The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by adeliasalsa273, 2022-01-06 09:24:07

FLIPBOOK ZOOLOGI VERTEBRATA

FLIPBOOK ZOOLOGI VERTEBRATA

Merupakan bangsa ular yang dikenal dengan keunikannya yaitu tidak
memiliki kaki. Memiliki ciri umum sebagai berikut :

a. lidahnya bercabang dua dan dapat dijulurkan dengan keadaan mulut tertutup
(Ophidia)

b. Tulang langit-langit bergerak bebas dan adanya pertautan ujung dua mandibula
(rahang bawah) oleh ligamentum yang elastis.

c. Seluruh organnya termodifikasi memanjang.

d. Memiliki thermosensor atau organ perasa (tactile organ) dan organ jacob yang
sebagian reseptornya memiliki penciuman yang tajam dan peka terhadap
sebuah rangsang kimia di rongga hidungnya.

System gerak

Sistem gerak pada subordo ini menggunakan sisik bagian bawah / perut
dan menggunakan otot perut yang disebut melata. Organ gerak yang digunakan
yaitu rangka tubuh atau tulang punggung dan otot. Pada ular memiliki jenis jenis
sistem gerak tubuh yaitu:
• Lateral undulation atau serpentine crawling
• Rectilinear locomotion atau cartepillar
• Concertina locomotion
• Sidewinding

Sistem pencernaan
• Di mulutnya, air liur yang mengandung enzim Kelenjar ludah pada ular meliputi
palatinc, lingual, sublingual dan labial glad yang membantu melembabkan
mangsa untuk ditelan.
• Ular juga memiliki saluran esophagus yang menghubungkan mulut dan perutnya
terdiri dari otot yang membantu menggerakan mangsa di tubuh ular.

• Perut mengekskresikan enzim pencernaan dan asam lambung untuk
menghancurkan protein.

• Usus kecil adalah tabung melingkar yang panjanng dan sempit dimana
absornansi nutrisi berlangsung. Usus kecil dibagi menjadi 3 wilayah yakni
duodendum, ileum dan jejunum.

• Ular juga memiliki hati dan pankreas yang berfungsi untuk mengeluarkan
enzim pencernaan ke duodendum.

Sistem ekskresi

Ular memiliki alat ekskresi berupa paru paru, kulit, dan sepasang ginjal
metanefros. Hasil ekskresi pada ular adalah asam urat. asam urat yang dihasilkan
4 biasanya tidak terlalu beracun dibandingkan dengan amonia. Hal ini dilakukan
untuk menghemat air dalam tubuh. Asam urat yang dihasilkan berwarna putih.
Ular memiliki sisik atau kulit yang kering, keadaan kulit seperti ini merupakan
cara beradaptasi yang baik terhadap kehidupan didarat, yaitu agar tidak
kehilangan banyak air dalam tubuh ular.

System koordinasi

Otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebelum),
jembatan varol (pons varoli), sumsum sambung (medulla oblongata), sumsum
Tulang belakang (Medulla Spinalis), sistem Saraf Tepi, sistem Saraf Sadar, dan
sistem Saraf Otonom.

Sistem Reproduksi

Ular termasuk dalam konsumen tersier dan melakukan reproduksi dengan
tiga cara :

a. Ovipar (bertelur)

Lebih dari 3.000 spesies ular yang ada, sekitar 70 persennya berkembang
biak dengan cara bertelur atau disebut ovipar. Contoh : Ular tikus, ular rumput,
kobra, dan lain lain.

b. Vivipar (melahirkan)
Beberapa lainnya berkembang biak dengan cara melahirkan. Contohnya :

Ular Boa constrictors dan green anacondas.
c. Ovovivipar (bertelur dan melahirkan)

Ada pula ular yang berkembang biak dengan cara bertelur dan melahirkan
sekaligus. Contohnya : Ular derik dan Ular garter.
c. Subordo Amphisbaenia

Tidak berkaki tetapi memiliki suatu kenampakan seperti cacing karena
pada hewan ini warnanya agak merah muda dan sisiknya tersusun seperti cincin.
Contoh hewannya yaitu wormlizards.
D. Ordo Rhychochepalia

a. Klasifikasi dan karakteristik
Jenis reptil ordo ini merupakan kelas terakhir reptil. Hewan yang termasuk ke

dalam ordo ini yaitu Tuatara, tuatara ini hanya memiliki dua spesies yaitu Sphenodon
punctatus dan S. Guentheri. Hewan Tuantara ini sudah hidup sejak zaman dinasaurus.
Ciri-ciri pada hewan tuatara ini yakni memiliki duri bederet di sepanjang tulang belakang
dan memiliki mata ketiga yang berfungsi untuk mengenali suatu perbedaan antara gelap
dan terang, Memiliki 2 lubang temporal , dan Premaksilla berbentuk seperti paruh dan
gigi bersatu dengan rahang.

b. Sistem Gerak

Sistem gerak pada ordo ini menggunakan tungkai kaki, dan ekor untuk proses
geraknya.

c. Sistem Pencernaan

Dari mulut, makanan akan diteruskan ke esophagus, ventrikulus (lambung), dan
intestinum yang terdiri dari usus halus dan usus tebal. Dalam intestinum, makanan
dicerna secara kimiawi dan terjadi proses penyerapan sari makanan. Sisa makanannya
akan dikeluarkan melalui kloaka.

d. Sistem Ekskresi

Tuatara memiliki 3 jenis organ ekskresi yaitu paru paru, ginjal dan kulit. 6 Tipe
ginjal pada reptilia kelas ini adalah metanefros dimana metanefros merupakan ginjal yang
ada di tahap sempurna. Mekanisme ekskresi pada ginjal tuatara adalah tuatara akan
menyaring urin yang sudah masuk. Urin ini akan masuk melalui pembuluh pembuluh ke
metanefros lalu urin disaring dan metanefros akan dibuang asam uratnya yang terdapat
pada urin tuatara. Metanefros mengekskresikan pada sebagian besar metabolisme ke
dalam bentuk asam urat. Asam urat diproses dalam metanefros dan hasilnya akan
berwarna putih dan tidak beracun lagi untuk tubuhnya. Sedangkan air yang masih
diperlukan akan diserap lagi oleh saluran metanefros lalu diedarkan didalam tubuh.

e. Sistem Koordinasi

-Otak besar (serebrum).

