MEMBANGKITKAN & MENGUATKAN IMAN UMAT 01
KABAR PAROKI Volume I
01-04/20
Misa Perdana Majalah
Untuk UBK Komunitas
Misa Inkulturasi Paroki Bintaro
Budaya Toraja Gereja Matius
PSE MATIUS Penginjil
Semua Bisa
Membuat Tempe
Film Pendek Komsos
Paroki Bintaro Raih
INMI Awards
RENUNGAN
Abu di Kepala dan
Air yang Membasuh Kaki
SEMINAR KEADILAN SOSIAL
Mewujudkan
Keadilan Sosial
Menuju Masyarakat Sejahtera
01-04/20 Menyambut Tahun Keadilan Sosial
M AT I U S Sejak dibuka pada 5 Januari 2020, Ta-
hun Keadilan Sosial secara resmi mulai
Pastor Moderator dijalankan di Paroki Bintaro gereja St.
RP. Gerpasius Sangla Rantetana SX Matius Penginjil. Tiga seksi menjadi ujung
Pemimpin Usaha tombak pelaksana dari tema ini; Seksi
Albertus Binardi Bachtiar PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi),
Penasihat Seksi Keadilan Perdamaian (termasuk di
Ignatius de Loyola Wisnu Dewanto dalamnya Seksi Lingkungan Hidup), dan
Pemimpin Redaksi Seksi HAAK (Hubungan Antar Agama dan
Albertus Wibisono Kemasyarakata n).
Redaktur Pelaksana
Maria Margaretha Rindang K Seksi PSE mencanangkan gerakan
Fotografer celengan Yesus Tuna Wisma (YTW) yang bertujuan untuk meng-
FX Eko Agusriyanto (Redaktur) galang bela rasa antar umat dalam Lingkungan masing-masing
Bayu Isworo Danumihardjo untuk menyisihk an uang dan mengumpulkannya dalam celeng
Veronica Chandra Selena an YTW. Setiapumat atau warga dapat berpartisipasi dalam
Gregorius Antonius Diandra celengan YTW yang hasilnya dikumpulkan dan dihitung oleh
Gregorius Rahadian pengurus Lingkungan untuk kemudian disetorkan ke Paroki.
Rivelino Montero Umat juga dapat berpartisipasi langsung ke Paroki dengan cara
Yohanes Demas Putra Oktora mengisi celengan YTW yang ada di gereja. Hasil dari dana yang
Gabriel David Wisnu Dewangga terkumpul ini untuk membiayai setiap program selama Tahun
Artistik Keadilan Sosial.
Yohanes Agus Rustanto
Redaksi Seksi PSE juga secara jeli mempunyai satu program yakni:
Fransiska Indria Ratu Patimasang, “Pelatihan Membuat Tempe, Olahan Kedelai, dan Variannya“.
Maria Novembrina Dewi Embun Pramana, Program ini telah dijalankan dan melibatkan wilayah-wilayah di
Adven Enggal, sekitar gereja St. Matius Penginjil. Program ini masih berlanjut
Veronica Dewi Bintang Yupita Pradana dengan cakupan yang lebih luas lagi serta melibatkan warga
Penanggung Jawab Medsos sekitar gereja St. Matius Penginjil.
Fransiska Indria Ratu Patimasang
Iklan Seksi Lingkungan Hidup menjalankan program Bank Sam-
Maria Margaretha Rindang K pah; yakni dengan mengumpulkan sekaligus memilah sam-
0822 1312 2438 pah-sampah plastik, koran, dan kardus. Setiap hari Minggu
Fransiska Indria Ratu Patimasang warga bisa mendonasikan sampah anorganik kepada tim Ling-
0812 9428 8203 kungan Hidup di lokasi gereja; di belakang Pos Satpam atau
Alamat Redaksi dekat Taman Bhinneka (bagian depan Polimat). Salah satu hasil
Jalan Utama I, Pondok Karya, Pondok penjualan sampah-sampah ini dipakai untuk membantu pem-
Aren, Pd. Karya, Kec. Pd. Aren, bangunan Gedung Karya Pastoral, gereja St. Matius Penginjil.
Kota Tangerang Selatan, Banten 15225
(021) 735 8123, 738 82716 Seksi Keadilan Perdamaian menyiapkan sebuah program
Fax. 738 81020 Konsultasi Hukum secara cuma-cuma. Masyarakat seki-
tar dan umat di sekitar gereja dapat memanfaatkan program
k [email protected] ini; terutama mereka yang menjadi korban antara lain: KDRT,
E matiusbintaro perceraian, masalah warisan, utang piutang, ketenagakerjaan,
P www.youtube.com/channel/ narkoba, dan masalah hukum lainnya. Waktu konsultasi adalah
setiap hari Minggu pukul 11.00-14.00 dengan melakukan kon-
UC_gmYRPvyHDe7nVV2U1RGqg firmasi terlebih dahulu.
Q @matiusbintaro Dengan banyaknya agenda acara, juga dari seksi-seksi lain-
nya, jelas peran umat sangat menentukan suksesnya sebuah
program. Maka, sudah seharusnya umat gereja St. Matius-
Penginjil ambil bagian dalam program-program ini.
Seperti yang kita alami bersama, saat ini kondisi kita sedang
tidak menguntungkan karena ancaman virus Covid 19. Mari kita
doakan dalam bimbingan Bunda Maria dan Tuhan Yesus, semo-
ga keadaan ini cepat teratasi.
Selamat membaca, selamat menikmati sajian GEMA Mati-
us, yang kembali terbit untuk menyapa setiap umat. Terimalah
salam dari kami, redaksi GEMA Matius!
1
daftarisi
01-04 /20 M AT I U S
kabarutama
04 Seminar 06Ita Suka Menari
Keadilan Sosial
Mewujudkan Keadilan Sosial
Menuju Masyarakat Sejahtera
36 48
Senangnya Misa
Berkeliling Inkulturasi
Di Kawasan Budaya
Hutan Toraja
Mangrove
2GEMA 01-04/20
kabarutama
12 15 17
Misa Perdana Semua Bisa Abu di Kepala dan Air
Untuk UBK Membuat Tempe yang Membasuh Kaki
34 38 46
Satu Tahun Ziarek Bersama Film Pendek Komsos
Bina Iman Warga Senior Paroki Bintaro Raih
Remaja Gereja St. Matius Anugerah Inmi & Hidup
St. Matius Penginjil Awards 2019
08 Mengenal Seksi Keadilan 40 Katekese sebagai
Perdamaian (SKP) Paroki Pewartaan Iman
Bintaro
43 Melewati Tahun
19 Pencobaan di Padang Gurun Berhikmat 2019
21 Kaleidoskop 53 Ruang Kreasi
31 Pelatihan Pendamping
56 Festival Kitab Suci II
Bina Iman Remaja- Dekenat Tangerang
Animator-Animatris
3GEMA 01-04/20
kabarutama
SEMINAR KEADILAN SOSIAL
MEWUJUDKAN
KEADILAN SOSIAL MENUJU
MASYARAKAT SEJAHTERA
Oleh: Leonardus Agatha P., SH, MH.
(SKP, Seksi Keadilan Perdamaian–bertindak sebagai MC & Moderator)
PBeberapa tamu dan DPH yang hadir. dan dapat memberikan manfaat peru bahan menu-
ada tahun 2020, Keuskupan Agung Jakarta, ju keadilan sosial khususnya bagi masyarakat yang
mencanangkan tema: “Amalkan Pancasila: membutuhkan.
Kita Adil, Bangsa Sejahtera”. Tujuan pen-
canangan tema ini adalah untuk mewu- Seminar dibuka dengan menyanyikan lagu In-
judkan panggilan kita bersama menuju donesia Raya dan lagu tema tahun keadilan sosial
“kepenuhan hidup kristiani dan kesempurnaan kasih berjudul Kita Adil, Bangsa Sejahtera. Selain itu juga
kesucian yang sempurna”. terdapat persembahan hiburan tarian adat Betawi
Dalam rangka memulai tahun keadilan sosial, dengan judul Lenggang Nyai yang dibawakan oleh
Panitia Penggerak Tahun Keadilan Sosial Paroki St. salah satu umat berkarunia khusus yang bernama
Matius Penginjil Bintaro menyelenggarakan Seminar Maria Ita Notorahardjo.
Keadilan Sosial dengan tema “Mewujudkan Kead ilan
Sosial Menuju Masyarakat Sejahtera”. Seminar dilak- Sehubungan dengan tema seminar, panitia meng
sanakan pada hari Minggu 12 Januari 2020 bertempat undang narasumber dari Suku Dinas Sosial Peme
di Aula Leo Soekoto, yang dihadiri oleh 180 orang pe- rintah Kota Tangerang Selatan yang diwakili oleh
serta yang terdiri dari Ketua Lingkunga n, Koordinator Bpk. Asep Sumarna S.Pd, MM.Pd yang merupakan
Wilayah, Ketua Seksi, dan umat KLMTD* (keluarga Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Kelem-
PSE). Tema dari seminar dimaksudkan agar menjadi bagaan, Kepahlawanan, dan Restorasi Sosial. Bpk.
ajakan bagi umat untuk memulai Gerakan Keadilan Asep Sumarna menyampaikan pemaparan terkait
Sosial di tahun keadilan sosial ini. Keadilan sosial ruang lingkup kehadiran negara dalam mewujudkan
yang dimaksudkan tidak hanya menciptakan peri keadilan sosial, khususnya di wilayah Paroki kita yai-
laku adil bagi sesama umat, namun juga ditujukan tu Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Pemaparan
bagi masyarakat di sekitar lingkungan gereja dan di meliputi Kartu Indonesia Sehat yang sama juga de
sekitar tempat tinggal maupun lingkunga n kerja kita. ngan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran, Kar-
Hal ini sejalan dengan arahan Uskup Agung Jakarta tu Indonesia Pintar sebagai upaya pemberian bantu-
bahwa gerakan keadilan sosial harus bersifat inklusif an Pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, dan
santunan kematian berdasarkan Peraturan Daerah
No. 4 Tahun 2018. Tak lupa pula Romo Andreas Sutiyo
juga melengkapi diskusi dan pemaparan dalam se
minar sebagai narasumber, den gan pemaparan yang
berjudul “Belas Kasih Jalan Menuju Keadilan”.
Sebagai langkah konkrit Gerakan Keadilan Sosial
di Paroki St. Matius Penginjil, dalam seminar juga
disosialisasikan dan diresmikan 3 program karya
yang merupakan implementasi dari Gerakan Kea
dilan Sosial. Ketiga program karya itu adalah:
1. Gerakan Klinik Hukum oleh Subseksi Advokasi
Hukum Seksi Keadilan Perdamaian, yang terdiri atas:
a. Konsultasi hukum
Secara cuma-cuma diberikan kepada umat dan
warga sekitar Gereja baik dari keluarga KLMTD
4GEMA 01-04/20
kabarutama
maupun masyarakat umum KORBAN ketidak Bapak Asep Sumarna, salah sorang pembicara menerima pia
adilan yang menghadapi masalah hukum antara gam apresiasi dari Romo Andreas Sutiyo.
lain: KDRT, perceraian, masalah warisan, utang
piutang, ketenagakerjaan, narkoba & masalah
hukum lainnya.
b. Pendampingan hukum
Khusus untuk keluarga KLMTD Paroki melayani
maksimal 5 kasus/tahun. Hanya khusus yang
sangat urgent atau mendesak untuk didampingi,
dengan persyaratan:
• Surat keterangan dari Ketua Lingkungan
bahwa yang bersangkutan adalah KLMTD
• Diketahui SKP
• Disetujui DPH
Adapun konsultasi hukum bertempat di Gedung
Polimat lantai 2, di atas ruang PSE Gereja St.
Matius Penginjil, yang dilaksanakan setiap hari
Minggu pukul 11.00-14.00 dengan melakukan
konfirmasi terlebih dahulu dengan menghubungi
No. Hp.: 0856 992 7539
2. Gerakan Bank Sampah oleh Subseksi Lingkung
an Hidup (LH), Seksi Keadilan Perdamaian, yaitu be-
rupa:
Umat dapat melakukan DONASI SAMPAH anor-
ganik (Plastik, Koran, Kardus) yang dilakukan
setiap hari Minggu. Selain umat, warga juga da
pat mendonasikan sampah dengan menyerahkan
sampah anorganik ke Tim LH yang sudah siap
di Gereja. Lokasi di belakang pos Satpam atau
dekat Taman Bhinneka. Hasil dana donasi sam-
pah tersebut akan digunakan untuk partisipasi
Pembanguna n Gedung Karya Pastoral.
3. Gerakan Celengan Yesus Tuna Wisma oleh Seksi Memilah sampah langsung dilakukan sebagai penanda gerak
Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE), yaitu be- an Bank Sampah.
rupa:
dampingi Bpk. Wahyu (Ketua SKP), Ibu Agustin (Ke
Bentuk belarasa kepada saudara kita yang kurang tua PSE), Bpk. Purwo (Ketua HAAK), dan narasum-
mampu dan dalam kondisi membutuhkan, de ber seminar Bpk. Asep Sumarna. Ketiga gerakan
ngan cara menyisihkan uang kita dan memasuk- tersebut diharapkan dapat menjadi motor penggerak
kan ke dalam celengan Yesus Tuna Wisma yang kegiatan-kegiatan lainnya di tahun 2020 ini yang da
berada di gereja. Bila ada warga yang ingin me pat mewujudkan keadilan sosial. Mengutip kata-ka-
laksanakan Gerakan Celengan Yesus Tunawisma ta Romo Andreas Sutiyo dalam seminar bahwa kita
di masing-masing keluarga, maka diharapkan dapat menjadi pelaku keadilan sosial atau bahkan
Ketua Lingkungan segera menghubungi Panitia/ menjadi pelaku ketidakadilan sosial, maka mari kita
PSE. Dana akan dikumpukan oleh pengurus Ling- bersama-sama di tahun keadilan sosial ini menjadi
kungan untuk di setor ke Paroki. Dana Celengan motor penggerak yang dapat mewujudkan keadilan
YTW ini akan digunakan untuk kegiatan Tahun sosial dimanapun kita berada. AMALKAN PANCASI-
Keadilan Sosial 2020. LA: KITA ADIL, BANGSA SEJAHTERA.l
Ketiga Gerakan tersebut secara resmi dilun- *KLMTD: Kecil, Lemah, Miskin, Tertindas, dan Difable
curkan dalam Seminar Keadilan Sosial. Peresmian
dilakukan secara simbolik oleh Romo Andreas Sutiyo
beserta Bpk. Patrick dan Bpk. Cahyadi dari DPH, di-
5GEMA 01-04/20
ceritasampul
Ita Suka
Menari
Ita Maria Notoredjo, sedari tadi
tidak berhenti tersenyum dan
sesekali tertawa. Ia menonjol di
antara para tamu, para Ketua
Lingkungan, Koordinator Wilayah,
Ketua Seksi, dan DPH. Pakaiannya
juga lain. Ita memakai baju penari
Betawi, warna hijau dan merah
cerah. Di bagian kepalanya mo-
tif bunga ukuran besar. Sedari
tadi Ita tampak percaya diri, juga
ketika semua mata para teta-
mu memandanginya. Ita ada-
lah pengisi acara utama dalam
Seminar Keadilan Sosial yang
diadakan di aula Leo Soekoto.
Ita akan menampilkan tarian
Betawi, Lenggang Nyai.
Saya memperkenalkan
diri, dan Ita langsung akrab,
menjelaskan ini-itu tentang tariannya.
Mama Tasia (Anastasia Tjia Khien Nio, 73
tahun), Mamanya sesekali meluruskan ja
waban yang diberikan anaknya. Sangat
terlihat Mama Tasya selalu menjaga, setiap
saat ketika Ita membutuhkan bantuan, apa
pun itu. Juga jawaban.
Mengapa suka menari? Saya bertanya pada
Ita. Mata Ita membelalak, ia tertarik dengan
pertanyaan ini. Saya menari dari kecil!
