2 0 2 2 BALAI PELATIHAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PEMATANGSIANTAR LAPORAN PENGELOLAAN KHDTK HUTAN DIKLAT PONDOK BULUH
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..................................................................................................................... i DAFTAR ISI...................................................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1 A. Latar Belakang ........................................................................................................................ 1 B. Maksud dan Tujuan................................................................................................................ 2 C. Ruang Lingkup......................................................................................................................... 2 D. Dasar Hukum ........................................................................................................................... 2 BAB II GAMBARAN PENGELOLAAN KHDTK HUTAN DIKLAT PONDOK BULUH.............................................................................................................................................. 4 A. Perencanaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh.................................................... 4 B. Pelaksanaan Kegiatan........................................................................................................... 14 C. Sarana dan Prasarana Pendukung .................................................................................. 39 BAB III PERMASALAHAN DAN UPAYA TINDAK LANJUT............................................ 36 A. Permasalahan .......................................................................................................................... 44 B. Upaya Tindak Lanjut............................................................................................................. 44 BAB VI. PENUTUP........................................................................................................................ 45
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Hutan Dengan Tujuan Khusus Hutan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) adalah suatu areal hutan yang merupakan prasarana untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan kehutanan serta sebagai laboratorium alam untuk tempat praktek pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari seluruh rangkaian kegiatan di bidang kehutanan. Salah satu komponen yang dimiliki oleh lembaga diklat kehutanan adalah Hutan diklat. Hutan diklat berfungsi sebagai prasarana pendukung dalam kegiatan diklat dan proses pengembangan sumberdaya manusia, serta sebagai alat sosialisasi pembangunan hutan dan kehutanan. Hutan diklat juga digunakan sebagai lokasi praktek beberapa diklat yang berhubungan dengan teknis kehutanan, sehingga keberadaan hutan diklat memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pencapaian tujuan dan sasaran pelaksanaan diklat. Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : 1030/MenhutVII/KUH/2015 tentang Kawasan Hutan Produksi Tetap dan Hutan Lindung, ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Pendidikan dan Pelatihan Pondok Buluh seluas 1.272,70 Ha. Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh harus didesain sebagai hasil konstruksi sosial agar mampu memberikan manfaat ekologi, ekonomi, sosial dan budaya serta menjamin legitimasi keberadaannya secara jangka panjang. Dalam konteks ini, perencanaan pengelolaan partisipatif yang berorientasi pada upaya mewujudkan pengelolaan kolaboratif KHTDTK Hutan Diklat Pondok Buluh merupakan keharusan. Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memerlukan penanganan yang baik sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan fungsinya. KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh ini dimanfaatkan sebagai sarana praktek diklat dan pengembangan kompetensi rimbawan. Untuk mempertahankan fungsi KHDTK hutan diklat diperlukan pengelolaan sarana dan prasarana yang ada melalui kegiatan-kegiatan diantaranya pembuatan dan pemeliharaan demplot/arboretum/sarana wisata alam, pengamanan hutan diklat, penanaman jalur batas KHDTK hutan diklat, dan lain-lain.
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 2 B. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP 1. Tujuan Laporan kegiatan ini ditujukan untuk memberikan informasi dan monitoring bagi pimpinan serta sebagai bahan evaluasi dalam pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sehingga dapat meningkatkan pelayanan dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan yang integratif dan menyeluruh dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia kehutanan. Laporan ini menjelaskan kegiatan pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. 2. Ruang Lingkup Laporan ini menjelaskan kegiatan pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh selama tahun 2022 yang mengacu pada rencana kerja BDLHK Pematangsiantar Tahun Anggaran 2022. C. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. 2. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. 3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan. 5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2007 Tentang Tata Hutan Dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan Serta Pemanfaatan Hutan 6. Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. 7. Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2013 Tentang Pengukuhan Kawasan Hutan. 8. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2004 Tentang Perlindungan Hutan. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Tata dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan. 10. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Penelitian dan Pengembangan serta Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan.
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 3 11. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.16/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Balai Diklat Lingkungan Hidup Dan Kehutanan. 12. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.15/MENLHK/SETJEN/KUM.1/5/2018 Tentang Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus. 13. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor:399/KPTS-II/1990 Jo Keputusan Menteri Kehutanan No. 634/ Kpts-II/ 1996Tentang Pedoman Pengukuhan Hutan. 14. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: 1030/MenhutVII/KUH/2015 Tanggal 20 April 2015 Tentang Kawasan Hutan Produksi Tetap dan Hutan Lindung, ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Pendidikan dan Pelatihan Pondok Buluh seluas 1.272,70 Ha. 15. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya manusia Nomor: P.8/P2SDM/SET/KUM.1/12/2018 Tentang Tata Cara Penilaian dan Pengesahan Rencana Pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan. 16. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya manusia Nomor P.7/P2SDM/SET/KUM.1/12/2018 Tentang Tata Cara Pemberian Pertimbangan Teknis Permohonan Kerja Sama Pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan. 17. Peraturan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Nomor: P. I/PKTL/IPSDH/PLA.L/I/2017 Tentang Petunjuk Teknis Inventarisasi Hutan dan Sosial Budaya Masyarakat pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) 18. Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nomor. P4/P2SDM/DIK/DIK.0/10/2022 tentang Pembinaan, Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan 19. Keputusan Kepala Pusat Diklat Kehutanan Nomor SK 119/KPTS/DIK-1/XII/2002 Tanggal 24 Desember 2002 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Hutan Diklat. 20. Buku Simalungun dalam Angka Tahun 2019 dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun Tahun 2020
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 4 BAB II GAMBARAN PENGELOLAAN KHDTK HUTAN DIKLAT PONDOK BULUH A. PERENCANAAN KHDTK HUTAN DIKLAT PONDOK BULUH 1. Status Kawasan Penetapan Hutan Diklat Pondok Buluh menjadi Kawasan Hutan Diklat dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Pondok Buluh pada awalnya areal Hutan Diklat Pondok Buluh merupakan areal jatah Hak Pengusahaan Hasil Hutan (HPHH) di Kabupaten Simalungun. Selanjutnya, oleh Dirjen Kehutanan ditunjuk sebagai Hutan Diklat melalui SK Dirjen Kehutanan Nomor 34/KPTS/DJ/I/1983 Tanggal 8 Februari 1983 dengan luas ± 800 Ha, dengan pengelolaannya berawal Tahun 1985. Kemudian pada Tahun 1988 mendapatkan tambahan areal seluas ± 300 Ha berdasarkan SK Menhut Nomor 398/Kpts/1988 Tanggal 4 Agustus 1988. Perkembangan terakhir berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 1030/Menhut-VII/KUH/2015 Tanggal 20 April 2015 Tentang Kawasan Hutan Produksi Tetap dan Hutan Hutan Lindung, ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Diklat Pondok Buluh. 2. Dokumen Rencana Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh perlu di kelola secara terencana dan terpadu. Sehubungan dengan hal tersebut, membutuhkan dokumen rencana pengelolaan yang berkelanjutan. Rencana Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sudah disusun dan disahkan, mulai dari Rencana Pengelolaan Jangka Panjang, Rencana Pengelolan Jangka Menengah dan Rencana Pengelolaan Tahunan. Rencana Pengelolaan Jangka Panjang 20 (dua puluh) tahun memuat: 1) visi dan misi; 2) arah pengelolaan dan pengembangan 3) arah program dan kegiatan pokok dan 4) arah pembiayaan dan sumber pembiayaan. Rencana Pengelolan Jangka Menengah 5 (lima) tahun memuat : 1) visi dan misi dan strategi pengelolaan 2) rencana pengelolaan 3) rencana program dan kegiatan KHDTK dan 4). Rencana pembiayaan dan anggaran. Rencana Pengelolaan Jangka Pendek 1 (satu) tahun memuat rencana operasional tahunan dan rencana anggaran dan sumber pendanaan.
