Serambi
“Perempuan” kata yang sampai sekarang masih banyak diperbincangkan.
Sebagai makhluk sosial, berbagai hal tentang perempuan selalu menjadi suatu
hal yang menarik. Daya tarik perempuan menghiasi berbagai macam ruang
kehidupan mulai dari politik, sosial, hukum, seni, dan juga budaya.
Jika diperhatikan dari dulu posisi perempuan seakan termarjinalkan di dalam
dominasi laki-laki. Kemunculan gerakan feminisme dimunculkan oleh perempuan-
perempuan yang gerah dengan situasi ini, mereka memunculkan gerakan me-
nolak segala sesuatu yang di kendalikan oleh kebuayaan dominan.
Dalam ruang lingkup sastra perempuan sering kali menjadi kisah yang sangat
menarik. Satra yang merupakan wujud kebudayaan juga secara langsung ber-
sentuhan dengan pemikiran feminisme ini, dengan dampak munculnya ber-
bagai karya sastra yang bersudut pandang perempuan.
Di dalam buletin ini terdapat karya-karya yang membicarakan tentang
perempuan. Ide perempuan ini juga muncul dengan niat awal mengapresiasi
perempuan sebagai sosok pergerakan dan perjuangan.
Salam Pers Mahasiswa, Salam Sastra.
SUSUNAN REDAKSI PELINDUNG
Tuhan YME
Redaksi berkenan menerima karya be- PENANGGUNG JAWAB
rupa tulisan sastra dalam bentuk cerpen, Dekan FISIP UB
puisi, esai, maupun artikel di bidang DEWAN PENASIHAT
sastra. Juga ilustrasi karikatur dan foto ● Wakil Dekan III ● Dewan Alumni
karya. Naskah dapat dikirimkan ke redaksi PIMPINAN UMUM
sastra perspektif, atau melalui alamat Dhesia Rahmatul Ni'mah
email: [email protected]. PIMPINAN DIVISI SASTRA
Kiriman harap disertai identitas lengkap. Muhammad Rayyan Farhansyah
Redaksi berhak menyunting tulisan tanpa REDAKTUR PELAKSANA
mengurangi maksud dan tujuan tulisan. Muhammad Rayyan Farhansyah
REDAKSI
REDAKSI ● Putri G ● Fadya C ● Cornelia T ● Azizah N
Alamat: Sekretariat LSO Organisasi ● Zahira A ● Labib F ● Azizah N ● Mahira
Kemahasiswaan FISIP, Universitas ● Amalia F ● Romi A.
Brawijaya. Jalan Veteran, Malang. KONTRIBUTOR
Email: [email protected] ● Callista Widawati.
Website: lpmperspektif.com FOTOGRAFER
Line: @lpmperspektif Gratio Ignatius Sani.
Instagram: @lpmperspektif ILUSTRATOR
Facebook: LPM Perspektif FISIP UB ● Labib Fairuz ● Putri Gemilang.
TATA LETAK
2 M. Fajar Ramadhan.
Buletin PRASASTI
DAFTAR ISI
SERAMBI RIWAYAT
• Ayu Utami Pelopor Sastra
DAFTAR ISI Wangi
2 17KOLASE
3 • Memoirs Of Geisha:
LENTERA Identitas dan Eksistensi
Wanita dalam Sangkar
• Feminisme dalam Karya kecantikan.
4Sastra 19
KILAS
BIAS
24
• Kompetisi Perempuan
LORONG 7
• 3652
8
RONA
• Kutukan Takdir Milik Nadir
13 Sumber gambar https://www.
pixabay.com
Buletin PRASASTI 3
Lentera
Feminisme dalam Karya Sastra
Oleh: Romi Ariffin
sumber: whiteboardjournal.com
Berabad-abad sudah pemikir- dalam segala hal. PERSPEKTIF
an manusia terkonstruksi Namun dengan pergerakan-per-
tentang bagaimana perempuan meng-
ambil peran dan bagaimana ber- gerakan yang dilakukan. Apakah
perilaku, berpenampilan di dalam membunuh secara langsung patriarki?
masyarakat. Pemikiran ini sudah Jawabannya adalah tidak karena
dari lama dan tersusun rapih di dalam konstruksi pemikiran patriarki
konstruksi pemikiran masyarakat. sangat sulit dihilangkan. Dari
Setelah bertahun-tahun di dalam konstruksi pemikiran sebenarnya
belenggu konstruksi pemikiran menimbulkan banyak pertanyaan.
masyarakat. Perempuan memberontak Penulis ambil contoh pertanyaan
diawali oleh tulisan Marry Woll- mengenai “Apakah perempuan dapat
stonecraft yang berjudul The Vindi- direkognisi masyarakat?” yang di-
cation Of The Rights Of Woman. utarakan Gayatri Spivak seorang
Yang memantik banyak pergerakan cendekiawan perempuan India. Per-
perempuan menentang patriarki tanyaan yang muncul ini merupakan
cerminan dari bagaimana besarnya
4 Buletin PRASASTI
Lentera
PERSPEKTIF tekanan sosial terhadap gender. Sebut saja cerita “Ada banyak cara
perempuan. Apabila men- Siti Nurbaya. Yang di
coba berbicara disamakan dalamnya makna bagaimana dalam menyuara-
sebagai seorang yang agresif Siti Nurbaya dalam me- kan mengenai
dan ingin melakukan pem- lakukan emansipasi untuk kesetaraan
berontakan. Apabila ber- usahanya menentang adat- gender, salah
diam diri, perempuan di- nya yang menganggap satunya lewat
pandang sebagai sosok wanita adalah mahluk yang karya sastra, dan
yang anomi yang sulit di- lemah dan hina. Bahkan melalui film layar
interpretasikan. di dalam karya Pramoedya
Ananta Toer yang paling ”kaca
Dari penjelasan sebelum- populer diketahui yaitu
nya. Timbul suatu per- karya Tetralogi Pulau Buru
tanyaan yaitu “Apakah per- yang salah satunya ter-
gerakan sosial feminis dalam dapat buku berjudul “Bumi
menentang patriarki hanya Manusia”. Jika dianalisis
berorientasi kepada per- lebih dalam, terdapat makna
gerakan-pergerakan yang emansipasi di dalamnya,
turun ke jalan dan me- yang hal ini dapat dilihat
neriakkan hak-hak ke- dari karakter Nyai Onto-
setaraan gender?”. Ada soroh, Ibu dari Annelies.
