11. Tes Ping PC0 ke PC1 dan sebaliknya:
1.5 HASIL DAN ANALISA 1.5.1
Hasil:
1.5.2 Analisa:
Pada hasil diatas terdapat 2 router yang telah dilakukan peroutingan dengan
dynamic routing(RIP) menggunakan CLI. Proses routing berfungsi agar PC 2
tersambug dengan PC3. Untuk gateway saya mengambil dari alamat IP
gigabitethernet0/1 pada masing-masing router kemudian IP networknya pada IP
gigabitethernet0/0
1.6 TUGAS/LATIHAN
1.6.1 Soal
1. Lakukan routing dinamis RIP menggunakan Cisco Packet Tracer berbasis CLI /
Text ! (network ID ada 2 digit nim belakang)
2. Lakukan routing statis menggunakan Cisco Packet Tracer berbasis GUI !
(network ID ada 2 digit nim belakang)
3. Buatlah tabel routing dari Latihan 1 dan 2 !
4. Uji coba koneksi antar PC yang berbeda jaringan yang membuktikan bahwa
semua PC sudah terhubung ke jaringan ! (Screen Shoot)
1.6.2 Jawaban
1. Konfigurasi Routing Dinamis pada Router 0
Konfigurasi Routing pada Router 1
2. Konfigurasi Routing statis pada Router 0
Konfigurasi Routing Statis pada Router 1
3. Tabel 1 IP Addres Netmask Gateway Network
RTR Interface 255.255.255.0 - 192.168.76.0
& PC
Gigabit 192.16876.1
Ethernet0/1
A Gigabit 192.168.2.2 255.255.255.0 - 192.168.2.0
Ethernet0/0
PC 0 192.168.2.76 255.255.255.0 192.168.2.2 -
Gigabit 192.168.75.2 255.255.255.0 - 192.168.76.0
Ethernet0/1
B Gigabit 192.168.3.1 255.255.255.0 - 192.168.3.0
Ethernet0/0
PC 1 192.168.3.76 255.255.255.0 192.168.3.1 -
Tabel 2 IP Addres Netmask Gateway Network
RTR Interface
& PC
Gigabit 192.168.76.3 255.255.255.0 - 192.168.76.0
- 192.168.2.0
Ethernet0/1
A Gigabit 192.168.2.76 255.255.255.0
Ethernet0/0
PC 2 192.168.2.76 255.255.255.0 192.168.2.76 -
Gigabit 192.168.75.4 255.255.255.0 - 192.168.76.0
- 192.168.3.0
Ethernet0/1
B Gigabit 192.168.3.76 255.255.255.0
Ethernet0/0
PC 3 192.168.3.76 255.255.255.0 192.168.3.76 -
4. PC 1
PC 0
1.7 KESIMPULAN
Dalam proses pengiriman data dari satu komputer ke komputer lain maka
akan menciptakan sebuah jalur yang dilalui data tersebut agar bisa sampai ke
komputer tujuan, jalur yang dipilih tersebut dinamakan rute. Mekanisme yang
mengatur pengiriman paket data yang di transmisikan dari satu network ke
network yang lain dinamakan Routing. Perangkat yang bisa melakukan routing
atau menyimpan tabel routing dinamakan router. Router mempunyai banyak
gateway karena fungsi dari router adalah menghubungkan banyak jaringan
yang berbeda.
1.8 LAMPIRAN
LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
TGL PRAKTIKUM : 03 Oktober 2022
NAMA : Wulan Purnama Sari
NIM : 210631100076
DOSEN PENGAMPU : Muhlis Tahir, S.Pd., M.Tr.Kom
ASISTENSI : Ahmad Jumadi
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
Modul ke – 4
“SOFTWARE SIMULASI JARINGAN, DHCP DAN DNS SERVER”
1.1 TUJUAN
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengenali komponen-komponen perangkat lunak jaringan berdasarkan fungsinya.