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 5 3. Potensi Kawasan a. Kondisi Fisik 1) Letak dan Luas Secara geografis KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh (HDPB) terletak diantara 98º56'48” BT s/d 99º00'05” dan antara 2º43'36” LU s/d 2º46'49” LU. Berdasarkan administratif pemerintahan, areal KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh berada di Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, sedangkan berdasarkan wilayah pemangkuan hutannya termasuk dalam pengelolaan Kesatuan Pemangku Hutan Wilayah II Pematangsiantar.Dengan adanya penetapan sebagai KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, maka pengelolaannya berada di Balai DiklatLingkungan Hidup dan Kehutanan Pematangsiantar. KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh merupakan bagian hulu daerah Aliran Sungai (DAS). Sungai-sungai yang mengalir di wilayah ini adalah Bah Panomburan, Bah Pogos, Bah Kasindir dan Bah Lintong. Sungai-sungai tersebut mengalir tersebar merata ke seluruh wilayah hutan diklat dan selalu berair sepanjang tahun. KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dikelilingi dan berbatasan langsung dengan Nagori dan pemegang izin usaha pengelolaan hutan (PT. Toba Pulp Lestari Tbk). Secara lebih terinci batas KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh disajikan sebagai berikut : i. Sebelah Utara berbatasan dengan Nagori Buluh Malando. ii. Sebelah Timur berbatasan dengan Jalan Lintas Sumatera, Nagori Pondok Buluh, Nagori Huta Tonga-tonga. iii. Sebelah Selatan berbatasan Nagori Dolok Parmonangan, KHDTK Aek Nauli. iv. Sebelah Barat berbatasan dengan Nagori Marihat Dolok dan Dolok Saribu, PT. TPL Tbk. Berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: 1030/MenhutVII/KUH/2015 Tanggal 20 April 2015 tentang Kawasan Hutan Produksi Tetap dan Hutan Lindung, KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki luas 1.272,70 Ha. 2) Topografi dan Iklim KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh terletak pada ketinggian 501-1250 meter di atas permukaan laut, dengan keadaan topografi berada pada tingkatan
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 6 kelerengan landai, agak curam, dan curam dengan kemiringan antara 2-15%, 15-40% serta >40%. Secara umum, luas wilayah di Kabupaten Simalungun berdasarkan ketinggian dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Luas Kabupaten Simalungun menurut Ketinggian (Ha) No Kecamatan Ketinggian 0-50 51-100 101-500 501- 1.000 1.001- 1.500 > 1.500 1 Silimakuta - - - 351 13.842 377 2 Pematang Silimakuta - - - - - - 3 Purba - - - 1.778 15.422 - 4 Haranggaol Horison - - - 1.658 1.792 - 5 Dolok Pardamean - - - 1.247 8.698 - 6 Sidamanik - - 2 7.643 711 - 7 P. Sidamanik - - - 2.352 10.167 - 8 Girsang S. Bolon - - - 898 10.572 830 9 Tanah Jawa - - 21.395 - - - 10 Hatonduhan - - 11.380 9.442 6.482 276 11 Dolok Panribuan - - 2.032 9.949 3.449 - 12 JorlangHataran - - 1.796 5.260 2.169 - 13 Panei - - 41 7.189 - - 14 PanombeianPanei - - 2.307 5.875 38 - 15 Raya - - 1.233 20.293 12.034 - 16 Dolok Silau - - 4.428 11.001 13.300 116 17 Silau Kahean - - 20.146 1.904 - - 18 Raya Kahean - - 1.6747 4.853 1.025 - 19 Tapian Dolok - - 1.1690 - - - 20 Dolok Batu Nanggar - 2.246 10.364 - - - 21 Siantar - - 7212 699 - - 22 Gunung Malela - - 10.897 - - - 23 Gunung Maligas - - 5.852 - - - 24 Hutabayu Raja 43 4.448 11.122 - - - 25 Jawa Ma Bah Jambi - - 7.372 - - - 26 Pematang Bandar 197 6.212 3.091 - - - 27 Bandar Huluan 2.876 4.342 3.017 - - - 28 Bandar 10.632 286 - - - - 29 Bandar Masilam 7.879 1.893 - - - - 30 BosarMaligas 8.598 13.731 7.111 - - - 31 Ujung Padang 14.093 6.262 1.995 - - - Kabupaten Simalungun 44.318 39.420 161.230 92.392 9.9701 1.599 Sumber : Badan Pusat Statistik Simalungun dalam angka Tahun 2019 b. Keadaan Sosial Ekonomi Secara administratif pemerintahan, KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh berada dalam Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun. Berdasarkan sumber data kependudukan (Simalungun dalam Angka Tahun 2016), Kecamatan
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 7 Dolok Panribuan berpenduduk sebanyak 18.411 jiwa, dengan kepadatan 124 jiwa/Km². Jumlah penduduk tersebut tersebar pada tujuh dusun, yaitu Dusun Simpang Kawat, Huta Baru, Marihat Dolok, Marihat Huta, Pondok Buluh, Naga dan Dusun Perumnas. Sebagian besar masyarakat Dolok Parmonangan berlatar pendidikan sekolah dasar dan mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Data jumlah penduduk dan kepadatan penduduk yang ada di Kabupaten Simalungun dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Data Luas Wilayah, Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk No Kecamatan Luas Wilayah (Km²) Jumlah Penduduk (Jiwa) Kepadatan Penduduk (Jiwa/Km²) 1. Silimakuta 74.16 16.083 217 2. Pematang Silimakuta 79.68 10.898 137 3. Purba 172.71 24.325 141 4. Haranggaol Horison 40.97 5.090 124 5. Dolok Pardamean 67,90 12.931 190 6. Sidamanik 80.88 27.750 343 7. Pematang Sidamanik 137.80 16.703 121 8. Girsang Sipangan Bolon 129.89 14.956 115 9. Tanah Jawa 174.33 47.773 274 10. Hatonduhan 336.26 21.389 64 11. Dolok Panribuan 148.62 18.411 124 12. Jorlang Hataran 93.70 15.709 168 13. Panei 77.96 22.296 286 14. Panombeian Panei 73.74 19.587 266 15. Raya 261,56 25.965 99 16. Dolok Masagal 105,77 9.762 92 17. Dolok Silau 302.66 14.500 48 18. Silau Kahean 228.74 17.624 77 19. Raya Kahean 204.89 17.882 87 20. Tapian Dolok 119.89 41.572 347 21. Dolok Batu Nanggar 106.91 40.824 382 22. Siantar 73.99 66.743 902 23. Gunung Malela 96.74 35.042 362
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 8 24. Gunung Maligas 51.39 28.153 548 25. Hutabayu Raja 191.43 29.887 156 26. Jawa Maraja Bah Jambi 38.97 22.302 572 27. Pematang Bandar 88.16 31.714 360 28. Bandar Huluan 107.33 26.563 247 29. Bandar 100.69 69.680 692 30. Bandar Masilam 91.22 24.941 273 31. Bosar Maligas 285.88 40.797 143 32. Ujung Padang 228.49 41.376 181 Kabupaten Simalungun 4005,53 859.228 215 Sumber : BPS Prov Sumatera Utara (Simalungun Dalam Angka Tahun 2019) 1) Desa Pondok Buluh Masyarakat Desa Pondok Buluh memiliki sarana peribadatan yang terdiri dari 4 (empat) buah gereja protestan dan 2 (dua) buah gereja katolik. Hal ini menandakan bahwa secara budaya, masyarakat di Desa Pondok Buluh mayoritas beragama Kristen Protestan dan Katolik. Mata pencaharian pokok di Desa Podok Buluh adalah berkebun, hal ini ditunjukkan dengan jumlah petani kebun di desa ini 259 KK. Mata pencaharian terbanyak lainnya warga Desa Pondok Buluh yaitu sektor kehutanan 148 KK. Selain Aren (nira), komoditi tanaman pertanian juga didominasi oleh Jagung, Cabai, Kopi, Kincung, Padi dan Jahe. Pasar atau pekan sebagai media tempat jual beli warga Desa Pondok Buluh yaitu pasar di Desa Tiga Dolok. Selain pasar, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, di desa juga tersedia beberapa toko dan warung/kios. Hasilhasil pertanian selain dijual ke pasar Tiga Dolok, warga juga memanfaatkan jasa pedagang pengumpul (agen) atau cukong untuk menjual hasil pertaniannya. Sebagai media transportasi pengangkut hasil pertanian ke Pasar Tiga Dolok, warga Desa Pondok Buluh memiliki media transportasi mobil barang (pick up), dan sepeda motor.
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 9 2) Desa Siatasan Masyarakat Desa Siatasan hampir 90 % sudah lama menetap di desa tersebut, sedangkan 10% sisanya merupakan warga pendatang. Penduduk pendatang ini dahulunya bermukim di Desa Siatasan dengan alasan mencari nafkah dan mereka memperoleh lahan garapan dari orang tua atau menggarap lahan masyarakat lainnya. Mata pencaharian pokok di Desa Siatasan adalah berkebun, dalam hal ini ditunjukkan dengan jumlah petani yang mengusahakan kebun di desa ini berjumlah 192 KK. Komoditi utama sebagai sumber pendapatan masyarakat di Desa Siatasan hampir 90% berasal dari penjualan nira aren. Sebagian kecil dari mereka menjadi pedagang serta bekerja sebagai PNS. Untuk sarana peribadatan, Desa Siatasan memiliki tempat peribadatan memiliki 6 (enam) buah gereja protestan dan 1 (satu) buah gereja katolik. Sama halnya dengan Desa Pondok Buluh, secara sosial budaya masyarakat Desa Siatasan mayoritas menganut agama Kristen Protestan dan Katolik. Warga Desa Siatasan melakukan jual beli di pasar di Desa Tiga Dolok. Selain pasar, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, di desa juga tersedia beberapa toko dan warung/kios. Hasil-hasil pertanian selain dijual ke pasar Tiga Dolok, warga juga memanfaatkan jasa pedagang pengumpul atau cukong untuk menjual hasil pertaniannya. Sebagai media transportasi pengangkut hasil pertanian ke Pasar Tiga Dolok, warga Desa Siatasan memiliki media transportasimobil barang (pick up), truk, dan sepeda motor. 3) Desa Dolok Parmonangan Mata pencaharian pokok di Desa Dolok Parmonangan adalah berkebun, dalam hal ini ditunjukkan dengan jumlah petani yang mengusahakan kebun di desa ini berjumlah 356 KK. Komoditi utama sebagai sumber pendapatan masyarakat di Desa Dolok Parmonangan adalah bambu dan aren. Sarana peribadatan di Desa Dolok Parmonangan terdiri dari2 (dua) buah masjid dan 7 (tujuh) buah gereja protestan. Hal ini menunjukan secara sosial budaya mayoritas masyarakat Desa Dolok Parmonangan beragama Kristen Protestan dan sebagian lainnya beragama Islam.