Jawabnya. Ita menari sejak umur 5 tahun,
sampai sekarang, saat ini umurnya sudah
37 tahun. Ita tetap menari, ia menyukainya.
Lewat menari ia sampai diundang ke
Singapura, juga ke Perancis. Banyak ragam
tarian tradisional yang dikuasainya, mulai
dari Tari Pendet, Tari Panji Semirang, Tari
Yapong, Tari Kicir-Kicir, dan Tari Piring. Ia
juga menguasai tari modern seperti Hip Hop
Dance “Manusia Kuat” bersama sanggar tari Gigi Art of
Dance. Ita juga bisa menari dalam grup, tapi hal ini tidak
6GEMA 01-04/20
ceritasampul
Ita dan teman-temannya saat mementaskan tari tradisional Bali. Ita dan Mama yang setia mendampingi
Ita dalam segala acara.
mungkin dilakukan karena salah satu rekannya, Intan sedang kena
cacar air. umur 2 tahun, Ita telah dibawa
berobat ke Singapura, kemudian
Menari hanya salah satu hobi Ita. Masih ada hobi yang lain yakni umur 4 tahun menjalani operasi
main piano/keyboard dan olah raga tenis. jantung di Australia. Semua de
ngan sabar dan tabah dijalani.
Mempunyai anak seperti Ita kita harus sabar mengikuti hobinya, Dan hasilnya sekarang Ita mam-
demikian pesan Mama Tasia. Anak dengan DS, down syndrom jangan pu tampil membanggakan, men-
didiamkan saja di rumah. Mama Tasia sudah melalui masa-masa jadi insiprasi untuk teman-teman
sulit itu, juga menekan rasa malu dengan kondisi Ita. Ita, sebagai sesamanya dan kita semua.
anak ketiga juga mengalami masalah jantung sejak lahir. Sejak
Percakapan kami terhenti
ketika nama Ita dipanggil un
tuk menari “Lenggang Nyai”,
membuk a acara Seminar Tahun
Keadilan. Tarian tradisional Be
tawi ini sangat dikuasainya. Ita
menari dengan penuh percaya
diri dan luwes, senyumnya ter
kembang, menular pada kami
semua hingga turut bergoyang
dan berdendang.
7GEMA 01-04/20
kabarutama
Mengenal SKP
(Seksi Keadilan Perdamaian)
Paroki Bintaro
Oleh: Yohanes Wahyu Iman Toto, Ketua SKP
Sejak tahun 2019, bersamaan dengan hiruk-pikuknya Pemilihan
Umum serentak untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, dan
anggota Legislatif Republik Indonesia, umat Paroki Bintaro juga
melaks anakan pemilihan Ketua Lingkungan, Koordinator Wilayah
dan Seksi-Seksi serta Kepala Bagian dalam struktur Dewan Paroki
Bintaro, yang telah selesai dilaksanakan dan prosesi perutusannya
(pelantikannya) juga telah dilaksanakan. Salah satu di antara
Seksi-Seksi tersebut terdapat Seksi Keadilan Perdamaian (SKP).
Sebagian umat Paroki Bintaro tentu sudah mengetahui apa itu SKP
karena keberadaannya di Paroki Bintaro sudah ada sejak Juli 2017,
namun san gat dimungkinkan sebagian umat
tidak mengetahui apakah SKP itu.
SKP adalah suatu organ dalam Dewan Paroki Paroki, maka berdasarkan azas konkordansi (daftar
Inti. Pembentukan SKP pada Paroki-Paroki menurut abjad kata-kata) Seksi Lingkungan Hidup di
di Keuskupan Agung Jakarta didasar- setiap Paroki berubah menjadi salah satu pilar dari
kan pada Surat Vikjen KAJ kepada Dewan SKP, yaitu menjadi Sub Seksi Lingkungan Hidup dan
Paroki di KAJ no. 390/3.5.7/2016 tanggal 16 secara bertahap melengkapi struktur SKP dengan
September 2016 tentang himbauan membentuk Sek- pilar-pilar yang lain sebagaimana keberadaan tiap
si Keadilan Perdamaian (SKP) di Paroki. Bersamaan divisi sesuai struktur KKP KAJ tersebut.
pada kurun waktu tersebut berlaku Pedoman Dasar
Dewan Paroki Keuskupan Agung Jakarta Tahun 2014 Pembentukan KKP-KAJ merupakan penegasan
(PDDP KAJ 2014), di mana secara struktural organ dan realisasi ARDAS 2016-2020 dan sebagai wujud
SKP belum tercantum dan atau belum diatur, na- dari pengamalan Pancasila dalam Terang Kerahiman
mun sejalan dengan ketentuan Pasal 2 butir ke 8 Allah yang memerdekakan (sesuai dengan tema 2016
juncto Pasal 15 butir ke 7 PDDP KAJ 2014 yang pada dan tema 2017). Dasar pembentukan KKP-KAJ juga
intinya menentukan bahwa pembentukan Seksi di tidak dapat dipisahkan dengan Renstra (Rencana
Paroki mengacu pada arahan berdasarkan Pedo- Strategis) KAJ yang ke-4 yaitu “Meningkatkan bela
man Reksa Pastoral Komisi-Komisi Keuskupan. Di
Keuskupan Agung Jakarta terdapat Komisi Keadilan rasa melalui dialog dan kerjasama dengan semua
Perdamaian (KKP KAJ) yang dibentuk pada tanggal
28 Agustus 2016. KKP KAJ terdiri dari 4 (empat) pilar orang yang berkehendak baik untuk mewujud-
yaitu Divisi Advokasi Hukum & HAM, Divisi Keadilan
& Kesetaraan Gender, Divisi Peduli Migran, dan Divisi kan masyarakat yang adil, toleran dan manusiawi
Lingkungan Hidup (sebelumnya Komisi Lingkungan
Hidup), oleh karenanya dengan dibentuknya SKP di khususnya untuk mereka yang miskin, menderita
dan tersisih” dan ke-5 yaitu “Meningkatkan keter-
libatan umat dalam menjaga lingkungan hidup di
wilayah Keuskupan Agung Jakarta”.
Dalam konteks panca tugas gereja, fungsi KKP
berkolaborasi dengan Komisi Hubungan Antar Aga-
8GEMA 01-04/20
kabarutama
Foto bersama anggota SKP angkatan baru. Mereka belum lama dilantik.
ma dan Kemasyarakatan (KHAAK), termasuk dalam ayat 4 huruf l menyebutkan bahwa tugas pokok Sek-
lingkup Martyria, marturia: menjadi saksi Kristus si Keadilan Perdamaian adalah melaksanakan tata
dalam masyarakat, yaitu wajah Gereja yang memper- pelayanan pastoral (penggembalaan)-evangelisasi
juangkan keadilan dan perdamaian. (pewartaan) kepada umat agar menghadirkan wajah
Gereja yang memperjuangkan Keadilan Perdamaian
Maka, dengan dibentuknya SKP, Seksi Lingkung (Pasal 17 ayat 4 huruf l).
an Hidup yang telah ada disatukan (merge) menjadi
salah satu pilar dalam SKP, yaitu menjadi Sub Seksi Secara umum SKP Paroki Bintaro akan mengin-
Lingkungan Hidup, dan guna melengkapi pilar-pilar tegrasikan misi yang dilaksanakan masing-masing
SKP Paroki Bintaro maka dibentuk pula Sub Seksi Sub Seksi, dimana misi Sub Seksi Advokasi Hu-
Kesetaraan & Keadilan Gender dengan menyatukan kum & HAM berupaya memberi perhatikan dan pe-
organ Paroki yang sebelumnya bernama Seksi Ibu layanan terkait isu terkait kebijakan hukum publik
Paroki ke dalam SKP. Pada waktu bersamaan juga secara makro yang menyentuh kepentingan gereja,
dibentuk Sub Seksi Advokasi Hukum & HAM serta kebutuhan penyadaran/pengetahuan umat terkait
Sub Seksi Peduli Migran & Pekerja Rumah Tangga. isu atau fenomena hukum yang mengemuka dalam
Fungsi dan misi pelayanan SKP Paroki Bintaro sama masyarakat dan berupaya menyediakan bantuan hu-
dengan KKP, yang membedakan adalah terkait spek- kum terbatas bagi umat dan masyarakat korban ke
trum tempat (locus), yaitu meliputi Paroki saja, dan tidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia; misi
dalam hal tertentu dimungkinkan bersinergi dengan Sub Seksi Keadilan & Kesetaraan Gender berupaya
SKP Paroki lain di KAJ berdasarkan penugasan KKP memberi perhatikan dan pelayanan bagi terciptanya
KAJ melalui DP, Dewan Paroki Bintaro. transformasi keluarga, Gereja dan masyarakat da-
lam hal kesetaraan dan keadilan gender; misi Sub
Setelah berlakunya Pedoman Dasar Dewan Paroki Seksi Peduli Migran & PRT memberi perhatian dan
Keuskupan Agung Jakarta Tahun 2019 (PDDP KAJ pelayanan terkait kebutuhan perlindungan migran,
2019) pada tanggal 8 Mei 2019, eksistensi SKP di se- yang meliputi pencegahan akan praktik-praktik per-
tiap Paroki semakin jelas, di mana PDDP KAJ 2019 dagangan manusia dan perlakuan tidak adil terhadap
menyebutkan bahwa Seksi Keadilan Perdamaian dan pekerja rumah tangga, peningkatan pengetahuan/ke-
Seksi Antar Agama dan Kemasyarakatan masuk da- trampilan pekerja rumah tangga; dan misi Sub Seksi
lam Bidang Kesaksian (Pasal 17 ayat 3 huruf e) dan
9GEMA 01-04/20
kabarutama
Acara demi acara diadakan oleh SKP. Salah satunya adalah Seminar Anti Kekerasan dalam Rumah Tangga.
Lingkungan Hidup melaksanakan karya membangun dan terlayani perlu terus dijaga dan didorong agar
perilaku/habitus yang ramah lingkungan sebagai wu- semakin tangguh dalam iman, terlibat dalam persau-
jud iman dalam memandang bumi dan seisinya se- daraan inklusif, berbela rasa terhadap sesama dan
bagai keutuhan ciptaan. lingkungan hidup. Namun juga berusaha agar umat
yang selama ini belum aktif dan belum dikenal ha
Program kegiatan SKP dalam rangka perjuangan rus ditemukan dan disapa agar tetap berada bersama
membangun keutuhan ciptaan di mana ekologi inte- kawanannya.
gral tak terpisahkan antara kepedulian akan alam,
keadilan bagi kaum miskin dan komitmen kepada Sebagaimana telah digariskan dalam PDDP KAJ
masyarakat serta kedamaian abadi akan yang disu- 2019, seluruh proses pelayanan meliputi pengam-
sun secara sinergis dengan seksi-seksi lain dalam bilan keputusan, perencanaan, pengorganisasian,
Dewan Paroki Inti merupakan program yang bersifat kepem impinan, pelaksanaan, dan evaluasi karya ha-
pencegahan dengan memberi pengetahuan dan pe rus diupayakan sungguh berbasis data dan dilakukan
nyadaran bagi umat dan atau masyarakat yang diim- secara:
plementasikan melalui kegiatan sosialisasi dan atau
kegiatan nyata yang relevan. Sinergis: kemajuan dan itikad baik untuk bekerja
sama dan bergotong-royong antar pribadi dan antar
Setiap upaya pelayanan yang akan dilaksanakan komunitas pelayan umat.
SKP Paroki Bintaro bersama seluruh umat dimak-
sudkan sebagai bagian dari pelaksanaan kewajiban Dialogis: komunikasi timbal balik/dua arah un-
sebagai murid-murid Yesus Kristus yang dituntut tuk menemukan gagasan-gagasan cemerlang yang
untuk menghayati spiritualitas inkarnasi yang men- mendorong pelayanan terbaik.
dasari tindakan kita untuk berbelas kasih bagi yang
menderita dan berdosa (bdk. Mrk 2:17). Spiritualitas Partisipatif: melibatkan seluruh komponen umat
inkarnasi yang memandang seluruh realitas hidup secara aktif dan dinamis karena seluruh umat di-
manusia yang menyangkut masalah politik, sosial, panggil untuk ambil bagian dalam kehidupan Gereja.
ekonomi, dan budaya adalah tempat Allah hadir dan
berkarya, dengan demikian merupakan tantangan Transformatif: selalu mengusahakan perbaikan
iman bagi kita. Oleh karena itu spiritualitas bukan- terus menerus dalam pelayanan dan kebersamaan
lah teori atau konsep, melainkan cara bertindak dan menuju peru bahan nyata yang dicita-citakan.
menanggapi panggilan Tuhan yang tersembunyi da-
lam realitas kehidupan yang amat kompleks. Berdasarkan uraian tersebut di atas, pada intinya
misi yang dilaksanakan oleh Dewan Paroki Binta-
SKP sebagai bagian dari pelayan pastoral-evan- ro, dalam hal ini SKP, pada prinsipnya adalah sua-
gelisasi yang diwujudkan berusaha mengenali dan tu gerakan bersama umat, untuk umat dan masya
peduli pada kebutuhan umat serta menolong yang rakat pada umumnya. Untuk itu diperlukan doa dan
kehilangan arah. Umat yang selama ini sudah aktif dukungan umat, kiranya SKP Paroki Bintaro dapat
melaksanakan tugas dengan suka cita dan senantia-
sa dalam bimbingan dan pertolongan Allah Bapa dan
Putera dan Roh Kudus. Aminl
10GEMA 01-04/20
kabarutama
Pengurus SKP Paroki Bintaro
Masa Bhakti tahun 2019 – 2022
DPH Pendamping: Bpk. Frans Sudarmanto • Tim Penasehat: Bpk. Antonius PS Wibowo (Wil. VI,
St. Yusuf), Bpk. Alexander Marwata (Wil. XV, St. Yohanes Penginjil) dan Bpk. Hilarius Ras Her-
nowo (Wil X, Slamet Riyadi) • Ketua: Bpk. Yohanes Wahyu Iman Toto (Wil IV, St. Mikael), Wakil
Ketua: Bpk. Leonardus Agatha P (Wil. VII, St. Kristoforus), Sekretaris: Ibu Florentina Agustina
Purwantari (Wil. IX, St. Brigitta), Bendahara: Ibu Maria Immaculata Hesti Nugraheni (Wil. XVII, St.
Hieronimus) • Sub Seksi Advokasi Hukum & HAM, Ketua: Ibu Irene Enny Sri Handajani (Wil. XV,
St. Yohanes Penginjil), dengan anggota Ibu Cicilia Widiastuti (Wil. XV, St. Yohanes Penginjil) dan
Sdr. Andrew Atmaja (Wil. XV, St. Yohanes Penginjil) • Sub Seksi Keadilan & Kesetaraan Gender,
Ketua: Ibu Anastasia Amidawati (Wil. VII, St. Kristoforus), dengan anggota: Ibu Catharina Bima
(Wil. II, Adi Sucipto), Ibu Florentina Titik (Wil. IV, St. Vincentius), ibu Fransisca Woro Triliendrawati
(Wil. IX, St. Brigitta), ibu Maria Ristina Iskayani (Wil. XIV, St. Alfonsus) • Sub Seksi Peduli Migran
& Pekerja Rumah Tangga, Ketua: Ibu Regina Winarah (Wil IV, St. Mikael) dengan angg ota: Ibu
Fransiska Nuki Krisnasari (Wil. III, St. Petrus), Ibu Ester (Wil. , ), Bpk. Benediktus Seto Mantiri
(Wil. III, St. Petrus) • Sub Seksi Lingkungan Hidup dengan Ketua Ibu Clara Kusuma Astuti (Wil. X,
Slamet Riyadi) dan anggota ibu Concordia Maria Srihandayani Triastusi (Wil. XVII, St. Hieronimus),
ibu Maria Mediatrix Sri Pudjiastuti (Wil. XVI, St. Conforti)
SKP Paroki
Bintaro telah menye-
diakan layanan konsultasi
hukum individual bagi umat yang
sungguh-sungguh membutuhkan
layanan tersebut. Pengajuan/permin
taan konsultasi individual dapat disampai-
kan ke SKP Paroki Bintaro melalui telepon
081291182446 atau melalui email skpbintaro@
gmail.com. Konsultasi Hukum akan dilayani oleh
para Advokat: Ibu Enny Sri Handajani, SH., M.H.,
Bpk. Leonardus Agatha, S.H., M.H., Ibu Cicilia
Widiastuti, SH dan Bpk. Yohanes Wahyu Iman
Toto, S.H.. Mengingat masih terbatasnya jumlah
advokat yang melayani, setiap permintaan
konsultasi individual yang masuk ke SKP
akan diatur sesuai mekanisme yang
ditentukan sesuai kebijaka n De-
wan Paroki Bintaro.
