The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

DKB adalah sebuah mata pelajaran SMK di jurusan konstruksi.DKB merupakan singkatan dari Dasar Konstruksi Bangunan.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by CHUMAIROTUL NISA U. / X KJIJ 1 / 11, 2020-11-10 21:58:30

DKB

DKB adalah sebuah mata pelajaran SMK di jurusan konstruksi.DKB merupakan singkatan dari Dasar Konstruksi Bangunan.

Keywords: DASAR KONSTRUKSI BANGUNAN

Pengertian keselamatan dan
kesehatan kerja K3

Pengertian keselamatan dan kesehatan kerja K3

K3 adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapan guna mencegah
kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit yang disebabkan oleh
pekerjaan dan lingkungan kerja. Menurut America Society of safety and
Engineering (ASSE) K3 diartikan sebagai bidang kegiatan yang
ditujukan untuk mencegah semua jenis kecelakaan yang ada kaitannya
dengan lingkungan dan situasi kerja. Secara umum keselamatan kerja
dapat dikatakan sebagai ilmu dan penerapannya yang berkaitan dengan
mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan
tempat kerja dan lingkungan kerja serta cara melakukan pekerjaan guna
menjamin keselamatan tenaga kerja dan aset perusahaan agar terhindar
dari kecelakaan dan kerugian lainnya. Keselamatan kerja juga meliputi
penyediaan APD, perawatan mesin dan pengaturan jam kerja yang
manusiawi.

Dalam K3 juga dikenal istilah Kesehatan Kerja, yaitu : suatu ilmu
yang penerapannya untuk meningkatkan kulitas hidup tenaga kerja
melalui peningkatan kesehatan, pencegahan Penyakit Akibat Kerja
meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan dan pemberian makan dan
minum bergizi. Istilah lainnya adalah Ergonomy yang merupakan
keilmuan dan aplikasinya dalam hal sistem dan desain kerja, keserasian
manusia dan pekerjaannya, pencegahan kelelahan guna tercapainya
pelakasanaan pekerjaan secara baik. Dalam pelaksanaannya K3 adalah
salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman,

sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat
mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan dan PAK yang pada
akhirnya dapat meningkatkan sistem dan produktifitas kerja.

Secara teoritis istilah-istilah bahaya yang sering ditemui dalam
lingkungan kerja meliputi beberapa hal sebagai berikut :

1. HAZARD (Sumber Bahaya), Suatu keadaan yang
memungkinkan / dapat menimbulkan kecelakaan, penyakit,
kerusakan atau menghambat kemampuan pekerja yang ada

2. DANGER (Tingkat Bahaya), Peluang bahaya sudah tampak
(kondisi bahaya sudah ada tetapi dapat dicegah dengan
berbagai tindakan prventif.

3. RISK, prediksi tingkat keparahan bila terjadi bahaya dalam
siklus tertentu

4. INCIDENT, Munculnya kejadian yang bahaya (kejadian yang
tidak diinginkan, yang dapat/telah mengadakan kontak dengan
sumber energi yang melebihi ambang batas badan/struktur

5. ACCIDENT, Kejadian bahaya yang disertai adanya korban dan
atau kerugian (manusia/benda)

Dalam K3 ada tiga norma yang selalu harus dipahami, yaitu :

a. Aturan berkaitan dengan keselamatan dan kesehtan kerja
b. Di terapkan untuk melindungi tenaga kerja
c. Resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja

Sasaran dari K3 adalah :

a. Menjamin keselamatan operator dan orang lain
b. Menjamin penggunaan peralatan aman dioperasikan
c. menjamin proses produksi aman dan lancar

Tapi dalam pelaksaannya banyak ditemui habatan dalam penerapan
K3 dalam dunia pekerja, hal ini terjadi karena beberapa faktor yaitu :

a. Dari sisi masyarakat pekerja
b. Tuntutan pekerja masih pada kebutuhan dasar (upah dan

tunjangan kesehatan/kesejahtraan)
c. K3 belum menjadi tuntutan pekerja
d. Dari sisi pengusaha
e. Pengusaha lebih menekankan penghematan biaya produksi dan

meningkatkan efisiensi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-
besarnya. dan K3 dipandang sebagai beban dalam hal biaya
operasional tambahan

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang
memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan ma-syarakat
sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Perlindungan tersebut
merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3
bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan
kerja (zero accident). Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap
sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan, melainkan harus
dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi
keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang.

Menurut Sumakmur (1988) kesehatan kerja adalah spesialisasi
dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan,
agar pekerja/masyarakat pekerja beserta memperoleh derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya, baik fisik, atau mental, maupun sosial, dengan
usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakit-
penyakit/gangguan –gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-
faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit
umum. Keselamatan kerja sama dengan Hygiene Perusahaan.

Kesehatan kerja memiliki sifat sebagai berikut :

a. Sasarannya adalah manusia
b. Bersifat medis.

Pengertian sehat senantiasa digambarkan sebagai suatu kondisi
fisik, mental dan sosial seseorang yang tidak saja bebas dari penyakit
atau gangguan kesehatan melainkan juga menunjukan kemampuan
untuk berinteraksi dengan lingkungan dan pekerjaannya. Paradigma
baru dalam aspek kesehatan mengupayakan agar yang sehat tetap sehat
dan bukan sekedar mengobati, merawat atau menyembuhkan gangguan
kesehatan atau penyakit. Oleh karenanya, perhatian utama dibidang
kesehatan lebih ditujukan ke arah pencegahan terhadap kemungkinan
timbulnya penyakit serta pemeliharaan kesehatan seoptimal mungkin.

Status kesehatan seseorang, menurut blum (1981) ditentukan oleh
empat faktor yakni :

Lingkungan, berupa lingkungan fisik (alami, buatan) kimia (organik /
anorganik, logam berat, debu), biologik (virus, bakteri,

microorganisme) dan sosial budaya (ekonomi, pendidikan, pekerjaan).
Perilaku yang meliputi sikap, kebiasaan, tingkah laku. pelayanan
kesehatan: promotif, perawatan, pengobatan, pencegahan kecacatan,
rehabilitasi, dan genetik, yang merupakan faktor bawaan setiap
manusia.

Demikian pula status kesehatan pekerja sangat mempengaruhi
produktivitas kerjanya. Pekerja yang sehat memungkinkan tercapainya
hasil kerja yang lebih baik bila dibandingkan dengan pekerja yang
terganggu kesehatannya”. Menurut Suma’mur (1976) Kesehatan kerja
merupakan spesialisasi ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya
yang bertujuan agar pekerja/ masyarakat pekerja memperoleh derajat
kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun sosial dengan
usaha preventif atau kuratif terhadap penyakit/ gangguan kesehatan
yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta
terhadap penyakit umum. Konsep kesehatan kerja dewasa ini semakin
banyak berubah, bukan sekedar “kesehatan pada sektor industri” saja
melainkan juga mengarah kepada upaya kesehatan untuk semua orang
dalam melakukan pekerjaannya.

Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan
mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan proses pengolahannya, landasan
tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan
(Sumakmur, 1993).

Keselamatan kerja memiliki sifat sebagai berikut :

a. Sasarannya adalah lingkungan kerja
b. Bersifat teknik.