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 10 Warga Desa Dolok Parmonangan melakukan jual beli di pasar di Desa Tiga Dolok. Selain pasar, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, di desa juga tersedia beberapa toko dan warung/kios. Hasil-hasil pertanian selain dijual ke pasar Tiga Dolok, warga juga memanfaatkan jasa pedagang pengumpul atau cukong untuk menjual hasil pertaniannya. Sebagai media transportasi pengangkut hasil pertanian ke Pasar Tiga Dolok, warga Desa Dolok Parmonanganmemiliki media transportasimobil barang (pick up), truk, dan sepeda motor. c. Flora dan Fauna Kawasan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki potensi yang cukup besar. Berbagai jenis flora dan fauna tumbuh dan berkembang di dalam kawasan hutan tersebut. Beberapa jenis flora yang banyak dijumpai di lapangan diantaranya Pinus, Meranti, Puspa, Rasamala, Sampinur, Hapas-Hapas, Aren, Kemenyan, Bambu, Medang, Mayang, Anggrek hutan dan lain sebagainya. Berdasarkan pengamatan dan informasi dari masyarakat sekitar hutan, jenisjenis satwa yang terdapat di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh diantaranya monyet, siamang, rusa, burung elang, lipan, biawak, burung balam, ular, kadal, babi hutan, ayam hutan, burung enggang, rusa, trenggiling dan lain-lain. 4. Luas Penutupan Tegakan Hutan Hasil pengambilan data di lapangan melalui anilisis vegetasi, dilakukan rekapitulasi untuk mengelompokkan ke dalam kelas pertumbuhan mulai dari semai, pancang, tiang dan pohon. Untuk tingkat tiang dan pohon dilakukan pengolahan data sampai kepada perhitungan volume. Rekapitulasi Indeks Nilai Penting untuk setiap tingkatan pertumbuhan mulai dari tumbuhan tingkat semai, pancang, tiang dan pohon untuk setiap jenis tanaman dapat dilihat pada Tabel 3.
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 11 Tabel 3. Indeks Nilai Penting Tingkat Pohon, Tiang, Pancang dan Semai di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh No INDEKS NILAI PENTING Nama Lokal Nama Ilmiah Pohon Tiang Pancang Semai 1 Medang Litsea odorifera 93.71 238.20 110.68 110.17 2 Loba Symplocos cochinchinensis 24.78 184.24 - 8.33 3 Puspa Schima wallichii 75.79 74.29 59.07 - 4 Medang Batu Litsea sp. 18.82 76.17 14.14 21.29 5 Hoting Quercus sp 46.57 14.46 45.83 10.64 6 Sabal Cinnamomum subaveninum 13.47 10.82 59.17 32.17 7 Mayang Bolon Palaquium sp. 52.48 14.14 - 43.91 8 Porporan 50.02 13.69 17.33 21.29 9 Mayang Palaquium obovatum 63.90 11.89 17.37 - 10 Hapas-hapas Symingtonia populnea 64.91 12.56 7.07 - 11 Medang telur 9.46 34.02 12.67 21.29 12 Handis Garcinia celebica 45.82 - 8.67 15.41 13 Mundol 4.28 - 59.98 - 14 Kemenyan Merah Styrax sp. 43.34 - - 12.94 15 Dosi Alstonia angustiloba 21.17 18.04 10.67 - 16 Simartolu Schima wallichii 20.32 13.61 - 12.94 17 Kopi-kopi Neonauclea orientalis 13.08 - 31.93 18 Tungir-tungir Claoxylon spp - - 43.33 - 19 Habunghabung Litsea sp. 23.03 7.07 11.90 20 Alingit Neonauclea calycina 24.18 - 10.64 21 Salam Syzygium polyanthum - - - 34.21 22 Medang landit Litesea odoratissima - - 10.30 23.81 23 Apapolsik - 13.18 20.24 24 Sitarak Macaranga javanica - - 14.14 18.98 25 Simareme-eme Scheffiera longifolia Vig - 31.87 - - 26 Sitolu Bulung - - 14.14 16.67 27 Medang Kuning Vernonia arborea 4.71 16.84 8.67 - 28 Sapot-sapot Macaranga gigantean 4.44 11.22 14.14
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 12 29 Dori Syzygium lineatum 28.98 - - - 30 Jilok Pternandra cordata - - 17.37 8.33 31 Api-api Gordonia excelsa 25.29 - - - 32 Medang Durian 8.24 16.67 - 33 Tembesu Fagraea fragans 10.56 14.14 - 34 Sampinur Bunga Dacricarpus sp. 6.85 - - 16.78 35 Pituarus Kibessia azurea 15.13 - 8.33 36 Tungir-tungir Claoxylon spp 21.04 - - - 37 Murak - - - 20.24 38 Sapiratus 9.22 - 10.30 - 39 Tinggiran Syzygium sp. 5.68 - - 10.64 40 Rasamala Altingia excels 15.41 - - - 41 RangrangUlok 14.15 - - 42 Jambu-jambu Eugenia fastigiata 13.71 - - - 43 Holat Phyllantus emblica - - - 12.94 44 Horbo-horbo Xylopia sp. 12.19 - - - 45 Simarsihala 10.71 - - 46 Sotul Sandoricum sp. - - - 10.64 47 Hoting Batu Quecus maingayi 8.95 - - - 48 Losa Cinnamomum porectum 8.34 - - - 49 Medang Kertas Neoscortec hiniakingii - - - 8.33 50 Sanduduk Melastoma pulcherrimum - - - 8.33 51 Mudar-mudar - - - 8.33 52 Kayu Manis Cinnamomum sp. - - - 8.33 53 Rube Pouzolzia zeylanica - - 7.07 - 54 Sorpa Hudon 6.99 - - - 55 Raru Garcenia sp. 6.73 - - - 56 Puspa Putih Schiima sp. 6.60 - - - 57 Kemenyan Styrax benzoin 6.54 - - - 58 Sukun Artocarpus altilis 5.84 - - - 59 Torop Artocarpus elastic 5.69 - - - 60 Simareme-eme Scheffiera longifolia Vig 5.61 - - - 61 Hoting Bunga Lithocarpus hystrize 5.38 - - - 62 Medang Sekupal Phoebe macrophylla 5.20 - - - 63 Mayang Batu Palaquium sp. 4.94 - - - 64 Pinus Pinus merkusii 4.87 - - - 65 Tuba Nephellium lappaceum 4.71 - - - 66 Hatuang Litsea velutina 4.65 - - - 67 Jengkol Archidendron sp. 4.36 - - - Sumber : Rencana Pengelolaan jangka panjang KHDTK hutan Diklat Pondok Buluh tahun 2020 s.d 2039
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 13 Dari Tabel 3 terlihat bahwa rekapitulasi indeks nilai penting setiap jenis tanaman untuk setiap tingkatan pertumbuhan mulai dari tanaman tingkat semai, pancang, tiang dan pohon. Tabel tersebut merupakan gabungan dari masingmasing tingkat tumbuhan, selain itu didalam tabel diurutkan indeks nilai pentingnya dari yang paling besar ke indeks nilai penting yang paling kecil. Ada 67 jenis tanaman yang terdapat di seluruh plot sampling, yang terdiri dari 44 jenis tingkat pohon, 25 jenis untuk tingkat tiang, 25 jenis untuk tingkat pancang dan 30 jenis untuk tingkat semai. a. Tingkat Pohon Indeks nilai penting tingkat pohon di dominasi oleh pohon Medang dengan INP sebesar 93,71 %, Puspa sebesar 75,79 %, Hapas-hapas sebesar 64,91%, Mayang sebesar 63,90%, Mayang Bolon sebesar 52,48%, Porporan sebesar 50,02%, Hoting sebesar 46,57%, Handis sebesar 45,82% dan Kemenyan Merah sebesar 43,34%. Sisanya memiliki indeks nilai penting yang berada di bawah 40% adalah Dori sebesar 28,98%, Api-api sebesar 25,29%, Loba secesar 24,78%, Dosi sebesar 21,17%, Tungir-tungir sebesar 21,04% dan Martolu sebesar 20,23%. Sisanya memiliki indeks nilai penting di bawah 20% yang terdiri dari Medang Batu sebesar 18,28%, Rasamala sebesar 15,41%, Jambu-jambu sebesar 13,71%, Sabal sebesar 13,47% dan Horbo-horbo sebesar 12,19%. Berdasarkan frekuensinya Hoting dan Porporan merupakan jenis pohon yang memiliki frekuensi yang paling tinggi karena di setiap plot contoh terdapat jenis pohon ini. Kemudian di susul oleh Mayang, Sabal, Medang, Loba, Dori, Puspa dan Medang Batu yang terdapat di dua plot. b. Tingkat Tiang Indeks nilai penting tingkat tiang di dominasi oleh pohon Medang dengan INP sebesar 238,20%, Loba dengan INP sebesar 184,24 %, Medang Batu sebesar 76,17%, Puspa sebesar 74,29%, Medang sebesar 66,49%, Medang Telur sebesar 34,02%, Simareme-eme sebesar 31,87%, Alingit sebesar 24,18% dan Habung-habung sebesar 23,03%. Sisanya memiliki indeks nilai penting yang berada di bawah 20% adalah Dosi sebesar 18,04%, Medang Kuning sebesar 16,84%, Pituarus sebesar 15,13%, Hoting sebesar 14,46%, Rangrang Ulok sebesar 14,15% dan Mayang Bolon sebesar 14,14%, Simartolu sebesar 13,61%, Apapolsik sebesar 13,18%, Kopi-kopi sebesar 13,08%,
