LAPORAN 2023 PEMBINAAN KELOMPOK TANI HUTAN DAMAR LESTARI DI KHDTK HUTAN DIKLAT PONDOK BULUH BALAI PELATIHAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PEMATANGSIANTAR
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari i KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena Rahmat dan Karunia-Nya Laporan Pembinaan Kelompok Tani Hutan di sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dapat terselesaikan dengan baik. Laporan ini dibuat dalam rangka memberikan informasi terkait dengan kegiatan pembinaan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang dilakukan di sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. Laporan ini masih memiliki banyak kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan dari semua pihak yang terkait. Pematangsiantar, Agustus 2023 Kepala Balai, Erfan Noor Yulian, S.Hut., M.Si NIP. 19761225 199603 1 001
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari ii DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ...............................................................................i DAFTAR ISI ......................................................................................... ii DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... iii I. PENDAHULUAN ...............................................................................1 A. Latar Belakang ......................................................................1 B. Dasar Hukum ........................................................................2 C. Maksud dan Tujuan ...............................................................4 II. PELAKSANAAN ..............................................................................5 A. Waktu dan Lokasi ..................................................................5 B. Pelaksanaan Kegiatan ............................................................4 C. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan ............................................. 4 D. Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan ......................................... 5 III. HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN .............................................. 8 IV. PENUTUP.....................................................................................16 LAMPIRAN
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari iii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Dokumentasi Kegiatan Lampiran 2. Keputusan Kepala Balai LHK Pematangsiantar Nomor: SK. 18 /BDLHK3/SED/DIK.3/5/2023 Tanggal 15 Mei 2023 Tentang Kegiatan Kegiatan Pembinaan Kelompok Tani Hutan Damar Lestari di Desa Dolok ParDamaran Lampiran 3. Absensi Pembinaan Kelompok Tani Hutan
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengelola KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh mengemban peran utama dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia lingkungan hidup dan kehutanan. Namun demikian dalam pengelolaannya tidak terlepas dari peran dan kepentingan para pihak (stakeholders). Salah satu stakeholder yang berperan dalam pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh adalah Kelompok Tani Hutan. Kelompok tani hutan (KTH) sebagai bagian dari masyarakat, selain sebagai sasaran utama penyuluhan kehutanan saat ini menjadi pelaku utama pembangunan kehutanan. Menurut Peraturan Menteri Kehutanan Nomor. P.57/MenhutII/2014 tentang Pedoman Pembinaan Kelompok Tani Hutan, KTH adalah kumpulan petani atau perorangan warga negara Indonesia beserta keluarganya yang mengelola usaha di bidang kehutanan di dalam dan di luar kawasan hutan yang meliputi usaha hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan baik di hilir maupun di hulu. Balai Pelatihan LHK Pematangsiantar selaku pengelola KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh memiliki fungsi dan tugas untuk menjaga kelestarian kawasan dari perambahan dan sekaligus juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pembinaan masyarakat. Untuk meningkatkan peranan masyarakat sekitar hutan telah dilakukan upaya-upaya pembinaan masyarakat atau Kelompok Tani Hutan (KTH) melalui berbagai kegiatan. Pelibatan KTH dalam pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh merupakan satu strategi penting dan mendesak mengingat masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap kawasan hutan. Salah satu bentuk pelibatan masyarakat dalam pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh adalah kegiatan pembinaan masyarakat. Dalam kegiatan ini masyarakat dibangun untuk berinisiatif berpartisipasi dalam pemanfaatan sunberdaya secara lestari.