Pengistilahan Keselamatan dan Kesehatan kerja (atau sebaliknya)
bermacam macam ; ada yang menyebutnya Higiene Perusahaan dan
Kesehatan Kerja (Hyperkes) dan ada yang hanya disingkat K3, dan
dalam istilah asing dikenal Occupational Safety and Health.
Keselamatan kerja atau Occupational Safety, dalam istilah sehari hari
sering disebut dengan safety saja, secara filosofi diartikan sebagai suatu
pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik
jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia
pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya. Dari segi keilmuan
diartikan sebagai suatu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha
mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat
kerja.

Pengertian Kecelakaan Kerja (accident) adalah suatu kejadian atau
peristiwa yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap manusia,
merusak harta benda atau kerugian terhadap proses. Dewasa ini
pembangunan nasional tergantung banyak kepada kualitas, kompetensi
dan profesionalisme sumber daya manusia termasuk praktisi
keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dari segi dunia usaha diperlukan
produktivitas dan daya saing yang baik agar dapat berkiprah dalam
bisnis internasional maupun domestik. Salah satu faktor yang harus
dibina sebaik-baiknya adalah implementasi K3 dalam berbagai aktivitas
masyarakat khususnya dalam dunia kerja. Pengertian Hampir Celaka,
yang dalam istilah safety disebut dengan insiden (incident), ada juga

yang menyebutkan dengan istilah “near-miss” atau “near-accident”,
adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan dimana
dengan keadaan yang sedikit berbeda akan mengakibatkan bahaya
terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses
kerja.

Bagaimana K3 dalam perspektif hukum? Ada tiga aspek utama
hukum K3 yaitu norma keselamatan, kesehatan kerja, dan kerja nyata.
Norma keselamatan kerja merupakan sarana atau alat untuk mencegah
terjadinya kecelakaan kerja yang tidak diduga yang disebabkan oleh
kelalaian kerja serta lingkungan kerja yang tidak kondusif. Konsep ini
diharapkan mampu menihilkan kecelakaan kerja sehingga mencegah
terjadinya cacat atau kematian terhadap pekerja, kemudian mencegah
terjadinya kerusakan tempat dan peralatan kerja. Konsep ini juga
mencegah pencemaran lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tempat
kerja.Norma kesehatan kerja diharapkan menjadi instrumen yang
mampu menciptakan dan memelihara derajat kesehatan kerja setinggi-
tingginya.

Pelaksanaan pondasi

Pelaksanaan Pondasi adalah struktur pada bangunan yang terletak
paling bawah yang berfungsi untuk meneruskan beban dari struktur
atas ke tanah. Secara garis besar pondasi ada 2 jenis yaitu pondasi
dangkal dan pondasi dalam. Pondasi dangkal salah satunya jenisnya
adalah pondasi batu kali. Ada beberapa tahapan dalam pelaksanaan
pembuatan pondasi batu kali antara lain :

1. Pekerjaan persiapan
2. Pekerjaan galian
3. Pekerjaan urugan pasir
4. Pekerjaan pasangan pondasi

Pekerjaan Persiapan

Rencanakan urutan galian, urutan pemasangan pondasi batu kali,
tempat penimbunan tanah hasil galian sementara sebelum diangkut
keluar dari tempat, juga tempat penimbunan sementara batu-batu kali
tersebut sebelum dipasang.

Pekerjaan Galian

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam pekerjaan galian adalah :
1. Siapkan alat-alat yang diperlukan
2. Menggali tanah dengan ukuran lebar sama dengan lebar pondasi

bagian bawah dengan kedalaman yang disyaratkan.
3. Menggali sisi-sisi miringnya, sehingga diperoleh sudut

kemiringan yang tepat.
4. Buang tanah sisa galian ke tempat yang telah ditentukan
5. Cek posisi, lebar, kedalaman, dan kerapiannya sesuai dengan

rencana.

Rencana Galian Pondasi

Pekerjaan Urugan Pasir
Beberapa hal yang harus dilakukan dalam pekerjaan urugan pasir

adalah :
1. Pasir urug diratakan pada dasar galian dan disiram air untuk
mendapatkan kelembaban untuk pemadatan.
2. Padatkan pasir urug tersebut dengan memakai alat stamper.
3. Jika diperlukan ulangi langkah satu dan dua sehingga didapatkan
tebal pasir urug seperti yang direncanakan.

Pekerjaan Urugan Pasir

Pekerjaan Pasangan Pondasi

Pada pekerjaan pasangan pondasi ada 2 tahap yaitu pembuatan
profil dan pemasangan batu kali.
Pembuatan profil :

1. Pasang patok batu untuk memasang profil (2 patok untuk tiap
profil). Profil dipasang pada setiap ujung lajur pondasi.

2. Pasang bilah batu datar pada kedua patok,setinggi profil.
3. Pasang profil benar-benar tegak lurus dan bidang atas profil datar.

Usahakan titik tengah profil tepat pada tengah-tengah galian yang
direncanakan dan bidang atas profil sesuai peil pondasi.
4. Ikat profil tersebut pada bilah datar yang dipasang antara 2 patok
dan juga dipaku agar lebih kuat.
5. Pasang patok sokong, miring pada tebing galian pondasi dan
ikatkan dengan profil, sehingga menjadi kuat dan kokoh.
6. Cek ketegakan / posisi profil dan ukuran-ukurannya, perbaiki jika
ada yang tidak tepat,demikian juga peilnya.

Pemasangan batu kali :
1. Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Pasang benang pada sisi luar profil untuk setiap beda tinggi 25
cm dari permukaan urugan pasir.
3. Siapkan adukan untuk melekatkan batu-batu tersebut.
4. Susun batu-batu diatas lapisan pasir urug tanpa adukan
(aanstamping) dengan tinggi 25cm dan isikan pasir dalam celah-
celah batu tersebut sehingga tak ada rongga antar batu kemudian
siramlah pasangan batu kosong tersebut dengan air.
5. Naikkan benang pada 25 cm berikutnya dan pasang batu kali
dengan adukan, sesuai ketinggian benang. Usahakan bidang luar
pasangan tersebut rata.

Pembuatan Profil Batu Kali
Pondasi Batu Kali

Sloof Bangunan

Sloof adalah struktur bangunan yang terletak di atas pondasi
bangunan. Sloof berfungsi mendistribusikan beban dari bangunan atas
ke pondasi, sehingga beban yang tersalurkan setiap titik di pondasi
tersebar merata. Selain itu sloof juga berfungsi sebagai pengunci
dinding dan kolom agar tidak roboh apabila terjadi pergerakan
tanah.Sebagai tambahan pada sloof, untuk bangunan tahan terhadap
gempa maka disempurnakan pada ikatan antara sloof dengan pondasi
yaitu dengan memberikan angker dengan beri diameter 12 mm dengan
jarak 1,5 meter. namun angka ini dapat berubah untuk bangunan yang
lebih besar atau bangunan bertingkat banyak.

Secara singkat, sloof adalah beton bertulang yang diletakkan
secara horisontal di atas pondasi. Kesimpulannya, Sloof berfungsi
mendistribusikan beban dari atas (dinding dan kolom) untuk disalurkan
ke pondasi. Sehingga semua beban yang terdistribusikan ke dalam
pondasi kurang lebih sama. Selain itu Sloof berfungsi sebagai pengikat
antara dinding, kolom dan pondasi.

