www.lpmperspektif.com @lpmperspektif LPM Perspektif FISIP UB 1 Jumat, 18 Agustus 2023 EDISI 1 PKKMABA EDITORIAL SAJIKAN WACANA KRITIS Ikuti terus perkembangan berita PKKMU UB dan PKKMABA FISIP di www.lpmperspektif.com Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) kembali hadir, gema semangat mahasiswa baru kembali menyapa pada setiap sudut kampus jingga. Di tengah euforia yang ada pelaksanaan PKKMB tidak lepas dari ragam masalah yang menyelimutinya. Dari ketarketir persiapan pelaksanaan PKKMB yang bersamaan dengan kegiatan Mahasiswa Membangun Desa (MMD), sampai ancaman mengenai kekerasan seksual dan perundungan, yang selalu menjadi teror bagi setiap mahasiswa baru pada saat pelaksanaan PKKMB. Akan tetapi dengan banyaknya ragam masalah yang ada, pelaksanaan PKKMB diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi Kesatria Jingga mengenai pengenalan kehidupan kampus yang menyenangkan dan jauh dari perasaaan yang membebankan. Selamat datang mahasiswa baru FISIP 2023, di kampus jingga. Selamat berjuang. Sudut Kampus Jingga Menyapa Persiapan PKKMB FISIP Serba Mendesak Akibat MMD Bersambung ke Hal. 4 Senja - Tampak depan Gedung C FISIP UB saat sore hari (PERSPEKTIF/Gratio) Malang, PERSPEKTIF – Jalannya persiapan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) mengalami banyak hambatan, diantaranya ialah persiapan yang dilakukan dengan serba mendesak. Hal ini merupakan imbas dari banyaknya panitia angkatan 2021 yang harus turut serta dalam kegiatan Mahasiswa Membangun Desa (MMD) yang beriringan dengan persiapan kegiatan PKKMB.
2 www.lpmperspektif.com @lpmperspektif LPM Perspektif FISIP UB Malang, PERSPEKTIF - Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) tahun 2023 menyediakan alur pelaporan khusus bagi kasus kekerasan seksual. Hal ini dikarenakan rentannya peserta PKKMB yang masih beradaptasi dengan lingkungan baru mengalami tindak kekerasan seksual. Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP UB, Ika Prasetyaningtyas Putri Utami menyatakan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus merupakan hal yang memiliki urgensi tinggi untuk dicegah, diberantas, dan ditindak. Lebih lanjut, Ika menjelaskan terkait alur pelaporan kekerasan seksual melalui pihak DPM seperti yang tertuang dalam Ketetapan PKKMB FISIP UB. Alur pelaporan tersebut melalui tiga tahap yaitu, pendataan yang merupakan adalah bentuk pelayanan yang dilakukan Panitia Pengawas PKKMB melalui proses pencatatan mengenai laporan yang dilaporkan penyintas dan/atau pelapor. Kemudian ada tahap penyediaan akses melalui Badan Advokasi DPM FISIP UB dalam memberikan informasi mengenai Badan Penunjang Advokasi Kekerasan Seksual. Terakhir adalah tahap pendampingan adalah bentuk pelayanan yang Alur Pelaporan Kasus Kekerasan Seksual PKKMB FISIP Perubahan UU DPM: Ketua Pelaksana PKKMB FISIP Tidak Wajib Berpengalaman Menjadi Panitia Pelaksana Malang, PERSPEKTIF – Berdasarkan Undang-Undang (UU) Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) mengenai Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2023, Ketua Pelaksana PKKMB FISIP tidak lagi disyaratkan pernah berpartisipasi sebagai panitia pelaksana dalam rangkaian pelaksanaan PKKMB sebelumnya. Dalam Pasal 10, tertera bahwa ketua pelaksana PKKMB hanya diwajibkan untuk lulus rangkaian PKKMB, serta berstatus sebagai mahasiswa aktif yang berada empat semester di atas mahasiswa baru. Ika Prasetyaningtyas Puteri Utami, Ketua DPM UB mengungkapkan segala perubahan dalam UU telah diproses melalui pengkajian dari seluruh dewan termasuk badan legislasi. Terdapat juga proses rating dan pleno secara internal, dimana dewan yang bertugas memilah aspirasi berhak menyampaikan evaluasi dan saran dari pemikiran mereka dan aspirasi mahasiswa FISIP UB. “Dalam pleno mengenai UU PKKMB, ditemukan aturan yang mengatakan ketua pelaksana harus berasal dari panitia pelaksana tahun