The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-LKS kelas IX materi Iman Kepada Qada dan Qadr

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hfitri177, 2021-06-12 01:50:10

E-LKS PAI

E-LKS kelas IX materi Iman Kepada Qada dan Qadr

Keywords: E-LKS

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT atas keistimewaan dalam
rangka cinta, kasih dan sayang-nya, sehingga penulis dapapt menyelesaikan E-LKS
berbasis Sigil pada materi iman kepada qada dan qadr dalam pembelajaran
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Shalawat beserta salam senantiasa kita
mohonkan kepada Allah Swt agar selalu tercurah untuk qudwah, uswah kita Nabi
Muhammad Saw yang telah berjasa mewariskan Al-Qur’an dan Sunnah yang menjadi
petunjuk kepada jalan yang benar dan diridhoi Allah SWT.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu
proses penyelesaian E-LKS ini, terutama kepada orang tua yang selalu mendukung
dalam pembuatan LKS dan kepada dosen pembimbing Ibu Dr. Fadriati, M.Ag yang
telah membimbing dalam pembuatan E-LKS ini. Semoga E-LKS ini dapat bermanfaat
bagi kita semua khususnya para peserta didik.

E-LKS ini disusun berdasarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi
Dasar (KD) pada materi iman kepada qada dan qadr untuk pembelajaran kelas IX
semester 2. E-LKS berbasis Sigil untuk meningkatkan pengetahuan, semangat dan
antusias siswa dalam belajar, baik secara mandiri maupun kelompok, serta dapat
mengaplikasikan materi yang telah dibahas pada kehidupannya sendiri.

Dalam penyusun E-LKS ini, penulis telah berusaha menyampaikan materi
secara lengkap dan sistematis, namun begitu penulis selalu terbuka atas saran maupun
kritik yang bertujuan untuk peningkatan kualitas E-LKS ini.

Batusangkar, Februari 2021
Penulis

Fitri Handayani

i

DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR ................................................................................................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................................................................................. ii
PETUNJUK PENGGUNAAN E-LKS .................................................................................................................................... iii
IDENTITAS MATERI……………………………………………………………………………………………………….iv
PETA KONSEP .........................................................................................................................................................................1
....................................................................................................................................................................................................1

MENGAMATI ........................................................................................................................................................................2
A. Renungkanlah..............................................................................................................................................................2
B. Dialog Islami ...............................................................................................................................................................3

Mengumpulkan Informasi .......................................................................................................................................................4
A. Pengertian Qada, Qadr dan Takdir .............................................................................................................................4
B. Dasar Hukum Qada, Qadr dan Takdir........................................................................................................................7
C. Fungsi Iman kepada Qada dan Qadr ..........................................................................................................................9
D. Hikmah Iman kepada Qada dan Qadr ......................................................................................................................11
E. Manfaat Beriman kepada Qada dan Qadr ...............................................................................................................12

Rangkuman ...........................................................................................................................................................................................13
UJI KOMPETENSI .................................................................................................................................................................15

Ayo Berlatih ..........................................................................................................................................................................16
Kata Kunci.............................................................................................................................................................................18
Daftar Kepustakaan…………………………………………………………………………………………………………..19

ii

PETUNJUK PENGGUNAAN E-LKS
Bagi Guru
1. Guru mengawali pembelajaran dengan berdo’a.
2. Guru mengkonfirmasikan langkah-langkah belajar yang harus dilakukan
siswa.
3. Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran.
4. Guru memberikan motivasi kepada siswa agar mereka termotivasi untuk
belajar.

Bagi Siswa
1. Pahamilah peta konsep yang telah disediakan pada e-lks
2. Bacalah tujuan pembelajaran serta indikator pencapaian kompetensi sebelum

memulai mempelajarinya.
3. Pelajari materi secara cermat dan teliti serta pergunakanlah media yang sudah

disediakan.
4. Kerjakan setiap kegiatan diskusi, soal latihan dengan baik untuk melatih

kemampuan penguasaan pengetuhuan konseptual.
5. Jawablah pertanyaan yang terdapat didalam uraian materi e-lks.
6. Lakukanlah uji pemahaman dengan mengoreksi hasil evaluasi berdasarkan

kunci jawaban yang telah disediakan.

iii

Standar Kompetensi IDENTITAS MATERI
Kompetensi Dasar Meningkatkan keimanan kepada Qada dan Qadr

Indikator 1.4 Menganalisis Beriman Kepada Qada dan Qadr.

