Tehnik Dasar Menjahit Tehnik Dasar Menjahit Dwi Nur Sri Galuhwati, S.Pd SMK SUNNATUNNUR
Bahan bacaan guru dan peserta didik KEGIATAN BELAJAR MENGOPERASIKAN MESIN JAHIT A. Pengertian Mesin jahit adalah peralatan mekanis atau elektromekanis yang berfungsi untuk menjahit. Sejarah jahit-menjahit dengan menggunakan jarum sudah dimulai pada awalawal peradaban manusia. Bahan jarumnya bermacam-macam, ada yang terbuat dari batu, tembaga, tulang, ataupun gading. Jarum yang masih kasar itu digunakan untuk menyatukan kulit hewan menjadi pakaian. Sementara benang yang digunakan dibuat dari otot hewan. Jarum logam digunakan sekitar abad ke-14, yang merupakan jarum dengan menggunakan lubang yang umum dijumpai pada saat ini. (https://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_jahit) B. Macam-macam mesin jahit 1. Mesin jahit serbaguna Gambar 2: sumber https://www.google.com/search?q=mesin+jahit 2. Meisn jahit listrik
Gambar 3: sumber https://www.google.com/search?q=mesin+jahit 3. Mesin jahit kaki Gambar 4: sumber https://www.google.com/search?q=mesin+jahit 4. Mesin jahit tangan Gambar 5: sumber https://fitinline.com/article C. Alat Jahit Penunjang Mesin Jahit 1. Jarum mesin highspeed 2. Skoci dan spuul 3. Sepatu 4. Pendedel 5. Gunting benang
D. Komponen - komponen Mesin Jahit highspeed 1. Mesin high speed Mesin high speed merupakan mesin dengan kecepatan tinggi, biasa dipakai padaindustri pakaian jadi Gambar 8. Mesin High Speed Mesin jahit industri adalah mesin jahit yang mempunyai kecepatan tinggi. Digunakanuntuk menjahit lurus. Mesin jahit industri disebut juga high speed sewing machine. a. Komponen mesin jahit high speed
Gambar 9. Bagian-bagian Mesin High Speed Keterangan Bagian-bagian mesin high speed 1. Sekrup pengatur tekanan sepatu (foot pressure) Berfungsi untuk mengatur tekanan sepatu 2. Alur benang (thread guide) 3. Pelat penutup (face plate) 4. Alur benang (thread guide) 5. Sekrup penguat jarum (needle clamp) 6. Sepatu mesin (foot machine) 7. Plat penutup (face plate) 8. Alur benang (thread guide) 9. Tiang benang (thread pin) 10. Pengecek minyak (oil check) 11. Roda mesin (hand wheel) 12. Pengatur panjang setikan (stick length selector) 13. Pengatur Maju mundur setikan (Back Tack Handle) 14. Badan mesin (body machine) 15. Alur benang (thread guide) 16. Pengatur tegangan benang (needle thread tension)
17. Alur benang (thread guide) 18. Alur benang (thread guide) 19. Skrup penguat jarum (needle clamp) 20. Plat penutup (face plate) 21. Plat mesin (plate machine) Gambar 10. Meja dan Kelengkapan Mesin High Speed Keterangan meja dan kelengkapan mesin high speed 1. Meja mesin (machine table) 2. Kaki mesin (machine leg) 3. Laci mesin (drawer) 4. Tempat benang (cotton holder) 5. Dinamo (motor machine) 6. Injakan kaki mesin (pedal) 7. Tombol menghidupkan dan mematikan (switch On/Off) 8. Tuas lutut (knee press) 9. Penggulung benang untuk spul (bobbin winder) E. K3 Pengoperasian Mesin Jahit 1. Hal-hal yang berkaitan dengan keamanan di area kerja busana, antara lain : CELEMEK Celemek menjahit berfungsi untuk menjaga baju kerja/seragam tetap bersih.