2. Menggunakan software Packet Tracer untuk simulasi jaringan sederhana.
3. Menjalankan perintah-perintah standar konfigurasi pada masing-masing perangkat
jaringan komputer.
4. Memahami manfaat / kegunaan DHCP dan DNS Server.
5. Dapat Melakukan Konfigurasi DHCP dan DNS Server.
1.2 LANDASAN TEORI
A. Materi
a. Software Simulasi Jaringan
Software simulasi jaringan merupakan sebuah perangkat lunak atau aplikasi yang
digunakan untuk sebuah simulasi suatu jaringan. Software simulasi jaringan yang
paling sering digunakan untuk media pembelajaran dan pelatihan adalah Cisco
Packet Tracer. Software ini dibuat oleh Cisco Systems. Selain Cisco Packet Tracer
terdapat beberapa software yang bisa digunakan untuk simulasi jaringan,
diantaranya yaitu : GNS3, VirtualBox, VMware, EVE-NG, dll.
b. Perangkat Jaringan
Perangkat jaringan merupakan komponen-komponen perangkat keras beserta
perangkat lunak untuk membangun sebuah jaringan komputer. Perangkat jaringan
terbagi dalam beberapa komponen sesuai dengan fungsinya masing- masing, yaitu
: Server, Host/Client, Switch, Router, NIC / Ethernet Card, dll.
1. Server
Server merupakan sebuah sistem komputer yang menjalankan perangkat lunak
administrative yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang
terdapat di dalam sebuah jaringan komputer.
2. Host/Client
Host / Client merupakan komputer yang digunakan oleh seorang pengguna dari
sebuah jaringan dengan menjalankan aplikasi-aplikasi yang ada pada sebuah
komputer tersebut agar bisa terhubung ke sebuah jaringan komputer.
3. Switch
Switch merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk memanajemen lalu
lintas data atau informasi yang terdapat pada sebuah jaringan komputer. Switch
mengirimkan paket berdasarkan alamat MAC pada sebuah perangkat jaringan.
Switch berjalan pada layer data link dari model OSI (layer 2)
4. Router
Router hampir sama dengan Switch hanya terdapat perbedaan bahwa router bisa
menghubungkan jaringan yang berbeda, memiliki fungsi routing, menggunakan
alamat IP untuk transmisi data, bekerja dalam lapisan layer network dari model
OSI (layer 3)
5. NIC / Ethernet Card
NIC merupakan singkatan dari Network Interface Card atau biasa disebut dengan
kartu jaringan. NIC adalah akrtu yang digunakan sebagai jembatan untuk
menghubungkan komputer ke sebuah sistem jaringan. Fungsi dari NIC adalah
untuk mengirimkan data, mengendalikan arus aliran data, dan penerimaan data.
c. DHCP
DHCP merupakaran singkatan dari Dinamyc Host Configuration Protocol yang
berupa suatu layanan yang di berikan kepada komputer yang meminta IP Address
dengan cara otomatis kepada sebuah server dhcp.
c. DNS
DNS merupakan singkatan dari Domain Name System dimana fungsi dari DNS
adalah untuk menerjemahkan alamat IP menjadi sebuah nama yang mudah di
ingat oleh pengguna.
1.3 ALAT DAN BAHAN
a. PC/Laptop
b. Modul 4
1.4 LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN
1. Sediakan software packet tracer
1. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer yang sudah di install di PC/Laptop, Sehingga
muncul tampilan seperti di bawah ini :
2. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer yang sudah di install di PC/Laptop,
Sehinggamuncul tampilan seperti di bawah ini : a. Network Device
b. End Device
c. Connection
4. Buatlah skema jaringan seperti berikut
Dan hubungkan dengan menggunakan kabel straight pada interface
FastEthernet.