11GEMA 01-04/20
kabarutama
Misa Perdana untuk UBK:
Karena Engkau
Berharga di Mata-Ku
Sabtu, 18 Januari 2020, pukul 10.00 pagi, basement Aula Leo Soekoto
masih cukup lengang. Deretan kursi merah yang tersusun rapi baru se-
bagian terisi, di bagian tengah. Bagian samping kiri, petugas koor dari
anak-anak BIA telah siap, berbaju putih dan duduk rapi. Hari ini ada yang
istimewa, untuk pertama kali diadakan Misa untuk UBK (Umat Berkarunia
Khusus) dengan tema: Karena Engkau Berharga di Mata-Ku.
Foto-foto oleh Demas dan David
1Foto bersama P. Yakobus Sriatmoko bersama umat UBK. Acara perdana ini dilakukan di basement Aula Leo Soekoto.
5 menit kemudian suasana sudah lebih ramai. Sharing keluarga UBK
Beberapa undangan, Umat Berkarunia Khusus
datang bersama anggota keluarganya. Keba Romo Yakobus Sriatmoko SX, berkesempatan
nyakan masih anak-anak, sampai usia rema- untuk memimpin misa perdana ini. Dalam khotbah-
nya, ia menegaskan bahwa anak-anak dengan UBK
ja. Beberapa di antaranya sudah dewasa. Se- dibutuhkan oleh Allah bagi Gereja-Nya. Romo Yakub
lain umat Paroki Bintaro, beberapa juga datang dari mengutip perikop Kitab Suci Matius 25: 35-40, Sebab
Paroki lain. 14 keluarga UBK, dari 18 yang terdaftar ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika
hadir pada misa ini. Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku se-
12GEMA 01-04/20
kabarutama
Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya segala
sesuatu yang kamu
lakukan untuk salah seorang
dari saudara-Ku yang paling
hina ini, kamu telah
melakukannya
untuk Aku.
orang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Romo Yakobus Sriatmoko memimpin misa perdana untuk UBK
Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika
Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam Sharing dari Pak Sukatno; merawat anak dengan karunia
penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang khusus perlu tenaga ekstra.
benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bila-
manakah kami melihat Engkau lapar dan kami mem- Sukatno, merawat anak dengan UBK membutuh-
beri Engkau makan, atau haus dan kami memberi kan tenaga ekstra, san gat melelahkan, belum lagi
Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau ditambah dengan perasaan putus asa; akan jadi
sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau apa anaknya kelak. Untunglah, perjuangan ini seka-
tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Eng- rang sudah menemukan jawabannya; anak adalah
kau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau karunia Tuhan, titipan Tuhan yang tidak bisa ditukar.
sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Eng-
kau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku ber-
kata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang
kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku
yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk
Aku. Beliau juga menekankan bahwa sebagai sesama
dalam Gereja adalah anggota tubuh, dan anggota tu-
buh yang tampaknya paling lemah adalah yang paling
dibutuhkan (1 Korintus 12:22). Maka jelaslah, bahwa
para UBK mempunyai fungsi dalam komunitas. Ke-
beradaannya sama dengan umat yang lain. Dengan
demikian layak mendapat perhatian dan perlakuan
sama seperti umat lainnya.
Pada bagian kedua, homili, Romo Yakub mem-
berikan kesempatan para orang tua UBK untuk
sharing. Bagian pertama diisi oleh Ignatius Sukatno
(Wilayah 13, Lingkunan Bernadus) ayah dari Marti-
nus Ndaru Boby Dwikatmono (18 tahun). Ia mence
ritakan bahwa sejak, saat bayi umur 1 bulan, Boby
sama seperti bayi lainnya, tidak memiliki kelainan.
Baru saat Boby memasuki usia 3 bulan, mulai tam-
paklah beberapa kelainan. Awalnya keluarga mera-
sa shock dengan kondisi ini. Mereka mengupayakan
yang terbaik untuk Boby; berobat juga mencari pen-
dapat pada beberapa ahli. Sampai umur 10 tahun
waktu itu Boby rutin diurut. Sampai saat ini, umur
18 Boby cukup mandiri; bisa melakukan beber-
apa kegiatan tanpa bantuan seperti makan, mandi,
main HP, dan naik sepeda motor. Seperti diakui Pak
13GEMA 01-04/20
kabarutama
Koor anak-anak BIA dipimpin oleh Kak Embun.
Sharing dari Pak Johanes, orang tua anak UBK.
Anak adalah karunia Tuhan,
titipan Tuhan yang tidak
bisa ditukar. Maka sudah
sewajarn ya akan dirawat
sampai akhir hayat.
Maka sudah sewajarn ya akan dirawat sampai akhir Boby, hari itu juga menjadi salah satu petugas liturgi.
hayat.
permenungan yang panjang. Masih banyak yang bisa
Johanes Marinus (Wilayah 4, Lingkungan Vincen- dilakukan Gereja untuk umat UBK. Para panitia yang
tius), ayah dari Mauricio “Rio” Tambayong (16 tahun) diketuai Herulono (Ketua Seksi Katekese), beserta
juga berkesempatan menyampaikan pengalaman- para pendamping; Eli, Nani Joko, Reni, Siska, Angel,
nya. Rio menderita Klippel-Trenaunay Syndrome Dewi, Vania, dan Embun mempunyai tugas mulia un-
(KTS), gangguan langka yang mempengaruhi pem tuk melayani UBK di St. Matius. Mereka merencana-
buluh darah, jaringan lunak, dan tulang. Kelainan ini kan misa seperti ini dapat diadakan minimal 3 kali
muncul sejak lahir (bawaan) dan biasanya mempe dalam setahun. Nanti juga akan didakan acara retret
ngaruhi kaki. Karena penyakit ini saat ini salah satu untuk UBK dan orang tua mereka. Semoga niat baik
kaki Rio harus diamputasi. Pak Johanes dan istrinya, ini mendapat dukungan dari umat St. Matius. Bagi
Dewi Saraswati mengurus Rio sepenuh hati. Bahkan umat UBK lainnya, mari bergabung!l
dalam waktu dekat Rio akan menjalani operasi guna
memperbaiki kondisi tubuhnya. Rio, saat ditanya,
tidak merasa takut akan tindakan ini. Sebaliknya, se-
mangatnya tidak pernah padam, sama seperti orang
tua yang mendampinginya. Pak Johanes mengaku
sering berpegang pada satu ayat, Matius 6:34, “Jadi,
jangan khawatir tentang hari esok karena hari esok
akan mengkhawatirkan dirinya sendiri. Cukuplah
satu hari dengan kesusahannya sendiri.” Ia juga per-
caya, ada Yesus dalam diri setiap anak.
Misa perdana untuk UBK kali ini ditutup dengan
14GEMA 01-04/20
kabarparoki
Pelatihan pembuatan tempe, aneka olahan kedelai, dan variannya diikuti oleh ibu-ibu dari RW 05, RT 1-7, disekitar gereja St. Matius.
Semua Siapa tidak kenal tempe? Rasanya semua
mengenalnya, lauk berbentuk segi empat,
atau segi tiga, atau juga papan ini amat a
Bisa krab dengan orang Indonesia. Selain rasa
Membuat nya nikmat, pembuatannya pun mudah dan
sederhana. Selain bahan utamanya, kedelai
tersedia melimpah di sekitar kita, baik kede-
Tempe lai lokal maupun kedelai impor.
Berkat kesederhanaan inilah pembuatan tempe dan olah
an kedelai dipilih PSE, Pengembangan Sosial Ekonomi
Paroki Bintaro sebagai salah satu program pember-
dayaan masyarakat sekitar gereja St. Matius. Acara yang
diberi judul “Pelatihan Membuat Tempe, Olahan Kede-
lai, dan Variannya“ dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Februari 2020,
pukul 9.30 sampai 13.00, bertempat di kediaman keluarga Bapak
Supardi, salah satu warga Lingkungan St. Alfonsus. Peserta ber
asal dari masyarakat sekitar, warga RW 05 RT 01 sampai dengan
RT 07, Kelurahan Jurang Mangu Timur, Kecamatan Pondok Aren
15GEMA 01-04/20
kabarparoki
Tangerang Selatan. Tercatat peserta sejumlah 70
orang, dengan 12 orang panitia, sehingga semuanya
82 orang. Kebanyaka n peserta dari ibu rumah tangga
kelompok usia 25 sampai dengan 50 tahun. Usia ra-
ta-rata adalah 30 tahun, sedangkan tercatat anak-
anak yang ikut ibunya sebanyak 15 anak. Jumlah ini
sungguh menggembirakan. Peserta antusias dengan
program ini, dan target panitia untuk jumlah peserta
terpenuhi.
Visi dan Misi Kedelai yang sudah diberi ragi siap dikemas menjadi tempe.
Sesuai dengan visi Tahun Keadilan Sosial 2020 kedelai. Beberapa di antara ibu-ibu ini datang de
(TKS), visi kegiatan ini diambil dari inspirasi Uskup ngan membawa anaknya yang masih usia balita.
Ignatius Kardinal Suharyo, yakni “Menghadirkan Bisa dimengerti karena ibu-ibu yang sebagian besar
Kerajaan Allah di tengah Masyarakat”. Sedangkan ibu rumah tangga ini tidak mempunyai pembantu
misinya adalah memberdayakan masyarakat de rumah tangga, sehingga untuk beberapa kegiatan
ngan sasaran masyakarat sekitar gereja St. Matius anak harus ikut serta karena tidak mungkin ditinggal
Penginjil, Bintaro. Tentu saja prioritas kegiatan ini sendirian di rumah. Beberapa yang lain harus minta
adalah untuk masyarakat KLMTD. izin saat tiba jam pulang sekolah; mereka juga ber-
tugas antar-jemput anak-anak usia sekolah. Di an-
Hujan bukan halangan tara banyaknya tugas yang diemban para ibu, pela-
tihan pembuatan tempe dan olahan kedelai ini bisa
Bulan Februari, cuaca mendung sejak pagi dan menjadi selingan/hiburan yang menyenangkan dan
akhirnya hujan. Untunglah kendala cuaca ini tidak menambah pengetahuan. Beberapa kali pada saat
menyurutkan sedikit pun minat ibu-ibu untuk tetap pelatihan terdengar tawa dan candaan. Mereka sung-
mengikuti pelatihan pembuatan tempe dan olahan guh menikmati acara pelatihan kali ini.
Demo memasak aneka olahan tempe oleh panita. Ibu Nur sebagai pelatih pembuatan tempe ada-
lah seorang profesional pengrajin tempe dari Kam-
pung Wadasari, Pondok Betung. Sedangkan pelatih
untuk praktik memasak oleh Ibu Ristina Supri, yang
juga menjabat sebagai Bendahara RT 07, sekaligus
penggerak warga Lingkungan St. Alfonsus. Beliau
men gajarkan praktik memasak Tumis Tempe Daun
Kelor dan pembuatan Burger Tempe. Bertindak se-
bagai pembicara tentang nilai gizi Tempe & Olahan
Kedelai, adalah Ibu Atik Paat dari Tim PSE sub sek-
si Pemberdayaan. Beliau juga salah satu kader yang
aktif di kelurahan .
Melihat antusias para peserta, kami, panitia op-
timistis untuk melanjutkan pelatihan ini. Tempat se-
lanjutnya adalah kelompok dari RT 07 dan kelompok
Ibu-Ibu Rukun Warga. Senang sekali rasanya pelatih
an yang sederhana ini—seperti halnya tempe—bisa
menyatukan warga, tanpa membeda-bedakan sta-
tus sosial dan agama. Semua gembira, semua bisa
membuat tempe.l
16GEMA 01-04/20
renungan
Abu di Kepala dan
Air yang Membasuh Kaki
Di antara ke dua ritus ini, terentanglah jalan Pra-
Paskah. Sebuah perjalanan yang secara fisik hanya
terpisahkan oleh jarak sepanjang kurang dari dua
meter saja jauhnya. Tetapi sesungguhnya, jarak itu
jauh lebih panjang dan berliku untuk dijalani, karena
haruslah dimulai dari atas kepala diri kita sendiri, dan
haruslah pula diakhiri pada kaki orang-orang lain.
UOleh: Mgr. Tonino Bello
ntuk menempuh perjalanan ini, apakah kedua khotbah ini? Khotbah lainnya yang disampai-
cukup hanya dalam kurun waktu lima pu- kan dari atas mimbar, mungkin saja akan dengan be-
luh hari yang terentang diantara hari Rabu gitu mudahnya dilupakan, tetapi kedua khotbah ini,
Abu sampai dengan hari Kamis Putih? tak akan pernah terlupakan karena simbolisasi yang
Ataukah perjalanan itu akan membutuh- digunakan adalah seperti suatu bahasa yang lang-
kan seluruh hidup kita? Masa Pra-Paskah sebenar geng, tak lapuk oleh waktu.
nya adalah merupakan model dari perjalanan ini, da- Sentuhan abu pada dahi… meskipun begitu halus
lam skala yang lebih kecil. abu turun menyentuh kepala kita, namun sesung-
Penyesalan dan pelayanan. Inilah kedua khotbah guhnya terasa begitu keras seperti hujan batu-batu
agung yang oleh Gereja disimbolkan melalui abu dan es, atau seperti pukulan palu ke atas kepala kita, ka-
air, suatu simbolisasi yang jauh melebihi kata-ka- rena sentuhan yang halus itu mengajak kita kepada
ta apapun yang mungkin dapat digunakan. Orang satu-satunya makna, ”Bertobatlah dan percayalah
beriman manakah yang tak akan terpesona dengan kepada Injil!”
17GEMA 01-04/20
renungan
Sayang, tidak semua orang mampu menyadari an yang selalu sama: persembahan sebuah kaki,
akan petunjuk liturgis, yang mengharuskan agar abu terangkatnya gayung dan tercurahnya air, gesekan
yang dipakai, diperoleh dari pembakaran ranting- sehelai handuk dan diakhiri dengan meterai, sebuah
ranting zaitun yang telah diberkati pada hari Minggu kecupan.
Palem tahun sebelumnya. Andaikata saja kita me
nyadari hal itu, maka ajakan untuk melibatkan diri Suatu khotbah yang tampaknya ganjil, karena di-
sepenuhnya untuk kedamaian, untuk menyambut ucapkan tanpa kata-kata, seraya berlutut di depan
Kristus dan mengakui-Nya sebagai Tuhan, serta ber- dua belas simbol kemiskinan manusia, oleh seseo-
harap agar dapat ikut serta masuk ke dalam Yerusa- rang yang kita ingat, yang biasanya hanya berlutut di
lem surgawi, pastilah akan menjadi petunjuk–petun- hadapan hosti-hosti suci.
juk yang lebih nyata bagi perjalanan pertobatan kita.
Apakah ini suatu khayalan, atau penglihatan
Bagaimanapun, “shampoo abu” itu tetap akan sesaat yang diakibatkan oleh rasa kantuk semata,
menyentuh kita, melampaui semua batas waktu, dan ataukah ini merupakan suatu simbol bagi mereka
saat kita menemukan kembali abu yang tersisa dan yang akan berjaga seraya menantikan Kristus ? “Una
berserakan pada bantal alas kepala kita mengajak Tantum”, demi suatu malam yang penuh dengan ke-
kita untuk merenungkan kembali bagaimana sisik- jutan, atau sebagai pedoman yang sangat nyata bagi
sisik dosa kita seharusnya sudah mulai mengelupas kita dalam menentukan pilihan dalam kehidupan
dan jatuh dari permukaan tubuh kita. perilaku kita sehari-hari?
