The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lhokseumawedprk, 2023-08-02 22:19:19

pptminiprolama-220810054435-1bea3dfa

pptminiprolama-220810054435-1bea3dfa

UPAYA PENINGKATAN KEPATUHAN BEROBAT PASIEN ODGJ MELALUI INOVASI “RASA SEJIWA” (KELURAHAN SIAGA SEHAT JIWA) DI DESA SUKOANYAR WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS DADAPKUNING PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA TAHUN 2020 MINI PROJECT dr. Himatul Mahmudah Dokter Pendamping, dr. Hilda Betsy, MR.


LATAR BELAKANG WHO tahun 2016 terdapat sekitar 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar, 21 juta terkena skizofrenia , serta 47,5 juta orang terkena demensia Estimasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat adalah 0,22% dari jumlah penduduk Jawa Timur atau 86.445 orang jumlah penduduk tahun 2015 (39.292.972) Cakupan kabupaten/Kota memiliki puskesmas yang menyelenggarakan Upaya Kesehatan Jiwa. Di wilayah Jawa Timur mencapai 97,4%. Sedangkan ODGJ yang minum obat rutin 1 bulan terakhir sebesar 48,9% . Riskesdas 2018, prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang atau sebanyak 1,7 per 1000 penduduk 2016 2018 2018 2018


RUMUSAN MASALAH 01 02 03 04 Berapa prevalensi ODGJ (Orang Dengan Gangguan jiwa) tahun 2019 berdasarkan hasil PIS - PK dan Laporan Program Kesehatan Jiwa wilayah kerja UPT Puskesmas Dadapkuning Tahun 2019 ? Berapa persentase distribusi usia dan jenis kelamin ODGJ (Orang Dengan Gangguan jiwa) di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Dadapkuning ? Berapa angka kepatuhan berobat penderita ODGJ (Orang Dengan Gangguan jiwa) di wilayah Kerja UPT Puskesmas dadapkuning ? Apa saja faktor yang memengaruhi kepatuhan berobat ? Bagaiman upaya meningkatkan angka kepatuhan berobat pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan jiwa) di wilayah Kerja Puskesmas Dadapkuning melalui Program Inovasi RASA SEJIWA (Kelurahan Siaga Sehat jiwa) ?


TUJUAN PENELITIAN • Meningkatnya pengetahuan masyarakat dan kader kesehatan mengenai kesehatan jiwa, deteksi dini gangguan jiwa, pemantauan obat dan mendekatkan akses layanan bagi pasien ODGJ, serta mencegah kekambuhan gejala gangguan jiwa yang dialami pasien dengan pemberdayaan peran keluarga dan masyarakat. UMUM • Untuk mengetahui prevalensi ODGJ tahun 2019 berdasarkan hasil PIS - PK dan Laporan Kohort Program Kesehatan Jiwa wilayah kerja UPT Puskesmas Dadapkuning Tahun 2019 • Untuk mengetahui gambaran persentase distribusi usia dan jenis kelamin ODGJ di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Dadapkuning • Untuk mengetahui angka kepatuhan berobat penderita gangguan jiwa berat (skizofrenia) di wilayah Kerja UPT Puskesmas dadapkuning serta faktor-faktor yang memengaruhinya. • Untuk mengetahui Bagaiman upaya meningkatkan angka kepatuhan berobat pasien ODGJ di wilayah Kerja Puskesmas Dadapkuning melalui Program Inovasi RASA SEJIWA (Kelurahan Siaga Sehat jiwa) KHUSUS


MANFAAT PENELITIAN PUSKESMAS Dapat dijadikan rekomen dasi alternative pemecah an masalah serta masuk an informasi dalam meny usun kebijakan dan strat egi program-program ke sehatan terutama yang b erhubungan dengan mas alah kesehatan jiwa. MASYARAKAT Dapat menambah waw asan dan peran aktif m asyarakat untuk menan gani permasalahan jiw a, baik berupa dukunga n moral, penerimaan, d eteksi serta pelaporan dini gangguan jiwa. PENELITI SELANJUTNYA Digunakan sebaga i bahan referensi d ata awal agar dap at dikembangkan p ada penelitian beri kutnya. PENULIS Menambah informasi dan wawasan penulis mengen ai prevalensi, persentase distribusi usia dan jenis ke lamin, serta angka kepatu han minum obat penderita ODGJ (Orang dengan Ga ngguan Jiwa) di wilayah k erja UPT Puskesmas Dad apkuning.


