The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yjokowiharjo.tarakanita.soba, 2023-05-01 01:46:00

P5 liturgi St Petrus Purwosari

P5-LITURGI 2023 2-5-23

Keywords: Pastoral

ORGANIGRAM


DEWAN PLENO


Pasal 38 Tugas Umum Ketua-Ketua Bidang Pelayanan (1) Mengkoordinasi tim-tim pelayanan di bidang pelayanannya, baik dalam perencanaan program pelayanan, pembuatan RAPB Paroki, maupun pelaksanaan program pelayanan. (2) Menyampaikan program pelayanan dan RAPB tim-tim pelayanan di bidang pelayanannya dalam rapat Dewan Pastoral Paroki Inti. (3) Memastikan terlaksananya program pelayanan di bidang pelayanannya. (4) Melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pelayanan. (5) Menyampaikan hasil rapat Dewan Pastoral Paroki Harian kepada tim pelayanan di bidang pelayanannya.


Tugas Umum Ketua-Ketua Bidang Pelayanan (6) Membuat laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program pelayanan kepada Dewan Pastoral Paroki Inti. (7) Bersama Ketua Dewan Paroki memimpin bidang reksa pastoral yang ditekuni dan menjadi bidang tanggungjawabnya. (8) Mengkoordinasi kegiatan tim pelayanan yang berada dalam bidangnya dengan mendampingi, membimbing, mengarahkan, serta menjiwai agar tim pelayanan hidup dan berkembang. (9) Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan dan monitoring evaluasi (Monev) masing-masing tim pelayanan di Bidangnya kepada Dewan Harian. (10)Mempertimbangkan dan menandatangani permohonan pencairan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) dari Tim Pelayanan di bawah bidang koordinasinya. Pasal 38


Tugas Khusus Ketua Bidang Pelayanan (1) Ketua Bidang Pelayanan Liturgi dan Peribadatan bertugas: (a) Memastikan kegiatan liturgi dan peribadatan dilaksanakan secara benar dan baik. (b) Menjamin pelaksanaan pelayanan sakramen, sakramentali, dan hidup devosi sejalan dengan ajaran dan tradisi Gereja. (c) Menyelenggarakan penyegaran iman dan pencerdasan bagi para anggota tim pelayanan di bidang pelayanan liturgi dan peribadatan Pasal 39


Pasal 43 Tugas Umum Ketua Tim Pelayanan (1) Menyusun program tim pelayanan dan RAPB. (2) Menyampaikan rencana program pelayanan tahunan kepada Ketua Bidang pelayanan. (3) Menindaklanjuti hasil rapat Dewan Pastoral Paroki bersama pengurus tim pelayanannya. (4) Melaksanakan program pelayanan yang telah disahkan oleh Dewan Pastoral Paroki Pleno dan program yang bersifat insidentil dan penting. (5) Memonitor, mengevaluasi, melaporkan dan mempertanggungjawabkan program pelayanan secara berkala maupun tahunan kepada Ketua Bidangnya.


Pasal 43 Tugas Umum Ketua Tim Pelayanan (6) Melakukan rekruitmen dan kaderisasi dalam tim pelayanannya. (7) Bersama Ketua Bidang hadir dalam acara monev berkala di hadapan Dewan Pastoral Paroki Harian atau Bidang Pelayanan yang ditunjuk melakukan monev berkala. (8) Menjamin terlaksananya program tim pelayanan yang menjadi tanggung jawabnya.


Pasal 44 (1) Tim Pelayanan Tata Perayaan dan Peribadatan (a) Menyusun program pelayanan, melaksanakan, melakukan monitoring, evaluasi serta membuat laporan pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah dilaksanakan. (b) Mengembangkan ide dan kreativitas dalam berliturgi dan melaksanakan secara benar, baik, indah, dan agung sesuai dengan pedoman liturgi Gereja Katolik. (c) Melakukan koordinasi dengan Tim Pelayanan Liturgi dan Peribadatan wilayah dan Lingkungan. (d) Memberikan pendampingan, pembinaan, pembekalan, pembelajaran, dan pelatihan tentang liturgi secara berkala. (e) Bersama tim pelayanan terkait menyusun jadwal petugas Liturgi. (f) Membuat teks Perayaan Ekaristi Mingguan, Hari Raya atau Hari Khusus. (g) Menyelenggarakan kegiatan Bulan Katekese Liturgi (BKL). Uraian Tugas Tim-Tim Pelayanan Bidang Pelayanan Liturgi


Pasal 44 Uraian Tugas Tim-Tim Pelayanan Bidang Pelayanan Liturgi (2) Tim Pelayanan Prodiakon (a) Menyusun program pelayanan, melaksanakan, melakukan monitoring, evaluasi, serta membuat laporan pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah dilaksanakan. (b) Menyelenggarakan pertemuan Prodiakon paroki secara berkala. (c) Menyusun jadwal petugas Prodiakon untuk Perayaan Ekaristi Mingguan dan Hari Raya atau Hari Khusus. (d) Berperan serta aktif dalam kegiatan Prodiakon di tingkat Rayon, Kevikepan, dan Keuskupan. (e) Mengadakan pembinaan, pembekalan, pembelajaran, penyegaran, dan pelatihan bagi Prodiakon agar tugas dan fungsi Prodiakon dilaksanakan secara baik dan benar sesuai ketentuan yang berlaku di Keuskupan Agung Semarang. (f) Menyediakan sarana pendukung Prodiakon.