Definisi Sloof

Sloof merupakan jenis konstruksi beton bertulang yang sengaja
di desain khusus luas penampang dan jumlah pembesiannya
disesuaikan dengan kebutuhan beban yang akan dipikul oleh sloof
tersebut nantinya. Untuk menentukan luas penampang (ukuran sloof
ini), dibutuhkan perhitungan teknis yang tepat agar sloof tersebut nanti
“benar-benar mampu” untuk memikul beban dinding bata diatasnya
nanti. Untuk itu, ada baiknya kita menggunakan jasa konsultan untuk
menghitung dan mendesain dimensi sloof ini.

ilustrasi tie beam
Sloof adalah elemen penting dalam struktur yang berada pada dasar
struktur tersebut, sloof serupa dengan balok namun perbedaannya
terletak pada tempatnya saja.
Sloof sebagian besar sekarang di pakai adalah dari beton bertulang
yang di hitung sesuai dengan ketentuan pondasi yang ada dengan dasar
mengunakan SNI sebagai sumber acuan perhitungan.
Fungsi Sloof
Fungsi sloof sangat penting dalam struktur, diantaranya sebagai
penahan beban yang ada di atasnya seperti dinding, jendela, kusen
untuk di salurkan ke ujung-ujungnya atau ke bagian pondasi sehingga
pondasi tidak langsung menerima beban dari atas.

letak sloof sebagai penahan dan pengikat

Sloof berfungsi untuk memikul beban dinding, sehingga dinding
tersebut “berdiri” pada beton yang kuat, sehingga tidak terjadi
penurunan dan pergerakan yang bisa mengakibatkan dinding rumah
menjadi retak atau pecah. Selain itu Sloof juga memiliki fungsi sebagai
berikut:

1. Menerima beban dari bagian bangunan diatasnya, seperti
pasangan dinding, pintu, jendela, dan sejenisnya.

2. Meratakan beban yang diterima dari bangunan diatasnya untuk
kemudian disalurkan menuju pondasi.

3. Sebagai pengikat antar kolom sehingga struktur bangunan
menjadi kaku dan aman terhadap goncangan akibat angin,
gempa, dan lain-lain.

4. Sebagai dinding penahan material urugan tanah, pasangan
keramik dan berbagai macam pekerjaan lantai bangunan agar
bisa tetap berada pada posisi yang direncanakan.

5. Sloof juga bisa difungsikan sebagai ornamen untuk
memperindah arsitektur bangunan, terutama sloof yang
lokasinya diatas permukaan tanah sehingga bisa langsung
terlihat oleh orang.

Selain itu, dari segi sosial, dengan adanya sistem struktur sloof maka
beberapa orang bisa memperoleh pendapatan, ada tukang bangunan
yang mendapatkan upah kerja, ada pengusaha besi begel yang
mendapat keuntungan dari penjualan, ada toko bangunan yang
mendapatkan laba dari hasil penjualan material, ada juga arsitek atau
insinyur yang mendapatkan penghasilan dari kegiatan menghitung,
merancang dan melaksanakan pembangunan.

Macam-Macam Sloof

Berikut ini beberapa macam sloof yang biasa di pakai oleh masyarakat
Indonesia pada umumnya, diantaranya sebagai berikut:

1. Konstruksi Sloof dari Beton Bertulang

sloof beton bertulang
Konstruksi sloof ini bisa digunakan di atas pondasi batu kali apabila
pondasi tersebut dimaksudkan untuk rumah atau gedung (bangunan)
tidak bertingkat dengan perlengkapan kolom praktis pada jarak dinding
kurang lebih 3 m. Untuk ukuran lebar / tinggi sloof beton bertulang
adalah > 15/20 cm. Konstruksi sloof dari beton bertulang juga bisa
dimanfaatkan sebagai balok pengikat pada pondasi tiang.
2. Konstruksi Sloof dari Batu Bata

sloof batu bata

Rollag dibuat dari susunan batu bata yang di pasang dengan cara
melintang dan diikat dengan adukan pasangan (1 bagian portland
semen : 4 bagian pasir). Konstruksi rollag ini tidak memenuhi syarat
untuk membagi beban.

3. Konstruksi Sloof dari Kayu

ilustrasi sloof dari kayu
Konstruksi rumah panggung dengan pondasi tiang kayu (misalnya di
atas pondasi setempat), sloof dapat dibentuk sebagai balok pengapit.
Jika sloof dari kayu ini terletak di atas pondasi lajur dari batu atau
beton, maka dipilih balok tunggal.

Metode Pelaksanaan Sloof
Dalam pengerjaan sloof pada bangunan proyek, pengerjaan sloof
mempunyai metode pelaksanaan sesuai dengan gambar kerja. Berikut
langkah-langkah dalam pekerjaan sloof:

1. Menyiapkan Papan Bekisting, Besi Beton, dan Job Mix Design
dan Job Mix Formula untuk pekerjaan sloof.

2. Menyiapkan sepatu kolom. Fungsinya agar bekisting tepat
berada pada titik koordinatnya sesuai dengan gambar
perencanaan. Sepatu kolom biasanya menggunakan besi stek
yang dibor pada lantai.

3. Melakukan perakitan besi sesuai dengan soft drawing.
4. Memasang bekisting sloof, jangan lupa beton decking atau tahu

beton penyangga besi tulangan. Tujuan beton decking ini untuk

menjaga jarak selimut beton agar tidak berubah selama proses
pengecoran.
5. Memasang sabuk sloof pada bekisting kolom untuk
memperkuat. Ukuran sloof yang digunakan relative sesuai
dengan Soft Drawing. Untuk mengunci sloof tersebut harus
menggunakan tie rod. Tie rod bisa dibuat sendiri atau membeli
yang sudah jadi. Jika ingin membuat sendiri bisa menggunakan
as drat ukuran 10 mm, besi ulir 10 mm dan plat besi tebal 3-5
mm. Jarak sloof sangat tergantung dari jarak pasangan kolom.
Apabila jarak kolom sekitar 3-4 m maka jumlah sabuk sloof 2
dengan jarak dibagi rata. Namun jika jarak kolom lebih dari 4
m maka menyesuaikan dengan prinsip semakin ke bawah jarak
sabuk semakin pendek karena bebannya lebih besar di bawah.
6. Memasang pipa support Untuk menjaga horizontal dari sloof
terhadap kolom.Untuk mendapatkan sloof struktur yang
sempurna, bekisting tidak boleh miring ataupun goyang saat
pengecoran Oleh karena itu pemasangan pipa support dinilai
sangat penting.
7. Setelah komponen bekisting dan besi serta celah bekisting
dirapatkan dan mendapatkan persetujuan dari direksi, maka
dilakukanlah pengecoran beton sesuai dengan jenis beton yang
diinginkan. Untuk hasil pengecoran merata harus dibantu
dengan menggunakan alat concreate vibrator.