-Otak tengah (mesensefalon).

-Otak kecil (serebelum).

-Jembatan varol (pons varoli).

-Sumsum sambung (medulla oblongata).

-Sumsum Tulang belakang (Medulla Spinalis).

-Sistem Saraf Tepi.

-Sistem Saraf Sadar

f. Sistem Reproduksi

Salah satu penyebab terancamnya populasi tuatara adalah karena sistem
reproduksi tuatara yang tergolong lambat dibanding reptil lainnya. Biasanya musim
kawin tuatara terjadi pada pertengahan musim panas, dan tuatara jantan akan membuat
kulitnya berwarna lebih gelap. Betina akan bertelur setiap empat tahun sekali, karena
tuatara betina membutuhkan waktu 1 hingga 3 tahun untuk membuat telur yang sempurna
dengan kuning telur serta membutuhkan 12 hingga 15 bulan untuk menetas. Tuatara
jantan tidak memiliki alat kelamin, namun memiliki hemipene atau organ intromittent
yang digunakan untuk mengirimkan sperma ke betina selama persetubuhan.

K. Penyebaran

Reptil bisa ditemui di semua benua kecuali Antartika, walaupun distribusi Reptil
yang utama hanya di daerah tropis dan sub-tropis. Habitat dari kelas reptilia ini
bermacam-macam. Ada yang merupakan hewan akuatik seperi penyu dan beberapa jenis
ular, semi akuatik yaitu ordo Crocodilia dan beberapa anggota ordo Chelonia, beberapa
sub-ordo Ophidia, terrestrial yaitu pada kebanyakan Sub-kelas Lacertilia dan Ophidia,
beberapa anggota ordo Testudinata, sub terran pada sebagian kecil anggota sub-kelas
Ophidia, dan arboreal pada sebagian kecil sub-ordo Ophidia dan Lacertilia.

Reptilia hidup di rawa atau di sungai, atau di tapi laut. Untuk tempat
perlindungan, misalnya buaya menggali lubang di tepi sungai. Makanan terdiri dari
berbagai hewan. Reptilia mencakup empat ordo besar yaitu Chelonia atau Testudines,
Squamata atau Lepidosauria, Rhynchocephalia, dan Crocodilia. Kebanyakan kadal
tinggal di atas tanah (terrestrial), sementara sebagiannya hidup menyusup di dalam tanah
gembur atau pasir (fossorial). Sebagian lagi berkeliaran di atas atau di batang pohon.
Untuk komodo sangatlah endemik yaitu terbatas persebarannya di beberapa pulau kecil di
Nusa Tenggara, seperti pulau Komodo, Padar, Rinca dan di ujung barat pulau Flores.

Biawak umumnya menghuni tepi-tepi sungai atau saluran air, tepi danau, pantai,
dan rawa-rawa. Di perkotaan, biawak sering temukan hidup di gorong-gorong saluran air
yang bermuara ke sungai. Sedangkan cecak hidup di dinding dan atap rumah. Di alam

cecak biasanya hidup pada tempat teduh. Persebaran lacertilia sangat hampir setiap
tempat dapat ditemukan kecuali di daerah Arktik, Antartika dan Greenland.

L. Manfaat Bagi Manusia

Beberapa Reptlia bermanfaat dalam kehidupan manusia, antara lain sebagai
berikut:

1. Sebagai predator alami, contohnya ular memekan tikus, bengkarung memakan
serangga.

2. Sebagai bahan pangan, contohnya daging ular, daging kura-kura, dan telur penyu.

3. Minyak ular atau racun ular dimanfaatkan manusia sebagai bahan obat-obatan.

4. Beberapa reptilia juga merugikan, misalnya ular memangsa hewan ternak dan ular
berbisa dapat membunuh manusia.









AVES

Aves memiliki nama lain yaitu burung. Aves merupakan hewa vertebrata yang
seluruh tubuhnya ditutupi oleh bulu. Aves merupakan hewan homoiterm atau hewan
berdarah panas serta berkembangbiak dengan bertelur. Ilmu yang mempelajari tentang
burung yaitu Ortinology.
Sejarah Perkembangan Aves :

Klasifikasi pertama butung dikembangkan oleh Francis Willughby dan John Ray
dalam Ornithologiae pada tahun 1676. Carolus Linnaeus menyempurnakannya pada
tahun 1758 dengan merancang sistem klasifikasi taksonomi yang digunakan saat ini.
Burung secara biologis dimasukkann dalam kelas Aves (dalam taksonomi Linnaean),
sedangkan Aves berdasar penggolongan/taksonomi filogenetik masuk dalam clade
dinosaurus theropoda. Secaea phylogenetical, aves secara umum didefinisikan sebagai
semua keturunan terbaru dari nenek moyang bangsa burung modern dan Archaeopteryx
lithographica.
Karakteristik Aves :
ciri-ciri umum :
• Memiliki ukuran tubuh beragam. Terdiri dari kepala, leher, badan, dan ekor

• Mulut berparuh yang tersusun dari zat tanduk, tidak memiliki gigi dan lidah, bentuk
paruh disesuaikan dengan jenis makanannya.

• Memiliki mata yang berkembang baik dengan kelopak mata, membrane kitans, dan
kelenjar air mata. Umumnya mata aves terdapat di bagian sisi kepala.

• Aves mempunyai sepasang kaki yang digunakan untuk berjalan, bertengger,
berenang, mencakar, memegang makanan, atau untuk menangkap mangsa. Kulit kaki
bagian bawah dan jari-jarinya tersusun dari zat tanduk yang keras.

