The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by srikandi31, 2022-11-04 13:37:12

RUANG KOLABORASI MODUL 1.4. Budaya Positif

Ruang Kolaborasi Modul 1.4








HASIL DISKUSI KELOMPOK B3






































Fasilitator : Pengajar Praktik : CGP Angkatan 6


Bpk. Hendra Apriyadi, M.Pd. Ibu Purniati, S.Pd. Sri Kandi

PRESENTASI RUANG KOLABORASI

Kelompok 3





MODUL 1.4.



BUDAYA POSITIF

Tujuan Pembelajaran Khusus:












1. CGP dapat menganalisis kasus-kasus yang disediakan





berdasarkan konsep-konsep inti dalam modul Budaya




Positif bersama CGP lain dalam Komunitas Praktisi





2. CGP dapat mempresentasikan hasil analisis studi





kasus berdasarkan konsep-konsep inti dalam modul




Budaya Positif

Diskusi Kelompok B3










Fasilitator : Bpk. Hendra Apriyadi, M.Pd.



Pengajar Praktik : Ibu Purniati, S.Pd.


Anggota Kelompok :


1. Nurul Purniasari (Moderator)


2. Sri Kandi (Presenter)


3. Prawito (Pemberi Tanggapan)



4. Hanjar Giri Anggraini (Penanya)


5. Dhakiroh (Penjawab)


6. Edi Retnosari (Notulen)

Diskusi












Analisa Kasus

KASUS 1
































6

Kasus 1









Guru Matematika dan wali kelas 8, Ibu Santi sakit, sehingga tidak


dapat masuk dan mengajar. Akhirnya dicarikan guru pengganti, Ibu



Eni. Ibu Eni baru 2 tahun menjadi guru SMP. Beberapa murid


perempuan, Fifi dan Natali, mengetahui hal ini dan mulai



menggunakan kesempatan dan bersikap seenaknya, tertawa dan


tidak mengindahkan kehadiran Ibu Eni. Ibu Eni mencoba menyapa Fifi



dan Natali dengan ramah, sambil mengingatkan mereka untuk tetap


fokus pada pengerjaan tugas, “Ayolah tugasnya dikerjakan, nanti Ibu



ditegur Bapak Kepala Sekolah kalau kalian tidak kerjakan tugas.


Tolong bantu Ibu ya?” Namun Fifi dan Natali malah jadi tertawa, “Ah



Ibu, santai saja bu”. Mereka tetap tidak mengerjakan tugas dan


malah mengobrol.

Kasus 1 (Lanjutan)







Keesokan harinya, Ibu Santi memanggil Fifi dan Natali serta



menanyakan tentang laporan Ibu Eni. Ibu Santi menanyakan apakah


mereka bersedia melakukan memperbaiki permasalahan yang ada?


Fifi dan Natali sempat ragu-ragu dan membela diri, namun pada



akhirnya mengatakan akan meminta maaf. Ibu Santi menanggapi


bahwa tindakan itu boleh saja dilakukan bila mereka sungguh-


sungguh ingin meminta maaf, namun Ibu Santi menanyakan kembali,



apa yang mereka bisa lakukan untuk menggantikan rasa tidak


dihormati Ibu Santi? Baik Fifi maupun Natali mengakui bahwa



perilaku mereka tidak sesuai dengan Keyakinan Kelas. Ibu Santi


melanjutkan kembali apa yang akan mereka lakukan untuk


memperbaiki masalah, apakah ada gagasan?

Kasus 1 (Lanjutan)













Setelah berpikir sejenak, Natali dan Fifi mengusulkan

bagaimana kalau mereka mengadakan sebuah diskusi


kelompok dengan teman-teman sekelasnya. Tema yang


mereka pilih adalah penerapan keyakinan kelas, terutama

tentang sikap saling menghormati dan bagaimana


penerapannya di kehidupan sehari-hari di sekolah. Usulan

kedua adalah mengirim email kepada Ibu Eni tentang gagasan


mereka tersebut. Mereka pun memberitahu Ibu Eni bahwa


mereka telah memberitahu Kepala Sekolah, Pak Hasan, bila

lain waktu ada ketiadaan guru, maka mereka akan


mengusulkan Ibu Eni sebagai guru pengganti.

Lakukan analisis dan jawablah pertanyaan ini!











1. Dalam kasus di atas, langkah-langkah restitusi apa saja yang sudah dijalankan


oleh Ibu Santi?


2. Menurut Anda, apakah restitusi yang diusulkan Fifi dan Natali sudah sesuai



dengan pelanggaran yang telah dibuat? Apakah langkah-langkah restitusi yang


telah diusulkan mereka?