Bunyi air yang jatuh ke tempat pembasuhan Kuasa pencetus tanda-tanda! Maka marilah me
kaki…. inilah khotbah yang mungkin merupakan yang mulai perjalanan Pra-Paskah kita, dimulai dari abu
paling tua dalam perbendaharaan memori kita ma hingga sampai kepada air itu. Biarlah abu itu berko-
sing-masing. Mungkin saja di saat kecil, kita pernah bar di atas kepala kita, seperti layaknya ia baru di-
berusaha untuk maju ke depan, menyisipkan diri di muntahkan dari kawah sebuah gunung berapi. Lalu
antara begitu banyak orang, untuk dapat sampai ke untuk mematikan kobarannya, marilah kita memulai
bangku pertama dan mengintip dari dekat, dari an- langkah pencarian air itu, untuk kemudian menu-
tara emosi-emosi umat, untuk “mendengarkan” de angkannya dan membasuhkannya pada kaki orang-
ngan mata, penuh kekaguman akan pembasuhan orang lain.
kaki itu.
Penyesalan dan pelayanan… inilah sepasang rel
Sebuah khotbah yang dilaksanakan setiap hari yang harus kita jalani dalam perjalanan pulang kita
Kamis Putih, yang terdiri atas dua belas kalimat yang kepada Bapa yang menanti.
selalu sama, tapi tidak akan pernah terasa mem-
bosankan. Khotbah yang begitu kaya akan kasih Abu dan air, inilah dua materi yang digunakan
mesra, meskipun tampaknya seakan sebagai suatu untuk mencuci pakaian pada masa lampau. Tetapi
skenario yang mudah untuk ditafsirkan. Tanpa ke terlebih lagi, keduanya merupakan simbol dari suatu
pura-puraan, meskipun seakan mengulangi tindak pertobatan penuh, yang akhirnya akan menyelimuti
diri kita sepenuhnya, dari ujung kepala hingga ke ka-
ki.l
18GEMA 01-04/20
renungan
Pencobaan di
Padang Gurun
Oleh: istimewa
P Romo Yakobus I Made Suardana Yesus dicobai di padang gurun.
adang gurun, tempat Yesus menyepi, adalah
tempat hening, penuh dengan kemiskinan, •Dalam pencobaan ketiga, iblis membujuk Yesus
tidak adanya dukungan materi dan pengaruh untuk melemparkan diriNya sendiri dari atap Bait
luar. Situasi seperti ini memaksa seseorang Allah di Yerusalem dan meminta Allah menyelamat-
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kanNya melalui para malaikatNya, yaitu melakukan
penting dalam jalan hidupnya dan sebuah keadaan sesuatu yang sensasional untuk menguji Allah sendi-
dimana Tuhan lebih mudah untuk ditemukan. Teta- ri. Tetapi jawabanNya adalah bahwa Allah tidak dapat
pi padang gurun juga merupakan tempat kematian, dipaksakan didalam kondisi kita, Allah yang berkua-
karena tidak ada air bahkan tidak ada kehidupan, dan sa dalam segala-galanya. Yesus memilih menyerah-
itu adalah tempat kesepian, di mana manusia mera kan hidupnya dalam tangan BapaNya artinya Ia tidak
sakan pencobaan yang paling hebat. Yesus pergi ke menggunakan kekuatan ajaib untuk meyakinkan dan
padang gurun dan disana Ia digoda untuk meninggal- menyelamatkan kita tapi dengan cintaNya yang tulus.
kan jalan yang ditunjukkan oleh Bapa, untuk mengi-
kuti jalan lain yang lebih mudah dan lebih duniawi
(Luk 4, 1-13). Dia mewakili pencobaan kita, memikul
kesengsaraan kita untuk mengalahkan yang jahat
dan membuka jalan kepada manusia untuk menuju
Allah, jalan pertobatan.
Merefleksikan pencobaan yang Yesus alami di
padang gurun mengajak kita masing-masing un-
tuk menjawab pertanyaan mendasar: Apa yang be-
nar-benar penting dalam hidupku?
•Dalam pencobaan pertama iblis meminta kepa-
da Yesus untuk mengubah batu menjadi roti untuk
memuaskan rasa lapar. Yesus membantah bahwa
manusia hanya hidup dari roti: tanpa respon terh adap
kelaparan akan kebenaran yakni kelaparan akan Al-
lah, manusia tidak dapat diselamatkan.
•Dalam pencobaan kedua, iblis menawarkan
kepada Yesus jalan kekuasaan: ia menuntunNya ke
puncak dan menawarkan kepadaNya kekuasaan
atas dunia; tetapi ini bukan cara Allah. Sikap Yesus
sangat jelas bahwa bukan kekuatan duniawi yang
menyelamatkan dunia, tetapi kekuatan salib, keren-
dahan hati dan cinta.
19GEMA 01-04/20
renungan
Janganlah biarkan kami jatuh ke dalam Biarlah Roh membawa kita ke padang
pencobaan gurun dan menyembuhkan kita dari
kesepian, dari ketidaktoleranan pada kega-
Semua godaan adalah sebuah kebohongan de galan, dari rasa takut akan pengorbanan,
ngan topeng kebenaran. Tidak pernah sebuah go
daan tampil sebagi sesuatu yang menyedihkan, dari kemalasan dan kelalaian.
memberatkan dan menyulitkan; supaya lebih meng-
goda harus mengandung kemudahan, kesenangan ngusai seluruh dunia ketika Yesus benar- benar ingin
dan kekuasaan. Satu-satunya cara untuk membuka menyelamatkan dunia. Dengan kekuatan-kekuatan
kedok godaan adalah dengan menghadapinya. Yesus mukjizat yang mencegahNya dari ‘kejatuhan’. Se
pergi ke padang gurun bukan untuk bersembunyi, muanya adalah hal yang sangat diinginkan Yesus,
tetapi untuk menemukan diriNya; dengan kelemah tetapi Iblis mempersembahkannya secara tersamar,
anNya (sebagai manusia) dan kekuatanNya, dengan hanya mencari kepuasan dari naluri egois.
rohNya dan dagingNya, dengan godaan-godaannya.
Yesus tidak menjumpai satu, tetapi banyak padang
Sejak awal masa prapaskah, liturgi menyajikan gurun dalam hidupNya; dia juga tidak bertemu tiga,
dua tokoh yang membuka dan menutup semua seja- tetapi banyak godaan lainnya. Padang gurun adalah
rah manusia: Adam dan Kristus. Keduanya mempu- pengalaman yang umum, dan bahkan perlu, dalam
nyai persamaan dan pada saat yang sama juga per- kehidupan manusia. Melewati padang gurun mem-
bedaan. Keduanya berbagi ketidakpastian godaan, bantu kita untuk mengkonsolidasikan kebebasan
tetapi dengan hasil yang sama sekali berbeda. Adam kita, untuk memperkuat iman kita, untuk menimbang
dan Hawa dicobai oleh Iblis, yang menawarkan mere- jalan kita, untuk membedakan panggilan kita. Tetapi
ka jalan alternatif dari jalan yang telah mereka te apakah padang gurun itu? Kalau kita kaitkan dengan
rima dari Allah. Ular dengan kelicikannya yang licin, pengalaman iman, ada banyak hal. Tetapi berbicara
menempatkan pasangan manusia itu di persimpang tentang hal yang sama: kekeringan, kesedihan, ke-
an dua pilihan berbeda. malangan maka gurun adalah ketika Tuhan tidak te
rasa dekat, terutama ketika masalah membuat iman
Adam dan Hawa tahu bahwa mereka tidak memi dan harapan kita terguncang.
liki diri mereka sendiri. Bahwa mereka memiliki asal-
usul dalam kenyataan yang lebih besar dari pada diri Bagi Yesus, padang gurun merupakan pengu-
mereka sendiri, dalam cinta yang trasenden; tetapi muman bahwa dalam jangka pendek sebuah salib
mereka juga tahu bahwa mereka sangat bebas; dan diuraikan untukNya. Dalam kesendirian di padang
di sini ular muncul untuk meyakinkan bahwa mereka gurun, Yesus dengan jujur memikirkan kembali pang-
dapat setara dengan Allah, yang berarti bahwa mere- gilanNya untuk melayani, dan melihat di sana bahwa
ka akan mendominasi makhluk lain dengan kekuatan satu-satunya jalan yang menuntunNya kepada Allah
absolut. dan manusia adalah Golgota.
Pada akhirnya, mereka yang ingin menjadi ilahi Hari ini kita sebagai orang kristiani harus melin-
untuk mengetahui segalanya, hanya akan mengeta- tasi padang pasir dengan api keberanian yang berko-
hui kesalahan mereka sendiri, mengetahui ketelan- bar. Tidak mudah untuk menjadi orang beriman di
jangan mereka sendiri. Tetapi Tuhan selalu me dunia yang berusaha melakukan semunya tanpa Tu-
ngomposisi ulang segalanya, dan terus menetapkan han. Kita tidak akan kekurangan pencobaan secerdik
jalan bagi anak-anakNya. Mereka akan selalu bebas yang menjatuhkan Adam dan Hawa. Dosa bukanlah
memilih jalur lain jika mereka mau. penemuan Yudaisme, itu adalah realitas yang dapat
diverifikasi baik dalam tindakan individu kita maupun
Dalam kehidupan kita, si penggoda akan muncul dalam struktur sosial.
cepat atau lambat di ‘kebun’ kita, karena ular yang
keluar untuk bertemu manusia, dan bukan sebalik Dalam masa Prapaskah ini, biarlah Roh memba-
nya. Adam dan Hawa adalah metafora terbaik dari wa kita ke padang gurun dan menyembuhkan kita
keberadaan dan kehidupan kita di dunia ini: nafas ila dari kesepian, dari ketidaktoleranan pada kegagalan,
hi dan lumpur tanah liat, diciptakan oleh Allah dan dari rasa takut akan pengorbanan, dari kemalasan
dicobai oleh Iblis, terjebak di bumi dan dengan as- dan kelalaian; dan mengajar kita, pertama-tama
pirasi surga, makhluk fana dan haus akan ketidak- memilih untuk menjadi roti untuk mengenyangkan
terbatasan. rasa lapar orang lain, memilih jalan pengorbanan
daripada menunggu mujizat semu dan berani memi-
Dalam Injil kita menemukan seorang Yesus juga lih posisi yang terakhir (salib) lewat pelayanan kepa-
dibuntuti oleh pencobaan. Sebenarnya, Iblis meng- da sesama.l
goda Yesus dengan hal-hal yang diinginkan atau
dibutuhkan Yesus pada saat itu. Dengan roti di te
ngah-tengah kelaparan padang gurun. Dengan me
20GEMA 01-04/20
kaleidoskop
Perjalanan Paroki Bintaro
Gereja St. Matius 2019-2020
Pelantikan Ketua Lingkungan
periode 2019-2022
Minggu, 12 Mei 2019.
Banyak muka baru, dan sebagian muka lama. Sela-
mat bertugas para Ketua Lingkungan, ujung tombak
pelayanan Gereja!
BERITA GEMBIRA
DARI KELUARGA
XAVERIAN
• Sabtu, 29 Juni 2019: 3 Frater yang bela-
jar Teologi di Manila mengikrarkan kaul kekal.
• Minggu, 30 Juni: 6 novis mengikrarkan
kaul pertama di Paroki Bintaro.
Rapat perdana Seksi PSE, • Sabtu, 13 Juli: Fr. Washington akan ditah-
Pelayanan Sosial Ekonomi
biskan sebagai Diakon di Kamerun.
Minggu, 30 Juni 2019.
• Minggu, 18 Agustus: tiga Diakon akan
ditahbiskan sebagai Imam di Paroki Ranggu,
Selamat bertugas untuk para seksi: Djuliana K Flores.
(Subsie Pemberdayaan), V. Sulistyawan (Subsie
BKSY, BPJS & Kesehatan), Agustina Sukeni Winarso • Sekitar bulan Agustus: 9 Frater yang
(Ketua), Lusia (Subsie BKSY, BPJS & Kesehatan),
Sulastri (Subsie Pangan, Papan, dll), Fora (Subsie telah menyelesaikan studi Filsafat akan berang-
Pemberdayaan), Ajeng (Sekretaris SPSE), Veronica N kat ke Teologi Internasional: 3 Filipina, 1 Mek-
( Subsie Kematian St. Yusuf Paroki), Wuri (Bendaha- siko, 2 Kamerun, dan 3 Italia.
ra 2), Dyna (Subsie BKSY, BPJS & Kesehatan), Agnes
(Kasir & Administrasi) Selamat untuk pendidikan Xaverian Indonesia.
Semoga selalu menghasilkan buah yang baik.
KALEIDOSKOP21GEMA01-04/20
kaleidoskop
Pelantikan Koordinator Wilayah, Ziarek Warga Senior: “Dengan Ziarek,
Ketua Seksi, dan Kepala Bagian kita Tingkatkan Kebersamaan dalam
periode 2019-2022. Satu Iman”
Minggu, 26 Mei 2019, selamat berkarya dan mela Jumat, 12 Juli-Minggu, 14 Juli 2019,
yani penuh suka cita. berlokasi di Taman Doa-Cirebon dengan kegiatan:
Jalan Salib dan berdoa di Goa Maria.
Pembekalan Koordinator Wilayah Pelatihan Pendamping Bina Iman Re-
(Korwil), Ketua Seksi (Kasie), dan maja (BIR) se-KAJ
Kepala Bagian (Kabag)
Acara dilaksanakan di Wisma Samadi,
Minggu, 16 Juni 2019, pada 13-14 Juli 2019.
acara lainnya adalah pemaparan Tata Pelayanan De- Gereja St. Matius Penginjil Bintaro mengirimkan 2
wan Paroki Keuskupan Agung Jakarta, oleh Bapak pendamping BIR dalam acara tersebut.
Felix Iwan Wijayanto, Sekretaris DKP KAJ.
Kaderisasi Putra-Putri Altar
2-4 Juli 2019,
diikuti 52 peserta dan 33 panitia dari Seksi Liturgi,
di Curug Putri Palutungan, Goa Maria Fatima Sawer
Rahmat, Cisantana-Kuningan, Taman Doa Regina Misa Gunung 4, oleh KKMK St. Matius
KALEIDOSKOPRosariCirebon.
Diadakan pada Jumat-Minggu, 11-13 Oktober 2019,
di Gunung Papandayan (2665mdpl).
22GEMA 01-04/20
kaleidoskop
Pembekalan Pendamping Penggalangan Dana GKP
Komuni Pertama
27-28 Juli 2019
7 Juli 2019, di Ruang Franka, Aula Leo Soekoto. Gereja St. Matius melaksanakan program visitasi
untuk Penggalangan Dana GKP; ke sembilan Paroki
Pertemuan Perdana Orang Tua di Jakarta, antara lain:
Komuni Pertama dan Calon 1. Paroki Bintaro Jaya (20 September 2018)
Komuni Pertama 2. Paroki Pulomas (19-20 Januari 2019)
3. Paroki Kosambi (9-10 Februari 2019)
Minggu, 21 Juli 2019 di Aula Leo Soekoto. 4. Paroki Meruya (23-24 Februari 2019)
5. Paroki Menteng (27-28 April 2019)
6. Paroki Cilandak (11-12 Juni 2019)
7. Paroki Kalideres (6-7 Juli 2019)
8. Paroki PIK (27-28 Juli 2019)
9. Paroki Kedoya (21-22 September 2019)
Temu Rasul Berkat
Santo Yusup (BKSY) se-KAJ
Sabtu, 20 Juli 2019,
Pelatihan Lektor, Komentator, dan
Bertempat di Pusat Pastoral KAJ, Wisma Samadi Pemazmur
Klender. Acara dihadiri oleh pengurus BKSY Paroki Minggu, 28 Juli 2019
dan Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (SPSE)
dari 33 paroki yang telah ikut serta dalam program Merupakan awal pelatihan para petugas Lektor,
BKSY. Paroki Bintaro mengirimkan 6 orang peser- Komentator, dan Pemazmur guna meningkatkan
ta, yaitu: Agustin, Sulastri, Lusia, Dina, Fora, dan kualitas Perayaan Ekaristi. Pelatihan dilakukan rutin
Sulistyawan. oleh Seksi Liturgi.
