MODUL AJAR DASAR-DASAR OTOMOTIF I. Informasi Umum A. Identitas Nama Penyusun : RR. RINA PROBOWATI, S.Pd Sekolah : SMK Negeri 1 Jepara Tahun Ajaran : 2023/2024 Jenjang Sekolah : SMK Kelas : X Teknik Otomotif Alokasi Waktu : 12 JP (12 x 45 menit) Jumlah Pertemuan : 2 Pertemuan @ 12 JP B. Kompetensi Awal Memahami pengertian Peralatan dan perlengkapan tempat kerja C. Profil Pelajar Pancasila Mandiri, Bernalar Kritis, Berkebhinekaan Global D. Sarana dan Prasarana Buku Teks, PPT, Google Meet, Grup WhatsApp, Laptop, HP Android, Internet Alat-alat tangan otomotif E. Target Modul ini dapat digunakan oleh murid reguler F. Model Pembelajaran Tatap Muka II. Komponen Inti A. Tujuan Pembelajaran 1. Setelah mengikuti proses pembelajaran, murid diharapkan dapat memahamiidentifikasi peralatan dan perlengkapan di tempat kerja dengan benar 2. Setelah mengikuti proses pembelajaran, murid diharapkan dapat mempersiapkan dan menggunakan peralatan dan perlengkapan di tempat kerja dengan benar B. Pemahaman Bermakna Pemahaman tentang peralatan dan perlengkapan di tempat kerja C. Pertanyaan Pemantik Apa saja peralatan yang digunakan di bengkel pada bidang otomotif? Apakah kalian pernah menggunakannya?
D. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 1. Pembukaan a. Guru mengucapkan salam mengecek kehadiran b. Guru dan murid berdoa bersama c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan pembelajaran dan teknik penilaian d. Apersepsi dengan memberikan pertanyaan pertanyaan pemantik 2. Kegiatan Inti Diferensiasi Konten a. Guru menyiapkan materi dalam bentuk slide presentasi powerpoint dan diselingi video yang memuat poin materi fungsi dan jenis peralatan dan perlengkapan tempat kerja untuk murid yang menyukai gaya belajar visual b. Guru menyiapkan bahan ajar dalam bentuk video rekaman pembelajaran tentang peralatan dan perlengkapan tempat kerja untuk murid yang menyukai gaya belajar auditori c. Guru menyiapkan aplikasi berbasis android/web seperti https://qtussama.wordpress.com/materi-ajarx-tkr/perlengkapan-peralatan-di-tempatkerja/ yang memungkinkan murid dapat bebas menggunakan peralatan dan perlengkapan tempat kerja untuk murid yang menyukai gaya belajar kinestetik. d. Mulai Dari Diri : Guru mengajukan pertanyaan pemantik. Murid menjawab pertanyaan pemantik yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan gambaran materi pembelajaran secara umum tentang
identifikasi peralatan di tempat kerja. • Guru memberikan pengantar materi secara klasikal melalui presentasi dan video tentang peralatan dan perlengkapan tempat kerja. • Mengarahkan murid mengumpulkan informasi terkait peralatan dan perlengkapan tempat kerja melalui sumber belajar yang ada. • Guru dan murid mendiskusikan hal-hal yang terkait peralatan dan perlengkapan tempat kerja dan penggunaannya • Guru mengarahkan murid secara berkelompok sesuai dengan gaya belajarnya, yakni 2 kelompok untuk visual 1 kelompok auditori dan 2 kelompok untuk kinestetik. e. Ruang Kolaborasi: Guru membentuk kelompok murid (visual, auditori dan kinestetik) setiap kelompok mendiskusikan tentang bagaimana cara mengidentifikasi macam macam peralatan kerja dan perlengkapan tempat kerja pada proses bidang otomotif. Diferensiasi Proses 1) Pendalaman materi a) Selanjutnya guru memberikan materi untuk didiskusikan secara berkelompok : • Materi dalam bentuk slide presentasi powerpoint dan diselingi video untuk murid dengan gaya belajar visual • Bahan ajar dalam bentuk video rekaman pembelajaran untuk murid dengan gaya belajar auditori • Meminta salah satu murid dari tiap kelompok untuk menginstall aplikasi
berbasis android/web seperti https://qtussama.wordpress.com/mate ri-ajar-x-tkr/perlengkapan-peralatandi-tempat-kerja/ untuk murid yang menyukai gaya belajar kinestetik b) Guru secara bergiliran berkunjung ke tiaptiap kelompok untuk memberikan penguatan sesuai gaya belajar murid c) Guru juga memantau keaktifan murid dalam kelompoknya 2) Praktik a) Guru membagikan alat, bahan kerja dan Jobsheet kepada murid sesuai kelompoknya b) Murid melakukan praktik pengunaan alat sesuai dengan Jobsheet yang ada c) Murid menuliskan hasil praktik penggunaan alat ke Jobssheet yang telah diberikan d) Guru secara bergiliran berkunjung ke tiaptiap kelompok untuk memberikan penguatan e) Guru juga memantau keaktifan murid dalam kelompoknya Diferensiasi Produk f. Elaborasi Pemahaman: Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi. g. Koneksi Antar Materi: setiap kelompok menyusun laporan hasil diskusi dengan menghubungkan beberapa materi yang sudah mereka pelajari. h. Aksi Nyata : Murid diperbolehkan secara bebas menyajikan laporan kelompoknya baik dalam bentuk tulisan, rekaman audio dan video atau dalam bentuk performance sesuai gaya belajar murid
3. Penutup: a. Memberikan kesimpulan dari serangkaian kegiatan b. Refleksi terhadap pembelajaran yang dilakukan c. Memberikan informasi Penugasan observasi di lingkungan sekitar secaraberkelompok (Jobsheet)
Pertemuan 2 1. Pembukaan a. Guru mengucapkan salammengecek kehadiran b. Guru dan murid berdoa bersama c. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan pembelajaran dan teknik penilaian d. Apersepsi dengan memberikan pertanyaan pertanyaan pemantik 2. Kegiatan Inti a. Mulai Dari Diri : Guru mengajukan pertanyaan pemantik. Murid menjawab pertanyaan pemantik yang disampaikan olehguru tentang mempersiapkan dan menggunakan peralatan dan perlengkapan di tempat kerja bidang otomotif. b. Ruang Kolaborasi: Murid mempresentasikan hasil observasi mempersiapkan dan menggunakan peralatan di bidang otomotif sesuai kelompok masing- masing. c. Elaborasi Pemahaman: Murid lain diberi kesempatan mengajukan pertanyaan ke kelompok yang melakukan presentasi. d. Koneksi Antar Materi: setiap kelompok memperbaiki laporan observasi berdasarkan masukan-masukan dari hasil diskusi. e. Aksi Nyata : Murid mengumpulkan laporan hasil diskusi kepada guru 3. Penutup: a. Memberikan kesimpulan dari serangkaiann kegiatan b. Refleksi terhadap pembelajaran yangdilakukan c. Memberikan informasi materi yang akan dipelajari selanjutnya.