banyak cara dalam me- Di dalam karakter Nyai
nyuarakan mengenai ke- Ontosoroh sangat kental
setaraan gender, salah satu- sifat perempuan yang kuat
nya lewat karya sastra, jati dirinya. Hal ini ter-
dan melalui film layar lihat bagaimana Nyai On-
kaca. tosoroh dijual oleh ayah-
nya kepada orang Belanda
Jika melalui karya sastra untuk menjadi gundik pria
sendiri, sebenarnya banyak belanda. Namun Nyai On-
karya sastra yang kita tosoroh tidak menyerah
ketahui namun kita tidak dengan kehidupannya. Ia
menyadari bahwa di dapat menggantikan suami-
dalamnya terdapat makna
menyuarakan kesetaraan 5
Buletin PRASASTI
Lentera
nya yang meninggalkannya dengan perempuan harus menjadi subyek.
anak-anaknya. Nyai Ontosoroh bisa Namun jika dilihat realita yang
mengganti sosok ayah yang mencari menyakitkan adalah banyak pem-
nafkah untuk anak-anaknya dan baca sastra hanya sekedar menyukai
tidak menghilangkan peran ibu alur ceritanya yang entah itu ber-
untuk anak-anaknya. Jati diri yang jalan romantis, tegang dan atau lain
ditunjukkan oleh Nyai Onto- sebagainya. Ini adalah realita yang
soroh mematahkan persepsi bahwa menyakitkan dalam hal sastra
perempuan adalah mahluk lemah banyak pembaca mengetahui alur
yang hanya bisa mempunyai peran cerita tapi tidak makna di dalamya.
sebagai ibu rumah tangga yang
mengurus hal-hal rumah tangga, Perjuangan feminisme melalui
seperti memasak, mengurus anak, karya sastra tidak akan pernah mati.
dan membersihkan rumah. Selagi karya sastra masih eksis
perjuangan feminisme akan selalu
Pertanyaan selanjutnya yang mempunyai ruang dalam karya
mungkin akan muncul adalah. Sudah sastra. Sastra dimiliki, dan dinikmati
sejauh manakah para pembaca sastra semua manusia di dunia. Namun me-
menyadari kehadiran feminisme ngenai apakah feminisme itu di-
dalam banyak karya sastra. Karena sadari atau tidak di dalam karya
dari kesadaran itu, menurut penulis sastra. Itu kembali lagi bagaimana
akan juga mengubah cara pandang kemampuan pembaca tak hanya
manusia terhadap perempuan. Ke- memahami alur cerita namun me-
sadaran bahwa perempuan tidak mahami makna yang terkandung di
hanya menjadi objek saja namun dalamnya.
“ Nyai Ontosoroh mematahkan persepsi bahwa PERSPEKTIF
perempuan adalah mahluk lemah yang hanya bisa
mempunyai peran sebagai ibu rumah tangga yang
mengurus hal-hal rumah tangga, seperti memasak,
”mengurus anak, dan membersihkan rumah.
6 Buletin PRASASTI
Bias
PERSPEKTIF ilustrasi: Labib Fairuz Suatu hari, gadis kecil dalam diriku
melontarkan tanya
Kompetisi Apa suaramu tentang lomba kehidupan?
Perempuan Bersorak dan berteriak, "ia layak dimenangkan!"
Satu tahun kemudian, ia kembali
Oleh : mengacungkan jari
Azizah Novi Amelia Bagaimana pendapatmu setelah mengikuti
beberapa kompetisi?
Buletin PRASASTI Ada satu kompetisi yang menyakitkan,
mematikan, penuh pengorbanan dan
kecurangan
Semua hanya untuk mencapai titik tertentu
layak disebut ayu
Rona merah palsu pipimu tidak berhasil
mengelabui sendu dan pilu
Banyak keaslian senyum yang diculik dan
keindahan yang dihakimi
Menghunus buah dada saudaramu untuk
mendapat masker wajah alami
Dari darah dan nanah yang tak terlihat
Hingga akhirnya sesak sebab oksigen
datang dari pujian
Pujian menjadi tekanan
Tekanan menjadi kompetisi perempuan
Tekanan mengikuti kompetisi perempuan
Tekanan menjadi perempuan
Tekanan yang dilaporkan sebagai kasus
kekerasan
Suatu hari kau ingin membredel
konstruksi sejarah dan realitas
Bahwa perempuan muak menjadi aksesoris pria
Perempuan muak dianggap sebagai objek
yang sewaktu-waktu bisa diperkosa
Perempuan muak mencakar perempuan lainnya
Perempuan harus tau caranya muak dan berdaya
Berdaya pikir bahwa kompetisi ini
seharusnya tidak pernah ada
7
Lorong 3652
Oleh: Callista Widawati
Rambut yang mulai menampakkan belum mendorong kursi roda itu
uban. Wajah dengan garis penuaan masuk ke dalam panti. ‘Selalu tepat
dihiasi oleh manik mata sayu yang waktu. Pukul lima sore.’ batin sang
menatap kosong. Tubuh yang hingga perawat.
lima tahun lalu seakan mampu me- Sang perawat membuka pintu kayu
nopang beban paling berat dan mendorong masuk kursi roda
di alam semesta, kini ter- dengan perlahan. Aroma citrus
duduk lemah di atas kursi adalah satu-satunya hal yang
roda, di tengah sebuah meyakinkan Martha bahwa
taman panti rehabilitasi dia berada di dalam kamar-
pinggir desa, pada sebuah nya sendiri selama ini. Me-
sore yang menyinarkan rasakan kursi roda telah ber-
mentari -hangat, namun henti serta mendengar pintu
warnanya tak sampai ke kamar yang telah tertutup,
dalam netra-. Martha berucap “Seribu delapan
“Antarkan aku kembali ke ratus dua puluh lima.”