• Aves memiliki sayap untuk terbang dengan kecepatan sekitar 30-75 km/jam.
• Aves bernapas dengan paru-paru yang berhubungan dengan pundi-pundi udara

sebagai alat pernapasan tambahan.
• Aves memiliki alat suara siring yang terdapat pada percabangan trakea.
• Aves bersifat homoioterm karena mempertahankan suhu tubuhnya dengan bulu-bulu

(bulu sebagai isolator panas).
• Aves memiliki sistem peredaran darah ganda.
• Alat ekskresi berupa ginjal metanefros dan tidak memiliki kandung kemih.
• Sistem saraf berupa otak dengan serebrum dan lobus optikus yang berkembang

dengan baik. Memiliki 12 pasang saraf kranial.
• Aves bersifat ovipar dan fertilisasi terjadi secara internal.
Sistem Pencernaan

1. Sistem pencernaan secara mekanik

Sistem pencernaan secara mekanis terjadi di rongga mulut dengan bantuan lidah yang
membantu mendorong makanan menuju kerongkongan. Dari kerongkongan kemudian ke
tembolok dan menuju ke empedal, didalam empedal makanan mengalami pengecilan
partikel sehingga mudah cepat diserap.
2. Sistem pencernaan secara enzimatis
Sistem pencernaan secara enzimatis terjadi di mulut dengan bantuan enzim ptialin, di
dalam lambung dengan bantuan HCl didalam usus halus dengan bantuan enzim yang
dihasilkan oleh pankreas.
3. Sistem pencernaan secara biologis
Sistem pencernaan secara biologis dibantu dengan bakteri sehingga disebut pencernaan
mikrobiologi. Proses pencernaan ini terjadi di dalam usus besar.

Sistem Pernapasan Pada Aves

1. Pernapasan saat istirahat
Pada saat inspirasi tulang rusuk mengembang keluar sehingga rongga dada membesar,
tekanan udara dalam paru-paru mengecil udara luar masuk ke dalam paru-paru dan
sebagian ke kantong-kantong udara posterior melalui hidung, celah tekak, trakea, siring
dan paru-paru udara akan masuk ke dalam parabronkus terjadi pertukaran pertukaran O2
dan CO2. Pada saat ekspirasi tulang rusuk mengempis ke dalam sehingga rongga dada
mengecil tekanan udara dalam paru-paru meningkat udara keluar dari paru-paru dan
kantong udara. Saat udara melewati paru-paru, akan terjadi difusi O2 dan CO2 lagi.

2. Pernapasan saat terbang

Pada saat inspirasi burung mengepakkan sayap (terangkat) kantong udara yang berada di
antara tulang korakoid terjepit, tetapi kantong udara yang terletak di bawah ketiak
mengembang udara masuk ke dalam kantong udara di bawah ketiak -> terjadi difusi O2
dan CO2 di dalam paru-paru. Pada saat ekspirasi burung menurunkan sayap kantong
udara di bawah ketiak menjadi terjepit sedangkan kantong udara di antara tulang
korakoid mengembang udara masuk ke kantong udara di antara tulang korakoid terjadi
difusi O2 dan CO2.

Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah pada kelas Aves menggunakan peredaran darah ganda dan
sistem peredaran darah tertutup.
• Darah yang kaya akan karbon dioksida (CO2) yang berasal dari seluruh tubuh

mengalir ke jantung, pada atrium kanan lalu ke ventrikel kanan
• Dari ventrikel kanan darah dipompa menuju paru-paru melalui arteri pulmonalis
• Dari paru - paru darah yang kaya oksigen (O2 )mengalir menuju ke atrium kiri

melalui ventrium kiri untuk dipompa melalui Aorta
• Dari Aorta darah kaya oksigen (O2) akan diedarkan ke seluruh tubuh
• Darah mengandung karbon dioksida ( CO2) dari kapiler jaringan tubuh akan dialirkan

kembali ke atrium kanan jantung.

Sistem Reproduksi

1. Sistem Genitalia Jantan
Testis berjumlah sepasang, berbentuk oval atau bulat, bagian permukannya licin, terletak
di sebelah ventral lobus penis bagian paling kranial. Pada musim kawin ukurannya
membesar. Di sinilah dibuat dan disimpan spermatozoa.

2. Sistem Genitalia Betina
Selain pada burung elang, ovarium aves yang berkembang hanya yang kiri, dan terletak
di bagian dorsal rongga abdomen.

Fertilisasi
Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan

tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter. Ovarium dilekati oleh
suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Ujung oviduk membesar
menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Pada burung jantan terdapat sepasang testis
yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka. Fertilisasi akan berlangsung di
daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk. Ovum yang telah dibuahi
akan bergerak mendekati kloaka. Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk, ovum
yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur.

Sistem Ekskresi

• Ginjal
Sepasang ginjal yang terdapat pada burung memiliki warna coklat serta bertipe

metanefors. Ginjal yang bertipe metanefros ini memiliki ciri khas yaitu tidak memiliki
segmen khusus, tidak terdapat inefrostoma serta memiliki glomerulus dalam jumlah yang
banyak. Tugasnya adalah untuk mengambil zat dari sisa yang berupa darah akan tetapi
berbentuk urine. Pada hewan aves tidak terdapat kandung kemih atau vesikaurinair,
sehingga saluran ureternya akan langsung menuju pada kloaka yang merupakan ujung
dari 3 saluran pada burung, yaitu saluran urine, saluran kotoran serta saluran reproduksi.
• Paru-paru

Paru paru yang terdapat pada burung berjumlah sepasang dan dapat ditemukan
pada bagian rongga dadanya yang dilindungi tulang rusuk seperti halnya manusia.
Fungsi utama dari paru paru tersebut tidak lain adalah untuk mengeluarkan gas yang
berupa karbon dioksida yang dihasilkan dari metabolisme sel tubuhnya. Burung pada saat
terbang dengan cara menyimpan cadangan oksigen Dalam tubuh burung juga terdapat 4
pasang pundi pundi udara atau sering disebut sebagai kantung udara yang biasanya dapat
menyebar hingga bagian perut, leher serta sayapnya. Kantung udara ini memiliki
hubungan yang sangat erat dengan paru- parunya, yaitu dapat membuat pernafasan
burung menjadi lebih efisien.

