The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

RANCANGAN TINDAKAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.4 TENTANG DISIPLIN POSITIF

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rr.rina Probowati, 2023-07-19 22:21:13

RANCANGAN TINDAKAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.4

RANCANGAN TINDAKAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.4 TENTANG DISIPLIN POSITIF

Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata - Modul 1.4 CGP 08.023-BBGP JATENG TUGAS 1.4.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 1.4 RANCANGAN TINDAKAN UNTUK AKSI NYATA MODUL 1.4 TENTANG BUDAYA POSITIF Disusun Oleh : Nama : RR. RINA PROBOWATI Kelas : 08.023.BBGP-JATENG Fasilitator : I KOMANG WITARSA, S,Pd. Pengajar Praktik : NUR AZIZAH, S.Pd. BALAI BESAR GURU PENGGERAK PROVINSI JAWA TENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RISET DAN TEKNOLOGI TAHUN 2023


Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata - Modul 1.4 CGP 08.023-BBGP JATENG Judul Modul Menumbuhkan budaya positif di SMK Negeri 1 Jepara Kabupaten Jepara melalui kesepakatan kelas, mewujudkan pola hidup bersih dan mencintai lingkungan serta membiasakan murid untuk menanamkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila Nama Peserta RR. Rina Probowati, S.Pd. A. Latar Belakang Sekolah idaman adalah sekolah yang mampu menciptakan kenyamanan dan memberikan kemerdekaan untuk hidup dan berkembang bagi murid sesuai kodratnya. Sekolah dimaksud terhindar dari segala macam bentuk penindasan, bulliying, kekerasan dan pemaksaan terhadap warga sekolah khususnya murid. Sekolah dimaksud akan berusaha sekuat tenaga untuk menciptakan suasana yang penuh dengan keharmonisan dan pembiasaan positif. Menerapkan budaya positif dapat meningkatkan kesadaran murid dalam membentuk karakter positif. Budaya positif juga dapat memberikan rasa nyaman dan aman untuk semua warga sekolah. Diantaranya kebersihan lingkungan sekolah merupakan hal yang sangat urgent karena untuk memastikan semua warga sekolah merasa aman dan nyaman dalam pembelajaran. Realitanya dominasi lingkungan sekolah belum mampu menghasilkan lingkungan sekolah yang ramah lingkungan, asri, indah aman dan nyaman serta belum memberikan keleluasaan kepada murid. Murid masih terbelenggu dengan budaya negatif. Biasanya murid menghindari pelanggaran karena takut dikucilkan. Murid mentaati peraturan karena takut dihukum atau menerima konsekuensi yang berat dan dapat merusak nama baiknya. Akibatnya murid melakukan kebaikan hanya pada saat di sekolah atau hanya pada saat di depan orang lain. Keteraturan yang mereka lakukan tidak berasal dari kesadaran dan lubuk hati. Keteraturan tersebut bukanlah sebuah kebiasaan akan tetapi karena ada konsekuensi dibalik hal itu. Selayaknya sekolah harus berusaha menciptakan iklim Pendidikan yang mampu membiasakan setiap warganya melakukan budaya positif. Budaya yang mengakar kuat dan menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan secara kontiyu dan sadar oleh setiap warga sekolah. Semua pihak harus terlibat dalam pembiasaan positif tersebut. Pembiasan positif yang merupakan budaya positif akan menjadi budaya sekolah. Budaya yang dipegang


Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata - Modul 1.4 CGP 08.023-BBGP JATENG teguh oleh seluruh warga sekolah dan menjadi kekhasan dari sekolah tersebut. Budaya tersebut harus terintegrasi dalam seluruh kegiatan sekolah, baik dalam pra pembelajran, proses pembelajaran ataupun di luar kelas seperti dalam kegiatan ekstrakurikuler. Pertanyaannya adalah bagaimana budaya positif dapat tumbuh dan tertanam dalam proses pembelajaran, bagaimana budaya positif dapat terbiasa dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Harapannya jika budaya positif mengakar dalam diri setiap murid dan semua warga sekolah, maka secara tidak langsung akan tercipta profil pelajar Pancasila. B. Tujuan 1. Menumbuhkan budaya positif melalui kesepakatan kelas 2. Mewujudkan pola hidup bersih bagi seluruh warga sekolah dan mencintai lingkungan yang asri dan indah sehingga menumbuhkan suasana sekolah yang sehat dan menyenangkan. 3. Mengintegrasikan dan membiasakan murid untuk menanamkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila dalam kegiatan baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. C. Tolak Ukur 1. Murid bersama guru-guru mampu membuat kesepakatan kelas yang dipasang pada dinding kelas 2. Lingkungan kelas dan sekolah terasa nyaman, serta tampak asri, bersih, indah dan rapi. 3. Murid dan warga sekolah dapat mengaplikasikan nilai-nilai profil pelajar Pancasila secara sadar dan kontinyu dalam proses belajar dan kegiatan ekstrakurikuler. D. Linimasa Tindakan yang dilakukan Adapun Langkah-langkah yang akan dilakukan : 1. Sosialisasi kepada seluruh warga sekolah meliputi kepala sekolah, guru, murid, dan tenaga kependidikan terkait disiplin positif, kesepakatan kelas dan profil pelajar Pancasila. 2. Guru menjelaskan tentang pengertian dan pentingnya kesepakatan kelas. 3. Guru memfasilitasi murid untuk membuat kesepakatan kelas. 4. Kesepakatan kelas yang telah disepakati selanjutnya ditandatangani seluruh warga kelas dan dipasang di dinding kelas.


Rancangan Tindakan untuk Aksi Nyata - Modul 1.4 CGP 08.023-BBGP JATENG 5. Sosialisasi kepada seluruh murid baru tentang pembentukan karakter dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan pentingnya mengikuti kegiatan tersebut sesuai minat dan bakat. 6. Mengkoordinasikan dan mengawasi murid dalam menjalankan poin kesepakatan kelas tentang kebersihan kelas. 7. Kegiatan kebersihan di lingkungan sekolah bersama seluruh warga sekolah. 8. Menumbuhkan, menanamkan dan membiasakan nilai-nilai profil pelajar Pancasila dalam kegiatan intralkurikuler maupun ekstrakurikuler. 9. Mendokumentasikan setiap kegiatan ekstrakurikuler yang menumbuhkan, mencerminkan dan mebiasakan nilai-nilai profil pelajar Pancasila. 10. Membuat dokumentasi dan menyusun laporan. E. Dukungan yang dibutuhkanBapak dan Ibu calon guru penggerak, 1. Membutuhkan dukungan dan dorongan kuat dari kepala sekolah selaku manjerial di sekolah. 2. Orang tua/wali murid di rumah dalam membiasakan budaya positif. 3. Warga sekolah sebagai role model atau teladan bagi murid dalam menanamkan budaya positif. 4. Seluruh warga sekolah berkolaborasi, bergotong royong dan bergerak, bersinergi dalam menciptakan serta membiasakan budaya positif di sekolah.


Click to View FlipBook Version