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 14 Hapas-hapas sebesar 12,56% dan Mayang sebesar 11,89%. Berdasarkan frekuensinya Loba merupakan jenis pohon yang memiliki frekuensi yang paling tinggi karena di dapat di setiap plot contoh. Kemudian di susul oleh Medang Batu yang terdapat di dua plot. c. Tingkat Pancang Indeks nilai penting tingkat pancang di dominasi oleh Medang dengan INP sebesar 110,68 %, Mundol sebesar 59,98 %, Sabal sebesar 59,17%, Puspa sebesar 59,07%, Tungir-tungir sebesar 43,33%, Hoting sebesar 33,33%, Porporan, Mayang, Jilok sebesar 17,37%, Mayang Durian sebesar 16,67%, Medang Batu, Sitolu Bulung, Sapot-sapot, Sitarak, Tembesu sebesar 14,14%, Medang Telur sebesar 12,67%, Dosi sebesar 10,67%, Samperatus, Medang Landit sebesar 10,30%, Medang Kuning, Handis sebesar 8,67%, Rube, Habung-habung dan Kapas-kapas sebesar 7,07%. Berdasarkan frekuensinya Medang, Mundol, Sabal, Puspa merupakan jenis pancang yang memiliki frekuensi yang paling tinggi ada di dua plot contoh. d. Tingkat Semai Indeks nilai penting tingkat semai di dominasi oleh Medang dengan INP sebesar 110,17 %, Mayang Bolon 43,91 %, Salam sebesar 34,21%, Sabal sebesar 32,17%, Kopi-kopi sebesar 31,93%, Porporan sebesar 21,29%, Medang Batu sebesar 21,29%, Medang Telur sebesar 21,29%, Apapolsik sebesar 20,24%, Murak sebesar 20,24%, Sitarak sebesar 18,98%, Sampinur Bunga sebesar 16,78%, Sitolu Bulung 16,67%, Handis sebesar 15,41%, Martolu sebesar 12,94%, Holat sebesar 12,94% dan Kemenyan sebesar 12,94%, Habung-habung sebesar 11,90%. Sisanya Sotul, Hoting, Alingit dan Tinggiran dengan indeks nilai penting sebesar 10,64%, Medang Kertas, Jilok, Sanduduk, Pitu Arus, Mudar-mudar, Kayu Manis dan Loba sebesar 8,33%. Berdasarkan frekuensi Medang, Salam, Mayang Bolon dan Sitarak merupakan jenis pohon yang memiliki frekuensi yang paling tinggi ada di dua plot contoh. B. PELAKSANAAN KEGIATAN 1. Prosedur Kerja Pelaksanaan kegiatan Penguatan kelembagaan dilakukan dengan penyiapan mekanisme kerja. Mekanisme kerja dibutuhkan untuk memberikan panduan dalam rangka pengelolaan. Sehingga dapat memberikan akuntabilitas dalam pengelolaan KHDTK Hutan Diklat
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 15 Pondok Buluh. Penyiapan mekanisme kerja dilakukan diantaranya melalui penyediaan prosedur kerja pelaksanaan kegiatan. Untuk meningkatkan kinerja pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh telah disusun beberapa prosedur kerja pelaksanaan kegiatan. Prosedur kerja ini digunakan untuk memandu para SDM pengelola untuk melaksanakan kegiatan. Adapun prosedur tersebut adalah (1) penyusunan rencana pengelolaan jangka menengah (2) penyusunan rencana pengelolaan tahunan (3) pemeliharaan batas (4) patroli pengamanan hutan gabungan (5) kerjasama pengelolaan (6) pemanfaatan untuk pelatihan (7) pemanfaatan untuk non diklat (8) pengelolaan demplot/model/lokasi praktek (9) pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. 2. Organisasi Pengelola Struktur organisasi BDLHK Pematangsiantar terdiri Kepala Balai yang merupakan pejabat eselon III dengan dibantu 3 (tiga) pejabat eselon IV, yaitu: (1) Kepala Sub Bagian Tata Usaha, (2) Kepala Seksi Penyelenggaraan dan Kerjasama Pelatihan, dan (3) Kepala Seksi Sarana dan Evaluasi Pelatihan. Selain itu Kepala Balai juga dibantu kelompok jabatan fungsional. Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas: Melakukan urusan surat menyurat, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan administrasi barang milik negara dan rumah tangga. Seksi Penyelenggaraan dan Kerjasama Diklat mempunyai tugas melakukan Identifikasi Kebutuhan Diklat (IKD), penyusunan rencana, program dan anggaran pendidikan dan pelatihan, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, dan pelaksanaan kerjasama pendidikan dan pelatihan. Seksi Sarana dan Evaluasi Pelatihan mempunyai tugas melakukan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan, pelaksanaan pengelolaan hutan pendidikan dan pelatihan, pelaksanaan pemantauan, Evaluasi Pasca Diklat (EPD) dan pelaporan pendidikan dan pelatihan serta pelaksanaan pelayanan data dan informasi di bidang pendidikan dan pelatihan. Pengelolaan hutan diklat KHDTK Pondok Buluh dibawah tanggung jawab langsung oleh Seksi Sarana dan Evaluasi Diklat (SSED). Jumlah sumberdaya manusia di SSEP adalah 13 orang, dengan penempatan di lokasi hutan diklat Pondok Buluh berjumlah 10 orang (72,73%), dan di kantor Pematangsiantar berjumlah 3 orang (27.27%); pegawai berstatus ASN berjumlah 6 orang (54.55%) dan PPNPN berjumlah 7 orang (45.45%). Secara rinci disajikan pada Gambar 1.
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 16 Kepala Balai Erfan Noor Yulian, S.Hut., M.Si Kepala Seksi Sarana dan Evaluasi Juto K. Malau S.Hut., M.Sc Pengelola Data Hutan Diklat 1. Sumario 2. Borotan Panjaitan Pengadministrasian umum 1. Hamonangan Siahaan Pemeliharaan Taman dan Halaman 1. M. Ravi Sepriyandi Pemelihara sarana dan prasarana 1. Kimin Saragih 2. Markus Manik 3. Rudi Sastrawirawan 4. M. Hardian Penyuluh Kehutanan 1. Ronji Tambunan SH, S.Hut,M.Si 2. Nazmi Khairina Nur, S.Hut Gambar 1. Struktur dan Nama Personil di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Pramu bakti 1. Ade Irma Suryani 2. Esni Panjaitan
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 17 3. Kegiatan Rutin di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh a. Kegiatan Perlindungan dan Pengamanan Kawasan Dalam rangka menjaga keamanan KHDTK Hutan diklat Pondok Buluh maka dilakukan Kegiatan Perlindungan Pengamanan Hutan yang terdiri dari : 1) Kegiatan Patroli Patroli pengamanan hutan dilakukan guna mencegah adanya kejahatan kehutanan khususnya perambahan, penebangan hutan/pencurian kayu, kebakaran hutan, perburuan satwa. Kegiatan patroli dilakukan untuk mengawasi batas-batas KHDTK secara langsung dilapangan, dan memastikan bahwa di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh bebas dari perambahan dan penebangan liar. Patroli dilakukan secara bertahap terhadap seluruh batas kawasan, terutama yang langsung berbatasan dengan pemukiman masyarakat. Kegiatan ini meliputi pengecekan pal batas dengan tujuan pemeliharaan pal batas untuk dapat menjaga agar keadaan batas hutan di lapangan secara teknis tetap baik. Selain itu dilakukan pemasangan Papan larangan yang merupakan upaya preventif dalam mencegah terjadinya kerusakan kawasan. Gambar 2. Kegiatan Patroli yang dilaksanakan di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh b. Kegiatan Konservasi Tanah dan Air Kegiatan konservasi tanah dan air bertujuan untuk menjaga dan melindungi tata air dan kerusakan hutan serta untuk menyiapkan sarana
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 18 pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kegiatan konservasi tanah dan air ynag dilakukan adalah : penataan dam pengendali, penataan embung, perawatan dan pembersihan saluran pembuangan air dan gully plug, konservasi jenis tanaman, pembuatan taman buah, penanaman dan pengayaan tanaman. Gambar 3. Kegiatan pemeliharaan embung dan sumber air c. Kegiatan Konservasi Hutan dan Keanekaragaman Hayati Kegiatan konservasi hutan dan keanekaragaman hayati pada KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dilakukan melalui kegiatan pengelolaan arboretum, pengelolaan demplot MPTS, demplot bambu dan persemaian. Adapun rangkaian kegiatan tersebut diuraikan sebagai berikut : 1) Pengelolaan Arboretum Untuk kegiatan konservasi, arboretum merupakan koleksi botani yang khusus diisi dengan jenis pepohonan. Keanekaragaman kultivar pohon diwakili di dalamnya, sehingga arboretum dapat berfungsi sebagai kebun plasma nutfah pepohonan. Pada umumnya arboretum menampung semua jenis tanaman tahunan (buah-buahan, industri, dan perkebunan), baik yang langka maupun yang telah dibudidayakan. Penanaman pohon dalam kebun arboretum biasanya disesuaikan dengan keadaan di alam, tanpa menganut sistem budidaya, tanpa memperhatikan jarak tanam atau arahnya. Arboretum KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki luas 2 Ha dan terdiri dari 87 jenis pohon.