5. Kemudian konfigurasi server dengan klik pada server, maka akan muncul
tampilan seperti berikut :
6. Pilih tab config untuk memberikan alamat ip pada server, pilih FastEthernet
kemudian isikan IP Addres seperti berikut:
7. Kemudian klik pada tab services dan pilih menu DHCP.
8. Konfigurasi DHCP Services sesuai dengan kebutuhan. Tentukan awal
IP Adrress pada pool DHCP isikan di kolom samping start IP Address. Dan juga
isikan subnetmasknya. Dan klik tombol Add
9. Setelah itu kita konfigurasi pada masing-masing PC agar terhubung dengan
server yaitu dengan cara konfigurasi IP PC ke mode DHCP agar mendapat IP
Address dari Server.
10. Klik ikon PC kemudian pilih Config. Pada Fast Ethernet di konfigurasi
IP Configuration pilih DHCP
11. Kemudian kita cek pada Tab Dekstop pilih IP Configuration sehingga PC akan
mendapatkan IP dari Server sesuai dengan pool atau range yang di atur di DHCP
Server tadi
12. Lakukan langkah-langkah no 10 ke semua PC yang tersambung ke server hingga
masing masing PC mendapat IP Address dari DHCP Server.
13. Kemudian uji koneksi antar PC dengan menggunakan simple pdu pada cisco
packet tracer
14. Lakukan simple pdu dari PC 0 ke PC 2
15. Lihat simulasi pengiriman paket pada menu simulation di pojok kanan bawah
dan perhatikan skema jaringan yang dibuat maka PC 0 akan mengirimkan pesan
ke PC 2.
16. Selanjutnya konfigurasi DNS Server. Klik ikon server kemudian pilih pada tab
Services yaitu DNS. Isikan name sesuai dengan kebutuhan masing masing dan
isikan Address dengan IP Server yang sudah di konfigurasi sebelumnya.
17. Selanjutnya kita tambahkan IP DNS pada konfigurasi DHCP Server.
18. Konfigurasi pada PC Client untuk mengecek apakah DNS Server bisa di
akses.Klik ikon PC kemudian ke desktop -> Ip configuration -> pilih static
kemudian isikan IP Addres yang masih satu jaringan dengan IP Server dan juga
isikan DNS Server dengan IP DNS Server yang sudah kita tambahkan di
konfigurasi Server tadi.
19. Kemudian buka web browser pada tab desktop.
20. Ketikan alamat DNS sesuai dengan DNS Server. (contoh :
septyan.net). jika muncul seperti ini maka konfigurasi DNS Server sudah
berhasil.
1.5 HASIL DAN ANALISA
1.5.1 HASIL
1.5.2 ANALISA
Pada percobaan diatas dapat dianalisa bahwa percobaan diatas menggunakan DHCP
dan DNS dengan cara memberi alamat IP pada server dan client. Pertama membuat
alamat IP pada server dan menggunakan DHCP sehingga secara otomatis telah
mengisi sendiri IP address pada masing-masing client. Dan setelah itu, saya
menggunakan DNS untuk membuat alamat web pada jaringan tersebut. Dan diakhir
kita dapat mengetes atau mengecek alamat web tersebut berhasil atau tidaknya pada
client dengan cara klik desktop>web browser>nama/alamat web>go.
1.6 TUGAS
1.6.1 SOAL
1. Buatlah skema topologi jaringan beserta informasi IP Address dan Interfacesnya!
(server,switch,PC).
2. Lakukan Simple PDU dari PC 1 ke ke PC lainnya, Jelaskan !
3. Buat konfigurasi DHCP Server dengan IP Server 192.168.NIM.NIM.
(2 digit belakang) dan range DHCP 10 host !
