KBRI ITPC
Indonesian Trade Promotion Center
Korea
Selatan
Indonesia
PANDUAN PRAKTIS
EKSPOR PRODUK
MAKANAN DAN MINUMAN
KE KOREA SELATAN
KBRI
380 Yoidaebangro, Youngdeungpo-gu,
Seoul, 07342 Republic of Korea
+82-2-2224-9000
+82-2-783-5675
+82-2-780-4280
[email protected]
kemlu.go.id/seoul/id
kbri_seoul
@IdEmbassy_Seoul
KBRI Seoul
01 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
ITPC
Indonesian Trade Promotion Center
103 Korea Express Building 1211-1 Choryang-dong,
Dong-gu, Busan, South Korea 601-010
+82-51-441-1708
+82-51-441-1629
[email protected]
Itpc-busan.kr
itpcbusan
@itpcbusan
ITPC Busan
02Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
DAFTAR ISI
01 Kata Pengantar oleh Duta Besar RI di 05
Korea Selatan
02 Pendahuluan, Ruang Lingkup, Tujuan 07
03 Profil Pasar Produk Makanan dan Minuman 09
di Korea Selatan
04 Perkembangan Perdagangan Indonesia- 17
Korea Selatan di Bidang Makanan dan Minuman
05 Hambatan Ekspor Produk Makanan dan 21
Minuman Indonesia ke Korea Selatan
06 Peraturan dan Kebijakan Korea Selatan 23
bagi Impor Produk Makanan dan Minuman
07 Alur dan Prosedur Ekspor Produk Makanan dan 25
Minuman ke Pasar Korea Selatan
03 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
37 Strategi Memasuki Pasar Korea Selatan untuk 08
Produk Makanan dan Minuman Indonesia
47 Daftar Importir Potensial Korea Selatan bagi 09
Produk Makanan dan Minuman
51 Kontak Otoritas Terkait 10
53 Daftar Pustaka 11
Pengarah:
Zelda Wulan Kartika
Penyusun:
Ani Nigeriawati
Dwinanto Rumpoko
Reandhy P. Dharmawan
Editor:
Devi Melissa Silalahi
Penerbit:
PT Imaji Hakiki
04Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Umar Hadi KATA
PENGANTAR
OLEH DUTA BESAR RI UNTUK KOREA SELATAN
Korea Selatan merupakan salah satu mitra dagang penting Indonesia.
Hubungan ekonomi Indonesia-Korea Selatan telah berkembang sangat
pesat selama 48 tahun sejak terjalinnya hubungan diplomatik pada
September 1973. Tercatat, pada tahun 2020, nilai perdagangan kedua negara
mencapai USD 13.9 miliar dengan nilai ekspor USD 7.6 miliar. Dalam hal ini,
30% ekspor didominasi oleh produk mineral. Meskipun demikian, peluang
produk ekspor Indonesia lainnya seperti makanan dan minuman tetaplah
besar dengan dua target pasar, yaitu masyarakat Korea Selatan (±51 juta) dan
masyarakat Indonesia yang tinggal di Korea Selatan (± 37.000).
Perlu diketahui, masyarakat Korea Selatan memiliki minat yang tinggi
terhadap produk makanan dan minuman yang baik bagi kesehatan, mudah
dikonsumsi, serta dikemas dengan menarik dan sederhana. Hal ini tentunya
menjadi peluang yang dapat diolah dan dimanfaatkan dengan baik oleh
para eksportir Indonesia. Namun demikian, para eksportir Indonesia juga
perlu menggarisbawahi sejumlah keluhan importir Korea Selatan terhadap
produk Indonesia, diantaranya terkait konsistensi mutu, ketepatan waktu
pengiriman barang (shipment), packaging yang kurang menarik, belum
terpenuhinya standar sanitary dan phytosanitary (SPS), dan ketidaksesuaian
selera pasar.
05 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Dalam rangka mendorong penetrasi produk Indonesia ke pasar Korea
Selatan, KBRI Seoul dan ITPC Busan berkomitmen untuk terus
mempertemukan dan menjembatani komunikasi para eksportir dan calon
buyers di Korea Selatan. Komitmen tersebut tercermin dari aktifnya
penyelenggaran kegiatan business matching kedua negara. Disamping itu,
sebagai bentuk edukasi, KBRI Seoul bekerja sama dengan ITPC Busan untuk
pertama kalinya menyusun Buku Saku Digital ini sebagai platform atau
panduan bagi para eksportir Indonesia, khususnya UMKM.
Melalui sinergi dan dukungan seluruh pihak, Saya meyakini bahwa eksportir
Indonesia dapat sukses menembus pasar Korea Selatan.
Kuncinya ialah (i) jeli melihat peluang; (ii) tingkatkan inovasi dan kreativitas;
(iii) pelajari selera pasar dan aturan setempat; (iv) kembangkan kolaborasi; (v)
manfaatkan digitalisasi; (vi) perhatikan stimulus dan kebijakan pemerintah
yang mendukung.
Akhir kata, Saya berharap Buku Saku Digital ini kiranya dapat terus
memberikan inspirasi dan berkontribusi bagi peningkatan perekonomian
Indonesia.
06Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
PENDAHULUAN,
RUANG LINGKUP,
TUJUAN
07 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
PENDAHULUAN
Indonesia terus berusaha meningkatkan kinerja ekspor ke negara tujuan
Korea Selatan. Sebagai negara berpenduduk 51 juta jiwa dengan pendapatan
per kapita tahun 2020 sebesar USD 30.600, Korea Selatan merupakan pasar
yang sangat potensial. Salah satu produk ekspor nonmigas yang berpeluang
untuk ditingkatkan, yaitu makanan dan minuman.
Berdasarkan data dari Korea International Trade Association (KITA), total
perdagangan Indonesia dan Korea Selatan pada tahun 2020 mencapai USD
13,91 miliar. Dalam hal ini, ekspor Indonesia ke Korea Selatan sebesar USD 7,59
miliar dan impor Indonesia dari Korea Selatan sebesar USD 6,31 miliar.
Selama periode tersebut, Indonesia
mengalami surplus senilai USD 1,28 Total Perdagangan Indonesia
miliar. - Korea Selatan
Saat ini, Indonesia dan Korea Selatan Ekspor Indonesia Surplus
tengah memasuki babak baru kerja ke Korea Selatan
sama perdagangan bilateral setelah USD 1,28 Milliar
ditandatanganinya Perjanjian USD 7,59 Milliar
Kemitraan Ekonomi Komprehensif
Indonesia-Korea (IK-CEPA). Namun Ekspor Korea Selatan
demikian, implementasi perjanjian ke Indonesia
tersebut masih menunggu
persetujuan parlemen kedua negara. USD 6,31 Milliar
Total nilai perdagangan Indonesia dan Korea Selatan pada
tahun 2020, berdasarkan data dari Korea International Trade
Association (KITA).
RUANG LINGKUP
Pembahasan terbatas pada produk makanan dan minuman Indonesia yang
telah di ekspor dan yang berpotensi untuk di ekspor ke Korea Selatan.
TUJUAN
Penulisan Buku Saku Digital ini bertujuan untuk memberikan informasi
mengenai kondisi pasar komoditas makanan dan minuman di Korea Selatan
(Korea Selatan). Beberapa data statistik dan regulasi yang berkaitan dengan
komoditas tersebut di dalam laporan ini disadur dari berbagai sumber dan
pusat data terpercaya sehingga data-data yang tersaji adalah valid adanya.