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 19 Kegiataan pengelolaan arboretum yang dilaksanakan Tahun 2022 adalah pemeliharaan tegakan, pembuatan jalur interpretasi, pembuatan label dengan system QR code. QR code adalah kode gambar dua dimensi tercetak yang dapat menyimpan sejumlah informasi. Tujuan dibuatnya QR Code adalah untuk mempermudah pengguna mengakses informasi. Sesuai dengan namanya, quick response, QR Code dapat membuat informasi bisa diakses dengan cepat. Tujuan pemasangan label tanaman berbasis QR Code ini adalah sebagai panduan informasi bagi para pengunjung yang ingin mengetahui identitas pohon di arboretum. Informasi pohon dapat dengan mudah diakses oleh pengunjung, mulai dari nama ilmiah, klasifikasi, dan deskripsi pohon. Gambar 4. Pengelolaan Demplot arboretum 2) Pengelolaan demplot persemaian, bambu dan MPTS Kegiatan pemeliharaan demplot merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh pengelola KHDTK. Kegiatan ini meliputi pemeliharaan di beberapa demplot seperti demplot persemaian, bambu dan MPTS. Kegiatan pemeliharaan demplot persemaian dilaksanakan dengan melakukan pembersihan demplot dari gulma, ilalang dan sampah-sampah. Menyeleksi bibitbibit dipersemaian yang telah siap tanam untuk dilakukan penanaman di
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 20 KHDTK. Selanjutnya dilakukan pembibitan di persemaian dengan jenis-jenis tanaman kayu maupun non kayu yang nantinya akan digunakan dalam kegiatan di KHDTK. Selain pemeliharaan di demplot persemaian dilakukan juga pemeliharaan demplot bambu dan MPTS. Pada kegiatan ini dilakukan dengan pembersihan areal demplot dari sampah dan tanaman pengganggu serta kegiatan penyulaman. Pemeliharaan juga dilakukan terhadap bibit yang masih ada di demplot bambu dan MTPS, sehingga demplot dapat berfungsi optimal. Kegiatan pemeliharaan meliputi kegiatan penyulaman yaitu kegiatan penanaman kembali bagian-bagian yang kosong bekas tanaman yang mati/diduga akan mati atau rusak sehingga terpenuhi jumlah tanaman normal. Tanaman yang disulam pada umumnya adalah tanaman yang mati, tanaman tidak sehat, tanaman yang rusak (patah, bengkok, daun gundul), dan tempat lubang tanaman yang tidak ada tanamannya. Gambar 5. Kegiatan pengelolaan demplot arboretum dan MPTS d. Kegiatan Pemeliharaan sarana dan Prasarana Secara umum sarana dan prasarana di KHDTK Pondok Buluh telah relatif lengkap, namun umumnya sudah berusia tua. Sehingga tantangannya adalah melakukan revitalisasi baik melalui kegiatan rehabilitasi maupun pemeliharaan rutin. Selain kegiatan pembuatan demplot, di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh juga ada kegiatan pemeliharaan yang terdiri dari: Pemeliharaan demplot persemaian,
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 21 Pemeliharaan demplot MPTS, Pemeliharaan Jalur Tracking dam pemeliharaan demplot Camping Ground. Tujuan dari pemeliharaan ini adalah untuk mempertahankan fungsinya agar dapat dimanfaatkan secara maksimal terutama untuk kegiatan praktik diklat-diklat yang dilaksanakan oleh Balai diklat kehutanan Pematangsiantar. Pemeliharaan sarana prasarana di KHDTK juga dilakukan terhadap kolam ikan yang ada di KHDTK. Pemeliharaan ini dilakukan dengan memperbaiki sisi-sisi kolam dan memperdalam kolam. Pemeliharaan flying fox dilakukan dengan memperbaiki wahana flying fox dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yan ada sehingga wahana flying fox menjadi lebih aman dan nyaman untuk dipergunakan. Selain itu pemeliharaan dilakukan juga terhadap asrama tersebut dan fasilitasnya, seperti tempat tidur, almari, meja belajar dan kamar mandi dalam, ruang dapur dan ruang makan. Semua fasilitas yang ada di dalam ruang asrama tersebut dipelihara agar selalu dalam kondisi baik. Selanjutnya juga dibangun beberapa joglo untuk menjadi tempat berkumpulnya kelompok tani ataupun pengunjung yang ingin menikmati alam. Pemeliharan sekitar asrama KHDTK Berkurangnya kegiatan praktek diklat di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dikarenakan pandemi COVID-19 menyebabkan pengelolaan sarana KHDTK berfokus ke sarana ekowisata tanpa menghiraukan pemeliharaan sarana dan prasarana lainnya. Hal ini bertujuan agar menjadikan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh selain menjadi sarana belajar/ laboratorium lapangan juga sebagai tempat wisata alam dan edukasi. Gambar 6. Kegiatan Pemeliharaan fasilitas di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 22 4. Kerjasama Pengelolaan a. Implementasi Kerjasama Kerjasama pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dilaksanakan dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan kawasan. Kerjasama ini dilaksanakan dengan instansi lingkungan hidup dan kehutanan pusat, instansi lingkungan hidup dan kehutanan daerah, dengan perguruan tinggi, dengan satuan pendidikan, lembaga penelitian, masyarakat sekitar hutan dan lain lain. Implementasi kerjasama tersebut berbentuk : kegiatan pendidikan, penelitian, pemanfaatan untuk lokasi praktek lapang, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, wisata alam, pengembangan kelompok tani hutan, pengembangan pupuk bokashi, dan arboretum. Gambar 7. Kerjasama KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dengan Instansi Pendidikan terkait penyelenggaraan Praktek Kerja Lapang b. Koordinasi Pengelolaan Koordinasi pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja pengelolaan. Bentuk koordinasi terkait KHDTK yang dilaksanakan antara lain adalah koordinasi dengan pemerintah Desa sekitar KHDTK, koordinasi dengan BPDAS HL Asahan Barumun, koordinasi dengan Asosiasi Pemanfaatan Hutan Indonesia Komda Sumut Aceh.