KALEIDOSKOP23GEMA01-04/20
kaleidoskop
Kunjungan Seksi Kepemudaan Pelatihan Fasilitator
bersama RP. Vitus Rubiyanto, SX
Sabtu, 27 Juli 2019
Kunjungan dilakukan pada teman-teman muda Tanggal 3, 4, dan 11 Agustus 2019
Wilayah 12. Seksi Kerasulan Kitab Suci berhasil mengajak 90
fasilitator lingkungan. Acara bertempat di Aula Leo
Soekoto.
Dialog Kebangsaan: “Bersama Mem-
bangun Bangsa: Tantangan Mengisi
Kemerdekaan”
Sabtu malam, 10 Agustus 2019
Berbagi Hewan Kurban Memperingati Acara berlangsung di Aula Leo Soekoto. Pembicara
Hari Raya Idul Adha yang hadir: Romo Mudji Sutrisno, SJ, Drs. Fachrudin
Zahri, M. Si, I Ketut Ananta, dan Theofransus Litaay,
11 Agustus 2019 Ph. D.
Gereja St. Matius Penginjil, diwakili Seksi HAAK
(Hubungan Antar Agama & Kemasyarakatan), turut
berbagi kurban di 5 titik, antara lain:
1. Masjid Al Abror
2. Masjid Jami Baithu Richim (Posko Banser)
3. Masjid Baitu Rochim, Jl. Ujan Nain
4. Musholla RT 08/03 Pondok Karya
5. Musholla RT 02/03 Pondok Karya
Aksi sosial berupa pembagian 1 ekor kambing untuk Perayaan Ekaristi HUT RI ke-74
setiap titik tersebut, diwakili oleh Bapak Purwo-
sumirat dan Bapak Supriyanto. Kegiatan lain adalah Sabtu, 17 Agustus 2019 lalu, pukul 06.30 WIB.
kerja bakti bersama warga sekitar Gereja. Perayaan berlangsung lancar dan khidmat. Acara
dilanjutkan dengan aneka lomba.
KALEIDOSKOP24GEMA01-04/20
kaleidoskop
Juara 1: Wilayah 4, lingkungan Vincentius
Juara 2: Wilayah 16, lingkungan Bernadeth
Juara 3: Wilayah 8, lingkungan Sta. Clara, yang se-
lanjutnya akan mengikuti lomba ke Dekanat Tange
rang, 7 September 2019.
Serenade Kebangsaan Wisata Edukasi Alam,
Taman Mangrove PIK
Minggu, 18 Agustus 2019
Penyelenggara: Forum Liturgi Dekenat Tangerang 2 Sabtu, 31 Agustus 2019
(FLDT 2). Acara berlangsung di Gereja Sta. Maria Re- Oleh Sie Pendidikan melibatkan para siswa SD, SMP,
gina. Paduan suara anak dan remaja Paroki Bintaro SMA; Negeri dan swasta non Katolik.
turut menyemarakkan acara ini.
Seminar KDRT Festival Kitab Suci
Dekenat Tangerang II
Sabtu, 24 Agustus 2019
Pukul 08.30 - 13.30 WIB di Aula Leo Soekoto. Sek- 7 September 2019
si Keadilan Perdamaian menjadi motor acara ini, Bertempat di Gereja Rasul Barnabas-Pamulang,
den gan narasumber: Dr. Livia Istania DF Iskandar, juga diisi dengan kategori Bible Talent. Gereja St.
Msc. Psi - Wakil Ketua LPSK RI, juga Sri Nurhera- Matius diwakili anak-anak BIR, dan didampingi OMK.
wati S.H. - Komisioner KOMNAS Perempuan, serta
Leonardus Agatha S.H., M.M sebagai moderator.
Lomba Family Bible Misa Inkulturasi Batak
Minggu, 25 Agustus 2019 8 September 2019
Di Aula Leo Soekoto oleh Seksi Kerasulan Kitab Misa inkulturasi merupakan upaya penghayatan
iman Katolik sekaligus toleransi budaya.
KALEIDOSKOP25GEMA01-04/20
Suci. Para pemenang lomba adalah:
kaleidoskop
Rekoleksi Orang Tua Calon Penerima Peringatan Ulang Tahun
Komuni Pertama Paroki Bintaro ke-36
24 Agustus 2019 21 September 2019. Beberapa acara berkaitan dengan
Di Wisma Xaverian, Jl. Conforti no. 59. ulang tahun Paroki Bintaro antara lain:
Dihadiri 150 peserta. Romo Sutiyo sebagai Romo
Moderator Komuni Pertama Gereja St. Matius Kunjungan Uskup ke Gedung Karya Pastoral (GKP)
Penginjil, Bintaro.
& Penandatanganan Genteng Kasih oleh Mgr. Ignatius
Suharyo
Misa Inkulturasi Toraja
Minggu, 15 September 2019.
Misa Inkulturasi Toraja dipimpin oleh Romo Gerpasi-
us Sangla Rantetana, SX.
Pelantikan Dewan Paroki Harian
16 DPH yang dilantik:
1. RP. Gerpasius Sangla Rantetana, SX. - Ketua
Umum Dewan Paroki
2. RP. Andreas Sutiyo, SX. - Ketua Dewan Paroki
3. Utama Adi Patrick - Wakil Ketua I
4. Nikodemus Cahyadi - Wakil Ketua II
5. Yohanes Toto Rachmadi - Sekretaris I
6. Beatrice I. Dwi Yulianti - Sekretaris II
7. Ivander Daniel Tan Siaw Siong Roby - Bendahara I
Triduum Hari Ketiga 8. Maria Immaculata Hesti Nugraheni - Bendahara II
Menjelang Perayaan 36 tahun 9. Julius Sumarlan - Koordinator Bidang Peribadatan
Gereja St. Matius Penginjil 10. Ignatius de Loyola Wisnu Dewanto - Koordinator
18-20 September 2019. Secara khusus Gereja mem- Bidang Pewartaan
persiapkan hari jadi selama tiga hari berturut-turut. 11. Agnes Hermien Indrayati - Koordinator Bidang
Persekutuan
KALEIDOSKOP26GEMA01-04/20
kaleidoskop
12. Maria Theresia Sintawati Limena - Koordinator kan oleh Uskup Mgr. Ignatius Suharyo, para Romo
Bidang Pelayanan dan segenap umat Paroki Bintaro.
13. Andreas Pujo Ratriyono - Koordinator Bidang
Kesaksian
14. Theresia Sri Nayuti - Koordinator Bidang
Pelatiha n & Pengembangan Paroki
15. Maria Josephine Ina Susanty Darmadi - Koordi-
nator Bidang Perencanaan & Evaluasi
16. Paulus Beggaranda Sumarna - Koordinator
Bidang Teritorial & Kategorial.
Pelantikan Pemazmur, Lektor,
dan Komentator
Minggu, 22 September 2019, pukul 09.00 WIB dan
Minggu, 30 September 2019 lalu.
Misa HUT ke-36
Gereja St. Matius, Bintaro
Misa konselebrasi, selebran utama Uskup Agung
Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo.
Pelantikan Mgr. Ignatius Suharyo
sebagai Kardinal
5 Oktiber 2019
Mgr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo resmi dilantik
menjadi Kardinal oleh Paus Franciscus di Basilika
Santo Petrus, Vatikan, bersama 12 Kardinal dari
negara lain.
Sehari Tanpa Gadget: Stop Generasi
Nunduk, oleh PPA 28 September 2019.
Rapat Karya Penyusunan Prokar
(Program Karya) Pelayanan Paroki
2019-2020
Minggu, 13 Oktober 2019
Penampilan Operet “Sahabat Terhebat” Di SMA Ricci II. Dihadiri Dewan Paroki harian dan
Dewan paroki Inti.
Para penampil adalah BIA, BIR, dan OMK. Disaksi-
KALEIDOSKOP27GEMA01-04/20
kaleidoskop
Aula Leo Soekoto, diikuti Ketua Lingkungan dan para
Animator. Tema yang dipilih: “Rumahku Inspirasi
Keadilan”.
Misa Gunung 4 Komuni Pertama
11-13 Oktober 2019. Kegiatan diprakarsai oleh 24 November 2019, sejumlah anak-anak menerima
KKMK St. Matius, berlokasi di Gunung Papandayan, Sakramen Ekaristi untuk pertama kalinya.
2665 mdpl.
Camping Biar Akrab (CABIK), Bazaar Natal
OMK wilayah 4
Minggu, 8 Desember 2019, di halaman gereja St.
19-20 Oktober 2019, di kawasan Gunung Bunder. Dii- Matius, diikuti 40 peserta, dari 17 wilayah, BIR, OMK,
kuti peserta usia BIR dan OMK sejumlah 38 peserta. dan Panitia GKP.
Malam Dana untuk GKP Rapat Pleno Paroki
Sabtu, 12 Oktober 2019, umat St. Matius dan Sta. Sabtu, 7 Desember 2019,
Maria Regina, sebagai inisiator penggalangan dana
bagi pembangunan Gedung Karya Pastoral.
yang dihadiri oleh para Ketua Seksi, Kategorial,
Ketua Lingkungan, Koordinator Wilayah. Pemaparan
program-program oleh Ketua Seksi. Romo Gerpasi-
us Sangla Rantetana, SX., memimpin serah terima
Ketua Panitia tahun Berhikmat 2019; Bapak Frans
Sudarmanto, kepada Ketua Panitia tahun Keadilan
Sosial 2020, Ibu Agustina Sukeni.
Acara lainnya adalah kunjungan Kaling, Koorwil,
KALEIDOSKOP28GEMA01-04/20
Sosialisasi Bulan Keluarga 2019 Ketua Seksi ke pembangunan Gedung Karya Pasto-
ral (GKP) yang telah mencapai 60% selesai.
16 November 2019, bertempat di ruang basement
kaleidoskop
tenaga medis (bidan) dan kader dari para ibu-ibu
Paroki Bintaro.
HUT ke-5 Pagupon
(Paguyuban Prodiakon)
Jumat, 6 Desember 2019.
Pembaptisan, Penerimaan dalam
Gereja Katolik, dan Penerimaan
Sakramen Ekaristi
Sabtu, 21 Desember 2019, dipimpin oleh Romo Ger-
pasius Sangla Rantetana, SX.
Novena Natal
11-23 Desember 2019, pukul 19.00 WIB. Sebanyak 9
kali dilakukan untuk persiapan menyambut Natal.
Posyandu Balita
19 Desember 2019, rata-rata pengunjung sebanyak
220 anak per bulan, sejak 2002.
Natal 2019
Pelayanan yang diberikan: penimbangan, pemerik- 24 Desember 2019, Misa 1 Malam Natal
saan, imunisasi (Vitamin A, Hepatitis, MR, dan Polio), dan Misa 2 Malam Natal
KALEIDOSKOP29GEMA01-04/20
makanan tambahan dan vitamin. Dilayani oleh 6 25 Desember 2019, Misa Natal Anak
kaleidoskop
(Montase kumpulan foto Misa Natal 25 Desember Pembukaan Tahun Keadilan Sosial 2020
2019: mulai dari persiapan, misa I Malam Natal 24
Desember 2019, Misa II Malam Natal, dan Misa Na- Minggu, 5 Januari 2020, Perayaan Ekaristi pukul
tal anak terlaksana dengan meriah, pada hari Rabu, 09.00 WIB dengan nuansa Betawi ini dipimpin oleh
25 Desember 2019, mulai pukul 09.00 WIB). Romo Andreas Sutiyo, SX., paduan suara oleh anak-
anak ASAK (Ayo Sekolah, Ayo Kuliah) dan Sekolah
Negeri dan Swasta non-Katolik.
Pelayanan Posyandu yang pertama
ditahun 2020.
Banjir Jakarta dan Sekitarnya
1 Januari 2020, akses menuju Gereja St. Matus
menga lami banjir, baik di lingkungan/wilayah Seminar Keadilan Sosial:
Paroki, juga Wisma Xaverian. Misa Tahun Baru pukul Mewujudkan Keadilan Sosial menuju
10.00 WIB pun ditiadakan. Masyarakat Sejahtera
Minggu, 12 Januari 2020, hadir sebagai pembicara:
(Montase kumpulan foto akses gereja dan Xaverian Bapak Asep Sumarna, S.Pd MM. Pd. dan Romo
yang terkena banjir. Foto-foto PSE membantu kor- Andreas Sutiyo, SX. 3 gerakan dicanangkan: Gerakan
ban banjir, beberapa relawan membantu banjir) Klinik Hukum, Gerakan Bank Sampah, dan Gerakan
Celengan Yesus Tunawisma.
KALEIDOSKOP30GEMA01-04/20
kabarparoki
Pelatihan Pendamping
Bina Iman Remaja-Animator-Animatris, Misioner
Dipilih Untuk Diutus
Oleh: Fransiska Endah, Pendamping BIR Paroki Bintaro
MPara pendamping BIR dari berbagai paroki. Dari Paroki Bintaro, diwakili Kak Endah dan Kak Ellen.
encari waktu Sabtu-Minggu di tengah na merasa paling muda langsung mendapat jawaban
kesibukan; berbagai kegiatan dan aca- melegakan; banyak pendamping BIR dari paroki lain
ra keluarga memang bukan hal mudah. yang juga muda usia, bahkan lebih muda dari Kak El-
Bisa dipastikan, teman-teman sepela len. Sungguh membangkitkan semangat ketika me-
yanan juga sama sibuknya. Kalau sudah lihat mereka yang masih muda usia ini telah terlibat
begini, acara saling tunjuk pun tidak akan menghasil- dalam pelayanan sebagai pendamping BIR.
kan solusi apa-apa. Maka, jawabannya hanya satu: Acara Pelatihan Pendamping BIR dilaksanakan di
jalan! Wisma Samadi pada tanggal 13-14 Juli 2019. Tema
Acara Pelatihan Pendamping Bina Iman Remaja, yang dipilih adalah: “Kamu Dipilih untuk Diutus”. Da-
Animator-Animatris Misioner KAJ ini memang de- lam kesempatan ini Gereja St. Matius Penginjil, Bin-
mikian penting. Bukan saja untuk pendamping BIR taro diwakili 2 orang pendamping BIR termasuk saya
yang sudah senior, tapi juga untuk pendamping BIR sendiri.
yang baru—seperti yang dimiliki Gereja St. Matius
Penginjil, Bintaro. Saya berangkat bersama seorang Menimba ilmu tentang melayani
teman pendamping, Kak Ellen yang masih muda Banyak sekali Ilmu, juga peneguhan tentang pe-
(kelas 3 SMA). Ia, yang awalnya sempat ragu kare- layanan yang bisa dipetik dalam acara ini. Tiap sesi
31GEMA 01-04/20
kabarparoki
Foto bersama seluruh peserta pelatihan pendamping BIR.
Diskusi dalam grup untuk saling berbagi kesulitan dan solusi masalah BIR dirangkai dengan padat, dan dibawakan
di Paroki masing-masing. penuh semangat dan suka cita—energi
inilah yang berhasil membuat tiap peser-
ta seperti mendapat dorongan semangat
serta apresiasi dalam pelayanan mereka.
Beberapa contohnya adalah tentang pem-
bahasan: spiritualitas misioner, psikolo-
gi remaja, dinamika misioner, dan misi
Allah Tritunggal yang semuanya sangat
berguna bagi pendamping BIR,memberi-
kan arti tentang apa dan bagaiman pe-
layanan dilakukan.