kamar.” Begitu ujar sang Sang perawat yang
wanita, tanpa berusaha sedang mengatur tempat
memalingkan wajah- tidur tersenyum tipis
nya pada sang perawat sekali lagi, “Kau benar,
di sampingnya: Toh, sudah seribu delapan
Ia juga tidak akan ratus dua puluh lima
dapat melihat rupa sang perawat. Se- hari sejak pertama kali kau datang ke
lama lima tahun berada di panti tempat ini.” Sang perawat hendak
rehabilitasi, Ia hanya dapat mem- meraih lengan Martha untuk mem-
bayangkan sang perawat sebagai wanita bantunya naik ke atas tempat tidur,
berambut pendek sebahu dengan namun gerakannya terhenti saat me- PERSPEKTIF
senyum indah. Wanita seusianya, lihat jari-jari wanita berusia 40 tahun
mirip dengan seseorang yang pernah itu menggenggam erat jam tangan
menjadi rekan terbaik dalam hidup- berwarna putih kusam, jam tangan
nya… hingga lima tahun yang lalu. itu tidak dapat berfungsi lagi, namun
Sang perawat bangkit berdiri dari sang perawat tidak pernah melihat
kursi taman di sampingnya, melihat Martha meninggalkan apalagi mem-
angka pada jam tangan hitam tua yang buang jam tangan itu.
penuh goresan, tersenyum tipis se- Sang perawat memalingkan wajah
8 Buletin PRASASTI
Lorong
dan berjalan mendekat ke arah datang- tidak kompeten. Aku tidak tahu apa
nya cahaya oranye, jendela yang me- tujuan sebenarnya sampai Viola
nampakkan taman panti rehabilitasi dengan beraninya melamar kerja pada
tempat keduanya duduk selama satu Startup finansial dan teknologi tanpa
jam setiap hari. “Apa kau mau men- latar belakang pendidikan keuangan.
ceritakan kisah itu sekali lagi padaku, Ah, bahkan aku ingat benar seluruh
Martha?” jawaban yang dia lontarkan saat inter-
Suara lemah Martha mengalun indah view persis dengan panduan jawaban
memenuhi kamar itu, “Aku pertama interview kerja yang dapat ditemukan
kali bertemu dengannya sepuluh tahun dengan mudah di internet.”
yang lalu. Namanya Viola. Perempuan “Namun satu jawabannya mencuri
berambut pendek sebahu dengan kaca- perhatianku. Satu-satunya yang tidak
mata dan senyum ramahnya. Per- Ia kutip dari internet. Jawaban dari
temuanku dengannya memang suatu pertanyaan ‘Apa alasan anda me-
hal yang tidak terduga. Bagai- milih perusahaan ini? Apa
mana bisa dengan ceroboh- Aku yang anda harapkan dari
nya aku tersandung tongkat pertama kali perusahaan ini?’ Setelah
yang digunakan oleh mendengar jawabannya,
nenek didepannya dan betemu dengan- aku langsung memutus-
menumpahkan seluruh nya sepuluh kan untuk menerima-
kopi yang kubawa ke tahun lalu nya. Bukan untuk me-
atas baju putihnya?” nempati posisi manajer
“Aku merasa benar- yang Ia inginkan, namun
benar bersalah saat itu, menjadi sekretaris pribadi-
namun aku terburu-buru. Aku ku, lowongan kerja yang tidak
mengeluarkan kartu namaku dan mem- dibuka secara bebas atas preferensi
berikan kepadanya, berkata bahwa pribadiku.”
aku akan mengganti semuanya bila Ia “Viola mengatakan ‘Aku membutuh-
menghubungiku. Pertemuan kedua kami kan keyakinan. Sebuah keyakinan
PERSPEKTIF benar-benar terjadi, namun tempat dan bahwa wanita dapat menjadi seorang
waktunya diluar perkiraanku. Viola pemimpin dengan usahanya. Ke-
yang sebelumnya kulihat memakai baju yakinan yang akan aku bawa dalam
putih seperti seorang suster, mengubah kepercayaan diriku di kemudian hari,
penampilannya menjadi seseorang hingga akhir hidupku. Dapatkah per-
yang hendak melamar kerja di per- usahaan ini—bukan—Dapatkah kau…
usahaanku.” memberikan keyakinan itu padaku?’
Martha menerbitkan senyumnya benar ‘kan?” Martha mengangguk
yang masih tampak berwibawa, “Ia mendengar kutipan kata sang perawat
Buletin PRASASTI 9
Lorong
yang tidak kurang atau lebih satu kata lima tahun kedepan. Kontrak kerja
pun. “Kau pasti mengingatnya setelah untuk seribu delapan ratus dua puluh
mendengar ceritaku sebanyak tiga kali. enam hari kedepan. Maksudku… kau
Aku menjadikannya sekretarisku dengan tahu bahwa tidak banyak orang yang
kontrak kerja awal lima tahun.” Senyum- bisa menghadapi sifat keras dan per-
an Martha terbit. feksionisku. Mungkin hanya Viola…
Sang perawat membalikkan badan, dan sekarang dirimu.”
menatap wajah Martha tanpa me- “Namun kesalahan terbesar dalam
nanggapi dengan sepatah kata pun. hidupku hadir saat aku menuduhnya
Martha melanjutkan ceritanya, “Aku membocorkan materi presentasi
adalah tipe pemimpin keras pendanaan kepada lawan.
kepala. Perusahaanku saat Harga Aku sangat marah saat men-
itu memiliki saingan diri adalah dapati perusahaan lawan
dalam jumlah banyak. menguliti seluruh ke-
Viola yang awalnya tidak satu-satunya lemahan dari teknologi
memiliki pengalaman yang ingin kami dan mengalahkan
di bidang ini tentu tetap saya perusahaanku secara
saja adalah tempat pe- telak,” Martha meng-
nampungan seluruh caci miliki hela nafas. Pandangan-
maki yang keluar dari mulut- nya yang telah gelap sejak
ku.” lima tahun lalu seakan men-
“Selama lima tahun aku meng- jadi semakin hitam, “Untuk pertama
hujaninya dengan sumpah serapah, kalinya Ia membalas amarahku
tidak pernah kudapati dirinya melawan dengan kata-kata yang sangat me-
balik. Ia begitu sabar dan mencintai nyakitkan. Mungkin kau juga meng-
apa yang dilakukannya. Ia baik, ber- ingatkan dengan baik.”