Tujuan Pembelajaran 1.4.1 Menjelaskan pengertian Iman Kepada Qada, Qadr dan takdir
1.4.2 Menjelaskan Dasar Hukum Iman Kepada Qada, Qadr dan takdir
1.4.3 Menjelaskan Fungsi Iman Kepada Qada dan Qadr.
1.4.4 Menjelaskan Hikmah Iman Kepada Qada dan Qadr.
1.4.5 Menjelaskan Manfaat Qada dan Qadr

1. Siswa mampu menjelaskan pengertian Iman Kepada Qada dan
Qadr dan takdir

2. Siswa mampu menjelaskan Dasar Hukum Iman Kepada Qada dan
Qadr dan takdir

3. Siswa mampu menjelaskan Fungsi Iman Kepada Qada dan Qadr.
4. Siswa mampu menjelaskan Hikmah Iman Kepada Qada dan Qadr.
5. Siswa mampu menjelaskan Manfaat Qada dan Qadr

iv

PETA KONSEP
Iman Kepada Qada dan Qadr

Pengertian Qada,Qadr dan Takdir Dasar Hukum Qada, Qadr dan Takdir

Fungsi Iman Kepada Qada dan Qadr Hikmah Iman Kepada Qada dan Qadr

Manfaat Iman Kepada Qada dan Qadr

1

MENGAMATI

A. Renungkanlah
CERMATI WACANA DAN GAMBAR BERIKUT

Gambar: Apapun profesinya, Jika membawa manfaat, dimata Allah Swt sangat mulia.
Manusia hanya berusaha sedangkan Allah Swt yang menentukannya.

Allah Swt. menciptakan segala sesuatu di dunia ini serasi dan berpasangan. ada siang dan malam,
ada kaya dan miskin, ada sakit dan sehat, demikian seterusnya. Semua ini merupakan kehendak Allah Swt.
agar kehidupan manusia di dunia ini berjalan harmonis.

Allah Swt menghendaki semua manusia hidup dalam kebaikan dan kebahagiaan. mustahil Allah Swt
menghendaki keburukan pada hamba-Nya, apalagi hamba-hamba yang taat dan saleh. Oleh karena itu, kita
harus berprasangka baik atas semua takdir yang yang kita terima.

Sebagai orang mukmin, kita wajib beriman kepada qada dan qadr. Diantara buah dari beriman
kepada qad a dan qadr adalah berupa ketenangan hati. Hati seseorang yang beriman kepada qada dan
qadar akan senantiasa tenang dan tidak akan merasa gelisah ketika dirinya ditimpa suatu cobaan, karna ia
yakin bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Allah swt. Ketenangan hati ini akan menjadikan hidup
kita bahagia. Bukankah setiap orang menginginkan kebahagiaan ?

2

B. Dialog Islami

Ibad : Assalamualaikum, Ustadz Farhan
Ustadz : Waalaikumsalam, Ibad
Ibad : Ustadz, saya mau tanya boleh?
Ustadz : Tentu saja boleh, ibad. Mau Tanya apa?
Ibad : Ustadz, apakah manusia bisa mengubah takdir dari Allah?
Ustadz
: Pertanyaan hebat, ibad. Takdir itu ada dua, yaitu takdir muallaq dan takdir mubram. Nah,
Ibad manusia bisa mengubah takdir muallaq.
Ustadz : Takdir muallaq itu contohnya apa, ustadz?
: Takdir muallaq contohnya kemakmuran, kepandaian, kesehatan. Jadi, kalau kamu padnai,
Ibad kamu harus rajin belajar.
: Oh gitu. Berarti kalau ada teman yang bialng bahwa dia bodoh karena takdir Allah Swt itu
Ustadz tidak benar ya ustadz?
Ibad : Iya itu tidak benar. Mereka itu malas.
Ustadz : Contoh takdir mubram itu apa ustadz?
Ibad : Contohnya, usia seseorang, bumi mengelilingi matahari, warna darah kita merah.
: Terima kasih ustadz. Saya jadi paham sekarang.

3

Mengumpulkan Informasi
A. Pengertian Qada, Qadr dan Takdir

Gambar 1. 1: Kematian seseorang Gambar 1. 2: Anak sedang belaja Gambar 1. 3: Susunan planet

Aktivitas Siswa 1
Amati dan cermatilah gambar 1,2 dan 3, kemudian diskusikan dan tulislah
komentar atau pertanyaan yang terkait dengan gambar tersebut.