Melalui Buku Saku Digital ini diharapkan dapat menjadi acuan informasi bagi
pengusaha Indonesia yang ingin memasarkan produknya ke pasar Korea
Selatan, khususnya untuk komoditas makanan dan minuman serta
membantu meningkatkan daya saing produk Indonesia dalam perdagangan
global.
08Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
PROFIL PASAR
PRODUK MAKANAN
DAN MINUMAN
DI KOREA SELATAN
09 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Di tengah pandemi COVID-19,
permintaan produk Home Meal
Replacement (HMR) atau makanan
siap saji termasuk mie instan, frozen
food, refrigerated food meningkat
karena masyarakat Korea Selatan
lebih banyak menghabiskan waktu di
rumah dan meminimalkan aktivitas
di luar.
Ministry of Agriculture, Food and Rural Affairs (MAFRA) Korea Selatan (Korea
Selatan) dan Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corporation (aT)
menyatakan bahwa nilai penjualan HMR meningkat di tengah pandemi.
Korea Rural Economic Institute (KREI) mendefinisikan HMR di Korea Selatan
dalam 4 level yaitu, nasi instan pada level pertama, frozen food dan
refrigerated food sebagai level kedua, makanan-makanan yang lebih
beragam termasuk rice bowl, sup, stew, lauk-lauk instan sebagai level ketiga
dan produk meal-kit hasil kerja sama Private Brand (PB) dari distributor dan
restoran terkenal sebagai level keempat.
Perubahan Tren Konsumsi Makanan Sebelum dan Saat COVID-19
KATEGORI
Makanan Kesehatan 1 0 2 9
Makanan Kesehatan untuk Anak-Anak 1 9
3 3
Breakfast Cereal 2 10 PERUBAHAN
Jajanan Mentah (Buah Kering, Kacang, dll.) 1
5
Yoghurt -2.5
HMR 2.5 5 7.5
Roti/Madu/Sirup
Kue
Permen/Jelly
Jajanan Biasa
-5
Sumber: aT Food Information Statistic System (aTFIS)
10Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Penjualan HMR termasuk nasi Penjualan Makanan Instan Beku
instan, makanan beku dan dan HMR di Bulan Januari dan
makanan laut instan terus Februari 2020
mengalami pertumbuhan secara
signifikan di tengah COVID-19. 480%
Berdasarkan data G-Market, salah
satu e-commerce terbesar di Korea 248%
Selatan, hasil penjualan makanan
instan beku (frozen convenience Makanan Instan Beku (Frozen Convenience Meal)
meal) meningkat sebesar 248% dan HMR
penjualan HMR di platform
e-commerce, We Make Price Sumber: G-Market (data pada periode bulan Januari
melonjak sebesar 480% y-o-y pada dan Februari 2020)
periode bulan Januari dan Februari
2020.
Berdasarkan hasil survei CJ CheilJedang yang diterbitkan melalui laporan
‘Perubahan Konsumsi Produk Makanan dan Minuman dalam Era Post
COVID-19 dan Strategis Penetrasi Pasar Global’ oleh Korea International
Trade Association (KITA) menunjukkan bahwa 46.4% dari responden survei
tersebut menyatakan bahwa pengeluaran mereka untuk belanja HMR
meningkat secara sigfinikan dibanding sebelum pandemi. Di antaranya,
produk-produk yang tahan lama seperti air mineral, nasi instan, mie instan,
bubur, makanan berkuah, dan lain-lain.
Sejalan dengan tren tersebut, penjualan HMR produk daging dan produk
ikan olahan meningkat karena semakin banyak masyarakat yang lebih
memilih untuk makan di rumah daripada di luar di tengah penerapan
kebijakan social distancing yang ketat dan batas waktu jam buka restoran
terutama di daerah Seoul dan Provinsi Gyeonggi. Pengeluaran konsumsi
rata-rata untuk produk daging olahan per rumah pada bulan Maret 2020
meningkat 15% y-o-y. Pasar produk ikan olahan juga meingkat dengan
rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 30% selama 4 tahun terakhir,
meskipun ukuran pasar masih termasuk kecil jika dibandingkan pasar HMR
daging.
11 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Skala Produksi Produk Daging Olahan Saat pandemi COVID-19 mulai
memasuki periode yang
(Unit: KRW Milyar) berkepanjangan, selain produk
HMR, minat masyarakat Korea
60000 Selatan semakin tinggi untuk
menjaga kesehatan. Makanan
50000 kesehatan menjadi salah satu
makanan favorit masyarakat Korea
40000 Naik 1.3 kali Selatan di tengah pandemi
30000 COVID-19 karena minat untuk
20000 meningkatkan imunitas tubuh.
10000 Berdasarkan data CJ Olive Young,
penjualan produk di bawah
0 2015 2016 2017 2018 kategori makanan kesehatan
meningkat 35% y-o-y pada tahun
Sumber: MFDS 2020. Berdasarkan sebuah laporan
KITA, permintaan konsumen
Ukuran Pasar HMR Produk Akuatik di Korea Selatan terhadap makanan dan minuman
kesehatan termasuk makanan
(Unit: KRW Milyar) organik dan suplemen kesehatan
meningkat.
400
Vitamin, ginseng merah, prebiotik
350 340 adalah produk dengan permintaan
300 paling tinggi di antara suplemen
dan makanan kesehatan. Data
250 200 240 tersebut menunjukan perhatian
200 terhadap makanan terkait
150 160 Naik 2.1 kali kesehatan di Korea Selatan pada
100 masa pandemi COVID-19 semakin
tinggi.
50
10 2017 2018 2019
2016
Sumber: Maeil Business Newspaper
Pengeluaran Rata-Rata Per Keluarga Untuk Belanja
Daging dan Produk Akuatik Olahan Per Triwulan
(Unit: KRW Milyar)
60000
50000
40000 15% Q4
30000 Q3
10%
20000 Q2
10000 Q1
0
2015 2016 2017 2018
Sumber: Statistic Korea
12Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Konsumsi Makanan Kesehatan Yang Meningkat Setelah
Pandemi COVID-19
Amino Acid Protein 10.0 %
Dietary Fiber 10.2 %
Madu, Enzyme 11.0 %
Omega 3 18.4 %
Ekstrak Buah 21.6 %
Probiotics 28.2 %
Produk Ginseng 31.0 %
Vitamin & Mineral 55.0 %
Sumber: Korea Rural Economic Institute
Pada tahun 2018-2019 sebelum pandemi COVID-19, ekstrak kubis/kol, ginseng
merah menjadi produk unggulan masyarakat Korea Selatan kategori
makanan kesehatan. Namun, permintaan suplemen nutrisi seperti Omega 3,
Vitamin D, minyak udang (krill) meningkat setelah penyebaran COVID-19.
Disamping itu, konsumsi kopi juga meningkat secara signifikan karena
dikarenakan munculnya tren baru masyarakat di Korea Selatan yaitu home
café.
Tren baru ini muncul karena dampak penerapan social distancing dan
pembatasan pengunjung cafe. Berdasarkan data Market Kurly, salah satu
e-commerce khusus untuk belanja grosir, data penjualan kopi meningkat
hingga 42%. Hasil penjualan Starbucks juga mengalami peningkatan, sejalan
dengan tren penjualan kopi instan yang meningkat 20% y-o-y selama periode
bulan Januari sampai Juli 2020.