sebelumnya mempersempit kemungkinan mahasiswa yang berpotensi untuk mendaftar. Dengan singkat kata, kami ingin mengakomodir seluas-luasnya pintu bagi mahasiswa FISIP untuk mendaftar menjadi ketua pelaksana PKKMB,” jelas Ika. Ika juga menjelaskan bahwa DPM menggelar sebuah sesi rapat dengar pendapat umum seusai merumuskan draf yang meliputi perubahan UU tersebut untuk mengetahui respon masyarakat FISIP, sekaligus memfasilitasi kesempatan untuk memberikan saran atau masukan mengenai UU yang hendak dirilis. “Berdasarkan hasil rapat dengar pendapat umum, kami kemudian melakukan pleno kembali untuk mengkaji ulang UU tersebut. Kemudian, sampai di tahap akhir yaitu pengesahan undang-undang,” papar Ika. Bersambung ke Hal. 4
www.lpmperspektif.com @lpmperspektif LPM Perspektif FISIP UB 3 Penugasan Papermob Dibebankan Kepada Maba, Panitia: Ada Pembatalan Dana dari Rektorat Malang, PERSPEKTIF – Penugasan papermob dalam acara Rangkaian Jelajah Almamater Universitas Brawijaya (RAJA Brawijaya) 2023 menjadi sorotan mahasiswa baru (maba) karena pelaksanaan tugas tersebut dinilai membebankan dengan biaya yang mahal dan dalam pengerjaannya berasal dari biaya pribadi maba. Menurut penuturan panitia pelaksana RAJA Brawijaya, penggunaan dana pribadi dalam tugas papermob terjadi karena adanya pembatalan pendanaan dari pihak Rektorat Universitas Brawijaya (UB). Menanggapi hal tersebut, Biru (bukan nama sebenarnya), mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyatakan keheranannya terkait penugasan papermob yang biaya dibebankan sepenuhnya kepada maba. “Yang menjadi pertanyaan saya sekarang adalah, itu biaya pembuatan papermob ditanggung sepenuhnya oleh maba, lalu kemana dana operasionalnya? Karena berdasarkan pengalaman teman saya kalau papermob itu diberikan oleh panitia dan kita (maba, red) hanya tinggal upacaranya saja,” terang Biru (13/8) Senada dengan Biru, Hijau (bukan nama sebenarnya), mahasiswa baru Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), mengungkapkan selain biaya yang mahal, dalam pengerjaan tugas tersebut pun hanya dibebankan kepada sebagian cluster sehingga dirasa tidak cukup adil. “Terus juga kenapa yang mendapat penugasan tersebut hanya dari cluster 1-18 saja, jadi rasanya tidak adil saja begitu,” ungkap Hijau Dalam rilis persnya, panitia pelaksana RAJA Brawijaya mengklarifikasi terkait penugasan papermob yang dibebankan kepada maba. Hal itu terjadi karena adanya pembatalan dana oleh pihak rektorat. “Terkait penugasan papermob, telah terjadi pembatalan Lebih lanjut, Ika mengelaborasikan keterkaitan bagaimana perubahan UU DPM mengenai PKKMB dengan usaha menarik atensi masyarakat FISIP untuk mendaftar menjadi ketua pelaksana. Menurutnya, apabila peraturan sebelumnya dihapus, maka kini peluang untuk menjadi ketua pelaksana terbuka luas dan disertai harapan peminat pendaftar tersebut meningkat. “DPM dalam proses open recruitment berperan untuk mempublikasikan proses pendaftaran, menentukan lama atau linimasa pendaftaran, serta memberikan penilaian tes fit and proper. Namun, dengan adanya perubahan UU mengenai pendaftaran ketua pelaksana sejauh ini belum terdapat perubahan yang signifikan dari segi pendaftar,” tutup Ika. (mag/uaep) Bersambung ke Hal. 5 Mula - Upacara pembukaan RAJA Brawijaya 2023 (PERSPEKTIF/Yasmin)
4 www.lpmperspektif.com @lpmperspektif LPM Perspektif FISIP UB Lanjutan dari Hal. 1 Hal tersebut diakui secara langsung oleh Faishal Hidayat, Ketua Pelaksana PKKMB FISIP 2023. Menurut penuturannya, adanya program MMD berdampak pada waktu persiapan yang terpotong. “Jadi semua (waktu persiapan, red) kita terpotong, karena semuanya menjadi serba mepet. Karena kita sebagai panitia sendiri baru melaksanakan simulasi dan juga gladi offline terhitung total hanya lima kali dan terhitung lima hari berturut-turut,” tutur Faishal (14/8). Faishal menambahkan, meskipun surat dispensasi telah