PENGAWASAN Tidak diperkenankan mengoperasikan mesin tanpa pengawasan. SEPATU Sepatu yang sesuai (tumit rendah, tertutup) harus digunakan di area kerja sepanjang waktu demi pengendalian dan keamanan diri. Jangan pernah dalam kondisi apapun mengoperasikan mesin tanpa alas kaki. RAMBUT Rambut yang panjang harus di ikat kebelakang. Bila rambut kurang panjang untuk di ikat, gunakan jepit atau jala untukmencegah rambut jatuh ke wajah. PAKAIAN Pakailah pakaian yang pas atau tidak terlalu longgar, terutama di daerah lengan. Jangan memakai dasi atau pita. Selendangharus diikat dengan baik (jangan longgar). PERHIASAN Dilanggar memakai kalung yang panjang. Tidak dianjurkan memakai cincin, gelang atau anting jam tangan rantai. KUKU JARI Tidak boleh terlalu panjang. JARI Jauhkan jari dari jarum mesin dan bagian-bagiannya yang bergerak. TANGAN Bila memakai tangan untuk memutar roda mesin agar seimbang, janganlah memakai jari tetapi memakai telapak tangan. MEMASANG BENANG PADA MESIN Matikan mesin dan kaki diangkat dari pedal ketika memasang ulang benang, atau mengganti jarum atau sekoci. PENANGANAN KAIN Penyuapan / pemasukan kain untuk dijahit ke dalam mesin harus dari samping sepatu menggunakan jari-jari tangan bukandari depannya. PEDAL Harus selalu diingat bahwa pedal juga merupakan rem. Menekan bagian belakang pedal dengan tumit akan menghentikan mesin. MENINGGALKAN MESIN Selalu matikan mesin bila sedang tidak digunakan. Fasilitator
anda akan memberi tahu anda mengenai cara-caranya. KEBISINGAN Jangan membuat suara keras atau gerakan mendadak yang dapat mengejutkan orang lain yang sedang mengoperasikan mesin, karena dapat menimbulkan kecelakaan KECELAKAAN Jangan panik jika terjadi kecelakaan. Beritahu orang terdekat agar dapat mencarikan bantuan. KERUSAKAN MESIN Segera beritahu fasilitator bila terjadi kerusakan atau ketidak beresan kerja mesin. KERAPIHAN DANKEBERSIHAN Jangan meninggalkan sisa-sisa potongan kain atau tas di lantai. SIKAP DAN KEBIASAAN Selalu bertindak dengan penuh tanggung jawab. Mesinmesin industri sangat berbahaya. MAKANAN DAN MINUMAN. Jangan membawa makanan dan minuman ke dalam area kerja.
F. SOP Pengoperasian Mesin Jahit Untuk melakukan pekerjaan penjahitan, maka diperlukan pengetahuan dalam mengoperasikan mesin-mesin penjahitan sesuai dengan standar persyaratan di industri. 1. Gunakan alas kaki sebelum bekerja. 2. Pada awal praktek mencoba mesin high speed, dilakukan tanpa menggunakan jarum, tanpa benang. 3. Nyalakan mesin setelah benar-benar siap. 4. Tekan tombol On untuk menyalakannya. 5. Injak pedal dengan kecepatan dari pelan, berangsur-angsur cepat,dan sangat cepat, dan sebaliknya dari cepat sekali berangsurangsur cepat menuju pelan. 6. Ingatlah selalu, bahwa setiap kali selesai menjahit, setelah mesin dimatikan, jangan segera meninggalkan tempat duduk, injaklah pedal, buanglah sisa power yang ada di dalamnya, sampai suara dan tenaganya habis. 7. Matikan mesin ketika mengganti jarum dan mengganti benang A. Menyalakan stop kontak. 1. Menyalakan mesin pada posisi ON, pastikan anda siap bekerja, jangan injak pedal kalau belum siap menahit. 