Minat Masyarakat Korsel Pada Home Café, Capsule Coffee, Coffee Machine
2018
Jan April July Oct Jan April
13 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Selain kopi, permintaan minuman berkarbonasi seperti Coca Cola dan Sprite
juga mengalami pertumbuhan berkat peningkatan jumlah pesanan antar
(food delivery) di tengah pandemi, terutama pesanan ayam goreng, pizza, dll
yang cocok disajikan dengan minuman berkarbonasi.
Berdasarkan data Nielsen Korea, nilai penjualan Chilsung Cider (semacam
sprite produksi Korea Selatan) dan Coca Cola masing-masing melonjak 4%
y-o-y sebesar KRW 151 miliar dan 12% y-o-y sebesar KRW 271 miliar pada paruh
pertama tahun 2020.
Peningkatan Penjualan Minuman Berkarbonasi
pada Paruh Pertama Tahun 2020
12% (KWR 271 Milliar)
4% (KWR 151 Milliar)
Sumber: Nielsen Korea
Home Café Capsule Coffee Coffee Machine
2019 2020
July Oct Jan April July
Sumber: Naver Date Lab (“18.1~”20.9)
14Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Berdasarkan perubahan tren produk makanan dan minuman di Korea
Selatanyang dikarenakan oleh dampak COVID-19, terdapat beberapa saran
yang dapat menjadi dasar peluang pasar bagi produsen maupun
distributor Indonesia sebagai berikut.
Pengembangan Pemasaran produk Transparansi proses
makanan Indonesia makanan dan produksi dan
minuman yang
dalam bentuk distribusi produk.
produk HMR atau menekankan aspek
kesehatan.
siap saji.
PENGEMBANGAN MAKANAN INDONESIA
DALAM BENTUK PRODUK HMR ATAU SIAP SAJI
Pengenalan produk HMR Indonesia MIE INSTAN
termasuk mie instan, frozen food,
refrigerated food serta produk daging
olahan dan ikan olahan akan menciptakan
peluang penetrasi pasar, dengan
cara menguji pasar dari segi
preferensi konsumen dan analisa
permintaan pasar.
REFRIGERATED
FOOD
PRODUK HMR
INDONESIA
FROZEN
FOOD
DAGING
OLAHAN
IKAN OLAHAN
15 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
PEMASARAN PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN
YANG MENEKANKAN ASPEK KESEHATAN
Tren makanan dan minuman Nilai Impor Produk Noni dari Indonesia
kesehatan diperkirakan akan
terus berlanjut di pasar 300 280 ton
makanan dan minuman Korea
Selatan bahkan di masa pasca 250
pandemi COVID-19. Pemasaran
(marketing) produk makanan 200
dan minuman kesehatan
sangat diperlukan ketika 150
produk Indonesia ingin
memasuki pasar Korea Selatan. 100
50
7 ton 17 ton
10
2016 2017 2018
Sumber: Ministry of Food and Drug Safety (MFDS)
Pasalnya, produk Noni dari Indonesia pernah menjadi suplemen kesehatan
unggulan masyarakat Korea Selatan sekitar tahun 2017-2019. Sebagai
catatan, nilai impor Korea Selatan untuk produk Noni pernah mencapai 7 ton
di tahun 2016, 17 ton di tahun 2017 dan 280 ton per akhir November 2018
berdasarkan data dari Ministry of Food and Drug Safety (MFDS).
TRANSPARANSI PROSES PRODUKSI DAN
DISTRIBUSI PRODUK
Kepastian transparansi dalam proses produksi dan distribusi produk
berperan penting untuk meningkatkan kepercayaan produk terkait isu
kesehatan. Pasalnya, ketika permintaan Noni dari Indonesia meningkat
diantara konsumer Korea Selatan, MFDS mewajibkan importir yang
mengimpor bubuk Noni dari Vietnam, India, AS, Indonesia dan Peru untuk
memeriksa persentase kandungan benda asing dalam bentuk metalik.
Hanya importir yang lulus standar keamanan tersebut yang
dapat mengimpor Noni ke Korea Selatan. Ketentuan tersebut
diterapkan karena seringnya terjadi kasus kandungan bahan
asing dalam bentuk metalik dari bubuk Noni impor, terutama
dari Indonesia.
16Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
PERKEMBANGAN
PERDAGANGAN
INDONESIA -
KOREA SELATAN
DI BIDANG MAKANAN
DAN MINUMAN
Produk Makanan dan Minuman terdiri dari banyak Kode HS, namun agar
mempermudah dikelompokan pada kelompok Kode HS sebagai berikut:
Pengelompokan Produk Makanan dan Minuman
Berdasarkan Kode HS
Step 2
Step 4
1 Kembang Gula 3 Minuman Non Alkohol
(HS 1704)
Makanan Ringan (HS 2202)
(HS 1905)
2 Step 3 4Jus Buah dan
Jus Sayuran,
Tidak Difermentasi
(HS 2009)
17 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
MAKANAN RINGAN (HS 1905)
Makanan ringan masuk dalam kategori confectionaries, yang mana merujuk
kepada biskuit, permen, permen karet, dan ice candy yang diproses dengan
penambahan bahan lain atau bahan aditif lain, yang menggunakan materi
sayur mentah atau buah sebagai bahan utama.
(HS 6 digits) 3 tertinggi:
HS 190531 HS 190532 HS 190590
Sweet biscuits Waffles and wafers Others
18Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
KEMBANG GULA (HS 1704)
Nilai Impor Produk Kembang Gula
-16,90 %
1,97 %
2015 2016 2017 2018 2019 2020
Nilai impor produk kembang gula mengalami penurunan dalam hal
pertumbuhan selama periode 2015- 2019 sebesar -16,90%. Pada tahun 2019
meningkat sebesar 1,97 % dari tahun sebelumnya dengan nilai USD. 3,56 juta
menjadi USD 3,63 juta dengan pangsa impor Korea Selatan dari Indonesia
sebesar 0,04%, dan 1,54% dari total impor produk dari dunia.
JUS BUAH DAN JUS SAYURAN,
TIDAK DIFERMENTASI (HS 2009)
Nilai impor produk jus buah dan Nilai Impor Produk Jus Buah dan
jus sayuran, tidak difermentasi Jus Sayuran, Tidak Difermentasi
mengalami peningkatan dalam
hal pertumbuhan signifikan 2015 2016 2017 2018 2019 2020
selama periode 2015-2019 sebesar
113,01%. Pada tahun 2019
meningkat sebesar 18,64% dari
tahun sebelumnya dengan nilai
USD 515 ribu menjadi USD 611
ribu dengan pangsa impor Korea
Selatan dari Indonesia sebesar
0,01%, dan 0,26% dari total impor
produk ini dari dunia.
19 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
MINUMAN NON ALKOHOL (HS 2202)
Beberapa Contoh AMDK
(Air Minum Dalam Kemasan)
Minuman
Berkarbonasi
Minuman Minuman Soda
Isotonik dan Non-Soda
Berperisa
Minuman Minuman Kopi dalam
Energi Non Alkohol Kemasan
(HS 2202)
Susu Kedelai Teh dalam
Kemasan
Minuman
Susu UHT
Beberapa contoh minuman yang termasuk ke dalam kode HS ini seperti AMDK
(Air Minum Dalam Kemasan), minuman berkarbonasi, minuman soda dan
non-soda yang diberi rasa dan mengandung tambahan gula atau pemanis
lainnya, kopi atau teh dalam kemasan, minuman susu UHT, susu kedelai,
minuman energi dan minuman isotonik. Perkembangan impor Korea Selatan
untuk produk minuman non alkohol dengan kode HS 2202 ini dalam 2 (dua)
dekade relatif mengalami peningkatan.
