi Sarjana S2 S3
Jurusan Institut Teknologi Institut Teknologi -
Sepuluh Nopember Sepuluh Nopember
Teknik Perkapalan -
Teknik Sistem
Tahun Masuk - Lulus 1996 - 2000 Perkapalan -
2000 - 2002
C. Penghargaan Dalam 10 Tahun Terakhir Tahun
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan
xiv
LAMPIRAN 2. Desain Jembatan ELECTRISEA
xv
xvi
LAMPIRAN 3. Analisis Ekonomi ELECTRISEA
Tabel Perhitungan Biaya Investasi ELECTRISEA
xvii
Tabel Perhitungan Biaya Gaji Pegawai
xviii
Tabel Perhitungan Pemasukan ELECTRISEA
Tabel Perhitungan Biaya Asuransi dan Kompensasi ELECTRISEA
xix
LAMPIRAN 4. Spesifikasi Generator