diberikan, namun hal tersebut tidak memiliki dampak yang begitu signifikan karena penerbitan surat tersebut berdekatan dengan waktu pemulangan MMD. “Jadi itu kesannya surat keputusan dispensasi MMD ini tidak berguna karena perbedaannya cuma selang tiga hari dari penjemputan (pemulang, red) UB sendiri,” papar Faishal. Senada dengan Faishal, Firda Nadia, selaku Fasilitator PKKMB, menyatakan bahwa adanya MMD menjadikan persiapan kegiatan PKKMB FISIP dinilai menjadi kurang maksimal karena banyak menghambat proses pra-kegiatan PKKMB. “Karena itu adanya MMD kemarin itu sempat banyak membuat tertundanya suatu persiapan, tertundanya kegiatan-kegiatan yang seharusnya dilakukan sebagai pra-kegiatan PKKMB ini baik itu tingkat universitas ataupun fakultas,” terang Nadia. Selain itu, Azzahra Fidyati Shabrina, panitia Divisi Konsumsi dan Kesehatan (K2), menerangkan padatnya jadwal persiapan dan adanya tugas pasca pelaksanaan MMD menjadi kendala tersendiri bagi panitia angkatan 2021. “Seperti yang diketahui MMD memiliki tugas akhir berupa laporan, video dan lain-lain. Sedangkan pelatihan PKKMB membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga panitia sulit memiliki waktu untuk istirahat karena setelah latihan panitia harus mengerjakan tugas akhir dari MMD,” tutup Azzahra (16/8). (nt/sdf/yn) dilakukan oleh Badan Advokasi DPM FISIP UB untuk dapat memberikan pengawalan kepada penyintas dan/ atau pelapor. “Penyintas bisa melaporkan tindakan kekerasan seksual kepada Panitia Pengawas (Panwas, red) PKKMB kemudian Panwas yang akan memastikan proses selanjutnya berjalan dengan semestinya,” jelas Ika (15/8). Ketua pelaksana PKKMB FISIP UB 2023, Faishal Hidayat mengatakan panitia PKKMB akan menindak tegas dengan mengeluarkan pelaku kekerasan seksual dari PKKMB. Faishal juga menjelaskan lebih lanjut, pihak PKKMB bekerja sama dengan Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) FISIP UB. “Untuk prosedur, kami menyerahkan kepada ULTKSP-nya langsung karena untuk menangani kasus pun tidak semua orang bisa, hanya orang yang benar-benar paham kasus saja yang bisa menangani, kebetulan ada ULTKSP,” ujar Faishal. Selain itu, mahasiswa baru FISIP UB juga memperlihatkan kepeduliannya terhadap kasus kekerasan seksual yang kerap terjadi di lingkungan kampus. Arini Zahra Azqia, mahasiswa baru jurusan Hubungan Internasional mengungkapkan perlu adanya materi terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual selama PKKMB. “Karena aku juga yakin kemarin pasti masih banyak temen yang belum sadar kalau kekerasan seksual adalah sebuah isu penting bagi perempuan,” ujar Arini (16/8). Kemudian, Dimas Agung Ramadhan, mahasiswa baru Lanjutan dari Hal. 2
www.lpmperspektif.com @lpmperspektif LPM Perspektif FISIP UB 5 pendanaan papermob oleh Rektorat Bidang Kemahasiswaan pada 12 Agustus 2023 yakni bertepatan dengan H-2 pelaksanaan kegiatan sehingga terjadi pembebanan kepada mahasiswa baru,” tulis panitia dalam salah satu poin rilis pers tersebut. Selanjutnya dalam rilis pers tersebut, panitia pelaksana turut mengucapkan permintaan maafnya terkait berbagai komplain yang ada mengenai ketidaksiapan pelaksanaan RAJA Brawijaya 2023. (yn/los) Lanjutan dari Hal. 3 Ilmu Pemerintahan mengungkapkan harapannya terkait pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual di area kampus. “Saya berharap akan ada sosialisasi mengenai pencegahan dan penangan kekerasan seksual di kampus. Setelah adanya sosialisasi tersebut, terjadi implementasi dalam lingkungan kampus yang dilakukan oleh seluruh sivitas akademika demi menjaga hak dan martabat manusia,” ujarnya (16/8). (im/nka/gra) Baca Majalah Terbaru Kami Mengenai kasus HIV/AIDS Kota Malang Hanya di lpmperspektif.com Mancur - Gedung Konektor FISIP UB (PERSPEKTIF/Gratio)