TINJAUAN PUSTAKA


GANGGUAN JIWA Terapi biologis : obat antipsikosis, terapi elektrokonvulsif, dan pembedahan bagian otak Terapi Psikososial : terapi kelompok,terapi keluarga Beberapa faktor penentu prognosis : kepribadian pramorbid, gejala klinik, jenis kelamin, usia serangan, frekuensi serangan, jenis serangan, dan faktor konstitusi fisik. Sekitar 10-20% pasien skizofrenia menunjukkan hasil baik, 50% menunjukkan hasil buruk (berupa rawat inap berulang, gangguan mood, dan usaha bunuh diri) Anamnesis, Pemeriksaan fisik, pemeriksaan psikiatri/status mental. Kategori ODMK (Orang Dengan Masalah Kejiwaan) berisiko menjadi ODGJ. Kategoti gangguan Jiwa berat jika terdapat kemampuan menilai realitasatau tilikan/Insight diri yang jelek. suatu kondisi dimana seseorang mengalami gangguan dalam pikiran,perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia. Insidensi skizofrenia di seluruh dunia adalah 3.000 – 10.000 penderita. Skizofrenia terjadi paling tinggi pada rentang usia 15 - 35 tahun. Prevalensi global pada usia tersebut adalah 1,1%, sedangkan di Indonesia adalah 0,3% - 1% Faktor Genetik, faktor biokimia, faktor psikososial


Inovasi “RASA SEJIWA” yang merupakan singkatan dari Kelurahan Siaga Sehat Jiwa adalah inovasi untuk mengatasi permasalahan terkait Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan cara menggerakkan masyarakat (kader) untuk melakukan pendataan, Pemantauan Minum Obat (PMO), sosialisasi penanganan pasien jiwa, mengubah stigma pasien jiwa di masyarakat serta mengajak masyarakat agar memeriksakan keluarga yang mengalami ODGJ INOVASI RASA SEJIWA


TUJUAN RASA SEJIWA Siaga terhadap munculnya masalah kesehatan jiwa di masyarakat melalui Kader Kesehatan Jiwa yang aktif, tanggap dan terlatih. Keluarga yang sehat tetap sehat, yang berisiko agar dapat terhindar. Membantu pemulihan pasien yang telah dirawat di Rumah Sakit/berobat jalan Contents Title Mendeteksi pasien gangguan jiwa yang belum terdeteksi Agar masyarakat ikut berperan dalam :


KEPATUHAN KELUARGA ODGJ DALAM MENGIKUTI PENGOBATAN Kepatuhan atau ketaatan merupakan suatu derajat keluarga ODGJ mengikuti anjuran klinis dari dokter yang mengobatinya. Menurut Sackett (1976) dalam Niven (2002) kepatuhan adalah sejauh mana perilaku keluarga ODGJ sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh petugas kesehatan, kepatuhan sebagai suatu tingkatan keluarga ODGJ dalam melaksanakan cara pengobatan dan perilaku yang disarankan oleh dokter atau perawat. Berdasarkan dari pengertian di atas dapat dijelaskan bahwa kepatuhan merupakan suatu ketaatan terhadap anjuran dalam melaksanakan suatu terapi atau pengobatan yang diberikan oleh petugas kesehatan sesuai dengan ketentuan dan standar


Puskesmas Dadap Kuning merupakan Unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan upaya kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Dadap Kuning di kecamatan cerme Kabupaten Gresik Jumlah penduduk pada akhir tahun 2019 di wilayah kerja Puskesmas Dadap Kuning sebanyak 21887 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 5840 KK. dengan rincian jenis kelamin pria sebanyak 10882 jiwa dan wanita sebanyak 10036 jiwa PROFIL PUSKESMAS


DATA GEOGRAFIS PKM D Puskesmas Dadap Kuning beralamatkan di Jl. Raya Dadap Kuning Cerme Gresik, Cerme, Jawa Timur 61171, Indonesia. Luas bangunan puskesmas adalah 19,19 M2, dengan permukaan 95% dataran rendah dan 5% dataran tinggi. Puskesmas Dadapkuning mempunyai wilayah binaan 9 desa dengan total 13 Dusun


METODOLOGI PENELITIAN


METODOLOGI PENELITIAN Ruang Lingkup Penelitian Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kesehatan jiwa), Tempat : Puskesmas Dadap Kuning, Desa Sukoanyar, waktu : Agustus – Oktober 2020 Desain Penelitian Deskriptif observasional dengan metode pendekatan secara cross sectional, terdapat data sekunder dan primer Populasi dan Sampel Populasi terjangkau seluruh pasien ODGJ di Wilayah Kerja Puskesmas Dadap kuning, dari data Kohort Jiwa terdapat 31 ODGJ, Metode consecutive sampling yaitu mengambil data seluruh ODGJ di Desa Sukoanyar sebagai sampel penelitian. Lokasi dan Waktu Penelitian Desa Sukoanyar yang termasuk dalam wilayah kerja puskesmas Dadap Kuning. Waktu penelitian dimulai bulan Agustus hingga Oktober 2020.