e. Asesmen Jenis: Asesmen Diagnostik Asesmen Formatif Asesmen Sumatif Teknik: Observasi Penugasan Tes Tertulis Instrumen: Lembar Observasi/catatan anekdot Jobsheet Soal Uraian f. Pengayaan dan Remidial Memberikan bimbingan bagi yang belummemahami materi dan pengayaan informasi bagi murid yang sudah memahami materi. g. Refleksi LEMBAR REFLEKSI 1. Materi pembelajaran atau topik mana yang menurut kalian paling sulit dipahami? Jelaskan! 2. Materi pembelajaran atau topik mana yang menurut kalian paling kalian suka? Sebutkan alasannya Mengetahui : Jepara, Juni 2023 Kepala SMK Negeri 1 Jepara Guru Mata Pelajaran Sugiyanto, S.Pd., S. ST., M. Pd RR. Rina Probowati, S.Pd NIP 197005101997021003 NIP. 198005232014062001
LAMPIRAN Merawat Peralatan dan Perlengkapan Perbaikan di Tempat Kerja A. Fungsi dan Kegunaan Peralatan Bengkel 1. Kunci Kunci merupakan jenis peralatan tangan yang paling banyak digunakan pada praktik di bengkel otomotif. Fungsi dari kunci adalah untuk mengendurkan dan mengencangkan maupun melepas mur atau bautpada saat pembongkaran, pemeriksaan maupun perakitan komponen-komponen kendaraan. Kunci – kunci yang biasa digunakan adalah kunci pas, kunci ring, kunci inggris, kunci kombinasi pas dan ring, kunci soket, kunci L, kunci inggris dan kunci moment. 2. Obeng Obeng berfungsi untuk melepas sekrup dari komponen – komponen kendaraan. Terdapat dua jenis obeng yaitu obeng pipih (-) dan obeng kembang (+). 3. Tang Tang adalah alat tangan yang berfungsi untuk menjepit / mencabut serta melepas dan memotong komponen. 4. Palu Palu digunakan untuk memukul paku, pelat atau komponen lain. Bahan pembuat palu diantaranya adalah baja, plastic, karet dan kayu. 5. Dongkrak Dongkrak berfungsi untuk mengangkat beban berat supaya lebih ringan. Kemampuan pengangkatan dongkrak tergantung dari ukuran yang tertera pada dongkrak itu sendiri. 6. Stand Pengaman (Jack Stand)
Untuk mencegah kendaraan tergelincir pada saat diangkat dengan dongkrak maka diletakkan stand pengaman di bawah kendaraan. Jika secara tidak sengaja dongkrak slip maka kendraan tidak terjatuh dilantai sehingga terhindar dari kecelakaan dan kerusakan yang lebih parah. 7. Alat-alat bertenaga (Power Tools) Peralatan bertenaga menggunaka sumber tenaga bukan dari manusia tetapi tenaga listrik maupun pneumatic diantaranya adalah : a. Bor Listrik Fungsi bor listrik untuk membuat lubang pada kayu, besi maupun beton tergantung jenis mata bor yang digunakan. b. Gerinda tangan Gerinda tangan mempunyai beberapa fungsi yaitu untuk menggerind berbagai material, memotong, memoles dan membersihkan karat. Terdapat jenis gerinda polister yang khusus digunakan untuk memoles mobil, marmer maupun stainless steel. c. Impact Wrench Peralatan ini digunakan untuk membantu menggerakkan kunci sok (socket) sehingga memungkinkan melepas baut dengan mudah, cepat praktis dan efisien. Tenaga yang digunakan adalah pneumatic atau udara bertekanan.
