The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ifan Faizal Firmansyah, 2023-11-16 21:59:28

Pengambilan Keputusan

Pengambilan Keputusan

Keywords: Pengambilan Keputusan

MODUL 3.1 DEMONSTRASI KONTEKSTUAL PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN OLEH : IFAN FAIZAL FIRMANSYAH CGP ANGKATAN KE 8 SMKN 4 JAKARTA A. Wawancara Bersama Kepala SMKN 4 Jakarta ( Dr. Rianto Ritonga, M.M) 1. Selama ini, bagaimana Bapak dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral? Jawaban : • Dalam bujukan moral tidak sulit untuk menentukannya karena seseorang harus membuat keputusan antara benar dan salah. Sedangkan dilema etika memutuskan dengan banyak pertimbangan antara aturan sekolah dengan pendapat warga sekolah, membutuhkan berbagai sumber dari sisi moral dalam aturan sekolah, budaya sekolah dan pendapat warga. • Cara mengidentifikasi dilema etik dengan melihat permasalahan yang ada, tidak terkait dengan pelanggaran aturan administrasi dan hukum maka termasuk dilema etika. 2. Selama ini, bagaimana Bapak menjalankan pengambilan keputusan di sekolah, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan? Jawaban : • Meminta pendapat warga sekolah kira-kira mana yang akan diselesaikan terlebih dahulu dengan melihat beberapa pertimbangkan dari beberapa sisi. • Dengan melihat sudut pandang rasa peduli dan tidak merugikan orang lain.


3. Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Bapak lakukan selama ini? Jawaban : • Pikirkan terlebih dahulu tentang dampak negatif dan positifnya , meminta pendapat warga sekolah, dan membuat kesimpulan akhir dari masalah tersebut. • Berdasarkan pada aturan yang berlaku, mengutamakan kepentingan bersama. 4. Hal-hal apa saja yang selama ini Bapak anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika? Jawaban : • Mengidentifikasi masalah, mengumpulkan imformasi yang relevan, mencari solusi, mempertimbangkan kembali sebelum membuat keputusan akhir • Memberikan jawaban yang berbeda yaitu memanggil secara personal yang berkaitan dengan kasus dilema etika, menanyakan permasalahan untuk menggali informasi sehingga dapat memberikan solusi tergantung tingkat kerumitan masalah. 5. Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika? Jawaban : • Rasa keadilan dan rasa kasihan atas perlakuan yang sama pada semua orang. • Timbulnya perbedaan pendapat tentang sebuah keputusan, perbedaan latar belakang pemikiran dan pemahaman sehingga kelompok kecil harus melawan kelompok besar.


6. Apakah Bapak memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Bapak langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Bapak jalankan? Jawaban : • Secara aturan sudah ditentukan namun ada pertimbangan dari sisi lain. • Semua itu perlu adanya pemikiran jernih serta argumentasi yang kuat. Langsung menyelesaikan di tempat dengan mencatat di buku pembinaan dan ditBapaktangani oleh yang bersangkutan dengan permasalahannya. 7. Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Bapak dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika? Jawaban : • Pimpinan dibantu oleh dewan guru, tim pengemban karakter dan wali murid. • Pimpinan dibantu para wakil kepala sekolah, para guru yang sudah mengalami dilema etika. 8. Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika? Jawaban : • Pembelajaran yang dapat dipetik adalah mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya dari segala sisi sehingga kita betul-betul merasa yakin dengan keputusan yang didapat. • Menambah ilmu dan wawasan dalam pengambilan keputusan dan saya akan mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai kebajikan dengan pertimbangan yang sudah baik dan benar.


B. Wawancara Bersama Kepala SD Swasta Taman Harapan ( Rahmat Hidayat, M.Si) 1. Selama ini, bagaimana Bapak dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral? Jawaban : • Cara yang dilakukan untuk menghadapi suatu kasus hal yang pertama adalah dengan memahami akar permasalahanya, apakah maslah tersebut dapat di selesaikan secara musyawarah atau melibatkan ranah hukum. Mungkin kalau dihubungkan dengan dilema etik dan bujukan moral , kasus dilema etik kecendrungan masih bisa di bicarakan secara kekeluargaan dengan bermusyawarah namun untuk kasus bujuk moral ini cendrung lebih kepada pelanggaran aturan dan memiliki konsekuensi hukum. 2. Selama ini, bagaimana Bapak menjalankan pengambilan keputusan di sekolah, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan? Jawaban : • Dengan meminta pendapat dan pertimbangan dari beberapa orang yang kompeten yang ada di sekolah maupun di yayasan sebelum mengambil keputusan dengan memperhatikan dan menimbang kemanfaatan dan kemaslahatan yang akan timbul dari hasil keputusan 3. Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Bapak lakukan selama ini? Jawaban : • Mengidentifikasi masalah yang muncul, melihat aturan yang berlaku, meminta pendapat dari warga sekolah dan Yayasan dan yang terakhir adalah pengambilan keputusan 4. Hal-hal apa saja yang selama ini Bapak anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika? Jawaban : • Mengumpulkan informasi yang relevan dan meminta konfirmasi kepada pihak-pihak tertentu dan mencocokan antara informasi dan fakta yang ada sebelum menentukan keputusan


5. Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika? Jawaban : • Munculnya perbedaan sudut pandang dari warga sekolah tentang pro kontra dalam menghadapi persoalan yang terjadi 6. Apakah Bapak memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Bapak langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Bapak jalankan? Jawaban : • Sebelum mengambil keputusan perlu ketenangan agar tidak gegabah dalam menentukan putusan akhir , ada proses yang harus dilalui dengan mengidentifikasi masalah yang muncul, melihat aturan yang berlaku, meminta pendapat dari warga sekolah dan Yayasan dan yang terakhir adalah pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan juga harus memperhatikan penting atau tidaknya dan mendesak atau tidaknya 7. Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Bapak dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika? Jawaban : • Kepala sekolah meminta pertimbangan dari para wakil dan meminta arahan dari ketua Yayasan sebelum pengambilan keputusan 8. Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika? Jawaban : • Dalam pengambilan keputusan perlu ketelitian dan kehati-hatian karena ketika salah dalam memutuskan keputusan maka akan berdampak pada diri sendiri dan orang lain


C. Analisis Hasil Wawancara Dari hasil analisis wawancara dalam pengambilan keputusan Langkah awal adalah perlu mengidentifikasi akar permasalahan dan mengkategorikan jenis kasusnya apakah termasuk dilemma etik atau bujukan moral. Dari hasil wawancara secara tersirat dalam pengambilan keputusan perlu kejelian dan kehati-hatian agar dalam pengambilan keputusan dapat menghasilkan keputusan yang tepat dan baik, maka perlu menerapakan 4 paragdima, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian. Meskipun dalam wawancara hal tersebut tidak disampaiakn secara langsung tentang 4 paragdima, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian namun arah dan cara pengambilan keputusan hampir sama. Hal menarik yang perlu digaris bawahi dari wawncara kedua Kepala Sekolah memiliki kesamaan sebelum pengambilan keputusan yaitu memperhatikan pendapat dan pertimbangan orang-orang yang kompeten atau dapat dipercaya seperti wakil kepala sekolah. Dalam wawancara tersebut juga tergambar bahwa dari kedua kepala sekolah berharap dalam mengambil keputusan menekankan pada kemaslahatan dan kepentingan bersama yang di yakni sebagai kebenaran bersama. Dari hasil wawancara tersebut ada pelajaran berharga yang saya peroleh bahwa menjadi kepala sekolah bukanlah hal yang mudah yang sering kali dihadapkan dalam situasi yang kurang menyenangkan namun harus mampu mengambil keputusan yang tepat Ketika berhadapan dengan kasus dilema etik dan bujuk moral. Pembelajaran ini menjadi modal berharga bagi saya sebagai seorang guru agar mampu menengahi masalah-masalah yang berhubungan langsung dengan anakanak di kelas maupun di sekolah dengan mulai mempraktekkan 4 paragdima, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan


D. Daftar Tugas/Checklist Refleksi Wawancara: No. Tugas Ada (A)/ Tidak Ada (TA) 1. Isi: Hal-hal menarik apa yang muncul dari wawancara tersebut, pertanyaan-pertanyaan mengganjal apa yang masih ada dari hasil wawancara bila dibandingkan dengan hal-hal yang Anda pelajari seperti 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian, apa yang Anda dapatkan? A 2. Isi: Bagaimana hasil wawancara antara 2-3 pimpinan yang Anda wawancarai, adakah sebuah persamaan, atau perbedaan. Kirakira ada yang menonjol dari salah satu pimpinan tersebut, mengapa, apa yang membedakan? A 3. Isi: Apa rencana ke depan para pimpinan dalam menjalani pengambilan keputusan yang mengandung unsur dilema etika? Bagaimana mereka bisa mengukur efektivitas pengambilan keputusan mereka? A 4. Isi: Bagaimana Anda sendiri akan menerapkan pengambilan keputusan dilema etika pada lingkungan Anda, pada murid-murid Anda, dan pada kolega guru-guru Anda yang lain? Kapan Anda Aakan menerapkannya? A 5. Teknis: Kejelasan suara/tulisan di video/blog naratif Anda, format apa yang akan gunakan, sudahkah Anda mengujinya/membacanya dan melihat hasilnya/membayangkan bila orang lain membaca tulisan Anda? A 6. Teknis: Durasi waktu/panjang tulisan, apakah sudah diuji untuk maksimal dan minimal waktu berbicara, atau apakah sudah ditinjau isi dan panjang tulisan Anda, dan kepadatan/intisari materi yang Anda ingin sampaikan? A


Click to View FlipBook Version