Alur Penelitian Instrumen Penelitian 1. Data Sekunder 2. Kuesioner


Analisis Data • Pada penelitian ini dilakukan analisis univariat, dimana peneliti menganalisis data yang didapatkan tanpa menghubungkan atau mengkorelasikan variabel lainnya Etika Penelitian • Informed Consent • Anonymity (Tanpa Nama) • Kerahasiaan (Confidentiality)


HASIL PENELITIAN


Sukoanyar 30% Lengkong Dampaan 3% 0% Dadap Kuning 10% Dooro 7% Kandangan 14% Ngembung 3% Dungus 20% Gurang 13% Prevalensi ODGJ 2019-2020 di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Dadap Kuning Jumlah ODGJ : 30 Orang


20% 100% 0.00% 33% 100% 25% 100% 50% 50% Sukoanyar Lengkong Dampaan Dadap Kuning Dooro KandanganNgembung Dungus Gurang Persentase Kepatuhan Berobat Pasien ODGJ Di Wilayah kerja UPT Puskesmas Dadap Kuning


Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agutus Series1 60% 60% 57% 57% 57% 57% 57% 57% 56% 57% 58% 59% 60% 61% persentase Kepatuhan Berobat ODGJ Perbulan Tahun 2020 N = Tidak Patuh berobat N = 13 N = 13 N = 13 N = 13 N = 13 N = 13 N = 12 N = 12


0 0 4 10 9 7 1 1 – 9 th 10 – 19 th 20 – 29 th 30 – 39 th 40 – 49 th 50 - 59 th >=60 th Distribusi Usia ODGJ Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Dadap Kuning Jumlah 68% 32% Distribusi Jenis Kelamin Pasien ODGJ Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Dadap Kuning Laki-Laki Perempuan


Prioritas Masalah Keluarga mengikuti program KB (68%) Bayi mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif (64%) Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan (96%) Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar (16%) Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur (65%) Penderita gangguan jiwa berat,diobati dan tidak ditelantarkan (20%) Anggota keluarga tidak ada yang merokok (41%)


Analisa Penyebab Masalah


Analisa Penyebab Masalah Stigma masyarakat terhadap ODGJ (2) Tenaga medis yang kompeten terbatas (4) Faktor Ekonomi (6) Keluarga/Paisen merasa sudah sembuh (5) Peran Keluarga (3) Belum adanya kader peduli jiwa dan peran serta masyarakat (1)


No Penyebab Masalah Alternatif Penyelesaian Masalah 1 belum adanya SOP pelayanan dan manajemen ODGJ di puskesmas Mendiskusikan & membuat SOP pelayanan & manajemen ODGJ (pendataan & pencatatan alur pelayanan system follow up pengobatan) 2 Kunjungan rumah untuk screening maupun evaluasi pengobatan beum rutin dilakukan Membuat jadwal kunjungan rutin untuk screening pada kontak erat pasien ODGJ, serta mengevaluasi kepatuhan pengobatan pasien ODGJ. 3 Kurangnya promosi & informasi rutin mengenai ODGJ Membuat jadwal penyuluhan rutin ke masyarakat mengenai ODGJ dan penanggulangannya. 4 Kurangnya media informasi dan edukasi Membuat leaflet berisi informasi terkait ODGJ dan penanggulangannya 5 Lembaran data yang berhubungan dengan pasien ODGJ sering berpindah tangan dan tercecer sehingga menghambat proses monitoring Mendiskusikan & membuat system pelayanan dan manajemen ODGJ 6 Stigma masyarakat mengenai ODGJ masih buruk. Membuat jadwal penyuluhan rutin ke masyarakat mengenai ODGJ dan penanggulangannya 7 Pengetahuan masyarakat tentang ODGJ dan penanggulangan masih rendah Membuat jadwal penyuluhan rutin ke masyarakt mengenai ODGJ dan penanggulangannya 8 Belum adanya kader peduli jiwa dan peran serta masyarakat Membentuk Kader Kesehatan Jiwa dapat melalui program Inovasi Rasa Sejiwa ( Kelurahan Siaga Sehat Jiwa) 9 Keluarga pasien dan pasien tidak mau melanjutkan pengobatan karena merasa sudah sembuh Edukasi kepada keluarga pasien mengenai pengobatan ODGJ 10 Belum ada metode aktif yang edukatif untuk memfollow up proses pengobatan pasien Mendiskusikan dan membuat system pelayanan dan manajen ODGJ 11 Pemberdayaan PMO (pengawasan minum obat) belum maksimal Edukasi ke keluarga pasien mengenai pengobatan ODGJ dan pentingnnya PMO dalam proses pengobatan ODGJ


Hasil Kuesioener Keluarga ODGJ No. Item pertanyaan YA TIDAK Alasan 1. Tentang kepatuhan minum obat 3 7 - Lupa - Merasa sudah tidak kambuh - Tidak tahan efek samping obat - Jenuh minum obat 2. Tentang kepatuhan berobat jalan 6 4 - lebih mementingkan bekerja - kesulitan transportasi/yang mengantar - merasa sudah sembuh - sudah ke pengobatan alternative 3. Tentang dukungan keluarga 7 3 - keluarag sibuk bekerja sehingga kurang ada waktu untuk meluangkan komunikasi ke ODGJ - seringnya ODGJ tidak nyambung ketika diajak berkomunikasi sehingga mmebuat keluarga malas, dan membiarkan saja. 4. Tentang kekambuhan 10 0 -