6 www.lpmperspektif.com @lpmperspektif LPM Perspektif FISIP UB OPINI Orientasi Manifestasi Ambisi Pribadi Oleh Magnis Pasko Tjopa Apabila berbicara mengenai kursi kekuasaan, maka hal yang terlintas dalam benak kita adalah kontestasi politik. Menurut Vancil (1993:70), kontestasi mengandung pengertian adanya pihak-pihak yang bertentangan hingga menimbulkan clash of argument. Dalam kontestasi, persaingan terjadi antara nilai, fakta, dan kebijakan terhadap basis masalah yang melatarbelakangi tindakan-tindakan. Kontestasi merupakan entitas yang dinamis dan memiliki kesempatan untuk menjadi politis. Dalam perguruan tinggi, kerap dijumpai persaingan dan pertarungan antar lembaga dan/atau golongan untuk memperebutkan kursi dalam organisasi eksekutif kemahasiswaan Kontestasi merefleksikan permasalahan yang beragam dan kompleks dari berbagai sudut pandang yang saling berlawanan; Pertama, apakah setiap aktor menggunakan kata untuk pengertian yang sama dan apa saja yang ada di dalam pemikiran mereka (Vancil, 1993:82). Kedua, melibatkan pihak dengan kedudukan pro dan kontra. Ketiga, melakukan identifikasi terhadap penyebab sebuah kejadian atau kontroversi untuk mengkaji motif dan intensi. Keempat, mengamati karakteristik, sejarah ideologi dan kepercayaan yang ada sekaligus menelaah nilai dan kebijakan yang dihadirkan dalam kontestasi tersebut. Kontestasi antar lembaga dan golongan merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan mahasiswa. Terlepas dari kenyataan lembaga dan golongan tersebut sempat dilarang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 26/DIKTI/ Kep/2022 tentang Pelarangan Organisasi Ekstra Kampus, golongan eksternal kini dapat beroperasi dalam lingkungan internal perguruan tinggi dinaungi Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018. Lembaga atau golongan eksternal yang dimaksud termasuk organisasi kader, dan kegiatan-kegiatan mereka meliputi aktivitas persiapan dan pengembangan anggota dari berbagai aspek, dimulai dari akademis, moral, dan lainnya. Dengan segala narasi dan stereotip negatif yang beredar seputar lembaga dan golongan eksternal perguruan tinggi, sebenarnya sangatlah tidak adil apabila hanya memandang dan menghakimi organisasi eksternal hanya dengan perspektif tunggal. Setiap organisasi eksternal memiliki karakteristik dan ideologi yang berbeda, memicu adanya identifikasi dan diferensiasi dalam skema politik kampus. Tidak mengejutkan apabila terdapat Omek - Hiruk-pikuk promosi organisasi ekstra kampus di UB (PERSPEKTIF/Romi)
www.lpmperspektif.com @lpmperspektif LPM Perspektif FISIP UB 7 unsur pengembangan politik yang difasilitasi untuk anggota organisasi eksternal. Mereka tidak menutup peluang atau kesempatan bagi para anggotanya untuk berproses dan mengembangkan sumber daya melalui wadah dan media apapun. Berbagai nama, mulai dari tokoh akademisi hingga politisi, memulai perjalanan mereka dari berbagai golongan eksternal. Sehingga, sebenarnya cukup mengherankan apabila golongan eksternal mengalami represi dan penindasan. Organisasi eksternal memfasilitasi pengembangan bakat dan minat mahasiswa, independensi untuk berserikat, dan berpartisipasi dalam persengketaan kursi kekuasaan. Tidak hanya dalam memperebutkan jatah kursi dalam organisasi kemahasiswaan, organisasi eksternal juga berkontestasi untuk kursi dalam berbagai acara perguruan tinggi, termasuk rangkaian acara orientasi pengenalan kampus. Eksistensi golongan eksternal memunculkan warna anyar dengan memeriahkan acara politik dalam internal universitas. Dengan adanya organisasi eksternal yang berpartisipasi dalam politik kampus, tidak hanya memunculkan persaingan untuk organisasi internal mahasiswa, namun juga mengadakan kesempatan untuk kedua belah pihak berkolaborasi dan harmoni untuk melakukan eskalasi terhadap pengetahuan, kualitas, dan kecendekiawanan, serta integritas mahasiswa. Namun, dalam beberapa kasus, adanya jalur lobbying dan nepotisme organisasi eksternal untuk jatah kursi dalam organisasi kemahasiswaan