The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Flip book ini digunakan untuk pembelajaran Topik 5 tata cahaya (lighting) dalam fotografi mata pelajaran Desain Komunikasi Visual Fase F Kelas XI Elemen Karya Desain

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nugrahapurwanto03, 2022-10-03 02:37:14

Lighting dalam fotografi

Flip book ini digunakan untuk pembelajaran Topik 5 tata cahaya (lighting) dalam fotografi mata pelajaran Desain Komunikasi Visual Fase F Kelas XI Elemen Karya Desain

Keywords: lighting,fotografi

SMK
FASE F
(KELAS XI)

Tujuan pembelajaran

Setelah mempelajari topik ini peserta didik diharapkan mampu :
1. Menjelaskan pengertian, peralatan dan teknik tata cahaya dalam fotografi untuk

merancang visual fotografi.
2. Melakukan pembiasaan sesuai POS untuk mengidentifikasi sumber cahaya yang

diperlukan dan teknik tata cahaya dalam fotografi.
3. Berkolaborasi dan komunikasi dengan tim dalam mengidentifikasi sumber cahaya

yang diperlukan dan teknik tata cahaya dalam fotografi.

Pengertian

Tata cahaya adalah seni pengaturan cahaya dengan mempergunakan peralatan
pencahayaan agar kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan menciptakan ilusi
sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak, ruang, waktu dan suasana dari
suatu kejadian.
Cahaya adalah Paket partikel yang di sebut foton dan energi yang berbentuk
gelombang elektromagnetik yang kasat mata sekitar 380-750 nm,Pada bidang fisika
cahaya adalah radiasi elektromagnetik baik dengan Panjang gelombang kasat mata
ataupun tidak kasat mata.
Cahaya sendiri terdiri dari 2 bagian yaitu cahaya alam seperti cahaya matahari,bulan
dan api,sedangkan cahaya buatan (artificial light) itu seperti lampu neon,lampu
pijar,LED dan lain-lain.
Dalam kehidupan kita sehari-hari pencahayaan berperan sangat penting dalam
menjalankan aktivitas,gak kebayangkan kalau kita hidup di dunia tanpa cahaya.
Di dalam seni peran dan fotografi salah satu bagian dari industri kreatif pun
pencahayaan sangat berkontribusi untuk meningkatkan dan menghasilkan karakter
sebuah frame produksi baik itu objek artisnya,kostum,backdrop dan properti.
Suhu warna (colour temperature) juga mempengaruhi hasil dari gambar dan foto yang
di ambil serta menghasilkan suhu warna yang berbeda pula yang dapat di ukur
dengan light meter dengan derajat kelvin.
Ada 2 jenis cahaya buatan (artificial light) dalam seni peran dan fotografi sebagai
dasar pengambilan gambar yaitu petama Daylight karakternya putih kebiruan (Bluish)
dengan colour temperature 5600 Kelvin, contohnya sinar lampu neon dan sinar
matahari antara jam 11-12 siang.
Yang kedua tungsten karakternya kemerahan (Redish) dengan colour temperature
3200 Kelvin seperti sinar lampu pijar sinar api dan sinar matahari sekitar 2 jam
sesudah terbit dan 2 jam sebelum matahari terbenam.

Fungsi Cahaya

Menurut Mark Carpenter, banyak hal yang dapat dikerjakan berkaitan dengan peran
dari tata cahaya. Fungsi dasar dari tata cahaya ada empat yaitu :
1. Sebagai sumber penerangan, sumber penerangan merupakan hal yang paling

mendasar dari fungsi tata cahaya yaitu sebagai sumber penerang yang menerangi

objek untuk menghasilkan foto atau gambar yang berkualitas. Hal tersebut dapat
dilakukan dengan mengatur intensitas dari cahaya atau sinar yang masuk pada
kamera dengan tujuan tertentu. Sumber penerangan dibutuhkan untuk
pengambilan gambar/objek dengan memberikan hasil yang maksimal dan efek
yang bagus pada waktu pemotretan.
2. Menciptkan dimensi, tata cahaya akan memberikan tingkat pada suatu objek yang
akan dihasilkan pada gambar. Dimensi dapat diciptakan dengan membagi sisi
gelap dan terang pada suatu objek foto dengan memberikan intensitas cahaya
yang menerangi dengan memunculkan dimensi objek sehingga akan
menghasilkan gambar yang bagus.
3. Pemilihan, anda dapat menentukan arah cahaya atau sinar untuk menyinari objek
dan area yang membutuhkan penerangan dalam melakukan pemotretan
sehingga sesuai dengan harapan. Selain itu anda dapat memanfaatkan tata
cahaya dengan menentukan objek atauarea yang akan disinari dengan tujuan
akan memberikan hasil yang lebih bagus.
4. Atmosfer, penataan cahaya dalam fotografi dapat menibulkan kesan, kondisi,
serta keadaan yang dapat bercerita melalui sebuah foto. Hal tersebut
menimbulkan perasaan dan kekaguman terhadap sebuah karya fotografi yang
dapat bercerita melalui sebuah gambar.