MAKANAN OLAHAN (HS 2106)
Meningkatnya tren gaya hidup sehat, generasi muda berpendidikan tinggi
serta penggunaan teknologi berakibat pada peningkatan nilai dan kualitas
produk makanan sehat, bernutrisi dan beragam rasa, semua mendorong
pertumbuhan pasar. Dengan kondisi tersebut impor produk makanan olahan
diproyeksikan terus meningkat ditahun-tahun mendatang, terlihat dari impor
makanan olahan Korea Selatan dari Indonesia tumbuh 37,53% dalam 5 tahun
terakhir.
Berdasarkan pencatatan Trademap, di tahun 2019 impor makanan olahan dari
Indonesia ke Korea Selatan tercatat meningkat signifikan sebesar 81,12% dari
tahun sebelumnya dengan nilai USD 2,11 juta menjadi 3,83 juta. Pangsa impor
makanan olahan Korea Selatan dari Indonesia sebesar 0,22% dari total impor
makanan olahan Korea Selatan dari dunia dan 0,04% dari total impor Korea
Selatan dari Indonesia.
20Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
HAMBATAN EKSPOR
PRODUK MAKANAN DAN
MINUMAN INDONESIA
KE KOREA SELATAN
Hambatan untuk produk makanan dan minuman ke Korea Selatan adalah
lebih kepada hambatan mutu standar dan kualitas produk karena
Pemerintah Korea Selatan sangat melindungi Warga Negara Korea dari
produk-produk impor yang tidak sehat dan berbahaya bagi manusia. Selain
jarak yang paling jauh dibandingkan dengan sesama negara ASEAN serta
kurangnya informasi detail tentang peraturan dan standarisasi negara tujuan
ekspor, (terkait kendala Bahasa).
Hambatan Produk Makanan dan Minuman ke Korea Selatan
FOOD SANITASI IMPOR
SANITATION DAN SERTIFIKASI
KESEHATAN
ACT
PRODUK MENGANDUNG HEALTH
PESTISIDA TIDAK CERTIFICATE
TERDAFTAR PADA REGULASI IMPOR
MAXIMUM RESIDUAL MAKANAN OLAHAN
LIMIT (MRL) KOREA
21 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Adapun, secara rinci hambatan produk makanan dan minuman ke Korea
Selatan adalah sebagai berikut:
Food Sanitation Act, ditujukan untuk menjamin higienitas suatu
produk secara menyeluruh, sehingga diharapkan bisa
meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kemajuan
kualitatif produk pangan.
Korea tidak mengizinkan produk dari pertanian dimana pestisida
yang digunakan tidak terdaftar pada Maximum Residual Limit
(MRL) Korea. Jika masih terdapat hal tersebut, maka maksimum
MRL yang diperbolehkan adalah 0.01 mg/Kg.
Regulasi Impor makanan olahan. Regulasi ini terutama pada
produk pertanian, makanan olahan, food additive, dan lainnya.
Regulasi ini diterbitkan untuk inspeksi selama tahap manufaktur
dan pengolahan. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi
antara lain: onsight inspection facilities, registrasi for prior
inspection completion, system of managing safety of OEM food
imports, good importer practice, food safety area, dan lainnya.
Health certificate untuk produk pertanian dan perkebunan serta
perikanan.
Sanitasi impor dan sertifikasi kesehatan untuk produk olahan
berasal dari ternak.
22Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
PERATURAN DAN
KEBIJAKAN
KOREA SELATAN
BAGI IMPOR
PRODUK MAKANAN
DAN MINUMAN
Korea Selatan sangat ketat di dalam menjalankan prosedur impor makanan
dan minuman khususnya di komposisi dari makanan. Semua makanan
impor harus mengacu kepada aturan Food Safety Basic Act, Food
Sanitation Act dan Food Labeling Standard.
Acuan Aturan Impor Produk Makanan ke Korea Selatan
Food Safety
Basic Act
Food Food
Labeling Sanitation
Standard
Act
23 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Untuk menghindari masuknya jenis logam beracun, maka Ministry of Food
and Drug Safety (MFDS) menetapkan larangan penggunaan bahan-bahan
seperti timah, kadmium, merkuri, dan kromium, diatas 100 ppm. Beberapa
perusahaan produk makanan dan minuman di Korea Selatan, seperti Orio
misalnya, sudah beralih menggunakan tinta berbasis minyak sayur pada
kemasannya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Standar yang
harus dipenuhi untuk produk makanan dan minuman olahan yang akan di
ekspor ke Korea Selatan adalah sebagai berikut:
STANDARDS for manufacturing and processing of confectionery
Confectionery indude processed snacks, candies, chewing gums, popsicles made from plant derivatives with
other food products or food additives.
CRITERIA MANUFACTURING AND PROCESSING
1. Popsicles should be disinfected at 68.5 C0for more than 30 minutes or equivalent methods.
2 The size of a cup shaped jellies should have a lid over a radius of 55 cm and a height over 35.
FOOD GRADE TYPES
1. Confectionary
Powdered grain and other plant derivatives baked, expanded, fried or added with food product, additive biscuits,
crackers, traditional Korean sweets and snacks.
2. Candies
Made from plant derivatives or sugar, sugar alcohol, food additives or food additives and modified in shapes.
Candy, caramel sweet jelly, and jelly.
3. Chewing gum
Gum base from natural source, added with food product or food additive and processed.
4. Popsicle
Drinking water mixed with food product or food additive and frozen. No ice-cream which contains mik fat.
Standards
1. Form Contents with original taste smell and color no foreign taste and smell.
2. 20 and below (For onty fried food products, oll-and-honey pastry 3 0 and below).
3. Unapproved Tar coloring no tar alowed for candies, chewing gums only.
4, Unapproved artificial flavor: not allowed (for candies only).
5. Antioidants (g/kg) No antioxidants other than the next listed shall be detected (chewing gums only).
BHA 0.75 and below [in mixed use, BHA, BHT and THBQ amount under 075 when totaled).
BHT
THEQ
6. Bacterial numbers
- Confectionery, candies 10,000 per 1 g and below (seal packed products only lactobacillus products exampted).
- Popsicle: 3,000 per 1 mi and below in liquid form (lactobacilus containing popsicle exempted).
7. Coliform groups: 10 per 1 mL and below (only for popsicle).
- Lactobacilus number : More than indicated (lactobacillus containing confectionery, candies, popside only).
- Squeeze rate (Newton) : 5 and below (Cup-shapes etc. jellies only).
- Total Aflatoxin (gikg): 15 and below (Total of B1, B2, G1 and G2, for 81,10 g/kg and below, only for peanut
and nut products.
Contoh kasus yang pernah terjadi:
Container berisi kentang goreng yang dipotong dadu
diekspor ulang karena mengandung acidity 5,1. Sedangkan,
batas maksimum standar acidity di Korea Selatan adalah 2,0.
24Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
ALUR DAN PROSEDUR
EKSPOR PRODUK
MAKANAN DAN
MINUMAN KE PASAR
KOREA SELATAN
Dalam kebijakan impor, Korea Selatan menerapkan beberapa landasan
hukum terkait dengan perijinan masuk untuk produk makanan dan
minuman (diluar daging, ikan, dan unggas), seperti:
Food Sanitation Act
ditujukan untuk menjamin higienitas suatu produk
secara menyeluruh, sehingga diharapakan bisa
meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui
kemajuan kualitatif produk pangan.
