43 “Silakan!” tutup sang sultan. Ibu dan anak itu dikawal oleh pembantu kesultanan menuju kamar mereka. Mereka memang sudah merasa kelelahan dan perlu istirahat. Tidak lama, mereka pun terlelap. Tidak terasa, hari sudah gelap. Ibu dan anak itu pun terbangun oleh suara ketukan pintu dari luar. ´3HUPLVL 7XDQ 6DSIDQPHUµ VDSD VHRUDQJ OHODNL dari luar. ´,\DVHEHQWDUµEDODV6DSIDQPHU 6DSIDQPHU PHPEXND SLQWX GDQ PHQ\DPEXW OHODNL yang berdiri di depan pintu. ´0DDI7XDQ6D\DGLSHULQWDKNDQXQWXNPHQMHPSXW kalian untuk menghadiri perjamuan makan malam dengan sultan,” kata lelaki itu. “Oh, iya. Saya hampir lupa dengan undangan tersebut. Terima kasih sudah mengingatkan,” kata 6DSIDQPHU “Sultan sudah menyuruh saya untuk menjemput kalian. Harap bersiap-siap, saya tunggu di sini,” kata lelaki itu lagi. ´%DLNODKµNDWD6DSIDQPHUODOXLDPDVXNNHGDODP kamar, lelaki itu menunggu di luar. ´6LDSD6DSIDQPHU"µWDQ\DLEXQ\D
44 “Pengawal kesultanan. Dia ingin menjemput kita menuju ke acara perjamuan makan malam kesultanan malam ini, kita disuruh siap-siap sekarang,” jawab 6DSIDQPHU “Baiklah, ibu juga akan bersiap-siap,” tukas sang ibu. 6HWHODK PHUDVD VLDS 6DSIDQPHU GDQ LEXQ\D berangkat ke ruang makan kesultanan diantar oleh lelaki tadi. Di sana tampak beberapa petinggi istana. Tidak lama kemudian, Sultan Tidore hadir dikawal oleh pasukan pengawal khusus sultan. Setelah memberikan sedikit sambutan, sultan menyuruh semua orang yang datang untuk menyantap makanan yang sudah tersedia. Bunyi alat makan dan minum terdengar beradu dalam ruangan tersebut. Terdengar pula suara orang bercakap-cakap sambil tertawa. Para pelayan istana lalu lalang untuk melayani keperluan para tamu. Sepertinya, mereka menikmati perjamuan makan malam itu. Menjelang tengah malam, orang-orang itu pun bubar untuk kembali ke peraduannya masing-masing. Hanya para pelayan istana yang tampak sibuk membereskan GDQPHPEHUVLKNDQUXDQJDQLWX6DSIDQPHUGDQLEXQ\D
45 juga sudah kembali ke kamarnya tidak lama setelah Sultan Tidore meninggalkan ruang makan itu. 7LJD KDUL EHUODOX 6DSIDQPHU GDQ LEXQ\D hendak melanjutkan pelayarannya. Setelah pamit kepada sultan, ia pun memulai perjalanannya. Mereka menemukan beberapa pulau dan singgah sejenak untuk mencari orang Korem. Akan tetapi, orang Korem tidak tertarik untuk kembali ke kampungnya. Mereka sudah nyaman di tempat tinggalnya yang baru. ´%DJDLPDQD LQL ,EX"µ WDQ\D 6DSIDQPHU NHSDGD ibunya di tengah perjalanan. “Kita kembali saja, Nak. Sejujurnya, Ibu sudah merasa lelah berlayar sampai hari ini,” jawab ibunya. “Baiklah, Bu. Aku arahkan haluan menuju ke .DPSXQJ.RUHPµNDWD6DSIDQPHUODJL Begitulah keadaannya. Setelah merasa lelah dengan SHOD\DUDQ \DQJ SDQMDQJ ,QVHUHQELQ GDQ 6DSIDQPHU memutuskan kembali menetap di Kampung Korem. Ibu dan anak itu saja yang hidup di sana. Seiring waktu, naluri untuk melanjutkan keturunan ada di antara mereka. Muncul keinginan mereka untuk beregenerasi. Hal tersebut diawali dari mimpi yang dialami 6DSIDQPHU SDGD VXDWX PDODP 'DODP PLPSLQ\D