4. Buat konfigurasi DNS Server dengan nama kalian masing-masing.
1.6.2 JAWABAN
1. Skema topologi jaringan
2. Simple PDU PC 1 ke PC lainnya
Pada PC 0 ke PC 1 hasilnya succesfull dengan IP address 192.168.76.2 dan
192.168.76.1 dengan IP address pada server yaitu 192.168.100.1 dan juga pada
PC 1 ke PC 2 hasilnya succesfull dengan IP address 192.168.76.2 dan
192.168.76.3 dengan IP address pada server yaitu 192.168.76.76
3. NIM 210631100076
4. hasil
1.7 KESIMPULAN
DHCP Server adalah perangkat jaringan yang memiliki kemampuan dalam memberikan atau
meminjamkan alamat IP pada Komputer client yang terhubung dalam sebuah jaringan
sehingga komputer dapat berkomunikasi. DHCP dapat membantu menghemat penggunaan
alamat IP karena alamat IP tidak perlu lagi diberikan secara permanen pada masing-masing
komputer client. Konfigurasi dilakukan dengan berbeda network yang sudah terpasang pada
instansi. DNS adalah singkatan dari Domain Name System. Jika sedang membahas server,
DNS berfungsi untuk mengatur proses penerjemah nama domain ke nomor IP atau
sebaliknya. DNS adalah juga sistem database yang terdistribusi, sehingga memungkinkan
setiap bagian dari database di kelola secara terpisah. DNS bekerja dengan konsep client-
server, yang menjalankan fungsi sebagai server adalah server DNS. Di dunia Linux biasanya
di pakasi program yang bernama named dari software BIND, sedangkan di sisi klien disebut
dengan Resolver. DNS memegang peranan penting dalam komunikasi melalui internet.
Karena komputer saling mengenal dan berkomunikasi memakai no IP Address. Sedangkan
manusia lebih mudah bekomunikasi dengan nama.
1.8 LAMPIRAN
LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
TGL. PRAKTIKUM : 18 Oktober 2022
NAMA : Wulan Purnama Sari
NIM : 210631100076
DOSEN PENGAMPU : Muhlis Tahir, S.Pd., M.Tr.Kom.
ASISTENSI : Ahmad Jumadi
LABORATORIUM KOMPUTASI DAN JARINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
Modul ke - 5
“Perintah Dasar Linux & System Backup”
1.1 TUJUAN
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengetahui langkah – langkah install system operasi linux.
2. Mengetahui perintah dasar linux.
3. Mengompress dan Mengekstrak file.
4. Memahami cara membackup file.
1.2 LANDASAN TEORI A. Sistem Operasi Debian
Sistem operasi Debian sudah biasa digunakan sebagai server dalam jaringan
komputer. Untuk membangun sebuah server Debian dengan aplikasi seperti DHCP
server (memberi IP otomatis pada client), DNS server (memberi nama server untuk
meudah diingat), FTP server (memberi layanan transfer file), NTP server (memberi
atur waktu terpusat pada server), telnet (control client secara remote) maupun proxy
server maka kalian harus memahami beberapa perintah dasar dari linux untuk
kemudahan melakukan konfigurasi server. Perintah dasar linux yang sering
digunakan :
B. Sytem Backup
Back up, jika di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia, maka ini dapat berarti
“cadangan”, yang mana pada konteks ini merujuk pada membuat cadangan data/file
pada komputer. Sebenarnya banyak cara dapat dilakukan untuk melakukan backup,
misalnya cara yang paling sederhana adalah dengan meng copy-kan data secara
langsung ke media penyimpanan misalnya disket ataupun CD-ROM. Ini merupakan
cara yang sederhana, tetapi kelemahannya adalah data menjadi terlalu mudah diakses
oleh pihak-pihak yang tidak diinginkan untuk mengakses, dan juga permasalahan
akan timbul jika data dalam jumlah yang besar, semisalnya data yang harus di backup
oleh seorang administrator jaringan, data yang ada akan terus berkembang sehingga
mempersulit kerja dari administrator.