B. Penggunaan dan Pemeliharaan / Perawatan Peralatan 1. Kunci a. Penggunaan : - Pemilihan kunci yang benar sesuai dengan fungsi dan ukuran yang diperlukan harus diperhatikan supaya tidak terjadi kerusakan pada bagian yang dilepas serta menghindari kecelakaan akibat alat yang terlepas dari kepala baut. - Penggunaan seperangkat kunci harus lurus dan semua rahang dapat mencengkeram mur / kepala baut sehingga kunci tidak selip / lepas - Arah penarikan kunci sebaiknya kearah anda pada saat melepas mur atau baut - Untuk jenis kunci soket perlu memilih socket yang cocok dengan mur / baut yang akan dilepas b. Pemeliharaan / Perawatan - Kebersihan kunci harus selalu dijaga dengan mengelapnya dengan kain bersih - Menyimpan kunci di kotak alat, lemari atau gantungan kunci - Untuk keamanan jangan menggunakan kunci yang rahangnya retak, rusak, aus atau bundar karena dapat selip dan melukai - Untuk kunci inggris lumasi mur penyetel dengan beberapa tetes oli mesin - Untuk kunci socket jangan menggunakan socket atau batang yang rusak atau kotor - Jangan menggunakan kunci dengan menginjaknya karena dapat merusak kunci. 2. Obeng a. Penggunaan: - Pilih obeng yang sesuai dengan ukuran sekrup - Tahan mata obeng dengan satu tahan dan arahkan ujungnya ke celah dengan tangan lainnya. Posisi obeng tegak lurus dengan sekrup - bersihkan setiap debu yang mungkin terdapat pada lubang alur kepala sekrup b. Pemeliharaan dan perawatan - Kebersihan obeng harus selalu dijaga dengan membersihkannya menggunakan lap - Jangan gunakan obeng yang ujungnya patah atau rusak - simpan obeng di lemari, kotak alat atau gantungan dinding - Gunakan obeng dengan mata obeng yang ukurannya sesuai dengan celah sekrup - Jangan gunakan obeng yang gagangnya licin atau mata obeng tumpul 3. Tang a. Penggunaan - Pilih tang yang sesuai dengan jenis pekerjaan untuk memuntir, menjepit, memegang logam, mencabut paku atau untuk melepas ring - Gerakkan gagangnya sehingga rahang akan menjepit, mengembang atau memotong sesuai jenis tang yang digunakan b. Pemeliharaan dan perawatan - Simpan pada tool box jika tidak digunakan - Jangan gunakan tang yang gerigi rahangnya tumpul - Laplah gagang tang jika terkena oli atau gemuk 4. Palu a. Penggunaan - Pilih palu yang sesuai dengan jenis pekerjaan untuk memukul benda dengan tekanan besar, sedang atau kecil b. Pemeliharaan dan perawatan - Simpan pada tool box jika tidak digunakan - Jangan gunakan palu yang rusak - Laplah palu jika terkena oli atau gemuk
Gambar 1.10 Menyimpan alat dalam kotak alat Gambar 1.11 Menyimpan alat pada gantungan dinding 5. Dongkrak a. Penggunaan - Lakukan pemeriksaan dongkrak sebelum digunakan - Tempatkan kendaraan yang akan diangkat di tempat yang datar kemudian pasang rem tangan, taruh transmisi ke gigi kecepatan dan cek roda-roda kendaraan - Putar tuas dongkrak sampai kepala dongkrak menyentuh posisi yang tepat dan aman, naikkan kendaraan sesuai ketinggian yang diinginkan - Untuk menurunkan kendaraan putar baut penahan dengan hati-hati. b. Pemeliharaan dan perawatan - Kebersihan dongkrak harus selalu dijaga, bersihkan setiap oli atau gemuk, periksa terhadap kebocoran cairan - Simpan dongkrak pada tempat yang aman - Pastikan dongkrak mampu bekerja dengan baik - Biarkan tuas pemompa dongkrak ke arah bila tidak untuk memompa atas karena dapat mencegah orang tersandung tuas tersebut 6. Stand Pengaman (Jack Stand) a. Penggunaan - Tempatkan penahan pada lantai yang datar - Saat kendaraan dinaikkan atur penahan pada ketinggian yang diinginkan dengan menggunakan pengatur mur pengunci - Posisikan stand pengaman dibawah rangka struktural, tempat suspensi utama, diferensial housing dan bukan dibawah as roda - Turunkan dongkrak sehingga kendaraan berada pada stand pengaman b. Pemeliharaan dan perawatan - Kebersihan stand pengaman harus selalu diperhatikan - Lumasi post pengatur tali dengan sedikit oli - Simpan di lokasi yang tepat pada lantai bengkel atau rak yang sesuai - Jangan menggunaka stand yang rusak, sadel atau dasarnya retak - Pastikan tali pengatur atau jarum pin bekerja dengan benar dan pengunci pada posisinya - Jangan memanjat ke bawah kendaraan untuk menempatkan stand pengaman, tetapi selipkan penahan pada posisi yang diinginkan 7. Alat-alat bertenaga a. Penggunaan - Untuk memasang mata bor pada bor listrik, putarlah drill dengan alat / kunci kearah berlawanan jarum jam. Saat rahang terbuka secukupnya maka masukkan mata bor dan kencangkan dengan kunci searah jarum jam. Pegang bor tegak lurus dengan
permukaan yang akan dilubangi dan bila sudah terkunci tepat masukkan kabel ke sumber listrik, cobalah pelatuk ke “posisi on” untuk mengetahui bor rusak atau tidak, kemudian lakukan pengeboran dengan dua tangan - Untuk impact wrench yang digerakkan dengan tenaga pneumatik maka pemilihan kunci socket dan alat tambahan yang digunakan harus selalu diperhatikan, pemasangannya pada impact juga harus tercekam kuat agar pada saat pemasangan maupun pelepasan baut dapat dengan mudah b. Pemeliharaan dan perawatan - Untuk peralatan tangan dengan tenaga listrik harus selalu diperhatikan bahwa sambungan listrik aman dan dilepas sebelum mengganti mata bor maupun gerinda, Mata bor maupun gerinda harus terpasang kuat sebelum digunakan dan Lumasi pencekam mata bor sekali-sekali agar tidak berkarat - Untuk peralatan tangan dengan tenaga pneumatic harus selalu diperhatikan selang atau pipa penyalur dan sambungannya tidak bocor sehingga dapat berfungsi baik serta selalu pastikan dalam kondisi bersih dan terpasang kuat sebelum digunakan. Menggunakan Peralatan dan Perlengkapan Perbaikan A. Jenis – jenis Peralatan dan Perlengkapan Perbaikan 1. Macam – macam Kunci 1) Kunci Pas (open end wrench) Kunci pas berfungsi untuk mengencangkan dan melepas baut dan mur yang tidak terlalu kuat momen pengencangannya atau kepala baut dan mur yang telah dilonggarkan dengan kunci ring. Kunci pas dapat juga digunakan untuk membuka mur/kepala baut dengan posisi pemasangan yang tersembunyi atau terhalang oleh bentuk konstruksi. Kepala terdiri dari rahang-rahang yang rata. Kunci pas umumnya dibuat menjadi dua buah kunci pada kedua ujungnya dengan ukuran yang berbeda, misalnya ukuran 6 mm dan 7 mm atau 8 mm dan 9 mm, dan seterusnya dibuat berpasangan dalam satu kunci sehingga lebih efisien pemakaiannya dan penggunaan bahannya. Ukuran kunci biasanya menunjukkan lebar dari mulut kunci yang berarti juga lebar kepala baut/mur. Ukuran kunci pas yang umum digunakan di Otomotif adalah 6 mm dengan kenaikan setiap satu mm hingga ukuran 36 mm, kecuali ukuran 31, 33, 34 dan 35 mm tidak disediakan. Kunci pas dengan satuan inch untuk otomotif tersedia dengan kenaikan ukuran 1/4 inch hingga 2 inch. Tetapi untuk keperluan lain (di luar) otomotif disediakan ukuran kunci hingga 4 inch atau lebih dan dengan kenaikan ukuran yang lebih kecil yaitu 11/32 inch. 2) Kunci Ring (Box Wrench) Fungsi kunci ring hampir sama dengan kunci pas namun dapat digunakan pada ruang yang terbatas. Karena dindingnya yang tipis, kunci ring dapat digunakan pada posisi dimana kunci pas tidak dapat digunakan. Kunci ring juga dibuat dari bahan baja tensil tinggi yaitu merupakan paduan logam chrome vanadium, dengan cincin yang berdimensi heksagonal atau lebih pada lobang diameter dalamnya. Kunci ini lebih kuat dan lebih ringan dari kunci pas dan memberikan cengkraman pada seluruh kepala baut. Untuk menjangkau letak baut yang tidak bisa menggunakan kunci pas karena posisinya yang agak kedalam atau terhalang oleh komponen lain dapat dengan mudah .