serta rangkaian acara orientasi pengenalan kampus justru mencederai kontestasi politik dan reputasi sebuah organisasi kemahasiswaan dan acara dalam lingkup universitas. Nepotisme dalam kontestasi politik untuk jatah kursi dalam rangkaian acara orientasi pengenalan kampus memunculkan kemungkinan adanya oknum panitia yang tidak kompeten dan tidak memenuhi kualitas yang dibutuhkan dalam jabatan tersebut. Sesungguhnya, sangat disayangkan ketika perebutan jatah kursi harus menempuh jalur nepotisme dan lobbying. Mengingat tindakan tersebut juga menghambat peluang atau kesempatan untuk mahasiswa lain yang memiliki kompetensi dan me nguasai kriteria serta kualitas yang dibutuhkan untuk tugas dan pekerjaan tersebut. Rangkaian orientasi pengenalan kampus seharusnya menjadi saat bagi mahasiswa baru untuk mengenal dan mempelajari almamater mereka secara komprehensif, menjalin relasi dengan mahasiswa lain, serta menambah wawasan baru dari para pemateri. Namun, justru mengalami disorientasi tujuan dalam pelaksanaannya. Kehadiran nepotisme dan ambisi pribadi akan menemui ketidakselarasan antara visi dan misi, berbagai tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan acara, serta merusak citra dan reputasi organisasi eksternal di hadapan para mahasiswa baru. Terakhir, dengan harapan organisasi eksternal akan terus memeriahkan perpolitikkan dalam perguruan tinggi serta memunculkan warna baru dalam internal universitas, muncul juga harapan akan adanya persaingan yang harmonis. Persaingan yang tidak mencederai reputasi pihak-pihak yang terlibat, termasuk almamater, organisasi eksternal, serta individu yang terlibat dalam kontestasi politik. Dengan bersaing secara adil, jujur, dan sebahu, maka organisasi eksternal dapat menunjukkan kualitas dan kompetensi sumber daya anggota yang dimiliki, serta memulihkan citra dan reputasi dari kerusakan yang disebabkan oleh stereotip dan narasi yang negatif. Profil Penulis Penulis merupakan mahasiswa jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya angkatan 2022. Sekarang aktif di Divisi Redaksi LPM Perspektif dan tidak terafiliasi dengan organisasi eksekutif kemahasiswaan dan eksternal.
8 www.lpmperspektif.com @lpmperspektif LPM Perspektif FISIP UB INFOGRAFIS
www.lpmperspektif.com @lpmperspektif LPM Perspektif FISIP UB 9 SASTRA Alangkah senangnya mereka, berjumpa rancangan persetujuan, persetubuhan, memakan pendanaan olahan serat kapas yang nilainya mengambang mengambang, mengalir, mengisi kantong kering sebuah cetak biru yang kini dihitamkan digelapkan, sebagian kecil direalisasikan Menunggu telepon berdering dana mengisi kantong kering. Mereka yang nafsu serat kapas Rakyat yang hilang hasrat bernapas kantong kering banjir penggelapan memiskinkan negara tujuh turunan Tak cukup harta yang mereka miliki milik kami jangan kau agumi kami, penuh kermi, memumi, disodomi mereka para mangkubumi, menyodomi pribumi, membasmi kami, puaka ekonomi, korupsi babi. Kutu Serat Kapas Oleh M. Labib Fairuz Ilustrator: Anggi Eka Profil Penulis Penulis merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi 2021 FISIP UB. Kini aktif sebagai anggota Divisi Sastra LPM Perspektif
10 www.lpmperspektif.com @lpmperspektif LPM Perspektif FISIP UB
www.lpmperspektif.com @lpmperspektif LPM Perspektif FISIP UB 11
12 www.lpmperspektif.com @lpmperspektif LPM Perspektif FISIP UB SUSUNAN REDAKSI Penanggung Jawab: Gratio I. ● Pimpinan Redaksi: Ulina A. ● Redaktur Pelaksana: Yasmin N., Magnis T. ● Editor: Gratio I., Ulina A., Darul A., Clarence S., Yasmin N. ● Reporter: Magnis T., Alpha, Nazwa, Iyam, Suci, Khansa, Adimas, Raynanda ● Litbang: Romi A. ● Fotografer: Gratio I., Romi A., Yasmin N. ● Layouter: Gratio I. ● Ilustrator: Anggi E. ● Marketing Komunikasi: Aurelia L., Suci Sepi - Tampak Gazebo Gedung B FISIP saat masa liburan (PERSPEKTIF/Gratio) Gladiator - Alun-alun FISIP UB(PERSPEKTIF/Gratio)