Maka, untuk itu diperlukan metode yang tepat untuk melakukan backup,
“tepat” disini berarti bahwa cara tersebut dapat membundel banyak file atau
direktorimenjadi sebuah file saja, dan tidak boleh dilupakan pula mengenai
penghematan space dan juga perlu diperhitungkan masalah keamanan juga. Jadi
sebaiknya seorang administrator mengetahui cara melakukan backup dengan metode
kompresi, karena dengan metode ini banyak file yang dapat dibundel menjadi satu ,
disamping itu dapat menghemat ruang penyimpanan, dan juga dapat lebih aman,
karena dapat ditambahkan password pada filenya.
1. Ekstrak dan Compress File
File yang dikompres menggunakan lebih sedikit space dan dapat di download
lebih cepat daripada file yang tidak di kompres disamping itu lebih baik
digunakan dalam backup dalam jumlah yang besar. File linux dapat
dikompresi dengan tool open source yaitu Gzip atau Zip, yang mana dikenali
oleh kebanyakan operating system.
a) Untuk mengkompres sebuah file shell prompt cukup mengetikkan perintah
: gzip namafile.ext.
File kemudian akan terkompres dan tersimpan menjadi namafile.ext.gz
b) Untuk mengeluarkan sebuah file yang telah dikompres cukup mengetikkan
perintah : gunzip namafile.ext.gz.
Jika ingin menukar file dengan pengguna linux, maka harus digunakan
zip, untuk menghindari masalah kompatibilitas. Red Hat linux dapat
dengan mudah membuka file zip atau gzip, tetapi operasi sistem yang
bukan linux mungkin mengalami masalah dengan file gzip.
c) Lalu untuk mengkompres file dengan zip cukup mengetikkan perintah : zip
-r namafile.zip files.
Dalam contoh diatas namafile menggambarkan file yang telah dibuat dan
menggambarkan file yang ingin dimasukkan pada file yang baru
d) Untuk mengekstrak isi dari sebuah file cukup mengetikkan perintah : unzip
namafile.zi
Beberapa file dapat dizip atau digzip pada waktu yang sama dengan cara
memberikan spasi diantara 1 file dengan file berikutnya.
Contoh : gzip namafile.gz file1 file2 file3 /user/work/school
Perintah di atas akan mengkompres file1, file2, file3 dan isi dari
/user/work/school dan letakkan pada namafile.gz
2. Archiving with Tar
Tar meletakkan sesuatu konten dari directory pada suatu file. Ini merupakan
suatu langkah yang baik untuk membuat backup dan arsip. Biasanya file Tar
diakhiri dengan ekstensi.tar
a) Untuk membuat sebuah file tar cukup mengetikkan perintah: tar -cvf
namafile.tar file/directory.
Pada perintah namafile.tar menggambarkan file yang telah dibuat dan
file/directories menggambarkan file atau directory yang ingin diletakkan
pada file baru. Dapat digunakan nama path relatif atau absolut untuk
berkas- berkas dan directori.
Namun pisahkan namafile dan directory dengan spasi.
b) Untuk membuat sebuah file tar dengan menggunakan namafile absolute:
tar-cvffoo.tar /home/mine/work /home/mine/school. Pada perintah di
atas akan meletakkan semua file pada /work sub directori dan /school sub
directori pada file baru yang disebut foo.tar pada directory kerja saat ini.
Perintah tar -cvf foo.tar.txt file1.txt file2.txt file3.txt akan menempatkan
file1.txt file2.txt file3.txt pada sebuah file yang dinamakan foo.tar.
c) Untuk melihat daftar isi dari file cukup mengetikan perintah : tar -tvf
foo.tar
d) Untuk mengekstrak isi dari file tar cukup mengetikan perintah : tar -xvf
foo.tar.
Perintah diatas tidak akan menghapus file tapi hanya akan meletakkan
salinanisi tar pada directori kerja saat ini. Perintah tar tidak akan
mengkompres file secara otomatis
e) Untuk mengkompres file tar cukup mengetikkan perintah : tar czvf
foo.tar.
