KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat
serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini dengan judul “Activity Based Manajemen (ABM)”.
Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan oleh Dr. Adi
Budiarso, Ak, M. Acc, CHPRE, FCPA (Aus) dalam mata kuliah Akuntansi Manajemen
Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Batam.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah
ini, khususnya kepada dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa
penyusunan makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis,
mengharapkan kritik ataupun masukan yang membangun demi kesempurnaan
pembuatan makalah ini untuk masa yang akan datang dan lebih bermanfaat untuk
pembaca sekalian.
Batam, 15 Januari 2022
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................. Error! Bookmark not defined.
DAFTAR GAMBAR................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................................................. 2
2.1 Definisi Activity Based Management (ABM) ............................................................ 2
2.2 Tujuan dan manfaat Activity Based Management..................................................... 3
2.3 Desain Implementasi Activity Based Management ................................................... 4
2.4 Informasi yang dibutuhkan untuk implementasi Activity Based Management........ 5
2.5 Faktor-Faktor Yang Mendukung Keberhasilan Penerapan Activity Based
Management ............................................................................................................ 7
2.6 Langkah peningkatan kinerja berbasis aktivitas ....................................................... 8
2.7 Pengurangan Biaya Berbasis Aktivitas .................................................................... 10
2.8 Studi Kasus Activity Based Management (ABM) ............................................... 13
BAB III PENUTUP................................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................ 18
ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2 . 1 Desain Implementasiu Activity Based Management (ABM) .......................................... 4
Gambar 2 . 2 Laporan Keuangan Konsolidasi 2017 dan 2018............................................................ 16
iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan dunia usaha dan kondisi global saat ini mengakibatkan terjadinya
peruabahan aktivitas akuntansi dimana akuntansi aktivitas yang awalnya dimanfaatkan
untuk mengelola dan mengukur kinerja pada suatu organisasi namun menjadi sistem
informasi yang memotivasi personel dalam melakukan improvement terhadap proses yang
dilakukan perusahaan untuk menghasilkan informasi bermutu fleksibel.
ABM merupakan pendekatan manajemen yang memusatkan pengelolaan pada
aktivitas dengan tujuan untuk melakukan improvement berkelanjutan terhadap value yang
dihasilkan bagi customer dan laba yang dihasilkan dari penyediaan value tersebut. Untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya, suatu perusahaan harus dapat mencapai
tujuannya yaitu memperoleh laba maksimum. Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan
harus benar-benar biaya yang memberi nilai tambah bagi produk sehingga tidak akan ada
pemborosan biaya. Oleh karena itu, efisiensi biaya mempunyai arti penting bagi perusahaan
dalam mempertahankan keberadaannya di dunia bisnis, juga dalam upaya menghadapi
persaingan global yang semakin tajam.
Persaingan global yang semakin ketat mengharuskan dunia usaha memiliki strategi
bisnis dan kemampuan teknologi yang handal. Untuk bisa tetap mempertahankan eksistensi
dan keberadaannya dalam persaingan tersebut, badan usaha melakukan efisiensi biaya dan
menurunkan harga. Penurunan biaya diharapkan dapat menarik pasar dan memastikan
produk yang dihasilkan kompetitif dibandingkan dengan produk lainnya.
Activity Based Management (ABM) merupakan pendekatan sistem yang terintegrasi
yang dilakukan manajemen berdasarkan aktivitas yang dilakukan untuk meningkatkan nilai
pelanggan dan laba pelanggan karena telah memberikan nilai tersebut (Hansen dan
Mowen, 2012). Activity Based Managemen (ABM) merupakan lanjutan dari Activity Based
Costing (ABC) dimana Activity Based Costing hanya memberikan informasi sumber daya
yang digunakan dan tujuan penggunaan biaya tersebut sehingga biaya yang dikeluarkan
menjadi lebih tinggi atau lebih rendah, sedangkan Activity Based Management (ABM)
memberikan informasi yang lebih akurat yang didasarkan pada proses dan kegiatan
produksi (Sujarweni, 2015)
1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Activity Based Management (ABM)
Activity Based Management (ABM) adalah pendekatan
manajemen secara menyeluruh dan terintegrasi yang berfocus
berdasarkan aktivitas untuk meningkatkan nilai pelanggan dan laba
(Hansen dan Mowen, 2012). Menurut Mulyadi (2007; 731), Activity
Based Management (ABM) adalah pendekatan manajemen dengan
berpusat pada aktivitas dengan tujuan melakukan improvement
berkelanjutan terhadap nilai yang dihasilkan bagi pelanggan, dan laba
yang dihasilkan nilai tersebut.