Pada awal pertemuan, Romo RD. Yoh.
Radityo Wisnu Wicaksono, mengajak para
peserta untuk menjadi sahabat Allah.
Para pendamping BIR adalah kepanjang
an tangan dari Allah sendiri dalam men-
jalankan pelayanannya. Dari konsep ini,
maka kami diajak untuk makin menge-
nal Allah. Pertanyaan selanjutnya adalah
tentang kesediaan menerima tugas peru-
tusan: mengapa mau melayani. Sebagai
sahabat Allah, kami diajak untuk me
nyangkal diri, menanggalkan egoisme,
meninggalkan ke-aku-an untuk selanjut-
nya menjumpai saudara dan saudari yang
membutuhkan pewartaan Sabda Allah.
32GEMA 01-04/20
kabarparoki
Maka setiap pendamping BIR diharapkan menjadi Dibutuhkan tim untuk mencapai tujuan Bina Iman ini.
animator/animatris misioner. Konsep 5K, yaitu Kasih, Konsekuen, Konsisten,
“Ke dalam tanganmu, para pembina anak dan Kompromi, dan Kompak harus bisa diciptakan da-
remaja, Allah mempercayakan ciptaan-ciptaan-Nya lam tim pendamping. Tips yang diberikan Ibu Ratih
yang mungil. Kamulah yang dipercayai oleh Allah untuk bisa mencapai kegiatan BIR yang menyenang-
untuk menjadi ‘guru’ yang memperkenalkan Allah kan dan disukai banyak anak/remaja adalah dengan
dan rencana keselamatanNya” Kutipan dari Paus membangun komunikasi yang efektif, membuat ke-
Yohanes Paulus II ini sengaja dipilih Sr. Asia sebagai giatan yang kreatif, interaktif, dan tegas. Tentu harus
peneguhan untuk para pendamping BIR. Sr. Asia juga dilakukan persiapan bahan ajar yang memadai.
menyampaikan pesan Rasul Paulus, bahwa seorang
animator BIA/BIR misioner harus berani mati ter Beberapa hal lain yang juga menentukan keber-
hadap segala kelemahan dirinya agar Kristus dapat hasilan pendampingan adalah menciptakan empati
hidup di dalam dirinya. “... namun aku hidup, tetapi dalam setiap sesi pertemuan, membangun hubung
bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus an yang baik antara anak/remaja Bina Iman dengan
yang hidup di dalam aku.” (Gal 2:20) orang tua mereka. Di akhir sesi , Ibu Ratih memberi-
kan kalimat indah yang meneguhkan kami, “Setiap
Mengawali langkah dengan senyuman, kejadian atau apapun yang kita berikan pada anak-
melayani penuh suka cita anak adalah torehan jejak yang akan mereka bawa
seumur hidup mereka.”
Pada saat sesi Psikologi Remaja oleh Ibu Ratih
Ibrahim, M.M. Psikolog, kami diajarkan tentang mo Di sesi dinamika, kami banyak belajar tentang
dal yang harus dimiliki setiap pendamping; know kreativitas untuk membuat suasana pertemuan
ledge, skill, dan panggilan. Tentu banyak tantangan BIR menjadi menyenangkan. Kami juga menyusun
yang akan dihadapi saat membina anak usia rema- susunan acara dalam BIR untuk dibakukan menjadi
ja. Pendamping harus mampu memahami karakter program kerja untuk tahun 2020 di setiap dekanat.
anak/remaja, memahami kebutuhan anak/remaja,
dan menyesuaikan metode belajar yang sesuai de Acara pelatihan pendamping remaja pun ditutup
ngan karakter dan kebutuhan anak/remaja yang dibi- dengan Misa yang dipimpin oleh Romo Wisnu. Sung-
na. Tentu hal ini tidak mungkin dilakukan sendirian. guh pengalaman pelatihan yang luar biasa, mem-
berikan banyak ilmu, menyenangkan, sekaligus me-
neguhkan kami, para pendamping BIR.l
Foto bersama di bagian depan Pusat Pastoral KAJ, Wisma Samadi, Klender.
33GEMA 01-04/20
kabarparoki
Satu Tahun
Bina Iman Remaja
St. Matius
Oleh: Fransiska Endah, Pendamping BIR St. Matius
Pentas musik oleh anak-anak BIR denga lagu “Aku Ingin Seperti Yesus”
oleh Patricia (keyboard), Panji (gitar), Agusta (gitar), Mimok (kahon),
dan Andini (vokal).
Bina Iman Remaja (BIR) St. Matius Remaja adalah energi yang luar biasa; se
mulai terbentuk di bulan Januari nantiasa bergerak, dinamis, dan tidak per-
2019. Awal pertemuan hanya diha nah lelah. Remaja Paroki Bintaro pun de-
diri sekitar 15 anak, dengan 4 pen- mikian juga. Namun sayangnya saat itu BIR
damping. Sungguh awal yang tidak (Bina Iman Remaja) belum terbentuk. Lewat
mudah buat kami pendamping BIR, beberapa kali dialog yang cukup intens dengan Ibu
mendampingi anak usia remaja yang Cecilia Hesti Prayoganingsih dan pak James F Kulit,
sedang dalam masa peralihan dari pendamping dan pemerhati BIR dari Paroki Bintaro
anak-anak menuju ke dewasa. Ini Jaya, Gereja Santa Maria Regina, mereka meneguh
lah tantangan yang harus dihadapi kan bahwa usia remaja membutuhkan wadah untuk
pendamping BIR. Membuat sesi-sesi menampung semua energinya. Ini artinya kebutuhan
pertemuan BIR menarik, bermanfaat, BIR di Paroki Bintaro memang layak ada. BIR Paroki
dan mempererat antar sesama ang- Bintaro diharapkan menjadi ruang perkembangkan
gota BIR. Komunitas Katolik sangat iman sekaligus menumbuhkan aneka talenta dalam
penting dalam masa perkembangan komunitas remaja Katolik. Saya masih ingat pesan
remaja-remaja generasi penerus dua orang yang saya sebutkan barusan, bahwa ba-
Gereja. gian paling sulit adalah mengumpulkan para rema-
ja ini, selanjutnya adalah memikirkan begaimana
mengisi kegiatan BIR.
34GEMA 01-04/20
kabarparoki
Perjalanan BIR St. Matius baru memasuki tahun Garnet dan Danis, dua anak BIR yang berbakat mementaskan
pertama. Masih sangat baru. Perjuangan dan tantang boneka tangan dengan kisah “Lima Roti dan Dua Ikan”.
an kami para pendamping adalah menghadapi para Saat latihan Operet Sahabat Terhebat, bukan main semangat-
remaja dengan segala problematika mereka; gejolak nya anak-anak ini.
muda yang senantiasa ingin menunjukkan jati dirinya,
sekaligus kami harus bisa menjadi sahabat mereka.
Bukan tugas yang mudah memang. Semua tantangan
ini dapat dilalui berkat kerja sama antar pendamping
BIR serta campur tangan Tuhan
Kegiatan–kegiatan yang sudah dilakukan BIR
sepanjang 2019 adalah mengikuti secara rutin ke-
giatan KAJ sebagai peserta Hari Anak Misioner, ke-
giatan pertemuan rutin diisi dengan Valentine Day,
English Day, Kelas Menulis, Belajar Fotografi, Kelas
Musik, Kelas Olah Raga, Doodle Art, dan tugas
koor Misa Natal Anak. Kegiatan besar yang pernah
dipersembahkan BIR untuk seluruh umat gereja St.
Matius adalah Drama Musikal “Bangkit Bersama-Ku”
dan Operet “Sahabat Terhebat” gabungan BIA, BIR,
dan OMK.
Drama Musikal BIR juga telah mengeluarkan CD
Lagu “Bangkit Bersama-Ku,” yang dapat diperoleh di
toko buku Paroki. Pada Drama Musikal “Bangkit Ber-
sama-Ku”, semua pemain adalah anak–anak Bina
Iman Remaja dan didukung kru dari rekan-rekan
OMK. Sungguh kolaborasi yang indah dalam genera-
si kita bertumbuh bersama di ruang dan waktu yang
sama dalam naungan gereja.
Saat ini, peserta BIR yang terdaftar sekitar 85 anak
dengan pendamping BIR sebanyak 13 orang yang may-
oritas adalah OMK. Kami terus berharap semua umat,
khususnya para orang tua makin giat mendorong gen-
erasi muda khususnya usia remaja untuk aktif dalam
wadah seperti BIR, sebagai ladang untuk menumbu-
hkan iman dan pribadi mereka. Semoga BIR dapat
mewujudkan semua harapan-harapan itu.l
35GEMA 01-04/20
kabarparoki
Wisata & Edukasi Cinta Alam
Senangnya
Berkeliling
di Kawasan
Hutan
Mangrove
Oleh: Veronica Widyastuti,
Ketua Seksi Pendidikan
Berawal dari ide Romo Geris (Ger- Acara utama adalah berkeliling menikmati
pasius Sangla Rantetana SX), Romo pemandangan hutan Mangrove (Bakau)
Paroki tentang perhatiannya pada dengan jalan kaki dan menggunakan
siswa-siswi Katolik yang belajar spead boat. 80 peserta dari berbagai ting-
di sekolah negeri maupun swasta kat pendidikan seperti TK, SD, SMP, SMA/
non-Katolik untuk mengadakan SMK mengikuti kegiatan ini. Setiap peserta diwajib-
acara bersama semacam wisata, kan memb ayar biaya sebesar Rp 25.000,-, termasuk
ajakan ini pun mendapat sambutan makan siang dan snack. Panitia dan pembimbing se-
dari Ibu Vero (Veronica Widyastuti), jumlah 18 orang terdiri dari pendamping Pelajaran
Ketua Seksi Pendidikan. Rencana agama Katolik, guru bimbel (bimbingan belajar) dan
ini kemudian dimatangkan dan pendamping BIA.
diwujudkan menjadi acara Wisata
dan Edukasi Cinta Alam yang ber- Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menum-
tempat di Hutan Mangrove, Pantai buhkan semangat spiritualitas menjadi pribadi yang
Indah Kapuk. misioner dalam belajar dan pelayanan di gereja dan
masyarakat, khususnya untuk sesama dan lingkung
an hidup, serta sebagai penghayatan iman akan Tu-
han Sang Pencipta alam. Tujuan kedua adalah turut
serta merayakan Bulan Kitab Suci, sesuai dengan
36GEMA 01-04/20
kabarparoki
Foto bersama para peserta, pendamping dan suster.
tema BKSN 2019 yakni Mewartakan Kabar Gembira
di Tengah Krisis Lingkungan Hidup. Diharapkan aca-
ra ini mampu menumbuhkan semangat kepedulian
terhadap lingkungan hidup.
Memupuk Kebersamaan dan Berkeliling hutan mangrove dengan speedboat.
Persaudaraan Menyusuri jalan setapak, menikmati keindahan alam ciptaan
Tuhan.
Banyak manfaat yang bisa dipetik dari acara ini.
Yang utama tentu saja memupuk kebersamaan dan
persaudaraan antar peserta (siswa) dari berbagai se-
kolah negeri dan swasta non Katolik serta berbeda
tingkat pendidikannya. Banyak di antara mereka yang
baru saja berkenalan, namun demikian tidak mengu-
rangi keakraban yang terjalin.
Para peserta juga langsung mengalami, bela-
jar, dan bersentuhan langsung dengan alam (hutan
Mangrove) sehingga diharapkan menimbulkan rasa
cinta serta peduli tentang lingkungan hidup serta
lebih lanjut tanggung jawab untuk merawat dan me-
lestarikan.
Acara yang baru pertama kali diadakan ini ternya-
ta meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.
Kesan pertama adalah: fun (menyenangkan), seru,
dan dapat berbagi pengalaman dengan teman baru
yang seiman, serta merasakan ciptaan Tuhan indah
secara bersama-sama.l
37GEMA 01-04/20
kabarparoki
Ziarek Bersama Warga Senior
Gereja St. Matius Penginjil,
Paroki Bintaro
Ke Taman Doa Regina Rosari, Cirebon
Oleh: Christina Sugeng
Setiap tahun dalam Program Kerja Seksi Warsen (warga senior)
selalu ada Ziarek (Ziarah-Rekreasi), retret, dan rekoleksi.
Tujuannya untuk memperkuat iman para peserta sekaligus mempererat
persahabatan antar Warsen. Anggota Warsen selalu senang dan antusias
setiap ada acara seperti itu. Maka, pengurus Warsen selalu mengusaha-
kan agar kegiatan tersebut bisa rutin terwujud.
PMeskipun cuaca panas, foto bersama tetap jangan dilupakan. perjalanan juga semarak berkat menu sarapan nasi
ada hari Jumat 12 Juli 2019 pengurus bakar dari pengurus, juga sumbangan makanan dari
Warsen membawa 94 peserta untuk ber- para peserta.
ziarek dengan tujuan Taman Doa Re-
gina Rosari, Cirebon. Dalam ziarek ini Setelah sampai di Taman Doa Regina Rosari Cire-
diikuti peserta dari usia 58 sampai 82 bon peserta mempersiapkan diri untuk mengikuti
tahun. Maka, bisa dimaklumi jika beberapa ang- perayaan Ekaristi Kudus yang dimulai tepat pukul
gota menggunakan tongkat jalan, namun demiki- 11.00 WIB, dipimpin oleh Pastor Kristiyono Hartanto
an semua peserta tetap bersemangat mengikuti PR. Setelah selesai perayaan Ekaristi Kudus dilanjut-
seluruh mata acara. kan doa Angelus tepat pukul 12.00 WIB.
Rombongan Warsen berangkat tepat pukul 05.00
WIB dengan 2 bus pariwisata menuju Cirebon, wa- Pukul 12.15 WIB peserta melanjutkan Jalan Sa
laupun ada kendala kemacetan namun mereka tetap lib yang dipandu oleh Ibu Christina Sugeng dengan
bersuka cita sepanjang perjalanan. Suasana selama pembagian tugas membaca bergantian sesuai yang
sudah ditunjuk sebelumnya. Para peserta tampak
38GEMA 01-04/20
kabarparoki
Sejenak melepas lelah di depan patung Bunda Maria di Taman Doa Regina Rosari.
menikmati dan menghayati dengan khusuk dan khid- Pukul 18.30 peserta meninggalkan Pusat Batik
mat melakukan Jalan Salib ini. Trusmi dan balik menuju Jakarta. Lelah, macet kare-
na pengaspalan ulang jalan di tol, namun semuanya
Setelah Jalan Salib peserta berfoto bersama di tetap indah dan berkesan. Usia para peserta Warsen
depan Salib Yesus, identitas Taman Doa Regina Rosa- memang tidak lagi muda, namun semangat mereka
ri. Setelah itu acara bebas, dan para peserta meng- mampu membuat Ziarek kali ini penuh suka cita dan
abadikan dengan foto pribadi. rasa syukur.l
Pukul 13.00 peserta menuju ruang makan yang
sudah dipersiapkan oleh tim dari Taman Doa Regina
Rosari. Hidangan dengan menu Nasi Jamblang khas
Cirebon, telah tersedia dan menggugah selera. Hi-
dangan ini telah dipersiapkan oleh ibu-ibu dari Paroki
Bunda Maria Cirebon. Setelah makan siang, sebagian
peserta menyempatkan diri membeli oleh-oleh yang
dijual oleh ibu-ibu paroki setempat.
Pukul 13.30 peserta melanjutkan dengan doa
Rosario di Goa Regina Rosari. Tak lupa peserta me
nyanyikan lagu-lagu pujian untuk menghormati Bun-
da Maria.