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 2 Pembinaan KTH merujuk kepada Peraturan Menteri LHK Nomor P.89/Menlhk/Setjen/KUM.1/8/2018 yang bertujuan untuk mewujudkan KTH yang produktif, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. Pembinaan kelompok tani hutan adalah proses pengembangan dan pemberdayaan kelompok-kelompok petani yang berkecimpung dalam kegiatan pertanian di hutan atau dengan menggunakan sumber daya hutan. Kelompok tani hutan umumnya terdiri dari petani, masyarakat lokal, atau komunitas yang bekerja sama dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya hutan secara berkelanjutan. Pembinaan KTH dapat dilaksanakan oleh penyuluh Kehutanan/pendamping dan Instansi pembina KTH. Pembinaan yang dapat dilakukan oleh instansi KTH adalah penyusunan dan pengelolaan database KTH; peningkatan kapasitas sumber daya manusia KTH; fasilitasi pengembangan usaha, akses informasi, teknologi, pasar dan permodalan; pemantauan perkembangan KTH; dan/atau kegiatan teknis pembangunan kehutanan. Bentuk kegiatan pembinaan yang dilakukan Balai Pelatihan Lingkungan Hidup dan Pematangsiantar adalah pemanfaatan komoditas kolang kaling menjadi produk kemasan. Melalui pembinaan, kelompok tani diarahkan untuk mengembangkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya jual tinggi dan mencakup produk-produk kayu berkualitas. B. Dasar Hukum 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja; 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Kehutanan; 4. Peraturan Menteri Kehutanan RI. Nomor: P.20/Menhut-II/2004 tanggal 15 Desember 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan;
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 3 5. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Nomor : P.18/MenLHK-II/2021 tanggal 1 April 2021 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; 6. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.16/Menhut/Setjen/OTL.0/1/2016 tanggal 10 Februari 2016 Tentang Perubahan Organisasi dan Tata Kerja Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan; 7. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.23/Menhut-II/2013 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.35/MenhutII/2012 Tentang Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Penyuluh Kehutanan; 8. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.23/MenLHK-II/2015 Tentang Formasi Jabatan Fungsional Kehutanan; 9. Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.89/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 Tentang Pedoman Kelompok Tani Hutan; 10.Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SK.1030/Menhut-VII/KUH/2015 Tanggal 20 April 2015 Tentang Penetapan Kawasan Hutan Produksi Tetap dan Kawasan Hutan Lindung Sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Diklat Pondok Buluh; 11.Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Nomor: P.1/SETJEN/ROKEU/KEU.1/10/2021 Tentang Pedoman Harga Satuan Pokok Kegiatan Tahun Anggaran 2022 Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; 12.Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Balai Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pematangsiantar Tahun Anggaran 2023 oleh Kementerian Keuangan Nomor: DIPA-029.08.2.237640/2023 tanggal 30 November 2022.
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 4 C. Maksud dan Tujuan Maksud penyusunan Laporan Kegiatan Pembinaan Kelompok Tani di sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh adalah upaya untuk melaksanakan program pemerintah dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan. Tujuan pembinaan KTH sekitar KHDTK Hutan Pondok Buluh adalah bertujuan untuk mewujudkan KTH yang produktif, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 5 II. PELAKSANAAN A. Dasar Pelaksanaan Dasar pelaksanaan kegiatan pembinaan KTH yaitu : 1. Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.89/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 Tentang Pedoman Kelompok Tani Hutan 2. Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Balai Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pematangsiantar Tahun Anggaran 2023 oleh Kementerian Keuangan Nomor: DIPA-029.08.2.237640/2023 tanggal 30 November 2022 3. Keputusan Kepala Balai LHK Pematangsiantar Nomor: SK. 18 /BDLHK3/SED/DIK.3/5/2023 Tanggal 15 Mei 2023 Tentang Kegiatan Kegiatan Pembinaan Kelompok Tani Hutan Damar Lestari di Desa Dolok ParDamaran B. Waktu dan Lokasi Jadwal Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari di KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Waktu dan Lokasi Kegiatan Pembinaan Kelompok Tani Hutan No Hari/Tanggal Waktu Lokasi Kabupaten Provinsi 1 Rabu, 9 Agustus 2023 Pukul 09.00 WIB s.d selesai KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh Simalungun Sumetera Utara C. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Pembinaan didahului dengan persiapan/perencanaan, coaching, dan pelaksanaan. Secara lengkap tahapan tersebut sebagaimana tercantum pada Tabel 2.