Manajemen Berbasis Aktivitas (ABM) berkaitan dengan prosedur
atau fase penerapan system ABM dalam organisasi. Setiap organisasi
memerlukan informasi untuk membuat keputusan, menetapkan
prioritas, mengalokasikan sumber daya dan memantau tindakan yang
diambil. Sementara itu Activity Based Costing (ABC) mencakup
perspektif akuntansi untuk memberikan informasi biaya yang akurat
dan ABM melakukan perspektif manajerial yang berfokus pada
penggunaan informasi yang dihasilkan oleh ABC untuk mengelola
aktivitas dan meningkatkan peluang bisnis. Analisis yang dilakukan di
ABC memberikan informasi keuangan dan non-keuangan yang
menjadi dasar ABM. Hal ini membuat biaya dan informasi operasional
(aktivitas informasi) berguna dengan menyediakan analisis nilai,
analisis biaya dan penggerak aktivitas, dan ukuran kinerja untuk
memulai dan mendukung berbagai upaya peningkatan dengan tujuan
akhir untuk meningkatkan kualitas keputusan.(BCAS-20)
ABM adalah perubahan mendasar dalam penekanan dari biaya
tradisional dan pengukuran kinerja. Sebagian besar perusahaan
melakukan aktivitas yang mengkonsumsi sumber daya, sehingga
mengontrol aktivitas memungkinkan perusahaan untuk mengendalikan
biaya pada sumbernya. ABM memungkinkan manajemen untuk
membuat keputusan tentang lini bisnis, bauran produk, proses dan
desain produk, layanan apa yang seharusnya ditawarkan, investasi
modal, dan penetapan harga.
ABM lebih dari sekadar alat akuntansi, ABM merupakan sebuah
2
sistem untuk perbaikan berkelanjutan dan merupakan salah satu dari
banyak alat yang bisa digunakan untuk meningkatkann pengelolan
kinerja organisasi. ABC dan ABM adalah kontinum nilai. ABM adalah
penerapan data ABC untuk mengelola produk portofolio dan proses
bisnis yang lebih baik.
2.2 Tujuan dan manfaat Activity Based Management
Organisasi mulai melihat ABM untuk berbagai alasan yang
dibutuhkan. Di antara yang paling umum dikutip adalah:
a. Tekanan dari atas ke bawah untuk mengurangi biaya;
b. Tekanan persaingan/kondisi pasar;
c. Program di seluruh organisasi;
d. Pengenalan benchmarking;
e. Isu mengenai kebijakan dan pengambilan keputusan;
f. Proses pengelolan keuangan.
Sementara itu tujuan dari implementasi ABM dalam suatu perusahaan
yaitu :
1. Manajemen memperoleh pemahaman yang menyeluruh tentang
proses bisnis dan perilaku biaya selama proses analisis ABC;
2. Manajemen menerapkan informasi yang diperoleh selama ABC
dan pengumpulan fakta dan analisis untuk meningkatkan
pengambilan keputusan di tingkat operasional dan strategis.
ABC dapat menjadi ABM (manajemen) bila digunakan untuk
keperluan dibawah ini :
a. Desain produk dan layanan yang memenuhi atau melebihi
harapan pelanggan dan dapat diproduksi dan
menghasilkan keuntungan;
b. Peningkatan kualitas, efisiensi dan kecepatan yang
dibutuhkan;
c. Panduan untuk bauran produk dan keputusan investasi;
d. Memilih di antara pemasok alternatif;
e. Negoisasi harga, fitur produk, kualitas, pengiriman dan
layanan dengan pelanggan;
3
f. Menerapkan distribusi dan layanan yang efisien dan efektif;
g. Proses untuk menargetkan pasar dan segmen pelanggan;
h. Meningkatkan nilai produk organisasi dan jasa.