Sifat Dasar Cahaya

Beberapa sifat cahaya yaitu :
1. Cahaya dapat menembus, salah satu sifat dari cahaya dapat menembus bahan-

bahan yang padat seperti kain, kertas kalkir dan kaca sehingga kualitas kerasnya
cahaya dapat bersifat soft atau lunak.
2. Cahaya dapat difokuskan, pada intinya cahaya dapat disalurkan ke arah
manapun. Cahaya dapat dikumpulkan dan difokuskan agar kuantitasnya lebih
besar lagi. Sebagai contoh adalah sinar matahari yang difokuskan oleh kaca
pembesar.
3. Cahaya dapat dipantulkan, cahaya dapat dipantulkan atau dibelokkan arahnya
dengan benda yang mempunyai daya pantul tinggi, seperti cermin, Styrofoam,
kertas perak dan lain-lain. Hal tersebut biasanya disebut dengan reflekor untuk
menyinari bagian-bagian yang gelap

4. Cahaya mempunyai warna, semua sumber cahaya memiliki warna biasanya
disebut dengan suhu warna yang dihitung dengan derajat dan kelvin

Sumber Cahaya

Terdapat dua pencahayaan dalam fotografi yaitu :
1. Available lighting, merupakan pemotretan yang memanfaatkan cahaya yang

sudah tersedia. Cahaya yang dapat dimanfaatkan dapat berupa natural light
maupun room light
2. Artificial lighting, merupakan pemotretan yang menggunakan sumber cahaya
yang sengaja ditambahkan. Misalnya menggunakan flash, strobist, studio light
dan alat pendukung cahaya lainnya.

Arah Cahaya

Pada dasarnya, ada tiga arah cahaya: depan, cahaya dari samping dan cahaya
latar.
Cahaya depan
Cahaya depan yang datang dari belakang kamera atau dari kamera itu sendiri.
Cahaya ini secara merata menyinari subjek Anda, membuatnya mudah untuk
mereproduksi warna dan rincian subjek. Secercah bayangan yang dihasilkan,
membuat foto menjadi hambar dan kurang dramatis.

Cahaya samping
Cahaya samping adalah cahaya yang menimpa subjek pada suatu sudut, yang berarti
bahwa satu sisi subjek akan disinario dan sisi lainnya berada dalam bayangan. Hal ini
membantu memberikan dimensi pada subyek ideal untuk menghantarkan bentuk dan
lekuk subjek.

Cahaya latar
Cahaya latar adalah sumber cahaya yang datang dari belakang subjek, menyebabkan
subjek tampak bagaikan siluet. Tidak mudah untuk mengambil foto dalam kondisi
cahaya latar, tetapi hasilnya bisa menjadi yang paling dramatis di antara ketiga cahaya
tersebut. Menambah exposure compensation akan membantu anda mengatasi hasil
cahaya latar dengan latar belakang yang terlalu cerah.

Kontras
Intensitas cahaya dapat diklasifikasikan ke dalam dua jenis, yaitu, intensitas yang kuat
dalam kontras, dan satunya lagi yang lemah.

Kontras Kuat
(Cahaya yang kuat dengan kecerahan yang sangat berbeda di antara area sorotan
dan bayangan)
Cahaya matahari langsung pada hari yang cerah, dan cukup kuat untuk menciptakan
bayangan gelap. Dengan kecerahan yang sangat berbeda antara area paling cerah
(sorotan) dan area gelap (bayangan), foto yang dihasilkan akan tajam dengan kontras
yang kuat.

Kontras Lemah
(Cahaya yang lemah dengan kecerahan yang sedikit berbeda di antara area sorotan
dan bayangan)
Cahaya "Lembut" diciptakan oleh cahaya matahari langsung pada hari mendung,
yang serupa dengan cahaya yang menerobos melalui tirai. Karena bayangan tidak
dapat dibentuk secara mudah dalam kasus ini, maka perbedaan dalam kecerahannya
pun lebih kecil, dan suasana yang dihasilkan tampak ringan dengan kontras yang
lemah. Selain itu, dengan perbedaan kecil antara area "sorotan" dan "bayangan",
maka bayangan diekspresikan dalam gradasi yang halus.