3. Dalam kasus di atas, posisi apakah yang telah diambil oleh Ibu Eni dalam


menangani Fifi dan Natali? Jelaskan jawaban Anda.




4. Jika Anda adalah Pak Hasan, bagaimana Anda menyikapi langkah yang ditempuh



Ibu Santi?

Hasil Analisis dan Jawaban






1 Dalam kasus di atas, langkah-langkah restitusi apa saja



yang sudah dijalankan oleh Ibu Santi?






Dalam kasus diatas, Ibu Santi menjalankan langkah restitusi ke – 3,


yakni menanyakan keyakinan. Hal tersebut dilakukan Ibu Santi


berdasarkan prinsip teori kontrol bahwa kita semua memiliki


motivasi internal. Adapun langkah-langkah menanyakan keyakinan:




1. Ibu Santi menanyakan kembali apa yang bisa mereka lakukan


untuk menggantikan rasa tidak dihormati Ibu Eni?



2. Ibu Santi melanjutkan kembali apa yang akan mereka lakukan



untuk memperbaiki masalah, apakah ada gagasan?

2 Menurut Anda, apakah restitusi yang diusulkan Fifi dan



Natali sudah sesuai dengan pelanggaran yang telah dibuat?



Apakah langkah-langkah restitusi yang telah diusulkan


mereka?





Usul Fifi dan Natali sudah sesuai dengan pelanggaran yang dibuat.


Langkah yang diusulkan ada dua ide:


1.Berdiskusi dengan teman sekelas tentang bagaimana seharusnya



sikap mereka dalam menjalani keyakinan kelas, terutama tentang


sikap saling menghormati.


2.Mengusulkan mengirim email pada Ibu Eni tentang keputusan


mereka yang meminta kepala sekolah untuk menjadikan Bu Eni


sebagai guru pengganti ketika ada guru yang berhalangan.

3 Dalam kasus di atas, posisi apakah yang telah diambil oleh




Ibu Eni dalam menangani Fifi dan Natali? Jelaskan jawaban


Anda.








Posisi Ibu Eni dalam menangani Fifi dan Natali sebagai teman,



karena Ibu Eni tidak ingin menyakiti dan berupaya mengontrol


murid melalui persuasi. Seperti kalimat “Ibu Eni mencoba menyapa


Fifi dan Natali dengan ramah, sambil mengingatkan mereka untuk


tetap fokus pada pengerjaan tugas, “Ayolah tugasnya dikerjakan,


nanti Ibu ditegur Bapak Kepala Sekolah kalau kalian tidak kerjakan



tugas. Tolong bantu Ibu ya?”

4 Jika Anda adalah Pak Hasan, bagaimana Anda menyikapi



langkah yang ditempuh Ibu Santi?










Jika saya sebagai Pak Hasan yaitu selaku Kepala Sekolah akan


memberikan apresiasi terhadap tindakan yang dilakukan oleh Ibu



Santi karena Ibu Santi sudah melakukan tindakan yang sesuai


dengan restitusi.

KASUS 2
































15

Kasus 2










Sabrina hari itu bangun terlambat, dan terburu-buru sampai di sekolah.


Dia pun akhirnya sampai di gerbang sekolah, tapi baru menyadari kalau



tidak menggunakan sepatu hitam seperti tertera di peraturan sekolah.


Di depan pintu kelas, Bapak Lukman memperhatikan sepatu Sabrina


yang berwarna coklat. Sabrina berusaha menjelaskan bahwa dia


terburu-buru dan salah mengenakan sepatu.

Kasus 2 (Lanjutan)








Pak Lukman menanyakan Sabrina, apa peraturan sekolah tentang


seragam warna sepatu. Sabrina menjawab sudah mengetahui sepatu



harus berwarna hitam, namun terburu-buru dan salah mengenakan


sepatu, selain tidak mungkin kembali pulang karena rumahnya jauh


sekali. Pak Lukman tetap bersikeras pada peraturan yang berlaku dan


mengatakan, “Ya sudah, kamu sudah melanggar peraturan sekolah.


Kamu salah. Sudah terlambat, salah pula warna sepatunya. Segera buka


sepatumu kalau tidak bisa mengenakan warna sepatu sesuai



peraturan”.

Kasus 2 (Lanjutan)







Sabrina meminta maaf dan memohon kembali kepada pak Lukman agar


tetap dapat mengenakan sepatunya dan berjanji tidak akan mengulang


kesalahannya. Namun pak Lukman tidak mau tahu, “Tidak, kamu telah

melanggar peraturan sekolah, kalau tidak sanggup ambil sepatu di


rumah atau diantarkan sepatu ke sekolah, ya sudah kamu tidak


bersepatu saja seharian di sekolah. Sekarang copot sepatumu dan


silakan belajar tanpa sepatu seharian.” Sabrina pun dengan berat hati

mencopot sepatunya dan memberikannya kepada pak Lukman.