2.3 Desain Implementasi Activity Based Management
Gambar 2 . 1 Desain Implementasiu Activity Based Management (ABM)
Gambar diatas merupakan desain implementasi Acitivity Based
Management dalam operasional harian diperusahaan. Ditempatkan di
bagian atas organisasi berbasis proses adalah kebutuhan pelanggan.
Setiap perusahaan ada untuk memenuhi kebutuhan dan persyaratan
ini ditampilkan di bagian atas model. Proses dan kegiatan
direpresentasikan di tengah model. Pada bagian bawah model adalah
ukuran organisasi Proses dan aktivitas adalah pusat dari dari
organisasi dan mewakili inti dari apa yang dilakukan organisasi untuk
menciptakan nilai bagi pelanggan dan pemegang sahamnya.
Manajemen berbasis aktivitas adalah alat yang dikembangkan untuk
mendukung organisasi berbasis proses dengan menyediakan
informasi dan data yang diperlukan untuk merencanakan, mengelola,
mengendalikan, dan mengarahkan kegiatan bisnis untuk
meningkatkan proses, produk dan layanan, untuk menghilangkan
pemborosan dan untuk operasi bisnis eksekutif dan strategi.
4
2.4 Informasi yang dibutuhkan untuk implementasi Activity Based
Management
Organisasi yang merancang dan mengimplementasikan ABM
akan menemukan ada lima keluaran informasi dasar, yaitu :
a. Biaya aktivitas dan proses bisnis
Karena aktivitas merupakan inti dari bisnis, output dasar dari
sistem ABM harus
memberikan informasi biaya yang relevan tentang apa yang
dilakukan dalam bisnis atau biaya dibebankan ke aktivitas.
b. Biaya aktivitas tidak bernilai tambah
Beberapa aktivitas menambah nilai pada produk atau layanan,
sementara beberapa tidak. Aktivitas yang tidak bernilai tambah
adalah aktivitas yang dianggap tidak berkontribusi pada nilai
pelanggan atau dengan kebutuhan organisasi yang disebut
sebagai limbah. Identifikasi limbah sangat berharga bagi
pengelolaan organisasi guna upaya perbaikan
c. Ukuran kinerja berbasis aktivitas
Selain informasi biaya untuk proses bisnis dan aktivitas, sistem
ABM harus melaporkan informasi data kinerja kegiatan.
Mengetahui total biaya aktivitas tidak cukup untuk mengukur
kinerja aktivitas. Ukuran kinerja meliputi kualitas aktivitas, waktu
siklus, produktivitas dan layanan pelanggan. Mengukur kinerja
kegiatan memberikan skor untuk melaporkan seberapa baik
peningkatan upaya bekerja dan merupakan merupakan upaya
peningkatan berkelanjutan.
d. Biaya produk/layanan yang akurat (objek biaya)
Produk dan layanan disediakan untuk pasar dan pelanggan
melalui berbagai saluran distribusi atau hubungan kontrak.
Karena produk dan layanan mengkonsumsi sumber daya pada
tingkat yang berbeda dan membutuhkan dukungan yang
berbeda maka biaya harus ditentukan secara akurat. Informasi
biaya produk dan layanan yang akurat sangat penting untuk
memilih pasar individu dan tersegmentasi di mana sebuah
organisasi bersaing dan untuk menentukan harga di pasar
5
tersebut. Informasi biaya produk dan layanan yang akurat
adalah keluaran informasi utama dari sistem ABM
e. Pemicu biaya/ Cost Driver
Output akhir dari sistem ABM adalah informasi mengenai cost
driver (pemicu biaya). Pemicu biaya adalah setiap faktor yang
menyebabkan perubahan biaya aktivitas. Misalnya kualitas
bagian yang diterima oleh suatu kegiatan, misalnya persentase
yang rusak merupakan faktor penentu dalam kerja yang
dibutuhkan oleh kegiatan itu, karena kualitas bagian yang
diterima mempengaruhi sumber daya yang dibutuhkan untuk
melakukan aktivitas. Suatu aktivitas mungkin memiliki beberapa
pemicu biaya terkait dengannya
ABM bertujuan pada dua tujuan, keduanya umum untuk
perusahaan mana pun. Yang pertama adalah meningkatkan nilai yang
diterima pelanggan. Yang kedua adalah untuk meningkatkan
keuntungan dengan memberikan nilai ini. Tujuan ini dicapai dengan
berfokus pada pengelolaan kegiatan. Memenuhi tujuan ini dimulai
dengan realisasi sederhana dari keinginan pelanggan akan produk
dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik. Dimana
pelanggan menginginkan kualitas layanan, harga yang terjangkau dan
mudah didapat
Penting juga untuk disadari bahwa mengelola adalah proses
perbaikan tanpa henti dan berkelanjutan dari semua aspek bisnis dan
melibatkan pencarian akan peluang apa yang perlu ditingkatkan.