• Kulit
Kelenjar minyak memiliki fungsi tugas untuk menghasilkan minyak yang akan

disalurkan keseluruh bagian tubuh burung agar bulunya tidak cepat basah ketika terkena
air. Selain itu, kelenjar minyak tersebut juga berfungsi untuk menyimpan cadangan
makanan dalam bentuk lemak agar kebutuhan burung tetap terpenuhi.
Sistem Alat Gerak

Aves memiliki otot otot terbang yang berguna untuk mengendalikan sayap pada
saat terbang. Aves berbgerak dengan cara mengepakkan sayap dari atas ke bawah
sehingga tubuh aves akan terdorong ke atas.
Sistem Saraf

• Otak besar (Serebrum)
Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu

yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan
pertimbangan. Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau
sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak.
• Otak tengah (Mesensefalon)

Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah
terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin.
Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata
seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.

• Otak kecil

Otak kecil pada burung mempunyai lipatan-lipatan yang memperluas permukaan
sehingga dapat menampung sejumlah neuron yang cukup banyak. Perkembangan Otak
kecil ini berguna bagi pengaturan keseimbangan burung di waktu terbang.

• Sumsum sambung (Medulla Oblongata)

Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis
menuju ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti
detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan
sekresi kelenjar pencernaan. Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks
yang lain seperti berkedip Otak besar dan otak kecil burung berkembang sempurna
karena burung memerlukan aktivitas yang tinggi saat bergerak dengan cepat serta
mempunyai penglihatan yang baik. Permukaan otak besar burung tidak terlipat-lipat
sehingga tidak banyak mengandung sel saraf, tetapi permukaan otak kecil burung
terdapat banyak lipatan yang mengandung banyak sel saraf dan permukaannya menjadi
semakin luas. Hal tersebut menyebabkan burung memiliki keseimbangan yang cukup
baik. Otak tengah burung berkembang baik dengan membentuk dua gelembung yang
berfungsi dalam penglihatan. Sementara itu, pusat pembau pada burung berukuran kecil
sehingga indra pembau pada burung kurang sempurna.

a. Ordo Casuariiformes

Casuariiformes adalah ordo burung besar yang tidak bisa terbang yang memiliki
empat anggota yang masih hidup. Tiga diantaranya termasuk famili Casuariidae dan
genus Casuarius dengan tiga spesies yaitu Casuarius casuarius ( Kausarius Gelambir
ganda), Casuarius unappendiculatus ( kasuari Gelambir Tunggal), dan Causarius bennetti
( Kasuari Kerdil) .

Karakteristik Ordo

• Burung terestrial tubuh berukuran besar, berat mencapai 60-85 kg dengan tinggi badan
hingga 1,6 m.

• Pada Kasuari mempunyai bangunan dati bahan tanduk di bagian kepala yang disebut
ketopong atau casque yang merupakan penandukan dati tempurung kepalanya.

• Kepala dan leher berbulu tipis sedangkan badan berbulu tebal. Bulu kasuaribdewasa
berwarna hitam legam, kaku, pendek dan berdifat nuptial

Keanekaragaman

• Casuarius casuarius (Australian cassowary / Kasuari Gelambir Ganda)

Kasuari gelambir ganda terdapat dipinggiran hutan hujan tropis dan sabana (hutan
eucalyptus). Spesies ini memiliki tinggu 1,5-1,8 meter apabila berdiri tegak. Kulit leher
dan kepala berwarna biru keunguan bercampur merah dan kuning. . Memiliki gelambir
ganda berwarna merah, oranye atau kuning pada lehernya. Panjang gelambir kira-kira 12
cm dan agak miring ke kiri. Ketopong tinggi hingga 15cm dan tebal membentuk kurva.
• Casuarius unappendiculatus (Kasuari Gelambir Satu)

Kasuari gelambir tunggal banyak ditemukan di daerah hutan hujan atau hutan rawa,
terutama di dataran rendah.. Tinggi kasuari ini 1,2-1,6 meter dan beratnya hingga 60 kg.
Spesies ini memiliki ciri umun yaitu bergelambir tunggal pendek (hanua sekitar 3cm)
berwarna kuning kemerahan, menggantung kebawah dari tenggorokan.
• Dromaius novaehollandiae (Emu)

Burung Emu merupakan satu-satunya jenis dari genus Dromaiidae yang tinggal di
daratab Australia. Burung emu memiliki sayap kecil berukurab 1/10 panjang tubuhnya.
Emu berwarna coklat dengan dasar putih. Setiap bulu mempunyai dua batang bulu yang
serupa, bulunya lebih mirip rambut terurai. Leher seringkali berwarna kebiru-biruan.
Tungkai tidak berbulu dan telapak kaki memiliki bantalan kulit tebal (kapalan) dan lebar.
Paruhnya lebar dan lunak.

b. Ordo Galliformes

Galliformes adalah ordo burung yang meliputi kalkun, ayam hutan, burung
puyuh, kuau, merak dan ayam hutan hias. Ordo ini terdiri dari sekitar 256 spesies yang
tersebar di mancanegara. Burung-burung dalam ordo Galliformes mempunyai aneka

ukuran, dari burung Puyuh Batu yang berukuran kecil sampai Kalkun Liar yang
berukuran sekitar 120 cm. Spesies burung dalam ordo ini umumnya memiliki badan besar
dan kaki yang cukup panjang. Makanannya terdiri dari tumbuh-tumbuhan, serangga dan
hewan kecil.
Gruiiformes

Ordo Gruiiformes merupakan kelompok ordo burung yang tersebar secara luas.
Sebaian besar spesie burung dalam ordo ini memilki suara yang keras dan mudah untuk
dikenali.
1. Family Turnicidae

Morologi dari family ini menyerupai burung puyuh, betina pada family ini akan lebih
agresif daripada pejantan dalam hal pertahan karena betina memiliki warna yang lebih
mencolok, pada betina sering kawin dengan banyak jantan, kemudian akan meninggalka
jantan untuk mengerami telur contonya : Burug gemak.
2. Family Gruidae

Sebagian besar dari family ini dapat ditemui di berbagai habitat yang terbuka.
Sebagian besar spesie melakukan migrasi pada musim dingin. Beberapa jantan pada family
ini memiliki tarian yang indah guna memikat betinanya.
3. Family Rallidae

Sebagian besar family ini dapat berenang dan terbisasa berenang, sebagian lainya
merupakan spesies yang terbisa berjalan.
4. Family Heliorthidae

Burung ini memiliki kaki lebar berbentuk dayung tanpa selaput di antara jarinya.
Famili burung ini merupakan family burung tropis yang tinggal di rawa.