Pasal 44 Uraian Tugas Tim-Tim Pelayanan Bidang Pelayanan Liturgi (3) Tim Pelayanan Putra-Putri Altar (a) Menyusun program pelayanan, melaksanakan, melakukan monitoring, evaluasi, serta membuat laporan pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah dilaksanakan. (b) Mengadakan pertemuan anggota putra-putri altar secara berkala. (c) Menyelenggarakan pembinaan, pembekalan, pembelajaran, pelatihan, dan pendampingan yang mendukung keterampilan pelaksanaan tugas, pertumbuhan iman dan kepribadian. (d) Menyusun dan mengatur jadwal petugas putra-putri altar untuk perayaan ekaristi mingguan dan Hari Raya atau Hari Khusus. (e) Berperan serta aktif dalam kegiatan putra-putri altar di tingkat Rayon, Kevikepan, dan Keuskupan. (f) Menyelenggarakan pengkaderan putra-putri altar.


Pasal 44 Uraian Tugas Tim-Tim Pelayanan Bidang Pelayanan Liturgi (4) Tim Pelayanan Paduan Suara dan Dirigen (a) Menyusun program pelayanan, melaksanakan, melakukan monitoring, evaluasi, serta membuat laporan pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah dilaksanakan. (b) Melakukan koordinasi koor dan dirigen lingkungan/wilayah/kelompok secara berkala. (c) Menyusun dan mengatur jadwal petugas koor dan dirigen. (d) Mengadakan pembekalan, pembelajaran, dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas koor dan dirigen lingkungan/wilayah/Kelompok.


Pasal 44 Uraian Tugas Tim-Tim Pelayanan Bidang Pelayanan Liturgi (5) Tim Pelayanan Lektor (a) Menyusun program pelayanan, melaksanakan, melakukan monitoring, evaluasi, serta membuat laporan pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah dilaksanakan. (b) Mengadakan pertemuan-pertemuan anggota lektor Paroki secara berkala. (c) Menyusun jadwal petugas lektor untuk perayaan ekaristi mingguan dan Hari Raya atau hari khusus. (d) Mengadakan pembinaan, pembekalan, pembelajaran, dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas lektor. (e) Menyelenggarakan pengkaderan petugas lektor dan membentuk paguyuban lektor.


Pasal 44 Uraian Tugas Tim-Tim Pelayanan Bidang Pelayanan Liturgi (6) Tim Pelayanan Pemazmur (a) Menyusun program pelayanan, melaksanakan, melakukan monitoring, evaluasi, serta membuat laporan pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah dilaksanakan. (b) Melakukan koordinasi pemazmur lingkungan/wilayah/kelompok secara berkala. (c) Menyusun dan mengatur jadwal petugas pemazmur. (d) Mengadakan pembekalan, pembelajaran, dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pemazmur lingkungan/wilayah/kelompok. (e) Menyelenggarakan pengkaderan petugas mazmur dan membentuk paguyuban mazmur.


Pasal 44 Uraian Tugas Tim-Tim Pelayanan Bidang Pelayanan Liturgi (7) Tim Pelayanan Pemusik/Gamelan (a) Menyusun program pelayanan, melaksanakan, melakukan monitoring, evaluasi, serta membuat laporan pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah dilaksanakan. (b) Melakukan koordinasi pemusik lingkungan/wilayah/kelompok secara berkala. (c) Menyusun dan mengatur jadwal petugas pemusik. (d) Mengadakan pembekalan, pembelajaran, dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pemusik lingkungan/wilayah/kelompok. (e) Memelihara alat musik yang tersedia. (f) Menyelenggarakan pengkaderan petugas pemusik/gamelan dan membentuk paguyuban pemusik/gamelan.