Kunci ring umumnya mempunyai tangkai yang lebih panjang dibandingkan kunci pas, memberikan gaya tuas yang lebih besar. Gunakan kunci ring sebagai pilihan utama sebelum menggunakan kunci-kunci jenis lain. 3) Kunci Kombinasi (combination wrench) Fungsi Kunci Kombinasi adalah saling mengisi kekurangan yang ada pada masingmasing kunci pas dan ring. Lebih simpel karena hanya dengan satu jenis kunci berarti membawa dua macam yakni pas dan ring dengan ukuran sama. Kunci ini sangat berguna saat menyetel pengikat (fastener) dengan ukuran yang sama pada posisi yang berbeda. Kunci kombinasi merupakan gabungan dari kunci pas dengan kunci ring pada masingmasing ujung dalam ukuran yang sama. Kunci pas ujung terbuka hanya dapat digunakan bila kunci pas berbentuk cincin atau soket tidak cocok dengan kepala baut atau mur. Ukuran biasanya dicap atau dicap timbul pada tangkainya berkisar antara 6 mm sampai dengan 32 mm. 4) Kunci Soket (Socket Wrench) Fungsi kunci soket yang sering disebut juga kunci sok, kunci sok dirancang khusus untuk melepas/memasang baut dan mur. Kunci sok adalah jenis kunci yang paling baik digunakan untuk melepas komponen dari kendaraan bermotor. Kunci ini akan pas pada baut hampir pada seluruh tempat pada kendaraan. Kelemahan kunci pas dan kunci ring adalah sulit menjangkau baut dan mur yang berada pada posisi tersembunyi seperti baut pengikat intake dan exhaust manifold yang berada tersembunyi di bawah karburator. Dengan kunci sok yang dilengkapi dengan batang penyambung (extention), masalah ini dapat terpecahkan. Dibandingkan dengan kunci pas dan kunci ring, kunci soket ini lebih besar memberikan gaya torsi atau momen puntirnya terhadap pengencangan atau pelepasan baut dan mur, hal ini karena soket selalu dilengkapi dengan batang pemutar dan Ratchet. Kunci soket adalah alat yang paling efektif dan paling cepat penggunaannya hingga melepas dan mengencangkan baut dapat dilakukan dalam hiungan waktu yang efisien. Dimana kunci ini dapat ditempatkan dengan benar pada baut atau mur. Kunci ini sangat sesuai dengan kelengkapan tambahan yang dapat disambungkan dengan ujung penggerak segi empat. Kunci ini juga mempunyai keunggulan dalam mencengkram seluruh sisi kepala baut dan mur dan memberikan gaya puntir dari titik pusat alat. 9 11 13 8 10 12 1 1 1 1 1 1
Kelengkapan tambahan yang disiapkan bersama dengan set soket memungkinkan anda memilih cara untuk melepas baut atau mur dengan cepat dan mudah 5) Kunci Inggris / Kunci yang dapat distel (Adjustable Wrench) Fungsi kunci Inggris untuk melepas atau mengganti mur atau baut dimana ukuran kunci pas/ring yang sesuai tidak ada. Tetapi kunci ini tidak ditujukan untuk menggantikan kunci pas/ring, yang mana lebih sesuai untuk penggunaan untuk beban berat. Kunci Inggeris sulit benar-benar sesuai dengan ukuran mur atau baut tanpa membuat kepalan mur atau baut menjadi bulat. Salah satu rahangnya bersatu dengan gagangnya dan tidak dapat digerakkan dan rahang yang lainnya bebas bergerak pada gagangnya. Sebuah perangkat digunakan untuk mengunci rahang yang bebas bergerak tersebut pada posisi yang diperlukan. Kunci Inggris ini terbuat dari baja tempa berkualitas tinggi dan permukaan dilapisi khrom atau difurnish hitam agar tahan lama.
b C b a 6) Kunci Roda Fungsi kunci roda yang umum digunakan untuk membuka baut dan hub tutup roda serta menempatkan kembali baut tutup roda. a Sebagian besar kunci roda yang digunakan di bengkel mempunyai empat jari-jari (gambar a), ujung dari masingmasing jari jari disatukan pada satu titik pusat hingga membentuk palang/silang pada ujung luar masing-masing batang terdapat soket yang masing masing berbeda ukuran. Kunci roda memberikan penuasan yang baik saat melepas mur roda yang keras/sulit. Kunci roda modal (gambar b) adalah kunci soket kepala segi enam tunggal khusus yang ditempatkan di ujung suatu batang. Batang tersebut panjangnya kurang lebih 250 mm, dibengkokkan hampir tegak lurus di dekat kunci soket. Rentang ukuran kunci roda sesuai dengan hampir semua ukuran baut roda. Ukuran yang paling umum adalah ¾ inci, 13/16 inchi (19 mm dam 21 mm).Kunci roda digunakan untuk mengendorkan dan mengencangkan baut roda pada sumbu roda kendaraan bermotor. 7) Kunci Busi Kunci busi digunakan untuk melepas dan memasang busi yang umumnya dipasang pada posisi sulit dijangkau oleh kunci pas ataupun kunci ring. Di samping itu kunci busi dirancang khusus untuk tidak mendapat perlakuan momen pengencangan yang terlalu kuat, dengan cara mendisain tangkai yang pendek. Kunci busi dibuat dengan ukuran standar mengikuti ukuran busi yang ada. Ukuran standar tersebut yaitu : 10; 14 dan 18 mm.