Pencarian itu, pada gilirannya, melibatkan studi aktivitas yang cermat
dan metodis. Mencakup kegiatan apa yang harus dilakukan
bagaimana seharusnya kegiatan tersebut dilakukan.
Pada manajemen tradisional untuk menghasilkan produk yang
berkualitas proses produksi dan penyerahan jasa dilakukan oleh unit/
bagian yang lebih kecil sehingga fokus dan perhatian manajemen
terhadap biaya tersebut lebih rendah. Activity Based Management
(ABM) mengintegrasikan proses produksi dan penyerahan kepada
konsumen secara sistem. Dengan demikian fokus dari ABM adalah
untuk mengidentifikasi aktivitas yang menimbulkan biaya pemborosan
6
yang dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan laba
perusahaan.
2.5 Faktor-Faktor Yang Mendukung Keberhasilan Penerapan Activity
Based Management
Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan penerapan activity
based management dalam suatu organisasi adalah sebagai berikut:
ABM merupakan payung bagi perubahan budaya yang
diperlukan untuk persaingan global. Komponen-komponen yang
mendukung keberhasilan ABM meliput:
1. Peningkatan Posisi strategis
Aktivitas ditentukan oleh pilihan strategis. Bisnis yang
sukses dapat mendistribusikan sumber daya ke aktivitas
yang menghasilkan manfaat strategis tertinggi. Misalnya,
sebuah rumah sakit membuat keputusan strategis untuk
menjadi pusat trauma. Pilihan ini menentukan kegiatan
dan sumber daya yang dibutuhkan. Pusat trauma
memerlukan serangkaian kegiatan dan sumber daya
medis yang berbeda dari jenis layanan medis lainnya.
Untuk mengetahui apa yang dibutuhkan, rumah sakit
harus menganalisis informasi ABC tentang hubungan
antara strateginya dan aktivitas serta sumber daya yang
dibutuhkan untuk menerapkan strategi tersebut. Analisis
ini dapat memandu keputusan strategis sebelum
implementasi serta membantu mengevaluasi efektivitas
berkelanjutan.
2. Peningkatan kemampuan strategis
Kunci untuk menerapkan strategi apa pun dengan sukses
adalah meningkatkan apa yang penting bagi pelanggan.
ABC dapat menyediakan banyak informasi seperti
pemicu biaya dan ukuran kinerja. Dampak kualitas yang
buruk pada biaya produk terungkap dalam tagihan
aktivitas setiap produk.
7
2.6 Langkah peningkatan kinerja berbasis aktivitas
Meningkatkan kinerja aktivitas memiliki tiga langkah:
1. Menganalisis kegiatan untuk mengidentifikasi
peluang untuk perbaikan.
Memahami mengapa pekerjaan dilakukan, dan
seberapa baik dilakukan, adalah kunci untuk
menghilangkan pemborosan dan juga dapat
memperkuat posisi strategis, seperti yang dapat
dibuktikan oleh banyak organisasi. Berikut adalah
beberapa pedoman analisis yang dapat dilakukan :
a) Identifikasi kegiatan yang tidak penting.