Plant Quarantine Act
ditujukan pada segala jenis tanaman, buah-buahan,
sayur-sayuran untuk menghindari bahaya
penyebaran hama dan penyakit yang dapat
disebarkan melalui produk-produk tersebut.
Food Labelling Law
merupakan regulasi dimana produsen perlu
menyertakan informasi mengenai produk makanan
pada kemasan, sehingga konsumen dapat memilih
produk sesuai dengan informasi tersebut.
25 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Setiap produk yang akan memasuki pasar Korea Selatan diwajibkan
memenuhi syarat dan ketentuan bedasarkan kebijakan tersebut, dan untuk
memastikan keabsahannya, pelaku usaha perlu menghubungi instasi terkait
serta mengumpulkan dokumen-dokumen terkait dengan bahan baku
produksi, proses pembuatan, tujuan pemasaran produk, dan contoh produk
sebelum melalui tahap uji kelayakan produk.
Import Procedure for Confectionary and Snacks
Responsibilities of Required documents
exporters or importers
Required Compliance with the Food Sanitation Act Documents required from exporters
documents - Collect information whether items to be -List of materials.
-Manufacturing and processing documents
Import imported belong to subjects of Korea’s Food -Standards of items.
inspection Sanitation Act. -Other documents requested by the Food
- When necessary, exporters or importers must Sanitation Act.
carry out self-assessment of the goods.
-Exporters must prepare for documents Documents required from exporters
necessary for import notification. Documents -Invoice.
required for each item may differ based on -Packing list.
the Food Sanitation Act. -Bill of lading or air way bill.
Preparations for import clearance in Korea
- Exporters must prepare for documents
necessary for import clearance of the
Customs Office in Korea.
Compliance with the Food Sanitation Act Documents required from importers
Anyone wishing to import food must submit -Import notification.
import notification and other necessary -List of materials.
documents to the Korea Food & Drug -Manufacturing and processing documents.
Administration based on the Food Sanitation -Standards of items.
Act. -Other required documents such as
self-inspection of quality.
Selain dokumen import pada umumnya selain invoice, packing list dan bill of
loading, terdapat beberapa dokumen import clearance yang perlu disiapkan
oleh importer yang harus diketahui oleh exporter, yaitu sertifikat yang
dikeluarkan oleh Ministry of Food and Drug Safety (MFDS). Untuk itu
disarankan kepada exporter untuk mengirimkan sample terlebih dahulu
kepada calon importer untuk dicek terlebih dahulu kandungan makanan,
pengawet, bungkus kemasan, dll oleh MFDS.
26Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Catatan: 01MEMPERSIAPKAN
1. Ada beberapa dokumen import
clearance yang perlu disiapkan oleh IMPORT CLEARANCE
importir yang harus diketahui oleh DOCUMENTS
exporter. Misalnya, sertifikat yang
dikeluarkan oleh Ministry of Food & 02 MENGIRIM
Drugs Administration (MFDS).
SAMPLE PRODUK
2. Berkenaan dengan itu, ada
baiknya para exportir mengirimkan KE MFDS
sample terlebih dahulu kepada
calon importer untuk diuji-kan 03
kandungan makanan, pengawet,
bungkus dan lain sebagainya di MENYERTAKAN
MFDS. DOKUMEN UJI LAB.
3. Dokumen yang perlu disertakan 04 PENERBITAN
dalam pengiriman sampel adalah: CERTIFICATE OF
dokumen uji lab. yang dikeluarkan IMPORT NOTIFICATION
oleh Badan POM Republik FOR FOOD
Indonesia dan Lembaga uji yang
terakreditasi oleh KAN atau oleh
lembaga internasional.
4. Setelah memenuhi syarat dari
MFDS, maka MFDS akan
mengeluarkan Certificate of Import
Notification for Food.
Sertifikat ini harus ditempel dalam
bentuk label stiker yang berbahasa
Korea pada bungkus makanan.
Pada saat kontainer datang di
pelabuhan pun masih dilakukan
cek random terhadap produk yang
sudah mendapat ijin dari MFDS.
Sebagai catatan banyak kontainer
yang di re-export atau dibakar
karena ditemukan kandungan–
kandungan yang tidak sesuai
dengan standar yang berlaku di
Korea Selatan.
27 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Berikut daftar Lembaga yang sudah diakreditasi oleh MFDS untuk
melakukan uji lab produk makanan dan minuman di Korea Selatan.
NAMA LEMBAGA LAMAN JENIS TEST
1 Korea Advanced Food Research www.kaf ri.or.kr Food, Health functional food,
Institute Qualitative GMO testing,
irradiated food testing
2 Korea Health Industry www.khidi.or.kr Food & Health functional food,
Development Institute parasite eggs in food
3 Korea Advanced Food Research www.kaf ri.or.kr Food & Health functional food
Institute - Cabang Busan
4 Korea Research Institute www.kf ri.re.kr Food & Health functional food
5 Korea Basic Science Institute www.kbsi.re.kr Dioxin
- Seoul Dioxin
6 Korea Testing Laboratory www.ktl.re.kr
7 Jeonbuk Bioindustry www.jbdi.or.kr Qualitative GMO testing
Development Institute
www.anapex.com Food & Health functional food,
8 Korea Research Institute of Qualitative GMO testing
Analytical Technology
www.khsi.re.kr Food & Health functional food,
9 Korea Health Supplement Irradiated food testing
Institute
www.kogene.co.kr Qualitative GMO testing
10 Kogene Biotech
11 Takara Korea Biomedical www.kgac.co.kr Qualitative GMO testing
12 SGS Testing Korea www.kr.sgs.com/kr Qualitative GMO testing
13 JPNC www.jnc.co.kr Qualitative GMO testing
Irradiated food testing
14 Advance Radiation Technology
Institute, Korea Atomic energy www.kaeri.re.kr Sumber: PDF MFDS
Research Institute
28Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
PERSYARATAN DOKUMENTASI PENGIRIMAN
FAKTOR SERTIFIKAT SKA
KOMERSIAL ASAL SERTIFIKASI
ASAL
Dokumen pengiriman berikut diperlukan untuk menyelesaikan Bea Cukai
Korea Selatan:
Faktor Komersial: Faktur asli dan dua salinan harus disertakan dengan
dokumen pengiriman dan harus menyertakan nilai total, nilai unit, kuantitas,
tanda, deskripsi produk, dan pengiriman dari / ke informasi.
Sertifikat Asal: Surat Keterangan Asal. Juga disarankan agar eksportir
mendiskusikan persyaratan dokumen pengiriman dengan importirnya
masing-masing. Berdasarkan SKA dari produsen, importir dapat
memberitahukan sertifikasi tertulis atau elektronik kepada Bea Cukai Korea
Selatan. Produsen, eksportir atau importir diharuskan menyimpan semua
dokumen (mis., bill of material, dokumentasi proses manufaktur, dll.) Yang
menunjukkan bahwa barang tersebut memenuhi syarat sebagai barang asal
Indonesia.
SKA-Sertifikasi Asal oleh produsen atau eksportir biasanya menjadi dasar
untuk memutuskan bahwa barang tersebut memenuhi syarat untuk tarif
preferensial. Sertifikasi dapat dibuat untuk satu pengiriman atau untuk
beberapa pengiriman barang identik, hingga dua belas bulan, dengan
menentukan ini dalam sertifikasi. Importir menyerahkan sertifikasi ke Bea
Cukai Korea Selatan, secara tertulis atau elektronik, termasuk setidaknya
informasi berikut: Nama dan informasi kontak INSTITUSI yang memberi
sertifikasi, Importir Eksportir, Produsen barang, Klasifikasi Tarif Sistem
Harmonisasi dan deskripsi barang.