Untuk metode pemasangan dan pengecoran sloof untuk rumah pada
umumnya dapat dilihat dibawah ini:

1. Setelah pondasi batu kali telah selesai dicor, selanjutnya
buatlah anyaman sloof langsung diatas pondasi. Mengapa,
sebab besi sloof harus masuk kepada tiang kolom sehingga
membentuk ayaman. Besi yang biasa digunakan untuk sloof

biasanya berukuran 8 mm ke atas. Semakin besar, semakin

kuat.
2. Setelah anyaman sloof berhasil dibuat, buatlah papan bekisting

untuk sloof. Cara pembuatannya yaitu ambil dua buah papan
bekisting dan satukan dengan kayu kaso. Jarak lebar antara
papan bekisting adalah sebesar bata yang akan digunakan.
Bahkan para tukang biasanya langsung mengambil bata saat
pemakuan papan beskisting.
3. Jika papan bekisting telah dibuat, simpanlah papan bekisting
diatas pondasi batu kali. Posisi besi sloof harus ditengah papan
bekisting, sehingga coran bisa menutupi besi sloof.
4. Pergunakan juga papan kaso untuk menyetel posisi papan
bekisting sloof dan gunakan pula kertas bekas pembungkus
semen untuk menutup celah sehingga coran sloof tidak keluar.

5. pemasangan bekisting sloof
6. Setelah papan bekisting dipasang, selanjutnya adalah membuat

coran. Takarannya adalah 1:2:3, yang artinya satu untuk
semen, dua untuk split dan tiga untuk pasir. Pergunakan air
secukupnya. Di lapangan takaran air biasanya cukup encer,
dengan maksud beton yang encer akan bisa mengisi ruang-

ruang sloof sehingga hasilnya akan lebih mulus pengecoran
sloof

7. Saat coran masuk kepada papan bekisting sloof pergunakan
palu dari kayu untuk diketuk-ketuk. Pergunakan pula besi
untuk ditusuk-tusuk, gunanya agar coran memasuki setiap
ruang dari sloof.

8. Diamkan selama 1 sampai 3 hari sampai mengering dan papan
bekisting sloof bisa dibuka yang kemudian hasilnya bisa anda
lihat sendiri.hasil cetakan sloof

JENIS-JENIS KAYU UNTUK KONSTRUKSI BANGUNAN

Jenis-Jenis Kayu Untuk Konstruksi Bangunann – Kayu
merupakan material bangunan yang berasal dari bilah-bilah
pohon. Kayu banyak digunakan sebagai bahan bangunan karena
memiliki sifat yang mudah dibentuk namun tetap kuat dan
mudah didapatkan. Bahan bangunan tersebut sering digunakan
untuk elemen-elemen struktur dan arsitektur pada rumah tinggal
seperti kuda-kuda, reng, usuk, pintu kayu, jendela dan lainnya.
Kendati mudah ditemukan, namun tidak semua kayu tentu baik
digunakan sebagai material bangunan. Kayu harus memenuhi
kriteria tertentu agar tidak berbahaya ketika nantinya bangunan
digunakan.

Kendati saat ini sudah banyak bangunan yang terdiri dari
material besi maupun semen, namun bangunan dengan material
kayu tentu tidak sepenuhnya kehilangan peminatnya. Beberapa
orang masih membuat rumah dengan kayu agar dapat
mengusung tema klasik dari bangunan. Hal ini membuat
permintaan pasar terhadap jenis-jenis kayu yang baik untuk
bangunan semakin tinggi.
Selain digunakan sebagai material yang terpasang, kayu juga
menjadi material pendukung pekerjaan struktur pada bangunan
gedung seperti pada pembuatan bekisting balok, pelat dan
kolom. Beberapa material yang digunakan sebagai pendukung
pekerjaan struktur adalah Kayu Jati, Kayu Glugu, Kayu Merbau,
Kayu Ulin, Kayu Gelam dan lainnya.

Jenis-Jenis Kayu untuk Konstruksi Bangunan

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa tidak semua jenis
pohon yang kayunya baik digunakan untuk material bangunan.
Ada beberapa jenis kayu khusus yang baik untuk material
bangunan. Berikut adalah beberapa jenis kayu yang baik untuk
konstruksi.

1. Jenis-Jenis Kayu untuk Konstruksi Bangunan – Kayu
Jati

Kayu Jati memiliki kelebihan pada kekuatannya yang tinggi
dibandingkan kayu-kayu pada umumnya. Selain itu kayu ini
juga memiliki serat dan tekstur yang indah, tahan terhadap
serangan serangga dan jamur. Jenis kayu ini sering digunakan
untuk bahan dasar furniture seperti pintu, jendela dan meja

kursi. Masyarakat juga banyak yang menggunakan Kayu Jati
sebagai keperluan mebel interior.

2. Jenis-Jenis Kayu untuk Konstruksi Bangunan – Kayu
Kelapa (Glugu)

Indonesia yang merupakan negara dengan wilayah hutan tropis
memang memiliki beragam jenis kayu yang cocok untuk
dijadikan bahan konstruksi bangunan. Salah satunya adalah
Kayu Kelapa atau Glugu. Kayu Glugu sering diaplikasikan
dalam bangunan sebagai pembuat kanopi teras hingga rangkap
atap. Jenis kayu ini sering digunakan untuk proyek gedung
sebagai bekisting balok. Glugu memiliki serat yang berbeda
dengan serat kayu pada umumnya. Ketika anda ingin
menggunakan kayu Glugu sebagai rangka kanopi lebih dahulu
lapisi dengan cat akrilik agar seratnya tetap terlihat.

3. Jenis-Jenis Kayu untuk Konstruksi Bangunan – Kayu
Merbau

Kayu Merbau memiliki keunggulan dari ketahanannya terhadap
serangan serangga. Corak kayu merbau berwarna coklat
kemerahan dengan highlight kuning serta serat garis yang
terputus-putus. Pohon Merbau termasuk pohon hutan hujan
tropis. Kayu Merbau masuk dalam Kelas Awet I dan Kelas Kuat
I. Kayu merbau biasanya difinishing dengan menggunakan
melamin dengan warna gelap/tua. Hampir sama dengan Kayu
Glugu, Kayu Merbau juga memiliki serat garis yang terputus-
putus. Kayu jenis ini tumbuh subur di Pulau Irian.

4. Jenis-Jenis Kayu untuk Konstruksi Bangunan – Kayu
Ulin

Kayu Ulin masuk dalam jajaran kayu yang kuat untuk
konstruksi. Pulau Ulin tumbuh subur di Pulau Kalimantan.
Material Alam ini banyak digunakan sebagai bahan bangunan
rumah, kantor dan lainnya. Kayu Ulin juga tahan terhdap air laut
sehingga kayu ini sering digunakan sebagai tiang pancang
hingga jembatan.

5. Jenis-Jenis Kayu untuk Konstruksi Bangunan – Kayu
Gelam

Kayu Gelam lebih terkenal sebagai kayu yang biasa digunakan
sebagai kerangka sementara kosntruksi. Material ini sering
duganakan sebagai stager atau perancah dalam proyek
bangunan. Pada beberapa daerah kayu ini digunakan sebagai
cerucuh pembangunan jembatan.

Itulah jenis-jenis kayu untuk konstruksi bangunan yang umum
ditemukan di Indonesia. Walaupun saat ini sudah banyak
inovasi-inovasi baru dalam bidang pembangunan namun
perminataan pasar kayu masih sangat tinggi.

6. Jenis-Jenis Kayu untuk Konstruksi Bangunan – Kayu
Gelam

Kayu Gelam lebih terkenal sebagai kayu yang biasa digunakan
sebagai kerangka sementara kosntruksi. Material ini sering di
duganakan sebagai stager atau perancah dalam proyek
bangunan. Pada beberapa daerah kayu ini digunakan sebagai
cerucuh pembangunan jembatan.