5. Family Otididae

Merupakan family burung yang banyak hidup di padang rumput atau savana
Ordo Arseriformes

Ordo Anseriformes merupakan kelompok burung yang dikenal sebagai waterfowl
dan wildfowl merupakan kelompok unggas yang mencakup jenis-jenis bebek, angsa dan
screamer.
Ordo Ciconiiformes

Ordo cicaniiformes adalah ordo dari aves dengan ciri-ciri sayap berkembang baik;
tidak memiliki gigi pada rahang, memiliki pygostylus, tulang sternum memiliki carina
sterni, leher dan tungkai panjang, jari-jari tidak berselaput, paruh lurus atau bengkok, suka
hidup di air, penyebaran bulu di sebagian betis tidak terdapat bulu. terdiri dari berbagai
burung besar, berkaki panjang, dan berparuh besar. Ciconiiformes Burung ini muncul di
beberapa luhur wilayah hangat.
Contoh spesies ordo ciconiiformes:
1. Ardea cinerea (Cangak Abu)
2. Ardeola speciosa (Blekok Sawah)
3. Leptoptilos javanicus (Bangau Tongtong)

4. Phoenicopterus sp. (Famingo)
Ordo Charadriiformes

Ordo charadriiformes merupakan burung terbanyak di berbagai belahan dunia
yakni kelompok shorebird atau burung pantai. ordo Charadriiformes di Indonesia terdapat
11 Famili yaitu Jacanidae, Rostratulidae, HaematopidaeCharadriidae, Scolopacidae,
Recurvirostridae, Phalaropodidae, Burhinidae, Glareolidae, Stercorariidae, Laridae.

Ordo Pelecaniformes

Ordo Pelecaniformes adalah ordo dari aves dengan ciri-ciri sayap berkembang baik,
warna bulu kebanyakan hanya hitam dan putih, bulu mudah basah tapi pada bagian dalam

kedap air, sering ditemukan menyelam kedalam air menangkap ikan, paruh panjang dan
besar serta dapat membuka lebar, menyukai air dan hidupnya di laut tropis
Contoh spesies ordo Pelecaniformes:
1. Pelecanus onocrotalus (burung pelikan/undan putih)
2. Phalacrocorax niger (Pecuk-padi Kecil)
3. Fregata minor (Cikalang Besar)
4. Phaethon rubricauda (Buntut-sate Merah)
Ordo Columbiformes

Ordo Columbiformes adalah ordo dari aves dengan ciri-ciri sayap berkembang
baik; tidak memiliki gigi pada rahang; memiliki pygostylus; tulang sternum memiliki
carina sterni; paruh pendek dan langsing; pada umumnya tarsus lebih pendek daripada jari-
jari; kulit tebal dan halus; tembolok besar dan menghasilkan cairan pigeon milk untuk
anaknya; graminivorous (pemakan biji) dan fragivorous (pemakan buah). Contoh spesies
ordo columbiformes:
1. Treron capellei (Punai Besar)
2. Ptilinopus cinctus (Walik Putih)
3. Columba livia (Merpati Batu)
4. Streptopelia chinensis (Tekukur)
5. Geopelia striata (Perkutut Jawa).
Ordo Psitaciformes

Ordo ini memiliki berbagai ukuran mulai dari burung beo kerdil berwajah buff, Di
antara superfamili, tiga spesies Strigopoidea yang masih ada semuanya beo besar, dan
kakatua juga cenderung burung besar. Burung beo Psittacoidea jauh lebih bervariasi, mulai
dari spektrum ukuran penuh yang ditunjukkan oleh keluarga.
Ordo Cuculiformes

➢ Ciri-ciri :
▪ Berukuran dari yang kecil hingga besar (15- 70 cm)
▪ Biasanya berekor panjang dan bersusun
▪ plumage agak longgar susunannya, mengkilat di bagian tertentu.
▪ paruh agak besar, ujungnya melengkung, biasanya berwarna cerah.

➢ Contoh Spesies :
▪ Musophaga macrorhynchus (turaco paruh kuning barat)
▪ Kedasi hitam (Surniculus lugubris)
▪ Tuwur topi-putih (Caliechthrus leucolophus)
Ordo Coraciiformes

➢ Ciri-ciri :

▪ Ordo Coraciiformes adalah kelompok burung yang memiliki ciri-ciri paruhnya kuat jari
ke-3 dan ke -4 menyatu di bagian pangkal.
➢ Contoh Spesies :
▪ Alcedo atthis (Raja udang)
▪ Ceyx erithaca (Udang Api)
▪ Lacedo pulchella (Cekakak Batu)
Ordo Piciformes
➢ Ciri-ciri :

Ordo ini tersusun dari enam familia burung arboreal, dengan familia yang paling terkenal
adalah Picidae, yang mencakup burung pelatuk dan kerabat dekatnya, misalnya Burung
tukan. Ada sekitar 67 genera dalam enam familia dan kurang lebih 400.
➢ Contoh Spesies :
▪ Psilopogon pyrolophus (Takur Api)
▪ Megalaima haemacephala (Takur Ungkut-ungkut)
▪ Indicator archipelagicus (Pemandu lebah Asia)
▪ Picus vittatus (Pelatuk Hijau)
▪ Dendrocopos canicapillus (Caladi Belacan)
Ordo Apodiformes
➢ Ciri-ciri :
▪ Bertubuh kecil
▪ ukuran tungkai sangat kecil
▪ bentuk sayap runcing
▪ ukuran paruh kecil serta lunak dan ada yang langsing

▪ lidah berbentuk bulu panjang.
➢ Contoh Spesies :
▪ Collocalia vanikorensis (Walet Polos)
▪ Hirundapus caudacutus (Kapinis jarum Asia)
▪ Hemiprocne longipennis (Tepekong Jambul)
Ordo Caprimulgiformes

➢ Ciri-ciri :