29 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Informasi yang menunjukkan bahwa barang tersebut berasal dari Indonesia.
Ini dapat dipenuhi dengan:
Bill of Lading: Bill of lading yang bersih yang mengidentifikasi nama
pengirim, nama dan alamat penerima, nama pelabuhan tujuan, deskripsi
kargo, daftar harga biaya pengiriman dan asuransi (CIF), dan pengesahan
penerimaan pengangkut di atas kapal untuk barang sudah cukup. Tidak ada
peraturan yang berkaitan dengan bentuk bill of lading atau jumlah bill of
lading yang diperlukan untuk melewati bea cukai. Karena bill of lading
adalah untuk kargo laut dan darat, bill of lading menggantikan bill of lading
untuk pengiriman kargo udara.
Asuransi Kelautan: Berdasarkan Incoterms (persyaratan pengiriman) yang
disetujui oleh para pihak dalam transaksi, jika eksportir bertanggung jawab
atas asuransi, diperlukan polis asuransi.
Pernyataan Impor: Pernyataan impor, biasanya disiapkan oleh importir
dalam bahasa Korea, diperlukan untuk melewati bea cukai.
Dokumentasi Khusus: Informasi terkait kebutuhan dokumentasi khusus
untuk pangan dan komoditas pertanian, termasuk sertifikat sanitary-
phytosanitary dan dokumentasi pertanian lainnya.
BILL OF LADING
01
02 ASURANSI KELAUTAN
PERSYARATAN
YANG MENUNJUKKAN
PRODUK BERASAL
DARI INDONESIA
03 PERNYATAAN IMPOR
04
DOKUMENTASI KHUSUS
30Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
PENGURUSAN IZIN IMPOR
Selain itu ada seperti yang sudah dijelaskan di atas, Indonesia sebagai
anggota ASEAN yang ikut menandatangani FTA bersama dengan Korea
Selatan diharuskan mengikuti import clearance FTA, form D bagi eksportir
Indonesia, berikut ini adalah prosedur pengurusan izin impor tersebut.
Diagram Prosedur Bea Cukai Korea Selatan di bawah FTA
Confirmation for FTA Contracting Party
- Provision of information on the FTA partner party con FTA portal site of KCS)
Confirmation for HS Codes of Korea
- Provision of Interpretation, consultation and Information concerning NS
classification
Confirmation for Preferential Tariff Treatment
- Provision of preferential tariff rate at exportation Con FTA portal site of KCS)
- Provision of benefits from FTA in advance
Conclusion of Import Contract
- Obligation to compensate any damages regarding preferential tariffs shall
be stated on the contract
Receiving Goods (Direct Transport)
- Provision of isupport and interpretation if issues regarding direct
consignment arise
Preparation for Supporting Documents
- Support for prompt customs clearance procedures by submission of
documents only on request
Applying Preferential Duty Rates at Importation
- Making claim for preferential tariffs online by completing Declaration for
Preference (without on-site visit)
Applying Preferential Duty Rates after Acceptance of Import
Declaration within 1 year)
- Drawback (Paid duty rate - Preferential duty rate) provided after the review
Documents for Record keeping
- Obligation for record keeping is informed at FTA consultations
Preparation for Origin Verification
- Prevention of unnecessary inspections by conclusion of MoU on Origin
Verification with the FTA partner country
Sumber: customs.go.kr
31 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Berikut ini adalah Diagram Alur dan Prosedur Impor untuk produk makanan
dan minuman di Korea Selatan.
PROCESSED FOODS AGRICULTURAL
PRODUCTS
Import possible from all
countries Import possible only
from bilateral negotiated
countries
SAFELY
MANAGEMENT
SUBJECT
LIVESTOCK PRODUCTS MARINE PRODUCTS
(AND RELEVANT
PROCESSED FOODS) Import possible only from
blaterally negotiated
Import possible only from
registered facilities in countries countries (33 countries)
that signed the import
sanitation condition agreement
BEFORE IMPORT CUSTOMS AFTER IMPORT
SAFETY Registration of importer Preliminary prediction import Collection and inspection
MANAGEMENT and overseas manufacturer inspection system (OPERA) of distributed foods
METHOD On-site inspection of overseas Inspection of imported foods
manufacturing facilities and inspection orders
SAFETY Register excellent importers
MANAGEMENT Register excellent foreign
AGENT facilities
Managed by MFDS / MAFRA Managed by MFDS / MAFRA MFDS
(QIA) (QIA) Implemented by regional
office - local government
Sumber: Organic Food & Beverage Korea Market Study pdf
32Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Foreign Manufacturing Facilities Registration
1. Importer
KCS Electronic Clearence System
(UNI-PASS)
2. Submission of import decralation form for
food, etc. (or declaration with electronic)
3. Document 4. Field Test 5. Laboratory 6. Random
Review Test Sampling Test
7. Field Test (specimen collection for testing)
8. Laboratory Test
(by MFDS or food sanitation testing agency)
9. Decision on Compliance
10. Compliance 15. Non-compliance
16. Notification of Non-compliance
11. Issuance of Certificate of Completion
of Import Declaration for Food, etc. 17. Return and Disposal
12. Customs Clearance Sumber: Organic Food & Beverage Korea Market Study pdf
13. Domestic Distribution
14. Follow-up Management on
Domestic Distribution
33 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Korea MFDS Imported Food
Customs Portal Site (KIFDA)
Import KCS Single
declarant WIndow for
(Owner/proxy)
Customs
Clearance
(BASS)
Issue certificate of Domestic/Oversea
import declaration a risk
OPERA information
collection
Automatic
classification
of high-risk food
Notify custom clearance
after document review
Complianc
No: Document Focussed YES:
Review Inspection Laboratory/
Senaory test
Decision
Return/Disposal Person in charge of
Non- analysis center at
regional office of FDS
complianc
(LIMS System)
OK?
Sumber: Organic Food & Beverage Korea Market Study pdf
34Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
LABELLING
Label merupakan salah satu aspek penting dalam pemasaran produk.
Eksportir harus menyertakan label produk maupun label kemasan. Setelah
semua memenuhi syarat dari MFDS, maka MFDS akan mengeluarkan
Certificate of Import Notification for Food yang kemudian kedepannya
diaplikasikan dalam bentuk label stiker yang berbahasa Korea dan harus
ditempel pada bungkus minuman. Pada saat container datang di pelabuhan
pun masih mengalami cek random terhadap produk yang sudah mendapat
ijin dari KFDA. Setelah melewati semua proses, baru produk tersebut dapat
dipasarkan di Korea Selatan.
Sebagai catatan banyak produk minuman yang di re-ekspor atau dibakar
karena ditemukan kandungan-kandungan yang tidak sesuai dengan standar
yang berlaku di Korea.
LABEL PRODUK
Beberapa hal yang perlu disertakan dalam label produk adalah sebagai
berikut :
01 Nama dan jenis produk
02 Negara asal pembuatan
03 Daftar bahan baku utama (termasuk massa jenis dan persentase)
04 Bahan aditif makanan 80x 100mm 1000
05 Informasi nilai gizi 식품위생법에 의한 한글표시사항
찹쌀(국산) 74%, 김(국산) 12.3%, 현미유 5%,
참깨(국산)2%
06 Saran penyimpanan !
07 Nama, alamat, dan no. telp importir * 부정 불량 식품 신고는
08 Nomor lisensi importir 국번없이 1399
09 Tanggal produksi * 주의사항: 함께 포장된
방습제는 드시지 마십시오.