Itulah jenis-jenis kayu untuk konstruksi bangunan yang umum
ditemukan di Indonesia. Walaupun saat ini sudah banyak
inovasi-inovasi baru dalam bidang pembangunan namun
perminataan pasar kayu masih sangat tinggi.

JENIS-JENIS KAYU UNTUK KONSTRUKSI BANGUNAN

Jenis-Jenis Kayu Untuk Konstruksi Bangunann
Kayu merupakan material bangunan yang berasal dari bilah-
bilah pohon. Kayu banyak digunakan sebagai bahan bangunan
karena memiliki sifat yang mudah dibentuk namun tetap kuat
dan mudah didapatkan. Bahan bangunan tersebut sering
digunakan untuk elemen-elemen struktur dan arsitektur pada
rumah tinggal seperti kuda-kuda, reng, usuk, pintu kayu, jendela
dan lainnya. Kendati mudah ditemukan, namun tidak semua
kayu tentu baik digunakan sebagai material bangunan. Kayu
harus memenuhi kriteria tertentu agar tidak berbahaya ketika
nantinya bangunan digunakan.

Kendati saat ini sudah banyak bangunan yang terdiri dari
material besi maupun semen, namun bangunan dengan material
kayu tentu tidak sepenuhnya kehilangan peminatnya. Beberapa
orang masih membuat rumah dengan kayu agar dapat
mengusung tema klasik dari bangunan. Hal ini membuat
permintaan pasar terhadap jenis-jenis kayu yang baik untuk
bangunan semakin tinggi.

Selain digunakan sebagai material yang terpasang, kayu juga
menjadi material pendukung pekerjaan struktur pada bangunan
gedung seperti pada pembuatan bekisting balok, pelat dan
kolom. Beberapa material yang digunakan sebagai pendukung
pekerjaan struktur adalah Kayu Jati, Kayu Glugu, Kayu Merbau,
Kayu Ulin, Kayu Gelam dan lainnya.

Jenis-Jenis Kayu untuk Konstruksi Bangunan

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa tidak semua jenis
pohon yang kayunya baik digunakan untuk material bangunan.
Ada beberapa jenis kayu khusus yang baik untuk material
bangunan. Berikut adalah beberapa jenis kayu yang baik untuk
konstruksi.

Jenis Kayu untuk konstruksi bangunan

Butuh material kayu untuk furniture, bangunan, produk atau kerajinan,
tidak salah lagi Indonesia adalah gudang dari berbagai kayu-kayu yang
kelas kayunya diakui dunia. Iklim dan tanahnya yang mendukung
untuk tumbuh suburnya berbagai vegetasi menyediakan banyak varian
kayu kuat dan ber-urat bagus. Sering sekali kita mendengar tentang
kekayaan alam ini secara turun temurun, dan kenyataannya exploitasi
kayu di Indonesia sudah berlangsung bahkan jauh sebelum
kemerdekaan dan menyisakan lahan-lahan yang kini sudah rusak
karena kayunya sudah dijarah.

Meskipun demikian masih banyak kayu-kayu yang saat ini masih dapat
kita temukan karena terus dibudidayakan atau distribusinya
dikendalikan oleh pemerintah melalui peraturan-peraturan yang ketat,
kayu-kayu tersebut dipergunakan oleh masyarakat untuk berbagai
keperluan dan sebagian dapat kita beli di took material kayu diberbagai
tempat.

Berikut adalah kayu-kayu asli Indonesia yang mungkin sering ada
disekitar Anda dan wajib Anda ketahui:

2. Jenis-Jenis Kayu untuk Konstruksi Bangunan – Kayu
Jati

Kayu Jati memiliki kelebihan pada kekuatannya yang tinggi
dibandingkan kayu-kayu pada umumnya. Selain itu kayu ini
juga memiliki serat dan tekstur yang indah, tahan terhadap
serangan serangga dan jamur. Jenis kayu ini sering digunakan
untuk bahan dasar furniture seperti pintu, jendela dan meja
kursi. Masyarakat juga banyak yang menggunakan Kayu Jati
sebagai keperluan mebel interior.

KAYU JATI

Siapa orang Indonesia yang tidak pernah mendengar nama Kayu Jati?
Kayu yang memiliki predikat kayu kuat ini sering kali menjadi patokan
bahan kayu yang berkualitas . Kayu yang memiliki warna umum coklat
ini memiliki urat bewarna coklat gelap yang berjarak antara satu
dengan yang lainnya sedikit jarang. Kayu Jati sebenarnya dibawa ke
Indonesia sekitar tahun 1800 oleh Belanda ke Indonesia dan tumbuh
subur di beberapa daerah panas di pulau Jawa, dari Jawa Barat hingga
Jawa Timur.

Kayu Jati yang berkualitas tinggi biasanya di supply oleh daerah yang
memiliki temperatur panas dan tanah yang berkapur seperti di Jawa
Tengah.

Kayu Jati terkenal akan kekuatan dan kepadatannya, yang
mempengaruhi durabilitas kayu ini. Minyak didalam Kayu Jati
dianggap membuatnya menjadi lebih tahan rayap, dan pori-pori nya
yang kecil menyebabkan kayu ini dapat di finishing sangat halus.
Kepadatan Kayu Jati membuatnya menjadi kayu favorit untuk dibuat
ukiran.

Kayu Jati saat ini juga sering diburu bekas-nya untuk menghasilkan
produk berkesan rustic, dan dengan berbagai karakter yang disebutkan
tadi Kayu Jati sangat cocok untuk di jadikan furniture berkelas dan
bahan bahan ukiran.

KAYU MERANTI

Kayu Meranti atau sering juga disebut Kayu Kalimantan merupakan
kayu yang sering dipergunakan untuk membuat kusen, furniture dan
panel. Mendapat julukan Kayu Kalimantan karna meskipun dapat
tumbuh diberbagai daerah di Indonesia sebagai negara tropis, Kayu
Meranti tumbuh paling baik di daerah Kalimantan. Batang Kayu
Meranti dapat tumbuh hingga 70 meter dengan diameter bisa mencapai
4 meter lebih. Kayu Meranti yang bahasa latinnya Mahoni Philipina
sering kita temui berwarna coklat kemerahan dan tanpa urat (grain),
dijual di toko material sebagai papan atau kaso.
Kayu Meranti memiliki tingkat kekerasan antara 580-770 Kgs/m

Selain sebagai bahan bangunan dan furniture, Kayu Meranti juga dapat
di jadikan Pulp untuk kertas dan buah Tangkawang dari beberapa jenis
Meranti dapat dijadikan bahan baku untuk kosmetik. Berdasarkan
karakteristik dari Kayu Meranti, Kayu ini lebih cocok digunakan untuk
bahan bangunan atau furniture yang finishingnya menggunakan cat.

KAYU MERBAU

Kayu yang berasal dari Maluku dan Papua ini merupakan jenis kayu
keras dan memiliki julukan sebagai Kayu Besi. Kayu Merbau telah
menjadi primadona lokal dan eksport sejak lama karna kualitasnya
yang superior. Kayu Merbau berwarna coklat abu gelap atau merah

coklat gelap dengan arah serat yang hampir lurus. Kayu ini dapat
tumbuh menjulang hingga 50 meter dengan diameter hingga 2 meter.
Karna kekerasan dan durabilitasnya, Kayu Merbau banyak dijadikan
sebagai parkit untuk lantai, tiang bangunan, bak truk hingga digunakan
sebagai bahan konstruksi jembatan. Saat ini harga Kayu Merbau cukup
bersaing dengan harga Kayu Jati.