Seharian dia tidak berani berkeliling sekolah karena malu, dan lebih


banyak berdiam diri di kelas tanpa alas sepatu.

Lakukan analisis dan jawablah pertanyaan ini!









● Dalam kasus di atas, sikap posisi apakah yang diambil oleh Bapak Lukman?


Jelaskan, apakah indikatornya?




● Bila Bapak Lukman mengambil posisi seorang Manajer, kira-kira apa yang


akan dikatakannya, pertanyaan-pertanyaan seperti apakah yang akan



diajukan ke Sabrina? Jelaskan.



● Kira-kira bila Anda adalah Kepala Sekolah di sekolah tersebut,



- Nilai kebajikan apa yang ingin dituju oleh peraturan harus berwarna


hitam?


- Bagaimana Anda menyikapi langkah yang diambil Pak Lukman mengenai



kasus tersebut?

1 Dalam kasus di atas, sikap posisi apakah yang diambil oleh



Bapak Lukman? Jelaskan, apakah indikatornya?







Dalam kasus tersebut, posisi Pak Lukman sebagai penghukum, dimana dia tidak mau


tau permasalahan dan alasan Sabrina salah mengenakan sepatu.

Indikator :


1. Pak Lukman tetap bersikeras pada peraturan yang berlaku dan mengatakan, “Ya


sudah, kamu sudah melanggar peraturan sekolah. Kamu salah. Sudah terlambat,

salah pula warna sepatunya. Segera buka sepatumu kalau tidak bisa mengenakan


warna sepatu sesuai peraturan.

2. Tidak, kamu telah melanggar peraturan sekolah, kalau tidak sanggup ambil sepatu


di rumah atau diantarkan sepatu ke sekolah, ya sudah kamu tidak bersepatu saja


seharian di sekolah. Sekarang copot sepatumu dan silakan belajar tanpa sepatu

seharian.

2 Bila Bapak Lukman mengambil posisi seorang Manajer, kira-



kira apa yang akan dikatakannya, pertanyaan-pertanyaan


seperti apakah yang akan diajukan ke Sabrina? Jelaskan!






Bila Bapak Lukman mengambil posisi seorang Manajer, pertanyaan


yang akan disampaikan kepada Sabrina yaitu :


• Sabrina, pakah kamu mengetahui kesalahanmu hari ini?

• Apakan kamu mengetahui warna sepatu yang harus dikenakan hari


ini ?


• Ya, jadi kamu terlambat dan salah warna sepatu, kira-kira bagaimana


kamu akan memperbaiki maslah ini?

• Apakah besok akan ada masalah untuk kamu agar bisa hadir tepat


waktu ke sekolah dan berseragam sesuai dengan peraturan?


• Baik, saya hargai usahamau untuk memperbaiki diri.

3 Kira-kira bila Anda adalah Kepala Sekolah di sekolah tersebut,

nilai kebajikan apa yang ingin dituju oleh peraturan harus berwarna



hitam? Bagaimana Anda menyikapi langkah yang diambil Pak


Lukman mengenai kasus tersebut?




• Nilai kebajikan :



1. Keseragaman

2. Kedisiplinan

3. Ketertiban
• Jika saya sebagai kepala sekolah, untuk menyikapi langkah yang diambil Pak Lukman mengenai



kasus tersebut:

1. Melakukan pembinaan/coaching non akademik terhadap pak Lukman secara indvidual


tentang permasalahan menghukum anak yang tidak mentaati peraturan sekolah.

2. Melakukan pembinaan/coaching non akademik seorang kepala sekolah terhadap guru

secara berkelompok tentang penanganan kasus anak yang tidak mentaati peraturan sekolah

tanpa melalui hukuman.

KASUS 3
































23

Kasus 3






Ibu Dani sedang menjelaskan pelajaran Bahasa Inggris di papan



tulis, namun beliau memperhatikan bahwa Fajar malah tidur-



tiduran dan tampak acuh tak acuh pada pelajarannya. “Fajar



coba jawab pertanyaan nomor 3. Maju ke depan dan kerjakan


di papan tulis”. Fajar pun tampak malas-malasan maju ke



depan, dan sesampai di depan papan tulis pun, Fajar hanya



diam terpaku, sambil memegang buku Bahasa Inggrisnya dan



memainkan spidol di tangannya. “Ayo Fajar makanya jangan



tidur-tiduran, lain kali perhatikan! Sudah sana, duduk kembali,


kira-kira siapa yang bisa?”