Ordo Caprimulgiformes juga disebut nightjars, salah satu dari sekitar 120 spesies burung
berbulu lembut. Sebagian besar adalah burung yang terbang di waktu senja atau malam
hari. Burung caprimulgiformes adalah burung pipit - hingga burung berukuran gagak
dengan lubang besar. Berwarna samar, memiliki bulu berpola, kaki pendek dan (sebagian
besar) sayap panjang.
➢ Contoh Spesies :
▪ Batrachostomus stellatus (Paruh kodok Bintang)
▪ Eurostopodus mystacalis (Taktarau Kumis)
▪ Caprimulgus indicus (Cabak Kelabu)
Ordo Passeriformes
➢ Ciri-ciri :

Burung pengicau atau Passeriformes adalah ordo terbesar dalam kelas burung atau aves
dalam kerajaan hewan atau animalia.
➢ Contoh Spesies :
• Corydon sumatranus (Madi Kelam)
• Mirafra javanica (Branjangan Jawa)

• Hirundo rustica (Layang-layang Asia)
Ordo Strigiformmes “owls”
➢ Ciri-ciri :
▪ Ukuran kepala yang besar dan juga bulat
▪ Memiliki mata yang besar serta menghadap ke depan
▪ Tubuhnya dikelilingi oleh bulu-bulu yang tersusun secara radial (menjari),
▪ Memiliki lubang telinga yang lebar namun sering kali tertutupi oleh lipatan kulit
▪ Memiliki ukuran paruh yang relatif pendek
▪ Memiliki jari kaki yang tajam untuk mencengkeram
▪ Termasuk kedalam burung yang aktif pada malam hari (nocturnal).
➢ Contoh Spesies :
▪ Tyto alba (Burung Hantu / Serak)
▪ Otus sagittatus (Celepuk Besar)
▪ Ninox rufa (Pungguk Merah)
Ordo Falconiformes “Hawks, eagles, and fultures”
➢ Ciri-ciri :
▪ Sayap berkembang baik
▪ Tidak memiliki gigi pada rahang
▪ Memiliki pygostylus
▪ Karnivora
▪ Aktif pada siang hari
▪ Tulang sternum memiliki carina sterni

▪ Paruh pendek, melengkung, dan tepinya tajam
▪ Kaki memiliki cakar yang tajam dan runcing untuk memangsa.
▪ Mampu terbang dengan cepat serta dapat melakukan manuver.
➢ Contoh Spesies :
▪ Microhierax fringillarius (Alap-alap Capung)
▪ Falco cenchroides (Alap-alap Layang)
▪ Falco severus (Alap-alap Macan)









MAMALIA

A. Pengertian
Kata mamalia merupakan ciptaan dari Carl Linnaeus. Mamalia berasal dari bahasa latin

‘mamma’ yang memiliki arti puting. Hewan mamalia dikenal dan disebut sebagai hewan
menyusui karena mamalia menyusui anak-anaknya.
B. Ciri-ciri
Ciri-ciri mamalia

1. Mempunyai kelenjar susu.
2. Mempunyai tulang belakang
3. Mempunyai anggota tubuh
4. Mempunyai rambut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
5. Mempunyai kuku atau cakar
6. Mempunyai jenis gigi berbeda, gigi taring, gigi seri dan gigi geraham.
7. Mempunyai alat pernapasan paru-paru.
8. Mempunyai organ jantung yang terbagi dengan dua serambi dan dua bilik.
9. Kebanyakan berkembang biak dengan melahirkan
10. Mempunyai tempat untuk perkembangbuakkan embrio yaitu uterus.

C. Struktur dan anatomi mamalia
1. Sendi rahang: Mamalia kebanyakan memiliki tulang rahang bawah yang menempel
dengan tulang tengkorak kecil dan membentuk sebuah sendi.

2. Telinga tengah: Mamalia bisa mendengar dengan cara suara yang dibawa dari gendang
telinga oleh rantai tiga tulang, inkus dan stapes.

3. Gigi: Mamalia memiliki lapisan email yang ada pada permukaan gigi. Lapisan email
tersebut terdiri dari prisma, sebuah struktur padat yang berbentuk seperti batang dan
memanjang.

4. Oksipital: Mamalia memiliki dua kenop di dasar tengkorak yang masuk ke leher paling
atas. Kebanyakkan tetrapoda lain hanya memiliki satu.

5. Dimorfisme seksual: kebanyakan mamalia, jantan memiliki tubuh yang lebih besar
dibanding betina. Semua jantan mamalia bertarung untuk memperebutkan betina. Betina
mamalia yang lebih besar memiliki tingkat reproduksi lebih rendah dibanding yang kecil.
Hal ini menunjukan bahwa seleksi fekunditas memilih betina yang lebih kecil pada
kebanyakan mamalia.

6. Sistem biologis: Mayoritas mamalia mempunyai tujuh tulang belakang. Semua otak
mamalia mempunyai neokorteks, bagian ini adalah sesuatu yang unik dari mamalia. Paru-
paru mamalia berbentuk seperti spons atau sarang lebah. Jantung mamalia terbagi ke
dalam empat ruangan, dua atrium atas dan dua atrium bawah. Jantung dengan empat
ruangan itu memisahkan dan memastikan darah bisa mengalir ke arah yang benar. Kulit
mamalia terdiri dari tiga lapis, epidermis, dermis dan hipodermis. Epidermis kulit
mamalia berfungsi untuk menjadi lapisan yang tahan air.

7. Rambut: Mamalia memiliki rambut, dengan bentuk dan jenis yang berbeda. Setiap jenis
rambut mamalia memiliki fungsi tersendiri. Umumnya, fungsi dari rambut mamalia
adalah untuk sensorik, kamuflase, perlindungan dan juga waterproofing. Beberapa
mamalia yang hidup di daerah tropis memiliki panjang rambut yang sama dengan
mamalia arktik.