kembang dengan cepat. Ia sering men- Sang perawat mengangguk samar,
ceritakan masa lalunya dan kepeduli- memutar cerita di dalam hatinya
annya kepada orang-orang tua serta ‘Apa Ibu Martha pernah sekali saja
cacat. Ia sebayaku, namun sudah me- mendengarkan saya? Apa yang Ibu PERSPEKTIF
miliki keinginan untuk mengabdi- lakukan hanyalah memaki saya. Jika
kan diri sebagai pekerja sukarela di Ibu menganggap saya bodoh, tidak
rumah sosial pada masa tuanya. memiliki pengalaman, saya bisa me-
Aku memilih orang yang tepat. Aku nerima hal itu. Tapi Ibu perlu tau
memang tidak dapat mengungkap- bahwa harga diri adalah satu-satu-
kan kebangganku kepadanya, namun nya yang ingin tetap saya miliki. Apa-
aku telah menyiapkan surat perpanjang- bila Ibu menganggap saya pembohong
an kontrak kerja dengannya untuk dan pengkhianat, itu artinya saya
10 Buletin PRASASTI
Lorong
tidak bisa mendapatkan apa yang saya 3652, hingga kontrak sepuluh tahun
inginkan dari perusahaan ini. Saya bersamanya.” Sang perawat menghela
tidak mengira bahwa saya akan di- nafas dan melihat jam tangan hitam-
kecewakan bukan oleh kaum pria, me- nya sekali lagi, “Sudah waktunya makan
lainkan oleh kaum saya sendiri. Terima malam. Aku akan mengambilnya untuk-
kasih atas keyakinan yang sempat mu.”
saya letakkan pada Ibu. Besok adalah Sang perawat keluar dari ruangan
tepat lima tahun saya bekerja di per- beraroma citrus, meninggalkan Martha
usahaan ini, ada sedikit hadiah kare- sendirian di dalam sana dengan tat-
na yang awalnya hendak saya berikan apan yang masih kosong. Sang pera-
sebagai rasa terima kasih. wat melamun beberapa saat
Namun siapa sangka bahwa Hingga saat hingga perawat lainnya
hadiah ini akan menjadi ini, kau masih yang kebetulan lewat
rasa terima kasih per- menepuk bahunya,
tama dan terakhir saya menghitung hari, “Hei! Ada apa dengan-
kepada Bu Martha. Saya berharap Ia masih mu, Ola?”
mengundurkan diri.’ berada di Ia menggeleng, “Aku
“Satu jam setelah Viola sampingmu.. baik-baik saja Laksmi.”
keluar dari ruanganku, satu Senyumnya dipaksakan.
jam setelah Ia meletakkan “Ah, aku ingat!” Laksmi
sepasang jam tangan berwarna menepuk bahu Ola lagi, “Pe-
hitam dan putih di atas meja ruangan- milik panti rehabilitasi hendak mem-
ku, sesaat setelah manajer keamanan bicarakan kontrak kerjamu. Besok
database melaporkan bahwa terdapat adalah lima tahun kau bekerja sebagai
peretasan pada bagian data internal sukarelawan disini, benar?” Ola ter-
perusahaan, barulah rasa sesal itu diam.
menyerang. Aku….” Martha memeluk Laksmi menanyakan satu hal lagi,
erat jam tangan kusam berwarna putih “Apakah kau hendak memperpanjang
itu di dadanya. Menangis dengan mata kontrak kerjamu?” Ola mengangguk
PERSPEKTIF yang menatap kosong. spontan. “Apa yang sebenarnya kau
“Kau ada disini setelah truk besar inginkan dari panti rehabilitasi ini?”
menabrak mobil yang kau kendarai Pertanyaan terakhir Laksmi mem-
dengan kecepatan tinggi untuk me- buat memori Ola kembali ke lima
nemui Viola. Buta total dan fisioterapi tahun lalu. Saat dirinya menerima
hingga akhir waktu yang tidak dapat telepon dari ponsel Martha. Saat Ia
ditentukan. Hingga saat ini, kau masih datang dengan panik ke rumah sakit.
menghitung hari, berharap Ia masih Saat penyidik memberikan segala
berada di sampingmu hingga hari ke- informasi mengenai Martha, kehidupan
Buletin PRASASTI 11
Lorong Callista Widawati, PERSPEKTIF
atau yang biasa
sebatang karanya, dan riwayat per-
pindahan asrama yang tidak ter- dipanggil Callista.
hingga hanya demi bersekolah dan Mahasiswa Jurusan
mengusahakan penghidupan yang Akuntansi, Fakultas
layak. Saat dirinya melihat Martha Ekonomi dan Bisnis
terbaring dengan perban di seluruh Universitas Brawijaya.
tubuhnya. Saat dimana dokter me-
ngatakan bahwa Martha kehilangan Menulis adalah
indra penglihatan dan harus dire- medianya untuk
habilitasi hingga waktu yang tidak di- menyalurkan hobi.
tentukan. Saat dimana polisi mem- Jika ingin ber-
berikan seluruh barang yang Martha kenalan dan ber-
bawa dalam mobilnya di hari ke- teman, dapat me-
celakaan itu: termasuk sepasang jam ngunjungi Instagram
tangan dan surat perpanjangan
kontrak. dengan nama
pengguna
Viola tersenyum tipis menjawab per-
tanyaan Laksmi, “Aku hanya menjaga @callistaa_w
seseorang yang berhasil memberiku
sebuah keyakinan. Sebuah keyakinan
bahwa wanita dapat menjadi seorang
pemimpin dengan usahanya. Keyakin-
an yang akan aku bawa dalam ke-
percayaan diriku di kemudian hari,
hingga akhir hidupku.”
ilustrasi: Putri Gemilang
12 Buletin PRASASTI
Rona
Kutukan Takdir Milik Nadir
Oleh: Putri Gemilang Hutajulu
PERSPEKTIF Nadir telah tiba di neraka, di pijakannya. Nadir pikir dirinya
pusat segala kutukan ber- sudah terlalu lama tinggal di negeri
semayam. Rasanya telinga sudah orang sehingga mulai lupa bagai-
hampir lepas mendengar suara klakson mana suasana berada di Indonesia.