1. Pengertian Qada

Qada secara etimologi adalah masdar dari Qadhay-yaqdhiy- Qadhaa al-asya’, yang bermakna
mengadakan dengan sebuah ketetapan dan mentakdirkannya. Jika dikatakan ٍَِ‫ قضى ثٍِ اىخص‬berarti
memutuskan dan menyelesaikan perkara tersebut telah terlaksana.

Menurut bahasa “Qada” berasal dari kata Qada Yaqdhil yang berarti memutuskan suatu perkara dengan
ucapan atau perbuatan. Secara istilah qada berarti ketetapan, ketentuan atau keputusan Allah SWT tentang
suatu perkara sejak zaman azali (sebelum adanya alam ini) yang belum diketahui dan belum diterima oleh
makhluknya.

4

Qada dalam pengertian terminologi adalah sesuatu yang ditetapkan Allah pada makhluk-Nya, baik berupa
penciptaan, peniadaan, maupun perubahannya. Kata qada didalam Al-Qur’an banyak sekali didapatkan
dengan variasi makna yang berbeda-beda.
2. Pengertian Qadr

Sedangkan menurut bahasa kata “Qadr” berasal dari lafaz Qadara-Yaqdiru yang berarti kuasa
mengerjakan sesuatu. Secara istilah Qadr berarti pembatasan Allah SWT tentang sesuatu, dengan kata lain,
Qadr berarti ukuran atau aturan yang diciptakan oleh Allah swt untuk perkara tersebut atau bias juga berarti
ketentuan atau ketetapan yang telah ditentukan oleh Allah SWT atas Makhluk-Nya dan telah diterima serta
telah berlaku bagi makhluknya.
3. Pengertian Takdir

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, takdir merupakan ketentuan atau ketetapan Allah SWT yang telah
ditetapkan sejak zaman azali. Akan tetapi manusia tetap berusaha serta bertawakal, selebihnya diserahkan
kepada Allah SWT. Sedangkan secara istilah, takdir merupakan segala yang terjadi, sedang terjadi serta
akan terjadi yang telah ditetapkan oleh Allah SWT baik yang baik maupun yang buruk. Segala sesuatu yang
terjadi atas rencananya pasti serta tentu, namun manusia diberi hak untuk berusaha sekuat tenaga.

Aktivitas Siswa 2
a. Membaca materi “takdir muallaq dan takdir mubram
b. Secara berkelompok mencari contoh sebanyak-banyaknya tentang kedua takdir tersebut.
c. Memaparkan hasilnya kepada kelompok lain untuk dibandingkan dan saling melengkapi

5

Macam-macam takdir :
a. Takdir Muallaq

Muallaq secara bahasa artinya sesuatu yang digantungkan. Takdir muallaq yaitu ketentuan Allah swt
yang mengikut sertakan peran manusia melalui usaha dan ikhtiarnya. Manusia diberi peran untuk
berusaha, hasil akhirnya akan ditentukan oleh Allah swt. Perhatikan QS. Ar-Ra’d /13: 11 berikut:

ٌۡۗۡ ِٖ ‫إِ َُّ ٱََّّللَ ََل ٌُ َغٍِّ ُش ٍَب ثِ َق ۡ٘ ًٍ َحتَّ ٰى ٌُ َغ ٍِّ ُشٗ ْا ٍَب ثِأَّفُ ِس‬

“ … Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan
yang ada pada diri mereka sendiri …”
Berikut ini adalah contoh-contoh takdir muallaq:
1. Kepandaian

Seseorang yang ingin pandai maka harus berusaha meraihnya. Usaha tersebut antara lain seperti
rajin belajar dan disiplin membagi waktu.
2. Kesehatan

Seseorang yang ingin sehat harus berusaha dengan cara berolahraga teratur, menjaga pola
makan. Dengan begitu maka tubuhpun akan menjadi sehat.
3. Kemakmuran

Kemakmuran bisa diraih dengan giat bekerja, kreatif, pantang menyerah, rajin menabung, dan
hemat. Tidak mungkin seseorang bisa kaya jika ia malas bekerja. Jadi meskipun Allah telah
menentukan segalanya, kita harus tetap berusaha mengubah nasib kita.
b. Takdir Mubram
Mubram secara bahasa artinya sesuatu yang tidak dapat dielakkan atau sudah pasti. Jadi, takdir
mubram adalah ketentuan mutlak dari Allah swt yang pasti berlaku dan manusia tidak diberi peran untuk
mengubahnya.
Contoh takdir mubram diantaranya jenis kelamin manusia, ajal, panjang/pendeknya usia, kejadian
kiamat dan lainnya. untuk lebih memahami , perhatikan contoh berikut !