Kegiatan yg mempunyai nilai dapat ditentukan
dengan dua cara yaitu suatu aktivitas memiliki
nilai jika itu penting bagi pelanggan dan suatu
kegiatan memiliki nilai jika kegiatan itu
berfungsi bagi organisasi. Contohnya
mengurangi lead time, pada gilirannya,
memungkinkan pengurangan ukuran batch
dan peningkatan fleksibilitas. Selain kegiatan
yang tidak bernilai maka harus
dipertimbangkan untuk dieliminasi
b) Menganalisis aktivitas penting. Bisnis tipikal
dapat memiliki 200 hingga 300 aktivitas. Tidak
ada sumber daya yang dapat menganalisis
mana kegiatan yang bernilai mana yang tidak.
Cara menentukannya adalah dengan cara
fokus pada kegiatan yang signifikan - yang
penting bagi pelanggan atau operasi bisnis.
Selain itu, focus pada kegiatan yang
memberikan peluang terbesar untuk
perbaikan.
c) Bandingkan aktivitas dengan praktik terbaik.
Suatu kegiatan harus dibandingkan dengan
kegiatan serupa di perusahaan lain atau
bagian lain dari organisasi. Membandingkan
8
suatu kegiatan dengan tolok ukur praktik yang
baik membantu menentukan ruang lingkup
untuk perbaikan. Aktivitas dinilai berdasarkan
faktor-faktor seperti kualitas, waktu tunggu,
fleksibilitas, biaya, dan kepuasan pelanggan.
Setiap aktivitas dinilai berdasarkan praktik
terbaik yang teridentifikasi.
d) Periksa hubungan antara kegiatan. Kegiatan
bekerja sama dalam rantai yang saling
terhubung untuk memenuhi tujuan bersama.
Mata rantai ini harus dibangun untuk
meminimalkan waktu dan duplikasi pekerjaan.
Mempelajari aliran produk atau transaksi juga
dapat mengungkapkan penundaan dan
pengulangan. Idealnya, pekerjaan harus
berjalan dalam aliran yang tidak terputus dan
terus menerus. Upaya perbaikan bertujuan
untuk memperbaiki alur kerja baru.
2. Cari faktor-faktor yang menyebabkan pemborosan
(penggerak biaya)
Mengidentifikasi kegiatan yang tidak penting dan
berkinerja buruk adalah langkah pertama menuju
perbaikan. Langkah kedua adalah mencari hal-hal
yang mengharuskan Anda melakukan aktivitas yang
tidak penting atau melakukan di bawah standar. Hal
ini disebut dengan penggerak biaya. Dengan
mengatasi aktivitas yang menyebabkan penggerak
biaya, maka pemborosan dapat diatasi.
3. Mengukur hal-hal yang harus dilakukan suatu
aktivitas dengan baik jika hal itu berkontribusi pada
keberhasilan organisasi dan pelayanan yang
menguntungkan bagi pelanggan.
Analisis aktivitas dan pemicu biaya dilakukan secara
berkala. Tetapi kinerja aktivitas berjalan dari hari ke
hari. Bagaimana cara memastikan bahwa upaya
9
berkelanjutan akan fokus pada apa yang penting bagi
organisasi? Berikut 5 elemen pada system
pengukuran kinerja yang mendorong peningkatan
dibidang yang tepat :
a) Tentukan misi. Langkah pertama adalah
menentukan apa yang penting bagi
perusahaan. Umumnya langkah ini
menghasilkan pernyataan misi - tujuan utama
yang dianggap penting untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan secara
menguntungkan. Tujuan-tujuan ini
mendefinisikan apa yang penting bagi
keberhasilan perusahaan secara keseluruhan.
b) Komunikasikan tujuan. Setelah menentukan
aktivitas yang penting, langkah selanjutnya
adalah mengkomunikasikannya kepada
orang-orang dalam organisasi. Setiap orang
harus memahami pentingnya misi perusahaan
dan bagaimana setiap tujuan berhubungan
dengan aktivitasnya. Dengan pemahaman ini
muncul kemungkinan fokus kolektif pada
tujuan bersama.
c) Kembangkan langkah-langkah perbaikan
Langkah-langkah ini harus menandakan
bagaimana setiap aktivitas berkontribusi pada
misi secara keseluruhan. Langkah- langkah ini
juga mengoordinasikan dan memotivasi
upaya kegiatan, dan memberikan fakta
tentang kinerja kegiatan yang mengarahkan
pada upaya perbaikan.