mikrolet yang tak henti bersahut- Sedari awal bahkan dirinya tidak
sahutan padahal terik matahari sudah mampu lagi membedakan mana bau
menyiksa tidak ada ampun. Jendela asap, bau matahari, bau keringat,
mikrolet yang dinaiki Nadir pun sama hingga bau ketiak. Semuanya ber-
panasnya seperti panasnya minyak campur aduk hingga Nadir mabuk
yang tidak sengaja dicipratkan Ibu kepayang. Namun, dibalik betapa
ke tangannya yang kecil saat berusia kerasnya perjalanan yang sedang
sembilan tahun. Luka dan panas- dilalui Nadir pulang ke kampung
nya bahkan masih dapat dibayang- halamannya, satu-satunya hal yang
kan rasanya hingga sekarang. Ber- membuat Nadir mengeluh dan
bicara tentang minyak dan Nadir mengumpat begitu parah adalah
kecil, kebetulan Nadir – wanita ber- permintaan orangtuanya yang tidak
usia 25 tahun, yang baru saja kembali masuk akal sama sekali– menikah.
ke Indonesia dari Negeri Kanguru,
Australia akibat kecaman keluarga ***
besarnya – sangat membenci tujuan Nadir adalah wanita yang kelewat
mikrolet yang membawanya pulang mandiri. Segala biaya pendidikan,
saat ini. biaya kehidupan, hingga biaya ke-
Di dalam hatinya, Nadir sudah butuhan tersiernya dihasilkan oleh
mengeluh, mengumpat, bahkan me- jerih payahnya sendiri. Bekerja
muntahkan sumpah serapahnya di bukan sebuah hal yang dijadikan-
dalam hati sejak dirinya berada di nya beban meski seluruh pekerjaan
ruang tunggu bandara hingga saat itu menyita waktu tidurnya hingga
ini dirinya duduk di pojok mikrolet, tersisa satu setengah jam per hari.
dihantam oleh bias terik matahari, Nadir cukup paham bahwa ke-
dan panas mesin mikrolet yang terasa hidupan yang dipertaruhkannya di
negeri orang tidak akan sanggup
Buletin PRASASTI 13
Rona
dibiayai oleh kedua orang tuanya di memiliki banyak waktu untuk
kampung. Ayah merupakan perangkat berkelana hingga ke kutub utara.
desa dan ibunya seorang ibu rumah Sayangnya, Nadir tidak tumbuh
tangga yang gemar menonton konten sebagai gadis kemayu, yang segera
orang-orang yang sedang makan layu tekadnya ketika larangan dan
mie pedas lalu memaksa ayah untuk ancaman menimpanya. Buktinya
mencarikan makanan yang serupa saat ini dirinya sedang menempuh
dengan itu. Terlebih ke lima saudara- S2 sambil bekerja sebagai seorang
nya– yang semuanya adalah laki laki copywriter di salah satu start-up
sudah beranjak dewasa se- dan menjadi seorang pelayan
hingga biaya kebutuhan di salah satu restoran cepat
hidup yang ditanggung Orangtua- saji milik keluarga ke-
orang tuanya akan se- nya sangat takut kasihnya. Benar, Nadir
makin tinggi. Nadir memiliki seorang ke-
tidak cukup bodoh kalau dirinya akan kasih asal Korea Selatan
bahwa orang tuanya menjadi perawan yang sedang menempuh
jelas tidak akan mampu pendidikan yang sama
tua
membiayainya. Makanya dengannya disini. Nama
dirinya memutuskan me- inggrisnya adalah James.
ngejar beasiswa mati-matian setelah Nadir tidak begitu mengenal
mendapatkan gelar sarjananya di James secara personal meski
Indonesia dan bersekolah di luar hubungan mereka sudah meng-
negeri untuk mengambil sekolah S2. injak bulan yang keenam. James
Nadir sangat ingat perkataan ibu- terlalu sibuk dengan teman wanita-
nya yang melarang dengan sungguh nya, kepopulerannya sebagai content
agar dirinya tidak perlu mencari gelar creator, seorang pengusaha, dan PERSPEKTIF
terlalu banyak atau dirinya akan menghabiskan waktu di studionya
kesusahan mencari calon suami. sebagai seorang editor di salah satu
Orangtuanya sangat takut kalau diri- perusahaan modelling. James ter-
nya akan menjadi perawan tua, sampai lihat sangat borjuis dan tajir melintir
mati sendirian, padahal di usianya yang membuat Nadir kesal atas ke-
yang baru menginjak 25 tahun pada suksesan laki-laki tersebut. Begitu
bulan Juli kemarin harusnya masih juga dengan Nadir yang sangat sibuk
14 Buletin PRASASTI
Rona
PERSPEKTIF dengan segala urusannya sehingga Nadir masuk dan menatapnya marah,
Nadir pun mulai lupa bahwa dirinya “I told you to dress up pretty, why
memiliki seorang kekasih. Tetapi are you even looking like this?”
tidak dengan hari ini. James menatap rendah Nadir, “You
never wanted to look sexy, show
James mengajaknya bertemu untuk off your curves, and turn me on.
berbincang di studionya. Katanya, Why? don't you love me?”
ada hal yang sangat penting untuk
disampaikan. Sebagai kekasih yang “Berengsek,” umpat Nadir.
baik hati, Nadir menawarkan diri Nadir kecewa. James me-
agar datang di malam hari, setelah mandang dirinya hanya sebagai
shift pekerjaannya selesai dan di- sebuah fantasi liar yang harus ber-
setujui oleh James dengan catatan dandan seksi dengan menampilkan
Nadir harus berpenampilan cantik. seluruh bagian tubuhnya. Apa
perempuan hanya tercipta untuk
*** menjadi objek seksual yang di-
Perilaku James yang cukup aneh gunakan untuk memuaskan hasrat
menurutnya dengan memintanya ber- laki-laki? Nadir sangat marah,
penampilan cantik membuat Nadir betulan marah hingga dirinya tidak
sedikit was-was sehingga dirinya tahu seberapa banyak bubuk cabai
menyimpan semprotan bubuk cabai yang disemprotkannya ke wajah
di kantong celananya. Penampilan James lalu pergi.