2. Obeng Obeng digunakan untuk melepas sekerup dari komponen-komponen kendaraan seperti lampu kepala, pelindung radiator, dan untuk melepas pengikat seperti sekerupsekerup kotak dan baut-baut talang. Obeng juga dapat digunakan untuk pekerjaan lain seperti mencongkel cetakan, badge, emblem dan menekan/ mendorong seperti pemasangan penghapus kaca. Ada dua jenis utama obeng. Yaitu 1. Obeng standar 2. Obeng kembang 1) Obeng standar (Obeng pipih) Obeng standar mempunyai bilah pipih dan ini digunakan untuk melepas atau mengganti pengikat (fastener) seperti sekerup pengetap sendiri dan baut-baut kotak, seperti juga halnya mencungkil cetakan, badge, lis pintu dan lain-lain. Obeng pendek (stubby) yang lebih kecil mempunyai batang pendek dan digunakan pada area dimana tidak diperlukan gaya penuasan. 2) Obeng Phillip (Kembang) Obeng kembang mempunyai mata berbentuk bintang, digunakan untuk melepas sekerup kepala kembang. Sekerup ini banyak digunakan sebagai pengikat untuk grill, lampu kepala, lampu belakang atau parkir pada semua jenis kendaraan bermotor. Obeng jenis ini memungkinkan gaya puntir yang besar dan kecil kemungkinan terjadi slip pada kepala sekerup.
3. Macam – macam Tang (Plier) Tang merupakan alat yang dapat digunakan sebagai penjepit, memuntir, memegang logam maupun mencabut paku. Selain itu juga terdapat tang yang digunakan untuk melepas ring pengunci pada sebuah komponen. 1) Tang Kombinasi Tang kombinasi digunakan untuk menjepit pelat dan batang yang relatif kecil. Disamping itu dapat juga memotong kawat berdiameter kecil 2)Tang Lancip (Long Nose) Berfungsi untuk memegang atau menjepit komponen yang posisinya sulit dijangkau oleh tang kombinasi 3) Tang Snap Ring Berfungsi untuk memasang dan melepas circlip/snapring eksternal. 4) Vise Grip Untuk memegang atau menjepit benda kerja dan dapat untuk memegang kuat pada mur /kepala baut yang sudah tidak dapat diputar oleh kunci pas, ring atau kunci soket. Besar kecilnya jepitan rahang dapat disetel dengan cara memutarkan baut penyetel pada bagian ekor tangkainya, sekaligus menyetel posisi penguncian jepitan. Kapasitas 45 mm Panjang 180 – 250 mm. 4. Macam – macam Palu Fungsi palu untuk memukul paku, pelat atau komponen lain. Bahan pembuat palu diantaranya adalah baja, plastic, karet dan kayu. 1) Palu Konde (Ball Peen Hammer) Digunakan untuk membuka atau memasang suku cadang dengan cara pemukulan.
Kepala palu dipasang terhadap pegangannya pada dua arah. Bahan standar untuk palu ini adalah baja keras 2) Palu Karet Palu karet ini digunakan untuk mencegah kerusakan terhadap bagian yang dipukul. 3) Palu Plastik Palu plastik ini juga digunakan untuk mencegah kerusakan terhadap bagian yang dipukul. 5. Bor Tangan Bor tenaga digunakan untuk membuat lubang dengan mata bor atau untuk melepas pengikat seperti paku keling. Ada bor yang menggunakan tenaga listrik dan udara. 1) Bor Listrik Bor listrik mempunyai badan (campuran logam atau pelastik keras) yang menjadi
rumah motor. Sebuah sakelar jenis tombol ditempatkan pada gagang yang berbentuk pistol. Sebuag pemegang (chuck) mata bor ditempatkan di bagian depan bor. 2) Bor Udara Bor ini lebih kecil dan lebih ringan daripada bor listrik, dan mempunyai rotor yang digerakkan oleh udara bertekanan. 6. Dongkrak Dongkrak lantai mempunyai daftar spesifikasi beban maksimum. Jangan pernah mengangkat mobil yang melebihi kapasitas beban angkatnya. Terdapat juga dongkrak yang lebih kecil dan bentuknya seperti botol biasa digunakan untuk mengangkat roda kendaraan. 7. Stand Penahan / stand pengaman (Safety Stand)
Penahan pengaman untuk menahan kendaraan pada waktu dinaikkan. Periksalah penahan tersebut sebelum menggunakannya, periksalah bila terdapat keretakan di sekitar sadel dan dasarnya. Pastikan pengatur ketinggian bekerja dengan bebas. B. Penggunaan peralatan 1. Kunci Pas Gunakan kunci pas bila anda akan melepaskan pengencang-pengencang dengan cepat pada tempat-tempat yang ruang / bukaan-bukaannya memudahkan kunci pas jenis ini terpasang, dan bilamana kunci pas jenis lainnya tidak cocok. Kunci pas dapat berfungsi dengan baik bila ditarik ke arah anda. Anda harus mengepasnya dahulu sehingga batangnya yang panjang dapat bergerak pada arah tenaga yang diberikan, hal ini akan mengurangi tegangan pada mur atau kepala bautnya. Penggunaan Kunci Pas Pilihlah kunci pas yang ukurannya sesuai. Pasanglah kunci pasnya sedemikian rupa sehingga rahang-rahangnya sepenuhnya mencengkeram mur atau kepala baut, rahang-rahang tersebut harus sepenuhnya mencengkeram mur atau kepala baut agar kunci pasnya tidak selip/terlepas. Tariklah kunci pas tersebut ke arah anda untuk melepaskan mur atau baut tersebut. Jangan menggunakan kunci yang rahang-rahangnya retak, rusak, aus atau bundar, karena kunci pas tersebut dapat selip dan melukai anda. Jangan menggunakan kunci yang kotor, kunci pas tersebut dapat terlepas dari genggaman anda. 2. Kunci Inggris (Adjustable Spanner) Kunci inggris cocok digunakan bila anda tidak mempunyai kunci pas yang sesuai untuk mur atau baut yang mungkin sudah aus atau berukuran terlalu kecil. Anda jangan menggunakan alat ini sebagai pengganti kunci pas konvensional bila kunci pas tersebut memang tersedia.