2.7 Pengurangan Biaya Berbasis Aktivitas
Cara terbaik untuk mengurangi biaya--salah satu dari beberapa
titik fokus ABM--adalah mengubah cara aktivitas digunakan atau
dilakukan (mengelola aktivitas terlebih dahulu), kemudian menyebarkan
kembali sumber daya yang tidak digunakan.
10
Sebaliknya, pendekatan konvensional untuk pemotongan biaya
mendukung solusi menyeluruh. Upaya seperti itu berhasil dalam jangka
pendek tetapi biasanya gagal dalam jangka panjang karena sumber daya
- seringkali staf - dihilangkan tanpa memperhatikan pekerjaan yang
mendasarinya.
Lima hal berikut dapat mengurangi biaya dengan cara mengelola aktivitas
yaitu
1. Kurangi waktu dan tenaga
Elemen kunci dari perbaikan adalah mengurangi waktu dan usaha
yang diperlukan untuk melakukan suatu aktivitas. Pengurangan ini
berasal dari proses atau perbaikan produk. Misalnya, waktu untuk
menyiapkan mesin dapat dikurangi dengan meningkatkan
pelatihan, menghilangkan konflik dalam penugasan karyawan, dan
menempatkan alat dan cetakan di lokasi yang nyaman. Waktu
setup juga dapat dikurangi dengan mengubah desain produk.
Pengurangan waktu dan usaha mungkin tidak berasal dari
kegiatan yang bersangkutan tetapi dari kegiatan sebelumnya.
Misalnya, tingkat kerusakan suku cadang yang diterima oleh
aktivitas pada bagian pengelolan mesin merupakan pemicu biaya
untuk aktivitas tersebut.
2. Hilangkan aktivitas yang tidak perlu.
Beberapa aktivitas dapat dihilangkan krn tidak berhubungan
langsung dengan pelanggan atau tidak menjadi bagian penting
dari proses dalam menjalankan organisasi. Menghilangkan
aktivitas ini mengurangi biaya keseluruhan dan biaya produk yang
tidak lagi menggunakan aktivitas tersebut
3. Pilih aktivitas berbiaya rendah.
Perancang produk dan proses sering kali memiliki pilihan di antara
aktivitas yang bersaing. Hal ini dapat mengurangi biaya dengan
memilih aktivitas dengan biaya terendah. Masing-masing aktivitas
ini terkait dengan serangkaian sumber daya yang berbeda.
National Semiconductor Corporation menggunakan ABC untuk
mengidentifikasi cara yang lebih murah dalam
mendokumentasikan spesifikasi produk. Pendekatan saat ini
adalah menyiapkan spesifikasi secara manual, yang
11
menghabiskan biaya lebih dari $320.000 per tahun, membutuhkan
waktu sekitar 12 minggu untuk menyelesaikan dokumentasi untuk
satu produk. Solusinya adalah untuk menggunakan komputer
untuk mengotomatisasi analisis data dan fungsi pelaporan.
Perubahan ini mengurangi waktu siklus aktivitas menjadi tiga
minggu, meningkatkan produktivitas sebesar 75%, dan
menghilangkan kesalahan pesanan.
4. Berbagi kegiatan bila memungkinkan
Jika pelanggan memiliki kebutuhan unik, maka perlu melakukan
aktivitas khusus untuk kebutuhan pelanggan. Misalnya, desainer
produk dapat menggunakan bagian tertentu dalam desain produk
baru di beberapa produk untuk melakukan fungsi yang sama
(seperti gasket yang digunakan di beberapa model mobil).
5. Distribusi ke bagian lain dari sumber daya yang tidak terlibat
dalam aktivitas yang bernilai.