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 23 Gambar 8. Kegiatan Koordinasi dengan Pemerintah Desa sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh c. Promosi dan Publikasi KHDTK Kegiatan promosi dan publikasi merupakan kegiatan untuk memperkenalkan berbagai aktivitas pengelolaan hutan diklat kepada publik. Bentuk kegiatan yang dikembangkan melalui melalui sistem promosi dan publikasi yang tepat guna dan efektip. Bentuk kegiatan promosi dilakukan dengan media elektronik dan cetak. Kegiatan yang terkait KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh terdokumentasikan dan dipublikasi melaui media sosial atau leaflet. Gambar 9. Media Sosial sebagai wadah Promosi KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 24 5. Pemanfaatan Hutan Diklat a. Pemanfaatan untuk Pelatihan Pemanfaatan dan pengembangan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai laboratorium lapangan bagi penyelenggaraan diklat lingkungan hidup dan kehutanan tergambar dari perannya dalam mencapai visi pengelolaan KHDTK yaitu “Terwujudnya Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sebagai laboratorium alam pendidikan dan pelatihan terbaik di Indonesia secara lestari dengan melibatkan multipihak”. Untuk mewujudkan misi tersebut pemanfaatan KHDTK sebagai laboratorium alam terlaksana dalam penggunaaan petak/ demplot untuk keperluan pendidikan dan pelatihan. Program dan kegiatan pemanfaatannya demplot, model, lokasi praktek pada setiap petak sebagai berikut sesuai dengan RP KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dapat dilihat sebagai berikut:
LapoTabel 4. Rencana Program Kediklatan yang DikemBlok No Petak Nama Petak Rencana PengembangaLindung 1 Jalur tracking 1. Jasa lingkungan 2. Pengenalan jenis poho3. Jungle Survival 4. Valuasi SDA 5. Pemandu wisata 6. Lokasi praktik siswa si7. Lokasi praktik mahas8. Pengguna lainnya 2 Pemanfaatan 1 1. Pemanenan kayu 2. HHBK 3. Pengelolaan hutan lest4. GANIS PHPL 3 Resolusi konflik 1 1. Manajemen konflik 2. GIS 3. Perlindungan Pengama4. Penyuluhan 5. Kebakaran hutan 4 Agroforestry 1 1. HHBK 2. KTH 3. Perhutanan Sosial 4. Manajemen DAS 5. Penyuluhan 5 Konservasi 1. KSDAE 2. Kebakaran Hutan 3. Konservasi jenis 4. Wisata Alam 5. Pengenalan jenis flora 6. Pengukuran Karbon
oran Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 25 mbangkan an Program Kegiatan yang Akan Dikembangkan on iswi SMKK iswa USU/USI 1. Penataan areal kerja 2. Pembuatan shelter 3. Revitalisasi jalur tracking 4. Pemeliharaan jalur tracking dan shelter tari 1. Penataan areal kerja 2. Inventarisasi HHBK 3. Pemanfaatan HHBK 4. Pembuatan demplot perencanaan dan pemanenan hasil hutan anan 1. Penataan areal kerja 2. Patroli gabungan 3. Pembuatan papan interpretasi 4. Pembuatan papan informasi 1. Penataan areal kerja 2. Pembuatan demplot agroforestry 3. Inventarisasi HHBK 4. Pemanfaatan HHBK 5. Pembentukan KTH 6. Pemberdayaan/pembinaan KTH dan fauna 1. Penataan areal kerja 2. Pemasangan camera trap 3. Pembuatan tower pengawatan 4. Inventarisasi dan monitoring satwa 5. Inventarisasi potensi wisata
Lapo9 Pemberdayaan Masyarakat 3 1. Penyuluhan 2. HHBK 3. Perhutanan Sosial 4. Manajemen Konflik 5. KTH 10 Pengamatan satwaliar 5 1. Pengenalan jenis burun2. Pemandu wisata 3. Lokasi praktek siswa si4. Lokasi praktek mahasi5. Pengguna lain 11 Agroforestri 2 1. HHBK 2. KTH 3. Perhutanan Sosial 4. Manajemen DAS 12 MPTS 1. Pengenalan jenis pohon2. Perhutanan sosial 3. HHBK 4. Agroforestry 13 Pengamatan satwaliar 1 1. Konservasi jenis 2. Kader konservasi 3. Perlindungan dan peng15 Pengembangan vegetasi 1 1. Pengenalan jenis 2. PUP 3. Inventarisasi hutan 4. Kurpet 16 Pengembangan vegetasi 2 1. Pengenalan jenis 2. PUP 3. Inventarisasi hutan 4. Kurpet
oran Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 26 1. Penataan areal kerja 2. Pembentukan KTH 3. Pemberdayaan/pembinaan KTH 4. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) 5. Pembentukan kelompok Pemanfaatan Air 6. Pembentukan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) 7. Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) 8. Pembuatan papan interpretasi 9. Pembuatan papan informasi ng swi SMKK iswa USU/USI 1. Penataan areal kerja 2. Pembuatan jalur interpretasi 3. Inventarisai dan monitoring satwa 4. Pembuatan shelter 1. Penataan areal kerja 2. Pemeliharaan demplot 3. Inventarisasi HHBK 4. Pemanfaatan HHBK n 1. Penataan areal kerja 2. Pemeliharaan demplot 3. Inventarisasi HHBK 4. Pemanfaatan HHBK gamanan 1. Penataan areal kerja 2. Pembuatan jalur interpretasi 3. Inventarisai dan monitoring satwa 4. Pemasangan camera trap 5. Pembuatan tower pengamatan 1. Penataan areal kerja 2. Pembuatan demplot ITSP 3. Pemeliharaan demplot 4. Inventarisasi HHBK 5. Pemanfaatan HHBK 1. Penataan areal kerja 2. Pembuatan demplot ITSP 3. Pemeliharaan demplot 4. Inventarisasi HHBK
Lapo5. Ekowisata 6. KSDAE 17 Pengamatan satwaliar 3 1. Konservasi jenis 2. Kader konservasi 3. Perlindungan dan peng4. Ekowisata 18 Pengamatan satwaliar 4 1. Konservasi jenis 2. Kader konservasi 3. Perlindungan dan peng19 Camping ground 1. Bina Cinta Alam 2. Ekowisata 3. KTA 4. DAS 5. Kader konservasi 20 Pengembangan Ekowisata 1. Jasa lingkungan 2. Pemandu Wisata 3. Valuasi SDA 4. Pengenalan jenis flora 5. Kurpet 6. Bina Cinta Alam 21 Komplek sarana dan prasarana 1. Budidaya lebah madu 2. Penyuluhan 3. HHBK
oran Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 27 5. Pemanfaatan HHBK gamanan 1. Penataan areal kerja 2. Pemasangan camera trap 3. Patroli gabungan 4. Pembuatan canopy trail gamanan 1. Penataan areal kerja 2. Pemasangan camera trap 3. Patroli gabungan 4. Inventarisasi dan monitoring satwa 1. Penataan areal kerja 2. Pembuatan camping ground 3. Perawatan camping ground 4. Pembuatan toilet umum 5. Pengembangan ekowisata 6. Pembuatan playing ground fauna 1. Pembuatan fasilitas outbond 2. Pembuatan sarana ekowisata 3. Pembuatan papan interpretasi 4. Pembuatan papan informasi 5. Pemeliharaan fasilitas outbond dan sarana ekowisata 6. Pembuatan playing ground 7. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) 8. Pembuatan shelter 9. Pembuatan jalur interpretasi 10. Inventarisasi potensi wisata K 1. Pembuatan fasilitas outbond 2. Pembuatan tourism information centre 3. Pembuatan toilet umum 4. Pembuatan bangunan koleksi tanaman hias 5. Pembuatan bengkel kerja (workshop) 6. Pembangunan bak penampungan air bersih
Lapo22 Arboretum 1. KSDAE 2. Kebakaran Hutan 3. Konservasi jenis 4. Wisata Alam 5. Pengenalan jenis flora 6. Pengukuran Karbon 7. Lokasi praktek siswa si8. Lokasi praktek mahasi9. Pengguna lain 23 Pengembangan lebah madu 1. Budidaya lebah madu2. Penyuluhan 3. HHBK 24 Konservasi Tanah 1. KTA 2. Kebakaran hutan 3. RHL 25 Pengamatan satwaliar 2 1. Konservasi jenis 2. Kader konservasi 3. Perlindungan dan peng26 Pemanfaatan 2 1. Pemanenan kayu 2. HHBK 3. Pengelolaan hutan lest4. Ganis PHPL Produks i 6 Pemberdayaan masyarakat 1 1. Penyuluhan 2. HHBK 3. Perhutanan Sosial 4. Manajemen Konflik 5. KTH
oran Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 28 7. Renovasi sarana-prasarana 8. Revitalisasi jalan dan fauna swi SMKK iswa USU/USI 1. Penataan areal kerja 2. Pusat penyelamatan satwa 3. Pemeliharaan arboretum 4. Pembuatan demplot tanaman obat (simplisia) 1. Penataan areal kerja 2. Pemeliharaan demplot 1. Penataan areal kerja 2. Pemeliharaan demplot gamanan 1. Penataan areal kerja 2. Pemasangan camera trap 3. Patroli gabungan 4. Inventarisasi dan monitoring satwa 5. Pembuatan menara pengamatan tari 1. Penataan areal kerja 2. Inventarisasi HHBK 3. Pemanfaatan HHBK 4. Pembuatan demplot HHBK Pinus dan Aren 1. Penataan areal kerja 2. Pembentukan KTH 3. Pemberdayaan/pembinaan KTH 4. Inventarisasi HHBK 5. Pemanfaatan HHBK 6. Pemeliharaan HHBK 7. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) 8. Pembentukan kelompok Pemanfaatan Air
Lapo7 Pemberdayaan Masyarakat 2 1. Penyuluhan 2. HHBK 3. Perhutanan Sosial 4. Manajemen Konflik 5. KTH 8 Ekowisata 1 1. Jasa lingkungan 2. Pemandu Wisata 3. Valuasi SDA 4. Pengenalan jenis flora f5. Kurpet 6. Bina Cinta Alam 14 Resolusi konflik 2 1. Manajemen konflik 2. GIS 3. Perlindungan Pengam4. Penyuluhan 5. Kebakaran hutan
oran Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 29 9. Pembentukan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) 10. Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) 11. Patroli gabungan 12. Pembuatan papan interpretasi 13. Pembuatan papan informasi 1. Penataan areal kerja 2. Pembentukan KTH 3. Pemberdayaan/pembinaan KTH 4. Inventarisasi HHBK 5. Pemanfaatan HHBK 6. Pemeliharaan HHBK 7. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) 8. Pembentukan kelompok Pemanfaatan Air 9. Pembentukan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) 10. Pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) 11. Patroli gabungan 12. Pembuatan papan interpretasi 13. Pembuatan papan informasi fauna 1. Pembuatan fasilitas outbond 2. Pembuatan sarana ekowisata 3. Pembuatan papan interpretasi 4. Pembuatan papan informasi 5. Pemeliharaan fasilitas outbond dan sarana ekowisata 6. Pembuatan playing ground 7. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) 8. Pembuatan shelter 9. Pembuatan jalur interpretasi 10. Inventarisasi potensi wisata anan 1. Penataan areal kerja 2. Patroli gabungan 3. Penanaman bersama 4. Pembuatan papan interpretasi 5. Pembuatan papan informasi