46 6DSIDQPHU WLEDWLED GLGDWDQJL ROHK VHRUDQJ ODNLODNL tua. Lalu, terjadilah percakapan di antara mereka. ´:DKDL 6DSIDQPHU DNX DGDODK D\DKPXµ NDWD laki-laki tua itu. “Apakah kau mengenalku, Pak Tua?” tanya 6DSIDQPHU\DQJWHUNHMXW ´7HQWXVDMD(QJNDXDGDODK6DSIDQPHUDQDNODNL ODNLNX0DDINDQNDODXD\DKPXLQLWLGDNSHUQDKGDWDQJ menemuimu dan ibumu. Aku merasa malu karena telah meninggalkanmu sejak dalam kandungan ibumu. Sekarang aku datang untuk menyampaikan sebuah pesan kepadamu,” jawab laki-laki tua itu lagi. ´$\DKNX"µ WDQ\D 6DSIDQPHU ODJL EHOXP SHUFD\D dengan apa yang didengarnya barusan. “Iya, Nak,” jawab laki-laki itu. “Dari mana Anda bisa mengenaliku?” tanya 6DSIDQPHU “Dari raut wajahmu yang mirip denganku sewaktu aku masih muda. Saat kalian meninggalkan Kampung Korem, aku sempat datang mencarimu, tetapi ternyata kalian sudah diselamatkan oleh seekor mangganggang. Aku ingin menunggu di sini sampai kalian kembali, tetapi umurku tidak panjang lagi sehingga kita tidak mungkin bertemu bersemuka lagi,” cerita Pak Tua itu lagi.
47 6DSIDQPHU WHUGLDP WHWDSL DLU PDWDQ\D PHQLWLN di wajahnya yang tampan. Dalam hatinya, ia merasa senang telah bertemu dengan sosok ayahnya yang entah di mana sekian lama. Ia berjalan mendekati lakilaki tua itu. Mereka berpelukan penuh haru, kedua lakilaki itu seakan-akan menyimpan kerinduan yang sama. Dada mereka bergetar tanda bahagia. “Aku tidak bisa berlama-lama, Putraku. Pesanku adalah bersabarlah akan ada yang datang padamu. Dengan begitu, kalian akan meneruskan generasi manusia di Kampung Korem. Kalian tidak perlu lagi menunggu orang-orang yang sudah tidak ingin kembali ke Kampung Korem!” pesan Pak Tua itu, lalu ia PHQJKLODQJVHSHUWLNDEXWGDULSDQGDQJDQ6DSIDQPHU 6DSIDQPHU WHUEDQJXQ GHQJDQ WXEXK JHPHWDU seperti ketakutan. Ia bangkit dari pembaringannya, lalu ia membangunkan ibunya yang tengah terlelap. ´$GD DSD 6DSIDQPHU" 0HQJDSD PHPEDQJXQNDQ Ibu tiba-tiba seperti ini?” tanya ibunya dengan kaget. “Barusan aku bermimpi. Aku bertemu dengan seorang laki-laki tua yang mengaku sebagai ayahku. Wajahnya mirip denganku, hanya saja perawakannya sudah tua. Ia berpesan kepadaku supaya kita tidak lagi menunggu orang-orang Kampung Korem untuk kembali
48 karena akan ada keajaiban dengan munculnya seorang bayi untuk menjadi generasi baru Kampung Korem,” FHULWD6DSIDQPHU Wajah ibunya terkejut dan tampak agak pucat VHWHODKPHQGHQJDUFHULWD6DSIDQPHU “Ibu juga bermimpi hal yang sama, Anakku,” kata ibunya singkat, tetapi begitu dalam. Mereka berdua, lalu terdiam. “Lalu, apa yang harus kita lakukan, Ibu?” tanya 6DSIDQPHUPHPHFDKNHKHQLQJDQ “Kita harus melaksanakan pesan ayahmu itu. Karena itu adalah solusi supaya manusia yang ada di kampung ini menjadi bertambah,” jawab ibunya. Mereka memang tidak mungkin hanya hidup berdua di dalam kampung itu. Ibu itu memohon kepada Yang Mahakuasa agar diberi keajaiban untuk memiliki keturunan. Tiba-tiba seorang bayi telah ada di antara mereka. Itulah awal generasi-generasi baru dari Kampung Korem. Sampai saat ini, Kurabesi masih dianggap sebagai seorang tokoh yang melegenda. Masyarakat setempat meyakini bahwa Kurabesi, sang pelaut ulung yang disebutVHEXWRUDQJGLPDQDPDQDDGDODK6DSIDQPHUOHOXKXU masyarakat Kampung Korem.