8. Sistem Reproduksi: Mamalia bersifat gonokoris. Gonokoris merupakan melahirkan
dengan alat kelamin jantan atau betina, berbeda dengan hermafrodit. Mamalia jantan
memiliki penis yang berguna untuk urinasi dan pembuahan. Mamalia betina memiliki
klitoris, labia mayora dan labia minora di bagian luar alat kelaminnya. Kelenjar susu pada
mamalia betina merupakan sumber utama untuk bayi-bayi yang baru lahir. Berbeda
dengan spesies lainnya, meskipun ada yang beberapa memiliki puting susu, namun tidak
seperti mamalia yang memiliki kelenjar susu.

D. Perilaku Mamalia
1. Komunikasi

Mamalia berkomunikasi dengan mengeluarkan suara. Mengeluarkan suara ini
memiliki banyak makna, seperti ingin kawin, memperingatkan adanya tanda bahaya,

memberitahu ada sumber makanan dan untuk tujuan sosialisasi. Misalnya, singa jantan
yang selalu bersuara selama ritual kawin untuk mengusir pejantan lainnya.

Hal tersebut juga berfungsi untuk menarik betina. Suara nyanyian paus juga
merupakan sinyal untuk para betina, paus mempunyai dialek yang berbeda-beda
tergantung wilayah lautannya.

Vokalisasi ini juga termasuk panggilan teritorial, atau membedakan antar kelompok.
Contohnya gajah, berkomunikasi secara sosial dengan berbagai bentuk suara seperti
mendengus, membunyikan suara yang mirip terompet, mengaum dan bergemuruh.
Panggilan gemuruh ini berada di bawah jangkauan pendengaran manusia. Suara ini hanya
bisa didengar oleh gajah lain, bahkan jika mereka berada dalam radius 10 km.
2. Memberi makan

Mamalia ada yang pemakan daging, namun ada juga yang pemakan tumbuhan.
Mamalia pemakan tumbuhan mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti biji-bijian,
daun-daunan, buah, nectar dan juga jamur. Selain karnivora dan herbivora, ada juga yang
pemakan segalanya yaitu omnivore yang memakan daging-dagingan dan juga tanaman.
Mamalia jenis karnivora ini memeiliki system pencernaan yang sederhana. Kemudian
ukuran hewan juga menentukan jenis makanan yang di konsumsi.
3. Kecerdasan

Pada mamalia yang cerdas, bagian otak besar cenderung lebih besar dibanding
bagian otak yang lain. Kecerdasan ini sebetulnya tidak mudah untuk didefinisikan,
namun indikasi kecerdasan bisa meliputi kemampuan belajar. Contohnya, hewan primata,
dan tikus, mereka bisa belajar dan melakukan sebuah

E. Klasifikasi Mamalia
a. Carnivora
Kata karnivora berasal dari bahasa latin yaitu caro yang berarti daging dan vorare
yang berarti makanan jadi hewan karnivora merupakan hewan yang memakan daging.
contoh hewan karnivora:
1. Harimau

Harimau (Panthera Tigris) adalah hewan yang masuk ke dalam kelompok
felidae (kucing) dengan karakteristik belang hitam coklat di seluruh tubuhnya.
Harimau memiliki ukuran badan paling besar jika dibandingkan dengan kucing

lainnya, seperti cheetah, singa dan macan tutul. Harimau memiliki kecepatan dan
kelincahan yang baik dalam mengincar mangsanya.
2. Serigala

Serigala (Canis lupus) adalah hewan yang yang termasuk keluarga canidae
(anjing) dengan kebiasaan melolongnya yang sangat mengerikan di tengah malam.
Hewan ini memburu beragam jenis animalia, terutama dari bangsa aves dan pengerat.
Giginya yang tajam dan cakarnya yang runcing merupakan senjata utamanya dalam
melumpuhkan mangsa.
b. Pinnipedia

Pinnipedia merupakan subordo mamalia karnivora yang ditemukan secara
eksklusif di habitat perairan. Ciri-cirinya yaitu tangan dan kaki depannya berukuran besar
dan berbentuk seperti sirip, juga tubuhnya menyempit ke belakang.
Contoh hewan pinnepedia:
1. Odobenidae (Walrus)

Odobenidae merupakan suku mamalia semiakuatik. Ciri-cirinya yaitu cuping
telinga, dengan rambut halus, taring memanjang dan bergerak menggunakan keempat
siripnya saat di darat dan di laut. Morfologi dan penggunaan pelengkap mereka

berbeda dari Phocidae dan Otariids dan dapat dianggap sebagai perantara di antara
keduanya. Semua sirip tampaknya penting untuk mobilitas yang efektif di darat dan
di air.
2. Otariidae (Singa Laut dan Anjing Laut Berambut)

Ciri-cirinya yaitu memiliki cuping telinga, memiliki raambut yang tipis dan
kakinya lebih lebar untuk berjalan di darat dan berenang di laut. Singa laut dan anjing
laut berbulu sangat mirip satu sama lain dalam bentuk secara keseluruhan. Mereka
memiliki pinnae, dan pelengkap yang dominan adalah pelengkap toraks, yang refleksi
lateral pada karpus untuk menyediakan penggerak pada permukaan padat. Otariidae
sering “menyeret” sirip belakangnya saat bergerak cepat.
3. Phocidae (Anjing Laut Sejati)

Ciri-cirinya yaitu tidak memiliki cuping telinga, sirip depannya berbulu, kecil,
dan tidak bertenaga. Phocidae tidak memiliki pinae eksternal dan tidak dapat
memutar pelengkap panggul mereka (sirip belakang) di bawah belalai mereka, karena
itu tidak dapat berjalan di darat. Pelengkap panggul merupakan sarana utama untuk
menghasilkan tenaga penggerak di dalam air.
c. Proboscidae

Proboscidea dalam Bahasa Latin Probocis berarti belalai, karakteristik utama dari
ordo ini memiliki belalai yang merupakan modofikasi dan rangkaian evolusi dari mulut
bagian atas dan hidung menjadi orgam pencengkram, selain itu terdapat pula sepasang
gading/tusks yang merupakan modofikasi dari gigi. Beberapa contoh hewan proboscidea
adalah :

Kelompok gajah-gajahan hanya memiliki satu Family yakni Elephantidae yang
terwakili oleh 2 spesies yang masih eksis :
1. Gajah Asia (Elephas maximus)

Gajah Asia bertubuh lebih kecil memiliki telinga yang membulat dan lebih
kecil dibandingkan dengan telinga gajah Afrika, bentuk kepala membentuk 2
tonjolan menyerupai kubah, pada ujung belalai terdapat sebuah fitur menyerupai
jari. Kaki depan terdiri dari lima jari dan lima kuku, sedangkan kaki belakang terdiri
dari lima jari dan empat kuku. Hanya Gajah jantan yang memiliki gading yang
terlihat jelas
2. Gajah Afrika (Loxodonta Africana).