Hasil Upaya Intervensi 2 3 4 5 1 Pertemuan kader untuk membentuk kader kesehatan dengan memberikan materi tentang program RASA SEJIWA (kelurahan Sehat jiwa), peran kader kesehatan,rencana kegiatan, dan monev Penyuluhan mengenai kesehatan jiwa kepada masyarakat Pembuatan media promosi, informasi dan edukasi untuk masyarakat mengenai ODGJ Home Visited dan wawancara keluarga dan pasien ODGJ Pembuatan system pelayanan dan maanejemen ODGJ sederhana (system pencatatan dan penyimpanan data status ODGJ dan system follow-up pengobatan melalui Diskusi dengan kepala puskesmas dan pemegang program kesehatan jiwa di Puskesmas A Kartu Berobat ODGJ B 10 ODGJ C Leaflet/ Poster D P. Dalam Gedung E RASA SEJIWA


PEMBAHASAN


Pembahasan Prevalensi ODGJ Kepatuhan Berobat Distribusi Jenis Kelamin Distribusi Usia data epidemiologi menyatakan prevalensi skizofrenia berdasarkan jenis kelamin adalah sama, perbedaannya terlihat pada onset dan perjalanan penyakit. Untuk laki - laki 15 sampai 25 tahun sedangkan wanita 25 sampai 35 tahun. Hasil ini sesuai dengan data epidemiologi karena memang rentang usia pasien ODGJ di 4 Desa tersebut berkisar usia 17 – 35 tahun Distribusi usia sampel sesuai dengan data epidemiologi insidensi skizofrenia di seluruh dunia paling tinggi pada rentang usia 15 - 35 tahun. Prevalensi global pada usia tersebut adalah 1,1%, sedangkan di Indonesia adalah 0,3% - 1% Ditemukan sebanyak 30 ODGJ di 8 Desa tersebut serta tidak didapatkan ODGJ yang ditelantarkan atau dipasung, 12 ODGJ diantaranya sudah rutin berobat, sedangkan sisanya 18 ODGJ masih belum teratur berobat. Pencapaian rata-rata kepatuhan berobat sebesar 40%.


Pembahasan Masalah S W O T SWOT Dapat disimpulkan pokok masalah yang didapatkan, yaitu : Stigma masyarakat terhadap ODGJ, tenaga medis yang kompeten terbatas, Factor ekonomi, Dukungan keluarga, Keluarga/pasien merasa sudah sembuh, Belum adanya kader peduli jiwa dan peran serta masyarakat. Your Text Here You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations. I hope and I believe that this Template will your Time, Money and Reputation. Your Text Here You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations. I hope and I believe that this Template will your Time, Money and Reputation. Your Text Here You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations. I hope and I believe that this Template will your Time, Money and Reputation.


Kartu Berobat Poster ODGJ Penyuluhan Dalam Gedung RASA SEJIWA Berdasarkan hasil temuan masalah serta prioritas penyebab masalah berupa belum adanya kader peduli kesehatan jiwasehingga rendahnya angka kepatuhan berobat pasien ODGJoleh karena itu peneliti kemudian melakukan upaya intervensi, sebagai berikut : Hasil Kegiatan Intervensi


Kunjungan Rumah ODGJ


Kekuatan & Kelemahan Penelitian Strength • Penelitian baru • Program Inovasi Baru Weakness • Tidak ada Kendali variabel/indikator • Tidak dilakukan MONEV post intervensi • Deskriptif, consecutive sampling • Instrumen kuesioner


KESIMPULAN & SARAN


Kesimpulan Angka prevalensi ODGJ jumlah kasus ODGJ sebanyak 31 dengan penambahan kasus baru 9 ODGJ. diantaranya 12 ODGJ sudah rutin berobat, sedangkan sisanya 18 ODGJ masih belum teratur berobat. Sehingga diperoleh angka prosentase kepatuhan berobat/ minum obat pada ODGJ sebesar 40%. Dimana terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki,dengan presentasi terbanyak rentang usia Dewasa akhir (30-39 tahun) sebesar 32% berdasarkan metode diagram Ishikawa/fishbone didapatkan kesimpulan permasalahannya ; Stigma masyarakat terhadap ODGJ, tenaga medis yang kompeten terbatas, Factor ekonomi, Dukungan keluarga, Keluarga/pasien merasa sudah sembuh, Belum adanya kader peduli jiwa dan peran serta masyarakat. Pembuatan sistem pelayanan dan maanejemen ODGJ sederhana (system pencatatan dan penyimpanan data status ODGJ dan system follow-up pengobatan, Home Visite dan wawancara keluarga dan pasien ODGJ, Pembuatan media promosi, informasi dan edukasi untuk keluarga serta masyarakat mengenai ODGJ, Penyuluhan mengenai kesehatan jiwa kepada masyarakat, pembentukan kader kesehatan Jiwa dengan program RASA SEJIWA (kelurahan Sehat jiwa)