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 6 Tabel 2. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan No Kegiatan Penanggung jawab dari Pihak terkait Waktu Keterangan 1 Konsultasi pemecahan masalah kepada KTH Penyuluh Juli 2023 Melakukan komunikasi dan diskusi dengan KTH Damar Lestari terkait pembinaan yang akan dilaksanakan 2 Penyusunan SK Pelaksanaan Penyuluh KSSED Kepala Balai JuliAgustus 2023 Penyusunan payung hukum pelaksanaan kegiatan 3 Koordinasi kepada Pemerintah Desa Dolok ParDamaran dan Siatasan Penyuluh Kehutanan JuliAgustus 2023 Koordinasi terkait kegiatan pembinaan KTH yang akan dilaksanakan. 4 Coaching persiapan 1. KSSED 2. Penyuluh Kehutanan 3. Pembicara Agustus 2023 Pengarahan terkait jenis kegiatan yang dilaksanakan 5 Persiapan sarana dan prasarana Tim KHDTK Penyuluh Kehutanan Agustus 2023 Mempersiapkan segala kebutuhan terkait pelaksanaan kegiatan pembinaan 6 Pelaksanaan kegiatan 1. Tim Pelaksana 2. KTH Agustus 2023 1. Menjelaskan tujuan kegiatan pembinaan KTH di Desa Dolok ParDamaran 2. Memberikan informasi terkait pengamanan kawasan hutan 7 Pembuatan Laporan Penyuluh Kehutanan Agustus 2023 Membuat laporan kegiatan pembinaan yang dilaksanakan D. Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Tim pelaksana kegiatan pembinaan masyarakat sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh adalah pegawai BPLHK Pematangsiantar. Nama dan jabatan tim pelaksana sebagaimana tercantum pada Tabel 3.
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 7 Tabel 3. Tim Pelaksana Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari No. Jabatan dalam Tim Nama 1. Pengarah Erfan Noor Yulian, S.Hut., M.Si 2. Penanggungjawab Juto Kasudungan Malau, S.Hut.,M.Sc 3. Ketua tim Nazmi Khairina Nur, S.Hut 4. Sekretaris Ronji Tambunan, SH., S.Hut., M.Si 5. Anggota Franki Sinaga
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 8 III. HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN Pembinaan kelompok tani hutan merupakan proses pengembangan dan pemberdayaan kelompok petani yang berkecimpung dalam kegiatan kehutanan. Kelompok tani hutan umumnya terdiri dari petani, masyarakat lokal, atau komunitas yang bekerja sama dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan. Pembinaan kelompok tani hutan melibatkan beberapa langkah, diantaranya: Pendidikan dan Pelatihan: Proses pembinaan dimulai dengan pendidikan dan pelatihan kepada anggota kelompok tani hutan. Pelatihan ini mencakup pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik bertani di hutan, pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan, praktik-praktik pertanian organik, pemasaran produk, dan keterampilan manajemen kelompok. Pemasaran dan Pengembangan Usaha: Pembinaan juga melibatkan pendampingan dalam pemasaran produk pertanian kelompok tani hutan. Ini termasuk membantu dalam identifikasi pasar potensial, peningkatan kualitas produk, pengembangan merek atau label, dan peningkatan akses ke pasar. Dukungan dalam pengembangan usaha juga diberikan, seperti pengelolaan keuangan, perencanaan bisnis, dan pengembangan keterampilan wirausaha. Upaya pembinaan dimulai dengan sosialisasi tentang keberadaan kawasan, kebijakan pengelolaan dan pemanfaatannya serta hal-hal lain yang terkait dengan kawasan. Sosialisasi penting dilakukan agar terjalin kesepahaman di antara para pihak tentang pengelolaan kawasan. Dengan kesepahaman yang telah terbangun, maka pengelolaan kawasan dan wilayah di sekitarnya dapat tersinskronisasi dengan baik. Kegiatan pembinaan KTH dimulai dengan kegiatan diskusi ke KTH Damar Lestari terkait kegiatan pembinaan yang dilakukan. Kegiatan diskusi ini penting dilakukan agar terjalin komunikasi dan kesepahaman di antara para pihak tentang kegiatan yang akan dilakukan. Dengan kesepahaman yang telah terbangun, maka kegiatan pembinaan dapat tersinskronisasi dengan baik.