10 Tanggal kadaluarsa
11 Alamat untuk pengembalian barang jika ada kerusakan
12 Peringatan terkait gangguan kesehatan !
35 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
LABEL KEMASAN
Sejak diberlakukannya sistem eco-labeling di tahun 2009, jumlah produk
dengan kemasan ramah lingkungan menjadi semakin meningkat di
pasaran, pasalnya produsen dapat memperoleh akreditasi jika menyertakan
label eco-friendly pada produknya.
Disamping itu, melalui kebijakan ini pemerintah juga telah berhasil
mewujudkan prinsip pengolahan sampah 3R (recycle, reuse, dan reduce) di
Korea Selatan. Karenanya bagi produsen lokal maupun luar diwajibkan untuk
menyertakan label “Pemilahan Sampah” (Segregated Waste Collection)
berdasarkan jenis kemasan yang digunakan.
PET HDPE LDPE PP PVC OTHER
Iron Aluminium Paper Carton
Glass
PET HDPE LDPE PP PVC OTHER
36Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
STRATEGI MEMASUKI
PASAR KOREA SELATAN
UNTUK PRODUK
MAKANAN DAN
MINUMAN INDONESIA
37 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
Untuk masuk ke pasar Korea Selatan memiliki tantangan
tersendiri. Oleh karena itu strategi yang efektif diperlukan
oleh pengusaha Indonesia untuk mengatasi tantangan
tersebut. Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara
lain adalah :
MENINGKATKAN BERPARTISIPASI
KUALITAS PRODUK DALAM BERBAGAI
PAMERAN
KEMASAN MENJALIN KERJASAMA
YANG MENARIK DENGAN PERWAKILAN
DAGANG DI LUAR
NATURAL NEGERI
DAN ORGANIK MEMILIKI WEBSITE
PERUSAHAAN
38Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK
Korea Selatan memberlakukan peraturan yang ketat dalam memutuskan
produk impor, seperti :
1. Kualitas bahan baku
2. Kebersihan produk
3. Proses produksi
4. Pengemasan Produk, dalam pengemasan produk ini juga harus
dilengkapi dengan informasi produk yang jelas seperti bahan baku,
kandungan yang ada, berat bersih dan lainnya. Dan yang harus
diperhatikan juga adalah bahan untuk pengemasan produk yang
ramah lingkungan.
Kriteria Produk Berkualitas di Korea Selatan
Kualitas
Bahan
Baku
Kebersihan Proses
Produk Produksi
Pengemasan
Produk
Contoh Kasus:
Dari beberapa diskusi dengan para pengusaha makanan,
khususnya yang masih skala UKM, seperti kerupuk, tempe
keripik, keripik belut, dalam menjaga kualitas produksi
mereka hanya menggunakan 1 (satu) kali pakai minyak
goreng.
39 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
KEMASAN YANG MENARIK
Kecenderungan orang Korea adalah menyukai kemasan yang menarik.
Berdasarkan pengamatan, banyak makanan yang tidak terlalu istimewa
tetapi dikemas dalam sebuah wadah yang sangat bagus sehingga menarik
orang untuk membeli. Perusahaan Korea sangat agresif di dalam technology
packaging sehingga disarankan untuk para pengusaha Indonesia dapat
meniru apa yang dilakukan oleh Korea Selatan di dalam berkreasi dengan
packaging untuk meningkatkan nilai jual.
Sumber: eunsun85.tistory.com
NATURAL DAN ORGANIK
Dengan penghasilan yang tinggi, masyarakat Korea membelanjakan untuk
hidup sehat dan makanan sehat (well being), saat ini mereka melakukan
pengurangan asupan garam, gula dan nasi. Dalam menunjang hidup sehat
mereka juga lebih cenderung memilih makanan lokal yang menurut mereka
sudah memiliki standar yang tinggi dan memilih makanan yang berasal dari
organic. Para pelaku usaha di Indonesia bisa memasuki pasar Korea dengan
mengurangi kandungan garam dan gula atau dengan menggunakan bahan
yang berasal dari tanaman atau bahan organic.
Contoh Kasus:
Beberapa mie instan Indonesia sudah memasuki pasar
Korea, tetapi dengan citarasa yang berbeda. Informasi yang
didapatkan adalah meskipun pada bungkus mie instant
produk dan rasa adalah sama antara Korea Selatan dan
Indonesia, tetapi rasa sangat jauh berbeda. Hal tersebut
dapat dipahami bahwa untuk pasar Korea Selatan ada
beberapa komposisi bumbu yang dikurangi atau
dihilangkan untuk bisa sesuai dengan persyaratan
Korea Selatan.
40Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
BERPARTISIPASI DALAM BERBAGAI PAMERAN
Untuk menambah pasar luar negeri yang paling baik dilakukan adalah
dengan media melakukan banyak pameran di luar negeri. Banyak fasilitasi
dari Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Korea yang diberikan
kepada para pengusaha di Indonesia baik yang ditawarkan langsung oleh
Pemerintah Korea kepada pengusaha Indonesia ataupun yang melewati
ITPC maupun KBRI sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia di Korea
Selatan.
Beberapa pameran yang difasilitasi oleh Korea Selatan adalah : Pameran
LOHAS yang diorganisasikan oleh Pemerintah Kota Pulau Jeju, Pameran
ASEAN Korean Fair yang diorganisasikan oleh Korea ASEAN Center (AKC),
Pameran Jinju Food & Agricultural Expo yang diorganisasikan oleh
Pemerintah kota Jinju.
Setiap tahun KBRI Seoul & ITPC Busan mengikuti beberapa pameran yang
berhubungan dengan makanan dan minuman yaitu Seoul Food dan Café
Show di Seoul.
Pameran yang Difasilitasi oleh Korea Selatan
LOHAS ASEAN KOREAN JINJU FOOD
Oleh FAIR & AGRICULTURAL
Pemerintah Oleh EXPO
Kota Pulau Jeju Korea ASEAN Center
Oleh
(AKC) Pemerintah
Kota Jinju
Pameran yang Berhubungan dengan Makanan dan Minuman di Seoul
SEOUL CAFÉ
FOOD SHOW
41 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
MENJALIN KERJASAMA DENGAN PERWAKILAN
DAGANG DI LUAR NEGERI
Pengusaha Indonesia harus aktif dalam mencari informasi mengenai pasar
Korea Selatan, pencarian informasi ini dapat dilakukan dengan cara
menghubungi Perwakilan Dagang Luar Negeri Indonesia di Korea Selatan
dalam hal ini KBRI Seoul dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC)
Busan.
MEMILIKI WEBSITE PERUSAHAAN
Salah satu cara efektif dalam memperkenalkan produk maupun perusahaan
secara global adalah memiliki website. Oleh karena itu ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam menampilkan informasi di website
perusahaan, yaitu :
1. Profil perusahaan, produk dan segala informasi ditampilkan dengan
tata bahasa yang jelas dan harus ada pilihan bahasa dalam bahasa
Inggris.
2. Memiliki e-mail resmi perusahaan.
3. Perusahaan harus memberi respon dengan cepat apabila ada
permintaan dari calon konsumen baik melalui e-mail maupun media
komunikasi lainnya seperti telepon atau faksimile.