6

Kapan ajal menjemput, dan dimana tentunya semua sudah ditentukan oleh Allah swt. Jika sudah
tiba ajal menjemput semua orang tidak bisa mengelak, tidak bisa lari, tidak bisa diundur dan dimajukan.
Inilah salah satu contoh ketentuan Allah swt yang disebut takdir mubram. Perhatikan QS. Al-a’raf ayat 34
berikut :

ٖٗ َُ ٍُ٘ ‫ۖو فَإِ َرا َجبٓ َء أَ َجيُُٖ ٌۡ ََل ٌَ ۡستَ ۡأ ِخ ُشٗ َُ َسب َع ٗخ َٗ ََل ٌَ ۡستَ ۡق ِذ‬ٞ ‫َٗىِ ُن ِّو أُ ٍَّ ٍخ أَ َج‬

“ Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak dapat
mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”

B. Dasar Hukum Qada, Qadr dan Takdir
1. Dasar Hukum Qada
Firman Allah Swt, Q.S Al-Maryam (19: 71)

١ٔ ‫َٗإُِ ٍِّْ ُن ٌۡ إِ ََّل َٗا ِس ُدَٕ ۚب َمب َُ َعيَ ٰى َسثِّ َل َح ۡت َٗب ٍَّ ۡق ِض ٍّٗب‬

“Dan tidak ada seorangpun diantara kamu mendatanginya (Neraka). Hal itu bagi Tuhan mu adalah
suatu ketentuan yang pasti”
2. Dasar Hukum Qadr
Firman Allah Swt, Q.S Al-Ahzab (33: 38)

‫ٔۥُ ُسَّْخَ ٱََّّل ِل فًِ ٱىَّ ِزٌ َِ َخيَ ۡ٘ ْا ٍِِ قَ ۡج ۚ ُو َٗ َمب َُ أَ ٍۡ ُش ٱََّّللِ قَ َذ ٗسا‬ٞۖ َ‫ٍَّب َمب َُ َعيَى ٱىَّْ ِج ًِّ ٍِ ِۡ َح َش ٖج فٍِ ََب فَ َش َض ٱََّّللُ ى‬
ٖ٣ ‫ٍَّ ۡق ُذٗ ًسا‬

“Tidak ada suatu keberatan pun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah
telah menetapkan yang demikian)sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu.Dan
adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku”.

3. Dasar Hukum Takdir
Firman Allah, Q.S Fushshilat (41: 10)

ٔٓ َِ ٍِ‫َٗ َج َع َو فٍَِٖب َس ٰ َٗ ِس ًَ ٍِِ فَ ۡ٘قَِٖب َٗ ٰثَ َش َك فٍَِٖب َٗقَ َّذ َس فٍَِٖبٓ أَ ۡق ٰ َ٘تََٖب فِ ًٓ أَ ۡسثَ َع ِخ أٌََّب ًٖ َس َ٘آ ٗء ىِّي َّسبٓئِي‬

“Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. dia memberkahinya dan
dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu
sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.”

7

4. Hadist Qada, Qadr dan Takdir

ِ‫َعِ اََّ ِس ا ْث ِِ ٍَيِ ِل أًَُّ قَب َه اِ ًُ الل َه َع َّض َٗ َج َّو قَ ْذ َٗ َم َو ثِبا َّس ِح ٌِ ٍَيَ ًنب فٍََقُ ْ٘ ُه اَ ْي َس ِّة ُّ ْطفَخ اَ ْي َس ِّة ٍُ ْض َغخ فَإ‬
‫ قَب َه اَى ََيَ ُل اَ ْي َس ِّة َر ْمش اَ ْٗاُ ّْش َى َشقًِ اَ ْٗ َس ِع ٍْذ فَ ََب اى ِّش ْص ُق فَ ََب ا َْلَ َج ُو‬:‫َرا اَ َسا َد اللهُ اَ ُْ ٌَ ْق ِض ًَ َخ ْيقَبً قَب َه‬

)ٌ‫فٍَُ ْنتتَ َت َم َز ىِ َل فِ ًْ ثَ ْط ِِ اُ ٍِّ ِٔ (سٗآ اىجخب سئ ٗ ٍسي‬

“Diriwiyatkan dari Anas bin Malik r.a. katanya: Rasulullah saw. bersabda: Allah swt. mengutus
mailakat ke dalam rahim. Malaikat berkata: “Wahai Tuhan! Ia sudah berupa segumpal darah.” Begitu
juga setelah berlalu empat puluh hari malaikat berkata lagi: Wahai Tuhan! Ia sudah berupa segumpal
daging.” Apabila Allah Swt. membuat keputusan untuk menciptkannya menjadi manusia, maka malaikat
berkata: “Wahai Tuhan! Orang ini akan diciptakan lelaki atau perempuan? Sengsara ata bahagia?
Bagaimana rezekinya? Serta bagaimana pula ajalnya?” Segala-galanya dicatat ketika masih di dalam
kandungan ibunya. (H.R. Bukhari dan Muslim).