Daya tahan Kayu Merbau yang tinggi juga dapat diaplikasikan sebagai
material konstruksi laut. Dalam pengolahannya, Merbau tidak sulit
untuk dipotong dan di finishing, tapi cukup sulit untuk dibubut dan di
paku karna meskipun keras memiliki sifat getas karna serat-seratnya
yang pendek.

Dengan karakteristiknya tersebut, Kayu Merbau dapat dijadikan
andalan sebagai bahan bangunan dan konstruksi.

KAYU ALBASIA

Kayu Sengon atau Albasia merupakan kayu khas daerah tropis dan
dapat dengan mudah ditemui diberbagai toko material dalam bentuk
kaso atau papan. Kayu Albasia termasuk kayu yang lunak dan sulit
untuk langsung di finishing, karakternya yang berbulu dan berpori-pori
besar dan mudah patah membuat Kayu ini tidak dapat langsung
dijadikan material pembuat produk. Meskipun demikian permintaan
Albasia yang meningkat dari tahun ketahun memberikan bukti bahwa
penggunaan dan manfaat yang disadari produsen atas kayu ini juga
semakin luas.
Kenyataannya kayu yang mudah untuk di olah ini dipergunakan
sebagai bahan utama pembuatan kayu olahan seperti triplex dan
blockboard, stick ice cream, pensil, korek api hingga bahan baku untuk
kertas.
Papan dan balok Kayu Albasia sering kita temukan menjadi material
bangunan penyangga dan sementara, digunakan untuk packing pada
shipping atau pallet untuk barang. Warna nya putih kotor bercampur
coklat tampa urat, berpori-pori besar dan lunak.

KAYU CENDANA

Wangi, itulah kesan pertama yang anda dapatkan pada kayu Cendana.
Kayu yang sering digunakan sebagai bahan baku dupa dan produk-
produk kerajinan ini sebenarnya bukan merupakan golongan pohon
yang tinggi bahkan bisa disebut sebagai parasit. Pohon Cendana hanya
tumbuh hingga 15 meter dengan diameter batang hanya 30 cm, sulit
dibudidayakan dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat
dipanen namun sangat diminati dipasaran menjadikan kayu ini relatif
cukup mahal, bahkan dijual dengan takaran kilogram. di Indonesia
Kayu Cendana putih dapat tumbuh subur di daerah NTT (Nusa
Tenggara Timur) dan telah menjadi komoditas eksport sejak lama.
Kayu Cendana yang diubah menjadi produk kerajinan dan furniture
sebaiknya tidak di coating, tapi justru dibiarkan polos agar wangi dari
Kayu Cendana ini dapat dinikmati saat berinteraksi dengan produk
tersebut. Kayu ini sangat baik dan kokoh untuk dijadikan furniture dan
memiliki nilai ekonomi yang tinggi baik didalam maupun diluar negeri.

KAYU ULIN

Kayu Ulin merupakan salah satu kayu yang dapat dijadikan sebagai
material pembuat kapal yang berasal dari Kalimantan dan Sumatra
bagian selatan. Kayu Ulin dapat tumbuh hingga 50 cm dengan diameter
hingga lebih dari 1 meter. Kayu Ulin terkenal sangat tahan perubahan
suhu, kelembaban, tidak mudah dimakan rayap dan pengaruh air karna
bersifat berat dan keras.

Kayu Ulin dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan terutama
konstruksi. Di daerah tempat ditemukannya banyak Kayu Ulin yaitu
Kalimantan, kayu ini sejak dahulu kala dipergunakan sebagai bahan
pembuat rumah panggung bagi penduduk lokal. Selain itu Kayu Ulin
juga sering dimanfaatkan oleh penduduk lokal untuk digunakan
sebagai bahan kerajinan seperti patung hingga perhiasan.

KAYU EBONI

Kayu yang memiliki nama latin Diospyros Celebica ini, kini sudah
cukup langka. Perpaduan warna hitam dan coklat dengan urat yang
kontras pada kayu yang terkenal dengan nama Macassar Ebony dan
Black Ebony ini membuatnya menjadi kayu yang sangat diburu oleh
bangsa Jepang, Eropa dan Amerika. Kegiatan eksport kayu ini
mencapai puncaknya pada tahun 1973 dengan jumlah mencapai 26.000
m3 dan terus menurun dan kayu termasuk kayu yang dilindungi.
Pohon Kayu Eboni dapat tumbuh hingga 40 m dengan diameter hingga
1 meter dan merupakan kayu kelas awet 1 dan kelas kuat 1 dengan berat
jenis rata-rata 1.05 (0.90-1.14), dengan berat jenis ini kayu Eboni
tergolong berat dan tidak dapat mengapung di air.
Kayu dengan urat yang eksotis ini kerap dijadikan bahan baku
pembuatan alat musik seperti gitar, piano hingga biola. Kayu ini juga
digunakan sebagai tongkat, ukir-ukiran, patung dan juga perhiasan.

KAYU TREMBESI

Beberapa waktu yang lalu, sebuah perusahaan rokok membuat program
CSR dengan penanaman ribuan bibit pohon Trembesi, alasannya pohon
Trembesi merupakan salah satu jenis pohon yang dapat menyerap
hingga 28.5 ton gas CO2. Selain manfaatnya sebagai penyerap gas CO2
yang baik, Kayu Trembesi kini juga semakin diminati oleh pasar lokal
dan Asia untuk dijadikan bahan baku furnitur, ukiran dan patung. Hal
ini disebabkan oleh urat Kayu yang dimiliki Kayu Trembesi yang
menawan.

Kayu Trembesi mudah tumbuh diberbagai daerah Tropis dan curah
hujan yang tinggi mulai dari Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, Maluku
hingga Nusa Tenggara.

Kayu Trembesi dapat tumbuh hingga mencapai 40 m dengan diameter
hingga 4.5 meter. Kayu Trembesi yang juga disebut Kayu Meh di
daerah Jawa yang berarti “hampir menyerupai Kayu Jati ini sering
diubah menjadi furniture indoor yang tebal-tebal dan lebar hingga
1.5meter, hal ini disebabakan kekuatannya yang kurang dan cukup
lentur sehingga pengolahan kayu ini lebih condong dipotong lebih
besar. Kepadatan atau Density Kayu Trembesi yang kurang
membuatnya kurang cocok dijadikan bahan baku furniture outdoor.
Selain menjadi bahan baku Furniture, Kayu Trembesi juga sering
digunakan sebagai bahan pembuat veneer.

Kayu Trembesi memiliki berat jenis 0.60 dengan tingkat keawetan
kelas IV dan Kelas Kuat III. Pohon Kayu. Kayu Trembesi kurang awet

karna menghasilkan minyak kayu yang membuatnya tahan terhadap
serangan rayap lebih sedikit dibandingkan dengan Kayu Jati.