Kasus 3 (Lanjutan)







Fajar pun kembali duduk di bangkunya. Hal seperti ini sudah



seringkali terjadi pada Fajar, sepertinya tidak memperhatikan,



acuh tak acuh, dan nilai-nilainya pun tidak terlalu bagus untuk



pelajaran Bahasa Inggris. Pada saat ditegur oleh ibu Dani, Fajar


hanya menjawab, “Tidak tahu Bu”. Ibu Dani pun menjawab,



“Gimana kamu Fajar, kamu gak kasihan sama Ibu ya, Ibu sudah



capek-capek mengajarkan kamu. Tidak kasihan sama Ibu?” dan



Fajar pun diam membisu.

Lakukan analisis dan jawablah pertanyaan ini!







❑ Posisi kontrol apa yang diambil oleh Ibu Dani dalam


pendekatannya kepada Fajar?




❑ Membaca sikap Fajar, kira-kira kebutuhan apa yang



diperlukan oleh Fajar?



❑ Bilamana Ibu Dani mengambil posisi pemantau, apa yang



akan dilakukan atau dikatakan olehnya? Pertanyaan-



pertanyaan seperti apa yang akan diajukan? Jelaskan.



❑ Apabila Anda adalah kepala sekolah disana dan mengetahui



hal ini, bagaimana tindak lanjut Anda?

1 ➢ Posisi kontrol apa yang diambil oleh Ibu Dani dalam




pendekatannya kepada Fajar?








Jawaban:








Dalam kasus ini, posisi kontrol yang diambil oleh Ibu Dani



dalam pendekatannya kepada Fajar adalah sebagai



pembuat merasa bersalah.

2 ➢ Membaca sikap Fajar, kira-kira kebutuhan apa yang





diperlukan oleh Fajar?






Jawaban:









Dilihat dari sikap Fajar, yang dibutuhkan Fajar adalah


pendekatan secara psikis seorang guru sebagai teman agar



mengetahui apa yang dirasakan oleh Fajar sampai dia tidak



semangat ketika mengikuti pelajaran Bahasa Inggris.

3 ➢ Bilamana Ibu Dani mengambil posisi Pemantau, apa yang akan



dilakukan atau dikatakan olehnya? Pertanyaan-pertanyaan


seperti apa yang akan diajukan? Jelaskan!

Jawaban:







Bilamana Ibu Dani sebagai seorang pemantau, maka yang dikatakan/dilakukan




adalah:



1. Fajar, tahukah kamu bagaimana sikap yang baik saat pembelajaran?




2. Ibu lihat tidak mampu menjawab satupun pertanyaan, apakah kamu sudah



mengerti konsekuensi atas hal itu?



3. Ya, untuk dapat memahami pelajaran dan mendapatkan nilai atas soal yang Ibu




berikan, kamu harus menyusulkan pekerjaan kamu. Saya tunggu.

4 ➢ Apabila Anda adalah kepala sekolah di sana dan mengetahui hal





ini, bagaimana tindak lanjut Anda?



Jawaban:







Apabila saya seorang kepala sekolah, tindak lanjut yang saya



lakukan adalah dengan menanyakan kepada Bu Dani terlebih



dahulu untuk mengetahui duduk permasalahannya secara lebih



detail. Selanjutnya melakukan bimbingan dan konseling dengan



menanyakan ke Fajar tentang apa yang dilakukan saat pelajaran


Bahasa Inggris berlangsung di kelas. Setelah mengetahui duduk



permasalahan lengkap dari kedua belah pihak.

Lanjutan jawaban nomer 4:









Saya melakukan pembinaan/coaching non akademik kepada Bu


Dani untuk mendiskusikan tentang solusi atas permasalahan tadi



yaitu apa yang sebenarnya dibutuhkan Fajar agar semangat



belajar, karena tugas guru adalah menciptakan pembelajaran yang



berpihak pada murid sesuai dengan apa yang murid butuhkan.



Kemudian, saya juga memanggil Fajar kembali untuk menganalisis


mengapa melakukan hal tersebut. Sebenarya apa yang dibutuhkan



Fajar agar semangat dalam belajar Bahasa Inggris dan apa yang



dibutuhkan Bu Dani saat mengajar .