2. Ketika akan menjalankan mesin, posisi kaki kanan mengerem pedal, maka akan terdengar suara dengungan mesin, bila tidak terdengar maka lakukan cek kembali pada motor. Apabila keluar angin berarti mesin dalam keadaan benar untuk menjahit. 3. Sebelum anda mematikan mesin, periksa berbunyi atau tidak/ masih mengeluarkan angin atau tidak, untuk memastikan injaklah pedalnya, habiskan energi yang tertinggal di dalamnya, setelah anda yakin tidak ada suara, maka matikan mesin dengan segera (OFF) untuk menghindari mesin terbakar. B. Teknis Menjalankan Mesin Jahit Teknik ini digunakan untuk memeriksa kondisi mesin jahit (baik/tidak). 1. Lakukan pemeriksaan kondisi mesin, untuk mengetahui kondisi mesin. 2. Periksa apakah mesin dalam kondisi baik ataukah tidak. 3. Lakukan pemeriksaan pada jarum dan sekoci, serta sepatu. C. Prosedur Menjalankan Mesin Jahit Prosedur ini dilaksanakan ketika mesin siap akan digunakan. 1. Menghandel mesin untuk jalan cepat (full speed), jalan sedang (½ full), jalan pelan. 2. Menjahit kain tanpa benang. 3. Mengatur langkah setikan antara 1–3 setikan secara berulang-ulang. G. Langkah Kerja Pengoperasian Mesin Jahit 1. .Jenis-jenis jarum yang digunakan pada mesin jahit, yaitu: 1. DB x 1 (Mesin jahit jarum 1 (kepala jarum kecil). 2. DC x 1 (Mesin obras benang 3.4.5 (jarum paling pendek). 3. DP x 5 (Mesin lubang kancing (kepala jarum besar). 4. DP x 17 (Mesin bartack (kepala jarum panjang). 5. VO x 13 (Mesin kansai spesial (jarum serat badan melilit). 6. LW HT (Mesin sum (jarum bentuk U). 2. Pemasangan jarum pada mesin jahit:
1. Arah cekungan jarum berada di sebelah atas. 2. Takeup mesin ada di posisi atas. 3. Sekrup dikendurkan. 4. Jarum disesuaikan arah dan masukkan pada posisi lubang jarumsampai mentok. 5. Kencangkan sekrup sampai benar Gambar 11. cara memasang jarum 3. Cara memasang sepatu pada mesin jahit. Urutan memasang sepatu pada mesin jahit adalah sebagai berikut: 1. Posisi mesin dalam kondisi mati. 2. Takeup mesin berada di atas. 3. Kendorkan baut pengikat dengan screw driver. 4. Pasang sepatu sesuai posisinya, kencangkan kembali baut pengikat. 5. Cek kesesuaian posisi sepatu dengan pelat lubang jarum. Atur kembali bila belum tepat. 4. Penggulungan Benang/Mengisi Spul Penggulungan benang dapat dilakukan pada saat menjahit. Ketika menggulung bobin sewaktu tidak menjahit, presser foot harus dinaikkan benang dari jarum dan naikkan pelatuk untuk mencegah benang kusut di sekitar pelatuk. Gambar 12. cara menggulung benang 5. Metode Penggulungan Benang 1. Masukkan bobin kosong pada bobin winder spindle (1) dan tekan sampai tertahan. Tonjolan pada bobin harus tepat masuk dalam celah pada spindle 2. Bawa bobin benang melewati pengantar benang (2) dan tension discs. Tension discs sebaiknya disesuaikan dengan jenis benang yang digunakan. Benang halus, tegangannya lebih besar, Benang kasar, tegangannya berkurang, Benang sintetis mempunyai karakter cenderung untuk mulur kalau ditarik atau digulung terlalu ketat. Benang jenis ini memerlukan tegangan yang lebih kecil. 3. Lilitkan bagian atas benang ke sekeliling bobin beberapa kali dari sisi luar. 4. Tekan trip latch (4) dan katrol (5) akan menempel pada belt. Jika bobin sudah penuh, penggulung akan berhenti secara otomatis.