49 BIODATA PENULIS Nama Lengkap : Ummu Fatimah Ria Lestari, S.S. Telp kantor/ponsel : (0967) 574171/0811481082 3RVHO fflXIUOfl#JPDLOFRP Akun Facebook : Ummu Fatimah Ria Lestari Alamat Rumah : Jalan Yoka Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua, 99358 Bidang keahlian : Bahasa dan Sastra 5LZD\DWSHNHUMDDQSURIHVLWDKXQWHUDNKLUffl 1. 2006–2016: Tenaga teknis di Balai Bahasa Papua, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar: S-1: Sastra Inggris Universitas Negeri Makassar (2000-- 2004)
50 Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir): 1. Mitologi Papua (2013) 2. Mob Papua (2013) 3. Totem(isme) Papua (2014) 4. Folklor Sentani (2015) 5. Mengenal 18 Nyanyian Rakyat Papua (2013) 0RUIRORJL&HULWD5DN\DW6XNX7HSHUD Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 tahun terakhir): $QDOLVLV'UDPDWXUJLGDODP1DVNDK'UDPD.DU\D5XGROI Puspa (2007) 2. Nilai-Nilai Didaktis dalam Film “Ayat-Ayat Cinta” Karya Hanung Bramantyo (2008) 3. Unsur-unsur Intrinsik dalam Naskah Drama Rakyat Manokwari Berjudul Yambin (2009) 4. Campur Kode dalam Film “Ketika Cinta Bertasbih” Karya Hanung Bramantyo (2010) 5. Interpretasi Makna Lagu Biak “Wampasi Wambarek” (Sebuah Pendekatan Hermeneutika) (2011) 7. Mengungkap Cerita Rakyat Berdasarkan Temuan Benda Purbakala di Pulau Ormu, Kabupaten Jayapura (2012) 8. Mitos Wairam Etnik Kemtuk Gresi: Sebuah Analisis Struktur Sastra Lisan (2013) 9. Mitos Ukullek di Lembah Baliem (Sebuah Telaah Struktur A.J. Greimas) (2014)
51 27. Mitos Asmat “Fumiripits” (2014) fl0RUIRORJL&HULWD5DN\DW6REH\.RURUVUL3HQHUDSDQ Teori Naratologi Vladimir Propp) (2014) 0RUIRORJL&HULWD5DN\DW2UPX)DL\R6HEXDK$QDOLVLV Naratologi Propp) (2014) 0RUIRORJL&HULWD5DN\DW7DEX(OVHQJ0RQDEL6HEDJDL Upaya Mengenal Suku Tabu Elseng di Papua) (2015) 12. Realitas Masyarakat Tabi di Papua (dalam Kajian 0RUIRORJL&HULWD5DN\DW 13. Sastra Anak di Papua, Tumbuh Kembangmu Kini (2015) ,QIRUPDVL/DLQffl Lahir di Ujung Pandang, 25 Oktober 1982. Saat ini bertugas GL -D\DSXUD $NWLI GDODP NRPXQLWDV VDVWUD GDQ IRWRJUDÀ Pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan penulisan, MXUQDOLVWLN IRWRJUDÀ GDQ SHPEXDWDQ ÀOP GRNXPHQWHU Terlibat di berbagai penelitian kebahasaan dan kesastraaan, beberapa kali menjadi pemakalah dalam berbagai seminar tentang kebahasaan dan kesastraan, mulai dari tingkat lokal sampai tingkat internasional.