KAYU BANGKIRAI

Kayu yang memiliki nama lain Yellow Balau atau Balau ini banyak
ditemukan di Indonesia, Malaysia dan Filipina. Di Indonesia, Kayu ini
banyak dipasok dari hutan Kalimantan. Kayu Bangkirai dapat tumbuh
hingga 40 meter dengan diameter hingga 120 cm. Kayu ini bewarna
kuning kecoklatan dengan kekerasan antara 880-990 kg/m3 hingga
1050 kg/m3 pada kekeringan 12%. Pada suhu normal Kayu Bangkirai
dapat kering dalam waktu 12 hingga 1 bulan. Ikatan antar serat yang
kuat dan mudah diolah menjadikan kayu ini cocok untuk decking,
outdoor furniture, dan berbagai keperluan konstruksi lainnya namun
pada beberapa jenis bangkirai seratnya cenderung mudah terbuka dam

mudah melintir sehingga tidak disarankan dipergunakan pada
konstruksi yang membutuhkan kestabilan tinggi.
Kayu Bangkirai cukup terkenal didunia perkayuan dengan tingkat
keawetan dari kelas I hingga kelas III dan Kelas Kuat I dan II. Kayu
Bangkirai memiliki berat jenis rata-rata 0.91.

KAYU KAMPER

Dahulu kala penggunaan getah beberapa jenis Kayu Kamper menjadi
kapur barus merupakan kegiatan bisnis primadona yang membuat
Sumatera menjadi terkenal. Penggunaan kapur barus dapat ditemui
pada buku History of Sumatera (1783) yang ditulis oleh William
Marsden, Kimiya’Al-‘Ltr (Abad ke-9) yang ditulis oleh Al-Kindi dan
Actius dari Amida (502-578) serta berbagai tulisan lainnya yang
mempropagandakan penggunakan kamper/kapur barus, bahkan
disebutkan pula bahwa pada abad ke 2 masehi terdapat bandar dagang
yang terkenal menjual kapur barus bernama Barosai.

Kini penggunaan kapur barus semakin meluas dan dibuat pula
sintetisnya dengan terpentin. Selain wangi, kapur barus juga
dipergunakan untuk mengawetkan mayat dan tidak disukai oleh hama.
Demikian pula kayu kamper, kayu ini termasuk kayu yang tahan hama
sehingga banyak diminati banyak orang.

Kayu Kamper berwarna coklat muda hingga coklat kemerahan dan
hampir mirip dengan Kayu Mahoni. Kayu Kamper termasuk Kayu
berkelas awet II, III dengan kelas kuat I dan II, Meskipun Kamper dapat
ditemui dipelbagai daerah, Kayu Kamper yang berasal dari Samarinda
terkenal halus dibandingkan dengan daerah yang lain. Selain Kamper
Samarinda, dipasaran dikenal juga Kamper Singkil, Kamper Kapur dan
Kamper Banjar.

KAYU SONOKELING

Ini dia Rosewood-nya Indonesia, Sonokeling, Sonobrit, Sonosungu
atau Sanakeling merupakan kayu yang memiliki corak yang indah,
bewarna coklat gelap dengan alur-alur berwarna hitam membuat kayu
ini terlihat sangat eksotis. Pohon Kayu Sonokeling dapat tumbuh
hingga 40 meter dengan diameter mencapai 2 meter. Pohon ini dapat
ditemui di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur terutama didaerah-
daerah yang berbatu dan agak kering.
Kayu Sonokeling dimanfaatkan untuk membuat pelbagai jenis produk,
mulai dari furniture, alat musik, hingga alat-alat olah raga. Dengan
Berat jenis 0.77-0.86 dengan kadar air 15%, Kayu ini juga termasuk
kayu indah kelas 1, kelas awet I dan kelas kuat II. Karna Sonokeling
termasuk kayu keras, maka kayu ini dahulunya sering digunakan
sebagai bahan konstruksi dan bahan pembuat kusen-kusen mewah yang
kuat. Kayu Sonokeling yang juga memiliki kadar air yang rendah serta
cukup menghasilkan minyak kayu juga terkenal tahan akan serangan
rayap dan jamur pembusuk kayu

KAYU SUNGKAI

Kayu berwarna terang ini merupakan material Kayu yang sering
digunakan oleh pengrajin untuk membuat furniture indoor. Kayu
Sungkai juga diolah oleh industri menjadi veneer yang warna dan
coraknya banyak diminati oleh pasar. Dengan corak Kayu perpaduan
antri warna kuning, coklat muda dan kuning setelah kuning, Kayu
Sungkai dapat mempertegas kesan segar dan compact pada furniture
indoor.
Dipasaran harga Kayu Sungkai jelasnya lebih murah di bandingkan
harga Kayu Jati atau Sonokeling, oleh karna itu pemakaiannya juga
lebih luas dibandingkan Kayu Jati, Sonokeling atau Ulin yang kelasnya
lebih tinggi. Dari segi kualitas, meskipun coraknya cukup menawan,
kayu ini hanya termasuk kayu Kelas Kuat II dan III dan Kelas Awet II
dan III juga. Massa jenis dan bobot Kayu Sungkai apalagi jika telah

melalui proses Kiln atau pengeringan akan lebih berat sedikit
dibandingkan Kayu Pinus, Oleh karna itu, penggunaannya disarankan
bukan untuk keperluan outdoor kecuali dengan treatment khusus.

KAYU PINUS & CEMARA

Pada dasarnya Pohon Pinus dan Cemara memiliki ciri fisik dan nama
latin yang berbeda pula, namun corak kayunya tidak berbeda terlalu
signifikan. Kayu Cemara memiliki warna yang lebih menonjol
dibandingkan Kayu Pinus, Kayu Cemara terkesan lebih merah dan

pekat dibandingkan warna Kayu Pinus yang lebih kuning dan terang.
Selain itu Kayu Cemara memiliki banyak (mata) karna lebih banyak
ranting dan cabang dibandingkan Kayu Pinus.
Pinus dan Cemara memiliki banyak manfaat, mulai dari segi religius
(sering digunakan sebagai pohon natal) hingga kesehatan. Selain itu,
Kayu nya juga dapat dimanfaatkan untuk banyak hal. Kayu Pinus dan
Cemara terkenal lembek dan mudah rusak, kepadatan kayunya yang
kurang justru dimanfaatkan untuk produk-produk kayu yang
membutuhkan pengolahan ringan, disposable dan flamabelity yang
tinggi seperti korek api dan palet kayu untuk shipping. Kayu Pinus dan
Cemara termasuk Kayu dengan Kelas Awet dan Kuat level III. Kayu
Pinus dan Cemara memiliki densitas/kepadatan 480-520 kg/m3 dan
kadar air MC 12% dan butuh waktu 12-15 hari untuk pengeringan.
Meskipun Kayu Pinus dan Cemara kini sering digunakan untuk
furniture, sebaiknya perlu diingat bahwa kayu ini merupakan kayu
dengan kekuatan dan keawetan rendah, warnanya mudah berubah
dibawah sinar matahari. Disarankan jika dipergunakan sebagai
furniture sebaiknya menggunakan ukuran yang tebal dan tidak terkena
air.

POHON KELAPA

Dipelbagai belahan dunia, kayu kelapa telah dipergunakan sebagai
material untuk berbagai keperluan karena keberlimpahannya di alam.
Mulai dari kerajinan hingga furniture, Kayu Kelapa menjadi Kayu yang
hampir semua orang kenali. Kayu Kelapa telah digunakan sebagai
tiang-tiang bangunan hingga jembatan karna kekuatannya. Kayu ini
memiliki corak yang unik, perpaduan coklat tua dan coklat muda yang
kontras yang berbentuk lurus-lurus. Serat-serat kayu kelapa
cukup pendek sehingga pada papan olahan dari kayu kelapa terlihat
seperti goresan- goresan pendek. Serat berwarna gelap merupakan serat
yang lebih keras dibandingkan serat yang lebih terang.