5. Jumlah benang yang digulung dapat disetel menggunakan baut-6. Untuk memperbanyak jumlahnya maka putar sekrup searah jarum jam, untuk mengurangi jumlahnya putaran sekrup berlawanan arah jarum jam. Hasil terbaik akan dicapai apabila bobin digulung hingga 4/5 dari kapasitas maksimal. 6. Penggulungan yang Tidak Merata Benang digulung secara merata pada bobin seperti yang terlihat pada gambar (A). Jika gulungan terlalu banyak pada satu sisinya seperti pada (B) dan (C), sesuaikanlah dengan memindahkan tension bracket (7) ke kanan atau kiri. 6. Pemeriksaan Spool dan Sekoci pada Mesin Jahit 1. Pemasangan spool dan benang 2. Memasang cones benang di tiang pertama (tiang cone). 3. Ujung benang dimasukkan ke penjepit benang dan sekaligus tension. 4. Pasang bobin pada rumah bobin. 5. Ujung benang dililitkan pada bobin. 6. Memasukkan Spul ke dalam sekoci Spul yang telah terisi benang dimasukkan ke dalam sekoci, kemudian selipkan benang pada tanda A, tarik ke B sampai menuju tanda A. Gambar 13. cara memasukkan spool ke sekoci 7. Pemasangan spul pada sekoci 1. Ambil sekoci. 2. Masukkan spool pada sekoci. 3. Ujung benang dililitkan pada kulit benang searah jarum jam.
4. Sisa ujung benang ± 10 Cm. 8. Memasukkan sekoci ke dalam rumah sekoci. 1. Plat penutup rumah sekoci dibuka. 2. Angkat klep sekoci dengan ibu jari. 3. Masukkan spul ke dalam sekoci, periksa tegangan benangnya. 4. Masukkan kembali sekoci ke dalam rumahnya dan tekan hingga bunyi (klik). 9. Pemasangan Benang pada Mesin Jahit Setelah jarum terpasang dengan baik, selanjutnya pemasangan benang dapat dilakukan dengan urutan sebagai berikut: 1. Tarik ujung benang dari cones yang berada di penyangga benang. 2. Masukkan ujung benang melalui jalur benang ke penetral benang pertama dan kedua. 3. Ujung benang dimasukkan pada tension, jalur benang, takeup dan pengaman benang yang posisinya ada di needle bar (rumah jarum). 4. Benang dimasukkan pada lubang jarum sesuai dengan arah cekungan benang 5. Mengeluarkan benang bawah dengan cara tekan engkol pengatur maju mundur setikan (back tack). Roda mesin diputar, tarik kedua benang bagian atas dan bawah.
Gambar 14. cara pemasangan benang pada mesin jahit https://www.youtube.com/watch?v=Lcb0NIt9x6E pasang benang https://www.youtube.com/watch?v=UYKJIQZxq0A nyepul 10. Penyesuaian Tegangan Benang Tegangan bagian atas dan bawah harus disesuaikan untuk menghasilkan jahitan yang sempurna dengan cara melakukan penyesuaian-penyesuaian berikut: Gambar 15. cara penyesuaian tegangan benang
1. Penyesuaian tegangan bagian atas dengan cara memutar tension nut benang searah jarum jam, Tegangan benang bagian atas dapat dinaikkan atau dirapatkan. Dengan cara memutar tension nut benang berlawan arah jarum jam, tegangan benang bagian atas dapat diturunkan atau direnggangkan. 2. Penyesuaian tegangan bagian bawah. Tegangan bawah diatur oleh baut, yang mengencangkan atau melonggarkan perpegas yang berada di luar wadah bobin. Dengan memutar baut searah jarum jam, tegangan benang bagian bawah akan meningkat, dengan memutar baut berlawanan arah jarum jam, tegangan benang bagian bawah akan menurun. Untuk memeriksa tegangan bagian bawah, ayun bobin dengan jari bobin harus bergerak hanya sedikit. Jika bobin benang lari, berarti terlalu renggang. Jika tidak ada gerakan sama sekali, berarti terlalu rapat. Tegangan yang benar akan menahan bobin case. 11. Mengatur panjang/kerapatan setikan 1. Tekan engkol back tack (a). 