SARAN Memperluas adanya dukungan dan kerjasama lintas sektor, seperti melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama hingga perangkat Desa guna tercapainya masyarakat yang mandiri dalam masalah kesehatan jiwa. Program RASA SEJIWA yang ada di desa Sukoanyar harapannya dapat diikuti atau diterapkan juga di desa lainnya wilayah kerja Puskesmas. Harapannya setelah adanya program RASA SEJIWA, diadakan monitoring dan evaluasi terhadap kade-kader Kesehatan jiwa di Desa wilayah kerja Puskesmas, Desa Sukoanyar khususnya. Kader diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah didapatkan selama pelatihan Kader Kesehatan Jiwa di Program RASA SEJIWA. Program RASA SEJIWA yang telah ada ini diharapkan dapat melahirkan Posyandu Jiwa di Puskesmas. Harapan akan dilakukannya penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan berobat pasien ODGJ di wilayah Puskesmas Dadap Kuning dengan memprioritaskan identifikasi masalah atau mengenai inovasiinovasi baru lainnya yang lebih efisien.


Daftar Pustaka Anonim. Profil Puskesmas Dadap Kuning Tahun 2019. 2019 Balitbang Kemenkes RI. 2018. Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI. Depkes RI. Buku Paket Pelatihan Kader Kesehatan dan Tokoh masyarakat Dalam pengembangan Desa Siaga. Dinkes Sleman. Jakarta. 2009 Depkes RI. Buku Pedoman Umum TP-KJM. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Jakarta. 2003. Depkes RI. Pengenalan Masalah Psikososial. Jakarta: Depkes RI; 2002. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur,Buku Pedoman Pengembangan Desa Siaga Aktif bagi kader, Surabaya, 2011. Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa (2009). Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dasar, Jakarta : Kemenkes RI Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat penderita skizofrenia. Stikes bakti husada Muhlisin A, Pratiwi A. Model pelayanan kesehatan berbasis partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa pada masyarakat setempat. 2nd Univ Res Coloquium 2015. 2015;ISSN 2407-(2005):172–9. Ikatan Dokter Indonesia, 2016. Hari Kesehatan Jiwa Sedunia; Penyebab Munculnya Gangguan Kesehatan Jiwa, http://www.idionline.org/berita/hari-kesehatan-jiwa-sedunia-penyebabmunculnya-gangguan-kesehatan-jiwa , diakses 27- September-2020. Kaplan, H.I. & Sadock, B.J. (2010). Buku ajar psikiatri klinis. Jakarta: Bina Rupa Aksara. 2010 Keliat, Budi.A.(2016).Konsep gangguan jiwa. Jakarta : EGC Kepner, C.H. dan Benjamin B. Tregoe. 1981. Manajer Yang Rasional. Edisi Terjemahan. Jakarta: Penerbit Erlangga. Lane, (2013). Kepatuhan berobat. http// digilib. Litbang. Depkes.go.id. diakses 2 Oktober 2020 Laverack G. Wallerstein N. Measuring community empowerment: a fresh look at organizational domains. Health promotion nternational [Internet]. 2001 Jun;16(2):179–85.Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11356756 Leray C. Mental disorders. Diet Lipids Heal Brain Funct. 2018;(April):123–96. Masnona, dkk (2013). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat klien skizofrenia di poliklinik Gmo RSJ Prof.Dr.Hb Sa’anin Padang 2013.


Daftar Pustaka Masta Hothasian J, Suryawati C, Yunila Fatmasari. (2019). Evaluasi Pelaksanaan Program Upaya Kesehatan Jiwa Di Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang Tahun 2018. 2019;7(1):2356–3346. Muhlisin A, Pratiwi A. Model pelayanan kesehatan berbasis partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa pada masyarakat setempat. 2nd Univ Res Coloquium 2015. 2015;ISSN 2407- (2005):172–9. Nabraadi, Andras. Strategic Management Process. University of Debrecen: 2010. http://bookboon.com/en/strategy-andmanagement-ebooks-zip (Waktu akses: Minggu, 20 September 2020, 10.00 WIB). Nirwan, Tahlil, Said Usman, Dukungan Keluarga Dalam Perawatan Pasien Gangguan Jiwa Dengan Pendekatan Health Promotion Model, Jurnal Ilmu Keperawatan ISSN : 2338 – 6371, http://www.e-jurnal.com/2013/09/jurnal-penelitian.html, Copyright 2016 Sekretariat Negara RI, (2014) Undang-undang Kesehatan Jiwa, Jakarta. Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan & ilmu perilaku. Jakarta: penerbit Rineka Cipta. Regina, I,dkk (2013). Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Kontrol Berobat Pada Klien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah DR.Amino Gondohutomo Semarang Riska Ratnawati (2016). RS. Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang,modul Pembentukan Desa Siaga Sehat jiwa, Lawang, 2013 Sutini, Titin & Hidayati Nur (2015). Gambaran deteksi dini kesehatan jiwa di Desa Ranjeng dan Cilopang Kabupaten Sumedang. Jurnal Keperawatan BSI. https://ejournal.bsi.ac.id. Syafrudin, Hamidah, 2009. Kesehatan Jiwa Komunitas. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Townsend, C.M. (2009). Psychiatric mental health nursing Concept of care in evidence basepractice. (6th Ed.). Philadelphia: F.A. Davis Company Wardaningsih S. Melatih dan Memberdayakan Kader Kesehatan Dalam Pelaksanaan Program Kesehatan Jiwa Di Masyarakat [Internet]. 2017. Available from: https://isnet.or.id/2017/10/08/melatih-dan-memberdayakan-kaderkesehatan-dalam-pelaksanaanprogramkesehatan-jiwa-di-masyarakat/ Wasniyati A, Hasthayoga LB B, Padmawati RS. Evaluasi program Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ) di wilayah Puskesmas Galur II kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. J Kebijak Kesehat Indones [Internet]. 2014;3(1):24– Available from: https://idl-bnc-idrc. dspacedirect.org/handle/10625/54066. WHO, 2011 Menthal Health Atlas 2011. Available at :http://www.who.int/mentalhealth/evidence/atlasmnh , diakses 25-08-2020.