Penggunaan Kunci Inggris Aturlah kunci inggris agar pas dengan mur atau bautnya. Kunci ini dipaskan dengan menggerakkan mur yang dapat disetel sehingga rahang-rahangnya mencengkeram dengan kuat. Pasanglah kunci pada mur sedemikian rupa sehingga daya tarik sepenuhnya berada pada rahang-rahang yang terkunci. Tariklah kunci pas ke arah anda untuk melepas mur. Jangan gunakan kunci pas yang dapat diatur bila rahang-rahangnya retak, kunci pas tersebut dapat selip dan merusak mur atau bahkan menyebabkan anda terluka. Jagalah agar kunci pas tetap bersih sehingga kunci pas tersebut tidak selip dari genggaman anda. o Lumasi mur yang penyetelnya dengan beberapa tetes oli mesin dan simpanlah kunci di dalam kotak alat, lemari atau digantung di gantungan dinding. 3. Kunci Ring Gunakan kunci ring untuk melepaskan mur dan baut bila memungkinkan. Batang (shank) yang menyudut memungkinkan anda menggunakan kunci untuk melepas dan mengencangkan bila ruang/celahnya ada.
Penggunaan Kunci Ring Pilihlah kunci yang ukurannya sesuai. Pasang kunci tersebut pada mur atau kepala baut. Tariklah kunci ke arah anda untuk melepaskan mur atau baut. Keselamatan Jangan menggunakan kunci yang kotor, karena kunci tersebut dapat selip dari genggaman anda. Jangan menggunakan kunci ring bila ring/cincin-cincinnya retak atau aus dan gerigi dalamnya membundar, kunci ring tersebut dapat selip dan dapat menyebabkan luka. 4. Kunci Soket Kunci soket adalah alat yang sangat serbaguna, bila digunakan dengan batang soket atau pengungkit untuk melepaskan mur atau baut. Anda dapat dengan cepat mengganti alat-alat ini agar cocok dengan lokasi pengencang pada komponen manapun pada kendaraan. Fitting Soket Snap pada penghubung-penghubungnya memungkinkan anda mengganti soket dan batangan (bar) dengan sangat cepat. Satu ujung soket mempunyai recess (dudukan) bujur sangkar. Bila anda memasang soket ke dalam batangnya bola berpegas pada handle (pegangannya) menguncinya ke dalam dudukan di dalam soket. Tarikan tangan yang ringan diperlukan untuk melepaskan socket.
Penggunaan Kunci Soket Bila menggunakan socket spanner pilihlah socket yang cocok dengan mur atau baut yang akan anda lepaskan. Pilih dan pasanglah batang socket yang cocok pada socketnya. Pasanglah socket pada pengencang yang akan dilepas dan tariklah batang socket tersebut ke arah anda untuk melapaskan mur atau baut. 5. Obeng Gunakan obeng untuk melepaskan pengencang-pengencang seperti skrup self tapping. Pilihlah obeng yang cocok dengan skrup yang akan anda pasang, Slotted atau Phillips. Gunakan obeng standar untuk melepaskan dan memasang skrup kepala bercelah (slotted). Gunakan obeng Phillips untuk melapaskan dan memasang skrupskrup celah kembang. Pilihlah ukuran obeng yang tepat dengan celah skrup. Obeng yang terlalu kecil dapat terpuntir dan merusak ujungnya, dan memungkinkan merusak kepala skrup. Obeng yang terlalu besar tidak akan pas pada celah skrup dan dapat terlepas pada waktu diputar. Penggunaan Obeng Standard Pilihlah obeng dengan ukuran yang sesuai dengan skrupnya. Tahan mata obeng dengan satu tangan dan arahkan ujungnya pada celah dengan tangan lainnya. Peganglah obeng pada posisi tegak lurus dengan skrup. Putarlah obeng kuat dan mantap untuk melapaskan skrup.
Penggunaan Obeng Phillips Bersihkan setiap debu yang mungkin terdapat pada recess dengan sebatang kawat bila memungkinkan. Piilihlah obeng yang memungkinkan ujungnya pas sepenuhnya pada recess. Tahan batang obeng dengan satu tangan dan arahkan ujungnya dengan tangan lainnya. Peganglah obeng tegak lurus ke skrup untuk mencegah recessnya rusak. Berikan tekanan yang lebih besar bila menggunakan obeng standard. 6. Kunci Roda Kunci roda digunakan untuk melepaskan mur roda saat melepaskan atau memasang roda. Kunci roda mempunyai soket-soket yang terpasang pada ujungujung lengan yang cocok untuk hampir semua kendaraan.
