Unsur penting suksesnya pelaksanaan konstruksi bangunan, apakah itu beton atau baja adalah pemilihan metode konstruksi yang tepat. Untuk itu sistem perancah mengambil peran penting, bahkan menentukan. Sistem perancah yang dipilih umumnya jadi kewajiban dan hak kontraktor, yang dianggapnya sebagai konstruksi sementara (temporary structure) sehingga pertimbangan biaya menjadi dominan. Sisi lain, kontraktor umumnya lebih kompeten pada pelaksanaan daripada perencanaan teknis. Dalam rangka efisiensi biaya ada kalanya dibuat improvisasi dengan cara modifikasi sistem perancah dari kondisi standarnya, sehingga karena adanya keterbatasan pengetahuan (yang kadang tidak disadari) bisa memicu masalah serius. Makalah ini mencoba memberikan paparan teoritis terkait perencanaan dan penyusunan perancah baja untuk mencegah terjadinya kegagalan konstruksi pada pekerjaan bangunan infrastruktur di Indonesia.