2. Putar tombol pengatur setikan (b). Gambar 16. cara mengatur panjang/kerapatan benang 12. Mengatur jarak setikan Pengaturan jarak setikan harus memperhatikan jenis bahan yang akan dijahit. Setikan yang bagus adalah yang tidak terlalu rapat (kecil-kecil) sehingga dapat menyebabkan bahan berkerut, bahkan kesalahan akibat jarak yang terlalu rapat dapat menyebabkan kesulitan dalam pembongkaran dan dapat mengakibatkan kain menjadi robek. 1. Kain berat dan tebal = 10 setikan untuk 2,5 cm (1 inch) menggunakan jarum nomor 16. 2.Kain berat ringan = 12 setikan untuk 2,5 cm (1 inch) menggunakan jarum nomor 14. 3.Kain sedang tipis = 14 setikan untuk 2,5 cm (1 inch) menggunakan jarum nomor 11. 4. Sebaliknya jarak setikan yang terlalu lebar (setikan lebar-lebar) akan mengurangi kekuatan dari jahitan itu sendiri. H. Praktek mencoba mesin jahit: a. Menyetik pada garis lurus Setelah benang atas dan benang bawah terpasang, maka mulailah kita
menjahit. Bahan jahitan dipegang dan jari jemari kita menuntun jahitan secara ringan mengikuti jalannya bahan, jangan dipaksa atau ditarik dari mesin. Melepaskan bahan jahitan dilakukan dengan menarik ke arah belakang dari sebelah kiri jarum, kemudian benang digunting atau dipotong dengan alat yang terpasang di atas sepatu mesin pada bagian belakang. Gambar 17. Alat pemotong benang Ketika menjahit busana atau benda lainnya, bagian yang lebar kita letakkandi sebelah kiri dan yang kecil/ pendek atau yang dijahit diletakkan disebelah kanan. Gambar 18.menjahit lurus a. Menyetik pada garis lengkung Jahitan dipegang dan jari-jemari menuntun jahitan mengikuti lengkungan- lengkungan. Jalannya mesin jangan terlalu cepat agar jarijemari kita dapat mengikuti garis lengkungan dengan tepat, sehingga hasil setikan baik dan rapi. Hal ini perlu dilakukan berulang-ulang untuk memperoleh hasil lengkungan yang baikdan rapi.
Gambar 19 Setikan lengkung b. Menyetik pada sudut Jahitan dipegang dan jari-jemari menuntun jahitan. Pada waktu akan menyetik bagian sudut, jarum dihentikan dengan memegang roda mesin jahit supaya jahitan terhenti. Kemudian putarlah bahan jahitan tersebut sesuai dengan yang diinginkan dan diteruskan menjahit seperti biasa. Gambar 20. Setikan pada sudut I. Mengatur setikan untuk membuat kerutan Bila akan membuat kerutan, aturlah pengatur setikan yang terdapat di sebelah kanan mesin , dengan nomor-nomor setikan dari 1 sampai 20. Batang p e n g a t u r ditempatkan ditengah piring nomor, dan setikan diatur dengan cara menggerakkan batang pengatur kebawah atau ke atas, ke angka-angka yang menunjukkan jarak setikan yang diinginkan.
Jahitan untuk kerutan dapat dibuat sebaris dan pada ujung-ujung jahitan harus ditinggalkan benang yang panjang. Dapat juga jahitan untuk kerutan dibuat duabaris sehingga hasilnya akan rapi.
Daftar Pustaka Ernawati, dkk. 2008. Tata Busana Jilid 3 Untuk Menengah Kejuruan. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah, Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan, Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. Goet Poespo. 2005. Panduan Teknik Menjahit. Kanisius. Yogyakarta https://fitinline.com/article/read/15-jenis-mesin-jahit-yang-dapat-andapilih-berdasarkan-fungsi-dan-kegunaannya/ https://www.mikirbae.com/2016/08/prosedur-pengoperasian-mesin-jahit.html