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 30 Kegiatan Pelatihan yang diselenggarakan di KHDTK Hutan Pondok Buluh Tahun 2022 adalah 1) Pelatihan Pembuatan Pupuk Bokashi Pelatihan Pembuatan Pupuk Bokashi bertujuan untuk membekali peserta dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang kesuburan tanah dan pembuatan pupuk bokashi. Pelatihan pembuatan bokashi dilaksanakan di Workshop Bokashi KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. Peserta dari Pelatihan ini adalah kelompok tani hutan dan masyarakat Gambar 10. Pelaksanaan pelatihan pembuatan Pupuk Bokashi 2) Pelatihan GANIS PHPL Pengukuran Kayu Bulat Pelatihan GANISPHPL Pengujian Kayu Bulat dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi pelaksanaan tugas GANISPHPL Pengujian Kayu Bulat, yang akan menunjang keberhasilan pelaksanaan tata usaha hasil hutan melalui kegiatan pengukuran dan pengujian kayu bulat
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 31 Gambar 11. Pelaksanaan Pelatihan GANISPHPL Pengukuran Kayu Bulat b. Pemanfaatan untuk nondiklat 1) Pemanfaatan KHDTK untuk kegiatan penelitian dan peraktik lapang Pemanfaatan hutan diklat untuk kegiatan penelitian dapat dilaksanakan pada seluruh petak. Pengembangan hutan diklat untuk kegiatan penelitian tersebut terkait dengan penyediaan lokasi untuk kegiatan penelitian. Kegiatan penelitian diharapkan tidak hanya terbatas pada penelitian dasar namun termasuk pula kegiatan teknologi terapan. Sejalan dengan pengembangan hutan diklat, kegiatan penelitian yang dilaksanakan dapat benar-benar mendukung upaya pengelolaan kawasan. Sehingga diperlukan identifikasi dan penyusunan skala prioritas kebutuhan penelitian di dalam kawasan. Berdasarkan potensi yang ada di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, jenis penelitian yang dapat dilaksanakan antara lain adalah ekowisata, konservasi exsitu, konservasi tanaman, pemberdayaan masyarakat, potensi karbon dan lainnya. Hasil dari kegiatan penelitian di dalam kawasan ini akan dijadikan sebagai bahan referensi dan tambahan sumber data untuk pengelolaan KHDTK. pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kehutanan. Untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan hutan diklat untuk penelitian, kerjasama pemanfaatan dengan perguruan tinggi juga perlu dikembangkan agar kualitas dan kuantitas kegiatan penelitian di dalam hutan diklat dapat berjalan dengan baik dan optimal.
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 32 2) Pemanfaatan KHDTK untuk peningkatan Pendidikan Lingkungan Hidup Pendidikan lingkungan bagi seluruh lapisan masyarakat menjadi esensial peranannya dan perlu diupayakan terus-menerus. Jika memungkinkan, pendidikan lingkungan bagi masyarakat ini dilakukan sejak usia dini sehingga kesadaran pentingnya pengelolaan lingkungan yang baik sudah menjadi bagian dari hidup generasi bangsa ini. Pendidikan lingkungan bagi masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai wadah. Upaya untuk menjadikan pendidikan lingkungan sebagai muatan lokal pada program pendidikan dasar dan menengah adalah suatu hal yang penting untuk dilakukan. Dengan demikian, maka upaya tersebut dilaksanakan oleh pengelola kawasan melainkan juga menjadi bagian yang terintegrasi di dunia pendidikan. Untuk itulah diperlukan upaya pembentukan kader-kader tersebut serta pembinaan kalangan generasi muda dan pecinta alam yang berada di sekolahsekolah sekitar kawasan. Kaderkader pecinta lingkungan akan turut menyuarakan pentingnya lingkungan secara mandiri. Beberapa kegiatan yang akan dikembangkan dalam mencapai sasaran pengembangan pendidikan lingkungan antara lain (1) melibatkan dharma wanita dalam pendidikan lingkungan (2) membangun kerjasama dengan berbagai pihak dalam pengembangan pendidikan lingkungan (6) pembuatan materi pendidikan lingkungan dalam bentuk booklet (7) pengembangan sarana prasarana (8) melakukan publikasi dan promosi. 3) Pemanfaatan KHDTK untuk Kegiatan Penyuluhan Hutan Diklat Pondok Buluh dapat dipergunakan sebagai sarana penyuluhan. Ketersediaan model, demplot dan lokasi praktek merupakan media penyuluhan yang efektip dan efisien. Disamping itu, keberadaan masyarakat yang berada disekitar hutan diklat merupakan media yang efektip sebagai sumber belajar untuk sarana penyuluhan kehutanan. Pemanfaatan hutan diklat sebagai sarana penyuluhan diarahkan untuk menyiapkan hutan diklat tersebut serbagai show windows pengelolaan hutan dan masyarakat sekitar hutan.
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 33 Kegiatan yang telah dilaksanakan untuk pemanfaatan hutan diklat sebagai sarana penyuluhan antara lain adalah : penyiapan program, penyiapan Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 62 sarana penyuluhan, menyiapkan media penyuluhan serta memfasilitasi kegiatan penyuluhan. c. Pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu Hasil hutan bukan kayu (hhbk) yang sering dimanfaatkan berada di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh antara lain aren, bambu, dan rotan. Pemungutan hasil hutan bukan kayu di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh diimanfaatkan oleh masyarakat bukan untuk diperjual belikan. Pemungutan hhbk dianjurkan tidak merusak lingkungan dan tidak mengurangi fungsi pokok hutan baik itu pengambilan hasil hutan kayu dari hutan alam maupun tanaman. d. Pemanfaatan Jasa Lingkungan Jasa lingkungan hutan berperan sebagai provisioning (penyediaan), regulating (regulasi iklim, air, dan tanah), cultural (pendidikan dan rekreasi), maupun supporting (produksi primer dan siklus hara) dapat dimanfaatkan secara ekonomi, tentunya dengan pengelolaan secara berkelanjutan. Potensi jasa lingkungan di KHDK Hutan Diklat Pondok Buluh meliputi : Pemanfaatan sumber air untuk kebutuhan masyarakat Desa sekitar KHDK Hutan Diklat Pondok Buluh Wisata alam, wisata minat khusus birdwatching dan wisata pendidikan 6. Pemberdayaan Masyarakat sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.89/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 Tentang Pedoman Kelompok Tani Hutan, KTH adalah kumpulan petani atau perorangan warga negara Indonesia beserta keluarganya yang mengelola usaha di bidang kehutanan di dalam dan di luar kawasan hutan yang meliputi usaha hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan baik di hilir maupun di hulu. Peningkatan jumlah kelompok tani harus diikuti dengan peningkatan kualitas dari anggotanya sehingga kelompok tani mampu
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 34 mandiri dalam melakukan kegiatan kelompok seperti menentukan jenis komoditas yang diusahakan, menentukan pasar, menentukan mitra usaha, menentukan harga komoditas dan sebagainya. Dalam hal itu peran Balai Diklat Diklat LHK Pematangsiantar selaku Pembina KTH sangat diperlukan. Balai Diklat LHK Pematangsiantar selaku pengelola KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki fungsi dan tugas untuk menjaga kelestarian kawasan dari perambahan dan sekaligus juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pembinaan masyarakat. Untuk meningkatkan peranan masyarakat sekitar hutan telah dilakukan upaya-upaya pembinaan masyarakat atau Kelompok Tani Hutan (KTH) melalui berbagai kegiatan. Bentuk kegiatan pembinaan yang dilakukan Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Pematangsiantar adalah kelola kawasan, kelola kelembagaan dan kelola usahabagi KTH. Pembinaan kelompok tani merupakan upaya untuk mensejahterakan masyarakat di sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. Selain itu kegiatan ini juga dapat dijadikan alternatif usaha untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Terdapat 2 (dua) Kelompok Tani Hutan yang berada di sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh yaitu : a. KTH Monang Lestari Deskripsi KTH Alamat : Jl. Lintas Prapat, Desa Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kab. Simalungun, Sumatera Utara Kelas KTH : Pemula Tanggal Terbentuk : Tanggal 18 Juni 2020 dengan No SK : No. 410/24/DP/2020 Registrasi KTH : Jumlah Anggota : 21 Orang Usaha KTH : Agroforestri