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 9 Hasil dari diskusi ini menyatakan bahwa kegiatan pembinaan yang akan diberikan kepada anggota KTH adalah pemanfaatan buah aren/kolang kaling menjadi produk kemasan. Aren merupakan salah satu komiditas yang dihasilkan oleh Desa Siatasan. KTH Damar Lestari pada umumnya bekerja sebagai petani dan peragat aren. Aren (Arenga pinnata Merr) termasuk suku Arecaceae (pinangpinangan), merupakan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) yaitu biji buahnya terbungkus daging buah. Buah aren berbentuk bulat, berdiameter 4 - 5 cm, di dalamnya berisi biji 3 buah, masing-masing berbentuk seperti satu siung bawang putih. Bagian-bagian dari buah aren terdiri dari: 1. Kulit luar, halus berwarna hijau pada waktu masih muda, dan menjadi kuning setelah tua (masak). 2. Daging buah, berwarna putih kekuning-kuningan. 3. Kulit biji, berwarna kuning dan tipis pada waktu masih muda, dan berwarna hitam yang keras setelah buah masak. 4. Endosperm, berbentuk lonjong agak pipih berwarna putih agak bening dan lunak pada waktu buah masih muda; dan berwarna putih, padat atau agak keras pada waktu buah sudah masak. Buah aren biasa disebut dengan kolang kaling. Kolang kaling banyak dimanfaatkan untuk pembuatan minuman dan makanan seperti kolak, minuman ronde, es krim, selai, dan yang sering dijual belikan yaitu manisan kolang kaling. Adapun cara pembuatan kolang kaling dari tanaman aren itu dapat dijelaskan berikut: Buah aren yang masih berada pada pohon aren dipilih tandan yang masih setengah masak (tak terlalu muda dan belum tua), yang ditandai dengan warna kulit buah yang masih hijau segar. Tandan tersebut diambil dengan dengan cara memanjat pohon menggunakan tangga bambu dan memotong tangkai tandan atau tongkolnya menggunakan sabit atau parang yang tajam. Karena satu tandan buah aren itu cukup berat, maka setelah tangkai tandannya dipotong kemudian tandan yang berisi banyak buah aren itu langsung jatuh ke tanah.