Pukul 14.30 peserta meninggalkan Taman Doa
menuju Goa Sunyaragi. Awalnya para peserta Warsen
ragu untuk turun mengingat medan yang cukup jauh,
namun begitu sampai di lokasi, dan melihat langsung
keindahan ciptaan Tuhan semua peserta turun dan
berfoto sebagai kenang-kenangan bahwa sudah per-
nah mengunjungi Goa Sunyaragi di Cirebon. Walau-
pun ada peserta yang sudah susah berjalan, bahkan
memakai bantuan tongkat jalan, namun semangat
tetap menyala-nyala, terutama karena perjalanan ini
dilakukan bersama-sama. Hilang sudah rasa pegal
dan capek di kaki, berganti dengan perasaan gembira
dan penuh rasa syukur.
Setelah mengunjungi Goa Sunyaragi peserta
kembali ke bus untuk menuju Pusat Batik Trusmi.
Dan sebelumnya singgah lebih dahulu di pusat oleh-
oleh khas Cirebon.
GEMA 01-04/20
kabarparoki
Profil dan Program Seksi Katekese
Paroki Bintaro St. Matius Penginjil
Katekese sebagai
Pewartaan Iman
Oleh: Herulono Murtopo, Ketua Seksi Katekese
Pastor Kepala Paroki Bintaro, Gereja St. Matius Penginjil sering
mengatakan sebagai bahan candaan dalam homilinya, “…ada sakramen
ke-delapan dalam gereja…” Sebagaimana kita tahu sakramen-sakramen
gereja sebenarnya ada 7. Selain Sakramen Baptis, Pertobatan, Ekaristi,
Penguatan, Imamat, Perkawinan, dan Perminyakan. “dan yang ke-delapan
adalah Sakramen ketidaktahuan…”
VMewartakan iman dalam setiap kesempatan. huan yang luar biasa jauh. Atau bahasanya zaman
ersi lain tentang Sakramen datang dari dulu, pastor sentris. Termasuk dalam hal ini adalah
candaannya Bp. Uskup, Mgr. Ignasius Kar- pengetahuan iman.
dinal Suharyo yang mengatakan sakramen
ke-delapan itu adalah: “foto-foto sehabis Pada zaman sekarang, selain ada kampus kam-
acara gereja…” pasalnya sekarang setiap pus kateketik (bahkan sudah ada Kampus Kateketik
ada kegiatan di manapun, ya foto-foto itu. Entah di- Negeri di Pontianak), juga umat diberi kesempatan
share ke Facebook, Instagram, atau ke WA group. untuk belajar di sekolah teologi di berbagai kampus
Rasanya belum afdol kalau belum ada foto fotonya. yang sebenarnya khusus untuk calon imam. Jadi,
kesempatan untuk mendapatkan ilmu teologi sudah
Maka, kembali ke Sakramen ke-delapan ver- terbuka dan tersedia cukup banyak. Termasuk, bah-
si Romo Gerris, Sakramen ketidaktahuan, biasanya kan kampus-kampus tersebut membuka semacam
umat langsung menyambut dengan tertawa, walau- kursus teologi singkat, kursus katekisasi atau eva
pun tentu saja juga menjadi keprihatinan tersendi- ngelisasi, dll.
ri. Nah, hal ini menjadi bagian dan tanggung jawab
pengajaran, atau katekese. Tentu munculnya Sakra- Belum lagi sekarang internet dipenuhi dengan in-
men ketidaktahuan ini bukanlah karena kesalah formasi-informasi tentang iman. Jadilah pelajar-pel
an pengajaran katekese yang sudah berjalan. Tak ajar iman autodidak. Tapi di situlah kemudian masa-
kurang-kurang usaha pewartaan di Gereja ini, baik lahnya, sumbernya bisa sangat beraneka ragam. Di
tingkat paroki, maupun tingkat keuskupan sebagai internet segala macam ekspresi dan sudut pandang
gereja lokal. Tapi sejak zamannya Max Weber yang ada. Di sinilah tantangan baru katekese gereja yang
dikenal sebagai bapak kapitalisme juga sudah me- masuk di era 4.0, four point zero, era komunikasi
lihat fenomena semacam ini. Waktu itu dia melihat yang kompleks.
adanya perbedaan mencolok antara Protestanisme
dengan Katolikisme. Dan sejak lama, umat Allah Katekese, Pewartaan
dengan gembala itu memiliki keterpisahan pengeta-
2 Timotius 1:12
... Itulah sebabnya aku menderita
semuanya ini, tetapi aku tidak malu;
karena aku tahu kepada siapa aku per-
caya dan aku yakin bahwa Dia berkua-
sa memeliharakan apa yang telah
dipercayakan-Nya kepadaku hingga
pada hari Tuhan.
Kalimat yang menarik di atas berkaitan dengan
tugas katekese atau pengajaran, yakni mengandai-
kan saya paham (meskipun tidak seratus persen kita
memahami siapa yang kita Imani) tapi setidaknya
40GEMA 01-04/20
kabarparoki
saya tahu, siapa yang saya Imani. Aku tahu kepada Katekese di Paroki Bintaro
siapa aku percaya, kata Paulus kepada Timotius. Ini Gereja St. Matius Penginjil
dalam rangka, selain meyakinkan diri pribadi Pau-
lus, juga meyakinkan Timotius, meyakinkan jemaat- Katekese di Paroki Bintaro, strukturnya mengikuti
nya Timotius, meyakinkan kita sekalian. Tahu siapa PGDP KAJ. Jadi, sudah ada template-nya. Sudah ada
yang diimani, kemudian dari situ memiliki keyakinan. panduannya. Pendampingan iman dimulai sejak bayi
(Jujur saja kalau saya boleh prihatin dan menyam- sampai lansia. Bayi pun dikatekisasi? Tentu tidak,
paikan keprihatinan, ketika saya mengajar di sebuah maksudnya orang tua si bayi juga mendapatkan pen-
kampus, bahkan cara membaca judul 2 Timotius, dampingan dan pembekalan bagaimana menjamin
saja banyak yang bingung. Malah hampir semuanya iman anak kalau mau dibaptis ketika bayi dan balita.
bingung baik mahasiswa Protestan maupun Kato-
lik. Mereka tidak paham cara membacanya, apalagi Kemudian, ada pendampingan iman anak yang
kalau ditanya lebih tentang konteksnya. Umumnya dikenal dengan BIA, Bina Iman Anak. Saat ini, se-
mereka juga tidak bisa membedakan mana yang Injil, cara umum pendampingan iman anak dilakukan di
mana yang bukan Injil.) tingkat Paroki. Sedangkan yang diharapkan tingkat
Lingkunga n atau wilayah juga memiliki pendamping
Katekese berasal dari kata catechesis, mengge- an iman anak ini. Saat ini Wilayah 4, dimotori Ling-
makan atau mewartakan. Kata bendanya catechein, kungan Mikael telah memiliki kelompok BIA dan
gema. Dari kata kat dan echo dalam Bahasa Yunani. kelompok BIR, Bina Iman Remaja. Lingkungan Maria
Kat itu artinya keluar, sedangkan echo itu artinya Pecinta Damai, Wilayah 14 juga tercatat aktif mem-
gaung atau gema. Dalam kata bentukannya yang su- punyai kelompok BIA.
dah jadi berarti menggemakan keluar, menggaung-
kan terus-menerus firman Tuhan dan memang ini Setelah BIA, masuk pendampingan berikutnya
sejak lama dipakai dalam konteks kekristenan se- dengan BIR. BIR St. Matius di Paroki Bintaro masih
bagai pewartaan. relatif baru. Tahun 2019, bulan Januari BIR St. Ma-
tius mulai terbentuk. Ditandai dengan tugas koor,
Saya tidak ingin masuk terlalu dalam bagaimana kemudian pementasan drama musikal menyambut
teologinya katekese, tapi pada intinya adalah bahwa Paskah, Penyaliban Yesus dengan judul “Bangkit
katekese merupakan proses pewartaan yang terus Bersama-Ku”, 21 April 2019 dan pentas bersama
menerus. Pewartaan kepada saya dari guru saya, Operet “Sahabat Terhebat”, 21 September 2019 se-
dari orang tua saya, dari teman saya, dari guru, guru kaligus ulang tahun Paroki Bintaro. Pada pentas ope
nya, guru saya… sampai dari sumber utamanya dari ret ini juga melibatkan kelompok BIA, BIR dan OMK,
para rasul, dan para rasul mendapatkan katekese Orang Muda Katolik.
langsung dari Tuhan Yesus. Proses pewartaan itu
cukup khas karena katekese memiliki nuansa peng Dengan mendalami psikologi perkembangan anak
ajaran. Jadi sebenarnya ada banyak sekali jenis remaja, BIR menjadi wadah untuk interaksi antar mere-
katekese. Karena, berkaitan dengan iman, maka di- ka dan antar remaja dengan pembimbingn ya, sekaligus
mensinya banyak sekali. Banyak hal, banyak tema, mengenal ajaran Kristus lewat beberapa kegiatan. Sa-
banyak bidang yang semestinya dimasuki katekese. lah satunya adalah pengembangan bakat dan talenta
seperti bermusik, melukis, fotografi, menulis, dan se-
Makanya ketika saya (sebagai pribadi) diminta un- bagainya. Perlu dicatat, sebagian besar pembimbing
tuk ambil bagian katekese, saya membayangkan ba BIR berasal dari OMK, kakak kelas mereka.
nyak hal yang menjadi tanggung jawab saya. Jan gan-
jangan pengajaran berkaitan dengan perkawinan Setelah BIR lalu masuk pada generasi muda kato-
harus kerja sama dengan katekese, jangan-jangan lik tergabung dengan OMK. Saat ini sudah ada OMK di
Kitab Suci masuk katekese, jangan-jangan KOMSOS wilayah-wilayah maupun di Paroki. Hal yang kemarin
masuk katekese, jangan-jangan Pendidikan masuk sempat dibahas dalam perkenalan seksi katekese
katekese, jangan-jangan PSE ada dimensi katekese adalah adanya jarak rentang mulai usia masuk OMK
nya juga, jangan-jangan Liturgi juga menjadi bagian yang seusia anak-anak SMA sampai anak-anak OMK
katekese. Lah… semua saja. Itu karena saya masih yang sudah bekerja.
awam berkaitan dengan pengorganisasian katekese.
Setelah masuk, benar… program-program katekese Bina iman berikutnya adalah bina iman komu-
cukup banyak, tapi dibatasi. nitas-komunitas. Tidak banyak yang masuk dalam
tanggung jawab seksi katekese, tapi dalam konteks
Katekese di dalam perannya di gereja sebatas gereja diaspora versi mendiang Romo Mangunwi-
pada pengajaran dan pendampingan iman. Jadi un- jaya, katekese mestinya juga bisa masuk dalam ko-
tuk yang macam-macam tadi sudah ada bidangnya munitas-komunitas ini. Supaya komunitas bukan
tersendiri. Puji Tuhan! hanya menjadi sarana mereka mendapatkan tempat
berdoa, bersosialisasi, tapi juga tempat menimba
penget ahuan iman.
41GEMA 01-04/20
kabarparoki
Salah satu komunitas yang ingin coba disentuh Yesus pun melakukan pengajaran dalam setiap perjalanannya.
dan digarap adalah komunitas jemaat gereja den gan
karunia khusus. Pendampingan untuk komunitas kan hanya tanggung jawab katekis, dan bukan pula
jemaat dengan karunia khusus (bahasa umumnya tanggung jawab prodiakon. Tanggung jawab semua.
berkebutuhan khusus, yang kemudian dilihat dan Kepada mereka yang sudah memiliki lebih dan
dimaknai gereja sebagai karunia khusus) butuh pen- memang punya tugas khusus, kita menimba penge
dampingan bukan saja kepada pribadi-pribadinya tahuan dan juga spiritualis dari mereka. Tapi akhir
melainkan juga kepada mereka yang mendampingi nya kembali kepada kita sendiri. Bagaimana kita bisa
nya, seperti anggota keluarga dan juga orang tuanya. memperdengarkan dan menggemakan kalau kita
tidak tahu apa yang harus kita wartakan. Bagaimana
Yang cukup banyak dan selalu ada adalah pen- kita akan mewariskan keyakinan kita, bersaksi, ka
dampingan iman, pengajaran untuk mereka yang lau kita tidak tahu kepada siapa dan bagaimana kita
mau komuni pertama, mereka yang mau baptis de- memiliki keyakinan itu.
wasa, dan mereka yang mau masuk dalam gereja
Katolik berasal dari gereja lain. Pendampingan dan Maka, dalam rangka pewartaan yang semacam itu
pembekalan iman ini sangat membutuhkan kemam- kami memiliki beberapa program, di luar program rutin:
puan dan kemauan banyak pihak. • Pelatihan pendamping Bina Iman Anak dan Bina
Yang juga masuk dalam tanggung jawab seksi Iman Remaja untuk lingkungan dan wilayah
katekese adalah Pendidikan untuk anak anak di se- • Pembekalan untuk para katekis, guru agama
kolah negeri maupun sekolah swasta non-katolik. • Rekoleksi para pengajar dan pendamping iman
Saat ini mereka punya wadah yakni PERSINK, Per- Sementara untuk jemaat umum, akan membuka be-
saudaraan Siswa-Siswi Sekolah Negeri dan Swasta berapa kursus dan seminar pengajaran gereja di be-
Non-Katolik. berapa bidang.
• PIKAT, Pendalaman Iman Katolik dengan bekerja
Terakhir yang menjadi tanggung jawab Seksi
Katekese adalah pendampingan iman untuk lansia. sama Paroki Bintaro Jaya Gereja Santa Maria Re-
Komunitas lansia, adalah komunitas yang berpeng- gina.
harapan. Secara psikologis, mereka memiliki tahap • Menghidupkan kembali kanal-kanal pengajaran
kejiwaan sendiri yang khas karena secara sosial mere- yang bekerja sama dengan Komsos.
ka sudah bukan pada posisi produktif. Situasi yang
sangat rawan secara psikologis, ketika di usia tersebut Penutup
bertanya tentang eksistensiku, tentang siapa aku. Saat
masih belajar, identitasnya terjawab jelas, siapa aku? Sebagai penutup saya ingin mengucapkan terima
Pelajar. Ketika bekerja dijawab jelas siapa aku? Pro- kasih kepada banyak pihak yang telah terlebih dahulu
fesional. Ketika usia lansia, dibutuhkan permenungan aktif di bidang katekese, terutama Pak Wisnu Dewan-
yang mendalam. Dan di sinilah dimensi katekese iman to dan timnya. Dan saya ingin mengutip pembukaan
tetap ditanamkan. Sebagai sebuah pengalaman iman dokumen surat apostolik Paus Benediktus XVI, Pintu
yang mestinya semakin dalam. Kepada Iman:
Kita Dipanggil Untuk Jadi Katekis “Pintu kepada iman (Kis 14:27) selalu terbuka
bagi kita, menghantarkan kita ke dalam persekutu-
Berkat baptisan, sesungguhnya kita juga mem- an hidup dengan Allah dan memberi tawaran untuk
peroleh anugerah imamat. Imamat umum disebut- masuk ke dalam Gereja-Nya. Adalah mungkin untuk
nya. Kalau imamat khusus itu untuk mereka yang melintasi ambang pintu itu ketika Sabda Allah diwar-
tertahbis. Tapi dalam konteks iman, secara univer- takan dan hati manusia membiarkan dirinya dibentuk
sal, kita semua berkat baptisan mendapat imamat oleh rahmat yang senantiasa mengubah.”l
umum. Di situ kita juga diutus untuk, dalam batas-
batas tertentu ikut dalam tiga tugas imamat itu: se-
bagai imam, raja, dan nabi. Sebagai imam kita punya
tanggung jawab kekudusan. Sebagai raja, kita punya
tanggung jawab kepemimpinan, sebagai nabi kita pu-
nya tanggung jawab mewartakan.