52 BIODATA PENYUNTING Nama : Wiwiek Dwi Astuti Pos-el : ZLZLHNGZLDVWXWL#\DKRRFRP Bidang Keahlian: Kepenulisan Riwayat Pekerjaan Karyawan di Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa tahun (1987—2010) dan Badan Bahasa (sampai sekarang). Riwayat Pendidikan S-2 di Pascasarjana Prodi Pendidikan Bahasa di Universitas Negeri Jakarta (2015) Judul Buku dan Tahun Terbit 1. Wacana Hiburan dalam SMS Seru…!! (2009). 2. “Kajian Keberterimaan Istilah Mabbim Bidang Farmasi dan Perubatan” (di muat dalam Seri Kajian Mabbim) Bandar Seri Bagawan, Dewan Bahasa dan Pustaka, Brunei (2011). 3. Makalah yang disajikan di Forum Peneliti di Makasar “Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pusat Bahasa: Keberterimaannya di Lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional” (makalah dalam Forum Peneliti di Makasar, 2011). 4. Wacana Iklan Niaga melalui Radio: Berbagai Jenis Pertaliannya (2013). ,QIRUPDVL/DLQ Lahir di Solo, Jawa Tengah pada tanggal 2 Januari 1959
53 BIODATA ILUSTRATOR Nama : Evelyn Ghozalli, S.Sn. (nama pena EorG) Pos-el :DLXHRUJ#JPDLOFRP Bidang Keahlian : Ilustrasi Riwayat Pekerjaan: 1. Tahun 2005—sekarang sebagai ilustrator dan desainer buku lepas untuk lebih dari lima puluh buku anak terbit di bawah nama EorG 2. Tahun 2009—sekarang sebagai pendiri dan pengurus Kelir Buku Anak (Kelompok ilustrator buku anak Indonesia) 3. Tahun 2014—sekarang sebagai Creative Director dan Product Developer di Litara Foundation 4. Tahun 2015 (Januari—April) sebagai illustrator facilitator untuk Room to Read - Provisi Education Riwayat Pendidikan: S-1 Desain Komunikasi Visual, Institut Teknologi Bandung Judul Buku dan Tahun Terbit: 1. Seri Petualangan Besar Lily Kecil (GPU, 2006) 2. Dreamlets (BIP, 2015) 3. Melangkah dengan Bismillah5HSXEOLND$OLI 4. Dari Mana Asalnya Adik? (GPU) ,QIRUPDVL/DLQffl Lulusan Desain Komunikasi Visual ITB ini memulai karirnya sejak tahun 2005 dan mendirikan komunitas
54 ilustrator buku anak Indonesia bernama Kelir pada tahun ffi 6DDW LQL (YHO\Q DNWLI GL <D\DVDQ /LWDUD VHEDJDL GLYLVLNUHDWLIGDQPHQMDEDWVHEDJDLRegional Advisor di Society Children’s Book Writer and Illustrator Indonesia (SCBWI). Beberapa karya yang telah diilustrasi Evelyn, yaitu Taman Bermain dalam Lemari (Litara) dan Suatu Hari di Museum Seni (Litara) mendapat penghargaan di Samsung KidsTime Author Award 2015 dan 2016. Karya-karyanya bisa dilihat di AiuEorG.com
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Buku nonteks pelajaran ini telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 12934/H3.3/PB/2016 tanggal 30 November 2016 tentang Penetapan Judul Buku Bacaan Cerita Rakyat Sebanyak Seratus Dua Puluh (120) Judul (Gelombang IV) sebagai Buku Nonteks Pelajaran yang Memenuhi Syarat Kelayakan dan Dapat Digunakan untuk Sumber Belajar pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2016.