The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by weichao504, 2022-06-15 04:10:23

Bagaimanakah fungsi keluarga sebagai agen sosialisasi remaja di rumah?

Fungsi keluarga sebagai agen sosialisasi remaja di rumah

Keywords: sosialisasi,keluarga

Bagaimanakah fungsi Nama/NOMBOR MATRIKS:
keluarga sebagai agen TAN WEI CHAO
sosialisasi remaja di (21DDT21F2038)
rumah? SUHANRAJ A/L JAYA PRAKASHAN
(21DDT21F2003)

Apakah itu
sosialisasi ?

Apakah itu
sosialisasi ?

Sosialisasi merupakan proses seseorang individu mempelajari
dan menerima nilai, sikap, kemahiran yang dipunya oleh
keluarga bagi membentuk personalitinya yang tersendiri untuk
menjadi ahli masyarakat tersebut. Sosialisasi dapat
membantu seseorang memainkan peranan sosialnya dengan
sempurna.

Proses
sosialisasi

Proses
Sosialisasi

Tiga jenis proses sosialisasi.

1. Sosialisasi primer (permulaan)
Proses ini berlaku pada peringkat awal kanak-kanak. Kanak-kanak mempelajari konsep diri, psikomotor, penaakulan
dan kemahiran bahasa daripada keluarganya.

2. Sosialisasi sekunder (penyertaan)
Proses ini berlaku pada peringkat kanak-kanak, remaja dan dewasa. Pada peringkat ini berlaku proses
pengembangan konsep diri, menerima konsep baru, berlaku perubahan dan penyesuaian akibat interaksi dengan
rakan sebaya sekolah.

3. Sosialisasi semula
Proses ini mungkin berlaku dan tidak berlaku pada seseorang. Sosialisasi semula ini berlaku akibat daripada
perubahan secara drastik, mendadak, radikal atau terpaksa yang dialami oleh seseorang.

Tujuan
Sosialisasi

•Memberikan keterampilan bagi seseorang atau
individu untuk dapat hidup dalam masyarakat.

•Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan
seseorang dalam berkomunikasi secara efektif.

•Mengembangkan fungsi-fungsi organik dari
seseorang individu melalui introspeksi yang tepat.

•Menanamkan nilai-nilai atau Pendidikan karakter
kepada seseorang individu.

Fungsi
Sosialisasi

Fungsi Sosialisasi

Fungsi sosialisasi ini sebagai suatu proses sosialisasi di tengah lingkungan
masyarakat mempunyai 2 fungsi utama iaitu sebagai berikut:

•Ditinjau-dari kepentingan yang dimiliki seseorang sosialisasi mempunyai fungsi
sebagai pengenal identitas budaya dan nilai, agar seseorang dapat mengakui,
mempelajari, mengenal serta menyesuaikan diri dengan norma, nilai, budaya serta
peraturan sosial yang ada pada suatu kelompok masyarakat tertentu.

•Ditinjau dari kepentingan yang dimiliki masyarakat. Sosialisasi mempunyai fungsi
sebagai alat untuk melestarikan norma, nilai serta budaya yang ada pada suatu
kelompok masyarakat tertentu.

Agen dalam
proses

sosialisasi

Agen dalam proses sosialisasi

Agen yang terdapat dalam proses sosialisasi adalah keluarga. Persekitaran keluarga adalah salah satu tempat
pertama bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dalam proses sosialisasi. Bukan itu sahaja, keluarga juga
merupakan asas utama dalam pembentukan struktur sosial yang lebih luas. Agen sosialisasi dalam persekitaran
keluarga termasuk bapa, ibu ,adik-beradik serta adik-beradik angkat yang tidak berkahwin yang tinggal bersama di

sebuah rumah.



Dalam persekitaran keluarga, nilai gender diperkenalkan. Misalnya,anak lelaki menolong ayah mereka dalam
mencuci kereta dan anak perempuan menolong ibu mencuci pakaian . Tidak seperti keadaan persekitaran

masyarakat yang mematuhi system kekeluargaan. Kekeluargaan ini diperpanjang kerana merangkumi keluarga
lain. Misalnya, datuk dan nenek, pak cik, ibu saudara (di luar keluarga nuklear).



Di komuniti bandar yang sudah berpenduduk padat, proses sosialisasi ini dilakukan oleh orang-orang yang berada
di luar saudara kandung anak,contohnya dengan pengasuh bayi. Menurut Gertrudge Jaeger, peranan agen

sosialisasi dalam persekitaran keluarga memainkan peranan yang sangat penting kerana anak-anak sepenuhnya
berada dalam persekitaran keluarga mereka, terutama ibu bapa mereka sendiri.

•Fungsi Afektif Apakah
•Fungsi Sosialisasi Fungsi
•Fungsi Reproduksi Keluarga ?
•Fungsi Ekonomi
•Fungsi Penjagaan
Kesihatan

Fungsi Fungsi afektif merupakan fungsi
Afektif internal dalam lingkungan keluarga
sebagai dasar kekuatan. Di
dalamnya terkait dengan sikap saling
mengasihi, saling mendukung dan
saling menghargai antara anggota
keluarga.

Fungsi Fungsi sosialisasi merupakan fungsi
Sosialisasi yang berkaitan untuk
mengembangkan proses interaksi
dalam keluarga. Proses sosialisasi
ini dimulai sejak lahir dan dimulai
dari lingkungan keluarga.
Lingkungan keluarga merupakan
tempat individu untuk belajar
bersosialisasi.

Fungsi



Reproduksi Fungsi reproduksi ialah fungsi
keluarga untuk meneruskan
kelangsungan keturunan dan
menambah sumber daya manusia.

Fungsi



Ekonomi Fungsi keluarga ataupun fungsi
ekonomi adalah untuk memenuhi
keperluan semua anggota keluarga.
Contohnya, keperluan pakaian,
makanan dan tempat tinggal.

Fungsi



Penjagaan Fungsi keluarga ataupun fungsi
Kesihatan penjagaan kesihatan adalah untuk
mencegah masalah yang berkaitan
dengan kesihatan dan menjaga
anggota keluarga yang mempunyai
masalah kesihatan.

Kepentingan peranan
keluarga sebagai
agen sosialisasi
meliputi

Kepentingan peranan keluarga sebagai
agen sosialisasi meliputi

•Memupuk cara kehidupan dalam demokrasi, menolong sesama
diri sendiri dan sikap toleransi.

•Mempengaruhi tahap kesedaran.

•Beri contoh dalam bersosial.

•Sebagai pembentuk etika dan peraturan pertama.

•Asas Pendidikan ekonomi.

KESIMPULAN

Peranan keluarga bukan saja berupa peranan-peranan
yang bersifat intern antara orang tua dan anak, serta
antara yang anak satu dengan anak ang lain. Keluarga

juga merupakan medium untuk menghubungkan
kehidupan anak dengan kehidupan di masyarakat,
dengan kelompok-kelompok sepermainan, lembaga-
lembaga sosial seperti lembaga agama, sekolah dan
masyarakat yang lebih luas.Setelah anak memiliki
pergaulan dan pengalaman-pengalaman yang luas
didalam kehidupan masyarakatnya, sering pengaruh
orang-orang dewasa disekitarnya lebih mempengaruhi
dan membentuk prilakunya dibandingkan pengaruh dari
keluarga. Dalam situasi semacam itu tidak jarang akan
terjadi konflik didalam diri anak, pola prilaku manakah
yang kemudian diadopsi untuk dijadikan pola panutan.

TERIMA KASIH


Click to View FlipBook Version