Hadist diatas mejelaskan bahwa jenis kelamin, sengsara atau bahagia, rezeki, ajal telah ditentukan
Allah Swt sejak manusia berada dalam kandungan ibunya. Ketika seorang manusia terlahir ke dunia ini
dan mengalami peristiwa-peristiwa tertentu, berarti ia telah ditakdirkan Allah Swt seperti peristiwa yang
ia alami tersebut.

C. Fungsi Iman kepada Qada dan Qadr
Islam itu ajaran yang tinggi (mulia), bersifat universal, sangat sesuai dengan fitrah, suci, indah, sempurna,

dan tidak ada ajaran lain yang mampu menandinginya. Salah satu pokok ajarannya ialah keimanan pada qada
dan qadr. Setiap muslim dan muslimah wajib beriman bahwa ada qada dan qadr Allah yang berlaku untuk
seluruh makhluk-Nya, baik takdir yang menguntungkan dirinya atau sesuai keinginannya maupun sebaliknya.
Apa pun kenyataannya, kita harus yakin bahwa di balik setiap takdir yang terjadi pasti mengandung hikmah
bagi manusia. Di antara fungsi beriman pada qada dan qadr dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai
berikut:

8

1. Mendorong Kemajuan dan Kemakmuran
Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh AllahSwt. sudah diberi ukuran, takaran, sifat,

dan undang-undang. Panas matahari tidak mampu membuat air mendidih, tetapi ia sangat berguna bagi
kesehatan manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan, selain sebagai alat penerang yang
mengalahkan cahaya bulan dan lampu.Bumi, langit, dan isinya diciptakan untuk manusia sebagai
khalifah.

Dengan iman kepada takdir, hendaknya manusia dapat menyelidiki dan mempelajari alam
sehingga mampu memanfaatkannya. Bagaimana mungkin manusia dapat memanfaatkan alam jika
tidak mengetahui sifat, ukuran, sebab- akibat, atau sunatullah? Bagaimana cara memanfaatkan sinar
matahari, air terjun, racun, udara, gas, angin, bulu domba, bisa ular, dan lain sebagainya? Dengan
mengimani takdir, maka manusia dapat mempelajari suatu hukum yang pasti sehingga menghasilkan
ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kehidupan manusia.
2. Menghindari Sifat Sombong

Dengan beriman kepada takdir, seseorang yang memperoleh sukses besar, meraih jabatan yang
tinggi, menjadi penguasa, atau memiliki harta berlimpah, ia tidak akan merasa sombong. Sebaliknya,ia
menjadi semakin rendah hati karena menyadari bahwa sukses yang diperoleh bukan semata-mata hasil
usahanya sendiri, kecuali sudah menjadi ketetapan Allah. Tanpa pertolongan dan ketetapan Allah
seseorang tidak akan mampu memperoleh kesuksesan itu sehingga ketika mendapatkannya, ia justru
menjadi tawadlu atau rendah hati menyadari akan kemudahan dan keagungan Allah swt. Firman Allah
Swt.

ٖ٘ َُ ٗ‫لِ ثُ ٌَّ إِ َرا ٍَ َّس ُن ٌُ ٱى ُّض ُّش فَإِىَ ٍۡ ِٔ تَ ۡجٔ َٔ ُس‬ٞۖ‫َٗ ٍَب ثِ ُنٌ ٍِِّ ِّّ ۡع ََ ٖخ فَ َِ َِ ٱََّّل‬
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah datangnya dan bila kamu ditimpa
kemudaratan, maka hanya kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.» (Q.S. an-Nahl/ 16: 53).