Gajah Afrika bertubuh lebih besar dibandingkan Gajah Asia, bagian bahu
merupakan titik tertingginya. Telinga lebar bentuk sedikit segitiga, bentuk kepala
dengan dahi rara, pada ujung belalai meimiliki 2 buah fitur menyerupai jari.
Terdapat 2 sub spesies, subspesies yang hidup di semak dan savana dan subspesies
yang hidup di hutan. Gajah semak Afrika memiliki 5 kuku depan dan 4 kuku
belakang, sedangkan Gajah hutan Afrika memiliki 5 kuku depan dan 3 kuku
belakang.
D. Sirenia
Ordo sirenia mamalia laut adalah organisme mamalia yang bergantung pada
samudra atau lingkungan perairan lainnya (asin, payau, tawar) untuk bertahan hidup.
Mamalia laut berbeda dengan ikan. serta memiliki lebih dari 4 sirip. Beberapa contoh
hewan sirenia adalah :
Ordo Sirenia terdiri atas 2 (dua) famili, yaitu :
1. Trichecidae (Lembu Laut)

Lembu laut adalah mamalia air besar dari famili Trichechidae. Ekor lembu laut
berbentuk pendayung, sementara ekor dugong bercabang. Lembu laut
adalah herbivora, melewatkan sebagian besar waktunya merumput di air dangkal.

2. Dugongidae

Otak dugong mempunyai berat maksimum 300 g atau sekitar 0,1% dari
berat total tubuhnya. Paru-parunya berukuran sangat panjang yang dapat melanjut
sampai dekat ginjalnya. Ginjalnya sendiri juga sangat memanjang yang sesuai
untuk fisiologinya menghadapi lingkungan yang berkadar garam. Bila terluka,
darah dugong akan cepat membeku. Kerangka dugong mempunyai 57 sampai 60
tulang belakang (vertebrae).

E. Perissodactyla
Hewan berkuku ganjil mamalia dari ordo PERISSODACTYLA yang memiliki

kuku berjumlah ganjil.
1. Badak Sumatra.

Badak Sumatra hidup didaerah dataran rendah sampai daerah pegunungan yang
tinggi,hutan hujan tropis, hutan primer, dan hutan sekunder (Nowak1999). Badak
Sumatra lebih sering ditemukan berada dihutan-hutan berbukit saat cuaca panas.
f. Artiodactyla

Artiodactyla adalah ordo mamalia berkuku belah, yang memiliki kaki berjumlah
genap. Hingga kini tercatat ada 13 suku dengan 220 spesies mamalia berkuku belah.
Dalam ordo Artiodactyla, spesies tertinggi adalah Jerapah (Giraffa camelopardalis) yang
memiliki tinggi mencapai 550 centimeter dengan panjang mencapai 470 centimeter,
berbobot sekitar 1192-1930 kilogram. Sedangkan Spesies mamalia berkuku belah terkecil
adalah Kancil (Tragulus kanchil) yang memiliki panjang 45 centimeter dan berbobot 1,5
kilogram.
1. Jerapah (Giraffa Camelopardalis).

Jerapah adalah mamalia berkuku genap endemik Afrika dan merupakan
spesies binatang tertinggi yang hidup di darat. Jerapah jantan mampu mencapai
tinggi 4,8 sampai 5,5 meter dan memiliki berat yang mampu mencapai 1.360
kilogram. Jerapah betina kebanyakan sedikit semakin pendek dan semakin ringan.
Habitat jerapah berada di Afrika selatan.
2. Pelanduk Kancil (Tragulus Kanchil)

Pelanduk bertubuh kecil, tinggi bahu lebih kurang 200 mm, panjang kepala dan
tubuh 400-480 mm, ekor 65-80 mm dan beratnya 0,7-2 kg. Tubuh anggota atas berwarna
tengguli polos, dengan tengkuk lebih gelap dari anggota tubuh lainnya. Sisi bawah tubuh
berwarna putih berulas kecokelatan pucat dengan dada yang bebercak cokelat tua khas.

g. Cetaceae

Cetacea berasal dari bahasa latin yaitu cetus yang berarti hewan yang besar dan
bahasa yunani yaitu ketos berarti monster laut (Carwadine,1995). Ordo Cetacea
dikelompokkan menjadi tiga sub ordo yaitu: Archaeoceti, Odontoceti, dan Mysticeti. Saat
ini hanya sub ordo Odontoceti dan Mysticeti yang masih ada di bumi, sedangkan sub
ordo Archaeoceti sudah punah. Contoh hewan cetaceae yaitu : Dolphinus delvis (dolpin
laut) dan Phalenoptera musculus (paus biru).

h. Insectivora
Insectivora berasal dari bahasa latin "insectum" yang berartikan "serangga" dan

"vorare" yang berartikan "makan“. Insectivora merupakan mamalia pemakan
insekta/serangga. Ciri-Ciri hewan insectivora:

1. Memiliki ukuran yang kecil.

2. Merupakan mamalia terestial yang tinggal dilubang, pohon atau amfibus.

3. Mempunyai puncak gigi yang tajam.

4. Daerah olfaktori pada bagian kepala lebih panjang dari daerah kranial.

5. Tidak mempunyia posorbital.
6. Tulang air mata tidak melebar ke bagian wajah.
7. Mempunyai taju paroccipital yang jelas.
Klasifikasi Insectivora
A. Family Erinaceidae

a. Subfamily Erinaceinae
b. Subfamily Hylomyinae
B. Family Soricidae

a. Subfamily Crocidurinae
b. Subfamily Soricinae
c. Subfamily Myosoricinae
C. Family Talpidae


Click to View FlipBook Version