File tar yang dikompres secara konvensional diberikan ekstensi.tgz
dandikompres dengan gzip.
f) Untuk mengeluarkan file tar yang dikompres cukup mengetikan perintah :
tar -xzvf foo.tgz
1.3 ALAT DAN BAHAN
a. Laptop/PC
b. Software Virtual Box Dn Debian
c. Modul 5 Perintah Dasar Linux & System Backup
1.4 LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN
1.4.1 Install System Operasi Linux pada Virtual Box
a. Buat virtual baru dengan pilih new
b. Beri nama file virtual dan masukkan type linux karena kita akan install system
operasi linux dan pilih version linux yaitu debian 64 bit.
Kemudian next.
c. Masukkan ukuran memori misal 1024MB
d. Pilih create a virtual hardisk now, artinya kalian membuat hardisk virtual yang baru
:
e. Pilih file tipe hardisk yaitu VDI.
f. Pilih Dynamically allocated, fungsinya mesin akan menggunakan hardisk sesuai
kebutuhan saja.
g. Tentukan letak dimana file ini akan di simpan kemudian selesai.
h. Lakukan pengaturan dengan menekan tombol setting pada tab menu.
i. Pilih sistem dan atur seperti gambar berikut ini.
Artinya kalian akan melakukan install dengan bootorder pertama melalui cd/dvd
rom.
j. Pilih storage untuk prses mount cd/dvd installer linux seperti gambar berikut.
k. Aturan network menjadi host-only adapter,
dimana kalian menggunakan virtualbox.
NAT : supaya virtualbox kita terkoneksi internet jika komputer asli/host terkoneksi
internet Brdge adaper: ethernet komputer asli/host menjadi ethernet bagi virtualbox
Internal network: menghubungkan ethernet antar virtual box
Host only adapter: menghubungkan ethernet komputer asli dengan virtualbox
1.4.2 Install System Operasi Debian 8
a. Klik start pada Virtual Box kemudian akan muncul tampilan seperti dibawah ini, kali
ini proses install menggunakan mode grafis. Maka pilihlah graphical install.
b. Lalu pilih bahasa yang digunakan.
c. Pilih lokasi untuk timezone
d. Pilih format tulisan yang digunakan dan keyboard yang digunakan. Pilih format
tulisan yang digunakan dan keyboard yang digunakan.
e. Untuk menu mengatur jaringan pilih Do not configure.
f. Masukan namahost ,disini diberinama “elvira51”.
g. Masukan password untuk root (akses super user).
h. Masukan nama user/pengguna.
i. Masukan password untuk user.
j. Untuk pengaturan waktu pilih Western.
k. Untuk partisi hardisk, bagi pemula dapat memilih guided entire disk, yaitu sitem akan
memandu kalian melakukan partisi dengan mudah . Tapi kalian dapat juga melakukan
partisi sesuai keinginan sendiri dengan memilih “manual”.
Pada dasarnya dalam install sistem operasi linux terdapat dua partisi yang wajib
dilakukan, yaitu :
- Partisi sebagai root yang disimbolkan “/”
- Partisi swap, dimana kapasitasnya disarankan sebesar 2x memori komputer. Swap
disebut juga sebagai virtual memori
l. Kemudian kalian akan mendapat tiga pilihan.
- all files in one partition, dimana sistem operasi akan membentuk dua partisi yaitu
root( / ) dan swap.
- Separate /home partition, dimana sistem akan dibagi menjadi partisi root( / ), swap
dan home.