Jenis Pencahayaan
Jenis pencahayaan ada 2 yaitu:
Direct Light (Cahaya Langsung)
Cahaya yang langsung dari matahari yang paling mudah dikenali. Cahaya ini langsung
mengenai benda tanpa terhalangi apapun.

Diffused Light (Cahaya tidak langsung)
Cahaya baur, tidak langsung mengenai objek tetapi terhalangi oleh sesuatu.

Peralatan lighting dan fungsinya

Lighting atau pencahayaan di dalam fotografi adalam sebuah element penting,seperti
arti fotografi itu sendiri yaitu melukis dengan cahaya.Kita harus sangat memahamin
arti pentingnya lighting untuk dapet melukis atau menghasilkan foto yang
sempurna,namun tidak semua orang memiliki keahlian dalam mengolah
lighting.Penggunaan lighting pada foto beauty sangatlah penting karena pada foto
beauty membutuhkan pencahayaan yang sangat sempurna.Mulai dari main light,fill
ligth,back light,hingga hair light biasanya hampir seluruh posisi pencahayaan di
gunakan untuk menghasilkan foto beauty yang baik.
Sebelum memulai memotret dengan pencahayaan yang benar,ada baiknya anda
terlebih dahulu mengenal apa saja peralatan dan aksesoris lighting yang ada.Ada
banyak sekali peralatan lighting yang dapat di gunakan,setiap peralatan memiliki
karakteristik dan ciri khas masing-masing,mungkin bentuk dan istilah dari masing-
masing peralatan dan aksesoris lighting berbeda antara satu produsen dengan
produsen lainnya tetapi umumnya memiliki fungsi yang sama.
Perhatikan gambar berikut ini :

Gambar tersebut merupakan contoh penggunaan dan pengaturan lighting di ruangan
yang diubah menjadi studio foto.
Berikut ini beberapa perangkat lighting serta istilah yang paling umum di gunakan
dalam dunia fotografi:

1. Flash head
Lampu flash standar yang umum di gunakan untuk pemotretan, istilah standar
flash juga sering di sebut dengan flash strobe.Lampu ini menghasilkan cahaya
non continuous atau sesekali memancar,sumber daya listrik dan kekuatanya di
ukur dalam ws (wattsecond)

Gambar flash head
2. Standard reflector

Merupakan aksesoris standar dari sebuah lampu berbentuk bulat dan di lapisi
materi berwarna perak di dalamnya,cahaya yang di hasilkan cukup keras dan
terkonsentrasi.Standard reflector memiliki ukuran diameter yang berbeda-beda

Gambar standard reflector
3. Backlite reflektor

Reflector yang khusus di gunakan pada lampu yang di tembakan ke arah
background,dengan bentuknya yang elips menghasilkan bayangan cahaya yang
lonjong pada background.

Gambar backlite reflektor
4. Barn door

Empat lempengan besi yang di lengkapi engsel sehingga bisa di buka-tutup di
gunakan untuk mengonsentrasikan arah lampu ke bagian-bagian
tertentu,terkadang juga di gunakan untuk menghalangi arah lampu ke bagian
subjek.

Gambar barn door
5. Honeycomb grid

Grid yang terdiri dari sel-sel berbentuk heksagonal,di gunakan untuk
melembutkan cahaya serta untuk lebih mengonsentrasikan arah cahaya.

Gambar Honeycomb grid
6. Softbox

Aksesoris yang terbuat dari bahan transparan yang berguna untuk menghaluskan
atau melembutkan cahaya,biasanya sebuah softbox memiliki 1 atau 2 buah
lapisan bahan transparan.Softbox memiliki beragam bentuk yang paling banyak
di gunakan adalah yang berbentuk segi empat.

Gambar soft box
7. Oktagon softbox

Varian dari Softbox yang berbentuk octagon atau segi delapan biasanya di
gunakan untuk pemotretan potrait atau wajah,refleksi yang di hasilkan pada mata
model akan menjadi berbentuk bulat.

Gambar octagon soft box

8. Silver umbrella
Aksesoris lampu berbentuk payung yang di gunakan untuk memantulkan cahaya
dari lampu,cahaya yang di hasilkan bersifat menyebar dengan cukup merata
terdiri dari bahan perak,putih,dan trasnparan.Umbrella yang memiliki lapisan
dalam warna perak di gunakan utuk menghasilkan cahaya yng cukup keras dan
merata.