LAMPIRAN


A. Kuesioner Survei Kesehatan Jiwa KUISIONER KESEHATAN JIWA Lingkari dan isi jawaban yang menurut anda benar : 1. Apakah anda mengetahui tanda dan gejala gangguan jiwa? A. Tidak tahu B. Tahu C. Sangat tahu 2. Apakah terdapat banyak orang dengan gangguan jiwa yang ada di sekitar anda? A. Sedikit B. Banyak C. Sangat Banyak 3. Menurut anda, Perlukah kegiatan rutin yang dilakukan untuk menangani dan melatih para penderita gangguan jiwa? A. Tidak Perlu B. Perlu C. Sangat Perlu 4. Setujukah anda apabila dalam pelatihan tersebut melibatkan tokoh-tokoh masyarakat? A. Tidak Setuju B. Setuju C. Sangat Setuju 5. Menurut anda, kegiatan apa yang dapat dilakukan untuk membantu para penderita gangguan jiwa? …………..………………………………………………………………………………… 6. Apakah saran yang dapat anda berikan untuk kegiatan tersebut? …………..………………………………………………………………………………… 7. Apa yang anda harapkan ada di Posyandu Jiwa nantinya? (boleh lingkari lebih dari satu)* A. Kontrol Gangguan Jiwa B. Deteksi Dini Gangguan Jiwa C. Penyuluhan tentang Jiwa D. interaksi dan sosialisasi antar penderita gangguan jiwa E. Pelatihan keterampilan diri (Membersihkan kamar, mencuci baju, dll) F. Pelatihan Keterampilan Perawatan diri (Cara Makan, Buang Air, dll) A. Kuesioner Keluarga ODG No PERTANYAAN Ya Tidak I. Untuk keluarga pasien tentang kepatuhan minum obat 1 Apakah keluarga mengawasi pasien saat minum obat? 2 Apakah keluarga mengingatkan pasien untuk meminum obat? 3 Apakah keluarga membuat jadwal minum obat? 4 Apakah keluarga memberikan obat sesuai jadwal minum obat? 5 Pernahkah keluarga lupa memberikan obat kepada pasien? Jika Ya, sebutkan alasanya …. II. Untuk keluarga pasien tentang kepatuhan berobat jalan 1 Apakah keluarga memberikan obat secara langsung kepada pasien pada saat minum obat? 2 Apakah keluarga rutin mengantarkan pasien untuk berobat jalan? Jika tidak, kendalanya adalah…… 3 Apakah keluarga megantarkan pasien berobat jalan sesuai jadwal? Jika tidak, kendalanya adalah…… III. Untuk keluarga pasien tentang dukungan keluarga 1 Selama pasien dirumah, apakah keluarga mengingatkan agar minum obat? 2 Apakah keluarga membantu proses adaptasi pasien di dalam keluarga dan masyarakat? 3 Apakah keluarga mendorong pasien untuk beribadah? 4 Apakah keluarga meluangkan waktunya untuk berkomunikasi dengan pasien? Jika Tidak, berikan alasannya…. IV. Untuk keluarga pasien tentang kekambuhan 1 Selama pasien dirumah, apakah melakukan kegiatan? 2 Adakah kemauan pasien melakukan kegiatannya sendiri/perlu didampingi? 3 Apakah pasien punya kegiatan rutin di rumah? Selama pasien dirumah, apakah menjaga Kebersihan diri (mandi, gosok gigi, keramas)?