- Separate /home, /var, and /tmp partition dimana sistem akan dibagi menjadi partisi
root( / ), swap, home, var, dan tm.
m. Untuk instalasi paket bisa pilih no atau memutus jaringan agar tidak terlalu lama
proses penginstalannya.
n. Pada langkah ini pilih standart system saja.
o. Pilih Yes pada menu install Grub Boot Loader.
p. Pilih /dev/sda untuk install boot loader.
q. Menunggu proses booting.
r. Proses installation sudah selesai, dan untuk masuk ke root masukkan user root dan
password.
s. Memasukkan perintah Dasar Linux
- Su, untuk login
- cd, untuk aktif ke direktori yang dituju yaitu home
- mkdir, untuk membuat direktori baru
- Is, melihat isi dari direktori aktif
- rmdir, untuk menghapus direktori
1.5 HASIL DAN ANALISA PERCOBAAN
1.5.1 Hasil Percobaan
1.5.2 Analisa
Percobaan diatas adalah menginstall operasi linux debian menggunakan virtual box,
karena di sini kita menginstall operasi linux jadi untuk pengoperasian debian
mengunakan perintah-perintah dasar linux seperti perintah su untuk login ke
superuser/root, cd untuk aktif ke directory yang di tuju, dan lain-lain.
1.6 TUGAS/SOAL
1.6.1 SOAL
1. Buatlah folder baru bernama nama_nim (2 digit terakhir).
2. Isikan folder yang sudah dibuat!
3. Copy file yang sudah anda masukkan ke dalam folder!
4. Kemudian hapus folder yang sudah anda buat dan buktikan dengan menampilkan isi
folder.
1.6.2 JAWABAN
1.7 KESIMPULAN
Perintah dasar linux adalah perintah yang digunakan untuk mengoperasikan sistem
operasi linux, pada sistem operasi debian menggukan sistem operasi linux jadi
menggunakan perintah dasar linux juga. System backup adalah proses membuat data
cadangan dengan cara menyalin atau membuat data arsip komputer sehingga data
tersebut masih bisa digunakan meskipun terjadi kerusakan atau lehilangan.
1.8 LAMPIRAN
LAPORAN PRAKTIKUM
JARINGAN KOMPUTER
MODUL 6
TGL PRAKTIKUM : 31 Oktober 2022
NAMA : REZI HARNINDIA DIWANTI
NIM :210631100095
DOSEN PENGAMPU : MUHLIS TAHIR, S.Pd, M.Tr.kom
ASISTEN : AHMAD JUMADI
LABORATORIUM JARINGAN KOMPUTER
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA
2022
MODUL KE –6
“DHCP DAN DNS SERVER DI LINUX”
1.1 Tujuan.
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan
mampu :
1. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi IP pada
sistem operasi debian
2. Mahasiswa mampu membuat DHCP server pada
jaringan komputer Lokal
3. Mahasiswa mampu memahami DNS Server
4. Mahasiswa mampu melakukan konfigurasi DNS
server
1.2 Landasan / Dasar Teori
a) Pengertian TCP/IP
TCP/IP ( Singkatan dari Transmission
Control Protocol/Internet Protocol) yang
diterjemahkan menjadi Protokol kendali
transmisi/Protokol Internet, yang merupakan
gabungan dari protocol TCP dan IP sebagai
sekelompok protocol yang mengatur komunikasi
data dalam proses tukar- menukar data dari satu
computer ke computer lain dalam jaringna internet
yang akan memastikan pengiriman data sampai ke
alamat yang dituju. Protokol ini tidaklah dapat
berdiri sendiri karena memang protocol ini berupa
kumpulan protocol ( protocol suite). Protokol ini
juga merupakan protocol yang paling banyak
digunkan saat ini, karena protocol ini mampu
bekerja dan diterapkan pada lintas perangkat lunak
dalam berbagai system operasi istilah yang
diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP
stack.
b) DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
Dynamic Host Configuration Protocol,
digunakan untuk melayani request Ip Address dari
client. Client akan meminta Ip Address pada server,
kemudian server akan memberikan alokasi ip yang
tersisa.
c) Pengertian DNS
DNS merupakan singkatan dari Domain
Name System yang merupakan sebuah sistim untuk
menyimpan informasi tentang nama host atau nama
domain dalam sebuah basis data tersebar (distributed
database) di dalam jaringan komputer yang
menggunakan TCP/IP.