Nadir sangat normal saat ini dan diri- ***
nya merasa bahwa ini adalah cantik Akhirnya Nadir berada disini
versinya – celana kulot panjang ber- sekarang dengan banyaknya tamu
warna putih dan atasan berwarna hitam undangan yang sedang berhadap-
yang menampilkan sosok elegan se- an dengan keluarga besarnya dan
orang Nadir. seorang pria asing yang sedang
Setibanya di hadapan pintu studio duduk di sebelahnya. Pria muda
James, Nadir disambut dengan tatapan yang terlihat mapan dan menyedih-
kecewa. James menunjukkan dengan kan di satu waktu. Kata Ibu,
sangat jelas bahwa dirinya tidak dia sudah duda, memiliki anak
menyukai penampilan Nadir sedikit- perempuan hasil perbuatannya
pun. “Why?” tanya Nadir kebingung- dengan mantan pacarnya. Kata Ibu
an. James segera menarik tangan
15
Buletin PRASASTI
Rona Penulis merupakan PERSPEKTIF
mahasiswi Ilmu
lagi, mantan pacarnya adalah seorang
kupu-kupu malam sehingga keluarga Komunikasi FISIP
besarnya menolaknya mentah- Universitas Brawijaya
mentah untuk bertanggungjawab angkatan 2020. Saat
dan menikah dengan puteranya. Al- ini sedang aktif sebagai
hasil, Nadir yang jadi korban atas anggota di divisi Sastra
jeratan hutang budi yang dimiliki
orangtuanya kepada keluarga pria LPM Perspektif.
di sebelahnya. Penolakan tidak bisa Baginya menulis adalah
dilaksanakan karena ayahnya telah
mempertaruhkan harga dirinya di bermimpi, sehingga
depan keluarga kaya tersebut. Nadir setiap makna sedih
tidak suka dengan ayahnya yang yang ada pada tulisan-
terlalu takut dengan keluarga kaya, nya adalah mimpi
selalu rendah diri, dan terlalu kuno. buruk dari realita yang
membuat terpuruk.
Namun, entah bagaimana jalan
hidup Nadir nantinya yang telah
menjadi seorang perempuan yang
diperdagangkan bagai barang tanpa
diperkenankan untuk mengatur hidup-
nya sendiri, seolah-olah tidak me-
nikah di usianya yang hampir meng-
injak 26 tahun adalah sebuah aib,
sekolah tinggi-tinggi akan meng-
hambat jodoh, sekuat apapun diri-
nya tidak akan pernah dianggap lebih
baik dari kesuksesan pria, pun lekuk
tubuhnya adalah sebuah hiburan.
Entah apa kutukannya, Nadir benci
terlahir sebagai seorang perempuan.
16 Buletin PRASASTI
Riwayat
Ayu Utami Pelopor Sastra Wangi
Oleh: Muhammad Rayyan Farhansyah
sumber: karopak.co.id
Justina Ayu Utami adalah penulis Keadilan, D&R dan menjadi anggota
yang aktif menyuarakan perempuan Sidang Redaksi Kalam, serta Kurator
didalam tulisan-tulisannya. Dikenal Teater Utan Kayu Pada tahun 1994.
sebagai novelis yang mendobrak ke- Kemudian harus rela dipindah dari
mampanan, Ayu Utami sering mem- bagian redaksi ke bagian pemasaran di
bicarakan masalah perepuan dan tempat ia bekerja, majalah Forum.
keagamaan dalam karya tulisannya. Ayu utami juga pernah men-
Dengan bekal Pendidikan S-1 sastra jalani berbagai macam pekerjaan.
rusia dari fakultas sastra universitas Ia pernah menjadi salah satu finalis
Indonesia dan juga pernah ber- gadis sampul majalah femina pada
sekolah Advance Journalism, Thomson tahun 1990 dan juga mencoba untuk
PERSPEKTIF Foundation, Cardiff, UK (1995) dan mengeluti dunia model. Ayu juga
Asian Leadership Fellow Program, pernah bekerja sebagai seketaris di
Tokyo, Japan (1999) ia menjadi sebuah perusahaan pemasok senjata.
salah satu sosok yang menjadi Dengan pengalamannya di bidang
pendiri sekaligus anggota Aliansi kepenulisan Ayu Utami mulai me-
Jurnalis Independen (AJI). nulis beberapa karya tulisan essai
Di dalam dunia jurnalistik, ia men- dan juga berbagai macam artikel.
jadi wartawan lepas Matra, Forum Setelah tidak aktif di dunia jurnalistik
Buletin PRASASTI 17
Riwayat
Ayu Utami memulai karya novel pula Ayu mendapat Prince Claus
pertamanya yaitu “Saman”. Award 2000 dari Prince Claus Fund
sebuah yayasan yang bermarkas
Keberanian Ayu dalam menulis- di Den Haag, Belanda yang mem-
kan tema yang sensitif membawa punyai misi mendukung dan me-
angin segar kepada dunia sastra di majukan kegiatan di bidang budaya
Indonesia. “Saman” sebagai novel dan pembangunan.
pertama Ayu menandakan genre
baru dalam dunia sastra yaitu Sastra Setalah menulis “Saman” dan
Wangi. Satra wangi adalah sebutan prestasi yang berhasil diukir Ayu
pada karya sastra yang membawa Utami dalam Dunia Sastra, Ayu
padangan feminisme dalam tulisan- tetap produktif dengan menerbitkan
nya. Hal ini mendobrak nilai-nilai novel dan karya tulisan lain seperti
patriarki di masyarakat yang sering Larung (2001), Si Parasit Lajang
menyudukan kamu perempuan. (2003), Bilangan Fu (2008), Manjali
dan Cakrabirawa (2010), dan Maya
Novel “Saman” sukses terjual 55 (2013).