PRE TEST KADER KESEHATAN JIWA A. Yang dimaksud dengan RASA SEJIWA/Kelurahan Siaga Sehat Jiwa adalah…. 1. RASA SEJIWA adalah yang masyarakatnya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mengatasi masalah kesehatan jiwa secara mandiri” 2. kelurahan yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mengatasi masalah kesehatan secara mandiri 3. para kader yang selalu menemani warganya ke puskesmas B. Tujuan Umum RASA SEJIWA adalah …… a. Terwujudnya masyarakat yang sehat, peduli, dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya. b. Tujuannya agar penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mengatasi masalah kesehatan secara mandiri” c. Para kader dan perangkat desa saja yang sehat jiwanya C. Keluarga yang sehat jiwa adalah …………………… a. keluarga yang anggota keluarganya tidak ada gangguan jiwa b. keluarga yang anggota keluarganya ada gangguan jiwa atau risiko masalah psikososial c. keluarga yang anggota keluarganya tidak ada gangguan jiwa atau risiko masalah psikososial D. Yang termasuk kedalam kelompok keluarga yang berisiko adalah …… a. Kehilangan anggota tubuh b. Senang memiliki anggota tubuh yang lengkap c. Kehilangan/ perpisahan dengan orang dicintai E. Tujuan dari penggerakan keluarga sehat adalah ……… a. Memotivasi dan mendorong keluarga sehat agar menghadiri penyuluhan kesehatan yang akan dilaksanakan b. RASA SEJIWA adalah yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mengatasi masalah kesehatan jiwa secara mandiri” c. Para kader dan RW saja yang sehat jiwanya F. Penggerakan kelompok keluarga gangguan jiwa adalah ……… a. Menggerakan kelompok keluarga sehat b. Kegiatan menggerakkan keluarga untuk mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan jiwa c. Menggerakan keluarga balita d. Menggerakan warga lansia G. Tujuan dari Penggerakan kelompok keluarga gangguan jiwa adalah … a. Menggerakan kelompok keluarga sehat b. Memotivasi dan mendorong keluarga yang mempunyai gangguan jiwa untuk menghadiri penyuluhan kesehatan jiwa. c. Menggerakan warga lansia H. Deteksi Keluarga adalah …… a. Kemampuan kader untuk mengetahui kondisi kesehatan BALITA b. Kemampuan kader untuk mengetahui kondisi kesehatan Penduduk Indonesia c. Kemampuan kader untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa keluarga yang ada di wilayah tersebut A. Tujuan deteksi keluarga adalah untuk mengetahui gambaran kesehatan jiwa di wilayah dengan mengetahui dibawah ini, Kecuali ……… a. Jumlah keluarga yang memiliki risiko psikososial b. Jumlah keluarga yang mempunyai penderita gangguan jiwa c. keluarga yang ekonominya rendah B. Kelainan perilaku yang disebabkan oleh rusaknya fungsi jiwa (ingatan, pikiran, penilaian/ persepsi, komunikasi, aktivitas, motivasi) sehingga menyebabkan adanya hambatan dalam melakukan fungsi sosial, adalah pengertian dari …… a. Gangguan Jiwa b. Jiwa Sehat c. Perilaku sehat C. Dibawah ini adalah Tanda-tanda dari gangguan jiwa, kecuali…… a. Sedih berkepanjangan dalam waktu lama b. Perasaan selalu bersyukur dan bahagia c. Berkurangnya kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari d. Menurunnya motivasi untuk melakukan kegiatan (malas) D. Dibawah ini adalah Tanda-tanda dari Risiko masalah psikososial, Kecuali …… 1. Kehilangan anggota keluarga atau orang yang dicintai 2. Kehilangan pekerjaan 3. Mendapat BLT dari pemerintah 4. Penderita penyakit kronis: darah tinggi, TBC, Kencing manis, Jantung, Ginjal, rematik E. Dibawah ini adalah isi dari pelaporan…… a. Kader mencatat nama seluruh keluarga yang tinggal di wilayahnya b. Kader mencatat data – data keluarga yang mengalami gangguan jiwa c. Kader mencatat data – data keluarga yang sudah meninggal F. Keluarga yang sehat jiwa adalah …… a. Sedih berkepanjangan dalam waktu lama b. Keluarga yang anggota keluarganya tidak ada gangguan jiwa atau risiko masalah psikososial. c. Berkurangnya kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari G. Kunjungan rumah adalah …… a. kunjungan kader kesehatan jiwa ke keluarga yang anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa dan telah mendapat pengobatan dan telah mandiri b. kunjungan kader kesehatan jiwa ke Posyandu c. kunjungan kader kesehatan jiwa ke Puskesmas H. Sasaran kunjungan rumah kader adalah …… a. pasien dan keluarga yang mempunyai masalah harga diri rendah, menyendiri, mendengar suara- suara (halusinasi), mengamuk dan kurang merawat diri (lihat buku panduan supervisi kader) yang telah mandiri. b. Keluarga RW c. Keluarga Lurah I. Mengirimkan pasien kepada perawat penanggung jawab program kesehatan jiwa di puskesmas adalah pengertian dari …………………………… a. Rujukan Kasus b. Posyandu c. Posbindu -------------------------TIADA KESEHATAN, TANPA KESEHATAN JIWA--------------------