Informasi Esensial di Website Perusahaan
E-MAIL
PERUSAHAAN
PROFIL RESPON CEPAT
PERUSAHAAN PERUSAHAAN
42Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
SWOT DAN FEEDBACK ANALYSIS DARI
PASAR KOREA SELATAN
Di dalam melakukan sebuah penetrasi produk terutama untuk Makanan
Olahan diperlukan sebuah strategi yang tepat sasaran, oleh karena itu
berikut adalah analisis SWOT dari Makanan Olahan untuk pasar di Korea
Selatan:
Ringkasan SWOT Pasar Korea Selatan
s STRENGTHS strengths
(KEKUATAN)
Impor produk dari Indonesia
ke Korea Selatan selalu
meningkat dari tahun ke
tahun.
weekness WEAKNESS w
(KELEMAHAN)
Adanya hambatan mutu
dan kualitas produk, jarak
yang jauh, serta kendala
bahasa.
o OPPORTUNITY opportunities
(KEUNTUNGAN)
Dukungan dari KBRI Seoul
dan ITPC, serta tidak ada
kenaikan tarif dari
Pemerintah Korea Selatan.
threats THREAT t
(ANCAMAN)
Keadaan politik Korea
Selatan yang berdampak
pada kebijakan impor, serta
adanya kompetitor dari
negara lain.
43 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
a. Strength (Kekuatan)
Importasi Korea Selatan untuk produk makanan olahan Indonesia selalu
mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan para pengusaha Indonesia
khususnya UKM selalu berkreasi dengan packaging yang menarik untuk
meningkatkan nilai jual.
b. Weakness (Kelemahan)
Kelemahan untuk produk makanan olahan ke Korea Selatan adalah lebih
kepada hambatan mutu dan kualitas produk karena Pemerintah Korea
Selatan sangat melindungi Warga Negara Korea dari produk-produk impor
yang tidak sehat dan berbahaya bagi manusia. Selain jarak yang paling jauh
dibandingkan dengan sesama Negara ASEAN serta kendala bahasa.
c. Opportunity (Keuntungan)
Para pengusaha Makanan dan Minuman di Indonesia dapat merangkul dan
bekerja sama dari beberapa institusi seperti KBRI Seoul dan ITPC serta
Pemerintah Korea Selatan tidak memiliki rencana untuk menaikkan
kebijakan tarif untuk produk-produk tersebut.
d. Threat (Ancaman)
Peran politik sangat mempengaruhi kebijakan impor Korea Selatan, secara
peraturan Impor tidak banyak berubah namun jika ada pergantian
kepemimpinan yang terjadi di Korea Selatan, biasanya memberikan sedikit
pengaruh terhadap impor Makanan Olahan hal ini terlihat baik secara nilai
dan kuantitas beberapa waktu berkurang. Selain itu ancaman dari
kompetitor terutama dari Malaysia, Amerika Serikat, China, Jepang, Taipei,
dan Italia perlu diperhatikan dan dicermati setiap langkah mereka.
44Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
REVIEW KONSUMEN MENGENAI PRODUK
MAKANAN DAN MINUMAN:
Berikut disampaikan review rangkuman dari pengamatan pasar:
1. Kemasan yang menarik membuat mereka tertarik membeli produk.
Perpaduan warna yang eye catching dianggap menarik bagi mereka.
2. Harga adalah komponen yang penting bagi beberapa narasumber selama
harganya bersaing dengan produk lokal mereka bersedia membeli produk
dari Luar Negeri.
3. Produk olahan dari Indonesia dan negara ASEAN lainnya memiliki banyak
varian rasa yang menarik untuk dicoba.
4. Tidak banyak tersedianya produk Indonesia di minimarket membuat
mereka kesulitan mencari produk Indonesia.
5. Untuk produk Indonesia mereka harus pergi ke tempat khusus yang
terkadang secara kualitas toko masih diragukan.
Rangkuman Review Konsumen terhadap Produk Makanan dan Minuman
Indonesia
KEMASAN YANG
MENARIK
HARGA YANG
BERSAING
Rp
VARIAN RASA KUALITAS TOKO
YANG MENARIK YANG DIRAGUKAN
KELANGKAAN
PRODUK
45 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
KOREA FOOD SAFETY AND ADDITIVE
STANDARDS
Untuk standar keamanan makanan dan standar zat additive, silahkan lihat
link dibawah ini:
1. Food Additive Code
(https://www.mfds.go.kr/eng/brd/m_15/view.do?seq=72432)
2. Food Ingredients Database
(https://www.foodsafetykorea.go.kr/portal/safefoodlife/foodMeterial/foodMete
rialDB.do?menu_grp=MENU_NEW04&menu_no=2968)
46Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
DAFTAR IMPORTIR
POTENSIAL KOREA
SELATAN BAGI PRODUK
MAKANAN DAN
MINUMAN
47 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
No Nama Perusahaan Keterangan
1 Countryhouse CP : Mr. Jeon Hu Cheol
2 Miseong Family Hwarangro 30 4th floorDanwon-gu, Ansan,
Gyeonggido, South Korea
Tel : 031 – 493 - 9544
Fax : 031 – 493 – 9744
Email : [email protected]
Website : www.countryhouse.co.k
Nammun Building No. 312, Nammdaemunro 5ga
36-1 gu, Jung-gu, Seoul, South Korea
Tel : 02 – 723 – 8175
Fax : 02 – 723 – 8177
Email : [email protected]
Website : www.msfgo.co.kr
3 Atti International Ogeum-dong, Green Building 7th floor,
Songpa-gu, dongnamro 297, Seoul, South Korea
Tel : 02 – 2038 – 8660
4 Miseong Family Seongpa-gu, songpadaero 28 gil 13, jisang 8th floor
no. 807, Seoul, South Korea
5 Emax Trading 162 Samseong-dong, Gangnam-gu, Seoul,
6 Miseong Family South Korea
7 Won International Tel : 02 – 3427 – 0752
8 Asong Trading
Bupyeong-gu, jubutoro no. 146 road 36, Incheon
9 Kkeuremong F&B Contact : 070 – 8258 – 4151
Daekdoro No.82 Road 45, Deokyang-gu, Goyangsi,
Gyeonggi-do , South Korea
Tel : 02 – 584 - 5622
Seongsorungdanro 22angil 16, 1st floor,
Wolamdong, Dalso-gu, Daegu
Tel : 070 – 8623 – 3369
Simingongwonro 8, Buam-dong, Busanjin-gu,
Busan, South Korea
Tel : 070 – 7557 – 9510
Email : [email protected]
Website : http://www.cremon.co.kr/
48Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan
No Nama Perusahaan Keterangan
CP : Choi, Young Soo
(700300.0)69 Ingyo-dong Jung-gu Daegu KOREA
10 CRETEC CHEGIM CO.,LTD Tel : +82-53-250-0770
Fax : +82-53-250-0777
Email : [email protected]
Website : www.chegim.co.kr
11 YEJOONARA CO.LTD CP. Kim, Kwang Chan
349-1, Chowonji-ri, Daegot-myeon, Gimpo-si,
Gyonggi-do
Tel: +82-31-985-0211~5
Fax: +82-31-985-0216
Email: [email protected], [email protected]
12 ELAND RETAIL LTD Yuhwa HAN
ELAND RETAIL LTD
Mobile : (86) 185 2140 0309
E-mail: [email protected]
13 INAKOR CO., LTD Hartono
A211 Wings Tower, 12 Dongbu-ro 169Beon-gil,
Jinju-si, Gyeongsangnam-do, 52818,
Republic of Korea
Phone/Fax: +82-55-762-5158
Email: [email protected]
49 Panduan Praktis Ekspor Produk Makanan dan Minuman Indonesia ke Korea Selatan