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 35 b. KTH Damar Lestari Berbagai kegiatan yang dilaksanakan terkait kelompok tani hutan binaan Balai Pelatihan LHK Pematangsiantar : a. Kegiatan Penyuluhan Kehutanan Berbagai metode penyuluhan dikenal oleh penyuluh kehutanan dalam upaya mempercepat proses penyampaian informasi teknologi dan pemasaran hasil bidang kehutanan. Salah satu metode yang digunakan adalah anjangsana dimana sistem penyuluhan ini penyuluh melakukan kunjungan secara individu pada kelompok tani hutan. Kegiatan anjangsana merupakan kunjungan yang dilakukan oleh penyuluh kehutanan ke rumah /tempat usaha petani dengan tujuan menumbuhkan kepercayaaan diri petani dan keluarganya. Anjangsana ini juga sangat bermanfaat untuk penyampaian kepada anggota kth tentang program pemerintah dikaitkan dengan kebutuhan dan permasalahan kth sehingga nantinya terjadi sinergitas kegiatan yang benar-benar terencana dan terukur. Deskripsi KTH Alamat : Jl. Siatasan, Desa Siatasan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kab. Simalungun, Sumatera Utara Kelas KTH : Pemula Tanggal Terbentuk : Dibentuk Tanggal 9 Juli 2020 dengan No SK :No. 141/325/STN/2020 Registrasi KTH : Jumlah Anggota : 25 Orang Usaha KTH : Agroforestri
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 36 Selain anjangsana dilakukan konsultasi pemecahan masalah kepada kelompok sasaran. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari solusi dari maslah yang dihadapi kelompok. Gambar 12. Kegiatan Penyuluhan kepada KTH sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh b. Kegiatan Kelola Kelembagaan KTH Hasil dari diskusi ini menyatakan bahwa kegiatan pembinaan yang akan diberikan kepada anggota KTH adalah kelola kelembagaan terkait adminstrasi kelompok. Kelembagaan merupakan suatu struktur aturan yang berlaku dalam kelompok yang disepakati oleh anggota sebagai sesuatu yang harus diikuti demi terwujudnya tujuan kelompok tersebut. Kelembagaan memberikan pengaruh tingkat kepatuhan anggota dalam menjalankan aturan. Dengan kelola kelembagaan yang baik maka akan lebih mudah dalam melihat perkembangan dari kelompok tersebut. Prinsip dari adminstrasi kelompok adalah • Sistematis, buku disi menurut cara-cara tertentu sesuai dengan jenis bukunya • Kronologis, buku diisi sesuai dengan urutan terjadinya transaksi • Informatif, yaitu dapat dipahami/dimengerti oleh semua pihak yang berkepentingan • Accountable, yaitu buku diisi memenuhi kaidah-kaidah atau ketentuan akuntansi, antara lain : dapat dihitung, dapat dievaluasi dan dapat dipertanggungjawabkan
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 37 • Auditable, yaitu catatan keuangan dapat diperiksa dengan mudah Administrasi kelompok dapat dituangkan dalam bentuk buku administrasi. Berikut adalah beberapa buku adminstrasi yang harus dimiliki oleh kelompok yaitu : Buku Induk Anggota Buku Kegiatan Kelompok Buku Tamu Buku Notulen Rapat Buku Tabungan Buku Agenda Surat Masuk dan SuratKeluar Buku kas Buku inventaris Buku Pengurus Buku Daftar Hadir Gambar 13. Kegiatan kelola kelembagaan bagi KTH di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh c. Kegiatan kelola Usaha KTH Balai Diklat LHK Pematangsiantar selaku Pembina KTH, melaksanakan pembinaan KTH dengan tujuan mewujudkan KTH yang produktif, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan yang berdasarkan Permenlhk Nomor P.89/Menlhk/Setjen/KUM.1/8/2018. Kegiatan pembinaan KTH yang dilakukan oleh instansi pembina KTH yaitu : a. penyusunan dan pengelolaan database KTH; b. peningkatan kapasitas sumber daya manusia KTH; c. fasilitasi pengembangan usaha, akses informasi, teknologi, pasar dan permodalan; d.
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 38 pemantauan perkembangan KTH; dan/atau e. kegiatan teknis pembangunan kehutanan. Gambar 14. Kegiatan Launching Pupuk Bokashi yang dilaksankan di Workshop Bokashi KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Salah satu bentuk pengembangan usaha bagi KTH binaan adalah pembuatan pupuk bokashi. Kegiatan yang dilakukan dalam mendukung itu adalah hdengan memberikan bimbingan teknis atau pelatihan terkait pembuatan pupuk bokashi. Pupuk bokashi adalah pupuk organik yang dihasilkan dari fermentasi bahan-bahan organik semisal kompos dan pupuk kandang dengan memanfaatkan bantuan mikroorganisme pengurai seperti mikroba atau jamur fermentasi. Hasilnya ialah berupa pupuk padat dalam kondisi sudah terurai sehingga mengandung lebih banyak unsur hara baik makro maupun mikro yang siap untuk segera diserap akar tanaman. Rata-rata kandungan pupuk bokashi sudah mencakup unsur hara makro : N, P, K, Mg, S, Ca dan unsur hara mikro : Zn, B, Fe, Cu, Mn, Mo dan Cl. Hal ini akan semakin lengkap jika ditambahkan penggunaan pupuk organik cair. Tujuan pembuatan pupuk bokashi selain dapat dimanfaatakan secara langsung bagi anggota KTH juga dapat membantu menambah penghasilan bagi para anggota. d. Kegiatan Agroforestri di Demplot MPTS Kegiatan agroforestri adalah salah satu sistem penggunaan lahan yang memadupadankan pohon dengan jenis tanaman lain. Agroforestri telah dijadikan sebagai sumber penghidupan bagi petani yang berada di sekitar hutan. Jenis
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 39 kegiatan yang dapat dilakukan dalam bidang kehutanan adalah kegiatan penanaman tanaman penambah imunitas tubuh (empon-empon) di kawasan hutan. Pola budidaya yang digunakan dalam kegiatan penanaman adalah tumpangsari dengan memadukan tanaman empon empon dan MPTS. Jenis tanaman rimpang yang ditanam adalah jahe, kunyit, sereh dan lengkuas. Pada kegiatan ini sudah dilaksanakan pemanenan tanaman sereh yang ditanam selama 6 bulan di dalam kawasan. Pemanenan ini dilakukan bersama KTH Monang Lestari. Gambar 15. Kegiatan agroforestry bersama KTH Monang Lestari C. PELAPORAN PENGELOLAAN KHDTK Laporan merupakan salah dokumen untuk mengetahui pencapaian program dan kegiatan. Metode pelaporan dalam Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh sesuai P15/Menlhk/KUM.1/2015 Tentang Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus, dilakukan sebagai berikut: 1. Pelaporan dilaksanakan secara berkala yaitu setiap satu tahun sekali 2. Pelaporan dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, maksudnya penyampaian pelaporan dari pengelola sampai kepada Menteri dengan tembusan kepada Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, untuk KHDTK Diklat Kehutanan 3. Isi laporan pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh disesuaikan dengan fakta di lapangan dan standar kriteria pengelolaan.
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 40 D. SARANA DAN PRASARANA PENDUKUNG 1. Fasilitas yang berada di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Dalam KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh terdapat sarana dan prasarana yang dapat digunakan selama kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik kegiatan di kelas maupun di lapangan serta fasilitas pendukung lainnya, antara lain : Gedung Kantor 1 unit, Asrama dengan kapasitas 60 Orang, dilengkapi dengan Dapur, Ruang Makan, Musholla, Gazebo dan sarana Olah Raga, Ruang Kelas 2 unit @ Kapasitas 30 Orang, Model Petak Percontohan/Demplot yang berhubungan dengan Penyelenggaraan Diklat (Demplot Persemaian, Demplot Arboretum, Demplot Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), Demplot Pengawetan Tanah, Demplot Agroforestry, Camping Ground, Jalur Interpretasi dan Tracking, dan Fasilitas Outbond. Dalam asrama tersebut telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas, seperti tempat tidur, almari, meja belajar dan kamar mandi dalam. Selain itu, di sekitar ruang asrama tersebut juga dilengkapi dengan ruang dapur dan ruang makan, serta ada juga fasilitas olahraga. Guna menunjang kegiatan pembelajaran, di sekitar ruang asrama juga di sekitar ruang asrama juga terdapat ruang kelas dan kantor sehingga setiap kegiatan diklat yang dilaksanakan di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dapat berjalan optimal. Ruang makan Ruang Kelas Gedung asrama
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 41 Flying fox Gazebo Papan interpretasi Bangunan Workshop Demplot arboretum Taman KHDTK Demplot MPTS Demplot persemaian Camping ground Gambar 16. Sarana dan prasana di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh 2. Pengembangan Fasilitas KHDTK Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dibiayai dari dana rutin APBN. Untuk mendukung pembiayaan yang efektip dan efisien telah disusun rencana pembangunan sarana prasarana di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. Pengembangan fasilitas ini bertujuan untuk mendukung kegiatan yan berada di KHDTK. Berikut merupakan pengembangan fasilitas yang dilakukan selama Tahun 2022:
Laporan Pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Tahun 2022 42 a. Renovasi bangunan workshop terpadu (workshop pengukuran kayu bulat dan workshop pupuk bokashi Gambar 17. Bangunan workshop terpadu di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh b. Renovasi Bangunan Kantor Gambar 18. Bangunan kantor di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh c. Perbaikan area parkir KHDTK Gambar 19. Perbaikan area parkir asrama