Insert your subtitle here Terimakasih


Max Jones Manager Tony Wilson Programmer Anastasia Designer Example Text : Get a modern PowerPoint Presentation that is beautifully designed. Example Text : Get a modern PowerPoint Presentation that is beautifully designed. Example Text : Get a modern PowerPoint Presentation that is beautifully designed. Meet Our Team


Pervalensi ODGJ Simple PowerPoint Presentation Simple PowerPoint Presentation Simple PowerPoint Presentation Simple PowerPoint Presentation Simple PowerPoint Presentation Simple PowerPoint Presentation Simple PowerPoint Presentation Simple PowerPoint Presentation Contents Get a modern PowerPoint Presentation that is beautifully designed. I hope and I believe that this Template will your Time, Money and Reputation. Easy to change colors, photos and Text. You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations Get a modern PowerPoint Presentation that is beautifully designed. I hope and I believe that this Template will your Time, Money and Reputation. Easy to change colors, photos and Text. You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations


Infographic Style Content Here You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations. Easy to change colors, photos and Text. Content Here You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations. Easy to change colors, photos and Text. B Add Text Simple PowerPoint Presentation Simple PowerPoint Presentation Simple PowerPoint Presentation Simple PowerPoint Presentation Add Text A


Pembahasan Masalah Dapat disimpulkan pokok masalah yang didapatkan, yaitu : Stigma masyarakat terhadap ODGJ, tenaga medis yang kompeten terbatas, Factor ekonomi, Dukungan keluarga, Keluarga/pasien merasa sudah sembuh, Belum adanya kader peduli jiwa dan peran serta masyarakat. Irma (2011) menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien minum obat11 . Penelitian Mustafa (2016) menggunakan populasi yaitu keluarga yang membawa pasien kontrol ulang ke poliklinik rumah sakit jiwa menyatakan ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien berobat You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations. Your Text Here You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations. Your Text Here


Pembahasan Masalah Irma (2011) menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien minum obat11 . Penelitian Mustafa (2016) menggunakan populasi yaitu keluarga yang membawa pasien kontrol ulang ke poliklinik rumah sakit jiwa menyatakan ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien berobat faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan berobat diantaranya ada faktor yang memperkuat atau mendorong (reinforcing factor ) yaitu berupa sikap atau perilaku petugas medis/kesehatan yang mendukung penderita untuk patuh berobat (teori Lawrence Green (1980) Fleischhacker, et al. (2003) mengungkapkan empat faktor penyebab yang mempengaruhi ketidakpatuhan klien skizofrenia, yaitu: faktor yang berhubungan dengan pengobatan, faktor yang berhubungan dengan klien, faktor yang berhubungan dengan lingkungan, dan faktor yang berhubungan dengan hubungan klien dan tenaga kesehatan Dapat disimpulkan pokok masalah yang didapatkan, yaitu : Stigma masyarakat terhadap ODGJ, tenaga medis yang kompeten terbatas, Factor ekonomi, Dukungan keluarga, Keluarga/pasien merasa sudah sembuh, Belum adanya kader peduli jiwa dan peran serta masyarakat.


Pembahasan Masalah 01 02 Irma (2011) menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien minum obat11 . Penelitian Mustafa (2016) menggunakan populasi yaitu keluarga yang membawa pasien kontrol ulang ke poliklinik rumah sakit jiwa menyatakan ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien berobat 03 faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan berobat diantaranya ada faktor yang memperkuat atau mendorong (reinforcing factor ) yaitu berupa sikap atau perilaku petugas medis/kesehatan yang mendukung penderita untuk patuh berobat (teori Lawrence Green (1980) 04 Fleischhacker, et al. (2003) mengungkapkan empat faktor penyebab yang mempengaruhi ketidakpatuhan klien skizofrenia, yaitu: faktor yang berhubungan dengan pengobatan, faktor yang berhubungan dengan klien, faktor yang berhubungan dengan lingkungan, dan faktor yang berhubungan dengan hubungan klien dan tenaga kesehatan Dapat disimpulkan pokok masalah yang didapatkan, yaitu : Stigma masyarakat terhadap ODGJ, tenaga medis yang kompeten terbatas, Factor ekonomi, Dukungan keluarga, Keluarga/pasien merasa sudah sembuh, Belum adanya kader peduli jiwa dan peran serta masyarakat.


RASA SEJIWA Get a modern PowerPoint Presentation that is beautifully designed. I hope and I believe that this Template will your Time, Money and Reputation. Contents Here We Create Professional Presentation We Create P Presentation I hope and I believe that this Template will your Time, Money and Reputation. Contents Here


Infographic Style You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations. Text Here You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations. Text Here You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations. Text Here You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations. Text Here You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations. Text Here Add Text Simple PowerPoint Presentation Add Text Simple PowerPoint Presentation Add Text Simple PowerPoint Presentation Add Text Simple PowerPoint Presentation Add Text Simple PowerPoint Presentation


Click to View FlipBook Version