Pasal 44 Uraian Tugas Tim-Tim Pelayanan Bidang Pelayanan Liturgi (8) Tim Pelayanan Paramenta (a) Menyusun program pelayanan, melaksanakan, melakukan monitoring, evaluasi, serta membuat laporan pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah dilaksanakan. (b) Merawat dan menjaga kebersihan sarana dan prasarana peribadatan. (c) Membuat daftar inventaris seluruh sarana dan prasarana peribadatan, dan mengadakan pengecekan secara berkala. (d) Melengkapi dan/atau mengganti sarana dan prasarana peribadatan sesuai kebutuhan. (e) Menyediakan hal-hal yang diperlukan untuk kepentingan perayaan-perayaan Ekaristi Mingguan, Hari Raya, maupun Hari Khusus. (f) Bersama Koster, memastikan tersedianya peralatan liturgi dalam perayaan ekaristi lingkungan.


Pasal 44 Uraian Tugas Tim-Tim Pelayanan Bidang Pelayanan Liturgi (9) Tim Pelayanan Tata Altar (a) Menyusun program pelayanan, melaksanakan, melakukan monitoring, evaluasi, serta membuat laporan pertanggungjawaban atas kegiatan yang telah dilaksanakan. (b) Melakukan koordinasi dengan petugas tata altar secara berkala. (c) Menyusun dan mengatur jadwal petugas tata altar untuk perayaan ekaristi mingguan, Hari Raya, dan hari khusus. (d) Melengkapi, memelihara, dan/atau mengganti sarana dan prasarana tata Altar. (e) Mengadakan pembinaan, pembekalan, pembelajaran, dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas kerja petugas tata altar. (f) Menyediakan, merawat, dan memelihara tanaman pot untuk tata altar.


Pasal 50 Tugas Dewan Pastoral Paroki Pleno (1) Memberikan pertimbangan-pertimbangan dan masukan-masukan umum mengenai reksa pastoral yang perlu dikembangkan di paroki. (2) Menyempurnakan dan mengesahkan program pelayanan dan RAPB paroki. (3) Memberikan evaluasi umum mengenai pelaksanaan reksa pastoral. (4) Mendengarkan laporan pertanggungjawaban program pelayanan Dewan Pastoral Paroki Inti dan memberikan evaluasi umum.


Pasal 67 Prodiakon Paroki (1) Prodiakon paroki adalah orang awam, yang diangkat oleh Uskup atas usulan Pastor Paroki dengan Surat Keputusan, untuk membantu imam menerimakan sakramen mahakudus dalam perayaan ekaristi dan mengirim sakramen mahakudus kepada orang-orang sakit serta melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Pastor Paroki. (2) Prodiakon Paroki melaksanakan tugas dalam kesatuan dengan reksa pastoral paroki dan dalam koordinasi Pastor Paroki. (3) Mekanisme pemilihan Prodiakon: (a) Diusulkan umat melalui Ketua Lingkungan. (b) Diajukan ke Dewan Pastoral Paroki Harian melalui Ketua Wilayah. (c) Diadakan seleksi oleh Dewan Pastoral Paroki Harian dan Koordinator Tim Pelayanan Prodiakon. (d) Diusulkan ke Keuskupan untuk mendapatkan pengesahan dan Surat Tugas dari Uskup oleh Pastor Paroki.


Pasal 67 Prodiakon Paroki (4) Masa bakti Prodiakon Paroki selama 3 (tiga) tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember dan dapat dipilih kembali untuk masa bakti berikutnya selama masih memenuhi syarat sebagai Prodiakon. (5) Syarat Prodiakon: (a) Pria atau Wanita, yang berusia antara 25-65 tahun. (b) Berpenampilan layak serta sehat jasmani dan rohani. (c) Sudah menerima sakramen inisiasi, yaitu Sakramen Baptis, Ekaristi dan Penguatan. (d) Rajin berdoa dan mengikuti Perayaan Ekaristi atau ibadat-ibadat ilahi. (e) Aktif terlibat dalam kegiatan di tingkat Paroki dan Lingkungan. (f) Bersemangat dalam hidup menggereja dan memiliki loyalitas pada Gereja Katolik Roma. (g) Bersedia untuk melayani dan memiliki komitmen terhadap tugas pelayanannya. (h) Diterima oleh umat. (i) Mempunyai nama baik di tengah umat dan masyarakat.


Pasal 67 Prodiakon Paroki (j) Mempunyai kemampuan bekerjasama dan bermusyawarah. (k) Menyatakan kesanggupan dan bersedia melayani. (l) Memiliki semangat untuk belajar hal-hal yang mengembangkan dan mendukung pelayanannya. (6) Dalam mengusulkan calon-calon prodiakon paroki hendaknya memperhatikan aspek kaderisasi yang berciri mengikutsertakan, mengembangkan dan memberdayakan. (7) Jika selama menjabat, prodiakon Paroki melanggar moral kristiani dan Hukum Gereja atau tidak bisa melaksanakan tugas karena sesuatu hal, Pastor Paroki berwenang memberhentikan


Click to View FlipBook Version