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 10 Gambar 1. Pengambilan tandan kolang kaling Buah-buah aren kemudian dilepas satu per satu dari untaiannya dan dimasukkan dalam bakul atau karung goni untuk dibawa ke tempat pembuatan kolang kaling. Gambar 2. Kolang kaling yang akan dikupas Untuk memperoleh buah kolang kaling dapat dilakukan dengan merebus buah aren. Terlebih dulu disiapkan belanga (kuali), atau jika buah aren yang akan dibuat kolang kaling itu jumlahnya banyak dapat digunakan belanga dari potongan drum bekas. Isilah belanga tersebut dengan air secukupnya,
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 11 sehingga seluruh atau sebagian buah aren yang akan dibuat kolang kaling itu dapat terendam seluruhnya dalam air. Belanga berisi air dan buah aren itu kemudian diletakkan di atas tungku perapian untuk direbus. Perebusan dilakukan sampai airnya mendidih selama 1 - 2 jam. Selesai direbus, belanga diangkat dari tungku perapian dan ditaruh pada suatu tempat (lantai atau tanah) dan dibiarkan sehingga airnya dingin. Ambil satu per satu buah aren yang sudah direbus itu untuk diambil bijinya. Pengambilan biji dapat dilakukan dengan mengiris atau membelah daging buah aren dengan pisau tajam secara hati-hati agar biji aren tidak teriris (terluka) oleh pisau. Kemudian lepaskan kulit biji yang tipis dan berwarna kuning itu sehingga tinggal biji aren yang berwarna putih agak bening. Setelah biji aren tanpa kulitbiji itu terkumpul, kemudian dicuci dengan air bersih sehingga biji-biji aren menjadi bersih. Belanga berisi air larutan kapur disiapkan dan merendam biji-biji aren yang sudah bersih itu dalam larutan kapur selama 2 - 3 hari. Air kapur ini berfungsi mengendapkan segala kotoran dan dapat lebih mengkenyalkan biji-biji buah aren. Selesai perendaman ini, tampaklah biji-biji aren yang terapung berwarna putih bersih agak bening yang disebut dengan kolang kaling. Kolang kaling dikumpulkan dan siap dijual di pasaran. Gambar 3. Pengambilan biji kolang kaling
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 12 Kegiatan ini merupakan wujud dari tujuan KTH yaitu kelola usaha KTH. Kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh BPLHK Pematangsiantar kepada KTH Damar Lestari dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Sambutan dari Kepala Seksi Sarana dan Evaluasi Pelatihan Kegiatan ini diawali dengan sambutan Kepala Balai BPLHK Pematangsiantar yang diwakilkan oleh Kepala Seksi Sarana dan Evaluasi Pelatihan. Kata sambutan berisi beberapa arahan terkait keberadaan KHDTK kepada masyarakat. Arahan yang disampaikan berisi tujuan pembinaan KTH dan peran Balai Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pematangsiantar dalam pembinaan KTH yang berada di sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh. Pembinaaan KTH memiliki tujuan untuk mengajak KTH untuk berpertisipasi dalam menjaga kelestarian kawasan. Gambar 1. Sambutan dan pembukaan oleh Kepala Seksi Sarana dan Evaluasi Pelatihan
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 13 Gambar 2. KTH Damar Lestari yang mengikuti kegiatan pembinaan KTH Balai Pelatihan LHK Pematangsiantar selaku Pembina KTH, melaksanakan pembinaan KTH dengan tujuan mewujudkan KTH yang produktif, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan yang berdasarkan Permenlhk Nomor P.89/Menlhk/Setjen/KUM.1/8/2018. Kegiatan pembinaan KTH yang dilakukan oleh instansi pembina KTH yaitu : a. Penyusunan dan pengelolaan database KTH; b. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia KTH; c. Fasilitasi pengembangan usaha, akses informasi, teknologi, pasar dan permodalan; d. Pemantauan perkembangan KTH; dan/atau e. Kegiatan teknis pembangunan kehutanan.