Gambar silver umbrella
9. White umbrella

Varian dari umbrella yang memiliki lapisan dalam berwarna putih,di gunakan untuk
menghasilkan cahaya yang lebih halus dan merata.

Gambar white umbrella
10. Beauty dish

Aksesoris lampu yang biasanya di gunakan untuk pemotretan portrait atau
beauty,dengan beauty dish cahaya akan di sebarkan secara merata namun di
konsentrasikan.Kelebihan dari beauty dish adalah refleksi cahaya yang berbentuk
bulat pada mata sang model.

Gambar beauty dish
11. Reflector
Alat yang satu ini biasa di gunakan untuk memantulkan cahaya,tersedia dalam
beberapa jenis warna seperti putih,hitam,emas,perak,dan sebagainya.

Gambar reflector
12. Light stand

Kaki yang di gunakan untuk meletakan lampu,biasanya terdiri dari 2-3 segmen
yang bisa di panjang-pendekan.

Gambar light stand

13. Flash tube
Inti dari sebuah lampu,tabung lampu inilah yang menghasilkan cahaya pada
lampu.

Gambar flash tube
14. Modeling lamp

Selain flash tube,sebuah flash biasanya di lengkapi pula oleh lampu modeling
lampu ini bersifat continuous dan di gunakan untuk memeriksa arah cahaya
sehingga kita bisa memperkirakan jatuhnya cahaya pada objek yang akan di foto.

Gambar modelling lamp
15. Radio trigger

Di gunakan untuk memicu atau menyalakan lampu dari jarak jauh tanpa kabel,Unit
master di pasang pada kamera sedangkan unit slave di pasangkan pada lampu
menggunakan gelombang radio jarak pemakainya cukup jauh 10-30 meter.

Gambar radio triggfer

Teknik Pencahayaan Dalam Fotografi

Pencahayaan dalam fotografi adalah sebuah unsur-unsur yang paling utama di dalam
fotografi. Sebab fotografi sendiri adalah sebuah kreativitas yang dimainkan dengan
cahaya.
Maka dari itu sangat penting sekali untuk memahami serta mempelajari konsep
pencahayaan dalam fotografi ini Adapun teknik-teknik pencahayaan dalam fotografi
adalah sebagai berikut :
Front Light
Front Light adalah posisi cahaya berada di depan objek, sehingga pada dibagian
depan objek akan mendapatkan cahaya penuh.
Cahaya yang datang saling berhadapan dengan area yang menjadi fokus utama objek
foto, sehingga objek akan mendapatkan pencahayaan yang penuh.

Kelebihan dari teknik ini adalah kita dapat memperoleh informasi warna yang yang
dimiliki oleh objek yang akan difoto. Akan tetapi, teknik front light mempunyai
kekurangan yaitu objek utama akan terkesan datar atau flat.

Side Light
Side Light adalah posisi cahaya berada pada sisi samping dari objek, sehingga
bayangan dan terang objek akan terbagi menjadi dua, bagian terang dan bagian gelap
serta bayangan akan berada pada posisi yang berlawanan.
Teknik ini sangat penting dalam fotografi hitam putih yang mengandalkan warna abu-
abu (bukan warna), untuk menangkap subjek.
Bayangan yang disebabkan oleh pencahayaan dari samping akan mengungkapkan
detail yang dapat membuat foto terlihat lebih menarik.
Foto yang dibuat dengan teknik slide light ini biasanya memiliki bayangan yang
kontras. Untuk mengurangi kontras, kamu hanya tinggal menambahkan lampu kilat.

Oval Light
Oval Light adalah posisi dimana cahaya berada 3/4 objek, sehingga pada bagian
depan objek akan mendapatkan cahaya penuh.

Teknik ini mempunyai karakteristik yaitu bisa memunculkan dimensi pada objek tanpa
menghilangkan karakter warna yang dimilikinya.
Oval Light banyak digunakan dalam studio, biasanya digunakan reflector untuk
membantu dalam memotret menggunakan teknik ini.

Back Light
Back Light adalah posisi cahaya yang tepat pada bagian belakang objek, sehingga
sisi depan objek akan terlihat menjadi gelap dan tercipta garis garis cahaya pada
bagian belakang objek secara tegas.
Jenis pencahayaan ini sangat cocok untuk memotret seseorang di luar ruangan
dibawah matahari yang cerah. Back light juga bisa digunakan untuk menghasilkan
efek siluet.