Kayu Kelapa tergolong kayu Kelas Kuat II dan III dengan berat jenis
dari 0,5 hingga 0,9 tergantung umur dari pohon tersebut. Densitas Kayu
Kelapa rata-rata 400 kg/m3 dengan diameter batang hingga 50cm dan
hampir lurus keatas. Salah satu produk akhir dari Kayu Kelapa yang
saat ini menjadi produk andalan ekspor adalah parket Kayu Kelapa.
Parket Kayu Kelapa saat ini menjadi primadona dipasar Eropa karna
menjadi salah satu produk olahan Kayu yang mendapat predikat Eco
Labelling.

Kayu ini dapat diolah dengan baik menggunakan mesin-mesin namun
sulit untuk diberi bahan pengawet karna termasuk kayu yang padat.
Kayu Sonokeling sejak tahun 1998 dicatat sebagai kayu yang

dilindungi karna sudah terancam punah, oleh karna itu bijak
menggunakannya dan memanfaatkannya secara efektif dan efisien
adalah keharusan bagi pengguna nya.

KAYU MAHONI

Butuh kayu untuk di bengkok-kan (bend) dan mampu bertahan lama
dalam bentuk tertentu serta sangat baik difinishing duco atau alami
maka Kayu Mahoni merupakan kayu yang tepat. Baik secara vertikal
maupun secara horizontal Kayu Mahoni cukup baik dalam uji tekan
sehingga dapat diaplikasikan penggergajian dari berbagai arah dengan
baik. Karna kayu ini lebih lunak dibandingkan Kayu Jati, Kayu ini
cukup mudah untuk di ukir dan dibentuk sesuai keinginan.
Kayu Mahoni cukup tahan terhadap serangan hama kayu, dan ketika di
proses seperti pemotongan atau dipaku tidak mudah retak, dan cukup
mudah untuk diampelas. Kayu ini tahan terhadap keretakan saat di
steam pada proses pembengkokan. Kayu Mahoni memiliki ciri fisik
berwarna merah pada bagian dalamnya, berpori-pori kecil dan plain
(coraknya tidak terlalu kelihatan).

Pohon Kayu Mahoni dapat dipanen pada umur 7 hingga 15 tahun, dan
dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis. Penggunaan Kayu Mahoni
cukup luas karna kekuatan dan ketersediaanya yang cukup banyak
sehingga banyak digunakan didunia konstruksi dan pertukangan.
Pohon Kayu Mahoni dapat tumbuh hingga berdiameter 125cm dengan
tinggi 35-45 m. Pohon ini sering ditanam dipinggir jalan karna
ditengari dapat mengurangi polusi udara hingga 69% dan membantu
penangkapan air serta berdaun lebat sehingga menjadi peneduh
dipinggir jalan.

KAYU AREN

Kayu Aren memiliki corak seperti Kayu Kelapa, namun perbedaan
yang kontras dapat terlihat dari warna-nya yang jauh lebih gelap
dibandingkan Kayu Kelapa.

Aren, Enau, Hanau, Peluluk, Moka dan banyak lagi sebutan untuk
tumbuhan aren ini memiliki pohon yang dapat tumbuh hingga 25 m
dengan diameter hingga 65cm. Bagian batang Aren yang dapat
digunakan sebagai papan adalah bagian agak luar hingga 10cm ke arah
dalam. Sedangkan bagian dalamnya lebih mudah rusak karna lebih
lunak. Selain batang, Kayu Aren kita kenal sebagai penghasil gula
merah, aren atau enau, dan penghasil kolang-kaling. Tidak sedikit
yang mengubah air enau menjadi tuak dipelbagai daerah di Indonesia
karna air nira cepat terfementasi di udara.

Di negara Jepang, parket Kayu Aren yang berwarna hitam cukup
disukai meskipun eksportir mengatakan bahwa biasanya mereka lebih
meyukai warna- warna kayu yang terang. Di daerah seperti Sulawesi,
Kayu Aren biasanya digunakan sebagai papan, gagang pisau, gagang
cangkul dan empulurnya dijadikan untuk penyaluran air.

Selain berbagai jenis kayu yang sudah disebutkan tadi, Indonesia
memiliki banyak jenis kayu endemik dan kayu-kayu yang berkualitas
tinggi lainnya yang harus kita jaga keberlangsungan supplynya serta
dapat kita manfaatkan untuk berkarya. Untuk itu ayo kita tingkatkan
pengetahuan dan skill kita dalam memahami material ini agar kita dapat
menghasilkan nilai tambah dari pelbagai material mentah yang
disediakan oleh alam seperti kayu.

Pengertian Plambing beserta Jenis, Fungsi, Syarat, Tahapan, dan
Pemasangan alat plambing

Plumbing atau plambing adalah segala sesuatu yang berhubungan

dengan pelaksanaan, pemeliharaan, dan perbaikan alat plambing dan

pipa serta peralatanya di dalam atau di luar gedung dengan sistem

drainase saniter, drainase air hujan, ven, air minum yang dihubungkan

dengan sistem kota.

Secara khusus, pengertian plambing merupakan sistem perpipaan

dalam bangunan yang meliputi sistem perpipaan untuk :

a.penyediaan air minum

b.penyaluran air buangan dan ven

c.penyediaan air panas

d.penyaluran air hujan

e.pencegahan kebakaran

f.penyediaan gas

g.AC (air conditioner)

Plumbing atau plambing mempunyai sasaran sebagai berikut :

a.sanitasi, menciptakan kesehatan masyarakat

b.kenyamanan pemakai

c.menciptakan rasa aman

Fungsi plumbing atau plambing :
a.sebagai sistem penyediaan air minum, menyediakan air minum ke
tempat yang dikehendaki dengan tekanan yang cukup
b.sebagai penyaluran air buangan

Jenis-jenis peralatan plambing

dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, antara lain :

a.peralatan untuk penyediaan air panas

b.peralatan untuk penyediaan air bersih/ air minum

c.peralatan untuk pembuangan

Syarat perencanaa plumbing atau plambing :

a.sistem harus efektif dan efisien
diperbaiki
b.pipa mudah dirawat dan pemeriksaan

c.mudah dilakukan estetika
kesehatan
d.tidak mengganggu bangunan
berkualitas
e.memperhatikan aspek tikungan

f.tidak mengganggu struktur

g.pilih yang murah tapi

h.minimalkan

Tahapan perencanaan plumbing atau plambing :
bangunan
a.mengetahui fungsi plambing
pipa
b.penetapan jenis peralatan
(dimensioning)
c.rencana jaringan plambing

d.penetapan dimensi pipa

e.rencana peletakan peralatan

f.penggambaran

Pemasangan peralatan plambing atau plumbing :

a.pemasangan kasar

yaitu peralatan plambing dipasang bersamaan dengan berkembangnya

konstruksi bangunan

b.pemasangan halus

yaitu pemasangan peralatan plambing dilakukan setelah konstruksi

bangunan selesai. sehingga menghindari terjadinya kerusakan

peralatan plambing akibat pembangunan konstruksi.


Click to View FlipBook Version