Dalam konteks katekese, kita semua berkat bap-
tisan memiliki tanggung jawab untuk menggaungkan
kembali, menggemakan, dan mewartakan apa yang
kita imani, apa yang kita pahami, dan menjadi keya
kinan kita. Bukan hanya tanggung jawab pastor, bu-
42GEMA 01-04/20
kabarparoki
Melewati
Tahun Berhikmat 2019
Oleh: John Bari
Bersatu Bermusyawarah
dan Mufakat
Kita satu saudara bangsa Indonesia,
Bila berbeda pendapat
kita memohon hikmat
Kepada Tuhan Maha Bijaksana
Mari mengamalkan Pancasila
Kita berhikmat, bangsa bermartabat
Bersatu bermusyawarah dan mufakat
Kita berhikmat, bangsa bermartabat
Berdamai sejahtera bersama
Di sepanjang tahun 2019, sepenggal syair • Tahun 2017, bertema “Amalkan Pancasila; Makin
lagu tema “Tahun Berhikmat” yang dicip- Adil, Makin Beradab”.
takan oleh Romo Susilo Wijoyo, Pr. di atas,
selalu menggema di awal atau di akhir • Tahun 2018 bertema “Amalkan Pancasila; Kita
misa di seluruh gereja-gereja se-Keuskup Bhinneka, Kita Indonesia”.
an Agung Jakarta untuk menghayati dan menyema
ngati kita dalam Tahun Berhikmat. Keuskupan Agung • Tahun 2019, tema yang diambil oleh KAJ adalah
Jakarta (KAJ) telah menetapkan pedoman pelaksa- “Amalkan Pancasila; Kita Berhikmat, Bangsa
naan Tahun Berhikmat ini yang dituangkan dalam Bermartabat”.
Arah Dasar (ARDAS) Keuskupan Agung Jakarta tahun
2016-2020 yang mengamanatkan sebuah gerak ke- • Dan tahun 2020 (baru saja dibuka pada 5 Janu-
hidupan menggereja “Amalkan Pancasila: Kita Ber- ari lalu) adalah Tahun Keadilan Sosial dengan
hikmat, Bangsa Bermartabat” sebagai cara menca- tema: “Amalkan Pancasila: Kita Adil, Bangsa Se-
pai tujuan Gereja seperti yang dicita-citakan KAJ. jahtera”.
Dalam rangka itu setiap tahunnya KAJ mengang- Kegiatan-kegiatan selama Tahun Berhikmat
kat tema-tema yang selaras dengan sila-sila Pan-
casila dalam gerak hidup menggereja: (2019) di Paroki Bintaro, Gereja St. Matius Penginjil
di komandani oleh Frans Sudarmanto sebagai Ketua
• Tahun 2016, KAJ mengambil tema “Amalkan Panitia Penggerak Tahun Berhikmat. Berbagai ke-
Pancasila; Kerahiman Allah Memerdekakan”. giatan tersebut adalah:
Kegiatan Pembukaan Tahun Berhikmat dan Dia-
log yang diketuai oleh Bapak Mulyono Harjosumar-
mo, dilaksanakan pada hari Minggu 6 Januari 2019.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh
43GEMA 01-04/20
kabarparoki
Pelepasan Burung Merpati di depan Taman Bhinneka Paroki Bintaro (Photo Dok. Panitia)
Wakil Ketua Dewan paroki Bintaro, Bapak Yusti- Nara sumber J. Kristiadi dan Dr. Rahmat Salam, Msi, Asisten Daerah
nus Haris sebagai tanda dimulainya seluruh 1 Kota Tangerang Selatan, sebagai narasumber, dan John Bari se-
rangkaian keg iatan Tahun Berhikmat. Kemudian bagai moderator.
dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati Foto bersama panitia dan pembicara acara seminar “Bersama
oleh Panitia, Dewan Paroki, romo-romo Xaverian Membangun Bangsa, Tantangan Mengisi Kemerdekaan”.
antara lain Provincial SX Indonesia, Romo Anto-
nius Wahy udianto SX, masyarakat sekitar yang di-
wakili ketua RT, para undangan antara lain Frans
Magniz Suseno, SJ dan K.H. Imam Pitudu (Wasek
jend PBNU).
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan per-
temuan dengan tema “Dialog Perdamaian antar
Umat Beragama” dengan dua orang pembicara
utama yakni: Romo Prof. DR. Frans Magniz Suse-
no, SJ (Rohaniawan Katolik dan budayawan) dan
Kyai Haji Imam Pitudu, Sekretaris Jenderal Pe
ngurus Besar Nahdatul Ulama (PB-NU) dan di-
pandu oleh John Bari yang akrab disapa JB se-
bagai moderator.
Dialog berlangsung sangat cair dan penuh
kekerabatan yang ditandai dengan pernyataan-
pernyataan dan guyonan-guyonan segar dari
kedua pembicara yang disambut tawa dan tepuk
tangan peserta dialog yang dihadiri oleh undang
an dari Pemerintah Daerah, masyarakat sekitar,
perwakilan umat Hindu, Muslim, anggota DP Ple-
no, Suster-suster Canossian, para frater Xaverian.
Dialog ini menjadi lebih seru dan bergema
di berbagai negara karena ternyata bapak KH.
Imam Pitudu melengkapi dialog ini dengan siaran
langsung dari Aula Leo Soekoto – Gedung Serba-
guna melalui NU Channel – Saluran Televisi resmi
PB-NU.
44GEMA 01-04/20
kabarparoki
Tanggal 17 Februari 2019, Panitia Tahun Berhik- Misa syukur dengan Selebran Utama Mgr. Ignatius Kardinal Su-
mat menyelenggarakan kegiatan yang terkait erat haryo, Uskup, Keuskupan Agung Jakarta.
dengan tahun politik 2019 yaitu Sosialisasi PEMILU
Serentak 2019 yang terkait erat dengan agenda poli- hasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang saat ini be
tik utama negara yaitu Pemilihan Umum Anggota kerja Staf Ahli pada Kantor Kepresidenan.
Legislatif (PILEG) dan Pemilihan Umum Presiden dan
Wakil Presiden Republik Indonesia (PILPRES) di Aula Dalam diskusi, umat menghendaki pertemuan-
Leo Soekoto dengan Narasumber J. Kristiadi, penga- pertemuan seperti ini dengan mengundang banyak
mat politik dan peneliti utama Central for Strategic pihak untuk berdialog karena ternyata narasumber
and International Studies (CSIS) dipandu oleh John pun sangat bangga bisa hadir dan berbicara dalam
Bari sebagai moderator sekaligus menjadi Ketua dialog ini.
Pelaksana Kegiatan ini.
Penutupan rangkaian kegiatan Tahun Berhikmat
Dalam rencana, acara Sosialisasi PEMILU seren- di Paroki Bintaro, dirangkaikan dengan Misa dan
tak 2019 ini sedianya akan dihadiri dan dibuka oleh syukuran dalam rangka Hari Ulang Tahun paroki Bin-
Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, taro ke-36 dan Pelatihan Dewan Paroki Harian (DPH)
sekaligus sebagai keynote speaker. Namun karena periode 2019 – 2022. Misa syukur dan pelantikan DPH
kegiatan kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan, dipimpin secara konselebran dengan Selebran Uta-
akhirnya beliau mengutus Asisten Daerah (ASDA)-I, ma Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup, Keuskup
DR. Rahmat Salam, Msi. an Agung Jakarta. Acara HUT Paroki dan syukuran
Tahun Berhikmat dimeriahkan dengan Op eret “Sa-
Bapak J. Kristiadi sebagai narasumber dan John habat Terhebat” oleh Bina Iman Anak (BIA), Bina
Bari sebagai moderator, menyimak sambutan yang Anak Remaja (BIR) dan Orang Muda Katolik (OMK)
disampaikan oleh Asisten Daerah (ASDA)-1 Kota
Tangerang Selatan mewakili Walikota (Photo Doc. Pada tingkat keuskupan, Panitia Penggerak
Panitia) Tahun Berhikmat telah mengadakan Misa syukur
atas pelaksanaan Tahun Berhikmat 2019 yang di-
Kepiawaian narasumber J.Kristiadi menampilkan adakan pada hari Sabtu, 23 November 2019 pukul
data-data dan menjelaskan kondisi dan peta politik 09.00–13.00 bertempat di Auditorium Gereja Maria
Indonesia membuat peserta betah di tempat walau- Bunda Karmel (MBK) Paroki Tomang dipimpin oleh
pun waktu makan sudah tiba. Vikjend KAJ RD Samuel Pangest u sebagai selebran
utama. Setelah misa diadakan acara ramah tamah
Tidak hanya kegiatan-kegiatan sosial kemasya dengan sambutan-sambutan dan makan siang
rakatan yang menjadi kegiatan dalam agenda Tahun bersama.
Berhikmat namun juga dilakukan kegiatan untuk
memahami secara spiritual makna Tahun Berhikmat. Tahun Berhikmat sudah dilalui dengan penuh
Dalam kurun waktu 9 hari berturut-turut dimulai kenangan. Banyak pencapaian yang tertanam, se
dari tanggal 29 Mei sampai tanggal 8 Juni 2019, dise- hingga mengingatkan umat Paroki Bintaro untuk sa
lenggarakan Novena Tahun Berhikmat dengan tema ling rukun dengan sesamanya, juga masyarakat seki-
novena yang berbeda-beda Kegiatan Novena Tahun tar gereja. Inilah modal yang sangat berharga untuk
berhikmat yang dikomandani oleh bapak Athanasius menapaki tahun selanjutnya, Tahun keadilan Sosial.
Hermawan alias pak Wawan berjalan hikmat dan lan- Terima kasih pada segenap Panitia Penggerak Tahun
car. Berhikmat dan umat Paroki Bintaro, dan selanjut
nya selamat bekerja untuk Panitia Penggerak Tahun
Mengisi kegiatan menyambut hari kemerdekaan Keadilan 2020.l
Republik Indonesia ke-74 menjadi bagian dari ke-
giatan Panitia Tahun Berhikmat Paroki Bintaro yaitu
dengan mengadakan Dialog dan Silaturahmi Kebang-
saan dengan tema “Bersama Membangun Bangsa,
Tantangan Mengisi Kemerdekaan”. Dialog dan Silat-
urahmi ini diadakan pada tanggal 10 Agustus 2019 di
Aula Leo Soekoto Paroki Bintaro yang di komandani
oleh Heribertus Basuki.
Panitia mengundang beberapa pembicara yaitu I
Ketut Ananta dari Parisada Hindu Dharma Tangerang
Selatan, Romo Mudji Sutrisno SJ; Budayawan dan
Rohaniawan Katolik, Fachruddin Zahri dari Forum
Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Tangerang Se-
latan, dan Theofransus Litaay, alumni Gerakan Ma-
45GEMA 01-04/20
kabarparoki
Film Pendek
Karya KOMSOS Paroki Bintaro
Raih Anugerah
INMI & HIDUP AWARDS 2019
Oleh: John Bari
Setelah berkali-kali mengikuti ajang lomba
film pendek yang diadakan KOMSOS KAJ, FILM “RINDU“ produksi KOMSOS Paroki
baru kali ini Film Pendek Produksi KOM-
SOS Paroki Bintaro dengan judul “Rindu” Bintaro, Gereja St.Matius Penginjil
hasil karya Sutradara, Penulis Skenario
berhasil meraih Juara III dan mendapat- Sheren Anisa Permana
kan Anugerah INMI (Inter Mirifica) & HIDUP AWARDS Kameramen, Sound, Editing
2019 yang diserahkan dalam acara peringatan “Hari
Komunikasi Sedunia” yang diselenggarakan oleh Ignatius Loyola
KOMSOS KAJ di Aula Katedral pada hari Minggu, 30
Juni 2019. Acara ini didahului dengan misa yang di Kru
pimpin oleh Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Su- Gregorius Antonius Diandra, Bayu Isworo D
haryo. Juara I film pendek diraih oleh KOMSOS Paroki Produksi
KOMSOS St. Matius Penginjil, 2019
Villa Melati Mas dengan judul film “Mengantar Suara
Hati” dan Juara II diraih oleh KOMSOS Paroki Danau umuman di Media KOMSOS Keuskupan Agung Jakar-
Sunter dengan judul film “Menjadi Tangan Tuhan”. ta (KAJ) untuk menga jak umat se-KAJ yang terbuka
Dengan film dan majalah karya Anda, ajaklah bagi siapa saja: perorangan, kelompok, atau menga-
banyak orang untuk MENGAMALKAN PANCASILA: tas-namakan sekolah, lembaga, institusi, komunitas,
KITA BERHIKMAT, BANGSA BERMARTABAT. Demiki- lingkungan, wilayah, stasi atau paroki untuk mengi-
an salah satu penggalan kalimat pada lembar peng- kuti lomba menciptakan Film Pendek.
kabarparoki
Berpose setalah penerimaan INMI & Hidup Awards 2019: Albert Bachtiar, John Bari dan Sony bersama OMK Paroki Bintaro.
Ajakan ini disambut baik oleh Sie KOMSOS Paroki Piala Pemenang III Film Pendek berjudul Rindu.
Bintaro yang saat itu masih dikomandani oleh Albert
Binardi Bachtiar dan mengajak Sheren Anisa Perma- dilakukan dan bukan lebay. Kasih harus dipraktikkan,
na, salah satu OMK yang berbakat dan mempunyai mulai dari dalam rumah kita sendiri dan pada akhir
keahlian dalam bidang perfilman, sesuai bidang keil- nya akan meluas ke lingkup yang lebih luas, yaitu
muan yang diperolehnya dari Institut Kesenian Ja- masyarakat.l
karta (IKJ).
Sheren pula yang menjadi penulis skenario film
pendek “Rindu” ini, yang mengisahkan tentang ke
luarga yang sibuk sampai kadang-kadang menga
baikan hari-hari penting dalam keluarga seperti
hari ulang tahun anaknya. Kesibukan masing-ma
sing anggota keluarga inilah yang akhirnya mem-
bangkitkan kerinduan mereka. Kerinduan untuk
merasakan kembali kehidupan keluarga yang har-
monis.
Para pemeran yang dipilih tidak jauh-jauh,
masih dari kalangan Gereja St. Matius, keluarga
John Bari; Tiffani Bari (anak), dan Jelsi Maram-
pa (istri). Sheren rupanya terkesan saat John Bari
memberikan materi pembekalan dalam Kursus
Perkawinan yang sekarang disebut “Membangun
Rumah tangga” (MRT).
Pada bagian akhir film pendek juga ditampilkan
pesan dari Romo Gerpasius Rantetana, SX, yakni:
film ini mengingatkan tentang keluarga berhikmat.
Bahwa kasih itu dimulai dari dalam keluarga kita.
Pengungkapan kasih itu dapat kita wujudkan me
lalui beberapa tindakan yang kelihatannya mungkin
sepele atau sederhana; seperti misalnya mengucap-
kan selamat ulang tahun kepada anggota keluarga,
berdoa bersama, atau makan bersama. Tindakan
kecil ini adalah bentuk apresiasi, jadi memang perlu
47GEMA 01-04/20
kabarparoki
Makna Misa Inkulturasi
Misa Inkulturasi Budaya Toraja
Oleh: John Bari
IMisa inkulturasi budaya Toraja dirayakan secara konselebrasi.nkulturasi adalah pengintegrasian pengalaman Kristiani sebuah
Pasca Konsili Vatikan II Gereja lokal ke dalam kebudayaan setempat sedemikian rupa
(1962-1965) ‘inkultura sehingga pengalaman tersebut tidak hanya mengungkapkan
si’ menjadi salah satu diri di dalam unsur-unsur kebudayaan bersangkutan, melain-
istilah yang populer kan juga menjadi kekuatan yang menjiwai, mengarahkan, dan
dalam lingkungan Ge-
reja Katolik. Dan, lebih memperbaharui kebudayaan bersangkutan, dan dengan demikian
menciptakan suatu kesatuan dan ‘communio’ baru, tidak hanya di
dalam kebudayaan tersebut, melainkan juga sebagai unsur yang
dari itu, inkulturasi memperkaya Gereja sejagat. Demikian Mgr. John Liku-Ada’ Pr –
diajukan sebagai suatu Uskup Keuskupan Agung Makassar dalam sebuah tulisan tentang
tugas bagi Gereja. inkulturasi.
48GEMA 01-04/20