ribu eksemplar dalam kurun waktu
tiga tahun. Dan berkat novel “Saman”
“Muhammad Rayyan Farhansyah, mahasiswa Ilmu PERSPEKTIF
Komunikasi angkatan 2019. saat ini sedang aktif
”berproses di divisi sastra LPM Perspektif
18 Buletin PRASASTI
Kolase
Memoirs of Geisha: Identitas dan Eksistensi
Wanita dalam Sangkar Kecantikan
Oleh: Mahira Sandria Rahmatiana
sumber: www.catchplay.com
Judul Film : Memoirs of Geisha
Durasi Film : 2 jam 25 menit
Distributor : Sony Pictures Releasing
Tanggal Rilis : 29 November 2005
Sutradara : Rob Marshall
Penulis Skenario : Robin Swicord
PERSPEKTIF “It is not for geisha to geisha bernama Sayuri. Film yang
want. It is not for geisha to disutradarai oleh Rob Marshall
feel. Geisha is an artist of the ini diadaptasi dari novel berjudul
floating world. She dances, sama karangan Arthur Golden.
she sings, she entertains you. Memoirs of Geisha berfokus pada
Whatever you want. The rest status geisha yang seringkali
is shadow, the rest is secret.” mispersepsi di dalam masyarakat.
- Sayuri, Memoirs of Geisha. Melalui film ini, Marshall ber-
usaha menghilangkan mispersepsi
Memoirs of Geisha me- tersebut dan menekankan status
rupakan film fiksi sejarah Geisha sebagai pekerja seni. Pada
dan drama romansa yang disaji- akhir penayangannya, Memoirs of
kan dalam bentuk memoar seorang Geisha berhasil meraup pendapat-
Buletin PRASASTI 19
Kolase
an sebesar 162 juta dollar walau- kedua bola matanya yang berwarna
pun sempat terjadi kontroversial biru itu menarik. Perilaku Chairman
yang disebabkan penggunaan bahasa yang ramah membuat Chiyo jatuh
inggris pada film ini hingga larang- hati dan bertekad untuk kelak men-
an tayang oleh Cina dikarenakan jadi geisha bagi Chairman.
kekhawatiran pemerintah Cina Beranjak dewasa, Chiyo diminta
bahwa film ini dapat membangkit- oleh geisha terkenal bernama Mameha
kan luka sejumlah wanita yang untuk menjadi maiko (tahap awal
hidup semasa agresi Jepang. menjadi geisha) di bawah didikan-
Film Memoirs of Geisha diawali nya. Di bawah didikan Mameha,
dengan kisah Sayuri (Zhang Zi Yi) Chiyo mempelajari berbagai hal yang
semasa kecil sebagai Chiyo (Suzuka diperlukan untuk menjadi seorang
Ohgo), anak nelayan yang dijual geisha, dimulai dari menari tari
untuk menjadi seorang pelayan tradisional (tachikata), bernyanyi
bersama dengan kakaknya, Satsu. (jikata), memainkan alat musik khas
Namun, berbeda dengan Satsu, jepang (shamisen), cara memakai
Chiyo dijual ke rumah geisha yaitu kimono, tata cara minum teh, cara
Okiya yang menampung seorang berjalan menggunakan okobo (sepatu
geisha terkenal, Hatsumomo. Chiyo khusus geisha dengan tinggi 10 cm),
lantas dididik untuk menjadi se- hingga etika melayani tamu. Semua
orang geisha bersama dengan anak tahapan panjang tersebut berakhir
perempuan lainnya yang juga tinggal dengan debut Chiyo menjadi se-
di Okiya, Pumpkin. orang geisha dengan nama panggung;
Meski begitu, tidak semudah itu Sayuri. PERSPEKTIF
bagi Chiyo untuk menerima nasib- Perjalanan panjang Sayuri men-
nya yang kelak akan menjadi geisha. jadi seorang geisha turut memuat
Chiyo berulang kali kabur untuk intrik dan lika-liku kehidupan yang
menemui kakaknya hingga pada kompleks antara Sayuri dengan
akhirnya, pada upaya terakhirnya karakter-karakter lain serta diri-
untuk kabur, Chiyo bertemu dengan nya sendiri. Semua itu dirangkum
Chairman yang mengatakan bahwa dalam sinema berdurasi 2 jam 25
20 Buletin PRASASTI
Kolase
menit, durasi yang cukup panjang lepas dari mispersepsi bahwa geisha
untuk sebuah film tapi peng- adalah pelacur yang menjual tubuh-
eksekusian yang baik membuat film nya dan bersedia untuk dijadikan
ini tidak terasa membosankan. pemuas nafsu.
Namun, kembali lagi, ini men-
Mispersepsi Status Geisha jadi refleksi, apakah seorang wanita
Memoirs of Geisha memang se- yang memang menjual tubuhnya
cara khusus menyorot status geisha sekali pun berhak untuk dilecehkan
yang seringkali mispersepsi di- dan diperlakukan tidak pantas?
anggap tidak jauh berbeda dengan Memoirs of Geisha membuat pe-
pelacur padahal geisha sendiri nonton bersimpati untuk perempuan-
pada dasarnya adalah pekerja seni. perempuan seperti Sayuri yang
Seperti yang dikatakan Mameha seringkali mendapat pengalaman
pada satu adegan, “And to be a tidak mengenakkan hanya karena
geisha is to be judged as a moving status dan pekerjaannya yang di-
work of art.” Bahwasanya seorang pandang sebelah mata.
geisha adalah karya seni yang
hidup sehingga berhak untuk di- Identitas dan Eksistensi Wanita
hargai atas karyanya yaitu tari- dalam Sangkar Kecantikan
an, permainan alat musik, hingga “I am not worthless.”