Rim Light
Rim Light adalah posisi cahaya tepat berada di bagian dengan posisi sudut 1/4
objek, sehingga pada bagian depan objek akan gelap dan akan timbul garis pada
bagian tepian objek.
Teknik ini memiliki karakteristik yaitu menampilkan bentuk garis yang jelas dan
membentuk kilauan pada bagian tepi belakang objek yang akan dipotret

Top Light
Top Light merupakan teknik pencahayaan yang memanfaatkan arah cahaya yang
datang dari bagian atas objek yang akan dipotret.
Teknik ini sendiri memiliki tujuan yaitu membuat foto yang bagian atas objeknya
memiliki kilauan sehingga menimbulkan kesan yang sangat menarik.

Ray Of Light
Ray Of Light merupakan teknik pencahayaan yang memanfaatkan karakteristik
cahaya, yang muncul karena terobosan melalui debu, awan, dan benda lainya.
Teknik yang satu ini sangat mudah untuk ditemukan yaitu ketika waktu pagi hari,
ketika matahari hendak terbenam. Dimana saat itu kondisi cuaca yang agak
mendung.

Existing Light
Teknik ini biasa disebut juga dengan cahaya yang tersedia atau fotografi cahaya
natural.
Existing Light yaitu pembuatan gambar dengan cahaya yang kebetulan berada di
tempat kejadian foto itu diambil. Cahaya yang termasuk di dalam existing light seperti
cahaya dari meja, lantai, jendela, dan lainnya.
Dengan menggunakan teknik ini seorang fotografer dapat memainkan atau membuat
gambar secara kreatif serta dramatis.
Karena teknik ini membebaskan sang fotografer untuk bergerak.
Untuk foto existing light, kamera kalian harus dilengkapi dengan lensa cepat
setidaknya f/2.8, shutter kamera harus memiliki pengaturan T atau B, dan eksposure
lebih dari sekitar 1/60 detik, sebelum mengetahui tentang existing light, pahami
terlebih dahulu istilah di dalam fotografi.

Artificial Light
Artificial Light adalah cahaya yang sengaja kita buat ketika sedang membuat gambar
foto. Sebagai fotografer kita bisa mengatur besar-kecilnya serta mengubah arah
penyinaran dari cahaya tersebut. Seperti contoh lampu flash, lampu studio, dan
senter.

Available Light
Available Light adalah cahaya yang telah tersedia secara alami di lingkungan
sekitar. Seorang fotografer tidak bisa mengatur besar-kecilnya serta mengubah arah
penyinaran dari cahaya tersebut. Seperti contoh sinar matahari, lampu kota, lampu
jalanan, lampu panggung, dan lampu ruangan.

Mix Light
Mix Light adalah penggabungan antara dua cahaya ke dalam sebuah foto.
Sebagai seorang fotografer profesional terkadang kita perlu menggunakan teknik ini.
Kita bisa menggabungkan beberapa available light misalnya :

• Sinar matahari dengan lampu ruangan
Juga bisa menggabungkan beberapa artificial light misalnya :

• Lampu studio dengan lampu flash

Prinsip Dasar Pengaturan Tata Cahaya

Ini sudah menjadi rumusan atau formula dasar sebuah pencahayaan dalam produksi
video, film, dan foto. Tiga poin penting itu terdiri atas : Key Light, Fill Light, Back
Light
a. Key Light

Pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Keylight merupakan sumber
pencahayaan paling dominan. Biasanya keylight lebih terang dibandingkan
dengan fill light. Dalam desain 3 poin pencahyaan, keylight ditempatkan pada
sudut 45 derajat di atas subjek.Fill Light
b. Fill light
Pencahayaan pengisi, biasanya digunakan untuk menghilangkan bayangan
objek yang disebabkan oleh key light. Fill light ditempatkan berseberangan
dengan subyek yang mempunyai jarak yang sama dengan keylight. Intensitas
pencahyaan fill light biasanya setengah dari key light.
c. Back Light
Pencahayaan dari arah belakang objek, berfungsi untuk meberikan dimensi agar
subjek tidak “menyatu” dengan latar belakang. Pencahyaan ini diletakkan 45
derajat di belakang subyek. Intensitas pencahyaan backlight sangat tergantung
dari pencahayaan key light dan fill light, dan tentu saja tergantung pada
subyeknya. Misal backlight untuk orang berambut pirang akan sedikit berbeda
dengan pencahayaan untuk orang dengan warna rambut hitam


Click to View FlipBook Version