Penggunaan Kunci roda Pasanglah soket dengan ukuran yang sesuai dengan mur roda. Pastikan kunci terpasang sepenuhnya pada mur roda. Peganglah kunci dengan kedua tangan dan putarlah lengan untuk melepaskan mur roda. Pastikan socket sepenuhnya terpasang pada mur roda. Socket yang kurang pas terpasang dapat menyebabkan wheel spanner selip dan anda dapat melukai diri anda. 7. Dongkrak Lantai Dongkrak lantai adalah alat yang dioperasikan secara hidrolik yang dapat mengangkat barang yang berat di dalam bengkel, karenanya dongkrak tersebut harus disimpan dengan baik. Dongkrak lantai mempunyai label daftar spesifikasinya seperti daftar berat beban maksimum. Jangan pernah mengangkat mobil yang melebihi kapasitas beban angkatnya. Dongkrak dioperasikan dengan memutar pegangan/handle dongkraknya. Untuk menaikkan dongkrak, putarlah pegangannya kuat, dan pompalah pegangannya. Untuk merendahkan dongkrak, kembalikan putaran pegangannya perlahan-lahan. Identifikasi posisi pengangkat yang aman di bawah kendaraan pada waktu mendongkrak. Mengangkat pada beberapa posisi dapat menyebabkan kerusakan pada wadah oli, tangki radiator saluran-saluran oli dan bahan bakar. Jangan pernah bekerja di bawah kendaraan yang diangkat tanpa penahan yang aman. Pengangkatan Ada beberapa posisi yang cocok untuk menempatkan dongkrak. Yaitu:
Main suspension mounting points. Differential housing. Major chassis points. Penggunaan Dongkrak Lantai Lakukan pemeriksaan keamanan terhadap dongkrak sebelum digunakan. Bila memungkinkan, tempatkan kendaraan pada tempat yang datar. Lakukan langkahlangkah berikut terhadap semua kendaraan. o Pasang rem tangan. o Taruh transmisi ke persneling. Tempatkan transmisi otomatis pada park. o Chock roda-rodanya. Tempatkan dongkrak pada posisi pengangkatan yang sesuai. Putarlah pegangannya ke dalam dan pompalah, sampai sadelnya naik dan menyentuh dongkrak. Periksalah bidang yang bersentuhan untuk memastikan sadelnya berada pada posisi yang tepat. Bila ini telah pas maka naikkan kendaraan ke ketinggian yang diinginkan. Pasang penahan yang aman di bawah kendaraan pada tempat bearing beban yang sesuai. Dengan hati-hati putarlah ke luar pegangan dongkrak untuk menurunkan kendaraan sampai berada pada Stand/Penahan yang aman. Menurunkan Dongkrak Untuk menurunkan dongkrak pertama-tama anda harus memompa pegangannnya, sampai kendaraan naik cukup tinggi untuk melepaskan penahan pengaman. Lepaskan penahan. Perlahan-lahan putarlah pegangan dongkrak ke arah luar dan rendahkan kendaraan ke tanah. Pemeliharaan Jagalah dongkraknya bersih, bersihkan setiap oli atau gemuk, perikslah bila terdapat kebocoran cairan, berikan cairan hidrolik sampai batas atas bila diperlukan. Teteskan sedikit oli pada roda troli. Simpanlah dongkrak pada lokasi yang aman di lantai bengkel. 8. Safety Stand (Stand) Gunakan penahan pengaman untuk menahan kendaraan pada waktu dinaikkan. Periksalah penahan tersebut sebelum menggunakannya, periksalah bila terdapat keretakan di sekitar sadel dan dasarnya. Pastikan pengatur ketinggian bekerja dengan 2
bebas. Pada waktu memposisikan penahan pengaman pastikan sadelnya menempel pada permukaan datar, jangan pada permukaan yang bersudut atau miring hal tersebut dapat menyebabkan penahan miring pada waktu bebannya ditempatkan di atasnya. Penggunaan Penahan Pengaman Tempat penahan pada lantai yang datar. Pada waktu kendaraan dinaikkan, aturlah penahan pengaman pada ketinggian yang diinginkan dengan menggunakan pengatur mur pengunci. Posisikan penahan pengaman di bawah kerangka structural atau tempat suspensi utama atau differential housing, bukan di bawah pan lantai atau sill. Turunkan dongkrak sehingga kendaraan berada pada penahan pengaman. 2
2
JOBSHEET Kerjakan secara mandiri dengan memanfaatkan fasilita komponen peralatan dan perlengkapan tempat kerja, c cantumkan sumber informasi internetnya! Nama Murid : ............................................... Kelas : .............. No. Gambar Komponen 1 2 3 4
as internet, carilah minimal 1 (satu) foto/gambar cantumkan uraian/penjelasannya, jangan lupa Uraian Sumber : ............... Sumber : ............... Sumber : ............... Sumber : ...............
RUBRIK PENI PENILAIA P ASPEK Belum Kompeten (0-6) Cukup Kompete Proses presentasi hasil Murid Murid mampu Tidak mampu mempresentasik mempresentasikan hasil observasi hasil observasi namun dengan yang kurang baik Hasil pencarian Murid mampu Murid mampu informasi terkait mendapatkan informasi mendapatkan in peralatan dan <2 2 perlengkapan tempat peralatan dan peralatan dan kerja perlengkapan tempat kerja perlengkapan te kerja Keterangan : Murid yang belum kompeten maka harus mengikuti pembelajaran r Murid yang cukup kompeten diperbolehkan untuk memperbaiki pek
ILAIAN INSTRUMEN AN: PROSES DAN PRODUK en (6-7) Kompeten (8-9) Sangat Kompeten (10) Murid mampu Murid mampu kan mempresentasikan mempresentasikan hasil observasi hasil sikap dengan sikap yang baik namun tidak mampu berdiskusi observasi dengan sikap yang baikdanmampu berdiskusi Murid mampu Murid mampu nformasi mendapatkan mendapatkan informasi informasi3 >4 peralatan dan peralatan dan empat perlengkapan tempat kerja perlengkapan tempat kerja emediasi. kerjaannya sehingga mencapai level kompeten
LEMBAR OBSERVA No Hari/Tanggal Cata
ASI/CATATAN ANEKDOT tan Kejadian Solusi/Tindak Lanjut 8
ASESMEN Jenjang/ Kelas SMK/ X Otomotif Mata Pelajaran Dasar-Dasar Otomotif Capaian Pembelajaran Pada akhir fase E, murid m lain persiapan, kalibrasi, d dan manual perbaikan. Tujuan Pembelajaran 1. Murid mengidentifikasi bacaan 2. Murid mempersiapkan d sesuai dengan fungsinya A. Asesmen Non-Kognitif Informasi apa saja yang ingin digali? Perta Aktivitas peserta didik selama belajar di rumah 1. A 2. A 3. S p 4. A Dst…
N DIAGNOSTIK mampu menggunakan peralatan dan perlengkapan kerja, antara dan penggunaan peralatan dan perlengkapan sesuai jenis, fungsi peralatan dan perlengkapan di tempat kerja sesuai sumber dan menggunakan peralatan dan perlengkapan di tempat kerja a anyaan kunci yang ingin ditanyakan Apa saja kegiatanmu sepanjang hari di rumah? Apakah memiliki waktu cukup untuk belajar? Sebutkan 5 hal dari yang paling menyenangkan sampai yang palingtidak menyenangkan ketika sedang belajar. Apa yang menjadi harapan dan mimpimu ? ….