9

3. Melatih Berhusnuzan (baik sangka)
Iman kepada takdir mendidik manusia untuk berbaik sangka pada ketetapan Allah karena apa yang

kita inginkan belum tentu berakibat baik, demikian pula sebaliknya.
4. Melatih Kesabaran

Seorang yang beriman kepada qada dan qadr akan tetap tabah, sabar, dan tidak mengenal putus asa
pada saat mengalami kegagalan karena menyadari bahwa semua kejadian sudah ditetapkanoleh Allah.
Akan tetapi, bagi orang yang tidak beriman kepada takdir, kegagalan mengakibatkan stres, putus asa, dan
kegoncangan jiwa. Firman Allah swt, Qs. Al-Baqarah: 216

‫ٌۖ َٗ َع َس ٰ ٓى أَُ تُ ِح ُّج٘ ْا َش ًۡٔ ٗٔا َُٕٗ َ٘ َش ّش ىَّ ُن ٌۡۚ َٗٱََّّللُ ٌَ ۡعيَ ٌُ َٗأَّتُ ٌۡ ََل‬ٞۡ ‫َٗ َع َس ٰ ٓى أَُ تَ ۡن َشُٕ٘ ْا َش ًۡٔ ٗٔا َُٕٗ َ٘ َخ ٍۡش ىَّ ُن‬
ٕٔٙ َُ َُ٘ َ‫تَ ۡعي‬

“ …Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu
menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
5. Terhindar dari Sifat Ragu dan Penakut

Iman pada qada dan qadr akan menumbuhkan sifat pemberani. Semangat dan jiwa seseorang akan
bangkit karena ia tidak memiliki keraguan atau gentar sedikit pun untuk maju. Orang yang beriman itu
meyakini bahwa apa pun yang bakal terjadi tidak akan menyimpang dari ketentuan atau takdir Allah.
Sejarah Islam telah mencatat bahwa Khalid bin Walid pada setiap peperangan tampil gagah berani tanpa
rasa takut sedikit pun.

Akan tetapi, Allah tidak menetapkan bahwa ia wafat di medan perang. Ia senantiasa diselamatkan
nyawanya dan selalu dilindungi oleh Allah sehingga ia dapat hidup hingga usia tua. Khalid bin Walid
wafat di atas pembaringan meskipun terdapat lebih dari 500 bekas luka dalam peperangan.

10

D. Hikmah Iman kepada Qada dan Qadr
Dengan beriman kepada qada dan qadr banyak hikmah yang amat berharga bagi kita dalam

menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Hikmah tersebut antara lain:
1. Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar.

Orang yang beriman kepada qada dan qadr, apabila mendapat keberuntungan, maka ia akan
bersyukur, karena keberuntungan itu merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri. Sebaliknya
apabila terkena musibah maka ia akan sabar, karena hal tersebut merupakan ujian.
2. Menjauhkan diri dari sifat sombong

Orang yang tidak beriman kepada qada dan qadr, apabila ia memperoleh keberhasilan, ia
menganggap keberhasilan itu adalah semata-mata karena hasil usahanya sendiri. Ia pun merasa dirinya
hebat. Apabila ia mengalami kegagalan, ia mudah berkeluh kesah dan berputus asa, karena ia
menyadari bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah ketentuan Allah.
3. Memupuk sifat optimis dan giat bekerja

Manusia tidak mengetahui takdir apa yang terjadi pada dirinya. Semua orang tentu menginginkan
bernasib baik dan beruntung. Keberuntungan itu tidak datang begitu saja, tetapi harus diusahakan.
Oleh sebab itu, orang yang beriman kepada qada dan qadr senantiasa optimis dan giat bekerja untuk
meraih kebahagiaan dan keberhasilan itu.
Firman Allah, Qs. Al-Qashas:77

‫َل َٗ ََل‬ٞۖ ٍۡ َ‫ۖب َٗأَ ۡح ِسِ َم ََبٓ أَ ۡح َس َِ ٱََّّللُ إِى‬ٞ ٍَّۡ ‫ۖحَ َٗ ََل َتْ َس َّ ِصٍ َج َل ٍِ َِ ٱى ُّذ‬ٞ ‫َٗٱ ۡثتَ ِغ فٍِ ََبٓ َءاتَ ٰى َل ٱََّّللُ ٱى َّذا َس ٱ ۡۡ ٓل ِخ َش‬
١١ َِ ٌ‫ ِض إِ َُّ ٱََّّللَ ََل ٌُ ِح ُّت ٱۡى َُ ۡف ِس ِذ‬ٞۖ ‫تَ ۡج ِغ ٱۡىفَ َسب َد فًِ ٱ ۡۡلَ ۡس‬

“ Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri
akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah
(kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat
kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat
kerusakan.”