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 14 2. Pemberian Materi dari Widyaiswara BDLHK Pematangsiantar terkait Pengolahan Kolang Kaling Widyaiswara memberikan Gambar 3. Pemberian materi oleh widyaiswara BPLHK Pematangsiantar Kolang-kaling merupakan biji muda dari buah pohon aren yang sering dijadikan bahan campuran olahan minuman dan makanan manis. Kolang kaling menjadi menu yang populer selama Ramadhan. Kolangkaling dikenal dengan bentuknya yang lonjong pipih berwarna putih. Kolang kaling dapat diperoleh dari buah aren yang masih setengah masak. Biasanya warna kulit buahnya masih hijau segar. Buah ini kemudian dipisahkan dari batangnya satu persatu kemudian dimasukkan ke dalam wadah. Manfaat kolang kaling bagi kesehatan tubuh antara lain: Melancarkan pencernaan Sebagai salah satu makanan tinggi serat, kolang-kaling bermanfaat baik untuk menyehatkan saluran pencernaan. Hal ini karena serat di dalam kolang-kaling mampu melancarkan buang air besar dan mencegah terjadinya konstipasi. Mengendalikan kadar gula darah Manfaat kandungan serat di dalam kolang kaling selanjutnya adalah menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hal ini didukung oleh penelitian
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 15 yang menunjukkan bahwa serat kolang-kaling memiliki senyawa polisakarida galactomannan yang mampu menurunkan kadar gula darah dan mencegah terjadinya diabetes. Memelihara kesehatan jantung Selain menjaga kadar gula darah tetap stabil, senyawa polisakarida galactomannan di dalam kolang-kaling juga dapat menurunkan tekanan darah sekaligus mengurangi kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Meredakan nyeri sendi Beberapa penelitian membuktikan bahwa kolang-kaling mengandung beberapa macam zat antiradang yang mampu meredakan nyeri sendi, salah satunya yang disebabkan oleh osteoarthritis. Bahkan, manfaat kolang-kaling yang satu ini diduga sama efektifnya dengan obat pereda nyeri sendi. Mencegah dehidrasi Kolang-kaling merupakan salah satu jenis makanan dengan kandungan air tinggi, yaitu sekitar 94%. Kandungan air ini membuat kolang-kaling baik dikonsumsi untuk memenuhi asupan cairan tubuh dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dalam pembinaan KTH, praktek pembuatan produk kolang kaling yang dilakukan adalah membuat manisan kolang kaling kemasan. Tahapan dari pembuatan manisan kolang kaling adalah : a. Cuci bersih buah kolang-kaling, lalu rendam dengan air beras hingga tenggelam selama 24 jam/semalaman (minimal 1 jam), buang matanya. b. Buang rendaman air beras lalu cuci hingga bersih, tiriskan c. Siapkan panci berisi air, masukkan daun jeruk, pandan, garam, rebus air hingga mendidih, lalu masukkan kolang kaling, rebus hingga kolang kaling empuk (tes dengan garpu) d. Tiriskan kolang kaling, hingga airnya habis
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 16 e. Siapkan wadah, masukan kolang kaling masukan gula pasir, tuang sirup, tuang air 600 ml air, masak sampai mengental dan meresap, sambil diaduk aduk. f. Matikan api, biarkan panasnya menguap g. Tuang kolang kaling pada suatu wadah tertutup h. Kemudian simpan dalam kulkas. Gambar 4. Praktek pembuatan kolang kaling kemasan Gambar 5. Produk kolang kaling kemasan
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 17 IV. PENUTUP Pembinaan KTH di sekitar kawasan hutan pada dasarnya merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia dan kerjasama antar anggota KTH di sekitar kawasan serta upaya pencegahan dari kerusakan kawasan hutan. Dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan sehingga merasa memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan sekitar Pembinaan kelompok tani hutan dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan hasil hutan nonkayu secara produktif. Hal ini mencakup pengembangan usaha produk olahan kemasan yang dapat memberikan sumber pendapatan tambahan bagi anggota kelompok. Kegiatan pembinaan KTH di sekitar KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan ke depannya sehingga mampu memberikan kontribusi positif terhadap keberlangsungan pengelolaan KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, selain itu dapat meningkatkan kemandirian dan kapasitas dari kelompok tani.
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 18 LAMPIRAN
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 19 Lampiran 1. Dokumentasi Kegiatan Gambar 1. Konsultasi pemecahan masalah kepada KTH Damar Lestari Gambar 2. Pemberian materi dari widyaiswara BPLHK Pematangsiantar Gambar 3. Praktek pembuatan kolang kaling oleh KTH Damar Lestari
Kegiatan Pembinaan KTH Damar Lestari 20 Gambar 4. Pengemasan produk kolang kaling Gambar 5. Foto bersama dalam kegiatan pembinaan KTH Damar Lestari