Dalam analisis akhir, biaya dapat dikurangi hanya jika sumber
daya digunakan kembali. Mengurangi beban kerja suatu kegiatan
tidak dengan sendirinya mengurangi peralatan atau jumlah orang
yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Manajemen harus membuat
keputusan sadar untuk penempatan sumber daya yang
dibebaskan secara sesuai dengan mengembangkan bisnis untuk
mengisi kekosongan tersebut, menggunakan kembali sumber
daya tersebut ke aktivitas lain. ABC dapat digunakan untuk
menghitung jenis dan jumlah sumber daya yang tidak digunakan
atau kurang digunakan. Rencana sumber daya berdasarkan
informasi ini kemudian menjadi dasar untuk pemindahan atau
kebijakan tertentu
Meningkatkan kualitas adalah cara yang pasti untuk mengurangi
biaya, dengan cara mengurangi aktivitas yang termasuk pemicu biaya
(seperti perubahan jadwal yang sering, variabilitas proses yang
berlebihan, atau desain produk yang buruk). Mengurangi biaya dengan
cara berbasis aktivitas hampir selalu meningkatkan kualitas.
Menghilangkan pekerjaan yang tidak perlu, misalnya, mengurangi
peluang untuk "melakukan kesalahan" dan mempererat hubungan antar
12
aktivitas. ABM cocok dengan program peningkatan kualitas apa pun. Hal
ini mendorong tindakan yang meningkatkan kualitas dan mengarahkan
perhatian pada peningkatan kualitas dengan potensi pengurangan biaya
terbesar.
2.8 Studi Kasus Activity Based Management (ABM)
Seiring dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi dalam dunia
perbankan maka perusahaan industri perbankan dapat melakukan
efisiensi biaya operasional. PT Bank BTPN Tbk melalui produk digital
jenius yang merupakan bank digital pertama di Indonesia melakukan
terobosan dalam dunia perbankan Indonesia. Aplikasi perbankan digital
yang bernama Jenius diluncurkan pertama kalinya pada tanggal 11
Agustus 2016. Peluncuran dilakukan setelah menjalani pengembangan
dalam waktu 18 bulan dan mendapatkan nilai investasi tidak kurang dari
Rp. 500 milyar.
Dalam aplikasi Jenius terdapat berbagai kemudahan yang dapat
diperoleh nasabah. BTPN Jenius tidak hanya sekadar kartu debit tetapi
juga inovatif dan dapat dilakukan akses melalui smartphone. Melalui
Jenius, nasabah dapat melakukan berbagai macam transaksi dan
aktivitas diantaranya :
a. Fitur Tabungan Jenius
Ada beberapa fitur tabungan jenius yang akan memastikan
bahwa semua impian bisa terwujud.
b. Flexi Saver
Fitur ini memberikan penggunanya fleksibilitas dan penyetoran
dan penarikan uang dengan bunga yang lebih tinggi dari tabungan
biasa.. Flexi Saver kini menjadi 3 tabungan dimana nasabah bisa
menggunakannya dengan lebih baik lagi.
13
c. Maxi Saver
Selain tabungan, deposito juga menjadi pilihan banyak orang
dalam hal menyimpan uang. Jenius juga memberika pilihan deposito
berjangka dengan bunga maksimal.
Salah satu keuntungan yang bisa didapatkan adalah kebebasan
dalam mengatur deposito dari aplikasi. Apabila deposito sudah jatuh
tempo, baik nilai pokok dan bunga ak an ditambahkan ke saldo aktif
secara otomatis.
d. Dream Saver
Dream Saver memberikan kebebasan bagi pemilik tabungan
untuk mengatur nominal tabungan, periode penyetoran, tanggal
pencapaian, dan jumlah setoran yang akan disetokan secara otomatis.
Dream Saver memberikan bunga 2,5 persen per atahun di semua kartu
debit.
e. Moneytory
Pada aplikasi jenius terdapat juga menu moneytory untuk melihat
semua transaksi yang sudah dilakukan tanapa harus mencatat terlebih
dahulu. Hal ini sangat memudahkan nasabah dalam mengelola
keuangannya.
f. Akun Bisnis dan Bisniskit
Fitur yang bisa akan menunjang ide kreatif dalam berbisnis
adalah akun bisnis dan bisniskit. Akun ini bisa diakses dari aplikasi
Jenius. Caranya adalah dengan membuat $Cashtag baru dan akun
bisnis sudah bisa kamu aktifkan.