11

4. Menenangkan jiwa
Orang yang beriman kepada qada dan qadr senantiasa mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya,
sebab ia selalu merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya. Jika beruntung atau
berhasil, ia bersyukur. Jika terkena musibah atau gagal, ia berusaha dan bersabar lagi.
Firman Allah:

ًِ‫ٕ َٗٱ ۡد ُخي‬٢ ‫ٕ فَٲ ۡد ُخيًِ فًِ ِع ٰجَ ِذي‬٣ ‫ٕ ٱ ۡس ِج ِع ًٓ إِىَ ٰى َسثِّ ِل َسا ِضٍَ ٗخ ٍَّ ۡش ِضٍَّ ٗخ‬١ ُ‫ٌَٰٓأٌََّتَُٖب ٱىَّْ ۡف ُس ٱۡى َُ ۡط ََ ِئَّْخ‬
ٖٓ ًِ‫َجَّْت‬

27)”Hai jiwa yang tenang. 28) Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-
Nya. 29) Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, 30) Masuklah ke dalam syurga-Ku”

E. Manfaat Beriman kepada Qada dan Qadr

Aktivitas Siswa 3:
a. Membaca materi manfaat iman kepada qada dan qadr
b. Secara berkelompok mendiskusikan manfaat iman kepada qada dan qadr
c. Menyampaikan atau memaparkan hasilnya kepada kelompok lain untuk dibandingkan

dan saling melengkapi.

Seseorang yang beriman kepada qada dan qadr akan memperoleh banyak manfaat.. Diantaranya sebagai
berikut :
a. Menenangkan jiwa

Seseorang yang beriman kepada qada dan qadr akan mendapatkan ketenangan jiwa. Hal ini
dikarenakan ia merasa senang dan menerima dengan ikhlas atas semua ketentuan Allah swt. Tidak ada
kekhawatiran dalam jiwanya. Karna ia meyakini bahwa Allah swt senantiasa menghendaki kebaikan pada
diri hamba-Nya.
b. Senantiasa bersikap sabar dan syukur

Apabila mendapat nikmat, ia akan bersyukur kepada Allah swt. Ciri orang yang bersyukur yaitu
didalam hatinya merasa cukup atas pemberian Allah swt.

12

Kemudian rasa syukur itu diwujudkan dengan lisan dan perbuatan. Syukur lisan yaitu dengan
mengucapkan “alhamdulliah”, memperbanyak ibadah, sedekah dan menggunakan nikmat tersebut sesuai
dengan kehendak Allah swt. Orang yang beriman kepada qada dan qadr juga akan selalu bersabar,
pasrah dan tawakal apabila mengalami kesulitan dan musibah yang menimpanya.
c. Menumbuhkan sikap optimis

Seseorang yang beriman kepada qada dan qadr akan memiliki sikap optimis. Kegagalan dalam
mencapai tujuan tidak membuatnya berputus asa, justru sebaliknya makin bersemangat berusaha sekuat
tenaga untuk meraihnya. Ia meyakini bahwa setiap kegalalan pasti ada pelajaran yang berharga. ia akan
segera mengintropeksi diri mencari kelemahan dan kekurangannya. Kemudian dengan itu ia akan
memperbaiki setiap kekurangan dan kelemahan yang ia miliki.
d. Menjauhkan diri dari sifat sombong

Seseorang yang beriman kepada qada dan qadr apabila ia mencapai keberhasilan, ia menganggap
semua itu adalah karunia Allah swt. Ia tidak pernah mengatakan semua itu merupakan hasil usahanya
sendiri. Ia tetap akan merasa rendah hati kepada siapapun.

Rangkuman

1. Qada adalah ketetapan Allah Swt terhadap segala sesuatu sejak zaman azali.
2. Zaman azali adalah zaman dikala segala sesuatu belum tercipta.
3. Qadr adalah perwujudan kehendak Allah Swt terhadap semua makhluk-Nya dalam kadar dan bentuk-

bentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya.
4. Iman kepada takdir berarti percaya bahwa segala apa yang terjadi di alam semesta ini, seperti adanya

sehat dan sakit, hidup dan mati, rezeki dan jodoh seseorang merupakan kehendak dan ketentuan Allah
Swt.
5. Takdir dibagi menjadi dua, yaitu takdir muallaq dan takdir mubram.
a. Takdir Muallaq

Muallaq secara bahasa artinya sesuatu yang digantungkan. Takdir muallaq yaitu ketentuan Allah
swt yang mengikut sertakan peran manusia melalui usaha dan ikhtiarnya. Manusia diberi peran untuk
berusaha, hasil akhirnya akan ditentukan oleh Allah Swt.