Lanjutan jawaban nomer 4:









Setelah murid mengetahui satu sama lain kebutuhannya, tugas



kita untuk membimbing murid untuk dapat mengatur dirinya,



memperbaiki kesalahannya, dan bertanggungjawab atas


tindakan dan ucapannya. Tugas manajer adalah mengajak murid



berkolaborasi untuk memperbaiki kesalahan bukan untuk



menekan untuk membuat konsekuensi.

KASUS 4
































33

Kasus 4









Anto dan Dino sedang bermain bersama di lapangan basket,



dan tiba-tiba terlibat dalam sebuah pertengkaran adu mulut.



Dino pun menjadi emosi dan mengadakan kontak fisik,



menarik kemeja Anto dengan kasar, sampai 3 kancingnya


terlepas. Pada saat itu guru piket langsung melerai mereka,



dan membawa mereka ke ruang kepala sekolah. Ibu Kepala



Sekolah, Ibu Suti menanyakan Dino tentang Keyakinan Sekolah



yang telah disepakati.

Kasus 4 (Lanjutan)







Ibu Suti melanjutkan bertanya apakah Dino bersedia


memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan terhadap Anto?


Dino pun mengangguk. Kemudian Ibu Suti balik bertanya



kepada Anto, hal apa yang bisa dilakukan Dino untuk


memperbaiki masalah. Anto menjawab, “Saya perlu kancing


saya diperbaiki pak. Ibu saya akan sangat marah kalau melihat



kancing baju saya sampai copot 3 kancing begini.” Ibu Suti pun


kembali bertanya ke Dino apakah yang akan dia lakukan untuk


menggantikan 3 kancing Anto yang terlepas?

Kasus 4 (Lanjutan)





Dino berpikir sejenak, namun menjawab, “Wah gak tahu bu, saya


lem kembali mungkin ya bu?” Ibu Suti berpikir sebentar dan


menanggapi, “Kalau di lem akan mudah terlepas kembali Dino.

Bagaimana kalau kamu menjahitkan saja, bersediakah kamu?”


Dino tampak ragu-ragu dan menanggapi, “Menjahit? Mana saya

tau bagaimana menjahit bu.” Ibu Suti meneruskan, “Apakah kamu


bersedia belajar menjahit?” Dino berpikir sejenak, memandang


kemeja Anto, dan menanggapi, “Yang mengajari saya siapa bu?”

Dengan cepat Ibu Suti menjawab, “Pak Irfan, guru Tata Busana”.


Dino kembali diam sejenak, memandang kemeja Anto yang tanpa

kancing.

Kasus 4 (Lanjutan)







Akhirnya Anto mengangguk tanda menyetujui dan sepanjang



siang itu Anto belajar menjahit dan memperbaiki kemeja Anto.



Terakhir kali terlihat kedua anak laki-laki tersebut Anto dan



Dino pada jam pulang sekolah, mereka sudah bercengkrama


dan bersenda gurau kembali.

Lakukan analisis dan jawablah pertanyaan ini!







● Posisi kontrol apa yang telah dipraktikkan oleh Kepala Sekolah Ibu Suti? Hal-




hal apa saja yang dilakukannya sehingga Anda berkesimpulan demikian?




● Yang dilakukan oleh KS Ibu Suti adalah posisi kontrol sebagai seorang



manajer. Hal ini terlihat pada bagian bu Suti menanyakan tentang keyakinan




kelas yang telah disepakati, dan bagaimana cara memperbaiki kesalahan




yang telah dilakukan serta disana posisi dimana guru berbuat sesuatu



Bersama murid.

1 Posisi kontrol apa yang telah dipraktikan oleh kepala

sekolah Ibu Suti? Hal-hal apa saja yang dilakukan



sehingga Anda berkesimpulan demikian




Posisi kontrol yang telah dipraktikan oleh Kepala Sekolah Ibu Suti


adalah posisi manajer. Alasannya adalah karena:



1. Disana posisi di mana guru berbuat sesuatu bersama murid.



2. Guru mempersilakan murid mempertanggungjawabkan


perilakunya.



3. Guru mendukung murid agar dapat menemukan solusi atas


permasalahannya sendiri.

2 Kira-kira nilai-nilai kebajikan (Keyakinan Sekolah) apa



yang dituju dalam kasus tersebut? Jelaskan!











Nilai-nilai kebajikan yang dituju:



• Murid dapat menjadi pribadi yang mandiri.




• Murid yang merdeka.



• Murid yang bertanggung jawab atas segala perilaku



dan sikapnya.



Pada akhirnya untuk menciptakan lingkungan yang



positif, nyaman dan aman

“Wujudkan dunia berkualitas, karena hal-hal bermakna



dan nilai-nilai kebajikan ada di dalamnya”


















Terimakasih


Click to View FlipBook Version