tampilannya yang menarik. Begitu ucap Sayuri membela diri-
Dalam film ini, mispersepsi ter- nya saat Mameha menemukan fakta
sebut pun ditunjukkan pada adegan bahwa Sayuri telah dilecehkan oleh
PERSPEKTIF saat Sayuri mengunjungi pesta yang Baron dan menuduh Sayuri tidak
diadakan Baron, danna (pria yang lagi perawan. Mameha menekan-
menjadi sponsor geisha) Mameha kan bahwasanya dengan status
yang berniat melecehkan Sayuri Sayuri yang seperti itu, Sayuri tidak
dengan berpura-pura meminta akan lagi berharga sebab tidak
Sayuri mencoba hadiah kimono ada pria yang bersedia menjadi
yang ia berikan. Perilaku tidak danna-nya. Meski berulang kali
pantas tersebut tentunya tidak Sayuri mengatakan bahwa bahwa
Buletin PRASASTI 21
Kolase
ia masih perawan dan Baron tidak geisha menunjukkan eksistensi
menodainya sehingga ia masih wanita dengan identitasnya sebagai
seorang geisha yang berharga, geisha yang rapuh sehingga me-
Mameha tetap pada pendirian- munculkan kebencian atas satu
nya dan memutuskan untuk meng- sama lain hanya karena laki-laki.
adakan mizuage (lelang keperawan- Identitas Sayuri sebagai se-
an) untuk membuktikan ucapan orang geisha turut melemahkan
Sayuri. eksistensinya sebagai wanita dalam
Adegan ini secara khusus me- kehidupan percintaan. Sebagai se-
nyorot eksistensi wanita dengan orang geisha, Sayuri tidak bisa
identitasnya sebagai geisha yang memilih sendiri danna-nya, pun
hanya akan dihargai dengan ada- juga tidak bisa menjadi lebih dari
nya penghargaan dan pengakuan seorang geisha bagi danna-nya. Itu
dari seorang lelaki. Perolehan lah yang membuat Sayuri terpaksa
danna bagi seorang geisha bagai- menjadi geisha bagi Nobu, peng-
kan hidup dan mati hingga layak usaha elektronik besar yang ber-
untuk diperebutkan dan mengorban- sedia menjadi danna bagi Sayuri.
kan banyak hal. Walaupun, pada kenyataannya ia
Hal ini turut terjadi pada Sayuri menyimpan rasa untuk Chairman.
yang kehilangan teman dekatnya Hal ini juga terjadi pada Hatsumomo
yaitu Pumpkin, geisha di bawah yang sepanjang kariernya menjadi
didikan Hatsumomo yang menjadi geisha tidak dapat bebas menjalin
rival dari Mameha serta membenci kasih dengan kekasihnya, seorang
Sayuri. Segala cara dilakukan oleh pria biasa bernama Koichi. Status- PERSPEKTIF
Hatsumomo dengan memfitnah nya sebagai geisha pada akhir-
hingga melakukan kekerasan fisik nya membatasinya untuk bertindak
hanya untuk memperebutkan per- bebas dan hidup di bawah bayang-
olehan danna serta memuaskan bayang danna untuk tetap hidup
rasa tidak sukanya atas kecantikan dengan penghasilannya sebagai
dan bakat yang dimiliki oleh Sayuri. geisha.
Rivalitas yang terjadi antar Meskipun, tak secara sempurna
22 Buletin PRASASTI
disajikan sebab pemilihan peng- Kolase
gunaan bahasa inggris pada film
“yang dirasa kurang meyakin-
kan untuk latar belakang kisah di “Geisha are not courtesans
Jepang. Memoirs of Geisha tetap and we are not wives.
layak untuk ditonton di waktu We sell our skills not
senggang, menikmati detail-detail our bodies.”
dari kehidupan seorang geisha,
latar Jepang pada tahun 1920-an, – Mameha, Memoirs
dilengkapi dengan akting yang of Geisha. ”
mengigit dari aktor-aktor ternama,
dan alur cerita tragis seorang
Sayuri.
PROFIL PENULIS
PERSPEKTIF Mahira Sandria Rahmatiana, mahasiswa jurusan
Hubungan Internasional angkatan 2021. saat ini
sedang aktif berproses di Divisi Sastra LPM Perspektif
Buletin PRASASTI 23
KILAS PERSPEKTIF
Pernikahan bagi masyarakat Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara
Timur, bukan hanya sebagai simbol menyatunya dua insan pria
dan wanita, namun lebih dari itu. Pernikahan diartikan sebagai
momentum besar yang menyatukan dua manusia, dua keluarga,
dan dua kampung tempat masing-masing mempelai berasal. Hal
ini seperti yang tergambar dalam tradisi Helketa.
24 Buletin PRASASTI
KILAS
Tradisi ini wajib dilakukan bagi para pengantin sebelum melaksanakan
pernikahan. Helketa bertujuan agar segala perselisihan atau dendam
antar suku di masa lalu tidak mempengaruhi kehidupan kedua insan
mempelai yang akan membangun kehidupan rumah tangga.
Helketa harus dilaksanakan di sebuah sungai besar atau bisa juga pantai.
Hal ini sebagai simbolik mempelai pria dan mempelai wanita agar dapat
menjalankan bahtera rumah tangga seperti air yang mengalir, harmonis,
jernih, dan terus mengalir tanpa henti.
PERSPEKTIF
Buletin PRASASTI 25
KILAS PERSPEKTIF
Pada acara ini mempelai pria diwajibkan membawa
hewan babi atau ayam untuk dilaksanakan proses
penyembelihan. Penyembelihan yang dilakukan
mempunyai dua tujuan yaitu bagian hati hewan yang
disembelih dibaca sebagai petunjuk di masa depan
dan daging hewan sembelihan digunakan sebagai
lauk makan adat.
26 Buletin PRASASTI
KILAS
Tradisi ini diawali dengan pembacaan doa kepada para leluhur,
kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan kedua belah pihak
keluarga melalui juru bicara masing-masing dengan mengguna-
kan bahasa daerah. Setelah pembicaraan selesai, kemudian
dilanjutkan dengan pertukaran sirih-pinang dan kedua keluarga
besar saling bersalaman.
PERSPEKTIF
Buletin PRASASTI 27
KILAS PERSPEKTIF
Tradisi Helketa ini merupakan salah satu peninggalan budaya
leluhur yang masih eksis hingga saat ini. Semua rangkaian
acara ini memperlihatkan rasa saling menghargai dan cinta
kasih antar kedua belah pihak keluarga, entah dari pihak pria
dan wanita. Hal ini mencerminkan nilai-nilai yang patut di-
teladani dari kearifan lokal.
Gratio Ignatius Sani Baribe
28 Buletin PRASASTI