d) Fungsi DNS
Fungsi DNS adalah untuk menerjemahkan
sebuah nama domain ke bentuk ip address. Perlu
kita ketahui sebenarnya pengalamatan pada jaringan
komputer adalah menggunakan deretan angka biner
yang biasa kita kenal dengan ip address. Pastinya,
untuk dapat mendapatkan hasil yang maksimal
dalam sebuah jaringan, kita membutuhkan
networking hardware atau perangkat keras jaringan
yang juga dapat diandalkan.
Untuk memudahkan dalam mengingat sebuah nama
host biasanya kita membuat domain name sebagai
contoh www.google.com nama tersebut di buat
untuk membantu memudahkan pengguna mengingat
alamat tersebut yang menggunakan alamat ip
address 173.194.72.103
Nah, ketika kita menggunakan internet dan
membuka alamat tersebut, biasanya kita hanya
mengetikkan nama domain saja atau tidak
menggunakan ip address, di sinilah peran DNS yaitu
menerjemahkan domain www.google.com tersebut
ke ip address 173.194.72.103 agar dapat di
identifikasi di dalam jaringan.
DNS memberikan manfaat bagi pengguna dari
kelebihan yang di milikinya seperti yang telah di
singgung di atas, pengguna tidak perlu lagi
mengingat ip address tapi cukup dengan mengingat
host name saja, berikutnya DNS juga dapat
konsisten karena sebuah IP address boleh berubah
namun hostname yang di gunakan tidak akan
berubah.
e) Cara Kerja DNS
DNS melakukan tugas sebagai interpreter
atau menerjemahkan nama komputer ke bentuk
biner ip address atau memetakan setiap nama
komputer ke dalam bentuk ip address. Komputer
yang meminta request di sebut juga dengan DNS
client atau resolver sedangkan DSN penerjemah di
kenal dengan DNS Server.
Resolver atau client akan mengirimkan
request ke server berupa queries, kemudaian Name
Server akan merespon dengan cara mengecek ke
lokal databasenya, dan bila mana queri tidak di
temukan maka Name Server akan menghubungi
Name Server lainnya dengan mengirimkan queri
sebelumnya, jika request tidak berhasil di tangani
maka Name Server akan mengirimkan message
failure kepada client. Proses kerja di atas di sebut
juga dengan forward lookup query dimana
permintaan client di proses dengan cara
memetakan nama komputer (host) ke bentuk IP
address.
1.3 ALAT DAN BAHAN
1. Aplikasi VirtualBox.
2. ISO Debian 8.
3. Laptop.
1.4 LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN
A. Langkah Langkah praktikum DHCP Server
1. Desain Jaringan
Diasumsikan topologi jaringan server client
seperti berikut ini
Gambar 5.1
a. Tentukan nomer IP server
b. DHCP server pada praktikum ini menggunakan
virtualbox. Maka aturlah network pada virtualbox
dengan mode :
• bridge : untuk melakukan instal paket
langsung melalui jaringan kabel yang telah
terhubung ke internet digunakan
• host only adapter:
virtualbox(dhcp) server untuk terhubung
dengan client (berupa komputer kalian/sistem
operasi windows)
Setting Repository
Installasi software pada system operasi inux bisa
dilakukan melalui berbagai cara. Mulai lewat
CD, DVD, Flashdisk, ataupun melalui media
jaringan seperti HTTP dan FTP.
Installasi Software via DVD/CD
Cara ini kita gunakan jika server Debian tidak
terkoneksi ke Internet, alias hanya untuk
jaringan Lokal.
Kelebihanya adalah installasi software lebih
cepat dibanding installasi melalui media
jaringan.
Masukan CD/DVD Debian pada DVDROM.
Dalam virtual box dapat kalian lakukan :