13

b. Takdir Mubram
Mubram secara bahasa artinya sesuatu yang tidak dapat dielakkan atau sudah pasti. Jadi, takdir

mubram adalah ketentuan mutlak dari Allah swt yang pasti berlaku dan manusia tidak diberi peran
untuk mengubahnya.
6. Fungsi iman kepada qada dan qadr, yaitu mendorong kemajuan dan kemakmuran, menghindari sifat
sombong, melatih berhusnuzan (baik sangka), melatih kesabaran, terhindar dari sifat ragu dan penakut.
7. Manfaat beriman kepada qada dan qadr, yaitu menenangkan jiwa, senantiasa bersikap sabar dan syukur,
menumbuhkan sifat optimis, dan menjauhkan diri dari sifat sombong.

14

UJI KOMPETENSI

15

Ayo Berlatih

A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b,c atau d pada jawaban yang paling tepat!
1. Beriman kepada qada dan qadr termasuk rukum iman yang ke…..

a. 3 c. 5

b. 4 d. 6

2. Qada dan Qadr sering disebut dengan sebutan….

a. Ukuran c. Takdir

b. Nasib d. Ketentuan

3. Zaman di saat segala sesautubelum terjadi disebut zaman…

a. Arwah c. Ruhani

b. Awali d. Azali

4. Secara bahasa, muallaq yaitu…. c. Sesuatu yang aneh
a. Sesuatu yang digantungkan d. Sesuatu yang dinyatakan
b. Sesuatu yang pasti

5. Berikut ini yang merupakan contoh takdir muallaq ialah….

a. Bumi berbentuk bulat c. Usia seseorang

b. Kepandaian d. Terjadinya kiamat

6. Takdir yang tidak bisa diubah disebut takdir…

a. Mubram c. Muallaq

b. Muhrim d. Mukallaf

16

7. Seseorang akan mengetahui takdir setelah manusia…

a. Meramal c. Mengalaminya

b. Merenung d. Meditasi

8. Meskipun Allah Swt telah menentukan tentang segala sesuatu, manusia tetap harus…

a. Berdoa tanpa usaha c. Ikhtiar tanpa berdoa

b. Berusaha dan berdoa d. pasrah tanpa usaha

9. Seseorang yang beriman kepada qada dan qadr tidak akan sombong. Sombong juga dikenal dengan
istilah…

a. Takabbur c. Takasur
b. Tadabbur d. Ta’assub

10. Sikap yang tepat ketika mendapat cobaan adalah…

a. Mengeluh c. Pesimis

b. Bersedih d. Bersabar

B. Jawablah soal-soal berikut ini!
1. Jelaskan pengertian qada dan qadr!
2. Jelaskan pengertian beriman kepada qada dan qadr!
3. Apakah manfaat beriman kepada qada dan qadr?
4. Sebutkan 2 contoh takdir muallaq dan takdir mubram!
5. Tuliskan satu buah dalil al-qur’an tentang qada dan qadr!

17

C. Tugas
1. Carilah di internet atau media cetak tentang peristiwa-peristiwa yang menggambarkan takdir Allah
berlaku bagi semua makhluk-Nya, kemudia susunlah menjadi sebuah kliping!
2. Misalnya ada salah seorang teman kamu sedang dilanda musibah. Ayahnya meninggal karena sakit
keras. Ibunya tidak bekerja sehingga temanmu itu bingung dan sedih memikirkan biaya hidup
sehari-hari. Sebagai teman, apa yang kamu lakukan untuk membantu meringankan beban temanmu
tersebut?
3. Carilah di dalam al-qur’an ayat-ayat yang menjelaskan tentang qada dan qadr lengkap dengan
terjemahannya! (minimal lima ayat).

Kata Kunci
1. D
2. C
3. D
4. A
5. B
6. A
7. C
8. B
9. A
10. D

18

DAFTAR KEPUSTAKAAN
Ahsan Muhammad dkk. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti/ Kementrian Pendidikan dan

Kebudayaan. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Al-Qur’an dan terjemahan.2017. Kementrian Agama Repulik Indonesia.
Muhammad Syaikh. 1996. Buku Induk Akidah Islam. Jakarta: Darul Haq.
Siti Muawanah. 2015. Jurnal Pendidikan Profesional. Volume 4. No. 3.
Yudhi Prabowo. 2017. Wawasan tentang Taqdir dalam Hadis. Journal of Hadith Studies, Vol. 1 No. 2.

19


Click to View FlipBook Version