Informasi apa saja yang ingin digali? Perta Aktivitas di rumah mendukung minat dan bakat peserta didik 1. A 2. A d 3. A d Langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan? Persiapan 1. Menyiapkan panduan pertanyaan 2. Menyusun pertanyaan kunci Pelaksanaan 1. Murid mengisi link yang sudah dishare guru 2. Beri waktu murid untuk menjawab pertanyaan 3. Guru membimbing murid, jika murid merasa kesulitan u memahami pertanyaan. 4. Berikan penguatan dan umpan balik bagi murid yang su menjawab pertanyaan. Tindak lanjut 1. Analisa hasil isian murid 2. Jika murid menyampaikan masalah, ajak berdikusi u menentukan penyelesaiannya 3. Jika diperlukan komunikasikan permasalahan tersebut den orang tua 4. Lakukan asesmen diagnostik non kognitif secara berkala se kebutuhan
anyaan kunci yang ingin ditanyakan Apakah hobimu? Apakah hobimu berkaitan dengan program keahlian yang dipilih(Teknik Otomotif) ? Apakah yang kamu senang merawat sepeda motor/mobilyang ada dirumah? Alat bantu apa yang dibutuhkan? Link Google Form ntuk udah - ntuk ngan esuai -
B. Asesmen Kognitif Waktu Asesmen Akhir Kegiatan Pembelajaran Identifikasi materi yang akan diujikan Pertanyaan Murid memahami peralatan perlengkapan kerja dan bisa menngunakannya pada Bidang Otomotif sesuai SumberBacaan Sebutkan alat-alat yang termasuk hand tools
Durasi Asesmen 15 menit Kemungkinan Jawaban Skor (Kategor i) Rencana Tindak Lanjut Kunsi pas Kunci ring Kunci kombinasi Obeng Paham utuh Pembelajaran dapat dilanjutkan ke materi berikutnya sesuai ATP Tang Palu Kunci Obeng tang Paham sebagian Pembelajaran dengan diberikan pendampingan kunci Tidak paham Pembelajaran dengan diberikan pendampingan
Langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan? Persiapan dan pelaksanaan : 1. Menyusun jadwal pelaksanaan 2. Mengidentifikasi materi uji yang mewakili keseluruha pembelajaran 3. Menyusun 2 pertanyaan sederhana sesuai kelasnya 4. Asesmen diberikan seluruh murid baik daring maupun luring. Tindak lanjut : 1. Melakukan pengolahan hasil asesmen dan hitung rata-rata kela 2. Bagi murid yang memperoleh nilai rata-rata akan mengikuti p unit berikutnya 3. Bagi murid yang memperoleh nilai dibawah rata- rata akan pendampingan/ bantuan dari guru 4. Bagi murid yang memperoleh nilai di atas rata-rata akan pengayaan dari guru. 5. Ulangi proses asesmen diagnosis ini sesuai dengan kebutuhan
Alat bantu apa yang dibutuhkan? an materi Link Google Form / Quiz Di LMS as pembelajaran memperoleh memperoleh di kelas. 12
ASESM Soal Pilihan Ganda 1. Gambar disamping adalah … a. tang kombinasi b. tang lancip c. tang long nose d. tang jepit e. tang snap ring 2. Gambar disamping adalah… a. gerinda tangan b. bor listrik c. impact wrench d. bor tenaga e. jack stand 3. Untuk melepas sekrup yang tertanam di kayu dengan … a. hammer b. hexagon wrench c. palu d. obeng e. torque wrench 4. Kunci yang rahangnya dapat disetel sesuai ukuran baut / mur adalah.. a. kunci pas b. kunci inggris c. kunci soket d. kunci kombinasi e. kunci roda 5. Untuk menjepit logam panas digunakan alat… a. vise grip b. balance plier c. cutting plier d.spring plier e. tang kombinasi
MEN SUMATIF . 13
6. Nama lain kunci inggris adalah… a. hex key wrench b. open end wrench c. adjustable spanner d. combination wrench e. torque wrench 7. Alat untuk mengangkat kendaraan adalah… a. dongkrak b. impact c. jack stand d. plier e. driver 8. Kunci yang diujung-ujung kepalanya memiliki rahang adalah… a. kunci pas b. kunci ring c. kunci inggris d. kunci roda e. kunci L 9. Pemegang mata bor yang dapat disetel menyesuaikan ukuran mata bor a. Chuck b. Drill c. impact d. Handle e. Polister 10.Obeng pipih digunakan untuk melepas sekrup yang kepalanya…. a. beralur kembang b. beralur + c. celah kecil d. beralur – e. celah besar 11. Untuk melepas sekrup pada sepeda motor yang susah dilepas adalah a. kunci soket b. kunci kombinasi c. impact wrench d. kunci ring
r disebut... dengan memasangkan mata obeng pada… 14
e. torque wrench 12. Berikut adalah langkah pemeliharaan dan perawatan peralatan, kecua a. membersihkan kotoran pada alat dengan lap bersih b. menyimpan kembali alat yang sudah tidak digunakan lagi c. memeriksa kondisi alat sebelum dan setelah digunakan d. memisahkan alat rusak dengan alat yang masih bisa digunakan e. meletakkan alat di meja kerja setelah pekerjaan selesai 13.Dibawah ini adalah jenis fastener … a. Treker b. obeng c. SST d. Kunci e. Circlip 14. Nama alat pada gambar disamping adalah… a. tang b. treker c. kunci saringan oli d. pelepas tie rod e. pelepas roda kemudi 15. Peralatan khusus yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan yan a. fastener b. treker c. SST Soal Uraian 1. Sebutkan 5 macam kunci pada praktik perbaikan kendaraan ! 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan obeng philip ! 3. Apakah fungsi tang ? 4. Sebutkan nama peralatan dibawah ini ! a. b.
ali n ng sulit pada perbaikan kendaraan disebut juga 15
5. Apa yang dimaksud dengan fastener? Soal Lisan 1. Sebutkan macam – macam tang! 2. Sebutkan contoh alat-alat bertenaga! 3. Bagaimanakah cara menggunakan kunci soket yang benar? 4. Sebutkan contoh fastener! 5. Apakah yang dimaksud dengan SST? Soal Perbuatan Lakukan praktik identifikasi peralatan tangan seperti jobsheet berikut dan A. Tujuan Praktik 1. Siswa dapat memahami macam – macam alat tangan 2. Siswa dapat memahami macam – macam alat bertenaga B.Peralatan Praktik 1. Kunci-kunci 2. Obeng 3. Tang 4. Palu 5. Dongkrak 6. Stand Pengaman 7. Bor Listrik 8. Gerinda tangan 9. Dll