Namun, untuk Bisniskit, kamu harus mengunduhnya terlebih
dahulu agar bisa menggunakannya. Aplikasi ini memberikan
kemudahan inventarisasi dan transaksi seputar bisnis. Selain itu, kamu
bisa memantau perkembangan bisnis melalui aplikasi ini.
14
g. Flexy Cash
Flexi Cash merupakan pinjaman yang diberikan kepada
nasabah terpilih dimana pinjaman ini diberikan beberapa
keuntungan kepada nasabah
1. Pinjaman uang dengan bunga yang kompetitif
2. Pembayaran pinjaman lebih awal yang akan mengurangi
jangka waktu pinjaman dan otomatis beban bunga akan
menjadi lebih rendah dari yang telah ditetapkan.
Dengan adanya aplikasi digital jenius maka perusahaan dapat
menggabungakn dua aktivitas secara bersamaan yaitu aktivitas Funding
dan aktivitas Lending (pinjaman). Nasabah tidak harus ke kantor cabang
untuk membuka tabungan dan mengajukan pinjaman. Hal ini dapat
dilihat dari jumlah cabang yang ditutup BTPN dari tahun ke tahun
dimana pada tahun 2017 jumlah cabang 956 cabang menjadi 497
cabang, dan jumlah karyawan dari 12.000 karyawan menjadi 7.400
karyawan. Hal ini membuat cabang menjadi lenih efektif dan efisien
serta dapat melayani kebutuhan nasabah. Efisiensi biaya operasional
dapat dilihat pada Laporan Laba Rugi Tahun 2017 dan 2018 dimana
beban operasional (Beban tenaga kerja dan beban umum dan
administrasi) berkurang dari (8.012.721.000.000) menjadi
(7.122.971.000.000).
15
Gambar 2 . 2 Laporan Keuangan Konsolidasi 2017 dan 2018
Sumber : Laporan Keuangan Bank BTPN Tahun 2017 dan 2018
16
BAB III PENUTUP
Manajemen berbasis aktivitas/Activity-Based Management (ABM) adalah
pendekatan manajemen yang memusatkan pengelolaan pada aktivitas dengan tujuan
untuk melakukan improvement berkelanjutan terhadap value yang dihasilkan bagi
customer dan laba yang dihasilkan dari penyediaan value tersebut.
Tujuan penting dari ABM adalah untuk mengidentifikasi dan menghilangkan
aktivitas dan biaya tak bernilai tambah. Aktivitas yang tidak bernilai tambah adalah
operasi yang (1) tidak perlu dan tidak penting (2) perlu tapi tidak efisien dan tidak dapat
dikembangkan. Biaya yang tidak bernilai tambah adalah hasil dari beberapa aktivitas,
biaya dari beberapa aktivitas yang bisa dihilangkan tanpa mengurangi kualitas produk,
daya guna, dan nilai yang dirasakan.
Activity Based Management (ABM) merupakan pusat dari sistem manajemen
biaya oleh karena itu untuk mengelola organisasi atau perusahaan dengan baik, harus
menekankan pada ABM. ABM bertujuan untuk meningkatkan nilai produk atau jasa yang
diterima oleh para konsumen, dan oleh karena itu dapat digunakan untuk mencapai laba
dengan menyediakan nilai tambah bagi konsumennya.
17
DAFTAR PUSTAKA
A. Gunasekaran , R. McNeil & D. Singh. 2015. Activity-based management in a small company:
A case study. Prroduction, Planning and Control. Vol. 11, NO. 4, 391±399
Bangladesh Cost Accounting Standards-BACS 20: Activity Based Management.
Cokins, Gary. 2001. Activity-Based Cost Management-An Executive’s Guide. John Wiley &Sons.
Inc
Granof, Michael, H. 2000. Using Activity-Based Costing to Manage More Effectively. Department
of Accounting College of Business Administration University of Texas at Austin Edition
The Chartered Institute of Management Accountants. 2001. Activity-based Management – An
Overview. CIMA
Turney, Peter. B. 1992. Activity Based Management- ABM puts ABC information to work.
Management Accounting Journal
https://finansial.bisnis.com/read/20200610/90/1250980/beginistrategi-bank-btpn-masuki-fase-
new-normal
www.idx.co.id
18